Total Tayangan

myspace hit counter

[kagama] Intisari untuk alumniUGM@googlegroups.com - 25 Pesan pada 6 Topik

Minggu, Juni 12, 2011

Grup: http://groups.google.com/group/alumniUGM/topics

    Yulianto Eko Rakhmat <eko.rakhmat@gmail.com> Jun 12 01:31PM +0700 ^
     
    saya cek FB dia http://www.facebook.com/profile.php?id=1851807639
     
    dia sempat minta request frend dan saya approve, tapi saat ini dia bukan
    friend saya lagi.
    Profile picture juga tidak ada...
     
    sepertinya Penipuan
     
    2011/6/11 Bibien <bintang@kagamamuda.com>
     

     

    Zulfadli <zulfadli.sy@gmail.com> Jun 12 10:53AM +0700 ^
     
    Kalo untuk Mas AD (hehehe, tak panggil gitu ya),
     
    Menurut saya ada 3 langkah yang bisa dilakukan:
     
    1. Pastikan posisi (secara geografis dan normatif) istrinya.
    Impossible Mas AD gak tau lokasi istrinya? setuju. Sehingga, sebagai suami
    yang baik, jemputlah istri dengan baik. Itu dukungan moral untuk istri.
    Buktinya cinta ya disitu (inimenurutsayadotcom).
    Mbak Nunun juga harus terbuka kepada Mas AD tentang kondisi dirinya terkait
    kasus tersebut. Bersalah atau tidak. Impossible Mas AD gak tau istrinya
    salah atau tidak? ya boleh lah ngomong gitu. Tapi yang lebih penting, Mas AD
    harus bisa menempatkan diri sebagai suami dan sebagai pejabat negara ketika
    membela istrinya. Kalo memang salah, ya dibela untuk mendapatkan
    perlindungan hukum (bukan dikibuli oleh rekayasa hukum). Kalo tidak salah,
    ya dibela untuk mendapatkan pemulihan nama baik.
     
    2. Dampingi setiap proses hukum istrinya, termasuk menjenguk ketika
    menghadapi masa tahanan (jika terbukti bersalah). Besarkan hati istri,
    supaya ringan merasakan musibah yang berat sekalipun.
     
    3. Gunakan kasus ini untuk membersihkan mana yang kotor, memperbaiki mana
    yang rusak, dan mengganti mana yang tidak pada tempatnya. Supaya kejadian
    serupa tidak berulang lagi di kemudian hari.
     
     
    2011/6/12 Ebes Defry <yusdanial@gmail.com>
     

     

    Zulfadli <zulfadli.sy@gmail.com> Jun 12 11:02AM +0700 ^
     
    Mmm, maksudnya hukuman mati untuk koruptor?
    Saya setuju, asalkan seluruh prosesnya benar dan tanpa rekayasa.
     
    2011/6/12 <aprijoko82@kagamavirtual.com>
     

     

    "Ujang Syafnir" <ujangsyafnir@gmail.com> Jun 12 11:01AM +0700 ^
     
    Emang dia mau, istrinya senasib dengan Susno dan Azhari....
    Si Uddin dan istri juga, mana maulah dijadikan tumbal...

     

    -------Original Message-------

    From: Zulfadli
    Date: 12/06/2011 10:53:24
    To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] PKS Apa kabarmu?

    Kalo untuk Mas AD (hehehe, tak panggil gitu ya),
     
    Menurut saya ada 3 langkah yang bisa dilakukan:
     
    1. Pastikan posisi (secara geografis dan normatif) istrinya.
    Impossible Mas AD gak tau lokasi istrinya? setuju. Sehingga, sebagai suami
    yang baik, jemputlah istri dengan baik. Itu dukungan moral untuk istri.
    Buktinya cinta ya disitu (inimenurutsayadotcom).
    Mbak Nunun juga harus terbuka kepada Mas AD tentang kondisi dirinya terkait
    kasus tersebut. Bersalah atau tidak. Impossible Mas AD gak tau istrinya
    salah atau tidak? ya boleh lah ngomong gitu. Tapi yang lebih penting, Mas AD
    harus bisa menempatkan diri sebagai suami dan sebagai pejabat negara ketika
    membela istrinya. Kalo memang salah, ya dibela untuk mendapatkan
    perlindungan hukum (bukan dikibuli oleh rekayasa hukum). Kalo tidak salah,
    ya dibela untuk mendapatkan pemulihan nama baik.
     
    2. Dampingi setiap proses hukum istrinya, termasuk menjenguk ketika
    menghadapi masa tahanan (jika terbukti bersalah). Besarkan hati istri,
    supaya ringan merasakan musibah yang berat sekalipun.
     
    3. Gunakan kasus ini untuk membersihkan mana yang kotor, memperbaiki mana
    yang rusak, dan mengganti mana yang tidak pada tempatnya. Supaya kejadian
    serupa tidak berulang lagi di kemudian hari.
     
     
     
    2011/6/12 Ebes Defry <yusdanial@gmail.com>
     
    Cerita ini bak antara cita-cita dan cinta...
     
    Cita-cita ingin mewujudkan negeri yang bersih dari korupsi.
     
    Tapi bagaimana bila cinta mengatakan yang sebaliknya ?
     
    Pilih cita atau cinta ?
     
    Bagaimana bersikap apabila berada pada posisi seperti AD ?
     
    Puyeng... Puyeng... Dah...
     
    Hehehehe
     
    http://yusdanial.blogspot.com
     
     
     
    From: Zulfadli <zulfadli.sy@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 12 Jun 2011 08:59:21 +0700
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    ReplyTo: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] PKS Apa kabarmu?
     
