Total Tayangan

myspace hit counter

[kagama] Intisari untuk alumniUGM@googlegroups.com - 25 Pesan pada 11 Topik

Minggu, Juni 26, 2011

Grup: http://groups.google.com/group/alumniUGM/topics

    Yassir Suhari Abbas <ysanst@kagamavirtual.com> Jun 26 07:20AM +0700 ^
     
    Keasyikan Berlibur, Tak Sadar Air Laut PasangGustia Martha Putri
    Senin, 20 Juni 2011 13:16 wib
    8 37Email0
    [image: Tim penyelamat sedang membantu mengeluarkan dua warga Australia
    dari dalam mobil/Dailymail] Tim penyelamat sedang membantu mengeluarkan dua
    warga Australia dari dalam mobil/Dailymail
     
    *NORTH EAST* - Malangnya nasib dua warga dari Australia yang sedang
    menikmati liburan mereka ke Lindisfarnce, Inggris. Pasalnya, mereka salah
    memperkirakan kapan air laut akan pasang.
     
    Lindisfarnce adalah suatu daratan cantik yang berada di pinggir pantai
    Northumberland, Inggris. Di sana terdapat sebuah kastil yang berdiri kokoh
    di dataran yang lebih tinggi di hamparan wilayah tersebut.
     
    Dua warga Australia ini ketika itu sedang menikmati suasana Lindisfarnce
    yang menyenangkan. Namun sayangnya mereka salah memperhitungkan waktu untuk
    segera beranjak dari tempat itu sebelum air laut pasang.
     
    Sebelum akhirnya mereka dapat segera menjauh dari wilayah yang unik itu,
    mereka dengan mobilnya mengapung dengan ketinggian sekira 300 meter.
     
    Untungnya, mereka bisa diselamatkan oleh tim penyelamat.
     
    "Pengemudi tampaknya tidak menyadari tentang bahaya yang akan mendatangi
    mereka. Mereka dapat terus hanyut dengan mobilnya hingga ke Laut Utara,"
    kata ujar Ian clayton, salah satu tim penyelamat, sebagaimana dilansir *
    Dailymail*, Senin (20/6/2011).
    *(rhs)*

     

    andirahmah91@yahoo.com Jun 26 02:29AM ^
     
    Ceritanya aneh juga, kejadian air pasang itu kan bertahap dalam waktu yang panjang. Gak serta merta kayak Tsunami.
    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

     

    arianto_rizki@yahoo.com Jun 26 01:39AM ^
     
    ya karena kejadiannya pelan2 itu sampe nggak terasa ternyata kita udah jauh dari pantai..
    Sebenernya banyak (walaupun saya nggak bisa sebut jumlah) kejadian orang terseret air laut yang pasang, ya karena asik bermain atau menikmati ombak di tepi pantai..saking asiknya sampe nggak nyadar kalo air udah tinggi..
    Tapi saya juga g tau kejadian di inggris itu kejadian beneran atau hanya pengalihan isu..hehehehe..
     
    Piss ah :)
     
    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
     
    -----Original Message-----
    From: andirahmah91@yahoo.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 26 Jun 2011 02:29:14
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Hati-hati saat berlibur ke Pantai,:-)
     
     
    Ceritanya aneh juga, kejadian air pasang itu kan bertahap dalam waktu yang panjang. Gak serta merta kayak Tsunami.
    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    ysanst@kagamavirtual.com Jun 26 01:45AM ^
     
    Ceritanya aneh juga, kejadian air pasang itu kan bertahap dalam waktu yang panjang. Gak serta merta kayak Tsunami.
    andirahmah91@yahoo.com
    --------------------------
    Yang menarik adalah mobilnya mengapung dengan ketinggian 300 meter,berarti ini mobil bagus Mbak karena kedap air,:-),
     
    Yassir
    Iwak-02
    Powered by Telkomsel BlackBerry®

     

    ysanst@kagamavirtual.com Jun 26 01:50AM ^
     
    Tapi saya juga g tau kejadian di inggris itu kejadian beneran atau hanya pengalihan isu..hehehehe..
     
    Piss ah :)
    arianto_rizki@yahoo.com
    -------------------
    Mas Rizki,saya ini tidak masuk dalam bursa capres spt jenengan,Umi Gita lan Kang THS,jd tidak ada kepentingan untuk pengalihan issue..tak iye Mbah Tph,hehehe
    Pertanyaan saya kpd Mas Rizki (kan biasanya nek Capres kie pandai membuat kesimpulan cuma lambat mengambil tindakan,he2),itu yg di dalam mobil kira2 lg ngapain kok ngk nyadar wis arep kelelep...he2
     
    Piss ah :)
     
    Yassir
    Iwak-02
    Powered by Telkomsel BlackBerry®

     

    "Ebes Defry" <yusdanial@gmail.com> Jun 25 09:37PM ^
     
    4.kalau perlu (ini gak baik) setresslah orang lain .he he he .tph
     
    +++
     
    Hahahaha...
     
    Caranya bagaimana mbah ?
     
    *mohon petunjuk dan wejangannya*
     
     
     
     
    http://yusdanial.blogspot.com

     

    eviyan@ptpjb.com Jun 25 09:58PM ^
     
    Stress massal, ... Ya sekarang ini ! Sedikit2x tawuran, marah2x, demo rame2x, main bunuh, dsb, .... !!
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: "Ebes Defry" <yusdanial@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sat, 25 Jun 2011 21:37:34
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] stress related to ourself
     
    4.kalau perlu (ini gak baik) setresslah orang lain .he he he .tph
     
    +++
     
    Hahahaha...
     
    Caranya bagaimana mbah ?
     
    *mohon petunjuk dan wejangannya*
     
     
     
     
    http://yusdanial.blogspot.com
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    Sakha Rahmanda <sakha.rahmanda@gmail.com> Jun 26 07:43AM +0700 ^
     
    Tingkat stress berbanding terbalik dengan kesejahteraan Pak..
    Makin tinggi tingkat kesejahteraan suatu masyarakat biasanya tingkat
    stress menurun atau kemampuan mengendalikan emosi makin baik.
     
    Begitu pun hal nya dengan diri kita, ketika hampir seluruh kebutuhan
    hidup atau sebagian besar keinginan telah bisa kita penuhi maka
    relatif hidup akan terasa lebih adem ayem, tenterem... dan tidak
    emosional :-)
     
     
    salam kagama
    SR
     
     
     

     

    andirahmah91@yahoo.com Jun 26 02:18AM ^
     
    Hehehe....terima kasih sudah memperhatikan saya. Sebagai bentuk apresiasi saya, saya jawab pertanyaan kamu dengan lengkap. Selamat menikmati...:-)
     
    Di mata kamu, saya overload.
    Buat saya pekerjaan saya seperti hiburan.
     
