Total Tayangan

myspace hit counter

[kagama] Intisari untuk alumniUGM@googlegroups.com - 25 Pesan pada 14 Topik

Kamis, Juni 23, 2011

Grup: http://groups.google.com/group/alumniUGM/topics

    Ery Wijaya <erywijaya@gmail.com> Jun 23 11:27PM +0900 ^
     

    > Gaji PNS Jepang Rp 20 Juta Per Bulan, Tapi Naik Sepeda
     
    Hehehe judulnya agak menyesatkan neh...Gaji segitu hampir sama dengan jumlah
    uang bulanan penerima beasiswa Monbusho.
     
    Ya lumrahlah kalau naek sepeda :)
     
     
    2011/6/24 <andirahmah91@yahoo.com>
     

     

    andirahmah91@yahoo.com Jun 23 03:29PM ^
     
    Memang, tapi di Indonesia..UMP aja maksa naik motor :-).
     
    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
     
    -----Original Message-----
    From: Ery Wijaya <erywijaya@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Thu, 23 Jun 2011 23:27:07
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Gaya hidup bersahaja :-)
     
     
    > Gaji PNS Jepang Rp 20 Juta Per Bulan, Tapi Naik Sepeda
     
    Hehehe judulnya agak menyesatkan neh...Gaji segitu hampir sama dengan jumlah
    uang bulanan penerima beasiswa Monbusho.
     
    Ya lumrahlah kalau naek sepeda :)
     
     
    2011/6/24 <andirahmah91@yahoo.com>
     
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    vriovia@kagamavirtual.com Jun 23 01:44PM ^
     
    Kaya nya ngotot banget pemerintah mau ambil alih sertifikat halal dari mui, padahal ngurus ibadah haji aja masih kurang afdol, kementrian dengan korupsi masih tinggi.
    Aneh ya, kalo d tuduh gak becus, berdalih ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, lah ini pas ada keterlibatan bisnis d situ mau d ambil alih dengan alasan pemerintah bisa memberi sanksi kalo melanggar. Aneh ya? Banyak yg dah melanggar ngasih sangksi aja masih berbelit2.
     
    valdi riovia
    BRI Pandeglang/FKT 96

     

    eviyan@ptpjb.com Jun 23 02:11PM ^
     
    Kalau sertifikat halal yg ngurus pemerintah sama juga bohong ! Nanti spt ngurus SIM, nggak lulus ujian, dapat SIM juga. Lha kalau sertifikat halal model begini, tambah rusak, masyarakat tambah bingung ?? Hanya MUI lembaga yg selama ini msh bersih dari suap2an dan cincai2xan, ... !
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: vriovia@kagamavirtual.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Thu, 23 Jun 2011 13:44:55
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] Rebutan sertifikat halal.
     
    Kaya nya ngotot banget pemerintah mau ambil alih sertifikat halal dari mui, padahal ngurus ibadah haji aja masih kurang afdol, kementrian dengan korupsi masih tinggi.
    Aneh ya, kalo d tuduh gak becus, berdalih ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, lah ini pas ada keterlibatan bisnis d situ mau d ambil alih dengan alasan pemerintah bisa memberi sanksi kalo melanggar. Aneh ya? Banyak yg dah melanggar ngasih sangksi aja masih berbelit2.
     
    valdi riovia
    BRI Pandeglang/FKT 96
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

 Topik: berita duka
    Akhmad Khusyairi <a.khusyairi@kagamavirtual.org> Jun 23 07:25PM +0700 ^
     
    Innalillahi wa inna ilaihi rajiun.
    Turut berduka cita atas berpulangnya ke Rahmatullah
    Semoga Allah SWT menerima semua amal ibadah beliau, dan menempatkan
    beliau di tempat terbaik di sisi-Nya, serta keluarga yang ditinggalkan
    diberi keikhlasan, ketabahan, dan kesabaran. .
     
    --
    Regards,
     
    Akhmad Khusyairi
    www.akhmadkhusyairi.wordpress.com

     

    "SisCahya Bhuwana" <siscahya@kagamavirtual.com> Jun 23 01:43PM ^
     
    إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ

     
    Saya beserta keluarga turut berduka atas wafatnya belio ..Dra. Runi Hariantati, M.Hum. pada hari Rabu 22 Juni 2011 pukul
    09.30 WIB di RSUP Dr.M.Djamil
    Padang.
    ......
     
    Semoga arwah belio ditempatkan disisiNya, dan semua amal ibadahnya diterima اَللّهُ ..
    Bagi keluarga yang ditinggalkannya semoga diberi kesabaran dan keiklasan, karena semua yang berjiwa pasti akan kembali kepadaNya.
     
    Sis & kel
     
     
    Siswanto
    Power Generation Services
    Specialist Engineer
     
    Blog: www.sispowergeneration.blogspot.com
    Mobile: +62 81311422270
    +62 81398199500
    PIN : 22773192
    Emails: sis_cahya@yahoo.com
    siscahyabhuwana@gmail.com
     
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: siska sasmita <sis_4150@yahoo.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Wed, 22 Jun 2011 20:15:40
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] berita duka
     
    Telah berpulang ke Rahmatullah Dra. Runi Hariantati, M.Hum. pada hari Rabu 22
    Juni 2011 pukul 09.30 WIB di RSUP Dr.M.Djamil Padang.
    Beliau adalah alumni S1 (1981) dan S2 (2002) filsafat UGM.
    Hingga akhir hayatnya beliau adalah dosen pada Jurusan Ilmu Sosial Politik
    Universitas Negeri Padang.
    Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT.
    aamiin.
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    andirahmah91@yahoo.com Jun 23 02:53PM ^
     
    إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْن
     
    Saya dan keluarga mendo'akan semoga Alm Dra. Runi Hariantati, M.Hum mendapat lindungan dan kelapangan di alam kubur sesuai dgn amal ibadahnya, dan kepada keluarga yg ditinggalkan diberikan keikhlasan dan ketabahan.
     
    آمِّيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن
     
     
    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
     
    -----Original Message-----
    From: "SisCahya Bhuwana" <siscahya@kagamavirtual.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Thu, 23 Jun 2011 13:43:48
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] berita duka
     
     
     
     
    إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ

     
    Saya beserta keluarga turut berduka atas wafatnya belio ..Dra. Runi Hariantati, M.Hum. pada hari Rabu 22 Juni 2011 pukul
    09.30 WIB di RSUP Dr.M.Djamil
    Padang.
    ......
     
    Semoga arwah belio ditempatkan disisiNya, dan semua amal ibadahnya diterima اَللّهُ ..
    Bagi keluarga yang ditinggalkannya semoga diberi kesabaran dan keiklasan, karena semua yang berjiwa pasti akan kembali kepadaNya.
     
