Total Tayangan

myspace hit counter

[kagama] Intisari untuk alumniUGM@googlegroups.com - 25 Pesan pada 8 Topik

Sabtu, Juni 25, 2011

Grup: http://groups.google.com/group/alumniUGM/topics

    "kisabdo bumi" <ryan.wuryanto@gmail.com> Jun 25 02:09PM ^
     
    Walikota bogor memang top dia adalah kader pks, mas2 kalo mau belajar jadilah kader pks dulu....., bagi mbak2 kalo jadi kader pks juga harus ikhlas....di poligami...
     
    Terkirim dari padhepokan kisabdo bumi
    -----Pesan Asli-----
    Dari: Ebes Defry
    Terkirim: 25-06-2011, 20.40
    To: alumniugm@googlegroups.com
    Subjek: Re: [kagama] FPKS : Walikota Menikah 4 Kali Tidak Apa-ApaAsalTakGangguTugas
     
     
    Berarti mas yunto masih ada harapan dong ya ?
     
    Hehehehe
     
     
    http://yusdanial.blogspot.com
     
    -----Original Message-----
    From: Nurcahya Priyonugroho <anung.pnugroho@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sat, 25 Jun 2011 20:23:07
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] FPKS : Walikota Menikah 4 Kali Tidak Apa-ApaAsalTakGangguTugas
     
    Heheheh, itu juga memulung di facebook, tapi aku nggak terlalu percaya, kalo
    itu beneran foto Siti yang itu :-)
     
    -Anung-
     
     
    > Lah, kan sdh di upload sama om Anung. Sayang bukan foto yg sensual yg di
    > upload :-)
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    abiesuhastrada@kagamavirtual.org Jun 25 02:19PM ^
     
    Walikota bogor memang top dia adalah kader pks, mas2 kalo mau belajar jadilah kader pks dulu....., bagi mbak2 kalo jadi kader pks juga harus ikhlas....di poligami...
     
    Terkirim dari padhepokan kisabdo bumi
     
    ++++++++
     
    Maksud nya ap pak??mohon dijelaskan..
    "Save a tree. Don't print this e-mail unless it's really necessary"

     

    Nurcahya Priyonugroho <anung.pnugroho@gmail.com> Jun 25 07:15PM +0700 ^
     
    > tidak tahu kualitas keimanan si wanita, dengan dandanan serba terbuka (lihat
    > saja foto2 si wanita muda tsb), yg semestinya kalau si Walikota mengutamakan
    > kualitas iman, krn alasan agama, bukan wanita seperti itu yg dia pilih.
     
     
     
    *** Yang ini fotonya?
     
    [image: Foto+Siti+Indriyani.jpg]
     
    Bisa dimaklumi kalo Mas Arief terus meledak emosinya. Sirik tanda tak mampu,
    hahahahaha....
     
     
    -Anung-

     

    ariefprihantoro@kagamavirtual.com Jun 25 12:46PM ^
     
    Iya om Anung, gimana orang nggak ngiri dengan kecantikan seperti itu :-)
     
    Salam,
     
    Arief Prihantoro
     
    -----Original Message-----
    From: Nurcahya Priyonugroho <anung.pnugroho@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sat, 25 Jun 2011 19:15:51
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] FPKS : Walikota Menikah 4 Kali Tidak Apa-ApaAsalTakGangguTugas
     
    > tidak tahu kualitas keimanan si wanita, dengan dandanan serba terbuka (lihat
    > saja foto2 si wanita muda tsb), yg semestinya kalau si Walikota mengutamakan
    > kualitas iman, krn alasan agama, bukan wanita seperti itu yg dia pilih.
     
     
     
    *** Yang ini fotonya?
     
    [image: Foto+Siti+Indriyani.jpg]
     
    Bisa dimaklumi kalo Mas Arief terus meledak emosinya. Sirik tanda tak mampu,
    hahahahaha....
     
     
    -Anung-
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    "Yunus Tohir" <yunstroom@gmail.com> Jun 25 12:56PM ^
     
    Wah.. Berbahaya bung !!
     
    Pantaslah kalau yg 1nya lagi sakit juga tetep lanjut nikahnya.. ;'(
     
     
    Kok dulu gak ketemu saya ya .. Hehehehehe...
     
     
    Kidding,
     
    Yunus Tohir
    (YunTo)
    Sent from HP titipan
     
    -----Original Message-----
    From: Nurcahya Priyonugroho <anung.pnugroho@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sat, 25 Jun 2011 19:15:51
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] FPKS : Walikota Menikah 4 Kali Tidak Apa-ApaAsalTakGangguTugas
     
    > tidak tahu kualitas keimanan si wanita, dengan dandanan serba terbuka (lihat
    > saja foto2 si wanita muda tsb), yg semestinya kalau si Walikota mengutamakan
    > kualitas iman, krn alasan agama, bukan wanita seperti itu yg dia pilih.
     
     
     
    *** Yang ini fotonya?
     
    [image: Foto+Siti+Indriyani.jpg]
     
    Bisa dimaklumi kalo Mas Arief terus meledak emosinya. Sirik tanda tak mampu,
    hahahahaha....
     
     
    -Anung-
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    "Ebes Defry" <yusdanial@gmail.com> Jun 25 01:13PM ^
     
    Waduh, kok pada berebutan tuh gadis cafe ya ?
    Kayak apa sih orangnya ?
    Hahahaha
     
     
    *berharap ada yang upload*
     
    http://yusdanial.blogspot.com
     
    -----Original Message-----
    From: "Yunus Tohir" <yunstroom@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sat, 25 Jun 2011 12:56:27
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] FPKS : Walikota Menikah 4 Kali Tidak Apa-ApaAsalTakGangguTugas
     
    Wah.. Berbahaya bung !!
     
    Pantaslah kalau yg 1nya lagi sakit juga tetep lanjut nikahnya.. ;'(
     
     
    Kok dulu gak ketemu saya ya .. Hehehehehe...
     