    Dulu, saat saya cuti 8 minggu di Pelangi utk ke Jepang karena urusan pribadi, dua orang yg dihire utk menangani pekerjaan saya keteteran, hingga direktur saya waktu itu meminta saya pulang seminggu lebih cepat, supaya masalahnya gak nambah parah.
     
    Di tempat lain, ada ya bisa cuti 7-8 minggu? Status saya saat itu staf biasa yg baru bekerja 1 thn.
     
    Mau tau gak apa yg saya kerjakan di Pelangi selama 7 tahun?
     
    Membaca, menulis dan ketemu orang di berbagai meeting. Orang2 yg saya temui intensif itu adalah kawan2 saya di berbagai LSM, ormas dan PIC dinas teknis terkait.
     
    Keberadaan Sistem BRT di Jakarta, saya inisiasi bersama kawan2 saya dari ITDP sejak thn 2001 hingga diresmikan Bang Yos tahun 2004. Panjaaaaaannnnng banget prosesnya. Tapi, dinamikanya sangat menyenangakan. Saya sangat menikmatinya :-)
     
    Kalau kamu baca sejarah, sebelumnya banyak kegagalan yang diupayakan banyak pakar dengan gelar memukau dan lulusan berbagai benua..utk bentuk efisiensi pengoperasian Bis di Jakarta.
    Ada 28 studi yg didanai berbagai badan keuangan internasional.

    Tahukah anda sebab kegagalannya?
    Mereka gak mau nanya dan menjelaskannya intensif pd masyarakat secara langsung utk mengetahui apa kebutuhannya dan bagaimana solusi yg ditawarkan :-). Menghadapi makian plus kesan keras kepala dari orang-orang yg gak mengerti itu, gak semua orang mau melakukannya.
     
    Mereka merasa kompetensi dan modelling saja sudah cukup. Pdhl di Indonesia, sistem secanggih apapun akan gagal tanpa upaya "social engineering" yg tepat.
     
    Hehehe... Orang-orang di Pelangi dulu selalu mengatakan pd setiap orang yg telp ke kantor utk berbicara pd saya:
    " dia staf urusan luar, jadi klo ada perlu tinggalkan pesan via email atau hubungi langsung ke Hpnya".
     
    Masih ingat cerita saya bagaimana mengurusi Omar dari bayi sampai dia sekolah TK kah?
     
    3 kali seminggu saya mengantarnya utk terapi, mulai dari fisio terapi hingga terapi bicara di RSAB Harapan kita. Rumah saya di Ps.Minggu
    .
    Artinya, saya ngantor setelah makan siang. Pekerjaan terapi lanjutan saya ajarkan pd pengasuh yg bertanggung jawab menjaga Omar.
    Buku kesehatan Omar, saya buatkan grafik perkermbangan tumbuh kembang secara fisiknya, TB/BB dpt dilihat dgn sgt mudah. Hal sederhana yg tidak dilakukan dokter spesialis anak manapun yg pernah saya temui. Bahkan oleh spesialis dokter anak utk nutrisi yg menurut Oom Google paling jagoan di Indonesia :-).
     
    Menurut kamu, apa saya bisa melakukan hal ini klo saya overload dan stress karena kerjaan?
     
    Kemudian saya hamil Khaled, adiknya Omar, saat Omar berusia 6 bulan..dan melahirkan Sarah waktu Omar berusia 3.5 tahun. Khaled dan Sarah lahir melalui sectio Caesar.
     
    Kamu bisa buat penelitian, bagaimana keputusan Ibu yg anak pertamanya GIFTED seperti Omar. Mereka umumnya tidak mau punya anak lagi, karena merasa sangat kerepotan dengan satu anak. Padahal sebagian besar profesinya "full time mother"
     
    Ingat motto saya sejak masih kuliah di Sipil UGM kan?

    "Jangan sampai Kuliah mengganggu waktu bermain"
     
    Tempaan saat jadi aktifis Clapeyron sembari jadi asisten 5 mata kuliah dgn tugas besar dan pek.laboratorium, yg sebagiannya juga utk ekstensi..plus kursus bhs Inggris dan Perancis...juga pemain utama tim '91 utk acara tahunan Civil Games..membuat saya merasa sakit klo bermalas-malasan karena terlalu banyak waktu luang....malah jadi stress dan posesif gak keruan. Kerasanya waktu cuti melahirkan...
    suami saya jadi puyeng dan minta supaya saya melakukan aktifitas yg saya sukai.
     
    Daripada isterinya tiap hari telp utk ngecek apa dia sdh makan, kapan nyampe kantor, kapan pulang....bagaimana pekerjaannya yg sdh kami diskusikan sebelumnya....
    hahahahaha... ....
    Itu bentuk kompensasi klo sdh gak ada lagi yg dikerjain :-).
     
    Klo saya gak suka dengan satu pekerjaan, gak akan saya kerjain :-). Saya cuma bilang:"cari orang lain aja yg mau ngerjain pekerjaan itu". Prinsip ini saya lakukan sejak statusnya staf di Pelangi loh.
    Hehehehe... Sdh begitupun, tiap kali evaluasi untuk penyesuaian..saya dpt 2-3 kali lebih tinggi dari rata2 yg diterima staf lainnya.
    Direktur saya saat itu salah satu anggota IPCC, International Panel on Climate Change. Jadi, kamu bisa ukur sendiri bagaimana kualitasnya.
     
    Artinya: hidup untuk bekerja kah seperti ini?
     
    Setelah keluar dari Pelangi 3 tahun yang lalu karena hamil Sarah, relatif 60% pekerjaan saya dilakukan di rumah :-), kalau modem saya tak berfungsi. Rasanya seperrti mau kiamat.
     
    Pekerjaan di Prudential pun saya lakukan sangat selektif. Gak mau sembarangan menjadikan seseorang sebagai klien saya..
    Prinsip "Friend for life", implikasinya saya harus mengurusinya seumur hidup saya. Klo sembarangan dan dapat yg rese' artinya "disaster" sepanjang hidup bukan?
     
    Do I Like?
    Itu pertanyaan pertama yg harus saya jawab sebelum melanjutkan proses pengambilan keputusan apakah saya akan menjadikannya klien atau tidak.
    Gak terasa sudah hampir 6 tahun loh saya kerjakan, hampir seusia Omar :-).
     
    Jadi, Mas Sakha yang baik..
     
    Gak ada yg bisa ngatur bagaimana ritme kerja saya, lalu..kenapa mesti merasa overload?
     