    Sis & kel
     
     
    Siswanto
    Power Generation Services
    Specialist Engineer
     
    Blog: www.sispowergeneration.blogspot.com
    Mobile: +62 81311422270
    +62 81398199500
    PIN : 22773192
    Emails: sis_cahya@yahoo.com
    siscahyabhuwana@gmail.com
     
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: siska sasmita <sis_4150@yahoo.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Wed, 22 Jun 2011 20:15:40
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] berita duka
     
    Telah berpulang ke Rahmatullah Dra. Runi Hariantati, M.Hum. pada hari Rabu 22
    Juni 2011 pukul 09.30 WIB di RSUP Dr.M.Djamil Padang.
    Beliau adalah alumni S1 (1981) dan S2 (2002) filsafat UGM.
    Hingga akhir hayatnya beliau adalah dosen pada Jurusan Ilmu Sosial Politik
    Universitas Negeri Padang.
    Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT.
    aamiin.
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    "imtiyaz hawan" <iim_ok@yahoo.com> Jun 23 11:51AM ^
     
    YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Bubur bekatul mengantarkan mahasiswa Fakultas Tehnologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menjadi pemenang kedua dalam "Student Competition Institute of Food Technologi (IFT)" Amerika Serikat pada pertengahan Juni 2011 lalu. Tim UGM yang terdiri dari lima mahasiswa ini membuat produk makanan bagi balita yang mengalami anemia dengan bahan baku bekatul (dedak halus).
     
    Kelima mahasiswa FTP UGM tersebut adalah Gaung Ranggatama, Afni Fitriana, Haritza Setya, Afelia Indriani dan Aprilita Kusumawardani, mahasiswa semester 8 jurusan Teknologi Pangan Hasil Pertanian FTP UGM. Menurut Aprilita, November 2010 lalu timnya  mengirimkan proposal untuk mengikuti lomba tersebut ke tim IFT AS.
     
    "Pada Februari 2011 lalu, kami memeroleh kabar bahwa proposal yang kami ajukan masuk ke final bersama 34 proposal lain sedunia," paparnya di Kampus UGM, Yogyakarta, Kamis (23/6/2011).
     
    Sebagian besar peserta kegiatan tersebut, menurut Aprilita, adalah mahasiswa S2 dan S3. IFT sendiri memang mengadakan lomba tentang developing solution for developing country, yaitu penanganan masalah kesehatan terutama bagi anak-anak di negara berkembang di dunia. Berdasarkan tema tersebut, tim UGM melakukan riset tentang bagaimana mengatasi anemia (kekurangan darah) pada anak-anak balita (bayi dibawah usia lima tahun).
     
    "Ini kita pilih karena berdasarkan laporan keehatan dari perkumpulan dokter, ternyata kasus anemia pada balita di Indonesia mencapai 27,7 persen per tahun. Artinya, diperkirakan ada 8 juta balita Indonesia setiap tahun kekurangan darah. Ini merupakan masalah serius sehingga kita ingin memberikan sumbangan bagi penyelesaian masalah tersebut," tambahnya.
     
    Berbekal data itu, Aprilita dan kawan-kawan melakukan sejumlah riset dan akhirnya menemukan sebuah formulasi khusus yang merupakan perpaduan dari beberapa bahan makanan lokal Indonesia yang diolah sedemikian rupa hingga menjadi bahan pangan yang siap saji bagi balita penderita anemia di Indonesia. Para mahasiswa UGM ini membuat campuran dari beras parboiled atau beras tidak ditampi bersih, kedelai, minyak kedelai, minyak kelapa sawit dan gula hingga menjadi tepung siap saji. Menurut Aprilita, mereka memilih beras parboiled karena kandungan zat besi dalam beras tersebut 40 persen lebih tinggi dibandingkan beras biasa.
     
    "Beras biasa, biasanya disosoh bersih hingga kulit arinya (ketam) hilang. Padahal itu mengandung zat besi tinggi. Tetapi, beras parboiled kulit arinya masih tersisa sedikit sehingga warnanya tidak putih tetapi agak kecoklatan," jelasnya.
     
    Selain beras parboiled, pihaknya juga memilih kedelai varietas Grobogan karena varietas ini memiliki kadar protein 40 persen lebih tinggi dari kedelai lainnya. Beras parboiled ini dikukus terlebih dahulu, lalu dikeringkan. Setelah itu, digiling menjadi tepung. Sementara itu, kedelai direbus dan dibuat bubur kemudian dicampur tepung beras dan sedikit bekatul sedikit, serta dicampur dengan minyak kedelai, dan minyak sawit, gula dengan komposisi tertentu. Campuran ini kata Aprilita, kemudian dikeringkan hingga membentuk padatan.
     
    "Padatan ini kemudian kita hancurkan dan kita kemas, sehingga menjadi tepung siap saji bagi balita yang menderita anemia," tambahnya.
     
    Menurut Gaung Ranggatama, kebutuhan zat besi setiap balita sebesar 8 miligram/hari. Tepung siap saji yang dibuat timnya tersebut mengandung 50 persen zat besi, 55 persen protein dan 30 persen kalori untuk setiap 74 gram penyajian.
     
    'Karena itu, produk ini sangat bermanfaat dan aman bagi para balita di Indonesia. Pembuatannya juga mudah karena tinggal diseduh air panas lalu diberikan pada balita," terangnya.
     
    Meski berpotensi secara industri, namun Aprilitan dan kawan-kawan belum berencana memproduksi hasil karya mereka tersebut secara massal. Apalagi, hasil riset mereka tersebut belum memiliki hak paten. Tetapi, menurut rangga, tidak menutup kemungkinan untuk bekerjasama dengan dunia industri terkait hasil penelitian mereka itu.
     
    "Kami optimistis jika dibandingkan produk sejenis yang sudah dikomersilkan, produk kami ini kadar zat besi dan proteinnya cukup tinggi. Protein sangat berguna membentuk hemoglobin dan zat besi jelas berfungi menambah darah juga," tandasnya.
     
    Selain UGM, tim dari Indonesia yaitu tim Universitas Brawijaya juga berhasil menjadi pemenang di ajang tersebut. Adapun, tim dari India menjadi juara ketiga
     
    http://m.kompas.com/news/read/2011/06/23/17534238/Bubur-Bekatul-Antar-Mahasiswa-UGM-Juara-di-AS
     
    imtiyaz (iim atau tiyaz aja)
    TPHP 02

     

    andirahmah91@yahoo.com Jun 23 01:01PM ^
     
    Selamat ya Iim!
    Selamat utk FTP UGM!
     