     
    Kidding,
     
    Yunus Tohir
    (YunTo)
    Sent from HP titipan
     
    -----Original Message-----
    From: Nurcahya Priyonugroho <anung.pnugroho@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sat, 25 Jun 2011 19:15:51
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] FPKS : Walikota Menikah 4 Kali Tidak Apa-ApaAsalTakGangguTugas
     
    > tidak tahu kualitas keimanan si wanita, dengan dandanan serba terbuka (lihat
    > saja foto2 si wanita muda tsb), yg semestinya kalau si Walikota mengutamakan
    > kualitas iman, krn alasan agama, bukan wanita seperti itu yg dia pilih.
     
     
     
    *** Yang ini fotonya?
     
    [image: Foto+Siti+Indriyani.jpg]
     
    Bisa dimaklumi kalo Mas Arief terus meledak emosinya. Sirik tanda tak mampu,
    hahahahaha....
     
     
    -Anung-
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    ariefprihantoro@kagamavirtual.com Jun 25 01:16PM ^
     
    Lah, kan sdh di upload sama om Anung. Sayang bukan foto yg sensual yg di upload :-)
     
    Salam,
     
    Arief Prihantoro
     
    -----Original Message-----
    From: "Ebes Defry" <yusdanial@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sat, 25 Jun 2011 13:13:09
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] FPKS : Walikota Menikah 4 Kali Tidak Apa-ApaAsalTakGangguTugas
     
    Waduh, kok pada berebutan tuh gadis cafe ya ?
    Kayak apa sih orangnya ?
    Hahahaha
     
     
    *berharap ada yang upload*
     
    http://yusdanial.blogspot.com
     
    -----Original Message-----
    From: "Yunus Tohir" <yunstroom@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sat, 25 Jun 2011 12:56:27
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] FPKS : Walikota Menikah 4 Kali Tidak Apa-ApaAsalTakGangguTugas
     
    Wah.. Berbahaya bung !!
     
    Pantaslah kalau yg 1nya lagi sakit juga tetep lanjut nikahnya.. ;'(
     
     
    Kok dulu gak ketemu saya ya .. Hehehehehe...
     
     
    Kidding,
     
    Yunus Tohir
    (YunTo)
    Sent from HP titipan
     
    -----Original Message-----
    From: Nurcahya Priyonugroho <anung.pnugroho@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sat, 25 Jun 2011 19:15:51
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] FPKS : Walikota Menikah 4 Kali Tidak Apa-ApaAsalTakGangguTugas
     
    > tidak tahu kualitas keimanan si wanita, dengan dandanan serba terbuka (lihat
    > saja foto2 si wanita muda tsb), yg semestinya kalau si Walikota mengutamakan
    > kualitas iman, krn alasan agama, bukan wanita seperti itu yg dia pilih.
     
     
     
    *** Yang ini fotonya?
     
    [image: Foto+Siti+Indriyani.jpg]
     
    Bisa dimaklumi kalo Mas Arief terus meledak emosinya. Sirik tanda tak mampu,
    hahahahaha....
     
     
    -Anung-
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    Nurcahya Priyonugroho <anung.pnugroho@gmail.com> Jun 25 08:23PM +0700 ^
     
    Heheheh, itu juga memulung di facebook, tapi aku nggak terlalu percaya, kalo
    itu beneran foto Siti yang itu :-)
     
    -Anung-
     

     

    "Yunus Tohir" <yunstroom@gmail.com> Jun 25 01:24PM ^
     
    Iya mas anung.. Setuju..
     
    Kayaknya foto2 itu sudah lama beredar deh
     
    Yunus Tohir
    (YunTo)
    Sent from HP titipan
     
    -----Original Message-----
    From: Nurcahya Priyonugroho <anung.pnugroho@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sat, 25 Jun 2011 20:23:07
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] FPKS : Walikota Menikah 4 Kali Tidak Apa-ApaAsalTakGangguTugas
     
    Heheheh, itu juga memulung di facebook, tapi aku nggak terlalu percaya, kalo
    itu beneran foto Siti yang itu :-)
     
    -Anung-
     
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    Nurcahya Priyonugroho <anung.pnugroho@gmail.com> Jun 25 08:27PM +0700 ^
     
    Nampak agak beda ma yang foto scan undangan yang juga beredar hari ini :-)
     
    -Anung-
     

     

    "Ebes Defry" <yusdanial@gmail.com> Jun 25 01:40PM ^
     
    Berarti mas yunto masih ada harapan dong ya ?
     
    Hehehehe
     
     
    http://yusdanial.blogspot.com
     
    -----Original Message-----
    From: Nurcahya Priyonugroho <anung.pnugroho@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sat, 25 Jun 2011 20:23:07
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] FPKS : Walikota Menikah 4 Kali Tidak Apa-ApaAsalTakGangguTugas
     
    Heheheh, itu juga memulung di facebook, tapi aku nggak terlalu percaya, kalo
    itu beneran foto Siti yang itu :-)
     
    -Anung-
     
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    Akhmad Khusyairi <a.khusyairi@kagamavirtual.org> Jun 25 09:18PM +0700 ^
     
    Mas Anung...kalo masih ada stok 1 lagi...saya juga mau nambah....wkwkwkwk
     
    2011/6/25 Ebes Defry <yusdanial@gmail.com>
     
     
    --
    Regards,
     
    Akhmad Khusyairi
    www.akhmadkhusyairi.wordpress.com

     