    Saya bisa memilih kapan utk di rumah bermain seharian dengan anak2, atau berangkat keluar rumah stlh anak2 saya pulang sekolah :-).
     
    Klo soal naik bis dan KRL, itu bagian dari integritas saya. Ada banyak orang yang mengaku pakar transportasi, tetapi ia tidak memahami perilaku di lapangan.
    Semua yg diketahuinya hanya berdasarkan teori dan model di atas kertas.
     
    O ya, saya gak mengejar bis, tetapi duduk manis di halte..klo bisnya penuh, dan gak ada tempat duduk..tinggal tunggu yang berikutnya atau memilih moda transportasi lainnya.
     
    Alasan utama naik bis, supaya saya bisa tetap beraktifitas selama dlm perjalanan..salah satunya adalah posting ke milis ini, tanpa menambah kadar polutan di udara :-). Toh gak ada SP yg perlu saya khawatirkan..
     
    Jadi, apa jawaban yang tepat menurut kamu soal pekerjaan saya?
     
     
    Salam,
     
     
    Andi Rahmah
     
     
    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
     
    -----Original Message-----
    From: Sakha Rahmanda <sakha.rahmanda@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sat, 25 Jun 2011 10:19:30
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] stress related to ourself
     
    Kenapa harus cemas Bu ? jika saya lihat Bu Andi ini juga aktifitas
    sehari-hari nya luar biasa se-abrek.. dan barangkali menurut kacamata
    orang lain pasti ada juga yang menganggap Bu Andi ini sebagai
    workaholic.
     
    Dari mulai staf ahli DPR, aktif di berbagai LSM & kepartaian, menjadi
    wiraniaga di bidang asuransi, hingga menjadi top poster sekaligus
    member paling aktif di milis ini. Di mata saya apa yang Bu Andi
    lakukan adalah hal yang luar biasa yang tidak semua orang bisa
    melakukannya, bahkan apa yang Ibu Andi lakukan bisa jadi melebihi load
    pekerjaan dari Mas THS sendiri :-)
     
    Dengan melihat apa yang Bu Andi lakukan, saya tergelitik untuk menanyakan :
     
    Bekerja untuk hidup atau
    hidup untuk bekerja Bu?
     
    Mengutip kata-kata Bu Andi di bawah :
    "...Di rumah, "kehilangan" itu tak akan tergantikan seumur hidup kami..."
     
     
    Lantas, kalau begitu kenapa Bu Andi tidak mencoba melakukan aktifitas
    pekerjaan di rumah saja Bu? kenapa Bu Andi masih saja harus bersusah
    payah ngejar-ngejar angkot/bus kota guna mencapai lokasi kerja ?
     
     
    salam kagama
    SR
     
     
     
     
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    tri harso sulistiyo <thsulistiyo@gmail.com> Jun 25 11:01PM +0700 ^
     
    Ketika Anakku 35 mm
     
     
     
    Kamis 28 januari, Jakarta masih dibalut oleh kabut tipis dan diselimuti
    dengan awan mendung yang menggumpal berwarna hitam kelam, tertiup angin
    bergerak menuju arah Banten. Jam masih menunjukkan pukul 04.00 pagi, suasana
    kost tempat ku melepaskan lelah di komplek perumahan angkatan darat itupun
    masih begitu sepi, hanya sesekali terdengar kokok ayam yang berada tepat di
    belakang kompleks. Aku segera menyeduh secangkir teh dengan gula batu, aroma
    teh dengan perpaduan melati pun segera semerbak dikamar berukuran 2.5X3m
    itu.
     
    Beberapa saat kemudian, handphone disamping ku bergetar, tepat pukul 04.15
    pagi. Entah apa yang kurasakan pertama kali ketika aku membaca sms itu, sms
    yang begitu singkat namun mempunyai makna yang sangat dalam. Langsung saja
    ku dekatkan jidat ini menyentuh keramik berwarna putih yang telah memudar
    akibat gerusan usia, dingin pun tidak lagi aku hiraukan.
     
    *"Ayah…tadi pagi bunda ngecek pake alat test, dan hasilnya 2
    setrip…alhamdulillah.."*bunyi sms yang menyelinap masuk pagi itu.
     
    Terus terang aku masih tidak percaya akan kabar yang kudengar. Apakah ini
    mimpi? Jikalau ini mimpi kenapa rasa teh itu masih menganga dalam mulutku.
    Ku kucek kedua mataku, bahkan aku mencubit kedua tanganku untuk lebih
    memastikan bahwa aku tidak sedang bermimpi.
     
    Sakit!!!!
     
    Kulihat tangan kiriku mengeluarkan darah segar, akibat cubitan oleh tangan
    kanan yang mempunyai kuku sedikit panjang dan tajam. Segera kuseka darah
    yang mengalir itu dengan tisu kering.
     
    Ya Tuhan, aku tidak bermimpi dan tidak sedang berhalusinasi. Hampir 30 menit
    aku disibukkan oleh hilangnya kesadaran ini. Apakah ini dikarenakan aku
    terlalu bahagia?? Ya aku bahagia…sangat bahagia..
     
    Perjuangan ini ternyata tidak sia-sia, pengorbanan ini pun telah berbuah
    manis dan DIA telah memberikan amanah ini kepada kami berdua.
     
    Hal yang Luaarrr biasa yang aku rasakan pagi itu, walaupun kami terpisah
    jarak ribuan kilometer, terbentang oleh panjangnya rel kereta Jakarta-Jogja,
    namun kami berdua merasakan kegembiraan yang sama dan tidak dapat kami
    gambarkan.
     
    *"Inikah jawabmu atas doa-doa panjang kami, atas permohonan kedua orang tua
    kami ya TUHANKU?.."*
     
    Pikirku segera menerawang, terbalut oleh manisnya teh melati itu. Mungkinkah
    diusia ke 27 ku, aku akan segera memiliki seorang putra kecil? Ya, hal itu
    mungkin akan terjadi,
     
    …..ahh ingin segera aku pulang untuk menemui istriku.
     
    Hari itupun semua berjalan dengan cepat, semua perkerjaan telah selesai
    sebelum waktunya. Kabar itu, berita tersebut, sms itupun telah memberikan
    energi yang teramat sangat luar biasa, sehingga hari jumat pun telah
    menghampiri.
     
    Pagi itu segera kukemasi semua pakaian serta ku masukkan bekal untuk
    perjalanan pulang. Segera setelah semua aktivitas di jumat itu selesai, aku
    pun bergegas menuju stasiun senen untuk pulang.
     