     
    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
     
    -----Original Message-----
    From: "imtiyaz hawan" <iim_ok@yahoo.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Thu, 23 Jun 2011 11:51:55
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] Bubur Bekatul Antar Mahasiswa UGM Juara di AS
     
    YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Bubur bekatul mengantarkan mahasiswa Fakultas Tehnologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menjadi pemenang kedua dalam "Student Competition Institute of Food Technologi (IFT)" Amerika Serikat pada pertengahan Juni 2011 lalu. Tim UGM yang terdiri dari lima mahasiswa ini membuat produk makanan bagi balita yang mengalami anemia dengan bahan baku bekatul (dedak halus).
     
    Kelima mahasiswa FTP UGM tersebut adalah Gaung Ranggatama, Afni Fitriana, Haritza Setya, Afelia Indriani dan Aprilita Kusumawardani, mahasiswa semester 8 jurusan Teknologi Pangan Hasil Pertanian FTP UGM. Menurut Aprilita, November 2010 lalu timnya  mengirimkan proposal untuk mengikuti lomba tersebut ke tim IFT AS.
     
    "Pada Februari 2011 lalu, kami memeroleh kabar bahwa proposal yang kami ajukan masuk ke final bersama 34 proposal lain sedunia," paparnya di Kampus UGM, Yogyakarta, Kamis (23/6/2011).
     
    Sebagian besar peserta kegiatan tersebut, menurut Aprilita, adalah mahasiswa S2 dan S3. IFT sendiri memang mengadakan lomba tentang developing solution for developing country, yaitu penanganan masalah kesehatan terutama bagi anak-anak di negara berkembang di dunia. Berdasarkan tema tersebut, tim UGM melakukan riset tentang bagaimana mengatasi anemia (kekurangan darah) pada anak-anak balita (bayi dibawah usia lima tahun).
     
    "Ini kita pilih karena berdasarkan laporan keehatan dari perkumpulan dokter, ternyata kasus anemia pada balita di Indonesia mencapai 27,7 persen per tahun. Artinya, diperkirakan ada 8 juta balita Indonesia setiap tahun kekurangan darah. Ini merupakan masalah serius sehingga kita ingin memberikan sumbangan bagi penyelesaian masalah tersebut," tambahnya.
     
    Berbekal data itu, Aprilita dan kawan-kawan melakukan sejumlah riset dan akhirnya menemukan sebuah formulasi khusus yang merupakan perpaduan dari beberapa bahan makanan lokal Indonesia yang diolah sedemikian rupa hingga menjadi bahan pangan yang siap saji bagi balita penderita anemia di Indonesia. Para mahasiswa UGM ini membuat campuran dari beras parboiled atau beras tidak ditampi bersih, kedelai, minyak kedelai, minyak kelapa sawit dan gula hingga menjadi tepung siap saji. Menurut Aprilita, mereka memilih beras parboiled karena kandungan zat besi dalam beras tersebut 40 persen lebih tinggi dibandingkan beras biasa.
     
    "Beras biasa, biasanya disosoh bersih hingga kulit arinya (ketam) hilang. Padahal itu mengandung zat besi tinggi. Tetapi, beras parboiled kulit arinya masih tersisa sedikit sehingga warnanya tidak putih tetapi agak kecoklatan," jelasnya.
     
    Selain beras parboiled, pihaknya juga memilih kedelai varietas Grobogan karena varietas ini memiliki kadar protein 40 persen lebih tinggi dari kedelai lainnya. Beras parboiled ini dikukus terlebih dahulu, lalu dikeringkan. Setelah itu, digiling menjadi tepung. Sementara itu, kedelai direbus dan dibuat bubur kemudian dicampur tepung beras dan sedikit bekatul sedikit, serta dicampur dengan minyak kedelai, dan minyak sawit, gula dengan komposisi tertentu. Campuran ini kata Aprilita, kemudian dikeringkan hingga membentuk padatan.
     
    "Padatan ini kemudian kita hancurkan dan kita kemas, sehingga menjadi tepung siap saji bagi balita yang menderita anemia," tambahnya.
     
    Menurut Gaung Ranggatama, kebutuhan zat besi setiap balita sebesar 8 miligram/hari. Tepung siap saji yang dibuat timnya tersebut mengandung 50 persen zat besi, 55 persen protein dan 30 persen kalori untuk setiap 74 gram penyajian.
     
    'Karena itu, produk ini sangat bermanfaat dan aman bagi para balita di Indonesia. Pembuatannya juga mudah karena tinggal diseduh air panas lalu diberikan pada balita," terangnya.
     
    Meski berpotensi secara industri, namun Aprilitan dan kawan-kawan belum berencana memproduksi hasil karya mereka tersebut secara massal. Apalagi, hasil riset mereka tersebut belum memiliki hak paten. Tetapi, menurut rangga, tidak menutup kemungkinan untuk bekerjasama dengan dunia industri terkait hasil penelitian mereka itu.
     
    "Kami optimistis jika dibandingkan produk sejenis yang sudah dikomersilkan, produk kami ini kadar zat besi dan proteinnya cukup tinggi. Protein sangat berguna membentuk hemoglobin dan zat besi jelas berfungi menambah darah juga," tandasnya.
     
    Selain UGM, tim dari Indonesia yaitu tim Universitas Brawijaya juga berhasil menjadi pemenang di ajang tersebut. Adapun, tim dari India menjadi juara ketiga
     
    http://m.kompas.com/news/read/2011/06/23/17534238/Bubur-Bekatul-Antar-Mahasiswa-UGM-Juara-di-AS
     
    imtiyaz (iim atau tiyaz aja)
    TPHP 02
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    abiesuhastrada@kagamavirtual.org Jun 23 01:49PM ^
     
    Makan2 mba iim..=D
    "Save a tree. Don't print this e-mail unless it's really necessary"
     
    -----Original Message-----
    From: "imtiyaz hawan" <iim_ok@yahoo.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Thu, 23 Jun 2011 11:51:55
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] Bubur Bekatul Antar Mahasiswa UGM Juara di AS
     
    YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Bubur bekatul mengantarkan mahasiswa Fakultas Tehnologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menjadi pemenang kedua dalam "Student Competition Institute of Food Technologi (IFT)" Amerika Serikat pada pertengahan Juni 2011 lalu. Tim UGM yang terdiri dari lima mahasiswa ini membuat produk makanan bagi balita yang mengalami anemia dengan bahan baku bekatul (dedak halus).
     
    Kelima mahasiswa FTP UGM tersebut adalah Gaung Ranggatama, Afni Fitriana, Haritza Setya, Afelia Indriani dan Aprilita Kusumawardani, mahasiswa semester 8 jurusan Teknologi Pangan Hasil Pertanian FTP UGM. Menurut Aprilita, November 2010 lalu timnya  mengirimkan proposal untuk mengikuti lomba tersebut ke tim IFT AS.
     
