Grup: http://groups.google.com/group/alumniUGM/topics
- (Personal Finance): Apakah Anda Sudah mempersiapkan diri untuk pensiun? [2 Pemutakhiran]
- Bls: [kagama] (condolence): Telah meninggal dunia Sandya Finnia mahasiswi komunikasi UGM 2006 [1 Pemutakhiran]
- Dr Gina Puspita, Deklarator Klub Taat Suami: Poligami Itu Bukan Suami yang Suruh [8 Pemutakhiran]
- (condolence): Telah meninggal dunia Sandya Finnia mahasiswikomunikasi UGM 2006 [10 Pemutakhiran]
- stress related to ourself [3 Pemutakhiran]
- FPKS : Walikota Menikah 4 Kali Tidak Apa-Apa AsalTakGanggu Tugas [1 Pemutakhiran]
- Rovicky Dwi Putrohari <rovicky@gmail.com> Jun 27 07:50AM +0700 ^
*Untuk Andi yang punya target biaya hidup Rp 10 juta per bulan, maka saldo
dana pensiun yang dibutuhkan sebesar Rp 9,5 miliar!*
Kalau 10 juta perbulan maka 9.5 milyar dipakai saja terus sampai habis akan
habis setelah hampir 80 tahun !
Memangnya mau hidup berapa tahun lagi .... Sing bodoh urusan pensiun sapa
sih ?
RDP
radagobloknyiapinpensiun
> Sudah siap untuk pensiun?
> Seorang teman mengatakan, ia jadi dokter karena sampai mati tidak bakal
pensiun. Saat mendengar itu, saya terhenyak, karena gaya hidup sekarang bisa
jadi hilang saat mencapai usia 55 tahun.
> Apa pun latar belakang Anda, saya yakin, semua tidak rela jika gaya hidup
modern yang dijalani terpaksa dipangkas akibat lalai mempersiapkan pensiun.
Daripada pusing, mari simak tulisan perencana keuangan ZAP Finance Prita
H.Ghozie, berikut ini!
> Langkah awal menuju pensiun
> Masa pensiun bisa jadi merupakan waktu terlama dalam hidup Anda tanpa
punya pekerjaan tetap dan penghasilan yang tetap. Berbeda dengan
merencanakan punya rumah misalnya, merencanakan pensiun sedikit lebih rumit,
karena keberhasilan perencanaan Anda tidak hanya tergantung dari berapa
saldo pundi-pundi yang terkumpul saat hari pensiun, tapi juga berapa banyak
yang Anda pakai setiap tahun di masa pensiun.
> *Sebuah riset dari bank asing mengungkap fenomena menarik bahwa orang Asia
tergolong orang yang paling masa bodoh urusan pensiun.* Jangka waktu yang
kita siapkan hanyalah 5 tahun. Jadi, pensiun usia 55 tahun, dana sudah habis
di usia 60 tahun. Pendahulu kita mungkin bisa mengandalkan keturunan untuk
mengurus mereka di masa pensiun. Sadarlah, zaman sudah berubah dan generasi
muda menghadapi tantangan hidup yang lebih berat.
> Langkah pertama, tentukan kapan Anda mau pensiun. Buat Anda yang karyawan,
usia 45-55 tahun bisa jadi pilihan. Sedangkan jika Anda adalah seorang
wirausaha atau pekerja profesi, mungkin berhenti bekerja secara langsung di
usia 60-65 tahun. Misal Andi, 35 tahun dan mau pensiun di usia 50 tahun,
maka Andi punya 15 tahun untuk mengumpulkan pundi pensiun.
> Setelah itu, tentukan berapa lama Anda berencana mendanai gaya hidup di
masa pensiun. Maksudnya, sampai usia berapa Anda berencana untuk mandiri
secara finansial dengan gaya hidup yang diinginkan. Target yang dipasang
biasanya antara usia 75-80 tahun, tergantung angka harapan hidup seseorang.
> Berikutnya adalah menentukan berapa kisaran biaya hidup yang diinginkan
saat Anda pensiun. Paling mudah menggunakan angka 100% dari biaya hidup masa
kini.
> Secara umum, biaya-biaya yang akan menurun saat pensiun adalah biaya
transportasi, biaya rumah tangga jika anak-anak sudah menikah dan tidak
menumpang orangtua. Adapun, biaya-biaya yang mungkin meningkat adalah biaya
kesehatan, berlibur, dan hadiah. Untuk Andi yang punya target biaya hidup Rp
10 juta per bulan, maka saldo dana pensiun yang dibutuhkan sebesar Rp 9,5
miliar!
> Bebas secara finansial
> Saran terbaik yang dapat diberikan adalah mencari penghasilan pasif untuk
menutup biaya hidup di masa pensiun. Sumber dana pensiun Anda saat ini
umumnya dari saldo JHT Jamsostek, saldo DPPK atau DPLK dari perusahaan, dan
tentu saja aset pribadi Anda.
> Secara statistik, mereka yang bisa hidup nyaman di masa pensiun adalah
mereka yang punya penghasilan pasif dari aset investasinya. Jika semua biaya
hidup di masa pensiun dapat tertutup oleh penghasilan pasif, maka Anda sudah
bebas secara finansial alias mencapai kondisi financial freedom.
> Aset likuid yang dapat memberikan penghasilan pasif contohnya adalah hidup
dari bagi hasil deposito, dan mengambil selisih keuntungan dari hasil
investasi reksadana atau pun saham. Jadi, modal dasar investasi tidak pernah
ditarik.
> Berkebalikan, jika Anda memilih untuk punya aset tidak likuid, seperti
properti. Usahakan agar aset ini produktif, seperti menjadikannya rumah
kost, rumah toko, perkebunan jati emas, atau sawah. Alternatif lain, punya
bisnis atau usaha yang dijalankan oleh orang lain, sehingga Anda mendapat
keuntungan tiap bulan.
> Dengan membaca artikel ini hingga habis, setidaknya Anda mulai terpikir
untuk merencanakan masa pensiun yang indah. Langkah berikutnya membuat
rencana pensiun, dan melakukan implementasi yang sesuai. Ingat, sebagian
dari penghasilan yang diperoleh saat ini merupakan hak untuk hidup sejahtera
di masa depan. Jadi, sudah siap untuk pensiun? Live a beautiful life!
> Prita H. Ghozie, Perencana Keuangan ZAP Finance
http://mobile.kontan.co.id/personalfinance/read/71187/Sudah-siap-untuk-pensiun
> Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
> Transfer ke:
> 1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP
Otista
> 2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL ,
108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
--
"Everybody is safety leader, You can stop any unsafe operation !"
- Nurcahya Priyonugroho <anung.pnugroho@gmail.com> Jun 27 08:26AM +0700 ^
> RDP
> radagobloknyiapinpensiun
*** Wah, kok nggak optimis sih? Berpikir positif dong, hahaha... Kalo masih
merasa goblok, yakinlah disini banyak yang bisa ngasih penjelasan. Mas RDP
kapan bersedia di-prospek? :-D
-Anung-
Topik: Bls: [kagama] (condolence): Telah meninggal dunia Sandya Finnia mahasiswi komunikasi UGM 2006
- sita suryawati <sithasuryawati@yahoo.co.id> Jun 27 09:20AM +0800 ^
Innanilahi wainaillahi rojiun...turut berdukacita ..semoga almarhumah khusnul khotimah,dan keluarga yg ditinggalkan diberi ketabahan....amien...
Hati2 ...akhir2 ini banyak penjambretan di malam hari... yg menjadi sasaran adalah pengendara motor wanita....tetanggaku juga mengalami hal yg sama,sampai gadis ini luka2 parah...
Salam,
Sita
Pada Ming, 26 Jun 2011 21:19 ICT Sulastama Raharja menulis:
- Rovicky Dwi Putrohari <rovicky@gmail.com> Jun 27 07:38AM +0700 ^
Btw, perempuan yang baik itu taat suami atau taat Allah ?
RDP
--------------------------------
Minggu, 26 Juni 2011 | 04:42 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Deklarasi Klub Taat Suami yang dicanangkan
oleh Kelompok Global Ikhwan di sebuah restoran di kawasan Kebayoran
Baru, Jakarta Selatan, pada 18 Juni lalu menuai pro-kontra. Kalangan
pria yang memiliki keistimewaan menikah lagi merasa mendapat angin
segar dengan ajaran klub ini bahwa istri selayaknya harus menaati
suami, termasuk ketika suaminya menikah lagi. Namun banyak juga yang
menolak deklarasi klub, terutama para istri dan kalangan feminis yang
memandang klub ini telah merendahkan perempuan.
"Kami hanya ingin berbagi pengalaman bahwa di Global Ikhwan ada cara
mendidik suami, mendidik istri dan anak-anak. Kami membagi bagaimana
melaksanakan perintah Tuhan untuk taat. Di mana merendahkannya?" kata
Gina Puspita, Ketua Klub Taat Suami Indonesia, Rabu lalu.
Kecaman terhadap klub ini makin kencang manakala seorang pengurusnya
mengatakan agar para istri melayani hasrat seksual suaminya seperti
pelacur melayani pelanggannya demi menghindari perselingkuhan. Klub
ini dituding menyamakan istri dengan pelacur dan urusan pernikahan
hanya sebatas ranjang. "Kita melayani suami karena Tuhan, maka kita
berbuat seperti orang yang melayani orang lain karena uang, tapi bukan
menyamakan seperti pelacur," ujar Gina, yang menjabat Ibu Global
Ikhwan untuk wilayah Sumatera I, yang melingkupi seluruh Sumatera
kecuali Medan dan Aceh.
Global Ikhwan didirikan oleh Abuya Asaari Muhammad Tamimi, yang pernah
mengaku mendatangkan tsunami Aceh pada 26 Desember 2004. Saat berdiri
pada 1968, namanya adalah Darul Arqam, lalu berubah menjadi Rufaqa
lantaran dianggap sesat oleh pemerintah Malaysia dan akhirnya berubah
lagi menjadi Global Ikhwan. Pusat perkumpulan ini sekarang di Haramain
(Tanah Suci) Mekah dan Madinah, Arab Saudi, setelah bertahun-tahun
berada di Malaysia. Cabang-cabangnya ada di Indonesia, Malaysia,
Yordania, Suriah, Mesir, Eropa, dan Australia. Anggotanya diprediksi
mencapai 10 ribu jiwa di seluruh dunia. Di Indonesia, Gina
memperkirakan ada 500 keluarga.
Tempo berkesempatan melihat geliat roda bisnis Global Ikhwan berjalan.
Di Jakarta, Global Ikhwan menyewa sebelas rumah toko di Plaza Niaga II
Blok E 9-21 Sentul City, Bogor. Di sini, aktivitas yang ada adalah
homestay, penerbitan, minimarket, rumah produksi, rumah kebajikan
(rumah amal), asrama untuk santri perempuan dan laki-laki, usaha air
isi ulang, kafetaria, klinik gigi dan salon, serta sekolah taman
kanak-kanak. Tak jauh dari plaza, di kawasan Victory, Global Ikhwan
menjalankan usaha binatu, toko roti, dan penjahitan pakaian.
Saat melayani wawancara dengan Istiqomatul Hayati dan fotografer
Wisnu, Gina didampingi oleh Siti Fauzah, ibu untuk Jawa I (Pulau Jawa
dan Pontianak); Nunung Saleh Ibrahim, Ketua Yayasan Global Ikhwan;
Sofiah Duleh, ibu untuk Pekanbaru; dan Khadijah Duleh, ibu untuk
Global Ikhwan Sentul.
Apa respons dari pendeklarasian Klub Taat Suami ini?
Setelah peluncuran, banyak yang datang, dari tokoh-tokoh Islam, MUI,
konglomerat, dan pemerintah. Dari kantor Wali Kota Jakarta Selatan
datang meminta agar Klub Taat Suami bisa membagi cerita dengan ibu-ibu
PKK. Responsnya bagus sampai sekarang. Orang-orang banyak yang
bertanya konsep taat suami itu seperti apa.
Bagaimana Anda menanggapi kalangan yang kontra?
Saya rasa itu karena beberapa sebab. Pertama, mungkin mereka tidak
memahami konsep taat yang kami pahami. Dan bagi kalangan feminis,
konsep taat itu menjadi asing. Islam itu awalnya asing dan kembali
menjadi asing. Bukan saja soal taat. Waktu saya pakai jilbab pada
1982, hebohnya luar biasa. Tapi lihatlah sekarang, jilbab bukan suatu
yang aneh. Sebenarnya, kalau kita masuk ke perusahaan, ada bos,
pemiliknya. Kita yang jadi stafnya itu taat. Ketaatan itu maksudnya
bukan sesuatu status yang merendahkan martabat.
Bukankah seharusnya muslim hanya taat kepada Allah?
Bukti seorang taat kepada Allah, dia terima semua aturan-Nya.
Prinsipnya, kita berbuat baik pada orang karena iman. Begitu juga taat
kepada suami. Bukan suami yang suruh, tapi Allah yang suruh.
Apa maksud pernyataan bahwa istri yang tidak taat, tidak menghiburkan
bisa menjadi sumber kerusakan masyarakat?
Bahwa istri yang baik tapi tidak bisa melayani suaminya akan membuat
suaminya pulang dengan wajah kusut. Apalagi jika istrinya bermasalah,
padahal seharusnya istri itu menjadi tiang negara. Kalau yang
mengalami masalah rumah tangga ini adalah para pemimpin dunia, maka
sudah tentu merugi, tapi itu bukan berarti istri menjadi biang
kerusakan masyarakat karena sebenarnya sumber kerusakan itu karena
manusia sudah kehilangan moral. Suami pun, sebelum dia membimbing
istrinya menjadi lebih baik, harus taat dulu kepada Allah dan bersikap
baik. Kenapa kami terfokus pada ketaatan istri karena ini klub
perempuan, maka yang dibicarakan masalah perempuan.
Apa tanggapan Anda ketika klub ini dituding merendahkan martabat perempuan?
Saya pikir ketika kita melayani suami kita dengan dasar cinta, itu
bukan merendahkan martabat. Kami hanya ingin berbagi pengalaman meski
kami masih jauh dari sempurna, bahwa sejak Global Ikhwan berdiri
(1968) ada cara mendidik suami, mendidik istri dan dan anak-anak. Kami
bahagia, tidak ada krisis. Kami membagi pengalaman yang sudah ada
hasilnya bagaimana kami melaksanakan perintah Tuhan untuk taat, karena
akhirnya seperti kami, Allah memberikan balas jasa kepada kita. Di
mana merendahkannya? Di sini (Global Ikhwan), 50 persen penggerak
perusahaan adalah perempuan. Kalaupun ada komentar (negatif), itu
karena informasi yang belum sampai. Ini sebuah ajaran Tuhan, bukan
teori baru.
Sebenarnya apa konsep taat dalam definisi Klub Taat Suami ini?
Dalam rumah tangga, sudah Tuhan katakan bahwa pria itu pemimpin bagi
perempuan. Suami yang baik, bukti bahwa dia taat kepada Allah, dia
adalah yang berakhlak baik. Begitu juga istri. Kalau dia taat kepada
Allah, dia akan mengikuti suami. Rasulullah sendiri mengatakan
perempuan itu di (hari) akhir akan dilihat empat hal: salat, puasa,
menjaga marwah dirinya, yang keempat akan ditanya tingkat ketaatan
pada suami.
Kenapa konsep ketaatan itu hanya dibebankan kepada istri. Bagaimana
jika suaminya tidak taat kepada Allah?
Kalau begitu, mesti ditanya mengapa dulu mereka menikah. Kalau suami
tidak taat kepada Allah, kita tidak wajib taat. Hanya, kadang
penyelesaiannya akan kami panggil kedua belah pihak untuk konseling,
mendekatkan suaminya kepada Allah. Kadang suaminya menjadi ganas
karena istrinya. Jadi kita lihat keduanya.
Definisi taat ini sampai seberapa jauh?
Kami ingin 100 persen taat. Ketaatan tentulah ada dalam aspek
kehidupan. Misalnya mau makan, suami mau sup, kita ingin sayur asam.
Apa salahnya kita sediakan sup. Kalau sudah berumah tangga lama, kita
juga akan bersenang hati melayani orang yang kita cintai. Dan begitu
juga tentang hubungan seksual. Kalau orang-orang memberikan layanan
kepada lelaki hanya untuk cari uang, dia melayaninya dengan begitu
rupa, luar biasa, yang membuat orang datang lagi-datang lagi sampai
ketagihan. Kenapa kita tidak juga melayani (seperti itu terhadap suami
sendiri)? Ini bukanlah menyamakan istri sama dengan pelacur. Ada
aturannya, apa yang tidak boleh jangan dikerjakan.
Artinya perempuan tidak punya hak untuk mengekspresikan keinginan seksualnya?
Kita bicara tentang taat kepada Allah, maka Allah yang terbaik. Bila
seorang istri ketika menikah, maka suaminya terima nikahnya, dia yang
bayar mahar. Artinya dalam berumah tangga yang raja itu suami. Jadi
dalam aturan itu pasti ada hikmahnya. Allah itu baik. Kalau kita
melayani suami menurut selera suami, nanti Tuhan akan berikan kepada
kita nikmat lebih hebat dari perempuan lain yang ingin memuaskan diri
sendiri.
Ketaatan ini termasuk mengikhlaskan ketika suami ingin menikah lagi?
Ya. Awalnya kan ketaatan pada Tuhan, bukan karena suami suruh.
Artinya, kalau kita taat kepada Allah, kita harus terima seluruh
perintah Allah yang dibolehkan. Poligami termasuk yang dibolehkan
Allah. Itu kita harus menyetujuinya. Makanya saya geli kalau ada yang
bilang korban poligami (tertawa). Kalau kami ini bukan korban, kami
ini pejuang poligami.
Ada standar ganda di sini: berupaya agar suami tidak melirik perempuan
lain dan menyetujui suami berpoligami....
Itu betul, suami tidak melirik orang lain. Makanya dia tidak pernah
menyatakan mau poligami. Dalam Global Ikhwan tidak ada pria yang
bilang saya mau poligami. Pernikahan di Global Ikhwan itu perkawinan
yang dirancang. Begitu pula poligami. Kami ada Departemen Keluarga dan
Kesejahteraan yang mengurusi monogami dan poligami. Di situ mengurus,
selain agar mendapatkan kecocokan antarpasangan, tapi juga akan
memperkuat perjuangan Islam. Jadi, suami-suami yang sudah dididik
untuk takut kepada Allah, mereka tidak terpikir menikah lagi karena
takut akan amanah. Departemen ini mengurus madu-madu juga. Departemen
ini juga yang memperkenalkan saya dengan madu saya.
Bagaimana perasaan Anda ketika menikahkan suami Anda dengan perempuan lain?
Fauzah: Perasaan kami tentu rasa sakit itu ada, tapi kami tahu sakit
itu apa. Tapi kami tahu ada obatnya. Ini seperti ujian naik kelas.
Kalau poligami itu bukan sesuatu yang baik, tentu para nabi dan rasul
tidak akan poligami. Padahal mereka adalah orang-orang yang paling
tinggi ketakwaannya.
Selama ini pijakan poligami adalah Surat Annisa ayat 3. Tapi pada ayat
129 disebutkan bahwa sesungguhnya manusia itu tidak bisa berbuat
adil....
Islam itu meletakkan sesuatu pada tepatnya. Adil yang paling tinggi
adalah meletakkan Allah sebagai Tuhan. Dalam konsep adil yang utama
dari suami, dia harus bisa menempatkan Allah sebagai Tuhannya. Bila
itu sudah dapat, pernikahan akan bahagia dengan sendirinya.
Ayat 129 itu menunjukkan Allah menyukai monogami?