    Aroem Naroeni <aroem.naroeni@kagamavirtual.com> Jun 25 08:32PM +0700 ^
     
    Jakarta, Juni 2011
     
    <http://aroemnaroeni.files.wordpress.com/2011/06/ayam-bakar1.jpeg>
     
    Sepulang dari kantor aku sudah berencana membeli ayam bakar di tempat
    langgananku di depan rumah sakit. Hanya penjual ayam bakar itu yang
    mempunyai cita rasa yang pas di lidahku…. lidah Jawa. Dari depan kampus aku
    menyebrang jalan dengan sabar karena semua tidak mau kalah, bis,
    motor,angkot, bajaj, metromini semua ingin saling mendahului dan berhenti
    dimana saja seenak mereka sendiri .. huft… Tapi begitu sampai di depan rumah
    sakit aku celingak celinguk.. kok nggak ada apa-apa ? aku lihat jam
    tanganku… sudah menunjukkan hampir pukul tujuh malam… Aku Cuma bisa berdiri
    bengong.. balik kanan … menyusuri jalan dengan wajah bingung..nggak tahu mau
    kemana. Beberapa hari ini sudah kepikiran di kepala .. ayam bakar.. ayam
    bakar [image: :)] . Wajar
     
    <http://aroemnaroeni.files.wordpress.com/2011/06/ayam-bakar2.jpeg>
     
    kalau kecewa. Beberapa meter setelah aku berjalan, aku melihat banya
    gerobak-gerobak bergerombol dan tampak masih belum menggelar dagangannya
    karena aku lihat ada bangku, terpal, kompor gas, di atas gerobak. Aku
    mengenali mereka, pedagang-pedagang kaki lima yang biasa berjualan di depan
    rumah sakit. Dengan suara rendah mereka berbicara
    "Tunggu saja sampai mereka pergi"
    "Mereka tidak bakalan pergi, kita tidak bakalan bisa berjualan malam ini….
    apes…apes…!".
    Aku menghampiri mereka, ada ibu penjual bakso yang juga langgananku.
    "Ada apa sich bu?"
    "O… mbak kita nggak bisa jualan, mulai hari ini dijagai satpol PP di depan
    rumah sakit dan dipasangin pot-pot besar"
    "Oooo….begitu ya bu…."
    Aku cuma bisa memandangi mereka…. Sedih [image: :(] tanpa bisa berbuat
    apapun dan juga jengkel tidak jadi makan ayam bakar kesenanganku. Dimana aku
    bisa dapat ayam bakar dengan rasa Jawa ? Sebelllll…………
    <http://aroemnaroeni.files.wordpress.com/2011/06/ayam-bakar3.jpeg>
     
    Aku berjalan ke arah rumah sakit.. kali ini dengan tujuan pulang.. Satu truk
    satpol PP dan satu pick up terbuka dengan satpol PP yang duduk-duduk disitu
    tampak diparkir di depan rumah sakit. Sampai kapan mereka mau berjaga ? Hari
    sudah malam hampir jam 8 malam. Biasanya tempat itu sudah ramai dengan orang
    yang makan malam. Sebagian besar adalah yang menunggu di rumah sakit atau
    karyawan di rumah sakit. Harga di warung-warung kaki lima itu lebih
    terjangkau daripada kantin di rumah sakit atau restaurant-restaurant
    fastfood Internasional yang mulai tumbuh menjamur di sepanjang jalan ini.
    Mengapa pemerintah daerah tidak cenderung untuk memberikan tempat pada
    mereka yang memberi makan pada rakyatnya. Malam itu ayam bakarku cuma aku
    temui di dalam mimpi……
     
     
    www.aroemnaroeni.wordpress.com

     

    cutejaja1978@yahoo.com Jun 25 12:10PM ^
     
    Jika ada rekans yg pengusaha telur ayam khususnya dseputaran jatim, sy ada pangsa pasar u/ telur ayam berstempel. Bisa email sy d jajah_iriawan@kagamavirtual.net. Thanks
    Sent from BlackBerry® on 3

     

    tri harso sulistiyo <thsulistiyo@gmail.com> Jun 25 06:45PM +0700 ^
     
    22 juni kemaren jakarta merayakan ulang tahun yang ke 484. Ya mengulang
    tanggal lahir, namun tetap saja sama saja dan tidak ada kemajuan yang
    berarti. masih tetap macet dan semakin bertambah, masih tetap tergenang :),
    masih banyak warganya yang hidup dibawah garis kemiskinan. dibalik gemerlap
    kembang api yang bernilai miliaran, ya hanya untuk kembang api, sementara
    itu disamping gemerlapnya kembang api, ada pak Jono montir bajaj yang masih
    bekerja sampai tengah malam hanya untuk memberi nafkah kepada keluarganya.
     
    semakin lama semakin macet dan semakin semrawut. busway pun belum dirasakan
    efektif untuk memecah masalah itu. namun yang sangat disayangkan ialah
    museum sutiyoso yang berada dikuningan. entah apa yang harus dilakukan agarr
    jakarta kembali menjadi jewel of east. ahh terserah lah, aku juga tidak
    peduli, aku sendiri sampai saat ini masih berpikir kenapa aku ada dijakarta.
     
    [image: pancoran.jpg]
    pancoran dolo
     
    [image: pancoran-sekarang-300x198.jpg]
    pancoran sekarang
     
    ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
     
    [image: 58758-11520903042007@c.jpg]
    ciliwung dolo
     
    [image: 2.jpg]
    ciliwung sekarang
     
    ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
     
     
    [image: glodok1872.jpg]
    Glodok dolo
     
    [image: HarcoGlodok3.jpg]
    Glodok sekarang
     
    ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
     
     
    [image: 1955tanahabang.jpg]
    tanah abang dolo
     
    [image: pasartanahabang.jpg]
    tanah abang sekarang
     
    ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
    [image: 1955djatinegara.jpg]
    jatinegara dolo
     
    [image: 5312088.jpg]
    jatinegara sekarang
     
    ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
    [image: 1950gajahmada.jpg]
    Gadjah mada dolo
     
    [image: GajahMadaHayamWurukTahun2008.jpg]
    Gadjah mada sekarang
     
    ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
     
     
    selamat ulang tahun Jakarta, walo aku tidak akan pernah mencintaimu
     
    [image: banjirhi.jpg]
     
    ths

     

    "imtiyaz hawan" <iim_ok@yahoo.com> Jun 25 11:19AM ^
     
    Makasih Mbak IIm,tp jangan over ya minumnya,ntar jadi Mbak Iim gelonggongan,hehehehehe
     
    Piss ah :) (pinjem ya Mas Arianto Rizki)
     
    Yassir
    Iwak-02
    ++++
    Tenang aja mas yassir....saya gak akan menjadi kompetitor mas yassir kok...
     