     
    Solusi dari saya:
     
    Semua ketimpangan, harus diperbaiki.
     
    Bangun sistem yang kuat. Yang bisa memfasilitasi kebutuhan bangsa ini untuk
    maju, sekaligus menjaga kekuatan bangsa ini dari dalam.
     
    Perkarakan siapa saja yang merugikan masyarakat dan negara.
    Siapapun yang benar perlu didukung, siapapun yang salah harus dihukum.
     
    Rusaknya orang lain, tidak boleh menjadi alasan rusaknya diri kita.
    Seandainya bangsa dan negara ini harus hancur lebur tanpa sisa, saya
    berharap kita termasuk orang-orang yang konsisten sampai akhir
    memperjuangkan perbaikannya.
     
    Salam perubahan,
    Zulfadli
     
    Satu titik yang terkena cahaya, akan menjadi sumber cahaya bagi titik-titik
    lainnya.
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL ,
    108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    andirahmah91@yahoo.com Jun 13 05:03AM ^
     
    Potong tangan lebih baik untuk hukuman bagi koruptor daripada hukuman mati.
     
    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

     

    "Ujang Syafnir" <ujangsyafnir@gmail.com> Jun 12 11:14AM +0700 ^
     
    Saya tidak percaya hukuman mati atau potong tangan,
    Dihukum saja seberat-beratnya dan selama mereka menjalani hukuman libatkan
    mereka pada pekerjaan paksa dan sosial , sesuai dengan periodesasi hukuman.
     
    Hukuman mati menutup kemungkinan orang orang berubah dan menebus kesalahan
    mereka.
     
    Coba kalau hukuman mati dipaksakan pada Umar Bin Khatab yang pernah membunuh anak perempuannya ketika dia masih dalam kejahiliahannya..???

     

    Zulfadli <zulfadli.sy@gmail.com> Jun 12 11:19AM +0700 ^
     
    Kalo gak ada kepastian hukum, ya mungkin saja begitu jadinya.
    Tapi apakah benar seperti itu?
     
    Kalo benar, berarti yang lebih mendesak adalah memastikan kualitas peradilan
    dan kepolisian itu sendiri. Yang salah ya bukan (cuma) orang yang berkasus,
    tapi termasuk orang-orang yang menyelesaikan kasus.
     
    Nah kalo ini lain lagi ceritanya.
     
    Tapi menurut saya, seandainya hal-hal tadi bersih dari kepentingan ekonomi
    dan politik (atau setidaknya terisolasi), maka akan baik-baik saja.
     
    2011/6/12 Ujang Syafnir <ujangsyafnir@gmail.com>
     

     

    eviyan@ptpjb.com Jun 12 04:36AM ^
     
    Kok mas Ujang tahu ?? Jangan su'udzon mas, ... Kekekekekkk !
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: "Ujang Syafnir" <ujangsyafnir@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 12 Jun 2011 10:18:36
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] PKS Apa kabarmu?
     
    Masyarakat di Gadel itu cerminan bangsa ini. Ngusir orang jujur.
    Coba jadi orang jujur dan reformis di Instansi. bisa-bisa dak dikasih
    kerjaan, lama-lama meja kerja pun ilang wkwkwkw




    -------Original Message-------

    From: Ir R J Taruno Poedjohardjo
    Date: 12/06/2011 10:08:55
    To: alumniugm@googlegroups.com
    Cc: geologiugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] PKS Apa kabarmu?

    lha sing NGEDOR SOPO ???
    he he he ,tph
     
     
     
     
    From: "aprijoko82@kagamavirtual.com" <aprijoko82@kagamavirtual.com>
    To: Kagama1 <alumniugm@googlegroups.com>
    Sent: Sun, June 12, 2011 10:03:54 AM
    Subject: Re: [kagama] PKS Apa kabarmu?
     
    Po ra luwih apik, koruptor 100 juta ke atas di dor. Kurang satus juta diukum
    20 tahun
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
     
     
    From: Zulfadli <zulfadli.sy@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 12 Jun 2011 08:59:21 +0700
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    ReplyTo: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] PKS Apa kabarmu?
     
     
    Solusi dari saya:
     
    Semua ketimpangan, harus diperbaiki.
     
    Bangun sistem yang kuat. Yang bisa memfasilitasi kebutuhan bangsa ini untuk
    maju, sekaligus menjaga kekuatan bangsa ini dari dalam.
     
    Perkarakan siapa saja yang merugikan masyarakat dan negara.
    Siapapun yang benar perlu didukung, siapapun yang salah harus dihukum.
     
    Rusaknya orang lain, tidak boleh menjadi alasan rusaknya diri kita.
    Seandainya bangsa dan negara ini harus hancur lebur tanpa sisa, saya
    berharap kita termasuk orang-orang yang konsisten sampai akhir
    memperjuangkan perbaikannya.
     
    Salam perubahan,
    Zulfadli
     
    Satu titik yang terkena cahaya, akan menjadi sumber cahaya bagi titik-titik
    lainnya.
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL ,
    108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL ,
    108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     

     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    Ir R J Taruno Poedjohardjo <tarunopeha@yahoo.com> Jun 11 09:36PM -0700 ^
     
    buetul buanget .tph
     
     
     
    ________________________________
    From: Ujang Syafnir <ujangsyafnir@gmail.com>
    To: alumniugm@googlegroups.com
    Sent: Sun, June 12, 2011 10:18:36 AM
    Subject: Re: [kagama] PKS Apa kabarmu?
     

