Grup: http://groups.google.com/group/alumniUGM/topics
- BLS: Re: [kagama] FPKS : Walikota Menikah 4 Kali Tidak Apa-ApaAsalTakGangguTugas [2 Pemutakhiran]
- FPKS : Walikota Menikah 4 Kali Tidak Apa-ApaAsalTakGangguTugas [10 Pemutakhiran]
- Oh .. ayam bakarku [1 Pemutakhiran]
- Telur Ayam ber-stempel [1 Pemutakhiran]
- selamat ultah walaupun .... [1 Pemutakhiran]
- Manfaat 6 Gelas Air Putih [5 Pemutakhiran]
- (Peluang Usaja): Emping menes buah karya kaum hawa [3 Pemutakhiran]
- FPKS : Walikota Menikah 4 Kali Tidak Apa-ApaAsalTakGanggu Tugas [2 Pemutakhiran]
- "kisabdo bumi" <ryan.wuryanto@gmail.com> Jun 25 02:09PM ^
Walikota bogor memang top dia adalah kader pks, mas2 kalo mau belajar jadilah kader pks dulu....., bagi mbak2 kalo jadi kader pks juga harus ikhlas....di poligami...
Terkirim dari padhepokan kisabdo bumi
-----Pesan Asli-----
Dari: Ebes Defry
Terkirim: 25-06-2011, 20.40
To: alumniugm@googlegroups.com
Subjek: Re: [kagama] FPKS : Walikota Menikah 4 Kali Tidak Apa-ApaAsalTakGangguTugas
Berarti mas yunto masih ada harapan dong ya ?
Hehehehe
http://yusdanial.blogspot.com
-----Original Message-----
From: Nurcahya Priyonugroho <anung.pnugroho@gmail.com>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Sat, 25 Jun 2011 20:23:07
To: <alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: Re: [kagama] FPKS : Walikota Menikah 4 Kali Tidak Apa-ApaAsalTakGangguTugas
Heheheh, itu juga memulung di facebook, tapi aku nggak terlalu percaya, kalo
itu beneran foto Siti yang itu :-)
-Anung-
> Lah, kan sdh di upload sama om Anung. Sayang bukan foto yg sensual yg di
> upload :-)
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
- abiesuhastrada@kagamavirtual.org Jun 25 02:19PM ^
Walikota bogor memang top dia adalah kader pks, mas2 kalo mau belajar jadilah kader pks dulu....., bagi mbak2 kalo jadi kader pks juga harus ikhlas....di poligami...
Terkirim dari padhepokan kisabdo bumi
++++++++
Maksud nya ap pak??mohon dijelaskan..
"Save a tree. Don't print this e-mail unless it's really necessary"
- Nurcahya Priyonugroho <anung.pnugroho@gmail.com> Jun 25 07:15PM +0700 ^
> tidak tahu kualitas keimanan si wanita, dengan dandanan serba terbuka (lihat
> saja foto2 si wanita muda tsb), yg semestinya kalau si Walikota mengutamakan
> kualitas iman, krn alasan agama, bukan wanita seperti itu yg dia pilih.
*** Yang ini fotonya?
[image: Foto+Siti+Indriyani.jpg]
Bisa dimaklumi kalo Mas Arief terus meledak emosinya. Sirik tanda tak mampu,
hahahahaha....
-Anung-
- ariefprihantoro@kagamavirtual.com Jun 25 12:46PM ^
Iya om Anung, gimana orang nggak ngiri dengan kecantikan seperti itu :-)
Salam,
Arief Prihantoro
-----Original Message-----
From: Nurcahya Priyonugroho <anung.pnugroho@gmail.com>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Sat, 25 Jun 2011 19:15:51
To: <alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: Re: [kagama] FPKS : Walikota Menikah 4 Kali Tidak Apa-ApaAsalTakGangguTugas
> tidak tahu kualitas keimanan si wanita, dengan dandanan serba terbuka (lihat
> saja foto2 si wanita muda tsb), yg semestinya kalau si Walikota mengutamakan
> kualitas iman, krn alasan agama, bukan wanita seperti itu yg dia pilih.
*** Yang ini fotonya?
[image: Foto+Siti+Indriyani.jpg]
Bisa dimaklumi kalo Mas Arief terus meledak emosinya. Sirik tanda tak mampu,
hahahahaha....
-Anung-
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
- "Yunus Tohir" <yunstroom@gmail.com> Jun 25 12:56PM ^
Wah.. Berbahaya bung !!
Pantaslah kalau yg 1nya lagi sakit juga tetep lanjut nikahnya.. ;'(
Kok dulu gak ketemu saya ya .. Hehehehehe...
Kidding,
Yunus Tohir
(YunTo)
Sent from HP titipan
-----Original Message-----
From: Nurcahya Priyonugroho <anung.pnugroho@gmail.com>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Sat, 25 Jun 2011 19:15:51
To: <alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: Re: [kagama] FPKS : Walikota Menikah 4 Kali Tidak Apa-ApaAsalTakGangguTugas
> tidak tahu kualitas keimanan si wanita, dengan dandanan serba terbuka (lihat
> saja foto2 si wanita muda tsb), yg semestinya kalau si Walikota mengutamakan
> kualitas iman, krn alasan agama, bukan wanita seperti itu yg dia pilih.
*** Yang ini fotonya?
[image: Foto+Siti+Indriyani.jpg]
Bisa dimaklumi kalo Mas Arief terus meledak emosinya. Sirik tanda tak mampu,
hahahahaha....
-Anung-
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
- "Ebes Defry" <yusdanial@gmail.com> Jun 25 01:13PM ^
Waduh, kok pada berebutan tuh gadis cafe ya ?
Kayak apa sih orangnya ?
Hahahaha
*berharap ada yang upload*
http://yusdanial.blogspot.com
-----Original Message-----
From: "Yunus Tohir" <yunstroom@gmail.com>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Sat, 25 Jun 2011 12:56:27
To: <alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: Re: [kagama] FPKS : Walikota Menikah 4 Kali Tidak Apa-ApaAsalTakGangguTugas
Wah.. Berbahaya bung !!
Pantaslah kalau yg 1nya lagi sakit juga tetep lanjut nikahnya.. ;'(
Kok dulu gak ketemu saya ya .. Hehehehehe...
Kidding,
Yunus Tohir
(YunTo)
Sent from HP titipan
-----Original Message-----
From: Nurcahya Priyonugroho <anung.pnugroho@gmail.com>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Sat, 25 Jun 2011 19:15:51
To: <alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: Re: [kagama] FPKS : Walikota Menikah 4 Kali Tidak Apa-ApaAsalTakGangguTugas
> tidak tahu kualitas keimanan si wanita, dengan dandanan serba terbuka (lihat
> saja foto2 si wanita muda tsb), yg semestinya kalau si Walikota mengutamakan
> kualitas iman, krn alasan agama, bukan wanita seperti itu yg dia pilih.