    Kopaja P20 membawa tubuh ini mengaliri jalanan di Jakarta, dimulai dari
    kuningan dilanjutkan menteng, belok kiri sampai gondang dia, sejurus
    kemudian mampirlah di stasiun gambir dan sampai juga aku di terminal senen,
    terminal yang bersebelahan dengan stasiun senen.
     
    Aku sudah tidak sabar lagi, namun kereta senja utama Yogyakarta itu baru
    berangkat pukul 19.20, masih ada waktu kurang lebih 1.5 jam lagi. Suasana
    stasiun pun telah ramai seperti jumat malam biasanya. Kujejakkan kaki ini
    melangkah menuju ke rangkain jalur 3, dimana kereta ku akan berhenti. Lalu
    lalang orang pun semakin memadati stasiun yang minim dengan tempat duduk
    itu. Kurebahkan badan ini bersandarkan tiang penyangga yang berada di tepi
    jalur 3. Jam menunjukkan pukul 18.45, masukkan kereta express ekonomi
    jurusan bekasi. Disusul lima belas menit kemudian kereta api Sawung Galih
    jurusan Kutoarjo.
     
    *"perhatian, dari arah barat untuk jalur 3 akan masuk kereta api senja utama
    jurusan Yogyakarta, kereta ini akan berhenti di stasiun Cirebon, Purwokerto,
    dan di stasiun Tugu Yogyakarta. Adapun susunan kereta api dimulai dari
    paling timur, gerbong 1, gerbong 2 bla bla bla bla……"* suara petugas
    pemberangkatan kerata terdengar nyaring dari setiap sudut pegeras yang
    diletakkan di dekat peron masuk.
     
    Tubuh ini telah kurebahkan di dalam kereta, kugelar Koran bekas sebagai alas
    tidurku, aku sudah tidak begitu mempedulikan orang yang berlalu lalang
    dihadapanku. Aku juga tidak begitu peduli oleh para penumpang yang "nembak"
    di dalam kereta. Ya inilah Indonesia, dimana suap telah meraja lela.
    Sudahlah aku tidak mau mengusik rejeki mereka.
     
    Ketika jiwa ini telah masuk dalam alam mimpi dan raga ini sudah tidak sabar
    untuk sesegera mungkin menginjakkan kaki di bumi kota tercinta Yogjakarta,
    kota dengan sejuta kenangan.
     
    Ternyata hasrat rindu ini dirasakan oleh kereta yang telah menemaniku selama
    2 tahun ini, laju kereta yang membelah jarak, mengoyak rasa dan dengan setia
    selalu menunggu ku, menunggu untuk mengantarkanku menuju calon buah hatiku.
     
    Tidak terasa, Subuh pun sudah sayup-sayup terdengar, ku gerakkan mataku,
    kugeliatkan tubuhku. Segera ku bangun dan melongok ke luar, ternyata aku
    telah tiba di Yogyakarta, dan beberapa menit lagi, ya beberapa menit lagi,
    aku akan…… ahhh aku tidak dapat menggambarkan lagi suasana hatiku pagi itu.
    Setelah kereta ini berhenti, segera aku mengelusnya, dan kutepuk tubuh
    kokohnya.
     
    *"sampai bertemu lagi di minggu sore kawan…"*
     
    Dengan ojek seharga 15.000 aku segera meluncur, udara pagi itu telah
    membasahi paru-paru ku, membasahi urat nadiku serta menyegarkan pikiranku..
     
    *"ahhhh…aku selalu merindukan udara ini.."** *sembari kuhirup udara ini
    sekuatnya.
     
    Pelukan itu akhirnya mendarat juga, rasa kangen itu tercampur aduk, kemudian
    aku segera menyapa jagoan kecilku di dalam kandungan bundanya.
     
    Aku sudah tidak sabar, pun dengan bundanya. Kami ingin lebih memastikan
    bahwa dia telah hadir diantara kami, tidak hanya dengan 2 garis merah yang
    terlihat di kertas berwarna putih, kami pun mengulang, mengulang dan
    mengulang untuk melakukan tes itu dan hasilnya tetaplah 2 garis merah.
     
    *"wahhh..ini bahaya…hamil anak yang pertama ya?"* suara dokter spesialis di
    rumah sakit panti rapih. Itulah dokter yang kami datangi, khas dalam
    menangani pasien, sehingga kami berdua tidak grogi dan suasana pun cair oleh
    canda dari dokter berusia 50an tahun itu.
     
    *"ini mas, panjangnya 35 mm, usia kandungan 2 bulan dan kemungkinan
    cowok"*…penjelasan
    dokter Sri kepada kami berdua…..(ths)

     

    "Yunus Tohir" <yunstroom@gmail.com> Jun 25 05:19PM ^
     
    Asik nih mas tri.. Tapi alinea terakhir kok
     
    ""ini mas, panjangnya 35 mm, usia kandungan 2 bulan dan kemungkinan cowok"…penjelasan dokter Sri kepada kami berdua….."
     
     
    Dokter kan tau cewe/cowo nya biasanya setelah umur kandungan diatas 4-5 bulan setau saya .. :D
    Hehehehe..
     
     
    Tapi alur & penyampaian ceritanya keren !!
    Yunus Tohir
    (YunTo)
    Sent from HP titipan
     
    -----Original Message-----
    From: tri harso sulistiyo <thsulistiyo@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sat, 25 Jun 2011 23:01:42
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] [cerpen] ketika anakku 35 mm
     
    Ketika Anakku 35 mm
     
     
     
    Kamis 28 januari, Jakarta masih dibalut oleh kabut tipis dan diselimuti
    dengan awan mendung yang menggumpal berwarna hitam kelam, tertiup angin
    bergerak menuju arah Banten. Jam masih menunjukkan pukul 04.00 pagi, suasana
    kost tempat ku melepaskan lelah di komplek perumahan angkatan darat itupun
    masih begitu sepi, hanya sesekali terdengar kokok ayam yang berada tepat di
    belakang kompleks. Aku segera menyeduh secangkir teh dengan gula batu, aroma
    teh dengan perpaduan melati pun segera semerbak dikamar berukuran 2.5X3m
    itu.
     
    Beberapa saat kemudian, handphone disamping ku bergetar, tepat pukul 04.15
    pagi. Entah apa yang kurasakan pertama kali ketika aku membaca sms itu, sms
    yang begitu singkat namun mempunyai makna yang sangat dalam. Langsung saja
    ku dekatkan jidat ini menyentuh keramik berwarna putih yang telah memudar
    akibat gerusan usia, dingin pun tidak lagi aku hiraukan.
     