Kan diizinkan mengambil istri kedua, ketiga, keempat. Kalau enggak
mampu, satu. Jadi sebetulnya istri satu ini emergency. Saya katakan
tadi ini sebuah pengalaman. Kami lihat Abuya dengan 4 istri, 40 anak,
200 cucu, pernikahan rukun, karena semua mengambil Tuhan sebagai
pemimpin. Itu kuncinya.
Bukankah Rasulullah pernah mengadu kepada Allah kalau dia tidak
sanggup berbuat adil?
Saya rasa yang Rasulullah kata soal perasaan dia yang khusus kepada
Aisyah dibanding kepada istri-istri yang lain. Kecenderungan hati itu
disetujui oleh istri-istri yang lain karena Siti Aisyah diberi
keistimewaan, dia yang paling bertakwa. Waktu dengan Aisyah,
Rasulullah mendapatkan wahyu, lalu Aisyah mendapatkan pembelaan dari
Allah.
Bisakah dideskripsikan kebahagiaan Anda ketika masih monogami dan kini poligami?
Fauzah: Saat monogami itu hidup, ya, begitu-begitu saja. Tidak ada
tantangan apa-apa. Seperti orang tidak pernah masuk mal yang dingin,
tentu dia akan bilang belanja di Blok M itu sudah paling oke. Tapi,
ketika ditawarkan mal lain, dia akan lihat memang ada mal dingin.
Begitu juga ketika poligami, ternyata ada ya kehidupan ini. Jadi,
makin kita taat kepada Allah, makin akan dibukakan pintu-pintu yang
kita tidak pernah tahu.
Kalau Anda merasa cinta suami Anda terbesar untuk Anda, bagaimana
dengan istri kedua, ketiga, dan keempat yang seakan menjadi pelengkap?
Kalau kita sudah cinta Allah, itu memang semua indah. Pengorbanan itu
terbayar. Dan, dalam perjalanannya itu, kami terheran-heran bagaimana
Allah membalas. Ada kebaikan yang banyak dalam poligami. Kami
tiba-tiba merasa rindu dengan madu kami. Kayak adik-beradik. Satu
rumah.
Apa saja yang diajarkan dalam Global Ikhwan?
Kami mengajarkan paling tidak ada satu paket seperti halnya Rasulullah
mengajarkan salat setelah sebelas tahun kenabian. Begitu pula pola
didikan yang ada dalam Global Ikhwan ini, terutama kepada orang yang
taat kepada Allah. Ada praktek membimbing salat. Kemudian diajarkan
bagaimana berumah tangga. Dan memang ada pengenalan tentang hubungan
suami-istri yang menurut tata cara aturan. Tapi tampaknya orang sangat
tertarik tentang hal itu karena sebelumnya pendidikan soal seks
ditutup. Tabu. Padahal dalam Islam ada kok dan halal.
Jika ada klub taat suami, apakah di Global Ikhwan juga ada klub
memperlakukan istri dengan baik?
Oh, ya. Kami kan mengajarkan paket, jadi bukan hanya perempuan.
Apakah di Global Ikhwan anak-anak diajarkan kursus pernikahan?
Kami sudah mengajarkan sejak mereka masih kecil. Kalau anak-anak
ditanya oleh kami apakah mau poligami kelak, mereka menjawab, "Mau."
Ini kan yang Allah bolehkan dan dicontohkan oleh Rasulullah. Jadi ini
sudah ada di benak mereka saat kecil.
Global Ikhwan sendiri selama ini bergerak di bidang apa?
Kami bergerak di semua bidang. Ada kesehatan, pendidikan,
kesejahteraan, dan lain-lain. Di Malaysia ada pabrik makanan,
restoran, dan lain-lain.
Bagaimana anak-anak Global Ikhwan mendapat pendidikan?
Ya di sini. Kami ada homeschooling. Mereka belajar di sini sampai
mereka mahir, jadi langsung aplikatif. Kalau mereka ingin meneruskan
ke sekolah formal dengan kuliah, bisa juga. Kalau dia sudah ada
keahlian, sudah langsung masuk ke proyek.
BIODATA
NAMA:
Dr Gina Puspita
KELAHIRAN:
Bogor, 8 September 1963
SUAMI:
DR Ing Abdurrahman Riesdam Effendi (mempunyai tiga anak)
PEKERJAAN:
Dosen, Ibu Global Ikhwan wilayah Sumatera I
PENDIDIKAN:
- Bahasa Prancis dan adaptasi sistem pendidikan Prancis di Formation
International de l'Aeronaetique et Spatiale, Toulouse, Prancis
(1982-1983)
- Sarjana teknik di Paul Sabatier University, Toulouse, Prancis (1983-1987)
- Dipl. Ing dan DEA di Teknik Penerbangan (konstruksi pesawat udara)
di Ecole National Superieure de l'Aeronautique et de l'Escape,
Toulouse, Prancis (1987-1989)
- Doktor teknik penerbangan di Ecole National Superieure de
l'Aeronautique et de l'Escape (1989-1993)
KARIER:
- Supervisor mahasiswa Teknik Mesin dan Teknik Penerbangan di
Universitas Prancis untuk Pengembangan Struktur Analisis,
ENSAE-Prancis (1990-1993)
- Dosen tamu di Teknik Penerbangan Institut Teknologi Bandung (1994-2000)
- Dosen Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Surakarta (1996-sekarang)
- Kepala Departemen Optimisasi Struktur Divisi Penelitian dan
Pengembangan Kedirgantaraan PT Industri Pesawat Terbang Nusantara
(1993-2003)
BUKU:
Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dalam Islam bersama
Riesdam Effendi (2006)
PENGHARGAAN:
- Pelajar teladan tingkat sekolah menengah atas se-Provinsi Jawa Barat (1982)
- Medali emas dari Kementerian Industri Prancis (1989)
- Penghargaan Perempuan Teknologi Muslim Terbaik (2000)
--
"Everybody is safety leader, You can stop any unsafe operation !"
- umigita@gmail.com Jun 27 01:06AM ^
Kalo soal excellent service sih,jelas harus...'Being bitchy for my husband'.
Tapi kalo soal poligami,
Itu silahkan asal bukan saya.
Salam,
Umi gita
Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message-----
From: Rovicky Dwi Putrohari <rovicky@gmail.com>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Mon, 27 Jun 2011 07:38:07
To: alumniUGM<alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: [kagama] Dr Gina Puspita, Deklarator Klub Taat Suami: Poligami Itu
Bukan Suami yang Suruh
Btw, perempuan yang baik itu taat suami atau taat Allah ?
RDP
--------------------------------
Minggu, 26 Juni 2011 | 04:42 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Deklarasi Klub Taat Suami yang dicanangkan
oleh Kelompok Global Ikhwan di sebuah restoran di kawasan Kebayoran
Baru, Jakarta Selatan, pada 18 Juni lalu menuai pro-kontra. Kalangan
pria yang memiliki keistimewaan menikah lagi merasa mendapat angin
segar dengan ajaran klub ini bahwa istri selayaknya harus menaati
suami, termasuk ketika suaminya menikah lagi. Namun banyak juga yang
menolak deklarasi klub, terutama para istri dan kalangan feminis yang
memandang klub ini telah merendahkan perempuan.
"Kami hanya ingin berbagi pengalaman bahwa di Global Ikhwan ada cara
mendidik suami, mendidik istri dan anak-anak. Kami membagi bagaimana
melaksanakan perintah Tuhan untuk taat. Di mana merendahkannya?" kata
Gina Puspita, Ketua Klub Taat Suami Indonesia, Rabu lalu.
Kecaman terhadap klub ini makin kencang manakala seorang pengurusnya
mengatakan agar para istri melayani hasrat seksual suaminya seperti
pelacur melayani pelanggannya demi menghindari perselingkuhan. Klub
ini dituding menyamakan istri dengan pelacur dan urusan pernikahan
hanya sebatas ranjang. "Kita melayani suami karena Tuhan, maka kita
berbuat seperti orang yang melayani orang lain karena uang, tapi bukan
menyamakan seperti pelacur," ujar Gina, yang menjabat Ibu Global
Ikhwan untuk wilayah Sumatera I, yang melingkupi seluruh Sumatera
kecuali Medan dan Aceh.
Global Ikhwan didirikan oleh Abuya Asaari Muhammad Tamimi, yang pernah
mengaku mendatangkan tsunami Aceh pada 26 Desember 2004. Saat berdiri
pada 1968, namanya adalah Darul Arqam, lalu berubah menjadi Rufaqa
lantaran dianggap sesat oleh pemerintah Malaysia dan akhirnya berubah
lagi menjadi Global Ikhwan. Pusat perkumpulan ini sekarang di Haramain
(Tanah Suci) Mekah dan Madinah, Arab Saudi, setelah bertahun-tahun
berada di Malaysia. Cabang-cabangnya ada di Indonesia, Malaysia,
Yordania, Suriah, Mesir, Eropa, dan Australia. Anggotanya diprediksi
mencapai 10 ribu jiwa di seluruh dunia. Di Indonesia, Gina
memperkirakan ada 500 keluarga.
Tempo berkesempatan melihat geliat roda bisnis Global Ikhwan berjalan.
Di Jakarta, Global Ikhwan menyewa sebelas rumah toko di Plaza Niaga II
Blok E 9-21 Sentul City, Bogor. Di sini, aktivitas yang ada adalah
homestay, penerbitan, minimarket, rumah produksi, rumah kebajikan
(rumah amal), asrama untuk santri perempuan dan laki-laki, usaha air
isi ulang, kafetaria, klinik gigi dan salon, serta sekolah taman
kanak-kanak. Tak jauh dari plaza, di kawasan Victory, Global Ikhwan
menjalankan usaha binatu, toko roti, dan penjahitan pakaian.
Saat melayani wawancara dengan Istiqomatul Hayati dan fotografer
Wisnu, Gina didampingi oleh Siti Fauzah, ibu untuk Jawa I (Pulau Jawa
dan Pontianak); Nunung Saleh Ibrahim, Ketua Yayasan Global Ikhwan;
Sofiah Duleh, ibu untuk Pekanbaru; dan Khadijah Duleh, ibu untuk
Global Ikhwan Sentul.
Apa respons dari pendeklarasian Klub Taat Suami ini?
Setelah peluncuran, banyak yang datang, dari tokoh-tokoh Islam, MUI,
konglomerat, dan pemerintah. Dari kantor Wali Kota Jakarta Selatan
datang meminta agar Klub Taat Suami bisa membagi cerita dengan ibu-ibu
PKK. Responsnya bagus sampai sekarang. Orang-orang banyak yang
bertanya konsep taat suami itu seperti apa.
Bagaimana Anda menanggapi kalangan yang kontra?
Saya rasa itu karena beberapa sebab. Pertama, mungkin mereka tidak
memahami konsep taat yang kami pahami. Dan bagi kalangan feminis,
konsep taat itu menjadi asing. Islam itu awalnya asing dan kembali
menjadi asing. Bukan saja soal taat. Waktu saya pakai jilbab pada
1982, hebohnya luar biasa. Tapi lihatlah sekarang, jilbab bukan suatu
yang aneh. Sebenarnya, kalau kita masuk ke perusahaan, ada bos,
pemiliknya. Kita yang jadi stafnya itu taat. Ketaatan itu maksudnya
bukan sesuatu status yang merendahkan martabat.
Bukankah seharusnya muslim hanya taat kepada Allah?
Bukti seorang taat kepada Allah, dia terima semua aturan-Nya.
Prinsipnya, kita berbuat baik pada orang karena iman. Begitu juga taat
kepada suami. Bukan suami yang suruh, tapi Allah yang suruh.
Apa maksud pernyataan bahwa istri yang tidak taat, tidak menghiburkan
bisa menjadi sumber kerusakan masyarakat?
Bahwa istri yang baik tapi tidak bisa melayani suaminya akan membuat
suaminya pulang dengan wajah kusut. Apalagi jika istrinya bermasalah,
padahal seharusnya istri itu menjadi tiang negara. Kalau yang
mengalami masalah rumah tangga ini adalah para pemimpin dunia, maka
sudah tentu merugi, tapi itu bukan berarti istri menjadi biang
kerusakan masyarakat karena sebenarnya sumber kerusakan itu karena
manusia sudah kehilangan moral. Suami pun, sebelum dia membimbing
istrinya menjadi lebih baik, harus taat dulu kepada Allah dan bersikap
baik. Kenapa kami terfokus pada ketaatan istri karena ini klub
perempuan, maka yang dibicarakan masalah perempuan.
Apa tanggapan Anda ketika klub ini dituding merendahkan martabat perempuan?
Saya pikir ketika kita melayani suami kita dengan dasar cinta, itu
bukan merendahkan martabat. Kami hanya ingin berbagi pengalaman meski
kami masih jauh dari sempurna, bahwa sejak Global Ikhwan berdiri
(1968) ada cara mendidik suami, mendidik istri dan dan anak-anak. Kami
bahagia, tidak ada krisis. Kami membagi pengalaman yang sudah ada
hasilnya bagaimana kami melaksanakan perintah Tuhan untuk taat, karena
akhirnya seperti kami, Allah memberikan balas jasa kepada kita. Di
mana merendahkannya? Di sini (Global Ikhwan), 50 persen penggerak
perusahaan adalah perempuan. Kalaupun ada komentar (negatif), itu
karena informasi yang belum sampai. Ini sebuah ajaran Tuhan, bukan
teori baru.
Sebenarnya apa konsep taat dalam definisi Klub Taat Suami ini?
Dalam rumah tangga, sudah Tuhan katakan bahwa pria itu pemimpin bagi
perempuan. Suami yang baik, bukti bahwa dia taat kepada Allah, dia
adalah yang berakhlak baik. Begitu juga istri. Kalau dia taat kepada
Allah, dia akan mengikuti suami. Rasulullah sendiri mengatakan
perempuan itu di (hari) akhir akan dilihat empat hal: salat, puasa,
menjaga marwah dirinya, yang keempat akan ditanya tingkat ketaatan
pada suami.
Kenapa konsep ketaatan itu hanya dibebankan kepada istri. Bagaimana
jika suaminya tidak taat kepada Allah?
Kalau begitu, mesti ditanya mengapa dulu mereka menikah. Kalau suami
tidak taat kepada Allah, kita tidak wajib taat. Hanya, kadang
penyelesaiannya akan kami panggil kedua belah pihak untuk konseling,
mendekatkan suaminya kepada Allah. Kadang suaminya menjadi ganas
karena istrinya. Jadi kita lihat keduanya.
Definisi taat ini sampai seberapa jauh?
Kami ingin 100 persen taat. Ketaatan tentulah ada dalam aspek
kehidupan. Misalnya mau makan, suami mau sup, kita ingin sayur asam.
Apa salahnya kita sediakan sup. Kalau sudah berumah tangga lama, kita
juga akan bersenang hati melayani orang yang kita cintai. Dan begitu
juga tentang hubungan seksual. Kalau orang-orang memberikan layanan
kepada lelaki hanya untuk cari uang, dia melayaninya dengan begitu
rupa, luar biasa, yang membuat orang datang lagi-datang lagi sampai
ketagihan. Kenapa kita tidak juga melayani (seperti itu terhadap suami
sendiri)? Ini bukanlah menyamakan istri sama dengan pelacur. Ada
aturannya, apa yang tidak boleh jangan dikerjakan.
Artinya perempuan tidak punya hak untuk mengekspresikan keinginan seksualnya?
Kita bicara tentang taat kepada Allah, maka Allah yang terbaik. Bila
seorang istri ketika menikah, maka suaminya terima nikahnya, dia yang
bayar mahar. Artinya dalam berumah tangga yang raja itu suami. Jadi
dalam aturan itu pasti ada hikmahnya. Allah itu baik. Kalau kita
melayani suami menurut selera suami, nanti Tuhan akan berikan kepada
kita nikmat lebih hebat dari perempuan lain yang ingin memuaskan diri
sendiri.
Ketaatan ini termasuk mengikhlaskan ketika suami ingin menikah lagi?
Ya. Awalnya kan ketaatan pada Tuhan, bukan karena suami suruh.
Artinya, kalau kita taat kepada Allah, kita harus terima seluruh
perintah Allah yang dibolehkan. Poligami termasuk yang dibolehkan
Allah. Itu kita harus menyetujuinya. Makanya saya geli kalau ada yang
bilang korban poligami (tertawa). Kalau kami ini bukan korban, kami
ini pejuang poligami.
Ada standar ganda di sini: berupaya agar suami tidak melirik perempuan
lain dan menyetujui suami berpoligami....
Itu betul, suami tidak melirik orang lain. Makanya dia tidak pernah
menyatakan mau poligami. Dalam Global Ikhwan tidak ada pria yang
bilang saya mau poligami. Pernikahan di Global Ikhwan itu perkawinan
yang dirancang. Begitu pula poligami. Kami ada Departemen Keluarga dan
Kesejahteraan yang mengurusi monogami dan poligami. Di situ mengurus,
selain agar mendapatkan kecocokan antarpasangan, tapi juga akan
memperkuat perjuangan Islam. Jadi, suami-suami yang sudah dididik
untuk takut kepada Allah, mereka tidak terpikir menikah lagi karena
takut akan amanah. Departemen ini mengurus madu-madu juga. Departemen
ini juga yang memperkenalkan saya dengan madu saya.
Bagaimana perasaan Anda ketika menikahkan suami Anda dengan perempuan lain?
Fauzah: Perasaan kami tentu rasa sakit itu ada, tapi kami tahu sakit
itu apa. Tapi kami tahu ada obatnya. Ini seperti ujian naik kelas.
Kalau poligami itu bukan sesuatu yang baik, tentu para nabi dan rasul
tidak akan poligami. Padahal mereka adalah orang-orang yang paling
tinggi ketakwaannya.
Selama ini pijakan poligami adalah Surat Annisa ayat 3. Tapi pada ayat
129 disebutkan bahwa sesungguhnya manusia itu tidak bisa berbuat
adil....
Islam itu meletakkan sesuatu pada tepatnya. Adil yang paling tinggi
adalah meletakkan Allah sebagai Tuhan. Dalam konsep adil yang utama
dari suami, dia harus bisa menempatkan Allah sebagai Tuhannya. Bila
itu sudah dapat, pernikahan akan bahagia dengan sendirinya.
Ayat 129 itu menunjukkan Allah menyukai monogami?
Kan diizinkan mengambil istri kedua, ketiga, keempat. Kalau enggak
mampu, satu. Jadi sebetulnya istri satu ini emergency. Saya katakan
tadi ini sebuah pengalaman. Kami lihat Abuya dengan 4 istri, 40 anak,
200 cucu, pernikahan rukun, karena semua mengambil Tuhan sebagai
pemimpin. Itu kuncinya.
Bukankah Rasulullah pernah mengadu kepada Allah kalau dia tidak
sanggup berbuat adil?
Saya rasa yang Rasulullah kata soal perasaan dia yang khusus kepada
Aisyah dibanding kepada istri-istri yang lain. Kecenderungan hati itu
disetujui oleh istri-istri yang lain karena Siti Aisyah diberi
keistimewaan, dia yang paling bertakwa. Waktu dengan Aisyah,
Rasulullah mendapatkan wahyu, lalu Aisyah mendapatkan pembelaan dari
Allah.
Bisakah dideskripsikan kebahagiaan Anda ketika masih monogami dan kini poligami?
Fauzah: Saat monogami itu hidup, ya, begitu-begitu saja. Tidak ada
tantangan apa-apa. Seperti orang tidak pernah masuk mal yang dingin,
tentu dia akan bilang belanja di Blok M itu sudah paling oke. Tapi,
ketika ditawarkan mal lain, dia akan lihat memang ada mal dingin.
Begitu juga ketika poligami, ternyata ada ya kehidupan ini. Jadi,
makin kita taat kepada Allah, makin akan dibukakan pintu-pintu yang
kita tidak pernah tahu.