*** Yang ini fotonya?
[image: Foto+Siti+Indriyani.jpg]
Bisa dimaklumi kalo Mas Arief terus meledak emosinya. Sirik tanda tak mampu,
hahahahaha....
-Anung-
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
- ariefprihantoro@kagamavirtual.com Jun 25 01:16PM ^
Lah, kan sdh di upload sama om Anung. Sayang bukan foto yg sensual yg di upload :-)
Salam,
Arief Prihantoro
-----Original Message-----
From: "Ebes Defry" <yusdanial@gmail.com>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Sat, 25 Jun 2011 13:13:09
To: <alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: Re: [kagama] FPKS : Walikota Menikah 4 Kali Tidak Apa-ApaAsalTakGangguTugas
Waduh, kok pada berebutan tuh gadis cafe ya ?
Kayak apa sih orangnya ?
Hahahaha
*berharap ada yang upload*
http://yusdanial.blogspot.com
-----Original Message-----
From: "Yunus Tohir" <yunstroom@gmail.com>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Sat, 25 Jun 2011 12:56:27
To: <alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: Re: [kagama] FPKS : Walikota Menikah 4 Kali Tidak Apa-ApaAsalTakGangguTugas
Wah.. Berbahaya bung !!
Pantaslah kalau yg 1nya lagi sakit juga tetep lanjut nikahnya.. ;'(
Kok dulu gak ketemu saya ya .. Hehehehehe...
Kidding,
Yunus Tohir
(YunTo)
Sent from HP titipan
-----Original Message-----
From: Nurcahya Priyonugroho <anung.pnugroho@gmail.com>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Sat, 25 Jun 2011 19:15:51
To: <alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: Re: [kagama] FPKS : Walikota Menikah 4 Kali Tidak Apa-ApaAsalTakGangguTugas
> tidak tahu kualitas keimanan si wanita, dengan dandanan serba terbuka (lihat
> saja foto2 si wanita muda tsb), yg semestinya kalau si Walikota mengutamakan
> kualitas iman, krn alasan agama, bukan wanita seperti itu yg dia pilih.
*** Yang ini fotonya?
[image: Foto+Siti+Indriyani.jpg]
Bisa dimaklumi kalo Mas Arief terus meledak emosinya. Sirik tanda tak mampu,
hahahahaha....
-Anung-
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
- Nurcahya Priyonugroho <anung.pnugroho@gmail.com> Jun 25 08:23PM +0700 ^
Heheheh, itu juga memulung di facebook, tapi aku nggak terlalu percaya, kalo
itu beneran foto Siti yang itu :-)
-Anung-
- "Yunus Tohir" <yunstroom@gmail.com> Jun 25 01:24PM ^
Iya mas anung.. Setuju..
Kayaknya foto2 itu sudah lama beredar deh
Yunus Tohir
(YunTo)
Sent from HP titipan
-----Original Message-----
From: Nurcahya Priyonugroho <anung.pnugroho@gmail.com>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Sat, 25 Jun 2011 20:23:07
To: <alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: Re: [kagama] FPKS : Walikota Menikah 4 Kali Tidak Apa-ApaAsalTakGangguTugas
Heheheh, itu juga memulung di facebook, tapi aku nggak terlalu percaya, kalo
itu beneran foto Siti yang itu :-)
-Anung-
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
- Nurcahya Priyonugroho <anung.pnugroho@gmail.com> Jun 25 08:27PM +0700 ^
Nampak agak beda ma yang foto scan undangan yang juga beredar hari ini :-)
-Anung-
- "Ebes Defry" <yusdanial@gmail.com> Jun 25 01:40PM ^
Berarti mas yunto masih ada harapan dong ya ?
Hehehehe
http://yusdanial.blogspot.com
-----Original Message-----
From: Nurcahya Priyonugroho <anung.pnugroho@gmail.com>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Sat, 25 Jun 2011 20:23:07
To: <alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: Re: [kagama] FPKS : Walikota Menikah 4 Kali Tidak Apa-ApaAsalTakGangguTugas
Heheheh, itu juga memulung di facebook, tapi aku nggak terlalu percaya, kalo
itu beneran foto Siti yang itu :-)
-Anung-
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
- Akhmad Khusyairi <a.khusyairi@kagamavirtual.org> Jun 25 09:18PM +0700 ^
Mas Anung...kalo masih ada stok 1 lagi...saya juga mau nambah....wkwkwkwk
2011/6/25 Ebes Defry <yusdanial@gmail.com>
--
Regards,
Akhmad Khusyairi
www.akhmadkhusyairi.wordpress.com
Topik: Oh .. ayam bakarku
- Aroem Naroeni <aroem.naroeni@kagamavirtual.com> Jun 25 08:32PM +0700 ^
Jakarta, Juni 2011
<http://aroemnaroeni.files.wordpress.com/2011/06/ayam-bakar1.jpeg>
Sepulang dari kantor aku sudah berencana membeli ayam bakar di tempat
langgananku di depan rumah sakit. Hanya penjual ayam bakar itu yang
mempunyai cita rasa yang pas di lidahku…. lidah Jawa. Dari depan kampus aku
menyebrang jalan dengan sabar karena semua tidak mau kalah, bis,
motor,angkot, bajaj, metromini semua ingin saling mendahului dan berhenti
dimana saja seenak mereka sendiri .. huft… Tapi begitu sampai di depan rumah
sakit aku celingak celinguk.. kok nggak ada apa-apa ? aku lihat jam
tanganku… sudah menunjukkan hampir pukul tujuh malam… Aku Cuma bisa berdiri
bengong.. balik kanan … menyusuri jalan dengan wajah bingung..nggak tahu mau
kemana. Beberapa hari ini sudah kepikiran di kepala .. ayam bakar.. ayam
bakar [image: :)] . Wajar
<http://aroemnaroeni.files.wordpress.com/2011/06/ayam-bakar2.jpeg>
kalau kecewa. Beberapa meter setelah aku berjalan, aku melihat banya
gerobak-gerobak bergerombol dan tampak masih belum menggelar dagangannya
karena aku lihat ada bangku, terpal, kompor gas, di atas gerobak. Aku
mengenali mereka, pedagang-pedagang kaki lima yang biasa berjualan di depan
rumah sakit. Dengan suara rendah mereka berbicara
"Tunggu saja sampai mereka pergi"
"Mereka tidak bakalan pergi, kita tidak bakalan bisa berjualan malam ini….
apes…apes…!".
Aku menghampiri mereka, ada ibu penjual bakso yang juga langgananku.
"Ada apa sich bu?"
"O… mbak kita nggak bisa jualan, mulai hari ini dijagai satpol PP di depan
rumah sakit dan dipasangin pot-pot besar"
"Oooo….begitu ya bu…."