    Masyarakat di Gadel itu cerminan bangsa ini. Ngusir orang jujur.
    Coba jadi orang jujur dan reformis di Instansi. bisa-bisa dak dikasih kerjaan,
    lama-lama meja kerja pun ilang wkwkwkw




    -------Original Message-------

    From: Ir R J Taruno Poedjohardjo
    Date: 12/06/2011 10:08:55
    To: alumniugm@googlegroups.com
    Cc: geologiugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] PKS Apa kabarmu?

    lha sing NGEDOR SOPO ???
    he he he ,tph
     
     
     
    ________________________________
    From: "aprijoko82@kagamavirtual.com" <aprijoko82@kagamavirtual.com>
    To: Kagama1 <alumniugm@googlegroups.com>
    Sent: Sun, June 12, 2011 10:03:54 AM
    Subject: Re: [kagama] PKS Apa kabarmu?
     
    Po ra luwih apik, koruptor 100 juta ke atas di dor. Kurang satus juta diukum 20
    tahun
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
    ________________________________

    From: Zulfadli <zulfadli.sy@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 12 Jun 2011 08:59:21 +0700
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    ReplyTo: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] PKS Apa kabarmu?
    Solusi dari saya:
     
    Semua ketimpangan, harus diperbaiki.
     
    Bangun sistem yang kuat. Yang bisa memfasilitasi kebutuhan bangsa ini untuk
    maju, sekaligus menjaga kekuatan bangsa ini dari dalam.
     
    Perkarakan siapa saja yang merugikan masyarakat dan negara.
    Siapapun yang benar perlu didukung, siapapun yang salah harus dihukum.
     
    Rusaknya orang lain, tidak boleh menjadi alasan rusaknya diri kita.
    Seandainya bangsa dan negara ini harus hancur lebur tanpa sisa, saya berharap
    kita termasuk orang-orang yang konsisten sampai akhir memperjuangkan
    perbaikannya.
     
    Salam perubahan,
    Zulfadli
     
    Satu titik yang terkena cahaya, akan menjadi sumber cahaya bagi titik-titik
    lainnya.
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5,
    Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5,
    Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     

    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5,
    Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    eviyan@ptpjb.com Jun 12 04:39AM ^
     
    Seperti suaminya, Cut Tari ya mas, ...Isterinya dianter, ... Hhe he he he
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: Zulfadli <zulfadli.sy@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 12 Jun 2011 10:53:16
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] PKS Apa kabarmu?
     
    Kalo untuk Mas AD (hehehe, tak panggil gitu ya),
     
    Menurut saya ada 3 langkah yang bisa dilakukan:
     
    1. Pastikan posisi (secara geografis dan normatif) istrinya.
    Impossible Mas AD gak tau lokasi istrinya? setuju. Sehingga, sebagai suami
    yang baik, jemputlah istri dengan baik. Itu dukungan moral untuk istri.
    Buktinya cinta ya disitu (inimenurutsayadotcom).
    Mbak Nunun juga harus terbuka kepada Mas AD tentang kondisi dirinya terkait
    kasus tersebut. Bersalah atau tidak. Impossible Mas AD gak tau istrinya
    salah atau tidak? ya boleh lah ngomong gitu. Tapi yang lebih penting, Mas AD
    harus bisa menempatkan diri sebagai suami dan sebagai pejabat negara ketika
    membela istrinya. Kalo memang salah, ya dibela untuk mendapatkan
    perlindungan hukum (bukan dikibuli oleh rekayasa hukum). Kalo tidak salah,
    ya dibela untuk mendapatkan pemulihan nama baik.
     
    2. Dampingi setiap proses hukum istrinya, termasuk menjenguk ketika
    menghadapi masa tahanan (jika terbukti bersalah). Besarkan hati istri,
    supaya ringan merasakan musibah yang berat sekalipun.
     
    3. Gunakan kasus ini untuk membersihkan mana yang kotor, memperbaiki mana
    yang rusak, dan mengganti mana yang tidak pada tempatnya. Supaya kejadian
    serupa tidak berulang lagi di kemudian hari.
     
     
    2011/6/12 Ebes Defry <yusdanial@gmail.com>
     
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    ysanst@kagamavirtual.com Jun 12 04:40AM ^
     
    Punya pengalaman Mas Mbah TPH?share dong sama cucu2 disini
     
    Yassir
    Iwak-02
    ################
    buetul buanget .tph
    ------------------
    From: Ujang Syafnir kabarmu?Masyarakat di Gadel itu cerminan bangsa ini. Ngusir orang jujur.
    Coba jadi orang jujur dan reformis di Instansi. bisa-bisa dak dikasih kerjaan, lama-lama meja kerja pun ilang wkwkwkw 
     
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®

     

    eko.blangkon.kusdiyanto@gmail.com Jun 12 04:42AM ^
     
    Qiqiqiqiqiqi hukum dipotong tangan, eksekutornya dikasih duit jadinya jg cm potong kuku.... Wkwkwkwkwkwk
    Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
     
    -----Original Message-----
    From: andirahmah91@yahoo.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Mon, 13 Jun 2011 05:03:52
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] PKS Apa kabarmu?
     
     
    Potong tangan lebih baik untuk hukuman bagi koruptor daripada hukuman mati.
     