    *"Ayah…tadi pagi bunda ngecek pake alat test, dan hasilnya 2
    setrip…alhamdulillah.."*bunyi sms yang menyelinap masuk pagi itu.
     
    Terus terang aku masih tidak percaya akan kabar yang kudengar. Apakah ini
    mimpi? Jikalau ini mimpi kenapa rasa teh itu masih menganga dalam mulutku.
    Ku kucek kedua mataku, bahkan aku mencubit kedua tanganku untuk lebih
    memastikan bahwa aku tidak sedang bermimpi.
     
    Sakit!!!!
     
    Kulihat tangan kiriku mengeluarkan darah segar, akibat cubitan oleh tangan
    kanan yang mempunyai kuku sedikit panjang dan tajam. Segera kuseka darah
    yang mengalir itu dengan tisu kering.
     
    Ya Tuhan, aku tidak bermimpi dan tidak sedang berhalusinasi. Hampir 30 menit
    aku disibukkan oleh hilangnya kesadaran ini. Apakah ini dikarenakan aku
    terlalu bahagia?? Ya aku bahagia…sangat bahagia..
     
    Perjuangan ini ternyata tidak sia-sia, pengorbanan ini pun telah berbuah
    manis dan DIA telah memberikan amanah ini kepada kami berdua.
     
    Hal yang Luaarrr biasa yang aku rasakan pagi itu, walaupun kami terpisah
    jarak ribuan kilometer, terbentang oleh panjangnya rel kereta Jakarta-Jogja,
    namun kami berdua merasakan kegembiraan yang sama dan tidak dapat kami
    gambarkan.
     
    *"Inikah jawabmu atas doa-doa panjang kami, atas permohonan kedua orang tua
    kami ya TUHANKU?.."*
     
    Pikirku segera menerawang, terbalut oleh manisnya teh melati itu. Mungkinkah
    diusia ke 27 ku, aku akan segera memiliki seorang putra kecil? Ya, hal itu
    mungkin akan terjadi,
     
    …..ahh ingin segera aku pulang untuk menemui istriku.
     
    Hari itupun semua berjalan dengan cepat, semua perkerjaan telah selesai
    sebelum waktunya. Kabar itu, berita tersebut, sms itupun telah memberikan
    energi yang teramat sangat luar biasa, sehingga hari jumat pun telah
    menghampiri.
     
    Pagi itu segera kukemasi semua pakaian serta ku masukkan bekal untuk
    perjalanan pulang. Segera setelah semua aktivitas di jumat itu selesai, aku
    pun bergegas menuju stasiun senen untuk pulang.
     
    Kopaja P20 membawa tubuh ini mengaliri jalanan di Jakarta, dimulai dari
    kuningan dilanjutkan menteng, belok kiri sampai gondang dia, sejurus
    kemudian mampirlah di stasiun gambir dan sampai juga aku di terminal senen,
    terminal yang bersebelahan dengan stasiun senen.
     
    Aku sudah tidak sabar lagi, namun kereta senja utama Yogyakarta itu baru
    berangkat pukul 19.20, masih ada waktu kurang lebih 1.5 jam lagi. Suasana
    stasiun pun telah ramai seperti jumat malam biasanya. Kujejakkan kaki ini
    melangkah menuju ke rangkain jalur 3, dimana kereta ku akan berhenti. Lalu
    lalang orang pun semakin memadati stasiun yang minim dengan tempat duduk
    itu. Kurebahkan badan ini bersandarkan tiang penyangga yang berada di tepi
    jalur 3. Jam menunjukkan pukul 18.45, masukkan kereta express ekonomi
    jurusan bekasi. Disusul lima belas menit kemudian kereta api Sawung Galih
    jurusan Kutoarjo.
     
    *"perhatian, dari arah barat untuk jalur 3 akan masuk kereta api senja utama
    jurusan Yogyakarta, kereta ini akan berhenti di stasiun Cirebon, Purwokerto,
    dan di stasiun Tugu Yogyakarta. Adapun susunan kereta api dimulai dari
    paling timur, gerbong 1, gerbong 2 bla bla bla bla……"* suara petugas
    pemberangkatan kerata terdengar nyaring dari setiap sudut pegeras yang
    diletakkan di dekat peron masuk.
     
    Tubuh ini telah kurebahkan di dalam kereta, kugelar Koran bekas sebagai alas
    tidurku, aku sudah tidak begitu mempedulikan orang yang berlalu lalang
    dihadapanku. Aku juga tidak begitu peduli oleh para penumpang yang "nembak"
    di dalam kereta. Ya inilah Indonesia, dimana suap telah meraja lela.
    Sudahlah aku tidak mau mengusik rejeki mereka.
     
    Ketika jiwa ini telah masuk dalam alam mimpi dan raga ini sudah tidak sabar
    untuk sesegera mungkin menginjakkan kaki di bumi kota tercinta Yogjakarta,
    kota dengan sejuta kenangan.
     
    Ternyata hasrat rindu ini dirasakan oleh kereta yang telah menemaniku selama
    2 tahun ini, laju kereta yang membelah jarak, mengoyak rasa dan dengan setia
    selalu menunggu ku, menunggu untuk mengantarkanku menuju calon buah hatiku.
     
    Tidak terasa, Subuh pun sudah sayup-sayup terdengar, ku gerakkan mataku,
    kugeliatkan tubuhku. Segera ku bangun dan melongok ke luar, ternyata aku
    telah tiba di Yogyakarta, dan beberapa menit lagi, ya beberapa menit lagi,
    aku akan…… ahhh aku tidak dapat menggambarkan lagi suasana hatiku pagi itu.
    Setelah kereta ini berhenti, segera aku mengelusnya, dan kutepuk tubuh
    kokohnya.
     
    *"sampai bertemu lagi di minggu sore kawan…"*
     
    Dengan ojek seharga 15.000 aku segera meluncur, udara pagi itu telah
    membasahi paru-paru ku, membasahi urat nadiku serta menyegarkan pikiranku..
     
    *"ahhhh…aku selalu merindukan udara ini.."** *sembari kuhirup udara ini
    sekuatnya.
     
    Pelukan itu akhirnya mendarat juga, rasa kangen itu tercampur aduk, kemudian
    aku segera menyapa jagoan kecilku di dalam kandungan bundanya.
     
    Aku sudah tidak sabar, pun dengan bundanya. Kami ingin lebih memastikan
    bahwa dia telah hadir diantara kami, tidak hanya dengan 2 garis merah yang
    terlihat di kertas berwarna putih, kami pun mengulang, mengulang dan
    mengulang untuk melakukan tes itu dan hasilnya tetaplah 2 garis merah.
     