Aku cuma bisa memandangi mereka…. Sedih [image: :(] tanpa bisa berbuat
apapun dan juga jengkel tidak jadi makan ayam bakar kesenanganku. Dimana aku
bisa dapat ayam bakar dengan rasa Jawa ? Sebelllll…………
<http://aroemnaroeni.files.wordpress.com/2011/06/ayam-bakar3.jpeg>
Aku berjalan ke arah rumah sakit.. kali ini dengan tujuan pulang.. Satu truk
satpol PP dan satu pick up terbuka dengan satpol PP yang duduk-duduk disitu
tampak diparkir di depan rumah sakit. Sampai kapan mereka mau berjaga ? Hari
sudah malam hampir jam 8 malam. Biasanya tempat itu sudah ramai dengan orang
yang makan malam. Sebagian besar adalah yang menunggu di rumah sakit atau
karyawan di rumah sakit. Harga di warung-warung kaki lima itu lebih
terjangkau daripada kantin di rumah sakit atau restaurant-restaurant
fastfood Internasional yang mulai tumbuh menjamur di sepanjang jalan ini.
Mengapa pemerintah daerah tidak cenderung untuk memberikan tempat pada
mereka yang memberi makan pada rakyatnya. Malam itu ayam bakarku cuma aku
temui di dalam mimpi……
www.aroemnaroeni.wordpress.com
Topik: Telur Ayam ber-stempel
- cutejaja1978@yahoo.com Jun 25 12:10PM ^
Jika ada rekans yg pengusaha telur ayam khususnya dseputaran jatim, sy ada pangsa pasar u/ telur ayam berstempel. Bisa email sy d jajah_iriawan@kagamavirtual.net. Thanks
Sent from BlackBerry® on 3
Topik: selamat ultah walaupun ....
- tri harso sulistiyo <thsulistiyo@gmail.com> Jun 25 06:45PM +0700 ^
22 juni kemaren jakarta merayakan ulang tahun yang ke 484. Ya mengulang
tanggal lahir, namun tetap saja sama saja dan tidak ada kemajuan yang
berarti. masih tetap macet dan semakin bertambah, masih tetap tergenang :),
masih banyak warganya yang hidup dibawah garis kemiskinan. dibalik gemerlap
kembang api yang bernilai miliaran, ya hanya untuk kembang api, sementara
itu disamping gemerlapnya kembang api, ada pak Jono montir bajaj yang masih
bekerja sampai tengah malam hanya untuk memberi nafkah kepada keluarganya.
semakin lama semakin macet dan semakin semrawut. busway pun belum dirasakan
efektif untuk memecah masalah itu. namun yang sangat disayangkan ialah
museum sutiyoso yang berada dikuningan. entah apa yang harus dilakukan agarr
jakarta kembali menjadi jewel of east. ahh terserah lah, aku juga tidak
peduli, aku sendiri sampai saat ini masih berpikir kenapa aku ada dijakarta.
[image: pancoran.jpg]
pancoran dolo
[image: pancoran-sekarang-300x198.jpg]
pancoran sekarang
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
[image: 58758-11520903042007@c.jpg]
ciliwung dolo
[image: 2.jpg]
ciliwung sekarang
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
[image: glodok1872.jpg]
Glodok dolo
[image: HarcoGlodok3.jpg]
Glodok sekarang
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
[image: 1955tanahabang.jpg]
tanah abang dolo
[image: pasartanahabang.jpg]
tanah abang sekarang
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
[image: 1955djatinegara.jpg]
jatinegara dolo
[image: 5312088.jpg]
jatinegara sekarang
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
[image: 1950gajahmada.jpg]
Gadjah mada dolo
[image: GajahMadaHayamWurukTahun2008.jpg]
Gadjah mada sekarang
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
selamat ulang tahun Jakarta, walo aku tidak akan pernah mencintaimu
[image: banjirhi.jpg]
ths
Topik: Manfaat 6 Gelas Air Putih
- "imtiyaz hawan" <iim_ok@yahoo.com> Jun 25 11:19AM ^
Makasih Mbak IIm,tp jangan over ya minumnya,ntar jadi Mbak Iim gelonggongan,hehehehehe
Piss ah :) (pinjem ya Mas Arianto Rizki)
Yassir
Iwak-02
++++
Tenang aja mas yassir....saya gak akan menjadi kompetitor mas yassir kok...
Piss ah :) (pinjem ya Mas Arianto Rizki juga)
imtiyaz (iim atau tiyaz aja)
TPHP 02
- Akhmad Khusyairi <a.khusyairi@kagamavirtual.org> Jun 25 06:19PM +0700 ^
Nais info mas Yassir...mohon izin share....
2011/6/25 <ysanst@kagamavirtual.com>
--
Regards,
Akhmad Khusyairi
www.akhmadkhusyairi.wordpress.com
- ysanst@kagamavirtual.com Jun 25 11:22AM ^
Tenang aja mas yassir....saya gak akan menjadi kompetitor mas yassir kok...
Piss ah :) (pinjem ya Mas Arianto Rizki juga)
imtiyaz (iim atau tiyaz aja)
TPHP 02
-------------------------
Huahahahahahahahaahhaaha,yap betullulul,jangan coba2 ngelewatin senior ya'
tak iye..(Mbah TPH,pinjem)
Yassir
Iwak-02
Powered by Telkomsel BlackBerry®
- ysanst@kagamavirtual.com Jun 25 11:24AM ^
Nais info mas Yassir...mohon izin share....
Akhmad Khusyairi
-----------------------------
Sumonggo coklat jogja, monggo Mas Akhmad d share aja
Yassir
Iwak-02
Powered by Telkomsel BlackBerry®
- arianto_rizki@yahoo.com Jun 25 10:32AM ^
Hwahahahahaha..gpp..kata mas mbah tph apa yang ada di milis ini silahkan di kopi..wkwkwkwkwk..
Piss ah :) semuanya..
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
-----Original Message-----
From: "imtiyaz hawan" <iim_ok@yahoo.com>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Sat, 25 Jun 2011 11:19:09
To: <alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: Re: [kagama] Manfaat 6 Gelas Air Putih
Makasih Mbak IIm,tp jangan over ya minumnya,ntar jadi Mbak Iim gelonggongan,hehehehehe
Piss ah :) (pinjem ya Mas Arianto Rizki)
Yassir
Iwak-02
++++
Tenang aja mas yassir....saya gak akan menjadi kompetitor mas yassir kok...
Piss ah :) (pinjem ya Mas Arianto Rizki juga)
imtiyaz (iim atau tiyaz aja)
TPHP 02
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
- "Ujang Syafnir" <ujangsyafnir@gmail.com> Jun 25 11:04AM +0700 ^
Ya nih. Pengen tahu juga kiat2 bisnis dari para Entrepreneur tanpa menyuap,
menghindari pemalakan dan memenuhi minimal hak2 normatif pekerja.