Kalau Anda merasa cinta suami Anda terbesar untuk Anda, bagaimana
dengan istri kedua, ketiga, dan keempat yang seakan menjadi pelengkap?
Kalau kita sudah cinta Allah, itu memang semua indah. Pengorbanan itu
terbayar. Dan, dalam perjalanannya itu, kami terheran-heran bagaimana
Allah membalas. Ada kebaikan yang banyak dalam poligami. Kami
tiba-tiba merasa rindu dengan madu kami. Kayak adik-beradik. Satu
rumah.
Apa saja yang diajarkan dalam Global Ikhwan?
Kami mengajarkan paling tidak ada satu paket seperti halnya Rasulullah
mengajarkan salat setelah sebelas tahun kenabian. Begitu pula pola
didikan yang ada dalam Global Ikhwan ini, terutama kepada orang yang
taat kepada Allah. Ada praktek membimbing salat. Kemudian diajarkan
bagaimana berumah tangga. Dan memang ada pengenalan tentang hubungan
suami-istri yang menurut tata cara aturan. Tapi tampaknya orang sangat
tertarik tentang hal itu karena sebelumnya pendidikan soal seks
ditutup. Tabu. Padahal dalam Islam ada kok dan halal.
Jika ada klub taat suami, apakah di Global Ikhwan juga ada klub
memperlakukan istri dengan baik?
Oh, ya. Kami kan mengajarkan paket, jadi bukan hanya perempuan.
Apakah di Global Ikhwan anak-anak diajarkan kursus pernikahan?
Kami sudah mengajarkan sejak mereka masih kecil. Kalau anak-anak
ditanya oleh kami apakah mau poligami kelak, mereka menjawab, "Mau."
Ini kan yang Allah bolehkan dan dicontohkan oleh Rasulullah. Jadi ini
sudah ada di benak mereka saat kecil.
Global Ikhwan sendiri selama ini bergerak di bidang apa?
Kami bergerak di semua bidang. Ada kesehatan, pendidikan,
kesejahteraan, dan lain-lain. Di Malaysia ada pabrik makanan,
restoran, dan lain-lain.
Bagaimana anak-anak Global Ikhwan mendapat pendidikan?
Ya di sini. Kami ada homeschooling. Mereka belajar di sini sampai
mereka mahir, jadi langsung aplikatif. Kalau mereka ingin meneruskan
ke sekolah formal dengan kuliah, bisa juga. Kalau dia sudah ada
keahlian, sudah langsung masuk ke proyek.
BIODATA
NAMA:
Dr Gina Puspita
KELAHIRAN:
Bogor, 8 September 1963
SUAMI:
DR Ing Abdurrahman Riesdam Effendi (mempunyai tiga anak)
PEKERJAAN:
Dosen, Ibu Global Ikhwan wilayah Sumatera I
PENDIDIKAN:
- Bahasa Prancis dan adaptasi sistem pendidikan Prancis di Formation
International de l'Aeronaetique et Spatiale, Toulouse, Prancis
(1982-1983)
- Sarjana teknik di Paul Sabatier University, Toulouse, Prancis (1983-1987)
- Dipl. Ing dan DEA di Teknik Penerbangan (konstruksi pesawat udara)
di Ecole National Superieure de l'Aeronautique et de l'Escape,
Toulouse, Prancis (1987-1989)
- Doktor teknik penerbangan di Ecole National Superieure de
l'Aeronautique et de l'Escape (1989-1993)
KARIER:
- Supervisor mahasiswa Teknik Mesin dan Teknik Penerbangan di
Universitas Prancis untuk Pengembangan Struktur Analisis,
ENSAE-Prancis (1990-1993)
- Dosen tamu di Teknik Penerbangan Institut Teknologi Bandung (1994-2000)
- Dosen Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Surakarta (1996-sekarang)
- Kepala Departemen Optimisasi Struktur Divisi Penelitian dan
Pengembangan Kedirgantaraan PT Industri Pesawat Terbang Nusantara
(1993-2003)
BUKU:
Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dalam Islam bersama
Riesdam Effendi (2006)
PENGHARGAAN:
- Pelajar teladan tingkat sekolah menengah atas se-Provinsi Jawa Barat (1982)
- Medali emas dari Kementerian Industri Prancis (1989)
- Penghargaan Perempuan Teknologi Muslim Terbaik (2000)
--
"Everybody is safety leader, You can stop any unsafe operation !"
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
- indriani_fb@yahoo.com Jun 27 12:58AM ^
Pagi pagi suguhannya ttg poligami pak RDP,, sarapannya ga enak,,
Pusing saya,, saya pribadi lebih memilih poliandri daripada poligami hehehe
Salam
Indriani
Gizi Kesehatan05
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
-----Original Message-----
From: umigita@gmail.com
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Mon, 27 Jun 2011 01:06:13
To: <alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: Re: [kagama] Dr Gina Puspita, Deklarator Klub Taat Suami: Poligami
ItuBukan Suami yang Suruh
Kalo soal excellent service sih,jelas harus...'Being bitchy for my husband'.
Tapi kalo soal poligami,
Itu silahkan asal bukan saya.
Salam,
Umi gita
Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message-----
From: Rovicky Dwi Putrohari <rovicky@gmail.com>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Mon, 27 Jun 2011 07:38:07
To: alumniUGM<alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: [kagama] Dr Gina Puspita, Deklarator Klub Taat Suami: Poligami Itu
Bukan Suami yang Suruh
Btw, perempuan yang baik itu taat suami atau taat Allah ?
RDP
--------------------------------
Minggu, 26 Juni 2011 | 04:42 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Deklarasi Klub Taat Suami yang dicanangkan
oleh Kelompok Global Ikhwan di sebuah restoran di kawasan Kebayoran
Baru, Jakarta Selatan, pada 18 Juni lalu menuai pro-kontra. Kalangan
pria yang memiliki keistimewaan menikah lagi merasa mendapat angin
segar dengan ajaran klub ini bahwa istri selayaknya harus menaati
suami, termasuk ketika suaminya menikah lagi. Namun banyak juga yang
menolak deklarasi klub, terutama para istri dan kalangan feminis yang
memandang klub ini telah merendahkan perempuan.
"Kami hanya ingin berbagi pengalaman bahwa di Global Ikhwan ada cara
mendidik suami, mendidik istri dan anak-anak. Kami membagi bagaimana
melaksanakan perintah Tuhan untuk taat. Di mana merendahkannya?" kata
Gina Puspita, Ketua Klub Taat Suami Indonesia, Rabu lalu.
Kecaman terhadap klub ini makin kencang manakala seorang pengurusnya
mengatakan agar para istri melayani hasrat seksual suaminya seperti
pelacur melayani pelanggannya demi menghindari perselingkuhan. Klub
ini dituding menyamakan istri dengan pelacur dan urusan pernikahan
hanya sebatas ranjang. "Kita melayani suami karena Tuhan, maka kita
berbuat seperti orang yang melayani orang lain karena uang, tapi bukan
menyamakan seperti pelacur," ujar Gina, yang menjabat Ibu Global
Ikhwan untuk wilayah Sumatera I, yang melingkupi seluruh Sumatera
kecuali Medan dan Aceh.
Global Ikhwan didirikan oleh Abuya Asaari Muhammad Tamimi, yang pernah
mengaku mendatangkan tsunami Aceh pada 26 Desember 2004. Saat berdiri
pada 1968, namanya adalah Darul Arqam, lalu berubah menjadi Rufaqa
lantaran dianggap sesat oleh pemerintah Malaysia dan akhirnya berubah
lagi menjadi Global Ikhwan. Pusat perkumpulan ini sekarang di Haramain
(Tanah Suci) Mekah dan Madinah, Arab Saudi, setelah bertahun-tahun
berada di Malaysia. Cabang-cabangnya ada di Indonesia, Malaysia,
Yordania, Suriah, Mesir, Eropa, dan Australia. Anggotanya diprediksi
mencapai 10 ribu jiwa di seluruh dunia. Di Indonesia, Gina
memperkirakan ada 500 keluarga.
Tempo berkesempatan melihat geliat roda bisnis Global Ikhwan berjalan.
Di Jakarta, Global Ikhwan menyewa sebelas rumah toko di Plaza Niaga II
Blok E 9-21 Sentul City, Bogor. Di sini, aktivitas yang ada adalah
homestay, penerbitan, minimarket, rumah produksi, rumah kebajikan
(rumah amal), asrama untuk santri perempuan dan laki-laki, usaha air
isi ulang, kafetaria, klinik gigi dan salon, serta sekolah taman
kanak-kanak. Tak jauh dari plaza, di kawasan Victory, Global Ikhwan
menjalankan usaha binatu, toko roti, dan penjahitan pakaian.
Saat melayani wawancara dengan Istiqomatul Hayati dan fotografer
Wisnu, Gina didampingi oleh Siti Fauzah, ibu untuk Jawa I (Pulau Jawa
dan Pontianak); Nunung Saleh Ibrahim, Ketua Yayasan Global Ikhwan;
Sofiah Duleh, ibu untuk Pekanbaru; dan Khadijah Duleh, ibu untuk
Global Ikhwan Sentul.
Apa respons dari pendeklarasian Klub Taat Suami ini?
Setelah peluncuran, banyak yang datang, dari tokoh-tokoh Islam, MUI,
konglomerat, dan pemerintah. Dari kantor Wali Kota Jakarta Selatan
datang meminta agar Klub Taat Suami bisa membagi cerita dengan ibu-ibu
PKK. Responsnya bagus sampai sekarang. Orang-orang banyak yang
bertanya konsep taat suami itu seperti apa.
Bagaimana Anda menanggapi kalangan yang kontra?
Saya rasa itu karena beberapa sebab. Pertama, mungkin mereka tidak
memahami konsep taat yang kami pahami. Dan bagi kalangan feminis,
konsep taat itu menjadi asing. Islam itu awalnya asing dan kembali
menjadi asing. Bukan saja soal taat. Waktu saya pakai jilbab pada
1982, hebohnya luar biasa. Tapi lihatlah sekarang, jilbab bukan suatu
yang aneh. Sebenarnya, kalau kita masuk ke perusahaan, ada bos,
pemiliknya. Kita yang jadi stafnya itu taat. Ketaatan itu maksudnya
bukan sesuatu status yang merendahkan martabat.
Bukankah seharusnya muslim hanya taat kepada Allah?
Bukti seorang taat kepada Allah, dia terima semua aturan-Nya.
Prinsipnya, kita berbuat baik pada orang karena iman. Begitu juga taat
kepada suami. Bukan suami yang suruh, tapi Allah yang suruh.
Apa maksud pernyataan bahwa istri yang tidak taat, tidak menghiburkan
bisa menjadi sumber kerusakan masyarakat?
Bahwa istri yang baik tapi tidak bisa melayani suaminya akan membuat
suaminya pulang dengan wajah kusut. Apalagi jika istrinya bermasalah,
padahal seharusnya istri itu menjadi tiang negara. Kalau yang
mengalami masalah rumah tangga ini adalah para pemimpin dunia, maka
sudah tentu merugi, tapi itu bukan berarti istri menjadi biang
kerusakan masyarakat karena sebenarnya sumber kerusakan itu karena
manusia sudah kehilangan moral. Suami pun, sebelum dia membimbing
istrinya menjadi lebih baik, harus taat dulu kepada Allah dan bersikap
baik. Kenapa kami terfokus pada ketaatan istri karena ini klub
perempuan, maka yang dibicarakan masalah perempuan.
Apa tanggapan Anda ketika klub ini dituding merendahkan martabat perempuan?
Saya pikir ketika kita melayani suami kita dengan dasar cinta, itu
bukan merendahkan martabat. Kami hanya ingin berbagi pengalaman meski
kami masih jauh dari sempurna, bahwa sejak Global Ikhwan berdiri
(1968) ada cara mendidik suami, mendidik istri dan dan anak-anak. Kami
bahagia, tidak ada krisis. Kami membagi pengalaman yang sudah ada
hasilnya bagaimana kami melaksanakan perintah Tuhan untuk taat, karena
akhirnya seperti kami, Allah memberikan balas jasa kepada kita. Di
mana merendahkannya? Di sini (Global Ikhwan), 50 persen penggerak
perusahaan adalah perempuan. Kalaupun ada komentar (negatif), itu
karena informasi yang belum sampai. Ini sebuah ajaran Tuhan, bukan
teori baru.
Sebenarnya apa konsep taat dalam definisi Klub Taat Suami ini?
Dalam rumah tangga, sudah Tuhan katakan bahwa pria itu pemimpin bagi
perempuan. Suami yang baik, bukti bahwa dia taat kepada Allah, dia
adalah yang berakhlak baik. Begitu juga istri. Kalau dia taat kepada
Allah, dia akan mengikuti suami. Rasulullah sendiri mengatakan
perempuan itu di (hari) akhir akan dilihat empat hal: salat, puasa,
menjaga marwah dirinya, yang keempat akan ditanya tingkat ketaatan
pada suami.
Kenapa konsep ketaatan itu hanya dibebankan kepada istri. Bagaimana
jika suaminya tidak taat kepada Allah?
Kalau begitu, mesti ditanya mengapa dulu mereka menikah. Kalau suami
tidak taat kepada Allah, kita tidak wajib taat. Hanya, kadang
penyelesaiannya akan kami panggil kedua belah pihak untuk konseling,
mendekatkan suaminya kepada Allah. Kadang suaminya menjadi ganas
karena istrinya. Jadi kita lihat keduanya.
Definisi taat ini sampai seberapa jauh?
Kami ingin 100 persen taat. Ketaatan tentulah ada dalam aspek
kehidupan. Misalnya mau makan, suami mau sup, kita ingin sayur asam.
Apa salahnya kita sediakan sup. Kalau sudah berumah tangga lama, kita
juga akan bersenang hati melayani orang yang kita cintai. Dan begitu
juga tentang hubungan seksual. Kalau orang-orang memberikan layanan
kepada lelaki hanya untuk cari uang, dia melayaninya dengan begitu
rupa, luar biasa, yang membuat orang datang lagi-datang lagi sampai
ketagihan. Kenapa kita tidak juga melayani (seperti itu terhadap suami
sendiri)? Ini bukanlah menyamakan istri sama dengan pelacur. Ada
aturannya, apa yang tidak boleh jangan dikerjakan.
Artinya perempuan tidak punya hak untuk mengekspresikan keinginan seksualnya?
Kita bicara tentang taat kepada Allah, maka Allah yang terbaik. Bila
seorang istri ketika menikah, maka suaminya terima nikahnya, dia yang
bayar mahar. Artinya dalam berumah tangga yang raja itu suami. Jadi
dalam aturan itu pasti ada hikmahnya. Allah itu baik. Kalau kita
melayani suami menurut selera suami, nanti Tuhan akan berikan kepada
kita nikmat lebih hebat dari perempuan lain yang ingin memuaskan diri
sendiri.
Ketaatan ini termasuk mengikhlaskan ketika suami ingin menikah lagi?
Ya. Awalnya kan ketaatan pada Tuhan, bukan karena suami suruh.
Artinya, kalau kita taat kepada Allah, kita harus terima seluruh
perintah Allah yang dibolehkan. Poligami termasuk yang dibolehkan
Allah. Itu kita harus menyetujuinya. Makanya saya geli kalau ada yang
bilang korban poligami (tertawa). Kalau kami ini bukan korban, kami
ini pejuang poligami.
Ada standar ganda di sini: berupaya agar suami tidak melirik perempuan
lain dan menyetujui suami berpoligami....
Itu betul, suami tidak melirik orang lain. Makanya dia tidak pernah
menyatakan mau poligami. Dalam Global Ikhwan tidak ada pria yang
bilang saya mau poligami. Pernikahan di Global Ikhwan itu perkawinan
yang dirancang. Begitu pula poligami. Kami ada Departemen Keluarga dan
Kesejahteraan yang mengurusi monogami dan poligami. Di situ mengurus,
selain agar mendapatkan kecocokan antarpasangan, tapi juga akan
memperkuat perjuangan Islam. Jadi, suami-suami yang sudah dididik
untuk takut kepada Allah, mereka tidak terpikir menikah lagi karena
takut akan amanah. Departemen ini mengurus madu-madu juga. Departemen
ini juga yang memperkenalkan saya dengan madu saya.
Bagaimana perasaan Anda ketika menikahkan suami Anda dengan perempuan lain?
Fauzah: Perasaan kami tentu rasa sakit itu ada, tapi kami tahu sakit
itu apa. Tapi kami tahu ada obatnya. Ini seperti ujian naik kelas.
Kalau poligami itu bukan sesuatu yang baik, tentu para nabi dan rasul
tidak akan poligami. Padahal mereka adalah orang-orang yang paling
tinggi ketakwaannya.
Selama ini pijakan poligami adalah Surat Annisa ayat 3. Tapi pada ayat
129 disebutkan bahwa sesungguhnya manusia itu tidak bisa berbuat
adil....
Islam itu meletakkan sesuatu pada tepatnya. Adil yang paling tinggi
adalah meletakkan Allah sebagai Tuhan. Dalam konsep adil yang utama
dari suami, dia harus bisa menempatkan Allah sebagai Tuhannya. Bila
itu sudah dapat, pernikahan akan bahagia dengan sendirinya.
Ayat 129 itu menunjukkan Allah menyukai monogami?
Kan diizinkan mengambil istri kedua, ketiga, keempat. Kalau enggak
mampu, satu. Jadi sebetulnya istri satu ini emergency. Saya katakan
tadi ini sebuah pengalaman. Kami lihat Abuya dengan 4 istri, 40 anak,
200 cucu, pernikahan rukun, karena semua mengambil Tuhan sebagai
pemimpin. Itu kuncinya.
Bukankah Rasulullah pernah mengadu kepada Allah kalau dia tidak
sanggup berbuat adil?
Saya rasa yang Rasulullah kata soal perasaan dia yang khusus kepada
Aisyah dibanding kepada istri-istri yang lain. Kecenderungan hati itu
disetujui oleh istri-istri yang lain karena Siti Aisyah diberi
keistimewaan, dia yang paling bertakwa. Waktu dengan Aisyah,
Rasulullah mendapatkan wahyu, lalu Aisyah mendapatkan pembelaan dari
Allah.
Bisakah dideskripsikan kebahagiaan Anda ketika masih monogami dan kini poligami?
Fauzah: Saat monogami itu hidup, ya, begitu-begitu saja. Tidak ada
tantangan apa-apa. Seperti orang tidak pernah masuk mal yang dingin,
tentu dia akan bilang belanja di Blok M itu sudah paling oke. Tapi,
ketika ditawarkan mal lain, dia akan lihat memang ada mal dingin.
Begitu juga ketika poligami, ternyata ada ya kehidupan ini. Jadi,
makin kita taat kepada Allah, makin akan dibukakan pintu-pintu yang
kita tidak pernah tahu.
Kalau Anda merasa cinta suami Anda terbesar untuk Anda, bagaimana
dengan istri kedua, ketiga, dan keempat yang seakan menjadi pelengkap?
Kalau kita sudah cinta Allah, itu memang semua indah. Pengorbanan itu
terbayar. Dan, dalam perjalanannya itu, kami terheran-heran bagaimana
Allah membalas. Ada kebaikan yang banyak dalam poligami. Kami
tiba-tiba merasa rindu dengan madu kami. Kayak adik-beradik. Satu
rumah.
Apa saja yang diajarkan dalam Global Ikhwan?
Kami mengajarkan paling tidak ada satu paket seperti halnya Rasulullah
mengajarkan salat setelah sebelas tahun kenabian. Begitu pula pola
didikan yang ada dalam Global Ikhwan ini, terutama kepada orang yang
taat kepada Allah. Ada praktek membimbing salat. Kemudian diajarkan
bagaimana berumah tangga. Dan memang ada pengenalan tentang hubungan
suami-istri yang menurut tata cara aturan. Tapi tampaknya orang sangat
tertarik tentang hal itu karena sebelumnya pendidikan soal seks
ditutup. Tabu. Padahal dalam Islam ada kok dan halal.