    *"wahhh..ini bahaya…hamil anak yang pertama ya?"* suara dokter spesialis di
    rumah sakit panti rapih. Itulah dokter yang kami datangi, khas dalam
    menangani pasien, sehingga kami berdua tidak grogi dan suasana pun cair oleh
    canda dari dokter berusia 50an tahun itu.
     
    *"ini mas, panjangnya 35 mm, usia kandungan 2 bulan dan kemungkinan
    cowok"*…penjelasan
    dokter Sri kepada kami berdua…..(ths)
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    Sakha Rahmanda <sakha.rahmanda@gmail.com> Jun 26 07:41AM +0700 ^
     
    Kan Mas Tri pake kata "kemungkinan" mas..
    Secara Dokter kandungan yg sudah ahli biasanye feelingnya tajem,
    kendatipun belum bisa terdeteksi tapi biasanya ada tanda2 tertentu
    yang mendindikasikan perbedaan antara janin laki-laki dan janin
    perempuan
     
    salam kagama
    SR
     
     

     

    tri harso sulistiyo <thsulistiyo@gmail.com> Jun 26 12:21AM +0700 ^
     
    selain budaya kerja, disiplin serta lebih menghargai orang lain dari
    japanese saya juga belajar mengenai origami. ya seni melipat kertas yang
    sangat populer ini telah meracuni sayah juga :D
     
    Origami sendiri adalah kesenian melipat kertas yang diperkenalkan sejak
    kertas pertama kali ditemukan di Cina pada 105 A.D. oleh seorang Cina yang
    bernama Ts'ai Lun. Contoh-contoh awal origami yang berasal dari Cina adalah
    perahu Cina dan kotak. Pada abad ke enam, cara pembuatan kertas kemudian
    dibawa ke Spanyol oleh para Saudagar Arab; dan juga ke Jepang (610 A.D.)
    oleh seorang biksu Buddha bernama Dokyo yang juga merupakan dokter pribadi
    Ratu Shotoku.
    Sejak itu Origami menjadi populer dikalangan orang Jepang sejak
    turun-temurun. Origami menjadi satu kebudayaan orang Jepang dalam keagamaan
    *Shinto*. Kertas persegi dipotong dan dilipat menjadi lambang Dewa dan
    digantung di kota Jingu (Kuil Agung Imperial) di Ise sebagai bahan sembahan.
     
    berikut 2 buah origami yang sayah bikin
     
    1. bunga lili
     
    [image: 1.jpg]
     
    2. burung
     
    [image: 2.jpg]
     
    ~tri harso sulistiyo~

     

    Jans Hendry <janshendry@kagamavirtual.com> Jun 25 05:35PM -0700 ^
     
    Wah saya suka sekali dengan seni lipat kertas ini...
    sempat saya beli kertas origami yang kecil 1 bundle plastik..
    tapi entah mengapa susah menemukan feel nya ketika memulai..
    walau hanya meniru dari tutorial...
     
    niat saya, klo sudah "plong" akan mencoba2 lagi.. hehe
    sayang kertas yang sudah dibeli..
     
    trims
    jans
     
    On Jun 26, 12:21 am, tri harso sulistiyo <thsulist...@gmail.com>
    wrote:

     

    umi gita <umigita@gmail.com> Jun 25 11:34PM +0700 ^
     
    wes lah jakarta ki dadi kota bisnis ae...pemerintahan pindahkan keluar
    jakarta...
     
    foto sing kurang ki siji...yang jadi trend mark jakarta...endi foto monas
    dulu dengan sekarang? mesti yang dulu ada gambar pak TPH, yang sekarang ada
    gambar akyuuuuu...hehehehe :p
     
    1,5 tahun di jakarta dan belum bisa mencintai jakarta.
     
    salam,
    Umi Gita
     
    2011/6/25 tri harso sulistiyo <thsulistiyo@gmail.com>
     

     

    Albert Pratama <albert.pratama@gmail.com> Jun 25 11:36PM +0700 ^
     
    2011/6/25 umi gita <umigita@gmail.com>
     
    > wes lah jakarta ki dadi kota bisnis ae...pemerintahan pindahkan keluar jakarta...
     
    Dugaan saya, ketika pusat pemerintahan dipindahkan, dalam waktu yang
    tidak terlalu lama pusat bisnis juga akan mengikuti.
    Selama urusan bisnis tidak dapat dipisahkan sepenuhnya dari urusan
    birokrasi (terutama dalam soal lobby2 atau "lobby2"), akan terus
    seperti itu kejadiannya.
     
    Regards,
    Albert

     

    Ir R J Taruno Poedjohardjo <tarunopeha@yahoo.com> Jun 25 02:13PM -0700 ^
     
    gambar tph waktu bayi sama seperti bayi2 yg lain. he he he .tph
     
     
     
    ________________________________
    From: umi gita <umigita@gmail.com>
    To: alumniugm@googlegroups.com
    Sent: Sat, June 25, 2011 11:34:00 PM
    Subject: Re: [kagama] selamat ultah walaupun ....
     
    wes lah jakarta ki dadi kota bisnis ae...pemerintahan pindahkan keluar
    jakarta...
     
    foto sing kurang ki siji...yang jadi trend mark jakarta...endi foto monas dulu
    dengan sekarang? mesti yang dulu ada gambar pak TPH, yang sekarang ada gambar
    akyuuuuu...hehehehe :p
     
    1,5 tahun di jakarta dan belum bisa mencintai jakarta.
     
    salam,
    Umi Gita
     
     
    2011/6/25 tri harso sulistiyo <thsulistiyo@gmail.com>
     
    22 juni kemaren jakarta merayakan ulang tahun yang ke 484. Ya mengulang tanggal
    lahir, namun tetap saja sama saja dan tidak ada kemajuan yang berarti. masih
    tetap macet dan semakin bertambah, masih tetap tergenang :), masih banyak
    warganya yang hidup dibawah garis kemiskinan. dibalik gemerlap kembang api yang
    bernilai miliaran, ya hanya untuk kembang api, sementara itu disamping
    gemerlapnya kembang api, ada pak Jono montir bajaj yang masih bekerja sampai
    tengah malam hanya untuk memberi nafkah kepada keluarganya.
     