Trims
-------Original Message-------
From: sophiewannabe@gmail.com
Date: 25/06/2011 10:54:55
To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: Re: [kagama] (Peluang Usaja): Emping menes buah karya kaum hawa
Pakdhe, budhe, bapak, ibu, mbak dan mas
Apakah ada yg bersedia sharing pengalaman pribadinya waktu pertama kali
memulai usaha??
Bagaimana proses pengambilan keputusannya? Dan bagaimana pengelolaan
risikonya??
Suwun
Terima kasih sebelumnya
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
-----Original Message-----
From: rsulastama@gmail.com
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Sat, 25 Jun 2011 03:00:08
To: alumniUGM<alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: [kagama] (Peluang Usaja): Emping menes buah karya kaum hawa
Sentra emping Pandeglang: Emping menes buah karya kaum hawa (1)
Berawal dari coba-coba, pembuatan emping melinjo kini menjadi tumpuan
ekonomi warga Kecamatan Menes, Pandeglang, Banten. Usaha emping melinjo
berkembang karena bahan baku yang melimpah. Uniknya, pengolahan melinjo di
Menes dilakoni oleh kaum hawa.
Menes dikenal sebagai daerah penghasil emping dan keceprek. Daerah ini
merupakan nama kecamatan di Kabupaten Pandeglang, Banten. Di Kecamatan itu
terdapat puluhan usaha skala rumah tangga yang mengolah biji buah pohon
melinjo (Gnetum gnemon) menjadi emping dan keceprek.
Kini, usaha pengolahan biji melinjo itu menjadi pekerjaan dan sandaran para
kaum hawa di sana. Mereka mengolah melinjo menjadi emping dan keceprek.
Oh, iya, ada perbedaan antara emping dan keceprek. Emping berbentuk bulat
pipih dan biasanya dikemas dalam kondisi mentah. Adapun keceprek berbentuk
bulat kecil dan sudah matang sehingga bisa langsung dimakan, dan terdiri
dari berbagai macam rasa.
Saat datang ke Menes, banyak pohon melinjo atau akrab disebut tangkil
(Sunda) itu terpelihara dengan rapi baik di halaman rumah, belakang rumah,
hingga di pematang sawah. Oleh masyarakat Menes, pohon melinjo juga menjadi
tanaman penyejuk rumah.
Tapi, peran penting pohon melinjo itu adalah nilai ekonominya. Sebab, biji
melinjo bisa diolah menjadi emping dan keceprek yang laris di pasar.
Sedangkan daun melinjo bisa diolah menjadi sayur.
Dalam mengolah melinjo, kaum ibu di Menes bekerja di saat waktu luang,
semisal pagi hari dan sore hari. Tak hanya perempuan lanjut usia, banyak
juga perempuan muda bahkan anak perempuan yang masih sekolah turut mengolah
melinjo.
Eliyah, salah satu perempuan asal Menes pengolah melinjo, telah mempelajari
mengolah melinjo sejak 11 tahun lalu dari salah seorang temannya yang
menetap di Cilegon. "Melinjo yang ditanam di rumah saya waktu itu menjadi
bahan percobaan," kenang warga Desa Tegalwangi, Menes itu.
Proses coba-coba itu ternyata mendatangkan rezeki. Saat ini, Eliyah memiliki
tempat pengolahan melinjo sederhana yang diberi nama Fahri Mandiri. Dengan
perlengkapan sederhana juga, saban hari ada 15 orang perempuan yang
membantunya mengolah melinjo. "Yang bekerja saya kasih uang Rp 100.000,
terkadang bisa Rp 200.000," tutur Eliyah.
Selain Eliyah, ada juga Sarmiah, yang mengumpulkan perempuan tetangga untuk
mengolah melinjo. Sejak 2001, Sarmiah sudah memproduksi emping melinjo dan
keceprek yang dipasarkan hingga ke luar kota. "Pembeli biasanya datang dari
Tangerang maupun dari Jakarta," ungkap Sarmiah.
Tak hanya Eliyah dan Sarmiyah yang melakoni usaha pembuatan emping dan
keceprek itu. Banyak kaum hawa lain yang memiliki yang mengolah emping
sendiri dari pohon melinjo yang ditanam di sekitar rumah mereka.
Namun, banyak juga perempuan Menes yang mengerjakan emping melinjo milik
Eliyah. Saban pagi mereka datang ke rumah Eliyah dan mengambil biji melinjo.
Mereka mengolahnya menjadi emping di rumah masing-masing. Hasil olahan itu
lantas diserahkan lagi ke Eliyah untuk dikemas dan dijual. Eliyah bilang,
setiap pekerja itu mendapat upah Rp 3.000 per kilogram.
(Bersambung)
Sentra emping Pandeglang: Kudapan Ringan dengan Laba Besar (2)
Usaha emping dan keceprek melinjo menjadi tumpuan ekonomi sebagian warga
Menes, Pandeglang, Banten. Maklum, bisnis rumahan itu bisa mendatangkan
omzet hingga puluhan juta rupiah. Tak heran, ada penduduk yang dapat
mengantongi keuntungan sampai Rp 10 juta sebulan.
Pembuatan emping dan keceprek dari biji melinjo menjadi mata pencaharian
sebagian warga, terutama kaum ibu di Kecamatan Menes. Dari usaha ini, mereka
bisa menyekolahkan anak-anaknya ke perguruan tinggi di kota Jakarta.
Warga Menes bisa mengantongi pendapatan hingga puluhan juta rupiah per bulan
dari hasil jualan emping dan keceprek. Eliyah, misalnya. "Keuntungan saya
sebulan bisa sampai Rp 10 juta," ungkap perempuan berusia 48 tahun itu.
Awalnya, Eliyah berprofesi sebagai pedagang perabot rumah tangga yang ia
tawarkan kepada warga di kampung dan sekitarnya. Setelah mendapat resep cara
membikin emping dan keceprek, dia pun meninggalkan pekerjaan lamanya dan
menjadi pembuat kedua makanan ringan ini.
Eliyah menjadikan pekarangan rumahnya di Desa Tegalwangi menjadi tempat
pembuatan emping dan keceprek. Ia membuat dua bilik. Satu bilik untuk tempat
membikin kedua kudapan itu, dan satu lagi untuk tempat menggoreng.
Lantaran permintaan terus bertambah, Eliyah merekrut tetangganya untuk
membantu memproduksi emping dan keceprek. Sekarang, setidaknya ada 15 ibu
yang bekerja pada Eliyah.
Dari tempat pembuatan emping dan keceprek sederhana itulah, Eliyah bisa
membagi rezeki ke tetangga, termasuk menyekolahkan buah hatinya di Jakarta.
Tetapi, tidak mudah bagi Eliyah mengembangkan usaha emping dan kecepreknya.