    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    vriovia@kagamavirtual.com Jun 12 04:48AM ^
     
    kalo d negeri china yang d hukum mati bukan hanya pelaku lho, semua keluarga yg menikmati hasil korupsi.anak, istri, tante, om, kakek, teteh, dll.
    valdi riovia
    BRI Pandeglang/FKT 96

     

    "Ujang Syafnir" <ujangsyafnir@gmail.com> Jun 12 12:00PM +0700 ^
     
    Kejahatan itu terjadi Karena Ada niat dari pelaku dan kesempatan yang
    diberikan oleh masyarakat berupa 'IGNORANCE".
    Jadi kalau terjadi suatu peristiwa kejahatan, yang bertanggungjawab bukan
    hanya si penjahat, tetapi masyarakat juga punya andil.
    Jadi menghukum mati siapapun pelakunya adalah bentuk cuci tangan masyarakat
    yang telah memberikan kesempatan peristiwa itu bisa terjadi.
     
    Ada yang bilang," yang menjadi masalah kalau suatu peristiwa kejahatan
    terjadi, bukan pada pelaku, tapi pada orang2 yang diam saja walau tahu ada
    yang berniat melakukan kejahatan".
     
    Orang akan mikir2 mau maling, kalau tempat yang mau dimalingi banyak orang
    ronda dan alarm.




    -------Original Message-------

    From: vriovia@kagamavirtual.com
    Date: 12/06/2011 11:49:48
    To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] PKS Apa kabarmu?

    kalo d negeri china yang d hukum mati bukan hanya pelaku lho, semua keluarga
    yg menikmati hasil korupsi.anak, istri, tante, om, kakek, teteh, dll.
    valdi riovia
    BRI Pandeglang/FKT 96

    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL ,
    108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    "Ujang Syafnir" <ujangsyafnir@gmail.com> Jun 12 12:08PM +0700 ^
     
    Bukan su'udzon, mas Eviyan cuma mengungkapkan realitas saja baik dari
    pengalaman saudara yang bekerja sebagai PNS di DEPKEU, lalu kementrian BUMN.
    Adik-adik yang PNS guru serta pengalaman teman-teman dekat.




    -------Original Message-------

    From: eviyan@ptpjb.com
    Date: 12/06/2011 11:36:53
    To: Alumni
    Subject: Re: [kagama] PKS Apa kabarmu?

    Kok mas Ujang tahu ?? Jangan su'udzon mas, ... Kekekekekkk !

     

    "Ebes Defry" <yusdanial@gmail.com> Jun 12 05:23AM ^
     
    Kalau suaminya CT, itu baru gentleman... Wkwkwkwkw...
     
    Jarang-jarang suami seperti itu lho...
     
    http://yusdanial.blogspot.com
     
    -----Original Message-----
    From: eviyan@ptpjb.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 12 Jun 2011 04:39:35
    To: Alumni<alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] PKS Apa kabarmu?
     
    Seperti suaminya, Cut Tari ya mas, ...Isterinya dianter, ... Hhe he he he
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: Zulfadli <zulfadli.sy@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 12 Jun 2011 10:53:16
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] PKS Apa kabarmu?
     
    Kalo untuk Mas AD (hehehe, tak panggil gitu ya),
     
    Menurut saya ada 3 langkah yang bisa dilakukan:
     
    1. Pastikan posisi (secara geografis dan normatif) istrinya.
    Impossible Mas AD gak tau lokasi istrinya? setuju. Sehingga, sebagai suami
    yang baik, jemputlah istri dengan baik. Itu dukungan moral untuk istri.
    Buktinya cinta ya disitu (inimenurutsayadotcom).
    Mbak Nunun juga harus terbuka kepada Mas AD tentang kondisi dirinya terkait
    kasus tersebut. Bersalah atau tidak. Impossible Mas AD gak tau istrinya
    salah atau tidak? ya boleh lah ngomong gitu. Tapi yang lebih penting, Mas AD
    harus bisa menempatkan diri sebagai suami dan sebagai pejabat negara ketika
    membela istrinya. Kalo memang salah, ya dibela untuk mendapatkan
    perlindungan hukum (bukan dikibuli oleh rekayasa hukum). Kalo tidak salah,
    ya dibela untuk mendapatkan pemulihan nama baik.
     
    2. Dampingi setiap proses hukum istrinya, termasuk menjenguk ketika
    menghadapi masa tahanan (jika terbukti bersalah). Besarkan hati istri,
    supaya ringan merasakan musibah yang berat sekalipun.
     
    3. Gunakan kasus ini untuk membersihkan mana yang kotor, memperbaiki mana
    yang rusak, dan mengganti mana yang tidak pada tempatnya. Supaya kejadian
    serupa tidak berulang lagi di kemudian hari.
     
     
    2011/6/12 Ebes Defry <yusdanial@gmail.com>
     
    > Zulfadli
     
    > *Satu titik yang terkena cahaya, akan menjadi sumber cahaya bagi
    > titik-titik lainnya.*
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    andirahmah91@yahoo.com Jun 13 06:21AM ^
     
    Qiqiqiqiqiqi hukum dipotong tangan, eksekutornya dikasih duit jadinya jg cm potong kuku.... Wkwkwkwkwkwk
     
    #######
     
    Jadi pedicure dong namanya ;-)
     
    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
     
    -----Original Message-----
    From: eko.blangkon.kusdiyanto@gmail.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 12 Jun 2011 04:42:24
    To: Kagama<alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] PKS Apa kabarmu?
     
    Qiqiqiqiqiqi hukum dipotong tangan, eksekutornya dikasih duit jadinya jg cm potong kuku.... Wkwkwkwkwkwk
    Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
     
    -----Original Message-----
    From: andirahmah91@yahoo.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Mon, 13 Jun 2011 05:03:52
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] PKS Apa kabarmu?
     