    >++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
     
    >selamat ulang tahun Jakarta, walo aku tidak akan pernah mencintaimu
     
    >ths
     
    --
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5,
    Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    Akhmad Khusyairi <a.khusyairi@kagamavirtual.org> Jun 26 06:27AM +0700 ^
     
    Mas Albert,
    Kalo saya pribadi ga setuju Pusat Pemerintahan dipindah karena merepotkan
    saya secara pribadi (harus nyari tempat tinggal baru, akses dan
    infrastruktur lokasi baru tidak semudah sekarang ini, dlll) karena tempat
    kerja saya juga harus pindah, namun kalo dilihat realita yg ada sekarang dan
    kondisi bebam generasi yang akan datang, maka saya harus merelakan
     
    Jika memang pusat pemerintahan harus dipindahkan, maka harus dibuat rencana
    tata kota untuk minimal 50-100 tahun kedepan serta ketentuan/peraturan yang
    melarang pendirian pusat bisnis di pusat pemerintahan, jika hal ini tidak
    dilakukan, maka permasalahan akan berulang
     
    2011/6/25 Albert Pratama <albert.pratama@gmail.com>
     
     
    --
    Regards,
     
    Akhmad Khusyairi
    www.akhmadkhusyairi.wordpress.com

     

    Nurcahya Priyonugroho <anung.pnugroho@gmail.com> Jun 25 10:14PM +0700 ^
     
    Pada 25 Juni 2011 21:18, Akhmad Khusyairi
    <a.khusyairi@kagamavirtual.org>menulis:
     
    Mas Anung...kalo masih ada stok 1 lagi...saya juga mau nambah....wkwkwkwk
     
     
     
    *** Wah saya nggak punya stock cewek, saya bukan pengusaha penyedia cewek
    :-D
     
    -Anung-

     

    Akhmad Khusyairi <a.khusyairi@kagamavirtual.org> Jun 26 06:20AM +0700 ^
     
    Wah...saya kira njenengan yang menyediakan stok buat pak
    walikota....wkwkwkwk
     
    2011/6/25 Nurcahya Priyonugroho <anung.pnugroho@gmail.com>
     
     
    --
    Regards,
     
    Akhmad Khusyairi
    www.akhmadkhusyairi.wordpress.com

     

    andirahmah91@yahoo.com Jun 25 10:12AM ^
     
    Wanda, sosialitanya berbeda :-)
     
    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
     
    -----Original Message-----
    From: hendarto adi <hendartoadi2@yahoo.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Fri, 24 Jun 2011 23:35:41
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] FPKS : Walikota Menikah 4 Kali Tidak Apa-ApaAsalTakGangguTugas
     
     
     
    ....oh ya.....:) bisa diajak dialog di angkringan...? atau harus ke restoran
    atau klub....?
     
    sol,
     
    hendi
     
     
     
    ________________________________
    From: "andirahmah91@yahoo.com" <andirahmah91@yahoo.com>
    To: alumniugm@googlegroups.com
    Sent: Sat, June 25, 2011 9:40:27 AM
    Subject: Re: [kagama] FPKS : Walikota Menikah 4 Kali Tidak
    Apa-ApaAsalTakGangguTugas
     
    Masih single Mas Hendi, dan lebih cantik dari apa yg tertangkap kamera :-)
    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
    ________________________________
     
    From: hendarto adi <hendartoadi2@yahoo.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Fri, 24 Jun 2011 21:53:15 -0700 (PDT)
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    ReplyTo: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] FPKS : Walikota Menikah 4 Kali Tidak Apa-ApaAsalTakGanggu
    Tugas
     
     
     
    ......asssyyyyiiiikkkkk.....tambah panjang......
     
    ....ngomong - ngomong, aleg Hanura Mbak Noury siapa itu......masih single
    kah...?
     
    asalnjeplakdotcom
     
    hendi
     
     
     
    ________________________________
    From: "andirahmah91@yahoo.com" <andirahmah91@yahoo.com>
    To: alumniugm@googlegroups.com
    Sent: Sat, June 25, 2011 8:43:23 AM
    Subject: Re: [kagama] FPKS : Walikota Menikah 4 Kali Tidak Apa-ApaAsalTakGanggu
    Tugas
     
     
    Biar tambah seru, Mas Komo..coba buat data aleg yg selingkuh dan suka jajan :D
     
    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
     
    -----Original Message-----
    From: rsulastama@gmail.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sat, 25 Jun 2011 03:29:34
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] FPKS : Walikota Menikah 4 Kali Tidak Apa-Apa
    AsalTakGanggu Tugas
     
    Kalau ada data Aleg di DPR yang poligami, mungkin bisa diinterpretasi konstituen
    partai mana yang cenderung poligamis :D
     
    Ada yang punya data? Kalau dari ratusan anggota DPR siapa saja yang berpoligami?
    Powered by salakpondohmania®
     
    -----Original Message-----
    From: andirahmah91@yahoo.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sat, 25 Jun 2011 04:12:04
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] FPKS : Walikota Menikah 4 Kali Tidak Apa-Apa Asal
    TakGanggu Tugas
     
     
    Hehehehe....cerminan konstituen Partai Golkar, PDIP dan FPKS ya Nung.
    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
    Teruuusss...!
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5,
    Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5,
    Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5,
    Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5,
    Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5,
    Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    rsulastama@gmail.com Jun 25 05:27AM ^
     
    Lama tidak menengok tanaman di Minas, mumpung lagi sedikit luang mau memfoto tanaman teman (dan tanamanku juga).
     
    Di Minas ada beberapa tanaman adenium yang lumayan buat cuci mata :D.
     
    Note: foto di attachment adenium arabicum di pot 60 cm, tinggi sekitar 75 cm.
     
    Adakah penggemar bunga di sini?
    Powered by salakpondohmania®

     

    tri harso sulistiyo <thsulistiyo@gmail.com> Jun 25 12:10PM +0700 ^
     
    Benar. Kalao perusahaan ga menghargai kita ambil langkah resign.
     
    Sewaktu saya mau mengambil langkah ini, pada awalnya juga mikir dolo. Namun
    krn tdk ada respon yg nyata akhirnya keputusan resign saya ambil.
     
    Ada beberapa sisi positif dg pindah perusahaan:
    1. Teman kita semakin banyak. Lho apa imbasnya? Kadang perputaran engineer
    dan lowongan itu biasanya lewat kenalan saja. Jd semakin banyak teman kita
    peluang utk mndptkan tempat kerja yg lbh baik makin banyak (networking mirip
    dg yg disampaikan pak Wid dan pakdhe RDP).
    2. Mental akan semakin kuat dikarenakan kita bekerja di lingkungan baru.
    Kbtulan saya pindah dr perusahaan jepang ke perusahaan inggris. Secara
    kultur beda. Plek sama nasehat pakdhe RDP di klc kmaren.
     