Ia memupuk bisnis yang dilakoni sejak 11 tahun lalu tersebut dengan terus
menjaga kualiatas dan harga, jual. Buntutnya, emping dan keceprek
produksinya dikenal di Pandenglang hingga ke luar daerah.
Saat ini, pembeli emping dan keceprek buatan Eliyah berdatangan dari
Indramayu, Tangerang, Bandung dan juga Bogor. Sebagian pembeli biasanya
datang langsung ke rumah Eliyah. "Pembeli kebanyakan pedagang besar yang
akan menjual lagi di toko masing-masing," kata pemilik usaha emping dan
keceprek dengan merek Fahri Mandiri itu.
Dalam satu bulan, Eliyah bisa memproduksi emping sebanyak 2 ton. Sedangkan
untuk keceprek, ia membuat minimal 1,5 ton. Untuk satu kilogram (kg) emping,
dia banderol dengan harga Rp 22.000. Keceprek, dijual seharga Rp 28.000 per
kg.
Dari harga jual itu, Eliyah memperoleh laba sebesar Rp 1.000 untuk satu kilo
emping dan Rp 2.500 untuk per kilo keceprek. "Untung keceprek lebih banyak
ketimbang emping," jelasnya.
Sarmiah yang juga mengolah biji melinjo menjadi emping dan keceprek di Menes
juga meraup omzet besar. Dalam menjalankan usahanya, sehari-hari dia dibantu
15 karyawan yang merupakan tetangganya. Berkat bantuan itu, Sarmiah bisa
memproduksi emping hingga 600 kg per bulan dan keceprek 200 kg.
Sarmiah mematok harga jual lebih tinggi dibandingkan dengan Eliyah. Dia
menetapkan harga emping sebesar Rp 23.000 per kg. Adapun, untuk keceprek,
harga jualnya Rp 28.000 per kg. Dalam sebulan, Sarmiah bisa mengantongi
omzet hingga Rp 19,4 juta. "Pelanggan utama saya datang dari Tangerang,"
katanya.
Selain Eliyah dan Sarmiah, kebanyakan warga Menes lain hanya memproduksi
emping dan keceprek dengan skala yang lebih kecil. Ambil contoh Kodriyah. Ia
hanya membuat emping sebanyak 1,5 kg per hari atau sebanyak 45 kg dalam
sebulan.
Untungnya lumayan, sekitar Rp 12.000 per hari. "Saya tidak memiliki modal
untuk menambah produksi," jelas Kodriyah yang menjual emping buatannya ke
pasar terdekat di desanya.
http://mobile.kontan.co.id/peluangusaha/
Powered by salakpondohmania®
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL ,
108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL ,
108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
- ariefprihantoro@kagamavirtual.com Jun 25 11:06AM ^
"Apakah ada yg bersedia sharing pengalaman pribadinya waktu pertama kali memulai usaha??"
Mengambil keputusan meninggalkan kerjaan yg sudah mapan dan memilih usaha mandiri adalah masa2 yg sangat dilematis. Antara keyakinan prospek usaha dan keraguan bahwa usaha tetap bisa sustain dalam jangka panjang. Antara kenyamanan segala fasilitas perusahaan yg telah diterima berbanding dengan kehilangan segala fasilitas. Antara kesiapan mental keluarga dengan keyakinan diri sendiri.
Namun pilihan sdh ditentukan, dan kendala harus disingkirkan. Memang sangat berat di awal2. Namun sebanding dg hasil yg dirasakan setelah sekian tahun, terutama waktu buat keluarga yg dulu terasa hilang sekarang terasa ditemukan kembali. Dulu jarang bisa main sama anak2, skrg jarang bisa ringan meninggalkan anak2. Kalau bicara finansial mmg tidak ada jaminan bahwa berusaha secara mandiri akan memberikan imbalan yg lebih baik dibanding kerja sama orang. Namun memutuskan bekerja secara mandiri tidak semata2 keputusan finansial saja.
"Bagaimana proses pengambilan keputusannya? Dan bagaimana pengelolaan risikonya??"
Wah kalau pertanyaannya ini saya nggak bisa cerita banyak, soalnya tidak pandai bercerita. Sejalan dengan waktu banyak keputusan2 yg didasarkan pada feeling meski tidak mengabaikan rasionalitas dalam berbisnis.
Mungkin ada yg lebih jago jadi seorang enterpreuneur bisa share disini utk menjadi sodakoh ilmu pelajaran hidup.
Salam,
Arief Prihantoro
-----Original Message-----
From: sophiewannabe@gmail.com
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Sat, 25 Jun 2011 03:59:24
To: <alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: Re: [kagama] (Peluang Usaja): Emping menes buah karya kaum hawa
Pakdhe, budhe, bapak, ibu, mbak dan mas
Apakah ada yg bersedia sharing pengalaman pribadinya waktu pertama kali memulai usaha??
Bagaimana proses pengambilan keputusannya? Dan bagaimana pengelolaan risikonya??
Suwun
Terima kasih sebelumnya
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
-----Original Message-----
From: rsulastama@gmail.com
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Sat, 25 Jun 2011 03:00:08
To: alumniUGM<alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: [kagama] (Peluang Usaja): Emping menes buah karya kaum hawa
Sentra emping Pandeglang: Emping menes buah karya kaum hawa (1)
Berawal dari coba-coba, pembuatan emping melinjo kini menjadi tumpuan ekonomi warga Kecamatan Menes, Pandeglang, Banten. Usaha emping melinjo berkembang karena bahan baku yang melimpah. Uniknya, pengolahan melinjo di Menes dilakoni oleh kaum hawa.
Menes dikenal sebagai daerah penghasil emping dan keceprek. Daerah ini merupakan nama kecamatan di Kabupaten Pandeglang, Banten. Di Kecamatan itu terdapat puluhan usaha skala rumah tangga yang mengolah biji buah pohon melinjo (Gnetum gnemon) menjadi emping dan keceprek.
Kini, usaha pengolahan biji melinjo itu menjadi pekerjaan dan sandaran para kaum hawa di sana. Mereka mengolah melinjo menjadi emping dan keceprek.
Oh, iya, ada perbedaan antara emping dan keceprek. Emping berbentuk bulat pipih dan biasanya dikemas dalam kondisi mentah. Adapun keceprek berbentuk bulat kecil dan sudah matang sehingga bisa langsung dimakan, dan terdiri dari berbagai macam rasa.
Saat datang ke Menes, banyak pohon melinjo atau akrab disebut tangkil (Sunda) itu terpelihara dengan rapi baik di halaman rumah, belakang rumah, hingga di pematang sawah. Oleh masyarakat Menes, pohon melinjo juga menjadi tanaman penyejuk rumah.
Tapi, peran penting pohon melinjo itu adalah nilai ekonominya. Sebab, biji melinjo bisa diolah menjadi emping dan keceprek yang laris di pasar. Sedangkan daun melinjo bisa diolah menjadi sayur.