     
    Potong tangan lebih baik untuk hukuman bagi koruptor daripada hukuman mati.
     
    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    "SisCahya Bhuwana" <siscahya@kagamavirtual.com> Jun 12 05:30AM ^
     
    Weeeh... Rame banget nih milist.... Ala maaak.. Thread ini dah 76 member reply...
     
    Semalem abis nonton Qualifying F1, terus tidur, abis subuh tidur lagi... Baru melek deh sekarang,,,,
     
    Waaah sowan hari jumat ya gimana gitu... Soalnya kelompok kuli seperti saya ini,, kalo di panggil pak boss gak hadir, bisa2 gak di kasih gawean,,,
     
    Kalo mau ngobrol santai kaya'nya gak perlu ke gedung dewa ,,,, mendingan seperti kaya' mas Ganjar....
     
    Kan kata Mbak Rahamah ada yg dari UGM, ya silaturohim lah....
     
    Maaf Mbak Rahmah, tdi belum bisa bales ping nya... Baru bangun neh...
     
    Salam
     
    Siswanto
    Power Generation Services
    Specialist Engineer
     
    Blog: www.sispowergeneration.blogspot.com
    Mobile: +62 81311422270
    +62 81398199500
    PIN : 22773192
    Emails: sis_cahya@yahoo.com
    siscahyabhuwana@gmail.com
     
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: "Iwan Hermawan" <denbaguse.iwan@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 12 Jun 2011 00:11:45
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] PKS Apa kabarmu?
     
    Nanti saya BBM an dgn Mas Sis yaa
    -------------------
    Ayo Mas Sis,semangaaaaat...dolan nang senayan....awas ada car free day,mengko malah dolan bin mlaku beneran seko omah,hehehehehehe
     
    Yassir
    Iwak-02
     
    +++++++OoooO+++++++++
     
    Ayo,pakdhe..nek jumat ta iringi doa dari kantor aja yaa..hehehe..
     
     
    Iwan Hermawan, TS98
    Hutama Karya - Divisi Jalan & Jembatan
    +6281931231230
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    "SisCahya Bhuwana" <siscahya@kagamavirtual.com> Jun 12 05:43AM ^
     
    Sebetulnya yg sakit ingatan akut itu siapa sih....
     
    Apa cuma sakit ingatan dalam hal tertentu aja, misal lupa kalo pernah korupsi, tapi selalu inget untuk make duit hasil korupsi..
     
    Atau yang sakit ingatan itu penegak hukum ? Yang lupa menegakkan hukum, kaya si hakim siapa tuh .....udin.
     
    Kaya'nya trending kedepan, semua pelaku akan meng klaim dirinya sakit ingatan tuh...
     
     
     
    Siswanto
    Power Generation Services
    Specialist Engineer
     
    Blog: www.sispowergeneration.blogspot.com
    Mobile: +62 81311422270
    +62 81398199500
    PIN : 22773192
    Emails: sis_cahya@yahoo.com
    siscahyabhuwana@gmail.com
     
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: Zulfadli <zulfadli.sy@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 12 Jun 2011 10:53:16
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] PKS Apa kabarmu?
     
    Kalo untuk Mas AD (hehehe, tak panggil gitu ya),
     
    Menurut saya ada 3 langkah yang bisa dilakukan:
     
    1. Pastikan posisi (secara geografis dan normatif) istrinya.
    Impossible Mas AD gak tau lokasi istrinya? setuju. Sehingga, sebagai suami
    yang baik, jemputlah istri dengan baik. Itu dukungan moral untuk istri.
    Buktinya cinta ya disitu (inimenurutsayadotcom).
    Mbak Nunun juga harus terbuka kepada Mas AD tentang kondisi dirinya terkait
    kasus tersebut. Bersalah atau tidak. Impossible Mas AD gak tau istrinya
    salah atau tidak? ya boleh lah ngomong gitu. Tapi yang lebih penting, Mas AD
    harus bisa menempatkan diri sebagai suami dan sebagai pejabat negara ketika
    membela istrinya. Kalo memang salah, ya dibela untuk mendapatkan
    perlindungan hukum (bukan dikibuli oleh rekayasa hukum). Kalo tidak salah,
    ya dibela untuk mendapatkan pemulihan nama baik.
     
    2. Dampingi setiap proses hukum istrinya, termasuk menjenguk ketika
    menghadapi masa tahanan (jika terbukti bersalah). Besarkan hati istri,
    supaya ringan merasakan musibah yang berat sekalipun.
     
    3. Gunakan kasus ini untuk membersihkan mana yang kotor, memperbaiki mana
    yang rusak, dan mengganti mana yang tidak pada tempatnya. Supaya kejadian
    serupa tidak berulang lagi di kemudian hari.
     
     
    2011/6/12 Ebes Defry <yusdanial@gmail.com>
     
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    Ir R J Taruno Poedjohardjo <tarunopeha@yahoo.com> Jun 11 11:24PM -0700 ^
     
    Yang paling utama NIAT dan MENTAL dari pelaku kejahatan
    Banyak contoh,terutama dimasyarakat pedesaan
    Hampir tidak ada kandang ternak yg dikunci ,ayam dibiarkan tidur dipohon dsb
    kalau niatnya jahat dimanapun dan didalam situasi apapun tetap saja mencari
    kesempatan ,ini karena mentalnya memang clemer
    Menyalahkan masyarakayt khan salah satu "bela diri" .tak iye ?!.tph
     
     
    ________________________________
    From: Ujang Syafnir <ujangsyafnir@gmail.com>
    To: alumniugm@googlegroups.com
    Sent: Sun, June 12, 2011 12:00:27 PM
    Subject: Re: [kagama] PKS Apa kabarmu?
     