    Piss ah :) (pinjem ya Mas Arianto Rizki juga)
     
    imtiyaz (iim atau tiyaz aja)
    TPHP 02

     

    Akhmad Khusyairi <a.khusyairi@kagamavirtual.org> Jun 25 06:19PM +0700 ^
     
    Nais info mas Yassir...mohon izin share....
     
    2011/6/25 <ysanst@kagamavirtual.com>
     
     
    --
    Regards,
     
    Akhmad Khusyairi
    www.akhmadkhusyairi.wordpress.com

     

    ysanst@kagamavirtual.com Jun 25 11:22AM ^
     
    Tenang aja mas yassir....saya gak akan menjadi kompetitor mas yassir kok...
    Piss ah :) (pinjem ya Mas Arianto Rizki juga)
    imtiyaz (iim atau tiyaz aja)
    TPHP 02
    -------------------------
    Huahahahahahahahaahhaaha,yap betullulul,jangan coba2 ngelewatin senior ya'
    tak iye..(Mbah TPH,pinjem)
     
    Yassir
    Iwak-02
     
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®

     

    ysanst@kagamavirtual.com Jun 25 11:24AM ^
     
    Nais info mas Yassir...mohon izin share....
    Akhmad Khusyairi
    -----------------------------
    Sumonggo coklat jogja, monggo Mas Akhmad d share aja
     
     
    Yassir
    Iwak-02
    Powered by Telkomsel BlackBerry®

     

    arianto_rizki@yahoo.com Jun 25 10:32AM ^
     
    Hwahahahahaha..gpp..kata mas mbah tph apa yang ada di milis ini silahkan di kopi..wkwkwkwkwk..
     
    Piss ah :) semuanya..
    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
     
    -----Original Message-----
    From: "imtiyaz hawan" <iim_ok@yahoo.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sat, 25 Jun 2011 11:19:09
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Manfaat 6 Gelas Air Putih
     
    Makasih Mbak IIm,tp jangan over ya minumnya,ntar jadi Mbak Iim gelonggongan,hehehehehe
     
    Piss ah :) (pinjem ya Mas Arianto Rizki)
     
    Yassir
    Iwak-02
    ++++
    Tenang aja mas yassir....saya gak akan menjadi kompetitor mas yassir kok...
     
    Piss ah :) (pinjem ya Mas Arianto Rizki juga)
     
    imtiyaz (iim atau tiyaz aja)
    TPHP 02
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    "Ujang Syafnir" <ujangsyafnir@gmail.com> Jun 25 11:04AM +0700 ^
     
    Ya nih. Pengen tahu juga kiat2 bisnis dari para Entrepreneur tanpa menyuap,
    menghindari pemalakan dan memenuhi minimal hak2 normatif pekerja.
     
    Trims




    -------Original Message-------

    From: sophiewannabe@gmail.com
    Date: 25/06/2011 10:54:55
    To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] (Peluang Usaja): Emping menes buah karya kaum hawa

    Pakdhe, budhe, bapak, ibu, mbak dan mas
    Apakah ada yg bersedia sharing pengalaman pribadinya waktu pertama kali
    memulai usaha??

    Bagaimana proses pengambilan keputusannya? Dan bagaimana pengelolaan
    risikonya??

    Suwun
    Terima kasih sebelumnya
    Sent from my BlackBerry®
    powered by Sinyal Kuat INDOSAT

    -----Original Message-----
    From: rsulastama@gmail.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sat, 25 Jun 2011 03:00:08
    To: alumniUGM<alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] (Peluang Usaja): Emping menes buah karya kaum hawa


    Sentra emping Pandeglang: Emping menes buah karya kaum hawa (1)


    Berawal dari coba-coba, pembuatan emping melinjo kini menjadi tumpuan
    ekonomi warga Kecamatan Menes, Pandeglang, Banten. Usaha emping melinjo
    berkembang karena bahan baku yang melimpah. Uniknya, pengolahan melinjo di
    Menes dilakoni oleh kaum hawa.

    Menes dikenal sebagai daerah penghasil emping dan keceprek. Daerah ini
    merupakan nama kecamatan di Kabupaten Pandeglang, Banten. Di Kecamatan itu
    terdapat puluhan usaha skala rumah tangga yang mengolah biji buah pohon
    melinjo (Gnetum gnemon) menjadi emping dan keceprek.

    Kini, usaha pengolahan biji melinjo itu menjadi pekerjaan dan sandaran para
    kaum hawa di sana. Mereka mengolah melinjo menjadi emping dan keceprek.

    Oh, iya, ada perbedaan antara emping dan keceprek. Emping berbentuk bulat
    pipih dan biasanya dikemas dalam kondisi mentah. Adapun keceprek berbentuk
    bulat kecil dan sudah matang sehingga bisa langsung dimakan, dan terdiri
    dari berbagai macam rasa.

    Saat datang ke Menes, banyak pohon melinjo atau akrab disebut tangkil
    (Sunda) itu terpelihara dengan rapi baik di halaman rumah, belakang rumah,
    hingga di pematang sawah. Oleh masyarakat Menes, pohon melinjo juga menjadi
    tanaman penyejuk rumah.

    Tapi, peran penting pohon melinjo itu adalah nilai ekonominya. Sebab, biji
    melinjo bisa diolah menjadi emping dan keceprek yang laris di pasar.
    Sedangkan daun melinjo bisa diolah menjadi sayur.