Dalam mengolah melinjo, kaum ibu di Menes bekerja di saat waktu luang, semisal pagi hari dan sore hari. Tak hanya perempuan lanjut usia, banyak juga perempuan muda bahkan anak perempuan yang masih sekolah turut mengolah melinjo.
Eliyah, salah satu perempuan asal Menes pengolah melinjo, telah mempelajari mengolah melinjo sejak 11 tahun lalu dari salah seorang temannya yang menetap di Cilegon. "Melinjo yang ditanam di rumah saya waktu itu menjadi bahan percobaan," kenang warga Desa Tegalwangi, Menes itu.
Proses coba-coba itu ternyata mendatangkan rezeki. Saat ini, Eliyah memiliki tempat pengolahan melinjo sederhana yang diberi nama Fahri Mandiri. Dengan perlengkapan sederhana juga, saban hari ada 15 orang perempuan yang membantunya mengolah melinjo. "Yang bekerja saya kasih uang Rp 100.000, terkadang bisa Rp 200.000," tutur Eliyah.
Selain Eliyah, ada juga Sarmiah, yang mengumpulkan perempuan tetangga untuk mengolah melinjo. Sejak 2001, Sarmiah sudah memproduksi emping melinjo dan keceprek yang dipasarkan hingga ke luar kota. "Pembeli biasanya datang dari Tangerang maupun dari Jakarta," ungkap Sarmiah.
Tak hanya Eliyah dan Sarmiyah yang melakoni usaha pembuatan emping dan keceprek itu. Banyak kaum hawa lain yang memiliki yang mengolah emping sendiri dari pohon melinjo yang ditanam di sekitar rumah mereka.
Namun, banyak juga perempuan Menes yang mengerjakan emping melinjo milik Eliyah. Saban pagi mereka datang ke rumah Eliyah dan mengambil biji melinjo. Mereka mengolahnya menjadi emping di rumah masing-masing. Hasil olahan itu lantas diserahkan lagi ke Eliyah untuk dikemas dan dijual. Eliyah bilang, setiap pekerja itu mendapat upah Rp 3.000 per kilogram.
(Bersambung)
Sentra emping Pandeglang: Kudapan Ringan dengan Laba Besar (2)
Usaha emping dan keceprek melinjo menjadi tumpuan ekonomi sebagian warga Menes, Pandeglang, Banten. Maklum, bisnis rumahan itu bisa mendatangkan omzet hingga puluhan juta rupiah. Tak heran, ada penduduk yang dapat mengantongi keuntungan sampai Rp 10 juta sebulan.
Pembuatan emping dan keceprek dari biji melinjo menjadi mata pencaharian sebagian warga, terutama kaum ibu di Kecamatan Menes. Dari usaha ini, mereka bisa menyekolahkan anak-anaknya ke perguruan tinggi di kota Jakarta.
Warga Menes bisa mengantongi pendapatan hingga puluhan juta rupiah per bulan dari hasil jualan emping dan keceprek. Eliyah, misalnya. "Keuntungan saya sebulan bisa sampai Rp 10 juta," ungkap perempuan berusia 48 tahun itu.
Awalnya, Eliyah berprofesi sebagai pedagang perabot rumah tangga yang ia tawarkan kepada warga di kampung dan sekitarnya. Setelah mendapat resep cara membikin emping dan keceprek, dia pun meninggalkan pekerjaan lamanya dan menjadi pembuat kedua makanan ringan ini.
Eliyah menjadikan pekarangan rumahnya di Desa Tegalwangi menjadi tempat pembuatan emping dan keceprek. Ia membuat dua bilik. Satu bilik untuk tempat membikin kedua kudapan itu, dan satu lagi untuk tempat menggoreng.
Lantaran permintaan terus bertambah, Eliyah merekrut tetangganya untuk membantu memproduksi emping dan keceprek. Sekarang, setidaknya ada 15 ibu yang bekerja pada Eliyah.
Dari tempat pembuatan emping dan keceprek sederhana itulah, Eliyah bisa membagi rezeki ke tetangga, termasuk menyekolahkan buah hatinya di Jakarta.
Tetapi, tidak mudah bagi Eliyah mengembangkan usaha emping dan kecepreknya. Ia memupuk bisnis yang dilakoni sejak 11 tahun lalu tersebut dengan terus menjaga kualiatas dan harga, jual. Buntutnya, emping dan keceprek produksinya dikenal di Pandenglang hingga ke luar daerah.
Saat ini, pembeli emping dan keceprek buatan Eliyah berdatangan dari Indramayu, Tangerang, Bandung dan juga Bogor. Sebagian pembeli biasanya datang langsung ke rumah Eliyah. "Pembeli kebanyakan pedagang besar yang akan menjual lagi di toko masing-masing," kata pemilik usaha emping dan keceprek dengan merek Fahri Mandiri itu.
Dalam satu bulan, Eliyah bisa memproduksi emping sebanyak 2 ton. Sedangkan untuk keceprek, ia membuat minimal 1,5 ton. Untuk satu kilogram (kg) emping, dia banderol dengan harga Rp 22.000. Keceprek, dijual seharga Rp 28.000 per kg.
Dari harga jual itu, Eliyah memperoleh laba sebesar Rp 1.000 untuk satu kilo emping dan Rp 2.500 untuk per kilo keceprek. "Untung keceprek lebih banyak ketimbang emping," jelasnya.
Sarmiah yang juga mengolah biji melinjo menjadi emping dan keceprek di Menes juga meraup omzet besar. Dalam menjalankan usahanya, sehari-hari dia dibantu 15 karyawan yang merupakan tetangganya. Berkat bantuan itu, Sarmiah bisa memproduksi emping hingga 600 kg per bulan dan keceprek 200 kg.
Sarmiah mematok harga jual lebih tinggi dibandingkan dengan Eliyah. Dia menetapkan harga emping sebesar Rp 23.000 per kg. Adapun, untuk keceprek, harga jualnya Rp 28.000 per kg. Dalam sebulan, Sarmiah bisa mengantongi omzet hingga Rp 19,4 juta. "Pelanggan utama saya datang dari Tangerang," katanya.
Selain Eliyah dan Sarmiah, kebanyakan warga Menes lain hanya memproduksi emping dan keceprek dengan skala yang lebih kecil. Ambil contoh Kodriyah. Ia hanya membuat emping sebanyak 1,5 kg per hari atau sebanyak 45 kg dalam sebulan.
Untungnya lumayan, sekitar Rp 12.000 per hari. "Saya tidak memiliki modal untuk menambah produksi," jelas Kodriyah yang menjual emping buatannya ke pasar terdekat di desanya.
http://mobile.kontan.co.id/peluangusaha/
Powered by salakpondohmania®
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
- sophiewannabe@gmail.com Jun 25 11:23AM ^
Wah matur nuwun sanget.. Terima kasih banyak sharing pengalaman dan pencerahannya mas..