Jika ada klub taat suami, apakah di Global Ikhwan juga ada klub
memperlakukan istri dengan baik?
Oh, ya. Kami kan mengajarkan paket, jadi bukan hanya perempuan.
Apakah di Global Ikhwan anak-anak diajarkan kursus pernikahan?
Kami sudah mengajarkan sejak mereka masih kecil. Kalau anak-anak
ditanya oleh kami apakah mau poligami kelak, mereka menjawab, "Mau."
Ini kan yang Allah bolehkan dan dicontohkan oleh Rasulullah. Jadi ini
sudah ada di benak mereka saat kecil.
Global Ikhwan sendiri selama ini bergerak di bidang apa?
Kami bergerak di semua bidang. Ada kesehatan, pendidikan,
kesejahteraan, dan lain-lain. Di Malaysia ada pabrik makanan,
restoran, dan lain-lain.
Bagaimana anak-anak Global Ikhwan mendapat pendidikan?
Ya di sini. Kami ada homeschooling. Mereka belajar di sini sampai
mereka mahir, jadi langsung aplikatif. Kalau mereka ingin meneruskan
ke sekolah formal dengan kuliah, bisa juga. Kalau dia sudah ada
keahlian, sudah langsung masuk ke proyek.
BIODATA
NAMA:
Dr Gina Puspita
KELAHIRAN:
Bogor, 8 September 1963
SUAMI:
DR Ing Abdurrahman Riesdam Effendi (mempunyai tiga anak)
PEKERJAAN:
Dosen, Ibu Global Ikhwan wilayah Sumatera I
PENDIDIKAN:
- Bahasa Prancis dan adaptasi sistem pendidikan Prancis di Formation
International de l'Aeronaetique et Spatiale, Toulouse, Prancis
(1982-1983)
- Sarjana teknik di Paul Sabatier University, Toulouse, Prancis (1983-1987)
- Dipl. Ing dan DEA di Teknik Penerbangan (konstruksi pesawat udara)
di Ecole National Superieure de l'Aeronautique et de l'Escape,
Toulouse, Prancis (1987-1989)
- Doktor teknik penerbangan di Ecole National Superieure de
l'Aeronautique et de l'Escape (1989-1993)
KARIER:
- Supervisor mahasiswa Teknik Mesin dan Teknik Penerbangan di
Universitas Prancis untuk Pengembangan Struktur Analisis,
ENSAE-Prancis (1990-1993)
- Dosen tamu di Teknik Penerbangan Institut Teknologi Bandung (1994-2000)
- Dosen Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Surakarta (1996-sekarang)
- Kepala Departemen Optimisasi Struktur Divisi Penelitian dan
Pengembangan Kedirgantaraan PT Industri Pesawat Terbang Nusantara
(1993-2003)
BUKU:
Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dalam Islam bersama
Riesdam Effendi (2006)
PENGHARGAAN:
- Pelajar teladan tingkat sekolah menengah atas se-Provinsi Jawa Barat (1982)
- Medali emas dari Kementerian Industri Prancis (1989)
- Penghargaan Perempuan Teknologi Muslim Terbaik (2000)
--
"Everybody is safety leader, You can stop any unsafe operation !"
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi
- Rovicky Dwi Putrohari <rovicky@gmail.com> Jun 27 07:59AM +0700 ^
2011/6/27 <umigita@gmail.com>
> Kalo soal excellent service sih,jelas harus...'Being bitchy for my
> husband'.
Wah kalau soal ini aku malah ga stuju, blazz.
Emangnya gwe doyan sama "bitch" apa ?
RDP
- maula_na@yahoo.com Jun 27 01:01AM ^
Setahu saya mas RDP :
Bagi seorang istri, ridho Allah terletak pada ridho suami.
Bagi seorang anak, ridho Allah terletak pada ridho orang tua.
Nah bagi seorang suami gimana ya???
Salam,
MM
Powered by MM BlackBerry®
-----Original Message-----
From: Rovicky Dwi Putrohari <rovicky@gmail.com>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Mon, 27 Jun 2011 07:38:07
To: alumniUGM<alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: [kagama] Dr Gina Puspita, Deklarator Klub Taat Suami: Poligami Itu
Bukan Suami yang Suruh
Btw, perempuan yang baik itu taat suami atau taat Allah ?
RDP
--------------------------------
Minggu, 26 Juni 2011 | 04:42 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Deklarasi Klub Taat Suami yang dicanangkan
oleh Kelompok Global Ikhwan di sebuah restoran di kawasan Kebayoran
Baru, Jakarta Selatan, pada 18 Juni lalu menuai pro-kontra. Kalangan
pria yang memiliki keistimewaan menikah lagi merasa mendapat angin
segar dengan ajaran klub ini bahwa istri selayaknya harus menaati
suami, termasuk ketika suaminya menikah lagi. Namun banyak juga yang
menolak deklarasi klub, terutama para istri dan kalangan feminis yang
memandang klub ini telah merendahkan perempuan.
"Kami hanya ingin berbagi pengalaman bahwa di Global Ikhwan ada cara
mendidik suami, mendidik istri dan anak-anak. Kami membagi bagaimana
melaksanakan perintah Tuhan untuk taat. Di mana merendahkannya?" kata
Gina Puspita, Ketua Klub Taat Suami Indonesia, Rabu lalu.
Kecaman terhadap klub ini makin kencang manakala seorang pengurusnya
mengatakan agar para istri melayani hasrat seksual suaminya seperti
pelacur melayani pelanggannya demi menghindari perselingkuhan. Klub
ini dituding menyamakan istri dengan pelacur dan urusan pernikahan
hanya sebatas ranjang. "Kita melayani suami karena Tuhan, maka kita
berbuat seperti orang yang melayani orang lain karena uang, tapi bukan
menyamakan seperti pelacur," ujar Gina, yang menjabat Ibu Global
Ikhwan untuk wilayah Sumatera I, yang melingkupi seluruh Sumatera
kecuali Medan dan Aceh.
Global Ikhwan didirikan oleh Abuya Asaari Muhammad Tamimi, yang pernah
mengaku mendatangkan tsunami Aceh pada 26 Desember 2004. Saat berdiri
pada 1968, namanya adalah Darul Arqam, lalu berubah menjadi Rufaqa
lantaran dianggap sesat oleh pemerintah Malaysia dan akhirnya berubah
lagi menjadi Global Ikhwan. Pusat perkumpulan ini sekarang di Haramain
(Tanah Suci) Mekah dan Madinah, Arab Saudi, setelah bertahun-tahun
berada di Malaysia. Cabang-cabangnya ada di Indonesia, Malaysia,
Yordania, Suriah, Mesir, Eropa, dan Australia. Anggotanya diprediksi
mencapai 10 ribu jiwa di seluruh dunia. Di Indonesia, Gina
memperkirakan ada 500 keluarga.
Tempo berkesempatan melihat geliat roda bisnis Global Ikhwan berjalan.
Di Jakarta, Global Ikhwan menyewa sebelas rumah toko di Plaza Niaga II
Blok E 9-21 Sentul City, Bogor. Di sini, aktivitas yang ada adalah
homestay, penerbitan, minimarket, rumah produksi, rumah kebajikan
(rumah amal), asrama untuk santri perempuan dan laki-laki, usaha air
isi ulang, kafetaria, klinik gigi dan salon, serta sekolah taman
kanak-kanak. Tak jauh dari plaza, di kawasan Victory, Global Ikhwan
menjalankan usaha binatu, toko roti, dan penjahitan pakaian.
Saat melayani wawancara dengan Istiqomatul Hayati dan fotografer
Wisnu, Gina didampingi oleh Siti Fauzah, ibu untuk Jawa I (Pulau Jawa
dan Pontianak); Nunung Saleh Ibrahim, Ketua Yayasan Global Ikhwan;
Sofiah Duleh, ibu untuk Pekanbaru; dan Khadijah Duleh, ibu untuk
Global Ikhwan Sentul.
Apa respons dari pendeklarasian Klub Taat Suami ini?
Setelah peluncuran, banyak yang datang, dari tokoh-tokoh Islam, MUI,
konglomerat, dan pemerintah. Dari kantor Wali Kota Jakarta Selatan
datang meminta agar Klub Taat Suami bisa membagi cerita dengan ibu-ibu
PKK. Responsnya bagus sampai sekarang. Orang-orang banyak yang
bertanya konsep taat suami itu seperti apa.
Bagaimana Anda menanggapi kalangan yang kontra?
Saya rasa itu karena beberapa sebab. Pertama, mungkin mereka tidak
memahami konsep taat yang kami pahami. Dan bagi kalangan feminis,
konsep taat itu menjadi asing. Islam itu awalnya asing dan kembali
menjadi asing. Bukan saja soal taat. Waktu saya pakai jilbab pada
1982, hebohnya luar biasa. Tapi lihatlah sekarang, jilbab bukan suatu
yang aneh. Sebenarnya, kalau kita masuk ke perusahaan, ada bos,
pemiliknya. Kita yang jadi stafnya itu taat. Ketaatan itu maksudnya
bukan sesuatu status yang merendahkan martabat.
Bukankah seharusnya muslim hanya taat kepada Allah?
Bukti seorang taat kepada Allah, dia terima semua aturan-Nya.
Prinsipnya, kita berbuat baik pada orang karena iman. Begitu juga taat
kepada suami. Bukan suami yang suruh, tapi Allah yang suruh.
Apa maksud pernyataan bahwa istri yang tidak taat, tidak menghiburkan
bisa menjadi sumber kerusakan masyarakat?
Bahwa istri yang baik tapi tidak bisa melayani suaminya akan membuat
suaminya pulang dengan wajah kusut. Apalagi jika istrinya bermasalah,
padahal seharusnya istri itu menjadi tiang negara. Kalau yang
mengalami masalah rumah tangga ini adalah para pemimpin dunia, maka
sudah tentu merugi, tapi itu bukan berarti istri menjadi biang
kerusakan masyarakat karena sebenarnya sumber kerusakan itu karena
manusia sudah kehilangan moral. Suami pun, sebelum dia membimbing
istrinya menjadi lebih baik, harus taat dulu kepada Allah dan bersikap
baik. Kenapa kami terfokus pada ketaatan istri karena ini klub
perempuan, maka yang dibicarakan masalah perempuan.
Apa tanggapan Anda ketika klub ini dituding merendahkan martabat perempuan?
Saya pikir ketika kita melayani suami kita dengan dasar cinta, itu
bukan merendahkan martabat. Kami hanya ingin berbagi pengalaman meski
kami masih jauh dari sempurna, bahwa sejak Global Ikhwan berdiri
(1968) ada cara mendidik suami, mendidik istri dan dan anak-anak. Kami
bahagia, tidak ada krisis. Kami membagi pengalaman yang sudah ada
hasilnya bagaimana kami melaksanakan perintah Tuhan untuk taat, karena
akhirnya seperti kami, Allah memberikan balas jasa kepada kita. Di
mana merendahkannya? Di sini (Global Ikhwan), 50 persen penggerak
perusahaan adalah perempuan. Kalaupun ada komentar (negatif), itu
karena informasi yang belum sampai. Ini sebuah ajaran Tuhan, bukan
teori baru.
Sebenarnya apa konsep taat dalam definisi Klub Taat Suami ini?
Dalam rumah tangga, sudah Tuhan katakan bahwa pria itu pemimpin bagi
perempuan. Suami yang baik, bukti bahwa dia taat kepada Allah, dia
adalah yang berakhlak baik. Begitu juga istri. Kalau dia taat kepada
Allah, dia akan mengikuti suami. Rasulullah sendiri mengatakan
perempuan itu di (hari) akhir akan dilihat empat hal: salat, puasa,
menjaga marwah dirinya, yang keempat akan ditanya tingkat ketaatan
pada suami.
Kenapa konsep ketaatan itu hanya dibebankan kepada istri. Bagaimana
jika suaminya tidak taat kepada Allah?
Kalau begitu, mesti ditanya mengapa dulu mereka menikah. Kalau suami
tidak taat kepada Allah, kita tidak wajib taat. Hanya, kadang
penyelesaiannya akan kami panggil kedua belah pihak untuk konseling,
mendekatkan suaminya kepada Allah. Kadang suaminya menjadi ganas
karena istrinya. Jadi kita lihat keduanya.
Definisi taat ini sampai seberapa jauh?
Kami ingin 100 persen taat. Ketaatan tentulah ada dalam aspek
kehidupan. Misalnya mau makan, suami mau sup, kita ingin sayur asam.
Apa salahnya kita sediakan sup. Kalau sudah berumah tangga lama, kita
juga akan bersenang hati melayani orang yang kita cintai. Dan begitu
juga tentang hubungan seksual. Kalau orang-orang memberikan layanan
kepada lelaki hanya untuk cari uang, dia melayaninya dengan begitu
rupa, luar biasa, yang membuat orang datang lagi-datang lagi sampai
ketagihan. Kenapa kita tidak juga melayani (seperti itu terhadap suami
sendiri)? Ini bukanlah menyamakan istri sama dengan pelacur. Ada
aturannya, apa yang tidak boleh jangan dikerjakan.
Artinya perempuan tidak punya hak untuk mengekspresikan keinginan seksualnya?
Kita bicara tentang taat kepada Allah, maka Allah yang terbaik. Bila
seorang istri ketika menikah, maka suaminya terima nikahnya, dia yang
bayar mahar. Artinya dalam berumah tangga yang raja itu suami. Jadi
dalam aturan itu pasti ada hikmahnya. Allah itu baik. Kalau kita
melayani suami menurut selera suami, nanti Tuhan akan berikan kepada
kita nikmat lebih hebat dari perempuan lain yang ingin memuaskan diri
sendiri.
Ketaatan ini termasuk mengikhlaskan ketika suami ingin menikah lagi?
Ya. Awalnya kan ketaatan pada Tuhan, bukan karena suami suruh.
Artinya, kalau kita taat kepada Allah, kita harus terima seluruh
perintah Allah yang dibolehkan. Poligami termasuk yang dibolehkan
Allah. Itu kita harus menyetujuinya. Makanya saya geli kalau ada yang
bilang korban poligami (tertawa). Kalau kami ini bukan korban, kami
ini pejuang poligami.
Ada standar ganda di sini: berupaya agar suami tidak melirik perempuan
lain dan menyetujui suami berpoligami....
Itu betul, suami tidak melirik orang lain. Makanya dia tidak pernah
menyatakan mau poligami. Dalam Global Ikhwan tidak ada pria yang
bilang saya mau poligami. Pernikahan di Global Ikhwan itu perkawinan
yang dirancang. Begitu pula poligami. Kami ada Departemen Keluarga dan
Kesejahteraan yang mengurusi monogami dan poligami. Di situ mengurus,
selain agar mendapatkan kecocokan antarpasangan, tapi juga akan
memperkuat perjuangan Islam. Jadi, suami-suami yang sudah dididik
untuk takut kepada Allah, mereka tidak terpikir menikah lagi karena
takut akan amanah. Departemen ini mengurus madu-madu juga. Departemen
ini juga yang memperkenalkan saya dengan madu saya.
Bagaimana perasaan Anda ketika menikahkan suami Anda dengan perempuan lain?
Fauzah: Perasaan kami tentu rasa sakit itu ada, tapi kami tahu sakit
itu apa. Tapi kami tahu ada obatnya. Ini seperti ujian naik kelas.
Kalau poligami itu bukan sesuatu yang baik, tentu para nabi dan rasul
tidak akan poligami. Padahal mereka adalah orang-orang yang paling
tinggi ketakwaannya.
Selama ini pijakan poligami adalah Surat Annisa ayat 3. Tapi pada ayat
129 disebutkan bahwa sesungguhnya manusia itu tidak bisa berbuat
adil....
Islam itu meletakkan sesuatu pada tepatnya. Adil yang paling tinggi
adalah meletakkan Allah sebagai Tuhan. Dalam konsep adil yang utama
dari suami, dia harus bisa menempatkan Allah sebagai Tuhannya. Bila
itu sudah dapat, pernikahan akan bahagia dengan sendirinya.
Ayat 129 itu menunjukkan Allah menyukai monogami?
Kan diizinkan mengambil istri kedua, ketiga, keempat. Kalau enggak
mampu, satu. Jadi sebetulnya istri satu ini emergency. Saya katakan
tadi ini sebuah pengalaman. Kami lihat Abuya dengan 4 istri, 40 anak,
200 cucu, pernikahan rukun, karena semua mengambil Tuhan sebagai
pemimpin. Itu kuncinya.
Bukankah Rasulullah pernah mengadu kepada Allah kalau dia tidak
sanggup berbuat adil?
Saya rasa yang Rasulullah kata soal perasaan dia yang khusus kepada
Aisyah dibanding kepada istri-istri yang lain. Kecenderungan hati itu
disetujui oleh istri-istri yang lain karena Siti Aisyah diberi
keistimewaan, dia yang paling bertakwa. Waktu dengan Aisyah,
Rasulullah mendapatkan wahyu, lalu Aisyah mendapatkan pembelaan dari
Allah.
Bisakah dideskripsikan kebahagiaan Anda ketika masih monogami dan kini poligami?
Fauzah: Saat monogami itu hidup, ya, begitu-begitu saja. Tidak ada
tantangan apa-apa. Seperti orang tidak pernah masuk mal yang dingin,
tentu dia akan bilang belanja di Blok M itu sudah paling oke. Tapi,
ketika ditawarkan mal lain, dia akan lihat memang ada mal dingin.
Begitu juga ketika poligami, ternyata ada ya kehidupan ini. Jadi,
makin kita taat kepada Allah, makin akan dibukakan pintu-pintu yang
kita tidak pernah tahu.
Kalau Anda merasa cinta suami Anda terbesar untuk Anda, bagaimana
dengan istri kedua, ketiga, dan keempat yang seakan menjadi pelengkap?
Kalau kita sudah cinta Allah, itu memang semua indah. Pengorbanan itu
terbayar. Dan, dalam perjalanannya itu, kami terheran-heran bagaimana
Allah membalas. Ada kebaikan yang banyak dalam poligami. Kami
tiba-tiba merasa rindu dengan madu kami. Kayak adik-beradik. Satu
rumah.
Apa saja yang diajarkan dalam Global Ikhwan?
Kami mengajarkan paling tidak ada satu paket seperti halnya Rasulullah
mengajarkan salat setelah sebelas tahun kenabian. Begitu pula pola
didikan yang ada dalam Global Ikhwan ini, terutama kepada orang yang
taat kepada Allah. Ada praktek membimbing salat. Kemudian diajarkan
bagaimana berumah tangga. Dan memang ada pengenalan tentang hubungan
suami-istri yang menurut tata cara aturan. Tapi tampaknya orang sangat
tertarik tentang hal itu karena sebelumnya pendidikan soal seks
ditutup. Tabu. Padahal dalam Islam ada kok dan halal.
Jika ada klub taat suami, apakah di Global Ikhwan juga ada klub
memperlakukan istri dengan baik?
Oh, ya. Kami kan mengajarkan paket, jadi bukan hanya perempuan.
Apakah di Global Ikhwan anak-anak diajarkan kursus pernikahan?
Kami sudah mengajarkan sejak mereka masih kecil. Kalau anak-anak
ditanya oleh kami apakah mau poligami kelak, mereka menjawab, "Mau."
Ini kan yang Allah bolehkan dan dicontohkan oleh Rasulullah. Jadi ini
sudah ada di benak mereka saat kecil.
Global Ikhwan sendiri selama ini bergerak di bidang apa?