    "Pada Februari 2011 lalu, kami memeroleh kabar bahwa proposal yang kami ajukan masuk ke final bersama 34 proposal lain sedunia," paparnya di Kampus UGM, Yogyakarta, Kamis (23/6/2011).
     
    Sebagian besar peserta kegiatan tersebut, menurut Aprilita, adalah mahasiswa S2 dan S3. IFT sendiri memang mengadakan lomba tentang developing solution for developing country, yaitu penanganan masalah kesehatan terutama bagi anak-anak di negara berkembang di dunia. Berdasarkan tema tersebut, tim UGM melakukan riset tentang bagaimana mengatasi anemia (kekurangan darah) pada anak-anak balita (bayi dibawah usia lima tahun).
     
    "Ini kita pilih karena berdasarkan laporan keehatan dari perkumpulan dokter, ternyata kasus anemia pada balita di Indonesia mencapai 27,7 persen per tahun. Artinya, diperkirakan ada 8 juta balita Indonesia setiap tahun kekurangan darah. Ini merupakan masalah serius sehingga kita ingin memberikan sumbangan bagi penyelesaian masalah tersebut," tambahnya.
     
    Berbekal data itu, Aprilita dan kawan-kawan melakukan sejumlah riset dan akhirnya menemukan sebuah formulasi khusus yang merupakan perpaduan dari beberapa bahan makanan lokal Indonesia yang diolah sedemikian rupa hingga menjadi bahan pangan yang siap saji bagi balita penderita anemia di Indonesia. Para mahasiswa UGM ini membuat campuran dari beras parboiled atau beras tidak ditampi bersih, kedelai, minyak kedelai, minyak kelapa sawit dan gula hingga menjadi tepung siap saji. Menurut Aprilita, mereka memilih beras parboiled karena kandungan zat besi dalam beras tersebut 40 persen lebih tinggi dibandingkan beras biasa.
     
    "Beras biasa, biasanya disosoh bersih hingga kulit arinya (ketam) hilang. Padahal itu mengandung zat besi tinggi. Tetapi, beras parboiled kulit arinya masih tersisa sedikit sehingga warnanya tidak putih tetapi agak kecoklatan," jelasnya.
     
    Selain beras parboiled, pihaknya juga memilih kedelai varietas Grobogan karena varietas ini memiliki kadar protein 40 persen lebih tinggi dari kedelai lainnya. Beras parboiled ini dikukus terlebih dahulu, lalu dikeringkan. Setelah itu, digiling menjadi tepung. Sementara itu, kedelai direbus dan dibuat bubur kemudian dicampur tepung beras dan sedikit bekatul sedikit, serta dicampur dengan minyak kedelai, dan minyak sawit, gula dengan komposisi tertentu. Campuran ini kata Aprilita, kemudian dikeringkan hingga membentuk padatan.
     
    "Padatan ini kemudian kita hancurkan dan kita kemas, sehingga menjadi tepung siap saji bagi balita yang menderita anemia," tambahnya.
     
    Menurut Gaung Ranggatama, kebutuhan zat besi setiap balita sebesar 8 miligram/hari. Tepung siap saji yang dibuat timnya tersebut mengandung 50 persen zat besi, 55 persen protein dan 30 persen kalori untuk setiap 74 gram penyajian.
     
    'Karena itu, produk ini sangat bermanfaat dan aman bagi para balita di Indonesia. Pembuatannya juga mudah karena tinggal diseduh air panas lalu diberikan pada balita," terangnya.
     
    Meski berpotensi secara industri, namun Aprilitan dan kawan-kawan belum berencana memproduksi hasil karya mereka tersebut secara massal. Apalagi, hasil riset mereka tersebut belum memiliki hak paten. Tetapi, menurut rangga, tidak menutup kemungkinan untuk bekerjasama dengan dunia industri terkait hasil penelitian mereka itu.
     
    "Kami optimistis jika dibandingkan produk sejenis yang sudah dikomersilkan, produk kami ini kadar zat besi dan proteinnya cukup tinggi. Protein sangat berguna membentuk hemoglobin dan zat besi jelas berfungi menambah darah juga," tandasnya.
     
    Selain UGM, tim dari Indonesia yaitu tim Universitas Brawijaya juga berhasil menjadi pemenang di ajang tersebut. Adapun, tim dari India menjadi juara ketiga
     
    http://m.kompas.com/news/read/2011/06/23/17534238/Bubur-Bekatul-Antar-Mahasiswa-UGM-Juara-di-AS
     
    imtiyaz (iim atau tiyaz aja)
    TPHP 02
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    andirahmah91@yahoo.com Jun 23 12:49PM ^
     
    Kapan targetkan masuk 100 World Top University atau berani merubha status menjadi World Class University (Research University)???....
     
    ########
     
    Setahu saya, salah satu faktor yang menentukan adalah prosentase alumninya yg mampu mengakses pekerjaan berkualitas sesuai bidang ilmunya :-).
     
    Mari bertekun menjadi yang terbaik!
     
    Salam,
     
     
    Andi Rahmah
     
     
    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

     

    hendarto adi <hendartoadi2@yahoo.com> Jun 23 04:57AM -0700 ^
     
    ....plus menulis dan dimuat di jurnal berbahasa Inggris...:)
     
     
     
    ________________________________
    From: "andirahmah91@yahoo.com" <andirahmah91@yahoo.com>
    To: alumniugm@googlegroups.com
    Sent: Thu, June 23, 2011 3:49:58 PM
    Subject: Re: [kagama] [berita kampus]: 2014, UGM Targetkan 24% Dosen MeraihGelar
    Guru Besar
     
    Kapan targetkan masuk 100 World Top University atau berani merubha status
    menjadi World Class University (Research University)???....
     
    ########
     
    Setahu saya, salah satu faktor yang menentukan adalah prosentase alumninya yg
    mampu mengakses pekerjaan berkualitas sesuai bidang ilmunya :-).
     
    Mari bertekun menjadi yang terbaik!
     
    Salam,
     
     
    Andi Rahmah
     
     
    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5,
    Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    "Aditya L. Ramadona" <alramadona@gmail.com> Jun 23 08:44PM +0700 ^
     
    ya ya ya.... mulai dari diri sendiri sepertinya lebih baik dan lebih
    realistis...
    daripada menunggu dan menunggu....
     