Semoga saya bisa segera mempunyai keberanian untuk berwirausaha
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
-----Original Message-----
From: ariefprihantoro@kagamavirtual.com
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Sat, 25 Jun 2011 11:06:20
To: <alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: Re: [kagama] (Peluang Usaja): Emping menes buah karya kaum hawa
"Apakah ada yg bersedia sharing pengalaman pribadinya waktu pertama kali memulai usaha??"
Mengambil keputusan meninggalkan kerjaan yg sudah mapan dan memilih usaha mandiri adalah masa2 yg sangat dilematis. Antara keyakinan prospek usaha dan keraguan bahwa usaha tetap bisa sustain dalam jangka panjang. Antara kenyamanan segala fasilitas perusahaan yg telah diterima berbanding dengan kehilangan segala fasilitas. Antara kesiapan mental keluarga dengan keyakinan diri sendiri.
Namun pilihan sdh ditentukan, dan kendala harus disingkirkan. Memang sangat berat di awal2. Namun sebanding dg hasil yg dirasakan setelah sekian tahun, terutama waktu buat keluarga yg dulu terasa hilang sekarang terasa ditemukan kembali. Dulu jarang bisa main sama anak2, skrg jarang bisa ringan meninggalkan anak2. Kalau bicara finansial mmg tidak ada jaminan bahwa berusaha secara mandiri akan memberikan imbalan yg lebih baik dibanding kerja sama orang. Namun memutuskan bekerja secara mandiri tidak semata2 keputusan finansial saja.
"Bagaimana proses pengambilan keputusannya? Dan bagaimana pengelolaan risikonya??"
Wah kalau pertanyaannya ini saya nggak bisa cerita banyak, soalnya tidak pandai bercerita. Sejalan dengan waktu banyak keputusan2 yg didasarkan pada feeling meski tidak mengabaikan rasionalitas dalam berbisnis.
Mungkin ada yg lebih jago jadi seorang enterpreuneur bisa share disini utk menjadi sodakoh ilmu pelajaran hidup.
Salam,
Arief Prihantoro
-----Original Message-----
From: sophiewannabe@gmail.com
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Sat, 25 Jun 2011 03:59:24
To: <alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: Re: [kagama] (Peluang Usaja): Emping menes buah karya kaum hawa
Pakdhe, budhe, bapak, ibu, mbak dan mas
Apakah ada yg bersedia sharing pengalaman pribadinya waktu pertama kali memulai usaha??
Bagaimana proses pengambilan keputusannya? Dan bagaimana pengelolaan risikonya??
Suwun
Terima kasih sebelumnya
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
-----Original Message-----
From: rsulastama@gmail.com
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Sat, 25 Jun 2011 03:00:08
To: alumniUGM<alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: [kagama] (Peluang Usaja): Emping menes buah karya kaum hawa
Sentra emping Pandeglang: Emping menes buah karya kaum hawa (1)
Berawal dari coba-coba, pembuatan emping melinjo kini menjadi tumpuan ekonomi warga Kecamatan Menes, Pandeglang, Banten. Usaha emping melinjo berkembang karena bahan baku yang melimpah. Uniknya, pengolahan melinjo di Menes dilakoni oleh kaum hawa.
Menes dikenal sebagai daerah penghasil emping dan keceprek. Daerah ini merupakan nama kecamatan di Kabupaten Pandeglang, Banten. Di Kecamatan itu terdapat puluhan usaha skala rumah tangga yang mengolah biji buah pohon melinjo (Gnetum gnemon) menjadi emping dan keceprek.
Kini, usaha pengolahan biji melinjo itu menjadi pekerjaan dan sandaran para kaum hawa di sana. Mereka mengolah melinjo menjadi emping dan keceprek.
Oh, iya, ada perbedaan antara emping dan keceprek. Emping berbentuk bulat pipih dan biasanya dikemas dalam kondisi mentah. Adapun keceprek berbentuk bulat kecil dan sudah matang sehingga bisa langsung dimakan, dan terdiri dari berbagai macam rasa.
Saat datang ke Menes, banyak pohon melinjo atau akrab disebut tangkil (Sunda) itu terpelihara dengan rapi baik di halaman rumah, belakang rumah, hingga di pematang sawah. Oleh masyarakat Menes, pohon melinjo juga menjadi tanaman penyejuk rumah.
Tapi, peran penting pohon melinjo itu adalah nilai ekonominya. Sebab, biji melinjo bisa diolah menjadi emping dan keceprek yang laris di pasar. Sedangkan daun melinjo bisa diolah menjadi sayur.
Dalam mengolah melinjo, kaum ibu di Menes bekerja di saat waktu luang, semisal pagi hari dan sore hari. Tak hanya perempuan lanjut usia, banyak juga perempuan muda bahkan anak perempuan yang masih sekolah turut mengolah melinjo.
Eliyah, salah satu perempuan asal Menes pengolah melinjo, telah mempelajari mengolah melinjo sejak 11 tahun lalu dari salah seorang temannya yang menetap di Cilegon. "Melinjo yang ditanam di rumah saya waktu itu menjadi bahan percobaan," kenang warga Desa Tegalwangi, Menes itu.
Proses coba-coba itu ternyata mendatangkan rezeki. Saat ini, Eliyah memiliki tempat pengolahan melinjo sederhana yang diberi nama Fahri Mandiri. Dengan perlengkapan sederhana juga, saban hari ada 15 orang perempuan yang membantunya mengolah melinjo. "Yang bekerja saya kasih uang Rp 100.000, terkadang bisa Rp 200.000," tutur Eliyah.
Selain Eliyah, ada juga Sarmiah, yang mengumpulkan perempuan tetangga untuk mengolah melinjo. Sejak 2001, Sarmiah sudah memproduksi emping melinjo dan keceprek yang dipasarkan hingga ke luar kota. "Pembeli biasanya datang dari Tangerang maupun dari Jakarta," ungkap Sarmiah.
Tak hanya Eliyah dan Sarmiyah yang melakoni usaha pembuatan emping dan keceprek itu. Banyak kaum hawa lain yang memiliki yang mengolah emping sendiri dari pohon melinjo yang ditanam di sekitar rumah mereka.
Namun, banyak juga perempuan Menes yang mengerjakan emping melinjo milik Eliyah. Saban pagi mereka datang ke rumah Eliyah dan mengambil biji melinjo. Mereka mengolahnya menjadi emping di rumah masing-masing. Hasil olahan itu lantas diserahkan lagi ke Eliyah untuk dikemas dan dijual. Eliyah bilang, setiap pekerja itu mendapat upah Rp 3.000 per kilogram.
(Bersambung)
Sentra emping Pandeglang: Kudapan Ringan dengan Laba Besar (2)
Usaha emping dan keceprek melinjo menjadi tumpuan ekonomi sebagian warga Menes, Pandeglang, Banten. Maklum, bisnis rumahan itu bisa mendatangkan omzet hingga puluhan juta rupiah. Tak heran, ada penduduk yang dapat mengantongi keuntungan sampai Rp 10 juta sebulan.