    Dalam mengolah melinjo, kaum ibu di Menes bekerja di saat waktu luang,
    semisal pagi hari dan sore hari. Tak hanya perempuan lanjut usia, banyak
    juga perempuan muda bahkan anak perempuan yang masih sekolah turut mengolah
    melinjo.

    Eliyah, salah satu perempuan asal Menes pengolah melinjo, telah mempelajari
    mengolah melinjo sejak 11 tahun lalu dari salah seorang temannya yang
    menetap di Cilegon. "Melinjo yang ditanam di rumah saya waktu itu menjadi
    bahan percobaan," kenang warga Desa Tegalwangi, Menes itu.

    Proses coba-coba itu ternyata mendatangkan rezeki. Saat ini, Eliyah memiliki
    tempat pengolahan melinjo sederhana yang diberi nama Fahri Mandiri. Dengan
    perlengkapan sederhana juga, saban hari ada 15 orang perempuan yang
    membantunya mengolah melinjo. "Yang bekerja saya kasih uang Rp 100.000,
    terkadang bisa Rp 200.000," tutur Eliyah.

    Selain Eliyah, ada juga Sarmiah, yang mengumpulkan perempuan tetangga untuk
    mengolah melinjo. Sejak 2001, Sarmiah sudah memproduksi emping melinjo dan
    keceprek yang dipasarkan hingga ke luar kota. "Pembeli biasanya datang dari
    Tangerang maupun dari Jakarta," ungkap Sarmiah.

    Tak hanya Eliyah dan Sarmiyah yang melakoni usaha pembuatan emping dan
    keceprek itu. Banyak kaum hawa lain yang memiliki yang mengolah emping
    sendiri dari pohon melinjo yang ditanam di sekitar rumah mereka.

    Namun, banyak juga perempuan Menes yang mengerjakan emping melinjo milik
    Eliyah. Saban pagi mereka datang ke rumah Eliyah dan mengambil biji melinjo.
    Mereka mengolahnya menjadi emping di rumah masing-masing. Hasil olahan itu
    lantas diserahkan lagi ke Eliyah untuk dikemas dan dijual. Eliyah bilang,
    setiap pekerja itu mendapat upah Rp 3.000 per kilogram.

    (Bersambung)
    Sentra emping Pandeglang: Kudapan Ringan dengan Laba Besar (2)


    Usaha emping dan keceprek melinjo menjadi tumpuan ekonomi sebagian warga
    Menes, Pandeglang, Banten. Maklum, bisnis rumahan itu bisa mendatangkan
    omzet hingga puluhan juta rupiah. Tak heran, ada penduduk yang dapat
    mengantongi keuntungan sampai Rp 10 juta sebulan.

    Pembuatan emping dan keceprek dari biji melinjo menjadi mata pencaharian
    sebagian warga, terutama kaum ibu di Kecamatan Menes. Dari usaha ini, mereka
    bisa menyekolahkan anak-anaknya ke perguruan tinggi di kota Jakarta.

    Warga Menes bisa mengantongi pendapatan hingga puluhan juta rupiah per bulan
    dari hasil jualan emping dan keceprek. Eliyah, misalnya. "Keuntungan saya
    sebulan bisa sampai Rp 10 juta," ungkap perempuan berusia 48 tahun itu.

    Awalnya, Eliyah berprofesi sebagai pedagang perabot rumah tangga yang ia
    tawarkan kepada warga di kampung dan sekitarnya. Setelah mendapat resep cara
    membikin emping dan keceprek, dia pun meninggalkan pekerjaan lamanya dan
    menjadi pembuat kedua makanan ringan ini.

    Eliyah menjadikan pekarangan rumahnya di Desa Tegalwangi menjadi tempat
    pembuatan emping dan keceprek. Ia membuat dua bilik. Satu bilik untuk tempat
    membikin kedua kudapan itu, dan satu lagi untuk tempat menggoreng.

    Lantaran permintaan terus bertambah, Eliyah merekrut tetangganya untuk
    membantu memproduksi emping dan keceprek. Sekarang, setidaknya ada 15 ibu
    yang bekerja pada Eliyah.

    Dari tempat pembuatan emping dan keceprek sederhana itulah, Eliyah bisa
    membagi rezeki ke tetangga, termasuk menyekolahkan buah hatinya di Jakarta.

    Tetapi, tidak mudah bagi Eliyah mengembangkan usaha emping dan kecepreknya.
    Ia memupuk bisnis yang dilakoni sejak 11 tahun lalu tersebut dengan terus
    menjaga kualiatas dan harga, jual. Buntutnya, emping dan keceprek
    produksinya dikenal di Pandenglang hingga ke luar daerah.

    Saat ini, pembeli emping dan keceprek buatan Eliyah berdatangan dari
    Indramayu, Tangerang, Bandung dan juga Bogor. Sebagian pembeli biasanya
    datang langsung ke rumah Eliyah. "Pembeli kebanyakan pedagang besar yang
    akan menjual lagi di toko masing-masing," kata pemilik usaha emping dan
    keceprek dengan merek Fahri Mandiri itu.

    Dalam satu bulan, Eliyah bisa memproduksi emping sebanyak 2 ton. Sedangkan
    untuk keceprek, ia membuat minimal 1,5 ton. Untuk satu kilogram (kg) emping,
    dia banderol dengan harga Rp 22.000. Keceprek, dijual seharga Rp 28.000 per
    kg.

    Dari harga jual itu, Eliyah memperoleh laba sebesar Rp 1.000 untuk satu kilo
    emping dan Rp 2.500 untuk per kilo keceprek. "Untung keceprek lebih banyak
    ketimbang emping," jelasnya.

    Sarmiah yang juga mengolah biji melinjo menjadi emping dan keceprek di Menes
    juga meraup omzet besar. Dalam menjalankan usahanya, sehari-hari dia dibantu
    15 karyawan yang merupakan tetangganya. Berkat bantuan itu, Sarmiah bisa
    memproduksi emping hingga 600 kg per bulan dan keceprek 200 kg.