    Kejahatan itu terjadi Karena Ada niat dari pelaku dan kesempatan yang diberikan
    oleh masyarakat berupa 'IGNORANCE".
    Jadi kalau terjadi suatu peristiwa kejahatan, yang bertanggungjawab bukan
    hanya si penjahat, tetapi masyarakat juga punya andil.
     
    Jadi menghukum mati siapapun pelakunya adalah bentuk cuci tangan masyarakat yang
    telah memberikan kesempatan peristiwa itu bisa terjadi.

    Ada yang bilang," yang menjadi masalah kalau suatu peristiwa kejahatan terjadi,
    bukan pada pelaku, tapi pada orang2 yang diam saja walau tahu ada yang
    berniat melakukan kejahatan".

    Orang akan mikir2 mau maling, kalau tempat yang mau dimalingi banyak orang ronda
    dan alarm.




    -------Original Message-------

    From: vriovia@kagamavirtual.com
    Date: 12/06/2011 11:49:48
    To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] PKS Apa kabarmu?

    kalo d negeri china yang d hukum mati bukan hanya pelaku lho, semua keluarga yg
    menikmati hasil korupsi.anak, istri, tante, om, kakek, teteh, dll.
    valdi riovia
    BRI Pandeglang/FKT 96

    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5,
    Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5,
    Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    eviyan@ptpjb.com Jun 12 06:30AM ^
     
    Orang jujur tdk diperlukan, mengganggu tatanan yg sudah mapan !, Cukup jadi tukang doa saja, ... agar kita diselamatkan di dunia (koropsi nggak ketahuan) & akhirat (tdk msk neraka), .... Kekekekkkk !!
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: "Ujang Syafnir" <ujangsyafnir@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 12 Jun 2011 10:18:36
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] PKS Apa kabarmu?
     
    Masyarakat di Gadel itu cerminan bangsa ini. Ngusir orang jujur.
    Coba jadi orang jujur dan reformis di Instansi. bisa-bisa dak dikasih
    kerjaan, lama-lama meja kerja pun ilang wkwkwkw




    -------Original Message-------

    From: Ir R J Taruno Poedjohardjo
    Date: 12/06/2011 10:08:55
    To: alumniugm@googlegroups.com
    Cc: geologiugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] PKS Apa kabarmu?

    lha sing NGEDOR SOPO ???
    he he he ,tph
     
     
     
     
    From: "aprijoko82@kagamavirtual.com" <aprijoko82@kagamavirtual.com>
    To: Kagama1 <alumniugm@googlegroups.com>
    Sent: Sun, June 12, 2011 10:03:54 AM
    Subject: Re: [kagama] PKS Apa kabarmu?
     
    Po ra luwih apik, koruptor 100 juta ke atas di dor. Kurang satus juta diukum
    20 tahun
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
     
     
    From: Zulfadli <zulfadli.sy@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 12 Jun 2011 08:59:21 +0700
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    ReplyTo: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] PKS Apa kabarmu?
     
     
    Solusi dari saya:
     
    Semua ketimpangan, harus diperbaiki.
     
    Bangun sistem yang kuat. Yang bisa memfasilitasi kebutuhan bangsa ini untuk
    maju, sekaligus menjaga kekuatan bangsa ini dari dalam.
     
    Perkarakan siapa saja yang merugikan masyarakat dan negara.
    Siapapun yang benar perlu didukung, siapapun yang salah harus dihukum.
     
    Rusaknya orang lain, tidak boleh menjadi alasan rusaknya diri kita.
    Seandainya bangsa dan negara ini harus hancur lebur tanpa sisa, saya
    berharap kita termasuk orang-orang yang konsisten sampai akhir
    memperjuangkan perbaikannya.
     
    Salam perubahan,
    Zulfadli
     
    Satu titik yang terkena cahaya, akan menjadi sumber cahaya bagi titik-titik
    lainnya.
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL ,
    108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL ,
    108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     

     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    Yulianto Eko Rakhmat <eko.rakhmat@gmail.com> Jun 12 01:19PM +0700 ^
     
    saya aseli bukan roy suryo...
     
    maaf kalau ada misunderstanding baca email Mas Galuh...
    berarti saya kurang cerdas :p
     
    2011/6/11 Galuh Adi Insani <adioranye@kagamavirtual.org>
     

     

    prasetiya78@googlemail.com Jun 12 03:51AM ^
     
    Kebetulan istri juga fans berat coklat monggo. Saya juga pernah ke pabriknya di kotagede. Menurut saya yang awam sih cukup higienis.
     
    Aniwei, berikut link grupnya di FB:
     
    FB group: http://m.facebook.com/home.php?sk=group_55297101910&refid=20
     
    All Variants coklat monggo:
    Chilli-80gr
    Organic-80gr
    Orange peel-80gr
    Semar (kismis)-100gr
    Ginger-80gr
    Dark 69%-80gr
    Caramello-40gr
    Praline-40gr
    Strawberry-40gr
    Dark 58%-40gr
    Dark 58%-80gr
     
    Nantikan rasa kurma menjelang lebaran.
     