Pembuatan emping dan keceprek dari biji melinjo menjadi mata pencaharian sebagian warga, terutama kaum ibu di Kecamatan Menes. Dari usaha ini, mereka bisa menyekolahkan anak-anaknya ke perguruan tinggi di kota Jakarta.
Warga Menes bisa mengantongi pendapatan hingga puluhan juta rupiah per bulan dari hasil jualan emping dan keceprek. Eliyah, misalnya. "Keuntungan saya sebulan bisa sampai Rp 10 juta," ungkap perempuan berusia 48 tahun itu.
Awalnya, Eliyah berprofesi sebagai pedagang perabot rumah tangga yang ia tawarkan kepada warga di kampung dan sekitarnya. Setelah mendapat resep cara membikin emping dan keceprek, dia pun meninggalkan pekerjaan lamanya dan menjadi pembuat kedua makanan ringan ini.
Eliyah menjadikan pekarangan rumahnya di Desa Tegalwangi menjadi tempat pembuatan emping dan keceprek. Ia membuat dua bilik. Satu bilik untuk tempat membikin kedua kudapan itu, dan satu lagi untuk tempat menggoreng.
Lantaran permintaan terus bertambah, Eliyah merekrut tetangganya untuk membantu memproduksi emping dan keceprek. Sekarang, setidaknya ada 15 ibu yang bekerja pada Eliyah.
Dari tempat pembuatan emping dan keceprek sederhana itulah, Eliyah bisa membagi rezeki ke tetangga, termasuk menyekolahkan buah hatinya di Jakarta.
Tetapi, tidak mudah bagi Eliyah mengembangkan usaha emping dan kecepreknya. Ia memupuk bisnis yang dilakoni sejak 11 tahun lalu tersebut dengan terus menjaga kualiatas dan harga, jual. Buntutnya, emping dan keceprek produksinya dikenal di Pandenglang hingga ke luar daerah.
Saat ini, pembeli emping dan keceprek buatan Eliyah berdatangan dari Indramayu, Tangerang, Bandung dan juga Bogor. Sebagian pembeli biasanya datang langsung ke rumah Eliyah. "Pembeli kebanyakan pedagang besar yang akan menjual lagi di toko masing-masing," kata pemilik usaha emping dan keceprek dengan merek Fahri Mandiri itu.
Dalam satu bulan, Eliyah bisa memproduksi emping sebanyak 2 ton. Sedangkan untuk keceprek, ia membuat minimal 1,5 ton. Untuk satu kilogram (kg) emping, dia banderol dengan harga Rp 22.000. Keceprek, dijual seharga Rp 28.000 per kg.
Dari harga jual itu, Eliyah memperoleh laba sebesar Rp 1.000 untuk satu kilo emping dan Rp 2.500 untuk per kilo keceprek. "Untung keceprek lebih banyak ketimbang emping," jelasnya.
Sarmiah yang juga mengolah biji melinjo menjadi emping dan keceprek di Menes juga meraup omzet besar. Dalam menjalankan usahanya, sehari-hari dia dibantu 15 karyawan yang merupakan tetangganya. Berkat bantuan itu, Sarmiah bisa memproduksi emping hingga 600 kg per bulan dan keceprek 200 kg.
Sarmiah mematok harga jual lebih tinggi dibandingkan dengan Eliyah. Dia menetapkan harga emping sebesar Rp 23.000 per kg. Adapun, untuk keceprek, harga jualnya Rp 28.000 per kg. Dalam sebulan, Sarmiah bisa mengantongi omzet hingga Rp 19,4 juta. "Pelanggan utama saya datang dari Tangerang," katanya.
Selain Eliyah dan Sarmiah, kebanyakan warga Menes lain hanya memproduksi emping dan keceprek dengan skala yang lebih kecil. Ambil contoh Kodriyah. Ia hanya membuat emping sebanyak 1,5 kg per hari atau sebanyak 45 kg dalam sebulan.
Untungnya lumayan, sekitar Rp 12.000 per hari. "Saya tidak memiliki modal untuk menambah produksi," jelas Kodriyah yang menjual emping buatannya ke pasar terdekat di desanya.
http://mobile.kontan.co.id/peluangusaha/
Powered by salakpondohmania®
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
- hendarto adi <hendartoadi2@yahoo.com> Jun 25 12:13AM -0700 ^
....kira-kira worth it kalo mobil dan rumah dibaliknamakan istri....:)
________________________________
From: Nurcahya Priyonugroho <anung.pnugroho@gmail.com>
To: alumniugm@googlegroups.com
Sent: Sat, June 25, 2011 10:10:17 AM
Subject: Re: [kagama] FPKS : Walikota Menikah 4 Kali Tidak Apa-ApaAsalTakGanggu
Tugas
> .....Nung.....aleg Hanura, Mbak Noury sopo kae jenenge, jik single...?
*** Gerindra kali? Noura Dian Hartarony dari dapil Jawa Timur? Mbuh isih single
opo ora.
-Anung-
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5,
Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
- hendarto adi <hendartoadi2@yahoo.com> Jun 25 12:43AM -0700 ^
.....ha...ha....ha....
no offense.....
kalau pun ada list itu, fraksi yang "paling berpeluang" adalah Golkar....:)
he...he...he...
salam,
hendi
________________________________
From: Sakha Rahmanda <sakha.rahmanda@gmail.com>
To: alumniugm@googlegroups.com
Sent: Sat, June 25, 2011 10:36:38 AM
Subject: Re: [kagama] FPKS : Walikota Menikah 4 Kali Tidak
Apa-ApaAsalTakGangguTugas
Betul sekali Pak Eviyan,
Dan memang kenyataannya seperti itu, jadi yang ingin saya garis bawahi
adalah keinginan Bu Andi yang ingin mendata aleg yang hobi zina
tersebut adalah keinginan yang tidak realistis dan sulit sekali untuk
diwujudkan.
Yang paling mungkin bisa wujudkan yaa data ya seperti yang Mas
Sulastama usulkan tadi :
Berapa Persen Aleg Yg Doyan Kawin dan Dari Fraksi Mana Saja Mereka Berasal ?
Tapi ya jangan kaget seandainya statistik nanti akan mengerucut hanya
kepada salah satu fraksi saja :-)
salam kagama
SR
> To: <alumniugm@googlegroups.com>
> Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
> Subject: Re: [kagama] FPKS : Walikota Menikah 4 Kali Tidak
Apa-ApaAsalTakGanggu
> SR
> 2011/6/25 <andirahmah91@yahoo.com>:
>> Biar tambah seru, Mas Komo..coba buat data aleg yg selingkuh dan suka jajan
:D
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5,
Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++