    Sarmiah mematok harga jual lebih tinggi dibandingkan dengan Eliyah. Dia
    menetapkan harga emping sebesar Rp 23.000 per kg. Adapun, untuk keceprek,
    harga jualnya Rp 28.000 per kg. Dalam sebulan, Sarmiah bisa mengantongi
    omzet hingga Rp 19,4 juta. "Pelanggan utama saya datang dari Tangerang,"
    katanya.

    Selain Eliyah dan Sarmiah, kebanyakan warga Menes lain hanya memproduksi
    emping dan keceprek dengan skala yang lebih kecil. Ambil contoh Kodriyah. Ia
    hanya membuat emping sebanyak 1,5 kg per hari atau sebanyak 45 kg dalam
    sebulan.

    Untungnya lumayan, sekitar Rp 12.000 per hari. "Saya tidak memiliki modal
    untuk menambah produksi," jelas Kodriyah yang menjual emping buatannya ke
    pasar terdekat di desanya.

    http://mobile.kontan.co.id/peluangusaha/
    Powered by salakpondohmania®

    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL ,
    108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL ,
    108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    ariefprihantoro@kagamavirtual.com Jun 25 11:06AM ^
     
    "Apakah ada yg bersedia sharing pengalaman pribadinya waktu pertama kali memulai usaha??"
     
    Mengambil keputusan meninggalkan kerjaan yg sudah mapan dan memilih usaha mandiri adalah masa2 yg sangat dilematis. Antara keyakinan prospek usaha dan keraguan bahwa usaha tetap bisa sustain dalam jangka panjang. Antara kenyamanan segala fasilitas perusahaan yg telah diterima berbanding dengan kehilangan segala fasilitas. Antara kesiapan mental keluarga dengan keyakinan diri sendiri.
    Namun pilihan sdh ditentukan, dan kendala harus disingkirkan. Memang sangat berat di awal2. Namun sebanding dg hasil yg dirasakan setelah sekian tahun, terutama waktu buat keluarga yg dulu terasa hilang sekarang terasa ditemukan kembali. Dulu jarang bisa main sama anak2, skrg jarang bisa ringan meninggalkan anak2. Kalau bicara finansial mmg tidak ada jaminan bahwa berusaha secara mandiri akan memberikan imbalan yg lebih baik dibanding kerja sama orang. Namun memutuskan bekerja secara mandiri tidak semata2 keputusan finansial saja.
     
    "Bagaimana proses pengambilan keputusannya? Dan bagaimana pengelolaan risikonya??"
     
    Wah kalau pertanyaannya ini saya nggak bisa cerita banyak, soalnya tidak pandai bercerita. Sejalan dengan waktu banyak keputusan2 yg didasarkan pada feeling meski tidak mengabaikan rasionalitas dalam berbisnis.
     
    Mungkin ada yg lebih jago jadi seorang enterpreuneur bisa share disini utk menjadi sodakoh ilmu pelajaran hidup.
     
     
     
    Salam,
     
    Arief Prihantoro
     
    -----Original Message-----
    From: sophiewannabe@gmail.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sat, 25 Jun 2011 03:59:24
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] (Peluang Usaja): Emping menes buah karya kaum hawa
     
    Pakdhe, budhe, bapak, ibu, mbak dan mas
    Apakah ada yg bersedia sharing pengalaman pribadinya waktu pertama kali memulai usaha??
     
    Bagaimana proses pengambilan keputusannya? Dan bagaimana pengelolaan risikonya??
     
    Suwun
    Terima kasih sebelumnya
    Sent from my BlackBerry®
    powered by Sinyal Kuat INDOSAT
     
    -----Original Message-----
    From: rsulastama@gmail.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sat, 25 Jun 2011 03:00:08
    To: alumniUGM<alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] (Peluang Usaja): Emping menes buah karya kaum hawa
     
     
    Sentra emping Pandeglang: Emping menes buah karya kaum hawa (1)
     

    Berawal dari coba-coba, pembuatan emping melinjo kini menjadi tumpuan ekonomi warga Kecamatan Menes, Pandeglang, Banten. Usaha emping melinjo berkembang karena bahan baku yang melimpah. Uniknya, pengolahan melinjo di Menes dilakoni oleh kaum hawa.
     
    Menes dikenal sebagai daerah penghasil emping dan keceprek. Daerah ini merupakan nama kecamatan di Kabupaten Pandeglang, Banten. Di Kecamatan itu terdapat puluhan usaha skala rumah tangga yang mengolah biji buah pohon melinjo (Gnetum gnemon) menjadi emping dan keceprek.
     
    Kini, usaha pengolahan biji melinjo itu menjadi pekerjaan dan sandaran para kaum hawa di sana. Mereka mengolah melinjo menjadi emping dan keceprek.
     
    Oh, iya, ada perbedaan antara emping dan keceprek. Emping berbentuk bulat pipih dan biasanya dikemas dalam kondisi mentah. Adapun keceprek berbentuk bulat kecil dan sudah matang sehingga bisa langsung dimakan, dan terdiri dari berbagai macam rasa.
     
    Saat datang ke Menes, banyak pohon melinjo atau akrab disebut tangkil (Sunda) itu terpelihara dengan rapi baik di halaman rumah, belakang rumah, hingga di pematang sawah. Oleh masyarakat Menes, pohon melinjo juga menjadi tanaman penyejuk rumah.
     
    Tapi, peran penting pohon melinjo itu adalah nilai ekonominya. Sebab, biji melinjo bisa diolah menjadi emping dan keceprek yang laris di pasar. Sedangkan daun melinjo bisa diolah menjadi sayur.
     
    Dalam mengolah melinjo, kaum ibu di Menes bekerja di saat waktu luang, semisal pagi hari dan sore hari. Tak hanya perempuan lanjut usia, banyak juga perempuan muda bahkan anak perempuan yang masih sekolah turut mengolah melinjo.
     