     
    --
    Aditya L. Ramadona
    www.alramadona.blog.ugm.ac.id

     

    hendarto adi <hendartoadi2@yahoo.com> Jun 23 04:32AM -0700 ^
     
    ....jangan lupa disiram....:)
     
     
     
    ________________________________
    From: "jimmymboe@gmail.com" <jimmymboe@gmail.com>
    To: alumniugm@googlegroups.com
    Sent: Thu, June 23, 2011 2:25:48 PM
    Subject: Re: [kagama] Re: Menghina Dg Sopan
     
     
    Yowis tak balikin berikut bunga 50%..jadi...pipiss ah :)
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: arianto_rizki@yahoo.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Thu, 23 Jun 2011 09:59:55
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Re: Menghina Dg Sopan
     
    Waduuuuhhhh..piss ah :) ku diambil mas jimmy..hahahahahahaha...
     
    Piss meneh ah :)
    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
     
    -----Original Message-----
    From: jimmymboe@gmail.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Thu, 23 Jun 2011 09:49:09
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Re: Menghina Dg Sopan
     
     
    Hahahaha...komen yg cerdas sekali mas..anda memang jenius dg IQ 60..wekekek
     
    Piss ah..:)
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: Jans Hendry <janshendry@kagamavirtual.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Thu, 23 Jun 2011 02:13:10
    To: KAGAMA<alumniUGM@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] Re: Menghina Dg Sopan
     
     
     
    > 1. wong ra ngerti
    > 2. wong lali
    > 3. wong edan
     
    ==================
    berarti saya ga bisa menyalahkan Mba Pur ya... :-)
     
    trims
    jans
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5,
    Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5,
    Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5,
    Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5,
    Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    jimmymboe@gmail.com Jun 23 01:29PM ^
     
    Ada lagi:
    "Tentu saja dia pintar..lha wong dia lulusan terbaik dr RSJ Pakem"
     
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: "Periosepi Hanum" <periosepi.hanum@kagamavirtual.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Thu, 23 Jun 2011 11:29:21
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Re: Menghina Dg Sopan
     
    Andai komentar2 ini bisa dibaca oleh orang2 waras..
    Piss jg ah..
    Periosepi Hanum
    Pertanian 94
    Jakarta
    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
     
    -----Original Message-----
    From: ysanst@kagamavirtual.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Thu, 23 Jun 2011 10:39:13
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Re: Menghina Dg Sopan
     
    (Waduuuuhhhh..piss ah :) ku diambil mas jimmy..)
     
    ------------------------
    Ini termasuk kalimat menghina dengan sopan ngk ya?:-)
     
    Yassir
    Iwak-02
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    ekasriwardhani@kagamavirtual.com Jun 23 11:09AM ^
     
    Dulu sih wis diantisipasi waktu pacaran... Yg keluar sbg calon bojo yg kemungkinan dinasnya tdk akan "pindah2" dari suatu tempat ke tempat lain atau "ninggal2" karena harus ikut pendidikan beberapa lama (salah satunya seperti tentara itu lho maksudku. Sebab aq termasuk anak kolong).
    Weeee... Pilihan tinggal pilihan tapi kenyataan berkata lain. Hanya bertahan 6 bln serumahnya, selebihnya dia disana dan daku disini...Hahaha... Tak terasa ternyata udah 15 th kujalani LDL..
    Btw, anakku 2 laki2 dan perempuan jd sepasang so artinya aq pinter dong... Hahaha... Umuk.com
     
    Salam manis...
    Eka Sri
    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

     

 Topik: Tanya
    arianto_rizki@yahoo.com Jun 23 11:38AM ^
     
    Mohon tanya, jika ada rekan2, mas2, mbak2 yang tahu tentang PT Santosa Resources..saya mohon info tentang perusahaan ini.. Terima kasih sebelumnya..
     
    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

     

    Akhmad Khusyairi <a.khusyairi@kagamavirtual.org> Jun 23 07:23PM +0700 ^
     
    Innalilahi wa inna ilaihi rojiun
     
    Akhmad Khusyairi dan keluarga ikut berbela sungkawa, semoga amal
    ibadahnya di terima di sisi allah SWT dan di ampuni segala dosa2 nya.
    Amin YRA
     
    --
    Regards,
     
    Akhmad Khusyairi
    www.akhmadkhusyairi.wordpress.com

     

    eviyan@ptpjb.com Jun 23 12:20PM ^
     
    Pemerintah Arab Saudi sdh kembali ke zaman Jahiliyah !, ... Mudah2xan Raja Abdullah, merupakan raja terakhir dinasti Saud, sebelum kerajaan ini hancur, digilas reformasi di Jazirah Arab !!
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: hendarto adi <hendartoadi2@yahoo.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Thu, 23 Jun 2011 03:32:05
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Fwd: [Muslim-KL] Fwd: - Kasus Ruyati
     
    ....satu lagi yang mungkin bisa diperhatikan:
     
    1. Arab Saudi TIDAK mengenal istilah "Perkosaan"....yang ada adalah "Khalwat
    (berduaan/berdekatan lelaki dan perempuan bukan mahram di tempat
    tersembunyi)".....
     
    jadi jika ada kasus perkosaan dilaporkan ke polisi, maka kedua pihak akan
    ditangkap, si pelaku dan si korban.....jangan harap si korban mendapat keadilan
    dari hukum lha wong si korban juga dipandang sebagai pelaku.....
     
    2. Hukum di Arab Saudi berlaku rasialis.
     
    Hukum untuk rakyat/warga negara Saudi didesain agar selalu menang terhadap WN
    asing....boleh dibilang, WN asing yang punya kedudukan di mata hukum setara
    dengan WN Saudi hanya 2, yaitu WN Amerika dan WN Inggris......inipaling
    kelihatan kalau bikin SIM....WN Amrik dan WN Inggris SIM selalu nembak, nggak
    pernah ikut tes, padahal Inggris itu stir kanan, sama dengan Indonesia...
     
    .....perrnah ada satu pabrik di mana WN Saudi diterima kerja, namun dia sering
    bolos dan kalau masuk pun makan siangnya lama sekali, bisa 3 jam....akhirnya dia
    dikeluarkan....dia protes ke kantor tenaga kerja lokal, akhirnya pabrik itu
    dihukum denda dan dipersulit ketika hendak mengurus perpanjangan ijin tinggal
    ekspat, ditunda selama 2 bulan.....jelas-jelas orangnya mbolos tetap saja pabrik
    yang disalahkan....
     
    salam
     
    hendi
     
     
     
    ________________________________
    From: "andirahmah91@yahoo.com" <andirahmah91@yahoo.com>
    To: alumniugm@googlegroups.com
    Sent: Thu, June 23, 2011 7:21:33 AM
    Subject: Re: [kagama] Fwd: [Muslim-KL] Fwd: - Kasus Ruyati
     
     
    Mas Zulfadli,
    (Mohon Mas Hendi bisa klarifikasi yaa )
     
    Ada plesetan abbreviationnya CNN yaitu " Continous Negative News". Jadi,
    kecenderungan perilakunya media adalah "bad news is a good news"
     
    Terkait soal kasus Alm Ruyati, sebenarnya yang diperlukan dari pemerintah adalah
    memastikan status TKU di sana.
     