Kami bergerak di semua bidang. Ada kesehatan, pendidikan,
kesejahteraan, dan lain-lain. Di Malaysia ada pabrik makanan,
restoran, dan lain-lain.
Bagaimana anak-anak Global Ikhwan mendapat pendidikan?
Ya di sini. Kami ada homeschooling. Mereka belajar di sini sampai
mereka mahir, jadi langsung aplikatif. Kalau mereka ingin meneruskan
ke sekolah formal dengan kuliah, bisa juga. Kalau dia sudah ada
keahlian, sudah langsung masuk ke proyek.
BIODATA
NAMA:
Dr Gina Puspita
KELAHIRAN:
Bogor, 8 September 1963
SUAMI:
DR Ing Abdurrahman Riesdam Effendi (mempunyai tiga anak)
PEKERJAAN:
Dosen, Ibu Global Ikhwan wilayah Sumatera I
PENDIDIKAN:
- Bahasa Prancis dan adaptasi sistem pendidikan Prancis di Formation
International de l'Aeronaetique et Spatiale, Toulouse, Prancis
(1982-1983)
- Sarjana teknik di Paul Sabatier University, Toulouse, Prancis (1983-1987)
- Dipl. Ing dan DEA di Teknik Penerbangan (konstruksi pesawat udara)
di Ecole National Superieure de l'Aeronautique et de l'Escape,
Toulouse, Prancis (1987-1989)
- Doktor teknik penerbangan di Ecole National Superieure de
l'Aeronautique et de l'Escape (1989-1993)
KARIER:
- Supervisor mahasiswa Teknik Mesin dan Teknik Penerbangan di
Universitas Prancis untuk Pengembangan Struktur Analisis,
ENSAE-Prancis (1990-1993)
- Dosen tamu di Teknik Penerbangan Institut Teknologi Bandung (1994-2000)
- Dosen Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Surakarta (1996-sekarang)
- Kepala Departemen Optimisasi Struktur Divisi Penelitian dan
Pengembangan Kedirgantaraan PT Industri Pesawat Terbang Nusantara
(1993-2003)
BUKU:
Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dalam Islam bersama
Riesdam Effendi (2006)
PENGHARGAAN:
- Pelajar teladan tingkat sekolah menengah atas se-Provinsi Jawa Barat (1982)
- Medali emas dari Kementerian Industri Prancis (1989)
- Penghargaan Perempuan Teknologi Muslim Terbaik (2000)
--
"Everybody is safety leader, You can stop any unsafe operation !"
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
- umigita@gmail.com Jun 27 01:13AM ^
Hahaha,emang pak rovicky suami saya? :p
Salam,
Umi gita
Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message-----
From: Rovicky Dwi Putrohari <rovicky@gmail.com>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Mon, 27 Jun 2011 07:59:01
To: <alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: Re: [kagama] Dr Gina Puspita, Deklarator Klub Taat Suami: Poligami
ItuBukan Suami yang Suruh
2011/6/27 <umigita@gmail.com>
> Kalo soal excellent service sih,jelas harus...'Being bitchy for my
> husband'.
Wah kalau soal ini aku malah ga stuju, blazz.
Emangnya gwe doyan sama "bitch" apa ?
RDP
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
- andirahmah91@yahoo.com Jun 27 02:01AM ^
Suami tetap berkewajiban taat dan merawat orang tuanya
.
Kalau Ibunya melarangnya berpoligami, maka sekuat apapun nafsunya utk berpoligami harus diredam.
Ridho Allah tereletak pada Ridho Ibunya Suami :-)
Salam,
Andi Rahmah
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
-----Original Message-----
From: maula_na@yahoo.com
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Mon, 27 Jun 2011 01:01:30
To: alumniugm@googlegroups.com<alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: Re: [kagama] Dr Gina Puspita, Deklarator Klub Taat Suami: Poligami
ItuBukan Suami yang Suruh
Setahu saya mas RDP :
Bagi seorang istri, ridho Allah terletak pada ridho suami.
Bagi seorang anak, ridho Allah terletak pada ridho orang tua.
Nah bagi seorang suami gimana ya???
Salam,
MM
Powered by MM BlackBerry®
-----Original Message-----
From: Rovicky Dwi Putrohari <rovicky@gmail.com>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Mon, 27 Jun 2011 07:38:07
To: alumniUGM<alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: [kagama] Dr Gina Puspita, Deklarator Klub Taat Suami: Poligami Itu
Bukan Suami yang Suruh
Btw, perempuan yang baik itu taat suami atau taat Allah ?
RDP
--------------------------------
Minggu, 26 Juni 2011 | 04:42 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Deklarasi Klub Taat Suami yang dicanangkan
oleh Kelompok Global Ikhwan di sebuah restoran di kawasan Kebayoran
Baru, Jakarta Selatan, pada 18 Juni lalu menuai pro-kontra. Kalangan
pria yang memiliki keistimewaan menikah lagi merasa mendapat angin
segar dengan ajaran klub ini bahwa istri selayaknya harus menaati
suami, termasuk ketika suaminya menikah lagi. Namun banyak juga yang
menolak deklarasi klub, terutama para istri dan kalangan feminis yang
memandang klub ini telah merendahkan perempuan.
"Kami hanya ingin berbagi pengalaman bahwa di Global Ikhwan ada cara
mendidik suami, mendidik istri dan anak-anak. Kami membagi bagaimana
melaksanakan perintah Tuhan untuk taat. Di mana merendahkannya?" kata
Gina Puspita, Ketua Klub Taat Suami Indonesia, Rabu lalu.
Kecaman terhadap klub ini makin kencang manakala seorang pengurusnya
mengatakan agar para istri melayani hasrat seksual suaminya seperti
pelacur melayani pelanggannya demi menghindari perselingkuhan. Klub
ini dituding menyamakan istri dengan pelacur dan urusan pernikahan
hanya sebatas ranjang. "Kita melayani suami karena Tuhan, maka kita
berbuat seperti orang yang melayani orang lain karena uang, tapi bukan
menyamakan seperti pelacur," ujar Gina, yang menjabat Ibu Global
Ikhwan untuk wilayah Sumatera I, yang melingkupi seluruh Sumatera
kecuali Medan dan Aceh.
Global Ikhwan didirikan oleh Abuya Asaari Muhammad Tamimi, yang pernah
mengaku mendatangkan tsunami Aceh pada 26 Desember 2004. Saat berdiri
pada 1968, namanya adalah Darul Arqam, lalu berubah menjadi Rufaqa
lantaran dianggap sesat oleh pemerintah Malaysia dan akhirnya berubah
lagi menjadi Global Ikhwan. Pusat perkumpulan ini sekarang di Haramain
(Tanah Suci) Mekah dan Madinah, Arab Saudi, setelah bertahun-tahun
berada di Malaysia. Cabang-cabangnya ada di Indonesia, Malaysia,
Yordania, Suriah, Mesir, Eropa, dan Australia. Anggotanya diprediksi
mencapai 10 ribu jiwa di seluruh dunia. Di Indonesia, Gina
memperkirakan ada 500 keluarga.
Tempo berkesempatan melihat geliat roda bisnis Global Ikhwan berjalan.
Di Jakarta, Global Ikhwan menyewa sebelas rumah toko di Plaza Niaga II
Blok E 9-21 Sentul City, Bogor. Di sini, aktivitas yang ada adalah
homestay, penerbitan, minimarket, rumah produksi, rumah kebajikan
(rumah amal), asrama untuk santri perempuan dan laki-laki, usaha air
isi ulang, kafetaria, klinik gigi dan salon, serta sekolah taman
kanak-kanak. Tak jauh dari plaza, di kawasan Victory, Global Ikhwan
menjalankan usaha binatu, toko roti, dan penjahitan pakaian.
Saat melayani wawancara dengan Istiqomatul Hayati dan fotografer
Wisnu, Gina didampingi oleh Siti Fauzah, ibu untuk Jawa I (Pulau Jawa
dan Pontianak); Nunung Saleh Ibrahim, Ketua Yayasan Global Ikhwan;
Sofiah Duleh, ibu untuk Pekanbaru; dan Khadijah Duleh, ibu untuk
Global Ikhwan Sentul.
Apa respons dari pendeklarasian Klub Taat Suami ini?
Setelah peluncuran, banyak yang datang, dari tokoh-tokoh Islam, MUI,
konglomerat, dan pemerintah. Dari kantor Wali Kota Jakarta Selatan
datang meminta agar Klub Taat Suami bisa membagi cerita dengan ibu-ibu
PKK. Responsnya bagus sampai sekarang. Orang-orang banyak yang
bertanya konsep taat suami itu seperti apa.
Bagaimana Anda menanggapi kalangan yang kontra?
Saya rasa itu karena beberapa sebab. Pertama, mungkin mereka tidak
memahami konsep taat yang kami pahami. Dan bagi kalangan feminis,
konsep taat itu menjadi asing. Islam itu awalnya asing dan kembali
menjadi asing. Bukan saja soal taat. Waktu saya pakai jilbab pada
1982, hebohnya luar biasa. Tapi lihatlah sekarang, jilbab bukan suatu
yang aneh. Sebenarnya, kalau kita masuk ke perusahaan, ada bos,
pemiliknya. Kita yang jadi stafnya itu taat. Ketaatan itu maksudnya
bukan sesuatu status yang merendahkan martabat.
Bukankah seharusnya muslim hanya taat kepada Allah?
Bukti seorang taat kepada Allah, dia terima semua aturan-Nya.
Prinsipnya, kita berbuat baik pada orang karena iman. Begitu juga taat
kepada suami. Bukan suami yang suruh, tapi Allah yang suruh.
Apa maksud pernyataan bahwa istri yang tidak taat, tidak menghiburkan
bisa menjadi sumber kerusakan masyarakat?
Bahwa istri yang baik tapi tidak bisa melayani suaminya akan membuat
suaminya pulang dengan wajah kusut. Apalagi jika istrinya bermasalah,
padahal seharusnya istri itu menjadi tiang negara. Kalau yang
mengalami masalah rumah tangga ini adalah para pemimpin dunia, maka
sudah tentu merugi, tapi itu bukan berarti istri menjadi biang
kerusakan masyarakat karena sebenarnya sumber kerusakan itu karena
manusia sudah kehilangan moral. Suami pun, sebelum dia membimbing
istrinya menjadi lebih baik, harus taat dulu kepada Allah dan bersikap
baik. Kenapa kami terfokus pada ketaatan istri karena ini klub
perempuan, maka yang dibicarakan masalah perempuan.
Apa tanggapan Anda ketika klub ini dituding merendahkan martabat perempuan?
Saya pikir ketika kita melayani suami kita dengan dasar cinta, itu
bukan merendahkan martabat. Kami hanya ingin berbagi pengalaman meski
kami masih jauh dari sempurna, bahwa sejak Global Ikhwan berdiri
(1968) ada cara mendidik suami, mendidik istri dan dan anak-anak. Kami
bahagia, tidak ada krisis. Kami membagi pengalaman yang sudah ada
hasilnya bagaimana kami melaksanakan perintah Tuhan untuk taat, karena
akhirnya seperti kami, Allah memberikan balas jasa kepada kita. Di
mana merendahkannya? Di sini (Global Ikhwan), 50 persen penggerak
perusahaan adalah perempuan. Kalaupun ada komentar (negatif), itu
karena informasi yang belum sampai. Ini sebuah ajaran Tuhan, bukan
teori baru.
Sebenarnya apa konsep taat dalam definisi Klub Taat Suami ini?
Dalam rumah tangga, sudah Tuhan katakan bahwa pria itu pemimpin bagi
perempuan. Suami yang baik, bukti bahwa dia taat kepada Allah, dia
adalah yang berakhlak baik. Begitu juga istri. Kalau dia taat kepada
Allah, dia akan mengikuti suami. Rasulullah sendiri mengatakan
perempuan itu di (hari) akhir akan dilihat empat hal: salat, puasa,
menjaga marwah dirinya, yang keempat akan ditanya tingkat ketaatan
pada suami.
Kenapa konsep ketaatan itu hanya dibebankan kepada istri. Bagaimana
jika suaminya tidak taat kepada Allah?
Kalau begitu, mesti ditanya mengapa dulu mereka menikah. Kalau suami
tidak taat kepada Allah, kita tidak wajib taat. Hanya, kadang
penyelesaiannya akan kami panggil kedua belah pihak untuk konseling,
mendekatkan suaminya kepada Allah. Kadang suaminya menjadi ganas
karena istrinya. Jadi kita lihat keduanya.
Definisi taat ini sampai seberapa jauh?
Kami ingin 100 persen taat. Ketaatan tentulah ada dalam aspek
kehidupan. Misalnya mau makan, suami mau sup, kita ingin sayur asam.
Apa salahnya kita sediakan sup. Kalau sudah berumah tangga lama, kita
juga akan bersenang hati melayani orang yang kita cintai. Dan begitu
juga tentang hubungan seksual. Kalau orang-orang memberikan layanan
kepada lelaki hanya untuk cari uang, dia melayaninya dengan begitu
rupa, luar biasa, yang membuat orang datang lagi-datang lagi sampai
ketagihan. Kenapa kita tidak juga melayani (seperti itu terhadap suami
sendiri)? Ini bukanlah menyamakan istri sama dengan pelacur. Ada
aturannya, apa yang tidak boleh jangan dikerjakan.
Artinya perempuan tidak punya hak untuk mengekspresikan keinginan seksualnya?
Kita bicara tentang taat kepada Allah, maka Allah yang terbaik. Bila
seorang istri ketika menikah, maka suaminya terima nikahnya, dia yang
bayar mahar. Artinya dalam berumah tangga yang raja itu suami. Jadi
dalam aturan itu pasti ada hikmahnya. Allah itu baik. Kalau kita
melayani suami menurut selera suami, nanti Tuhan akan berikan kepada
kita nikmat lebih hebat dari perempuan lain yang ingin memuaskan diri
sendiri.
Ketaatan ini termasuk mengikhlaskan ketika suami ingin menikah lagi?
Ya. Awalnya kan ketaatan pada Tuhan, bukan karena suami suruh.
Artinya, kalau kita taat kepada Allah, kita harus terima seluruh
perintah Allah yang dibolehkan. Poligami termasuk yang dibolehkan
Allah. Itu kita harus menyetujuinya. Makanya saya geli kalau ada yang
bilang korban poligami (tertawa). Kalau kami ini bukan korban, kami
ini pejuang poligami.
Ada standar ganda di sini: berupaya agar suami tidak melirik perempuan
lain dan menyetujui suami berpoligami....
Itu betul, suami tidak melirik orang lain. Makanya dia tidak pernah
menyatakan mau poligami. Dalam Global Ikhwan tidak ada pria yang
bilang saya mau poligami. Pernikahan di Global Ikhwan itu perkawinan
yang dirancang. Begitu pula poligami. Kami ada Departemen Keluarga dan
Kesejahteraan yang mengurusi monogami dan poligami. Di situ mengurus,
selain agar mendapatkan kecocokan antarpasangan, tapi juga akan
memperkuat perjuangan Islam. Jadi, suami-suami yang sudah dididik
untuk takut kepada Allah, mereka tidak terpikir menikah lagi karena
takut akan amanah. Departemen ini mengurus madu-madu juga. Departemen
ini juga yang memperkenalkan saya dengan madu saya.
Bagaimana perasaan Anda ketika menikahkan suami Anda dengan perempuan lain?
Fauzah: Perasaan kami tentu rasa sakit itu ada, tapi kami tahu sakit
itu apa. Tapi kami tahu ada obatnya. Ini seperti ujian naik kelas.
Kalau poligami itu bukan sesuatu yang baik, tentu para nabi dan rasul
tidak akan poligami. Padahal mereka adalah orang-orang yang paling
tinggi ketakwaannya.
Selama ini pijakan poligami adalah Surat Annisa ayat 3. Tapi pada ayat
129 disebutkan bahwa sesungguhnya manusia itu tidak bisa berbuat
adil....
Islam itu meletakkan sesuatu pada tepatnya. Adil yang paling tinggi
adalah meletakkan Allah sebagai Tuhan. Dalam konsep adil yang utama
dari suami, dia harus bisa menempatkan Allah sebagai Tuhannya. Bila
itu sudah dapat, pernikahan akan bahagia dengan sendirinya.
Ayat 129 itu menunjukkan Allah menyukai monogami?
Kan diizinkan mengambil istri kedua, ketiga, keempat. Kalau enggak
mampu, satu. Jadi sebetulnya istri satu ini emergency. Saya katakan
tadi ini sebuah pengalaman. Kami lihat Abuya dengan 4 istri, 40 anak,
200 cucu, pernikahan rukun, karena semua mengambil Tuhan sebagai
pemimpin. Itu kuncinya.
Bukankah Rasulullah pernah mengadu kepada Allah kalau dia tidak
sanggup berbuat adil?
Saya rasa yang Rasulullah kata soal perasaan dia yang khusus kepada
Aisyah dibanding kepada istri-istri yang lain. Kecenderungan hati itu
disetujui oleh istri-istri yang lain karena Siti Aisyah diberi
keistimewaan, dia yang paling bertakwa. Waktu dengan Aisyah,
Rasulullah mendapatkan wahyu, lalu Aisyah mendapatkan pembelaan dari
Allah.
Bisakah dideskripsikan kebahagiaan Anda ketika masih monogami dan kini poligami?
Fauzah: Saat monogami itu hidup, ya, begitu-begitu saja. Tidak ada
tantangan apa-apa. Seperti orang tidak pernah masuk mal yang dingin,
tentu dia akan bilang belanja di Blok M itu sudah paling oke. Tapi,
ketika ditawarkan mal lain, dia akan lihat memang ada mal dingin.
Begitu juga ketika poligami, ternyata ada ya kehidupan ini. Jadi,
makin kita taat kepada Allah, makin akan dibukakan pintu-pintu yang
kita tidak pernah tahu.
Kalau Anda merasa cinta suami Anda terbesar untuk Anda, bagaimana
dengan istri kedua, ketiga, dan keempat yang seakan menjadi pelengkap?
Kalau kita sudah cinta Allah, itu memang semua indah. Pengorbanan itu
terbayar. Dan, dalam perjalanannya itu, kami terheran-heran bagaimana
Allah membalas. Ada kebaikan yang banyak dalam poligami. Kami
tiba-tiba merasa rindu dengan madu kami. Kayak adik-beradik. Satu
rumah.
Apa saja yang diajarkan dalam Global Ikhwan?
Kami mengajarkan paling tidak ada satu paket seperti halnya Rasulullah
mengajarkan salat setelah sebelas tahun kenabian. Begitu pula pola
didikan yang ada dalam Global Ikhwan ini, terutama kepada orang yang
taat kepada Allah. Ada praktek membimbing salat. Kemudian diajarkan
bagaimana berumah tangga. Dan memang ada pengenalan tentang hubungan
suami-istri yang menurut tata cara aturan. Tapi tampaknya orang sangat
tertarik tentang hal itu karena sebelumnya pendidikan soal seks
ditutup. Tabu. Padahal dalam Islam ada kok dan halal.
Jika ada klub taat suami, apakah di Global Ikhwan juga ada klub
memperlakukan istri dengan baik?
Oh, ya. Kami kan mengajarkan paket, jadi bukan hanya perempuan.
Apakah di Global Ikhwan anak-anak diajarkan kursus pernikahan?
Kami sudah mengajarkan sejak mereka masih kecil. Kalau anak-anak
ditanya oleh kami apakah mau poligami kelak, mereka menjawab, "Mau."
Ini kan yang Allah bolehkan dan dicontohkan oleh Rasulullah. Jadi ini
sudah ada di benak mereka saat kecil.
Global Ikhwan sendiri selama ini bergerak di bidang apa?
Kami bergerak di semua bidang. Ada kesehatan, pendidikan,
kesejahteraan, dan lain-lain. Di Malaysia ada pabrik makanan,
restoran, dan lain-lain.