    Perusahaan yg baik ialah perusahaan yg memandang karyawan sebagai aset bukan
    sebagai tool. Kalao memandang sbg aset pasti akan memperlakukan karyawan dg
    baik n memberikan apresiasi. Jd turnover pegawai kecil.
    Sayah hanyalah engineer biasa, namun wkt mengajukan resign kemaren ada
    beberapa hal yg saya catat:
    1. Dr manajer saya " saya ga peduli perusahaan mau mbayar kamu berapa yg
    penting km jgn resign"
    2. Waktu pamitan saya disuruh mbalik lagi jika bosen diluar setidaknya ada 4
    orang dg posisi manajer manajemen serta counterpart saya om Takeya.
    3. Dari dua point diatas saya jd ingat nasehat pak Prof. Saya " tri, semakin
    bagus skill kamu maka salary kamu pun akan naik juga"
     
    Ya. Namun kembali lagi ke kita. Apakah kita akan tetap di suatu perush
    walopun tdk diappresiasi (biasane beraninya cuma ngedumel saja tnp ada
    langkah konkrit) ato coba mencari peluang di luar sana.
     
    Just my two engineer sense..
    ths
    > CEO Kompas Gramedia
    > Antara kambing dan kayu bakar
     
    > Johny adalah direktur sebuah perusahaan swasta. Ketika didaulat naik ke
    atas panggung untuk menyampaikan pesan tahun baru, beberapa karyawan
    berteriak: "Kapan naik gaji Pak?" Sambil tersenyum Johny menjawab, "Mengapa
    kita harus minta kenaikan gaji? Bagaimana kalau kenaikan gaji itu kita
    ciptakan sendiri?"
     
    > Kenaikan gaji memang tidak perlu diminta. Karyawan bukan pengemis.
    Karyawan harus punya martabat. Supaya punya martabat, karyawan harus punya
    value. Agar punya value, dia harus memberi kontribusi baik. Ketika
    kontribusinya cukup baik, otomatis kesejahteraan atau kenaikan gaji pasti
    akan didapat tanpa perlu meminta-minta.
     
    > Bagaimana bila perusahaan tidak memperhatikan nasib karyawan yang
    mempunyai kontribusi baik? Gampang! Pergi saja dari perusahaan itu. Untuk
    karyawan high achiever dan berkontribusi bagus, pasti banyak perusahaan
    bersedia meminangnya.
     
    > Tapi yang namanya manusia, tidak semua seragam, tidak semua punya semangat
    sama. Karena itu, karyawan perusahaan dapat diklasifikasi dalam empat
    kelompok matriks.
     
    > Sebut saja matriks kanan atas. Karyawan kanan atas adalah kelompok
    karyawan berpotensi bagus dan tinggi komitmennya terhadap kerja. Mereka
    punya integritas dan sikap baik, sekaligus rajin dan pandai memanfaatkan
    kekuatannya. Karyawan semacam ini paling dicari perusahaan. Dia tak banyak
    diberi perintah, tidak perlu dibimbing, tidak harus diawasi ketat. Ibarat
    kambing, karyawan semacam ini akan mencari rumput sendiri ketika dilepas di
    kebun.
     
    > Bagi karyawan tipe ini, bekerja bukan beban, tapi ia menikmati sebagai
    pengembangan diri. Karyawan semacam ini termasuk karyawan high achiever.
    Mereka pasti mudah mencari kebun lain.
     
    > Berlawanan dengan jenis karyawan di atas, ada jenis karyawan dengan
    ekstrem lain. Karyawan dalam kelompok kiri bawah ini tidak memiliki komitmen
    terhadap kerja dan perusahaan. Dia tak punya potensi, sekaligus malas. Dia
    iri jika ada karyawan lain lebih maju karena berupaya lebih keras dan
    bekerja lebih cerdas. Sebagai kompensasi kekurangannya, karyawan kelompok
    ini biasanya sedikit bekerja banyak bicara.
     
    > Karyawan semacam ini sebaiknya dimasukkan ke tungku untuk dijadikan kayu
    bakar. Jenis kayu bakar adalah jenis karyawan "numpang hidup". Perusahaan
    akan menyesali mengapa menerima karyawan jenis ini. Dan bila karyawan ini
    mengajukan surat pengunduran diri, maka perusahaan akan segera melepas
    dengan senang hati.
     
    > Di antara kedua jenis kelompok karyawan di atas ada karyawan yang
    sebenarnya bagus, berpotensi, dan seharusnya bisa berprestasi. Tapi
    sayangnya karyawan kelompok ini malas. Mungkin karena sangat perhitungan
    dengan tenaga dan pikiran yang dikeluarkan. Karyawan jenis ini tidak butuh
    pelatihan. Dia hanya butuh disadarkan dan dibimbing untuk masuk kelompok
    kanan atas.
     
    > Sebaliknya ada juga kelompok karyawan yang rajin, mau melakukan semuanya,
    mau kerja keras, sayangnya mereka ini kurang pandai. Potensinya pas-pasan.
    Pimpinan harus sabar membimbing. Kalau orang lain cukup dilatih satu dua
    kali, karyawan jenis ini mungkin butuh pelatihan sepuluh kali.
     
    > Menjadi karyawan baik atau karyawan buruk adalah pilihan. Setiap karyawan
    mempunyai kebebasan untuk menentukan dirinya akan dihargai perusahaan atau
    tidak. Ukurannya sederhana, coba kita ukur sendiri apa reaksi perusahaan
    ketika kita mengajukan surat pengunduran diri. Kelompok kambing pasti akan
    ditahan, sementara kayu bakar akan segera dibuang.
     
    > Aricatur
     
    http://mobile.kontan.co.id/kopisabtupagi/read/111/Antara-kambing-dan-kayu-bakar
    > Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    > Transfer ke:
    > 1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP
    Otista
    > 2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL ,
    108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX

     

    Ridwan Hidayat Sastrawiria <rid1hidayat@gmail.com> Jun 24 06:45PM -0700 ^
     
    Sebenarnya tidak ada masalah dengan para komentator selama komentarnya
    merupakan bagian dari ekspresi pemikiran yang berakar pada terhadap
    masalah yang dikomentari. Permasalahannya adalah banyak (berarti tidak
    semua) komentar yang hanya 'copy paste' dari media massa. Terutama
    masalah yang nyerempet politik. Padahal, media massa yang ada,
    terutama media online dan TV -- kita tahu siapa berada di belakangnya,
    banyak menyampaikan berita sesuai sudut pandangnya saja sehingga fakta
    yang diungkap hanya yang sesuai dengan kepentingannya saja. Demikian
    pula dengan wawancara yang dikutip, hanya yang sesuai dengan premisnya
    saja sehingga cukup menyesatkan untuk dijadikan dasar kita berkomentar
    apalagi untuk di-copy paste.
    Wallahu a'lam...

     

--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
Loading...