    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
     
    -----Original Message-----
    From: "raja amin hasibuan" <rajaamin.hasibuan@kagamavirtual.org>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sat, 11 Jun 2011 01:24:30
    To: Milis Kagama<alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Monggo, coklatnya Jogja
     
    Istri saya suka benar coklat monggo. Beberapa waktu yg lalu jalan2 ke jogja kami harus khusus ke kota gede buat lihat itu coklat.
     
    Memang manteb!
     
    Raja Amin Hasibuan
     
    -----Original Message-----
    From: rsulastama@gmail.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sat, 11 Jun 2011 01:25:45
    To: alumniUGM<alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] Monggo, coklatnya Jogja
     
    Semalam di minta Ibunya Afa beli bodrexyn sirup, mampir di KF jalan Palagan TP, sewaktu bayar, lihat ada coklat monggo, langsung beli 5 @26.500. Semalam buka 1, memang mantaps rasa coklatnya.
    Powered by salakpondohmania®
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    rsulastama@gmail.com Jun 12 03:08AM ^
     
    Jalan Sepi Puang Matoa Saidi
    Puang Matoa Saidi (48) telah mendunia. Namun, kondisinya sekarang memperlihatkan, ia termarjinalkan. Ia sepi bersama bissu-bissu lain dan hanya dibutuhkan ketika benar-benar ada yang membutuhkan. Hanya sebulan setelah pentas "I La Galigo" berlabuh di bumi kelahirannya, Makassar, Saidi empat kali pindah rumah sakit.
     
    Keluarganya sempat bingung, bukan hanya karena biaya, tetapi juga terutama karena beberapa kali Puang Saidi memaksa pulang. Kondisi pemimpin komunitas bissu dari Segeri itu menimbulkan permenungan panjang di balik kelegaan sekaligus kebanggaan setelah Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) menetapkan naskah epik mitos Bugis kuno I La Galigo sebagai Ingatan Dunia melalui keputusan tanggal 31 Mei 2011.
     
    Segeri terletak di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), lebih dari 70 kilometer ke arah utara Makassar, Sulawesi Selatan.
     
    Seperti dikemukakan ahli filologi dari Universitas Hasanuddin, Makassar, Prof Dr Nurhayati Rahman, bissu, passureq (orang yang membaca dengan mendendangkan di depan publik, sureq atau serat berisi kisah, ajaran, tata hidup) dan penganut agama lokal To Lottang adalah tiga penopang, pemelihara, dan penjaga peradaban La Galigo yang masih tersisa.
     
    Kondisi Saidi juga bertolak belakang dengan gemerlap panggung pentas I La Galigo besutan sutradara teater kontemporer Robert Wilson. Selama hampir 10 tahun, Puang Saidi ikut berpendar di panggung-panggung dunia di Asia, Eropa, Amerika Serikat, dan Australia sebelum berlabuh ke kampung halaman La Galigo di Makassar dalam pentas kolosal di Ford Rotterdam, Makassar, 23-24 April 2011.
     
    Harus diakui, pertunjukan berisi cuplikan cerita tentang kisah cinta Sawerigading—ada 12 episode naskah I La Galigo yang tersimpan di museum di Belanda, terdiri dari 300.000 bait, diperkirakan baru sepertiga dari keseluruhan cerita—menjadi seperti "pintu"' yang menghubungkan kebudayaan Bugis dengan kebudayaan luar.
     
    Tokoh sentral
     
    "Sekarang keadaannya sudah lumayan," ujar budayawan Asdar Muis, teman baik Saidi, yang ikut mengurus dan terus memantau kesehatan Saidi setelah kami menemukannya terkapar di kamarnya, di rumah panggung milik orangtuanya di ujung Kampung Lette, Kelurahan Mappasaile, Kabupaten Pangkep, sepulang dari pentas di Makassar, Senin (25/4).
     
    Menurut Asdar, di rumah sakit, suhu tubuh Puan Saidi sempat mencapai 39,8 derajat Celsius dan HB (hemoglobin, kadar sel darah merah) tinggal lima (5); bandingkan dengan HB normal orang dewasa yang berkisar 13. "Kami meminta bantuan Gubernur untuk pengobatan Saidi. Alhamdulillah, dikabulkan," ujar Asdar.
     
    Tak jelas benar apa penyakit Saidi. Mula-mula diduga tifus. Ketika latihan untuk pentas di Makassar, Saidi baru keluar dari rumah sakit. Tubuhnya masih lemah meski tampak sehat di atas pentas. Pengobatan yang tak tuntas membuat kondisinya memburuk.
     
    Namun, Saidi menolak istirahat total sesuai anjuran dokter. Sebagai Puang Matoa Bissu, ia adalah tokoh sentral dari berbagai upacara adat yang sangat disakralkan. Tanggung jawab yang ibarat kontrak hidup bagi Saidi sebagai Puang Matoa Bissu itu sekaligus memperlihatkan bahwa La Galigo tak bisa dipahami hanya sebagai kesenian, apalagi direduksi lagi sebagai pentas atau tontonan.
     
    Manuskrip klasik I La Galigo mencakup keagamaan, kitab suci, tradisi, dan kesenian yang memperlihatkan rumitnya kesenian tradisi karena terkandung hubungan yang amat-sangat dalam dengan jiwa pemilik kesenian itu.
     
    Peran Saidi dalam pentas I La Galigo tak bisa dilihat hanya sebagai narator dalam arti sempit. Ia adalah passureq yang melakoni massureq, yang menceritakan kisah La Galigo, dituturkan melalui pembacaan sureq dalam setiap adegan yang hendak ditampilkan. Massureq juga dilakukan dalam berbagai upacara sakral dengan membacakan sureq berisi ajaran, aturan atau cerita tentang tatanan hidup.
     