    Menurut teman yg pernah bekerja di berbagai tempat di Arab Saudi, status
    pekerja informal ini adalah BUDAK. Sehingga menjadi legal utk diperlakukan
    sesuaka hati majikan, bahkan sampai melayani hubungan badan. Kondisi ini tidak
    hanya terjadi pd perempuan, tetapi juga pada laki2 yg menjadi TKI sbg pekerja
    informal(supir).
     
     
    Bedanya, perlakuan buruk pd TKI laki2 ini tidak meninggalkan bekas fisik :-(.
     
     
    Salam,
     
    Andi Rahmah
     
    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5,
    Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    Jimmy Mboe <jimmymboe@gmail.com> Jun 23 05:06AM -0700 ^
     
    http://nasional.kompas.com/read/2011/06/22/17411853/TKI.Saya.Dijadikan.Budak.Seks
     
     
    *JAKARTA, KOMPAS.com —* Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didesak segera
    melakukan langkah pembelaan terhadap 28 tenaga kerja Indonesia (TKI) yang
    kini menunggu hukuman mati di Arab Saudi.
     
    Desakan disampaikan Direktur Eksekutif Migrant Care, Anis Hidayah, yang
    ditemui di kantornya, Rabu (22/6/2011). "Hentikan saling tuding dan
    berpolemik soal kematian Ruyati yang dihukum mati. Lakukan langkah membela
    dan melindungi 28 TKI lainnya yang bakal bernasib sama dengan Ruyati,"
    tandas Anis.
     
    Ia mendesak Presiden segera melakukan langkah nyata. "Jangan cuma sibuk
    beretorika dan membela diri dari tudingan. Bayarlah kesalahan yang
    menyebabkan kematian Ruyati dengan menyelamatkan 28 TKI lainnya," kata Anis.
     
    Menurut dia, ke-28 TKI yang terancam hukuman mati di Arab Saudi adalah
    Sulaimah, Siti Zaenab Duhri Rupa, Muhammad Zaini asal Madura. Dwi Mardiyah,
    Nurfadilah, Suwarni, Hafidz Bin Kholil Sulam, Nursiyati asal Jawa Timur.
     
    Eti Thoyib Anwar, Yanti Irianti, Karsih, Ruyati, Darsem, Emi, Nesi, Rosita
    Siti, Saadah, Jamilah asal Jawa Barat serta Satinah asal Jawa Tengah.
     
    Dari Kalimantan Selatan tercatat Aminah Budi, Darmawati Tarjani, Muhammad
    Niyan, Abdul Aziz Supiyani, Muhammad Mursyidi, dan Ahmad Zizi Hatati. Dari
    Kalimantan Barat tercatat Sulaimah.
     
    Dua TKI lainnya belum diketahui asal daerahnya, yaitu Nurmakin Sobri dan
    Ahmad Fauzi. Sejumlah TKI yang ditemui di rumah pondokan Migrant Care di
    Jakarta Timur mengakui, hidup bagai budak bekerja di Arab Saudi.
     
    "Mereka memuaskan nafsu seks dan nafsu membunuhnya pada kami," ungkap tenaga
    kerja wanita (TKW) Imas Tati (22).
     
    Dua tahun lalu perempuan asal Majalengka ini bekerja di Kuwait. Di sana dia
    beberapa kali lolos dari pemerkosaan majikan dan para ponakannya. Terakhir,
    ia berusaha lolos dari pemerkosaan dengan turun dan jatuh dari lantai tiga
    apartemen majikannya.
     
    Tulang punggung bagian tengah remuk, kedua tulang sendi telapak kaki patah.
    Nasib serupa dialami rekannya, Dewiyanti asal Brebes, dan Muslimah asal
    Tegal Gubuk, Indramayu, Jawa Tengah.
     
    Imas mengatakan, di Arab Saudi, para pembantu perempuan Indonesia
    diperlakukan sebagai budak. "Dianiaya dan diperkosa berulang kali oleh
    majikan dan keluarganya, dijual dan diperas agen-agen penyalur pembantu
    rumah tangga. Itulah pengalaman saya dan sebagian besar kawan-kawan satu
    pekerjaan di Arab Saudi," papar Imas.
    Rosnani (48), TKW yang duduk di samping Imas, membenarkan. "Kalau sudah tua
    seperti saya, orang-orang itu *engga* doyan. Sebagai gantinya, saya diperas
    bekerja 22 jam setiap hari tanpa libur. Dipukuli, disekap, diludahi,
    dilempar ke comberan. Saya tidak tahan, akhirnya kabur pulang ke Indonesia
    dengan uang sendiri. Lolos dari agen juga sudah mujur," tuturnya.
     
     
     
    --
     
    -*Jimmy S. Mboe*-
    *advocate*

     

    abisulis@yahoo.com Jun 23 12:16PM ^
     
    Tulisan Mas Yassir Alimi yang cukup menarik
     
     
    Migrant workers and the sacredness of life
    Moh Yasir Alimi, Semarang | Wed, 06/22/2011 7:00 AM
    A | A | A |
     
    While the Australian government did everything it could to save its cows
    from cruel treatment beyond its borders, the Indonesian government did
    nothing to salvage the life of one of its citizens who contributed to the
    country?s foreign exchange reserves.
     
    Ruyati, a migrant worker from Bekasi, West Java, was beheaded in Saudi
    Arabia on Saturday just a few days after President Susilo Bambang Yudhoyono
    spoke before an International Labor Organization (ILO) forum in Geneva,
    Switzerland, on his administration?s efforts to protect Indonesian migrant
    workers.
     
    More surprisingly, the Foreign Ministry claimed to know nothing about the
    planned execution, ?The Saudi government did not notify the Indonesian
    government about the execution? Foreign Minister Marty Natalegawa said.
     
    Perhaps the Saudis broke the international law, but the minister?s statement
    reflects the state?s irresponsibility, insensitivity and incompetence.
     
    The question is why did the ministry wait for the Saudi government to notify
    it about the execution, which came at the end of a protracted legal process?
     
     
    Why didn?t Indonesian representatives take the initiative to learn about the
    situation so that they could fulfill the call of humanity that is at the
    center of the Constitution?s mandate to protect life inside and outside
    Indonesia?
     