Bagaimana anak-anak Global Ikhwan mendapat pendidikan?
Ya di sini. Kami ada homeschooling. Mereka belajar di sini sampai
mereka mahir, jadi langsung aplikatif. Kalau mereka ingin meneruskan
ke sekolah formal dengan kuliah, bisa juga. Kalau dia sudah ada
keahlian, sudah langsung masuk ke proyek.
BIODATA
NAMA:
Dr Gina Puspita
KELAHIRAN:
Bogor, 8 September 1963
SUAMI:
DR Ing Abdurrahman Riesdam Effendi (mempunyai tiga anak)
PEKERJAAN:
Dosen, Ibu Global Ikhwan wilayah Sumatera I
PENDIDIKAN:
- Bahasa Prancis dan adaptasi sistem pendidikan Prancis di Formation
International de l'Aeronaetique et Spatiale, Toulouse, Prancis
(1982-1983)
- Sarjana teknik di Paul Sabatier University, Toulouse, Prancis (1983-1987)
- Dipl. Ing dan DEA di Teknik Penerbangan (konstruksi pesawat udara)
di Ecole National Superieure de l'Aeronautique et de l'Escape,
Toulouse, Prancis (1987-1989)
- Doktor teknik penerbangan di Ecole National Superieure de
l'Aeronautique et de l'Escape (1989-1993)
KARIER:
- Supervisor mahasiswa Teknik Mesin dan Teknik Penerbangan di
Universitas Prancis untuk Pengembangan Struktur Analisis,
ENSAE-Prancis (1990-1993)
- Dosen tamu di Teknik Penerbangan Institut Teknologi Bandung (1994-2000)
- Dosen Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Surakarta (1996-sekarang)
- Kepala Departemen Optimisasi Struktur Divisi Penelitian dan
Pengembangan Kedirgantaraan PT Industri Pesawat Terbang Nusantara
(1993-2003)
BUKU:
Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dalam Islam bersama
Riesdam Effendi (2006)
PENGHARGAAN:
- Pelajar teladan tingkat sekolah menengah atas se-Provinsi Jawa Barat (1982)
- Medali emas dari Kementerian Industri Prancis (1989)
- Penghargaan Perempuan Teknologi Muslim Terbaik (2000)
--
"Everybody is safety leader, You can stop any unsafe operation !"
--
+++
- Ir R J Taruno Poedjohardjo <tarunopeha@yahoo.com> Jun 26 06:19PM -0700 ^
betul sekali
ada pendapat yg agak aneh tapi ada benarnya yaitu :
seorang anak hanya KUWALAT kepada IBUnya dan tidak kepada orang lain
dicerminkan dari legenda/cerita rakyat al Malin Kundang , Sangkuriang.tph
________________________________
From: "andirahmah91@yahoo.com" <andirahmah91@yahoo.com>
To: alumniugm@googlegroups.com
Sent: Mon, June 27, 2011 9:01:51 AM
Subject: Re: [kagama] Dr Gina Puspita, Deklarator Klub Taat Suami:
PoligamiItuBukan Suami yang Suruh
Suami tetap berkewajiban taat dan merawat orang tuanya
.
Kalau Ibunya melarangnya berpoligami, maka sekuat apapun nafsunya utk
berpoligami harus diredam.
Ridho Allah tereletak pada Ridho Ibunya Suami :-)
Salam,
Andi Rahmah
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
-----Original Message-----
From: maula_na@yahoo.com
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Mon, 27 Jun 2011 01:01:30
To: alumniugm@googlegroups.com<alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: Re: [kagama] Dr Gina Puspita, Deklarator Klub Taat Suami: Poligami
ItuBukan Suami yang Suruh
Setahu saya mas RDP :
Bagi seorang istri, ridho Allah terletak pada ridho suami.
Bagi seorang anak, ridho Allah terletak pada ridho orang tua.
Nah bagi seorang suami gimana ya???
Salam,
MM
Powered by MM BlackBerry®
-----Original Message-----
From: Rovicky Dwi Putrohari <rovicky@gmail.com>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Mon, 27 Jun 2011 07:38:07
To: alumniUGM<alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: [kagama] Dr Gina Puspita, Deklarator Klub Taat Suami: Poligami Itu
Bukan Suami yang Suruh
Btw, perempuan yang baik itu taat suami atau taat Allah ?
RDP
--------------------------------
Minggu, 26 Juni 2011 | 04:42 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Deklarasi Klub Taat Suami yang dicanangkan
oleh Kelompok Global Ikhwan di sebuah restoran di kawasan Kebayoran
Baru, Jakarta Selatan, pada 18 Juni lalu menuai pro-kontra. Kalangan
pria yang memiliki keistimewaan menikah lagi merasa mendapat angin
segar dengan ajaran klub ini bahwa istri selayaknya harus menaati
suami, termasuk ketika suaminya menikah lagi. Namun banyak juga yang
menolak deklarasi klub, terutama para istri dan kalangan feminis yang
memandang klub ini telah merendahkan perempuan.
"Kami hanya ingin berbagi pengalaman bahwa di Global Ikhwan ada cara
mendidik suami, mendidik istri dan anak-anak. Kami membagi bagaimana
melaksanakan perintah Tuhan untuk taat. Di mana merendahkannya?" kata
Gina Puspita, Ketua Klub Taat Suami Indonesia, Rabu lalu.
Kecaman terhadap klub ini makin kencang manakala seorang pengurusnya
mengatakan agar para istri melayani hasrat seksual suaminya seperti
pelacur melayani pelanggannya demi menghindari perselingkuhan. Klub
ini dituding menyamakan istri dengan pelacur dan urusan pernikahan
hanya sebatas ranjang. "Kita melayani suami karena Tuhan, maka kita
berbuat seperti orang yang melayani orang lain karena uang, tapi bukan
menyamakan seperti pelacur," ujar Gina, yang menjabat Ibu Global
Ikhwan untuk wilayah Sumatera I, yang melingkupi seluruh Sumatera
kecuali Medan dan Aceh.
Global Ikhwan didirikan oleh Abuya Asaari Muhammad Tamimi, yang pernah
mengaku mendatangkan tsunami Aceh pada 26 Desember 2004. Saat berdiri
pada 1968, namanya adalah Darul Arqam, lalu berubah menjadi Rufaqa
lantaran dianggap sesat oleh pemerintah Malaysia dan akhirnya berubah
lagi menjadi Global Ikhwan. Pusat perkumpulan ini sekarang di Haramain
(Tanah Suci) Mekah dan Madinah, Arab Saudi, setelah bertahun-tahun
berada di Malaysia. Cabang-cabangnya ada di Indonesia, Malaysia,
Yordania, Suriah, Mesir, Eropa, dan Australia. Anggotanya diprediksi
mencapai 10 ribu jiwa di seluruh dunia. Di Indonesia, Gina
memperkirakan ada 500 keluarga.
Tempo berkesempatan melihat geliat roda bisnis Global Ikhwan berjalan.
Di Jakarta, Global Ikhwan menyewa sebelas rumah toko di Plaza Niaga II
Blok E 9-21 Sentul City, Bogor. Di sini, aktivitas yang ada adalah
homestay, penerbitan, minimarket, rumah produksi, rumah kebajikan
(rumah amal), asrama untuk santri perempuan dan laki-laki, usaha air
isi ulang, kafetaria, klinik gigi dan salon, serta sekolah taman
kanak-kanak. Tak jauh dari plaza, di kawasan Victory, Global Ikhwan
menjalankan usaha binatu, toko roti, dan penjahitan pakaian.
Saat melayani wawancara dengan Istiqomatul Hayati dan fotografer
Wisnu, Gina didampingi oleh Siti Fauzah, ibu untuk Jawa I (Pulau Jawa
dan Pontianak); Nunung Saleh Ibrahim, Ketua Yayasan Global Ikhwan;
Sofiah Duleh, ibu untuk Pekanbaru; dan Khadijah Duleh, ibu untuk
Global Ikhwan Sentul.
Apa respons dari pendeklarasian Klub Taat Suami ini?
Setelah peluncuran, banyak yang datang, dari tokoh-tokoh Islam, MUI,
konglomerat, dan pemerintah. Dari kantor Wali Kota Jakarta Selatan
datang meminta agar Klub Taat Suami bisa membagi cerita dengan ibu-ibu
PKK. Responsnya bagus sampai sekarang. Orang-orang banyak yang
bertanya konsep taat suami itu seperti apa.
Bagaimana Anda menanggapi kalangan yang kontra?
Saya rasa itu karena beberapa sebab. Pertama, mungkin mereka tidak
memahami konsep taat yang kami pahami. Dan bagi kalangan feminis,
konsep taat itu menjadi asing. Islam itu awalnya asing dan kembali
menjadi asing. Bukan saja soal taat. Waktu saya pakai jilbab pada
1982, hebohnya luar biasa. Tapi lihatlah sekarang, jilbab bukan suatu
yang aneh. Sebenarnya, kalau kita masuk ke perusahaan, ada bos,
pemiliknya. Kita yang jadi stafnya itu taat. Ketaatan itu maksudnya
bukan sesuatu status yang merendahkan martabat.
Bukankah seharusnya muslim hanya taat kepada Allah?
Bukti seorang taat kepada Allah, dia terima semua aturan-Nya.
Prinsipnya, kita berbuat baik pada orang karena iman. Begitu juga taat
kepada suami. Bukan suami yang suruh, tapi Allah yang suruh.
Apa maksud pernyataan bahwa istri yang tidak taat, tidak menghiburkan
bisa menjadi sumber kerusakan masyarakat?
Bahwa istri yang baik tapi tidak bisa melayani suaminya akan membuat
suaminya pulang dengan wajah kusut. Apalagi jika istrinya bermasalah,
padahal seharusnya istri itu menjadi tiang negara. Kalau yang
mengalami masalah rumah tangga ini adalah para pemimpin dunia, maka
sudah tentu merugi, tapi itu bukan berarti istri menjadi biang
kerusakan masyarakat karena sebenarnya sumber kerusakan itu karena
manusia sudah kehilangan moral. Suami pun, sebelum dia membimbing
istrinya menjadi lebih baik, harus taat dulu kepada Allah dan bersikap
baik. Kenapa kami terfokus pada ketaatan istri karena ini klub
perempuan, maka yang dibicarakan masalah perempuan.
Apa tanggapan Anda ketika klub ini dituding merendahkan martabat perempuan?
Saya pikir ketika kita melayani suami kita dengan dasar cinta, itu
bukan merendahkan martabat. Kami hanya ingin berbagi pengalaman meski
kami masih jauh dari sempurna, bahwa sejak Global Ikhwan berdiri
(1968) ada cara mendidik suami, mendidik istri dan dan anak-anak. Kami
bahagia, tidak ada krisis. Kami membagi pengalaman yang sudah ada
hasilnya bagaimana kami melaksanakan perintah Tuhan untuk taat, karena
akhirnya seperti kami, Allah memberikan balas jasa kepada kita. Di
mana merendahkannya? Di sini (Global Ikhwan), 50 persen penggerak
perusahaan adalah perempuan. Kalaupun ada komentar (negatif), itu
karena informasi yang belum sampai. Ini sebuah ajaran Tuhan, bukan
teori baru.
Sebenarnya apa konsep taat dalam definisi Klub Taat Suami ini?
Dalam rumah tangga, sudah Tuhan katakan bahwa pria itu pemimpin bagi
perempuan. Suami yang baik, bukti bahwa dia taat kepada Allah, dia
adalah yang berakhlak baik. Begitu juga istri. Kalau dia taat kepada
Allah, dia akan mengikuti suami. Rasulullah sendiri mengatakan
perempuan itu di (hari) akhir akan dilihat empat hal: salat, puasa,
menjaga marwah dirinya, yang keempat akan ditanya tingkat ketaatan
pada suami.
Kenapa konsep ketaatan itu hanya dibebankan kepada istri. Bagaimana
jika suaminya tidak taat kepada Allah?
Kalau begitu, mesti ditanya mengapa dulu mereka menikah. Kalau suami
tidak taat kepada Allah, kita tidak wajib taat. Hanya, kadang
penyelesaiannya akan kami panggil kedua belah pihak untuk konseling,
mendekatkan suaminya kepada Allah. Kadang suaminya menjadi ganas
karena istrinya. Jadi kita lihat keduanya.
Definisi taat ini sampai seberapa jauh?
Kami ingin 100 persen taat. Ketaatan tentulah ada dalam aspek
kehidupan. Misalnya mau makan, suami mau sup, kita ingin sayur asam.
Apa salahnya kita sediakan sup. Kalau sudah berumah tangga lama, kita
juga akan bersenang hati melayani orang yang kita cintai. Dan begitu
juga tentang hubungan seksual. Kalau orang-orang memberikan layanan
kepada lelaki hanya untuk cari uang, dia melayaninya dengan begitu
rupa, luar biasa, yang membuat orang datang lagi-datang lagi sampai
ketagihan. Kenapa kita tidak juga melayani (seperti itu terhadap suami
sendiri)? Ini bukanlah menyamakan istri sama dengan pelacur. Ada
aturannya, apa yang tidak boleh jangan dikerjakan.
Artinya perempuan tidak punya hak untuk mengekspresikan keinginan seksualnya?
Kita bicara tentang taat kepada Allah, maka Allah yang terbaik. Bila
seorang istri ketika menikah, maka suaminya terima nikahnya, dia yang
bayar mahar. Artinya dalam berumah tangga yang raja itu suami. Jadi
dalam aturan itu pasti ada hikmahnya. Allah itu baik. Kalau kita
melayani suami menurut selera suami, nanti Tuhan akan berikan kepada
kita nikmat lebih hebat dari perempuan lain yang ingin memuaskan diri
sendiri.
Ketaatan ini termasuk mengikhlaskan ketika suami ingin menikah lagi?
Ya. Awalnya kan ketaatan pada Tuhan, bukan karena suami suruh.
Artinya, kalau kita taat kepada Allah, kita harus terima seluruh
perintah Allah yang dibolehkan. Poligami termasuk yang dibolehkan
Allah. Itu kita harus menyetujuinya. Makanya saya geli kalau ada yang
bilang korban poligami (tertawa). Kalau kami ini bukan korban, kami
ini pejuang poligami.
Ada standar ganda di sini: berupaya agar suami tidak melirik perempuan
lain dan menyetujui suami berpoligami....
Itu betul, suami tidak melirik orang lain. Makanya dia tidak pernah
menyatakan mau poligami. Dalam Global Ikhwan tidak ada pria yang
bilang saya mau poligami. Pernikahan di Global Ikhwan itu perkawinan
yang dirancang. Begitu pula poligami. Kami ada Departemen Keluarga dan
Kesejahteraan yang mengurusi monogami dan poligami. Di situ mengurus,
selain agar mendapatkan kecocokan antarpasangan, tapi juga akan
memperkuat perjuangan Islam. Jadi, suami-suami yang sudah dididik
untuk takut kepada Allah, mereka tidak terpikir menikah lagi karena
takut akan amanah. Departemen ini mengurus madu-madu juga. Departemen
ini juga yang memperkenalkan saya dengan madu saya.
Bagaimana perasaan Anda ketika menikahkan suami Anda dengan perempuan lain?
Fauzah: Perasaan kami tentu rasa sakit itu ada, tapi kami tahu sakit
itu apa. Tapi kami tahu ada obatnya. Ini seperti ujian naik kelas.
Kalau poligami itu bukan sesuatu yang baik, tentu para nabi dan rasul
tidak akan poligami. Padahal mereka adalah orang-orang yang paling
tinggi ketakwaannya.
Selama ini pijakan poligami adalah Surat Annisa ayat 3. Tapi pada ayat
129 disebutkan bahwa sesungguhnya manusia itu tidak bisa berbuat
adil....
Islam itu meletakkan sesuatu pada tepatnya. Adil yang paling tinggi
adalah meletakkan Allah sebagai Tuhan. Dalam konsep adil yang utama
dari suami, dia harus bisa menempatkan Allah sebagai Tuhannya. Bila
itu sudah dapat, pernikahan akan bahagia dengan sendirinya.
Ayat 129 itu menunjukkan Allah menyukai monogami?
Kan diizinkan mengambil istri kedua, ketiga, keempat. Kalau enggak
mampu, satu. Jadi sebetulnya istri satu ini emergency. Saya katakan
tadi ini sebuah pengalaman. Kami lihat Abuya dengan 4 istri, 40 anak,
200 cucu, pernikahan rukun, karena semua mengambil Tuhan sebagai
pemimpin. Itu kuncinya.
Bukankah Rasulullah pernah mengadu kepada Allah kalau dia tidak
sanggup berbuat adil?
Saya rasa yang Rasulullah kata soal perasaan dia yang khusus kepada
Aisyah dibanding kepada istri-istri yang lain. Kecenderungan hati itu
disetujui oleh istri-istri yang lain karena Siti Aisyah diberi
keistimewaan, dia yang paling bertakwa. Waktu dengan Aisyah,
Rasulullah mendapatkan wahyu, lalu Aisyah mendapatkan pembelaan dari
Allah.
Bisakah dideskripsikan kebahagiaan Anda ketika masih monogami dan kini poligami?
Fauzah: Saat monogami itu hidup, ya, begitu-begitu saja. Tidak ada
tantangan apa-apa. Seperti orang tidak pernah masuk mal yang dingin,
tentu dia akan bilang belanja di Blok M itu sudah paling oke. Tapi,
ketika ditawarkan mal lain, dia akan lihat memang ada mal dingin.
Begitu juga ketika poligami, ternyata ada ya kehidupan ini. Jadi,
makin kita taat kepada Allah, makin akan dibukakan pintu-pintu yang
kita tidak pernah tahu.
Kalau Anda merasa cinta suami Anda terbesar untuk Anda, bagaimana
dengan istri kedua, ketiga, dan keempat yang seakan menjadi pelengkap?
Kalau kita sudah cinta Allah, itu memang semua indah. Pengorbanan itu
terbayar. Dan, dalam perjalanannya itu, kami terheran-heran bagaimana
Allah membalas. Ada kebaikan yang banyak dalam poligami. Kami
tiba-tiba merasa rindu dengan madu kami. Kayak adik-beradik. Satu
rumah.
Apa saja yang diajarkan dalam Global Ikhwan?
Kami mengajarkan paling tidak ada satu paket seperti halnya Rasulullah
mengajarkan salat setelah sebelas tahun kenabian. Begitu pula pola
didikan yang ada dalam Global Ikhwan ini, terutama kepada orang yang
taat kepada Allah. Ada praktek membimbing salat. Kemudian diajarkan
bagaimana berumah tangga. Dan memang ada pengenalan tentang hubungan
suami-istri yang menurut tata cara aturan. Tapi tampaknya orang sangat
tertarik tentang hal itu karena sebelumnya pendidikan soal seks
ditutup. Tabu. Padahal dalam Islam ada kok dan halal.
Jika ada klub taat suami, apakah di Global Ikhwan juga ada klub
memperlakukan istri dengan baik?
Oh, ya. Kami kan mengajarkan paket, jadi bukan hanya perempuan.
Apakah di Global Ikhwan anak-anak diajarkan kursus pernikahan?
Kami sudah mengajarkan sejak mereka masih kecil. Kalau anak-anak
ditanya oleh kami apakah mau poligami kelak, mereka menjawab, "Mau."
Ini kan yang Allah bolehkan dan dicontohkan oleh Rasulullah. Jadi ini
sudah ada di benak mereka saat kecil.
Global Ikhwan sendiri selama ini bergerak di bidang apa?
Kami bergerak di semua bidang. Ada kesehatan, pendidikan,
kesejahteraan, dan lain-lain. Di Malaysia ada pabrik makanan,
restoran, dan lain-lain.