    Menurut tradisi Bugis, tak ada pembacaan sureq tanpa ritual. Itu sebabnya, di antara rintihannya ketika ia terkapar di rumahnya, Saidi mengeluhkan upacara ritual yang tidak memadai dalam pentas di Makassar. Pentas yang ia katakan "kosong", tidak berjiwa, itu sangat berdampak pada kondisi fisik dan psikologis Saidi.
     
    Banyak "pesan"
     
    "Sampai sekarang ada upacara untuk Batara Lattu (manusia setengah dewa, ayah dari Sawerigading dalam La Galigo) yang belum dilaksanakan. Dulu pernah dilaksanakan, tetapi ada kesalahan," ujar Saidi, yang kemudian bergumam, "Sekarang ini, yang salah dibenarkan, yang benar disalahkan."
     
    Memang upacara-upacara besar membutuhkan waktu panjang, semuanya didasarkan atas "petunjuk dewata"; hal yang dianggap tak efektif dalam seluruh kegiatan di dunia kontemporer saat ini. "Upacara satu hari, persiapannya tiga hari. Kalau tujuh hari upacara, persiapannya sebulan," ujarnya.
     
    Ketika ditemui di lobi hotel Makassar Golden Hotel, siang, menjelang latihan untuk pentas hari kedua (24/4), ia terlihat lemah, tetapi langsung berapi-api ketika berbicara tentang La Galigo. Ia menggunakan bahasa Bugis Tinggi sehingga kami harus dibantu oleh budayawan Andi Aco Zulsafri, dan banyak menggunakan bahasa metafor.
     
    Ia mengatakan, upacara itu bukan hanya untuk pertunjukan, tetapi untuk persatuan. "Kalau di luar negeri, tutup mata, tutup telinga kalau melihat sesuatu. Kalau di sini tak bisa. Lebih ke dalam," tuturnya.
     
    Secara sepintas Saidi bercerita tentang tanda-tanda yang mendahului suatu peristiwa tragis; yang bisa saja dianggap sebagai "kebetulan" oleh orang modern, apalagi peristiwa yang dimaksud sudah lewat. Namun, ia lebih banyak berbicara tentang nilai-nilai La Galigo. "Orang dulu itu berpikir pasti. Satu ditambah satu, dua. Dua ditambah dua, empat, dan seterusnya. Dulu Ketuhanan Yang Maha Esa, sekarang Keuangan yang Mahakuasa...."
     
    Bagi Saidi, yang paling dibutuhkan supaya orang selamat menjalani hidup adalah kejujuran. "Pikiran, perkataan, dan perbuatan harus satu. Itu yang terutama. Tidak boleh ada kebohongan," tuturnya.
     
    Izin dewata
     
    Saidi hanya berani melangkah atas "izin dewata". Kalau tak ada tugas, setiap hari ia berada di "kerajaannya" di rumah Arajang di Segeri. "Jumat Pahing dan Kliwon tak boleh meninggalkan Arajang. Banyak orang datang. Di sela-sela itu paling ke sawah. Kalau di Arajang bikin anyaman. Kalau semua selesai, tidur. Tidur itu mati kecil buat bissu," ujarnya.
     
    Soal "izin dewata" ini pernah membuat crew pertunjukan di Jakarta–yang akan dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan pejabat penting lain—kebingungan. Seperti dicatat Asdar Muis dalam naskah radio, Saidi yang seharusnya hadir di Jakarta sejak gladi resik, Kamis (8/12/05), tidak ada.
     
    Saidi mendapat izin dewata untuk memimpin upacara adat yang juga jatuh pada hari Jumat (9/12/05). Bujukan Bupati Pangkep Syafruddin Nur, Kamis siang, tidak dihiraukan. Segala cara diupayakan untuk membujuk Saidi, tetapi ia bergeming. Saidi merasa belum mendapat izin untuk pentas, izin yang biasa ia yakini bila hendak melakukan pertunjukan "maggirik", menusuk-nusuk tubuhnya dengan keris yang runcing dan tajam.
     
    Baru menjelang sore, izin dewata turun. Saidi menitipkan "rohnya" kepada bissu kepercayaannya, lalu berangkat menuju Jakarta. "Tidak ada yang bisa mengerti alur berpikir Saidi sebagai Puang Matoa Bissu," kata Asdar. Memang dengan ikut pentas sejak awal, ia telah masuk pusaran dunia pertunjukan dan dituntut profesional seperti pemain lain.
     
    Namun, ia bukan sekadar aktor. Pada hakikatnya, Saidi adalah penjaga ajaran Galigo yang dipercayai masyarakat Bugis kuno. Dia tidak mau disalahkan kalau panen petani Pangkep gagal, atau terjadi bencana. Saidi adalah inti dari sisa-sisa La Galigo yang masih dipertahankan sebagian masyarakat di Sulawesi Selatan.
     
    Seperti ditulis Asdar, Puang Matoa Saidi akan seperti I La Galigo yang tertelan zaman dan hanya menjadi catatan masa silam....
     
    (Maria Hartiningsih/Maria Sinurat/Budi Suwarna)
     
    http://m.kompas.com/cetak/cread/2011/06/12/05131023/jalan-sepi-puang-matoa-saidi
    Powered by salakpondohmania®

     

    andirahmah91@yahoo.com Jun 13 12:59AM ^
     
    Terima kasih juga untuk sarannya Mas Bosman, idenya sangat baik :-).
     
    salam,
     
     
    Andi Rahmah
     
     
    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

     

--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
Loading...