    Eliyah, salah satu perempuan asal Menes pengolah melinjo, telah mempelajari mengolah melinjo sejak 11 tahun lalu dari salah seorang temannya yang menetap di Cilegon. "Melinjo yang ditanam di rumah saya waktu itu menjadi bahan percobaan," kenang warga Desa Tegalwangi, Menes itu.
     
    Proses coba-coba itu ternyata mendatangkan rezeki. Saat ini, Eliyah memiliki tempat pengolahan melinjo sederhana yang diberi nama Fahri Mandiri. Dengan perlengkapan sederhana juga, saban hari ada 15 orang perempuan yang membantunya mengolah melinjo. "Yang bekerja saya kasih uang Rp 100.000, terkadang bisa Rp 200.000," tutur Eliyah.
     
    Selain Eliyah, ada juga Sarmiah, yang mengumpulkan perempuan tetangga untuk mengolah melinjo. Sejak 2001, Sarmiah sudah memproduksi emping melinjo dan keceprek yang dipasarkan hingga ke luar kota. "Pembeli biasanya datang dari Tangerang maupun dari Jakarta," ungkap Sarmiah.
     
    Tak hanya Eliyah dan Sarmiyah yang melakoni usaha pembuatan emping dan keceprek itu. Banyak kaum hawa lain yang memiliki yang mengolah emping sendiri dari pohon melinjo yang ditanam di sekitar rumah mereka.
     
    Namun, banyak juga perempuan Menes yang mengerjakan emping melinjo milik Eliyah. Saban pagi mereka datang ke rumah Eliyah dan mengambil biji melinjo. Mereka mengolahnya menjadi emping di rumah masing-masing. Hasil olahan itu lantas diserahkan lagi ke Eliyah untuk dikemas dan dijual. Eliyah bilang, setiap pekerja itu mendapat upah Rp 3.000 per kilogram.
     
    (Bersambung)
    Sentra emping Pandeglang: Kudapan Ringan dengan Laba Besar (2)
     

    Usaha emping dan keceprek melinjo menjadi tumpuan ekonomi sebagian warga Menes, Pandeglang, Banten. Maklum, bisnis rumahan itu bisa mendatangkan omzet hingga puluhan juta rupiah. Tak heran, ada penduduk yang dapat mengantongi keuntungan sampai Rp 10 juta sebulan.
     
    Pembuatan emping dan keceprek dari biji melinjo menjadi mata pencaharian sebagian warga, terutama kaum ibu di Kecamatan Menes. Dari usaha ini, mereka bisa menyekolahkan anak-anaknya ke perguruan tinggi di kota Jakarta.
     
    Warga Menes bisa mengantongi pendapatan hingga puluhan juta rupiah per bulan dari hasil jualan emping dan keceprek. Eliyah, misalnya. "Keuntungan saya sebulan bisa sampai Rp 10 juta," ungkap perempuan berusia 48 tahun itu.
     
    Awalnya, Eliyah berprofesi sebagai pedagang perabot rumah tangga yang ia tawarkan kepada warga di kampung dan sekitarnya. Setelah mendapat resep cara membikin emping dan keceprek, dia pun meninggalkan pekerjaan lamanya dan menjadi pembuat kedua makanan ringan ini.
     
    Eliyah menjadikan pekarangan rumahnya di Desa Tegalwangi menjadi tempat pembuatan emping dan keceprek. Ia membuat dua bilik. Satu bilik untuk tempat membikin kedua kudapan itu, dan satu lagi untuk tempat menggoreng.
     
    Lantaran permintaan terus bertambah, Eliyah merekrut tetangganya untuk membantu memproduksi emping dan keceprek. Sekarang, setidaknya ada 15 ibu yang bekerja pada Eliyah.
     
    Dari tempat pembuatan emping dan keceprek sederhana itulah, Eliyah bisa membagi rezeki ke tetangga, termasuk menyekolahkan buah hatinya di Jakarta.
     
    Tetapi, tidak mudah bagi Eliyah mengembangkan usaha emping dan kecepreknya. Ia memupuk bisnis yang dilakoni sejak 11 tahun lalu tersebut dengan terus menjaga kualiatas dan harga, jual. Buntutnya, emping dan keceprek produksinya dikenal di Pandenglang hingga ke luar daerah.
     
    Saat ini, pembeli emping dan keceprek buatan Eliyah berdatangan dari Indramayu, Tangerang, Bandung dan juga Bogor. Sebagian pembeli biasanya datang langsung ke rumah Eliyah. "Pembeli kebanyakan pedagang besar yang akan menjual lagi di toko masing-masing," kata pemilik usaha emping dan keceprek dengan merek Fahri Mandiri itu.
     
    Dalam satu bulan, Eliyah bisa memproduksi emping sebanyak 2 ton. Sedangkan untuk keceprek, ia membuat minimal 1,5 ton. Untuk satu kilogram (kg) emping, dia banderol dengan harga Rp 22.000. Keceprek, dijual seharga Rp 28.000 per kg.
     
    Dari harga jual itu, Eliyah memperoleh laba sebesar Rp 1.000 untuk satu kilo emping dan Rp 2.500 untuk per kilo keceprek. "Untung keceprek lebih banyak ketimbang emping," jelasnya.
     
    Sarmiah yang juga mengolah biji melinjo menjadi emping dan keceprek di Menes juga meraup omzet besar. Dalam menjalankan usahanya, sehari-hari dia dibantu 15 karyawan yang merupakan tetangganya. Berkat bantuan itu, Sarmiah bisa memproduksi emping hingga 600 kg per bulan dan keceprek 200 kg.
     
    Sarmiah mematok harga jual lebih tinggi dibandingkan dengan Eliyah. Dia menetapkan harga emping sebesar Rp 23.000 per kg. Adapun, untuk keceprek, harga jualnya Rp 28.000 per kg. Dalam sebulan, Sarmiah bisa mengantongi omzet hingga Rp 19,4 juta. "Pelanggan utama saya datang dari Tangerang," katanya.
     