Bagaimana anak-anak Global Ikhwan mendapat pendidikan?
Ya di sini. Kami ada homeschooling. Mereka belajar di sini sampai
mereka mahir, jadi langsung aplikatif. Kalau mereka ingin meneruskan
ke sekolah formal dengan kuliah, bisa juga. Kalau dia sudah ada
keahlian, sudah langsung masuk ke proyek.
BIODATA
NAMA:
Dr Gina Puspita
KELAHIRAN:
Bogor, 8 September 1963
SUAMI:
DR Ing Abdurrahman Riesdam Effendi (mempunyai tiga anak)
PEKERJAAN:
Dosen, Ibu Global Ikhwan wilayah Sumatera I
PENDIDIKAN:
- Bahasa Prancis dan adaptasi sistem pendidikan Prancis di Formation
International de l'Aeronaetique et Spatiale, Toulouse, Prancis
(1982-1983)
- Sarjana teknik di Paul Sabatier University, Toulouse, Prancis (1983-1987)
- Dipl. Ing dan DEA di Teknik Penerbangan (konstruksi pesawat udara)
di Ecole National Superieure de l'Aeronautique et de l'Escape,
Toulouse, Prancis (1987-1989)
- Doktor teknik penerbangan di Ecole National Superieure de
l'Aeronautique et de l'Escape (1989-1993)
KARIER:
- Supervisor mahasiswa Teknik Mesin dan Teknik Penerbangan di
Universitas Prancis untuk Pengembangan Struktur Analisis,
ENSAE-Prancis (1990-1993)
- Dosen tamu di Teknik Penerbangan Institut Teknologi Bandung (1994-2000)
- Dosen Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Surakarta (1996-sekarang)
- Kepala Departemen Optimisasi Struktur Divisi
- "Yayan G" <g_yayan@yahoo.com> Jun 26 03:59PM ^
Semoga almarhumah diberi tempat yang terbaik di sisiNYA
Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message-----
From: Sulastama Raharja <rsulastama@gmail.com>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Sun, 26 Jun 2011 21:19:09
To: alumniUGM<alumniUGM@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Cc: <hsuyuti_yk@yahoo.com>; <yunisatia@gmail.com>; <sudjarwadi-ugm@ugm.ac.id>
Subject: [kagama] (condolence): Telah meninggal dunia Sandya Finnia mahasiswi
komunikasi UGM 2006
Sumber: Mas Tato <http://www.facebook.com/mas.tato>
Innalillahi Wainnailaihi Rojiun,
Telah meninggal dunia mahasiswi komunikasi UGM 2006, nama Sandya Finnia
(kalo ndak salah FBnya http://www.facebook.com/sandyafinnia -CMIIW) pada
hari ini Sabtu, 25 Juni 2011, di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, lebih
kurang pukul 15.00 sore ini.
Almarhumah mengalami penjambretan dengan kekerasan sampai akhirnya koma
sejak selasa. Sedianya Finia akan diwisuda pada Agustus ini.
Semoga Khusnus khotimah
Kronologi Kejadianya:
Kejadiannya sangat memilukan dan membutuhkan kepedulian kita semua untuk
Jogja yang lebih aman. Ini adalah cerita yang saya peroleh dari kakak
pertama Almarhumah, Ibu Almarhumah, serta Adit pacar Almarhumah.
Almarhumah sudah lulus ujian skripsi 3 minggu yll. Almarhumah adalah anak ke
7 dari 7 bersaudara. Sambil kuliah, almarhumah bekerja di sebuah distro di
Jalan Gejayan. Pada saat malam kejadian itu, almarhumah nglembur sampai jam
11an malam untuk mempersiapkan pameran. Pulang dari Jl Gejayan, almarhumah
dikawal oleh pacarnya (Adit, wartawan) menggunakan motor yang sendiri.
Namun, karena Adit kepotong lampu merah, akhirnya Adit tertinggal. Adit
semakin tertinggal ketika dia berhenti untuk menolong seseorang yang jatuh
dari motor. Mendekati perempatan Wirobrajan, Adit menemui orang yang
kecelakaan lagi, dan ternyata itu adalah Almarhumah.
Kondisi Almarhumah saat itu tidak sadarkan diri karena luka di kepalanya.
Tasnya masih utuh, tapi tasnya robek terkena benda tajam, dan di situ
ditemukan clurit dan sandal laki-laki. Dari pengakuan para saksi mata,
Almarhumah didesak oleh dua sepeda motor, dan Almarhumah berteriak minta
tolong, dan kemudian Almarhumah terjatuh. Almarhumah tetap tidak sadarkan
diri sampai menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit,
Mohon doanya semoga Almarhumah khusnul qotimah, dan keluarga yang
ditinggalkan tabah menghadapi cobaan berat ini. Amien. Dari kejadian ini,
kriminalitas di dalam dan di luar kampus tampaknya mengalami peningkatan dan
memerlukan perhatian kita bersama.
Terima kasih atas perhatian Bapak Ibu.
Salam,
Pratikno
--
tomo TGL' 93
~ KagamaVirtual is here, there, everywhere, anywhere ... For everyone" :) ..
http://kagamavirtual.com/ ~
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
- Syawal Evi <syawal_eve@yahoo.com> Jun 27 12:05AM +0800 ^
Turut berduka cita dan semoga almarhumah mendapat tempat di sisi Nya serta keluarga yg di tinggal tawakal akan cobaan ini...
________________________________
From: Sulastama Raharja <rsulastama@gmail.com>
To: alumniUGM <alumniUGM@googlegroups.com>
Cc: hsuyuti_yk@yahoo.com; yunisatia@gmail.com; sudjarwadi-ugm@ugm.ac.id
Sent: Sunday, June 26, 2011 9:19 PM
Subject: [kagama] (condolence): Telah meninggal dunia Sandya Finnia mahasiswi komunikasi UGM 2006
Sumber: Mas Tato
Innalillahi Wainnailaihi Rojiun,
Telah meninggal dunia mahasiswi komunikasi UGM 2006, nama Sandya Finnia (kalo ndak salah FBnya http://www.facebook.com/sandyafinnia -CMIIW) pada hari ini Sabtu, 25 Juni 2011, di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, lebih kurang pukul 15.00 sore ini.
Almarhumah mengalami penjambretan dengan kekerasan sampai akhirnya koma sejak selasa. Sedianya Finia akan diwisuda pada Agustus ini.
Semoga Khusnus khotimah
Kronologi Kejadianya:
Kejadiannya sangat memilukan dan
membutuhkan kepedulian kita semua untuk Jogja yang lebih aman. Ini
adalah cerita yang saya peroleh dari kakak pertama Almarhumah, Ibu
Almarhumah, serta Adit pacar Almarhumah.
Almarhumah sudah lulus ujian skripsi 3 minggu yll. Almarhumah adalah anak ke 7 dari 7
bersaudara. Sambil kuliah, almarhumah bekerja di sebuah distro di Jalan
Gejayan. Pada saat malam kejadian itu, almarhumah nglembur sampai jam
11an malam untuk mempersiapkan pameran. Pulang dari Jl Gejayan,
almarhumah dikawal oleh pacarnya (Adit, wartawan) menggunakan motor yang sendiri. Namun, karena Adit kepotong lampu merah, akhirnya Adit
tertinggal. Adit semakin tertinggal ketika dia berhenti untuk menolong
seseorang yang jatuh dari motor. Mendekati perempatan Wirobrajan, Adit
menemui orang yang kecelakaan lagi, dan ternyata itu adalah Almarhumah.
Kondisi
Almarhumah saat itu tidak sadarkan diri karena luka di kepalanya.
Tasnya masih utuh, tapi tasnya robek terkena benda tajam, dan di situ
ditemukan clurit dan sandal laki-laki. Dari pengakuan para saksi mata,
Almarhumah didesak oleh dua sepeda motor, dan Almarhumah berteriak minta
tolong, dan kemudian Almarhumah terjatuh. Almarhumah tetap tidak
sadarkan diri sampai menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit,
Mohon
doanya semoga Almarhumah khusnul qotimah, dan keluarga yang
ditinggalkan tabah menghadapi cobaan berat ini. Amien. Dari kejadian
ini, kriminalitas di dalam dan di luar kampus tampaknya mengalami
peningkatan dan memerlukan perhatian kita bersama.
Terima kasih atas perhatian Bapak Ibu.
Salam,
Pratikno
--
tomo TGL' 93
~ KagamaVirtual is here, there, everywhere, anywhere ... For everyone" :) .. http://kagamavirtual.com/ ~
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
- "Agung Hadi P" <ahp1411@yahoo.co.id> Jun 26 06:39PM ^
Turut berdukacita sedalam2nya.. :(
Agung
Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message-----
From: Sulastama Raharja <rsulastama@gmail.com>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Sun, 26 Jun 2011 21:19:09
To: alumniUGM<alumniUGM@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Cc: <hsuyuti_yk@yahoo.com>; <yunisatia@gmail.com>; <sudjarwadi-ugm@ugm.ac.id>
Subject: [kagama] (condolence): Telah meninggal dunia Sandya Finnia mahasiswi
komunikasi UGM 2006
Sumber: Mas Tato <http://www.facebook.com/mas.tato>
Innalillahi Wainnailaihi Rojiun,
Telah meninggal dunia mahasiswi komunikasi UGM 2006, nama Sandya Finnia
(kalo ndak salah FBnya http://www.facebook.com/sandyafinnia -CMIIW) pada
hari ini Sabtu, 25 Juni 2011, di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, lebih
kurang pukul 15.00 sore ini.
Almarhumah mengalami penjambretan dengan kekerasan sampai akhirnya koma
sejak selasa. Sedianya Finia akan diwisuda pada Agustus ini.
Semoga Khusnus khotimah
Kronologi Kejadianya:
Kejadiannya sangat memilukan dan membutuhkan kepedulian kita semua untuk
Jogja yang lebih aman. Ini adalah cerita yang saya peroleh dari kakak
pertama Almarhumah, Ibu Almarhumah, serta Adit pacar Almarhumah.
Almarhumah sudah lulus ujian skripsi 3 minggu yll. Almarhumah adalah anak ke
7 dari 7 bersaudara. Sambil kuliah, almarhumah bekerja di sebuah distro di
Jalan Gejayan. Pada saat malam kejadian itu, almarhumah nglembur sampai jam
11an malam untuk mempersiapkan pameran. Pulang dari Jl Gejayan, almarhumah
dikawal oleh pacarnya (Adit, wartawan) menggunakan motor yang sendiri.
Namun, karena Adit kepotong lampu merah, akhirnya Adit tertinggal. Adit
semakin tertinggal ketika dia berhenti untuk menolong seseorang yang jatuh
dari motor. Mendekati perempatan Wirobrajan, Adit menemui orang yang
kecelakaan lagi, dan ternyata itu adalah Almarhumah.
Kondisi Almarhumah saat itu tidak sadarkan diri karena luka di kepalanya.
Tasnya masih utuh, tapi tasnya robek terkena benda tajam, dan di situ
ditemukan clurit dan sandal laki-laki. Dari pengakuan para saksi mata,
Almarhumah didesak oleh dua sepeda motor, dan Almarhumah berteriak minta
tolong, dan kemudian Almarhumah terjatuh. Almarhumah tetap tidak sadarkan
diri sampai menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit,
Mohon doanya semoga Almarhumah khusnul qotimah, dan keluarga yang
ditinggalkan tabah menghadapi cobaan berat ini. Amien. Dari kejadian ini,
kriminalitas di dalam dan di luar kampus tampaknya mengalami peningkatan dan
memerlukan perhatian kita bersama.
Terima kasih atas perhatian Bapak Ibu.
Salam,
Pratikno
--
tomo TGL' 93
~ KagamaVirtual is here, there, everywhere, anywhere ... For everyone" :) ..
http://kagamavirtual.com/ ~
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
- andirahmah91@yahoo.com Jun 26 09:46PM ^
Turut berduka cita sedalam-dalamnya. Apapun kejadiannya, menjadi sebab dari kematian Alm Sandya. Semoga sebab ini menjadikan ybs lebih lapang dan mendapatkan tempat lebih baik.
آمِّيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن.
Karena pengantarnya utk Yogya yg lebih baik, ada beberapa hal yg saya dapat dari kejadian ini.(Mohon dipisahkan dengan suasana duka):
1. Tujuan penngawalan gagal, karena Adit tidak konsentrasi pada tugas utamanya.
Alasan tertinggal lampu merah dan menolong korban lalu lintas menjadi sebab Sandya terlambat ditolong, agak sulit saya terima. Berarti, selang waktunya relatif panjang.
Dalam teori keselamatan, berlaku prinsip "golden hours". Dalam 15 menit pertama, dilakukan penanganan yg tepat akan menghindarkan korban dari akibat yg lebih fatal, meskipun korban mengalami cedera kepala, yg mengakibatkan pendarahan di luar maupun di dalam,
2. Sikap masyarakat yang cenderung jadi penonton, .
Pada saat kejadian, korban sudah berteriak minta tolong. Tetapi, didalam cerita tidak ada yg menolong hingga Adit menemukan korban yg tergeletak di jalan raya.
Sebegitu parahkah sikap masyarakat Yogya, atau cerita Aditnya yg lebay untuk menutupi kesalahannya?
Kontrol sosial adalah modal utama keamanan Yogyakarta.
@Mas Sopril, ada komentar kah?
Salam,
Andi Rahmah
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
-----Original Message-----
From: "Agung Hadi P" <ahp1411@yahoo.co.id>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Sun, 26 Jun 2011 18:39:42
To: <alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: Re: [kagama] (condolence): Telah meninggal dunia Sandya Finnia
mahasiswikomunikasi UGM 2006
Turut berdukacita sedalam2nya.. :(
Agung
Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message-----
From: Sulastama Raharja <rsulastama@gmail.com>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Sun, 26 Jun 2011 21:19:09
To: alumniUGM<alumniUGM@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Cc: <hsuyuti_yk@yahoo.com>; <yunisatia@gmail.com>; <sudjarwadi-ugm@ugm.ac.id>
Subject: [kagama] (condolence): Telah meninggal dunia Sandya Finnia mahasiswi
komunikasi UGM 2006
Sumber: Mas Tato <http://www.facebook.com/mas.tato>
Innalillahi Wainnailaihi Rojiun,
Telah meninggal dunia mahasiswi komunikasi UGM 2006, nama Sandya Finnia
(kalo ndak salah FBnya http://www.facebook.com/sandyafinnia -CMIIW) pada
hari ini Sabtu, 25 Juni 2011, di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, lebih
kurang pukul 15.00 sore ini.
Almarhumah mengalami penjambretan dengan kekerasan sampai akhirnya koma
sejak selasa. Sedianya Finia akan diwisuda pada Agustus ini.
Semoga Khusnus khotimah
Kronologi Kejadianya:
Kejadiannya sangat memilukan dan membutuhkan kepedulian kita semua untuk
Jogja yang lebih aman. Ini adalah cerita yang saya peroleh dari kakak
pertama Almarhumah, Ibu Almarhumah, serta Adit pacar Almarhumah.
Almarhumah sudah lulus ujian skripsi 3 minggu yll. Almarhumah adalah anak ke
7 dari 7 bersaudara. Sambil kuliah, almarhumah bekerja di sebuah distro di
Jalan Gejayan. Pada saat malam kejadian itu, almarhumah nglembur sampai jam
11an malam untuk mempersiapkan pameran. Pulang dari Jl Gejayan, almarhumah
dikawal oleh pacarnya (Adit, wartawan) menggunakan motor yang sendiri.
Namun, karena Adit kepotong lampu merah, akhirnya Adit tertinggal. Adit
semakin tertinggal ketika dia berhenti untuk menolong seseorang yang jatuh
dari motor. Mendekati perempatan Wirobrajan, Adit menemui orang yang
kecelakaan lagi, dan ternyata itu adalah Almarhumah.
Kondisi Almarhumah saat itu tidak sadarkan diri karena luka di kepalanya.
Tasnya masih utuh, tapi tasnya robek terkena benda tajam, dan di situ
ditemukan clurit dan sandal laki-laki. Dari pengakuan para saksi mata,
Almarhumah didesak oleh dua sepeda motor, dan Almarhumah berteriak minta
tolong, dan kemudian Almarhumah terjatuh. Almarhumah tetap tidak sadarkan
diri sampai menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit,
Mohon doanya semoga Almarhumah khusnul qotimah, dan keluarga yang
ditinggalkan tabah menghadapi cobaan berat ini. Amien. Dari kejadian ini,
kriminalitas di dalam dan di luar kampus tampaknya mengalami peningkatan dan
memerlukan perhatian kita bersama.
Terima kasih atas perhatian Bapak Ibu.
Salam,
Pratikno
--
tomo TGL' 93
~ KagamaVirtual is here, there, everywhere, anywhere ... For everyone" :) ..
http://kagamavirtual.com/ ~
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
- nugroho rahmat <nugrahmat@kagamavirtual.net> Jun 27 05:28AM +0700 ^
ikut berduka cita. Semoga Almarhumah mendapat tempat yang terbaik.
Keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan. Amin.
Secara umum tingkat kejahatan di Yogya mulai meningkat, mulai banyak
perampokan, pencurian dengan kekerasan, sampai pembunuhan.
Daerah Gamping sampai Wirobrajan termasuk daerah rawan sejak saya SMA.
Daerah umbul harjo sekitar terminal lama, daerah banguntapan sekitar
perempatan jl wonosari, daerah ring road barat, ring road timur, seputaran
jalan selokan mataram.
Kalau lewat daerah daerah tersebut sebaiknya ekstra hati hati.
NR
2011/6/26 Sulastama Raharja <rsulastama@gmail.com>
- "SisCahya Bhuwana" <siscahya@kagamavirtual.com> Jun 26 11:29PM ^
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ
Saya beserta keluarga turut berduka atas wafatnya belio, Sandya Finnia, mahasiswi komunikasi UGM 2006
Semoga belio wafat dalam "syahid" dan arwah belio ditempatkan disisiNya, dan semua amal ibadahnya diterima اَللّهُ ..
Bagi keluarga yang ditinggalkannya semoga diberi kesabaran dan keiklasan, karena semua yang berjiwa pasti akan kembali kepadaNya.
Sis & kel
Siswanto
Power Generation Services
Specialist Engineer
Blog: www.sispowergeneration.blogspot.com
Mobile: +62 81311422270
+62 81398199500
PIN : 22773192
Emails: sis_cahya@yahoo.com
siscahyabhuwana@gmail.com
Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message-----
From: "Yayan G" <g_yayan@yahoo.com>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Sun, 26 Jun 2011 15:59:32
To: Kagama<alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: Re: [kagama] (condolence): Telah meninggal dunia Sandya Finnia
mahasiswikomunikasi UGM 2006
Semoga almarhumah diberi tempat yang terbaik di sisiNYA
Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message-----
From: Sulastama Raharja <rsulastama@gmail.com>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Sun, 26 Jun 2011 21:19:09
To: alumniUGM<alumniUGM@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Cc: <hsuyuti_yk@yahoo.com>; <yunisatia@gmail.com>; <sudjarwadi-ugm@ugm.ac.id>
Subject: [kagama] (condolence): Telah meninggal dunia Sandya Finnia mahasiswi
komunikasi UGM 2006
Sumber: Mas Tato <http://www.facebook.com/mas.tato>
Innalillahi Wainnailaihi Rojiun,
Telah meninggal dunia mahasiswi komunikasi UGM 2006, nama Sandya Finnia
(kalo ndak salah FBnya http://www.facebook.com/sandyafinnia -CMIIW) pada
hari ini Sabtu, 25 Juni 2011, di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, lebih
kurang pukul 15.00 sore ini.
Almarhumah mengalami penjambretan dengan kekerasan sampai akhirnya koma
sejak selasa. Sedianya Finia akan diwisuda pada Agustus ini.