    Perhaps there is no such of call that rings in the heart of Indonesian
    leaders and officials. They are preoccupied by greed, selfishness and the
    pursuit of material satisfaction and unable to appreciate the sacredness of
    life or experience the connection between human beings.
     
    In Ruyati?s case, the insensitivity of the Indonesian elites is clearly
    evident.
     
    Jumhur Hidayat, head of the National Agency for Placement and Protection of
    Indonesian Workers (BNP2TKI), for example, told the media, ?Ruyati?s death
    sentence is more about criminal events than about labor issues.? A common
    citizen can understand that the incident clearly originates from an apparent
    labor issue: the conflict between a maid and her employer.
     
    The daughter of Ruhati, in a TV interview told the viewers that her mother
    was treated so poorly that she broke her leg.
     
    In another example of insensitivity, the ministry said that they could not
    return Ruhati?s body to Indonesia due to the strictness of Saudi
    administration.
     
    House of Representatives lawmaker TB Hasanudin recently said Indonesian
    diplomats often gave irrational reasons for their ignorance of migrant
    worker affairs, claiming the workers were geographically dispersed, making
    communication difficult.
     
    Indeed, the way people have been separated from politics and government in
    Indonesia is beyond imagination. This gap needs correction otherwise there
    will be more migrant workers criminalized and executed overseas.
     
     
    MetroTV reported that 303 Indonesian migrant workers were facing criminal
    charges worldwide, including 58 Indonesians in Saudi Arabia.
     
    Further, in less than two weeks, Darsem, a housemaid from Subang, West Java,
    will be hanged if she cannot pay Rp 4.7 billion (US$546,500) in ?blood
    money? after a Saudi court found her guilty of murder. Darsem killed a man
    who attempted to rape her.
     
    Maltreatment, sexual harassment and the execution of Indonesian migrant
    workers are not new in Saudi Arabia. Before Ruyati, Yanti was executed in
    2008 and Warni executed in 2000 for murder. Another Indonesian maid, Dewi
    Ratna Suminar, 23, suffered from extreme depression and was eventually sent
    home after she was the victim of sexual violence.
     
    According to statistics, 3,835 Indonesian migrant workers were badly treated
    in 2010, 55 percent of whom were working in Saudi Arabia. More than 900
    women migrant workers died from sickness or maltreatment.
     
    In most of those cases, the state was not present. This is ridiculous. More
    than 3.3 million women work far from their homes, families and loved ones
    and at risk of discrimination, violence and sexual harassment.
     
    To stop the potential for tragedy, the government should create a decent
    working environment and employment opportunities at home and ensure that
    every life abroad is protected. The more than 22,000 women who left
    Indonesia to work in 42 countries this year have sent home more than Rp 214
    billion to date.
     
    Despite this huge contribution, the country has done little to improve the
    condition of migrant women, let alone protect them.
     
    Indonesia lags behind its neighbor the Philippines in terms of the
    protection of migrant workers and the recruitment of foreign exchange
    heroines.
     
    If Australia, a secular nation, appreciates the sacredness of animals such
    as cows, why does Indonesia, which claims to be a religious nation, fail to
    respect the sacredness of a human life?
     
    *The writer is a researcher at the Center for Cultural Pluralism, Democracy
    and Character Building at Semarang State University (UNNES).
     
     
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: Jimmy Mboe <jimmymboe@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Thu, 23 Jun 2011 05:06:38
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] akar permasalahan hukuman pancung Ruyati di Arab Saudi?
     
    http://nasional.kompas.com/read/2011/06/22/17411853/TKI.Saya.Dijadikan.Budak.Seks
     
     
    *JAKARTA, KOMPAS.com —* Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didesak segera
    melakukan langkah pembelaan terhadap 28 tenaga kerja Indonesia (TKI) yang
    kini menunggu hukuman mati di Arab Saudi.
     
    Desakan disampaikan Direktur Eksekutif Migrant Care, Anis Hidayah, yang
    ditemui di kantornya, Rabu (22/6/2011). "Hentikan saling tuding dan
    berpolemik soal kematian Ruyati yang dihukum mati. Lakukan langkah membela
    dan melindungi 28 TKI lainnya yang bakal bernasib sama dengan Ruyati,"
    tandas Anis.
     
    Ia mendesak Presiden segera melakukan langkah nyata. "Jangan cuma sibuk
    beretorika dan membela diri dari tudingan. Bayarlah kesalahan yang
    menyebabkan kematian Ruyati dengan menyelamatkan 28 TKI lainnya," kata Anis.
     
    Menurut dia, ke-28 TKI yang terancam hukuman mati di Arab Saudi adalah
    Sulaimah, Siti Zaenab Duhri Rupa, Muhammad Zaini asal Madura. Dwi Mardiyah,
    Nurfadilah, Suwarni, Hafidz Bin Kholil Sulam, Nursiyati asal Jawa Timur.
     
    Eti Thoyib Anwar, Yanti Irianti, Karsih, Ruyati, Darsem, Emi, Nesi, Rosita
    Siti, Saadah, Jamilah asal Jawa Barat serta Satinah asal Jawa Tengah.
     
    Dari Kalimantan Selatan tercatat Aminah Budi, Darmawati Tarjani, Muhammad
    Niyan, Abdul Aziz Supiyani, Muhammad Mursyidi, dan Ahmad Zizi Hatati. Dari
    Kalimantan Barat tercatat Sulaimah.
     
    Dua TKI lainnya belum diketahui asal daerahnya, yaitu Nurmakin Sobri dan
    Ahmad Fauzi. Sejumlah TKI yang ditemui di rumah pondokan Migrant Care di
    Jakarta Timur mengakui, hidup bagai budak bekerja di Arab Saudi.
     
    "Mereka memuaskan nafsu seks dan nafsu membunuhnya pada kami," ungkap tenaga
    kerja wanita (TKW) Imas Tati (22).
     
    Dua tahun lalu perempuan asal Majalengka ini bekerja di Kuwait. Di sana dia
    beberapa kali lolos dari pemerkosaan majikan dan para ponakannya. Terakhir,
    ia berusaha lolos dari pemerkosaan dengan turun dan jatuh dari lantai tiga
    apartemen majikannya.
     
    Tulang punggung bagian tengah remuk, kedua tulang sendi telapak kaki patah.
    Nasib serupa dialami rekannya, Dewiyanti asal Brebes, dan Muslimah asal
    Tegal Gubuk, Indramayu, Jawa Tengah.
     