Semoga Khusnus khotimah
Kronologi Kejadianya:
Kejadiannya sangat memilukan dan membutuhkan kepedulian kita semua untuk
Jogja yang lebih aman. Ini adalah cerita yang saya peroleh dari kakak
pertama Almarhumah, Ibu Almarhumah, serta Adit pacar Almarhumah.
Almarhumah sudah lulus ujian skripsi 3 minggu yll. Almarhumah adalah anak ke
7 dari 7 bersaudara. Sambil kuliah, almarhumah bekerja di sebuah distro di
Jalan Gejayan. Pada saat malam kejadian itu, almarhumah nglembur sampai jam
11an malam untuk mempersiapkan pameran. Pulang dari Jl Gejayan, almarhumah
dikawal oleh pacarnya (Adit, wartawan) menggunakan motor yang sendiri.
Namun, karena Adit kepotong lampu merah, akhirnya Adit tertinggal. Adit
semakin tertinggal ketika dia berhenti untuk menolong seseorang yang jatuh
dari motor. Mendekati perempatan Wirobrajan, Adit menemui orang yang
kecelakaan lagi, dan ternyata itu adalah Almarhumah.
Kondisi Almarhumah saat itu tidak sadarkan diri karena luka di kepalanya.
Tasnya masih utuh, tapi tasnya robek terkena benda tajam, dan di situ
ditemukan clurit dan sandal laki-laki. Dari pengakuan para saksi mata,
Almarhumah didesak oleh dua sepeda motor, dan Almarhumah berteriak minta
tolong, dan kemudian Almarhumah terjatuh. Almarhumah tetap tidak sadarkan
diri sampai menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit,
Mohon doanya semoga Almarhumah khusnul qotimah, dan keluarga yang
ditinggalkan tabah menghadapi cobaan berat ini. Amien. Dari kejadian ini,
kriminalitas di dalam dan di luar kampus tampaknya mengalami peningkatan dan
memerlukan perhatian kita bersama.
Terima kasih atas perhatian Bapak Ibu.
Salam,
Pratikno
--
tomo TGL' 93
~ KagamaVirtual is here, there, everywhere, anywhere ... For everyone" :) ..
http://kagamavirtual.com/ ~
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
- Akhmad Khusyairi <a.khusyairi@kagamavirtual.org> Jun 27 06:33AM +0700 ^
Inna lillahi wa inna illaihi rojiun
Turut berduka cita....
2011/6/27 SisCahya Bhuwana <siscahya@kagamavirtual.com>
--
Regards,
Akhmad Khusyairi
www.akhmadkhusyairi.wordpress.com
- retno_ch22@yahoo.com Jun 26 11:51PM ^
Turut berduka cita atas meninggalnya sandya finnia. Smg almarhumah diberikan tempat terbaik di sisi اَللّهُ SWT dan bagi klg yg ditinggalkan smg dbrikan ksabaran dan ktabahan.amin
Best regards,
Jeung Retno
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
-----Original Message-----
From: "SisCahya Bhuwana" <siscahya@kagamavirtual.com>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Sun, 26 Jun 2011 23:29:38
To: <alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: Re: [kagama] (condolence): Telah meninggal dunia Sandya
Finniamahasiswikomunikasi UGM 2006
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ
Saya beserta keluarga turut berduka atas wafatnya belio, Sandya Finnia, mahasiswi komunikasi UGM 2006
Semoga belio wafat dalam "syahid" dan arwah belio ditempatkan disisiNya, dan semua amal ibadahnya diterima اَللّهُ ..
Bagi keluarga yang ditinggalkannya semoga diberi kesabaran dan keiklasan, karena semua yang berjiwa pasti akan kembali kepadaNya.
Sis & kel
Siswanto
Power Generation Services
Specialist Engineer
Blog: www.sispowergeneration.blogspot.com
Mobile: +62 81311422270
+62 81398199500
PIN : 22773192
Emails: sis_cahya@yahoo.com
siscahyabhuwana@gmail.com
Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message-----
From: "Yayan G" <g_yayan@yahoo.com>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Sun, 26 Jun 2011 15:59:32
To: Kagama<alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: Re: [kagama] (condolence): Telah meninggal dunia Sandya Finnia
mahasiswikomunikasi UGM 2006
Semoga almarhumah diberi tempat yang terbaik di sisiNYA
Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message-----
From: Sulastama Raharja <rsulastama@gmail.com>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Sun, 26 Jun 2011 21:19:09
To: alumniUGM<alumniUGM@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Cc: <hsuyuti_yk@yahoo.com>; <yunisatia@gmail.com>; <sudjarwadi-ugm@ugm.ac.id>
Subject: [kagama] (condolence): Telah meninggal dunia Sandya Finnia mahasiswi
komunikasi UGM 2006
Sumber: Mas Tato <http://www.facebook.com/mas.tato>
Innalillahi Wainnailaihi Rojiun,
Telah meninggal dunia mahasiswi komunikasi UGM 2006, nama Sandya Finnia
(kalo ndak salah FBnya http://www.facebook.com/sandyafinnia -CMIIW) pada
hari ini Sabtu, 25 Juni 2011, di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, lebih
kurang pukul 15.00 sore ini.
Almarhumah mengalami penjambretan dengan kekerasan sampai akhirnya koma
sejak selasa. Sedianya Finia akan diwisuda pada Agustus ini.
Semoga Khusnus khotimah
Kronologi Kejadianya:
Kejadiannya sangat memilukan dan membutuhkan kepedulian kita semua untuk
Jogja yang lebih aman. Ini adalah cerita yang saya peroleh dari kakak
pertama Almarhumah, Ibu Almarhumah, serta Adit pacar Almarhumah.
Almarhumah sudah lulus ujian skripsi 3 minggu yll. Almarhumah adalah anak ke
7 dari 7 bersaudara. Sambil kuliah, almarhumah bekerja di sebuah distro di
Jalan Gejayan. Pada saat malam kejadian itu, almarhumah nglembur sampai jam
11an malam untuk mempersiapkan pameran. Pulang dari Jl Gejayan, almarhumah
dikawal oleh pacarnya (Adit, wartawan) menggunakan motor yang sendiri.
Namun, karena Adit kepotong lampu merah, akhirnya Adit tertinggal. Adit
semakin tertinggal ketika dia berhenti untuk menolong seseorang yang jatuh
dari motor. Mendekati perempatan Wirobrajan, Adit menemui orang yang
kecelakaan lagi, dan ternyata itu adalah Almarhumah.
Kondisi Almarhumah saat itu tidak sadarkan diri karena luka di kepalanya.
Tasnya masih utuh, tapi tasnya robek terkena benda tajam, dan di situ
ditemukan clurit dan sandal laki-laki. Dari pengakuan para saksi mata,
Almarhumah didesak oleh dua sepeda motor, dan Almarhumah berteriak minta
tolong, dan kemudian Almarhumah terjatuh. Almarhumah tetap tidak sadarkan
diri sampai menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit,
Mohon doanya semoga Almarhumah khusnul qotimah, dan keluarga yang
ditinggalkan tabah menghadapi cobaan berat ini. Amien. Dari kejadian ini,
kriminalitas di dalam dan di luar kampus tampaknya mengalami peningkatan dan
memerlukan perhatian kita bersama.
Terima kasih atas perhatian Bapak Ibu.
Salam,
Pratikno
--
tomo TGL' 93
~ KagamaVirtual is here, there, everywhere, anywhere ... For everyone" :) ..
http://kagamavirtual.com/ ~
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
- Sumuyut Sarjono <sumuyut.sarjono@jobpps.com> Jun 26 11:40PM ^
Insya Allah beliaunya berjihad mempertahankan hartanya, Ya Allah ampuni dosanya sejajarkan dengan hamba2yang berjihad di jalanMU, Y Allah beri ketabahan keluarga yang ditingglakan, Ya Allah maha mengetahui sadarkan mereka yang berbuat jahat agar mereka kembali ke jalan yang benar sesuai petunjukMU amiin
was
sumuyut
________________________________
Dari: alumniugm@googlegroups.com [alumniugm@googlegroups.com] atas nama Teguh Wahyudi(SinyoTW) [teguh.yudi@yahoo.co.uk]
Terkirim: 26 Juni 2011 21:43
Hingga: alumniugm@googlegroups.com
Subjek: Re: [kagama] (condolence): Telah meninggal dunia Sandya Finnia mahasiswikomunikasi UGM 2006
Innalillahi Wainnailaihi Rojiun
Semoga amal ibadah diterima disisiNya...
Keluarga yg ditinggalkan diberi ketabahan...
Amin.
--SinyoTW--
Powered by SinyoTWBerry®
________________________________
From: Sulastama Raharja <rsulastama@gmail.com>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Sun, 26 Jun 2011 21:19:09 +0700
To: alumniUGM<alumniUGM@googlegroups.com>
ReplyTo: alumniugm@googlegroups.com
Cc: <hsuyuti_yk@yahoo.com>; <yunisatia@gmail.com>; <sudjarwadi-ugm@ugm.ac.id>
Subject: [kagama] (condolence): Telah meninggal dunia Sandya Finnia mahasiswi komunikasi UGM 2006
Sumber: Mas Tato<http://www.facebook.com/mas.tato>
Innalillahi Wainnailaihi Rojiun,
Telah meninggal dunia mahasiswi komunikasi UGM 2006, nama Sandya Finnia (kalo ndak salah FBnya http://www.facebook.com/sandyafinnia -CMIIW) pada hari ini Sabtu, 25 Juni 2011, di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, lebih kurang pukul 15.00 sore ini.
Almarhumah mengalami penjambretan dengan kekerasan sampai akhirnya koma sejak selasa. Sedianya Finia akan diwisuda pada Agustus ini.
Semoga Khusnus khotimah
Kronologi Kejadianya:
Kejadiannya sangat memilukan dan membutuhkan kepedulian kita semua untuk Jogja yang lebih aman. Ini adalah cerita yang saya peroleh dari kakak pertama Almarhumah, Ibu Almarhumah, serta Adit pacar Almarhumah.
Almarhumah sudah lulus ujian skripsi 3 minggu yll. Almarhumah adalah anak ke 7 dari 7 bersaudara. Sambil kuliah, almarhumah bekerja di sebuah distro di Jalan Gejayan. Pada saat malam kejadian itu, almarhumah nglembur sampai jam 11an malam untuk mempersiapkan pameran. Pulang dari Jl Gejayan, almarhumah dikawal oleh pacarnya (Adit, wartawan) menggunakan motor yang sendiri. Namun, karena Adit kepotong lampu merah, akhirnya Adit tertinggal. Adit semakin tertinggal ketika dia berhenti untuk menolong seseorang yang jatuh dari motor. Mendekati perempatan Wirobrajan, Adit menemui orang yang kecelakaan lagi, dan ternyata itu adalah Almarhumah.
Kondisi Almarhumah saat itu tidak sadarkan diri karena luka di kepalanya. Tasnya masih utuh, tapi tasnya robek terkena benda tajam, dan di situ ditemukan clurit dan sandal laki-laki. Dari pengakuan para saksi mata, Almarhumah didesak oleh dua sepeda motor, dan Almarhumah berteriak minta tolong, dan kemudian Almarhumah terjatuh. Almarhumah tetap tidak sadarkan diri sampai menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit,
Mohon doanya semoga Almarhumah khusnul qotimah, dan keluarga yang ditinggalkan tabah menghadapi cobaan berat ini. Amien. Dari kejadian ini, kriminalitas di dalam dan di luar kampus tampaknya mengalami peningkatan dan memerlukan perhatian kita bersama.
Terima kasih atas perhatian Bapak Ibu.
Salam,
Pratikno
--
tomo TGL' 93
~ KagamaVirtual is here, there, everywhere, anywhere ... For everyone" :) .. http://kagamavirtual.com/ ~
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
- "Jentot Mardianto" <jentotm@kagamavirtual.net> Jun 27 12:08AM ^
Innalilahi wa innalilahi rojiun.
Turut berduka cita, semoga khusnul khotimah dan mendaptakan tempat yg terbaik disisi Allah swt. Amiin.
Salam,
Jentot
-----Original Message-----
From: Sulastama Raharja <rsulastama@gmail.com>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Sun, 26 Jun 2011 21:19:09
To: alumniUGM<alumniUGM@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Cc: <hsuyuti_yk@yahoo.com>; <yunisatia@gmail.com>; <sudjarwadi-ugm@ugm.ac.id>
Subject: [kagama] (condolence): Telah meninggal dunia Sandya Finnia mahasiswi
komunikasi UGM 2006
Sumber: Mas Tato <http://www.facebook.com/mas.tato>
Innalillahi Wainnailaihi Rojiun,
Telah meninggal dunia mahasiswi komunikasi UGM 2006, nama Sandya Finnia
(kalo ndak salah FBnya http://www.facebook.com/sandyafinnia -CMIIW) pada
hari ini Sabtu, 25 Juni 2011, di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, lebih
kurang pukul 15.00 sore ini.
Almarhumah mengalami penjambretan dengan kekerasan sampai akhirnya koma
sejak selasa. Sedianya Finia akan diwisuda pada Agustus ini.
Semoga Khusnus khotimah
Kronologi Kejadianya:
Kejadiannya sangat memilukan dan membutuhkan kepedulian kita semua untuk
Jogja yang lebih aman. Ini adalah cerita yang saya peroleh dari kakak
pertama Almarhumah, Ibu Almarhumah, serta Adit pacar Almarhumah.
Almarhumah sudah lulus ujian skripsi 3 minggu yll. Almarhumah adalah anak ke
7 dari 7 bersaudara. Sambil kuliah, almarhumah bekerja di sebuah distro di
Jalan Gejayan. Pada saat malam kejadian itu, almarhumah nglembur sampai jam
11an malam untuk mempersiapkan pameran. Pulang dari Jl Gejayan, almarhumah
dikawal oleh pacarnya (Adit, wartawan) menggunakan motor yang sendiri.
Namun, karena Adit kepotong lampu merah, akhirnya Adit tertinggal. Adit
semakin tertinggal ketika dia berhenti untuk menolong seseorang yang jatuh
dari motor. Mendekati perempatan Wirobrajan, Adit menemui orang yang
kecelakaan lagi, dan ternyata itu adalah Almarhumah.
Kondisi Almarhumah saat itu tidak sadarkan diri karena luka di kepalanya.
Tasnya masih utuh, tapi tasnya robek terkena benda tajam, dan di situ
ditemukan clurit dan sandal laki-laki. Dari pengakuan para saksi mata,
Almarhumah didesak oleh dua sepeda motor, dan Almarhumah berteriak minta
tolong, dan kemudian Almarhumah terjatuh. Almarhumah tetap tidak sadarkan
diri sampai menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit,
Mohon doanya semoga Almarhumah khusnul qotimah, dan keluarga yang
ditinggalkan tabah menghadapi cobaan berat ini. Amien. Dari kejadian ini,
kriminalitas di dalam dan di luar kampus tampaknya mengalami peningkatan dan
memerlukan perhatian kita bersama.
Terima kasih atas perhatian Bapak Ibu.
Salam,
Pratikno
--
tomo TGL' 93
~ KagamaVirtual is here, there, everywhere, anywhere ... For everyone" :) ..
http://kagamavirtual.com/ ~
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
Topik: stress related to ourself
- umigita@gmail.com Jun 26 03:27PM ^
Woo...iki thread untuk manage stress malah isine podo stress kabeh... :p
Salam,
Umi gita
Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message-----
From: tri harso sulistiyo <thsulistiyo@gmail.com>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Sun, 26 Jun 2011 21:57:15
To: <alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: Re: [kagama] stress related to ourself
Jadi tergelitik,
pada waktu itu sayah mengerjakan proyek Gorgon LNG, sebuah LNG Plan di
Barrow Island Ostrali, merupakan proyek dengan sistem modul terbesar di Asia
Pasific. adapun nilai proyeknya cuma A$43 Billion.
[image: 108620_bcc358e554224a0c98f3.jpg]
Scope work sayah cuman sebagai seorang Asisten Lead Tank Engineer ketika ada
counterpart sayah, namun begitu si Om mbalik Jepang sayah naek jadi Lead
Engineer untuk tank.
Gorgon ini merupakan proyek yang sangat rumit, ada beberapa Engineering
Center, seperti Indonesia Engineering Center (IEC), Perth Operation Center
(POC), London Operation Center (LOC), dan masih ada beberapa lagi. terus
transfer data gimana? hehehe, dengan sistem yang dinamakan documentum, semua
yang terlibat akan bisa mengakses informasi yang sama (dibandingkan sistem
IT punya DPR lebih canggih sistem ini :D)
ok, itulah posisi yg sayah hadapi. Nah adapun pekerjaan sayah sebagai Tank
Engineer ialah memastikan design tank IEC capable.
cuma ada :*
1. Dua LNG tank dengan diameter 97m dengan tinggi 35m*
[image: lng_tank_schematic_300.gif]
*2. Empat condensate tank dengan diameter 60m dengan tinggi 17m*
[image: 1.jpg]
*3. Empat buah shop oil tank (diameter 3m tinggi 3m) ditaruh di atas
structur sipil yang ada dilaut
4. Satu buah diesel tank
*
*5. Satu propane sphere tank (tank bulet) dengan dia 16m*
[image: Spherical-Tank.jpg]
Untuk nilai 2 LNG dan 4 Condensate saja cuma 5Trilyun IDR :D. bisa
dibayangkan kalao tank sayah delay atau gagal :D, semua orang tahu akan
menggantung siapa.
Selain itu, jumlah document yang sayah review cuma ada 5000 document (kalao
diitung lembaran ga tahu saya ada berapa ribu lembar), oia di proyek ini
sudah meminimalkan kertas, jadi semua komen dilakukan dengan PDF dan memakai
digital sign. Document di cetak hanya untuk keperluan audit serta database
koordinasi dengan disiplin lain.
[image: 1.jpg]
Selain review document, sayah harus melakukan beberapa koordinasi, dengan
disiplin lain (electrical, instrumen, sipil, piping), dengan Chevron, dengan
Proyek manager di Perth, termasuk dengan supplier (CBI dan Vijay Tank).
setelah si Om mbalik Jepang semua itu sayah lakukan sendiri. monggo
dibayangkan saja :D
ths
2011/6/25 Sakha Rahmanda <sakha.rahmanda@gmail.com>
, bahkan apa yang Ibu Andi lakukan bisa jadi melebihi load
pekerjaan dari Mas THS sendiri :-)
salam kagama
SR
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
- nugroho rahmat <nugrahmat@kagamavirtual.net> Jun 27 05:41AM +0700 ^
aku pernah coba minum jinten hitam; sudah banyak yg dibentuk kapsul dr darya
Varia atau perusahaan lain HOBBATHUSADA ,
bisa dibeli disupermarket (bukan promosi) bisa menambah daya tahan.
salam NR
2011/6/26 <umigita@gmail.com>
- eviyan@ptpjb.com Jun 26 10:47PM ^
Daya tahan apa nih, ... ??
Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message-----
From: nugroho rahmat <nugrahmat@kagamavirtual.net>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Mon, 27 Jun 2011 05:41:03
To: <alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: Re: [kagama] stress related to ourself
aku pernah coba minum jinten hitam; sudah banyak yg dibentuk kapsul dr darya
Varia atau perusahaan lain HOBBATHUSADA ,
bisa dibeli disupermarket (bukan promosi) bisa menambah daya tahan.
salam NR
2011/6/26 <umigita@gmail.com>
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
- nugroho rahmat <nugrahmat@kagamavirtual.net> Jun 27 05:32AM +0700 ^
aku sih melihatnya partai partai yg ada sebatas kendaraan politik.
maaf namanya kendaraan bisa dibeli atau tergantung setorannya.
2011/6/26 <andirahmah91@yahoo.com>
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++