    Imas mengatakan, di Arab Saudi, para pembantu perempuan Indonesia
    diperlakukan sebagai budak. "Dianiaya dan diperkosa berulang kali oleh
    majikan dan keluarganya, dijual dan diperas agen-agen penyalur pembantu
    rumah tangga. Itulah pengalaman saya dan sebagian besar kawan-kawan satu
    pekerjaan di Arab Saudi," papar Imas.
    Rosnani (48), TKW yang duduk di samping Imas, membenarkan. "Kalau sudah tua
    seperti saya, orang-orang itu *engga* doyan. Sebagai gantinya, saya diperas
    bekerja 22 jam setiap hari tanpa libur. Dipukuli, disekap, diludahi,
    dilempar ke comberan. Saya tidak tahan, akhirnya kabur pulang ke Indonesia
    dengan uang sendiri. Lolos dari agen juga sudah mujur," tuturnya.
     
     
    > 2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL ,
    > 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    > +++
     
    --
     
    -*Jimmy S. Mboe*-
    *advocate*
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    purwati widiastuti <purwati_ning@yahoo.com> Jun 23 02:05AM -0700 ^
     
    dulu temen sekolahku yg orang inggis kalau lihat aku nyetel cnn dia maarah dan bilang kenapa berita sampah saja dilihat, ga bikin pinter itu.....hedheeeh....
     
    purwati
     
    --- On Thu, 23/6/11, Sopril Amir <sopril@gmail.com> wrote:
     
    From: Sopril Amir <sopril@gmail.com>
    Subject: Re: [kagama] Berita negatif, "hanya kabarkan berita baik", omdo, dan sebuah kisah tentang Yanto dan Bejo
    To: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Thursday, 23 June, 2011, 11:52 AM
     
    Kalo aku lebih suka BBC Knowledge, human touchnya lebih nyuss. Apa ini bedanya amrik dan british ya?
    Sementara anakku masih tergila-gila Disney dan Cartoon Network daripada Ceebebies.
    (Merindukan revitalisasi Unyil dan komik lokal)
     
     
    2011/6/23 hendarto adi <hendartoadi2@yahoo.com>
     
     
    .....anak saya suka NatGeo,cuma yang dia suka terutama "Aircrash".....
     
    From: Albert Pratama <albert.pratama@gmail.com>
     
    To: alumniugm@googlegroups.com
    Sent: Thu, June 23, 2011 7:44:33 AM
     
    Subject: Re: [kagama] Berita negatif, "hanya kabarkan berita baik", omdo, dan sebuah kisah tentang Yanto dan Bejo
     
     
     
    > kukut, majalah mistik punah.
    > Kalo pasarnya gede, media dengan liputan sekualitas National Geographic,
    > BBC, 60 Minutes akan berjaya.
     
    Dan saya kira, itu akan terpulang lagi pada soal pendidikan. Tidak
     
    melulu soal pendidikan, tapi pendidikan termasuk faktor penting.
    Hampir tiap ada kesempatan saya mengusahakan nonton dan baca NatGeo.
     
    Regards,
    Albert
     
    -- 
     
     
    --
    Sopril Amir
     
     
     
     
    --
     
    +++
     
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
     
    Transfer ke:
     
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
     
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
     
    +++

     

 Topik: Satgas lagi
    purwati widiastuti <purwati_ning@yahoo.com> Jun 23 02:01AM -0700 ^
     
    sebenarnya stgas dinegeri sendiri sudah efektof belum to....kalao dah apa yakin dia juga efektif utk negeri orang...lha kalau belum apa pak SBY tidak pernah dapat info yo.....menkominfone tidak termasuk ngasih info beginian koq ya....
     
    purwati
     
    --- On Thu, 23/6/11, tri harso sulistiyo <thsulistiyo@gmail.com> wrote:
     
    From: tri harso sulistiyo <thsulistiyo@gmail.com>
    Subject: [kagama] Satgas lagi
    To: "alumniugm@googlegroups.com" <alumniugm@googlegroups.com>
    Date: Thursday, 23 June, 2011, 12:02 PM
     
    Tiap kali ada masalah trus ada satgas.. Ada yg mau daftar.
     
    Bantu TKI yang Terancam Hukuman Mati, SBY Bentuk Satgas Khusus Kamis, 23 Juni 2011 11:47 WIB REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya mengeluarkan instruksi khusus terkait dengan perlindungan tenaga kerja Indonesia di luar negeri. Salah satu intruksi tersebut yakni pembentukan satuan tugas khusus untuk penanganan dan pembelaan WNI yang terancam hukuman mati. "Kita akan membentuk satgas khusus WNI yang terancam hukum mati di luar negeri,"ujar SBY saat memberikan keterangan persnya, di kantor presiden, Kamis (23/6). SBY mengakui sebetulnya secara fungsional tugas ini sudah dilaksanakan di Kementerian Hukum dan HAM serta Kementerian Luar Negeri. Namun, pihaknya merasa perlu dibentuk satuan tugas khusus untuk menangani masalah itu. Dia juga meminta supaya pengawasan terhadap lembaga penyalur tenaga kerja juga lebih diperketat. Disamping semua TKI harus patuh dan mendukung kebijakan moratorium tersebut. "WNI itu harus patuh
    mendukung dan tidak jalan sendiri," kata SBY. Redaktur: Siwi Tri Puji B 7
     
    http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/11/06/23/ln87z4-bantu-tki-yang-terancam-hukuman-mati-sby-bentuk-satgas-khusus
     
     
     
    --
     
    +++
     
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
     
    Transfer ke:
     
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
     
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
     
    +++

     

 Topik: Sepeda di UGM
    "Galuh Adi Insani" <adioranye@kagamavirtual.org> Jun 23 12:07AM ^
     
    dosen sama tamu apakah harus naek speda juga?
    ~Salam~
    Wahyu
     
    -------------
     
    Mas wahyu, jika dosen tersebut masih sanggup untuk bersepeda, maka dianjurkan menggunakan sepeda, namun bagi yang tidak sanggup juga tidak akan dipaksakan. Pada intinya kebijakan ini untuk mendukung go green di kampus, semua kena aturan ini, bukan hanya mahasiswa saja.
     
    Setuju kan jika sebuah hukum dibuat juga harus dilaksanakan oleh pembuat hukum? Bukan hukum dibuat untuk kepentingan pribadi, tapi dirinya adalah pelanggar hukum. Sejak awal saya kuliah sampai kerja di UGM sekarang ini, saya jarang sekali menggunakan kendaraan pribadi, ada juga setiap hari berangkat hanya naik bis, kemudian jalan kaki. Rasanya akan indah jika kampus UGM ini teduh dengan tidak banyaknya asap kendaraan bermotor.
     
    -̶̶•-̶̶•̸Ϟ•̸Ƭhank γőυ•̸Ϟ•̸-̶̶•-
     
    Galuh Adi Insani

     

--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
Loading...