    Selain Eliyah dan Sarmiah, kebanyakan warga Menes lain hanya memproduksi emping dan keceprek dengan skala yang lebih kecil. Ambil contoh Kodriyah. Ia hanya membuat emping sebanyak 1,5 kg per hari atau sebanyak 45 kg dalam sebulan.
     
    Untungnya lumayan, sekitar Rp 12.000 per hari. "Saya tidak memiliki modal untuk menambah produksi," jelas Kodriyah yang menjual emping buatannya ke pasar terdekat di desanya.
     
    http://mobile.kontan.co.id/peluangusaha/
    Powered by salakpondohmania®
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    sophiewannabe@gmail.com Jun 25 11:23AM ^
     
    Wah matur nuwun sanget.. Terima kasih banyak sharing pengalaman dan pencerahannya mas..
     
    Semoga saya bisa segera mempunyai keberanian untuk berwirausaha
    Sent from my BlackBerry®
    powered by Sinyal Kuat INDOSAT
     
    -----Original Message-----
    From: ariefprihantoro@kagamavirtual.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sat, 25 Jun 2011 11:06:20
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] (Peluang Usaja): Emping menes buah karya kaum hawa
     
    "Apakah ada yg bersedia sharing pengalaman pribadinya waktu pertama kali memulai usaha??"
     
    Mengambil keputusan meninggalkan kerjaan yg sudah mapan dan memilih usaha mandiri adalah masa2 yg sangat dilematis. Antara keyakinan prospek usaha dan keraguan bahwa usaha tetap bisa sustain dalam jangka panjang. Antara kenyamanan segala fasilitas perusahaan yg telah diterima berbanding dengan kehilangan segala fasilitas. Antara kesiapan mental keluarga dengan keyakinan diri sendiri.
    Namun pilihan sdh ditentukan, dan kendala harus disingkirkan. Memang sangat berat di awal2. Namun sebanding dg hasil yg dirasakan setelah sekian tahun, terutama waktu buat keluarga yg dulu terasa hilang sekarang terasa ditemukan kembali. Dulu jarang bisa main sama anak2, skrg jarang bisa ringan meninggalkan anak2. Kalau bicara finansial mmg tidak ada jaminan bahwa berusaha secara mandiri akan memberikan imbalan yg lebih baik dibanding kerja sama orang. Namun memutuskan bekerja secara mandiri tidak semata2 keputusan finansial saja.
     
    "Bagaimana proses pengambilan keputusannya? Dan bagaimana pengelolaan risikonya??"
     
    Wah kalau pertanyaannya ini saya nggak bisa cerita banyak, soalnya tidak pandai bercerita. Sejalan dengan waktu banyak keputusan2 yg didasarkan pada feeling meski tidak mengabaikan rasionalitas dalam berbisnis.
     
    Mungkin ada yg lebih jago jadi seorang enterpreuneur bisa share disini utk menjadi sodakoh ilmu pelajaran hidup.
     
     
     
    Salam,
     
    Arief Prihantoro
     
    -----Original Message-----
    From: sophiewannabe@gmail.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sat, 25 Jun 2011 03:59:24
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] (Peluang Usaja): Emping menes buah karya kaum hawa
     
    Pakdhe, budhe, bapak, ibu, mbak dan mas
    Apakah ada yg bersedia sharing pengalaman pribadinya waktu pertama kali memulai usaha??
     
    Bagaimana proses pengambilan keputusannya? Dan bagaimana pengelolaan risikonya??
     
    Suwun
    Terima kasih sebelumnya
    Sent from my BlackBerry®
    powered by Sinyal Kuat INDOSAT
     
    -----Original Message-----
    From: rsulastama@gmail.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sat, 25 Jun 2011 03:00:08
    To: alumniUGM<alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] (Peluang Usaja): Emping menes buah karya kaum hawa
     
     
    Sentra emping Pandeglang: Emping menes buah karya kaum hawa (1)
     

    Berawal dari coba-coba, pembuatan emping melinjo kini menjadi tumpuan ekonomi warga Kecamatan Menes, Pandeglang, Banten. Usaha emping melinjo berkembang karena bahan baku yang melimpah. Uniknya, pengolahan melinjo di Menes dilakoni oleh kaum hawa.
     
    Menes dikenal sebagai daerah penghasil emping dan keceprek. Daerah ini merupakan nama kecamatan di Kabupaten Pandeglang, Banten. Di Kecamatan itu terdapat puluhan usaha skala rumah tangga yang mengolah biji buah pohon melinjo (Gnetum gnemon) menjadi emping dan keceprek.
     
    Kini, usaha pengolahan biji melinjo itu menjadi pekerjaan dan sandaran para kaum hawa di sana. Mereka mengolah melinjo menjadi emping dan keceprek.
     
    Oh, iya, ada perbedaan antara emping dan keceprek. Emping berbentuk bulat pipih dan biasanya dikemas dalam kondisi mentah. Adapun keceprek berbentuk bulat kecil dan sudah matang sehingga bisa langsung dimakan, dan terdiri dari berbagai macam rasa.
     
    Saat datang ke Menes, banyak pohon melinjo atau akrab disebut tangkil (Sunda) itu terpelihara dengan rapi baik di halaman rumah, belakang rumah, hingga di pematang sawah. Oleh masyarakat Menes, pohon melinjo juga menjadi tanaman penyejuk rumah.
     
    Tapi, peran penting pohon melinjo itu adalah nilai ekonominya. Sebab, biji melinjo bisa diolah menjadi emping dan keceprek yang laris di pasar. Sedangkan daun melinjo bisa diolah menjadi sayur.
     
    Dalam mengolah melinjo, kaum ibu di Menes bekerja di saat waktu luang, semisal pagi hari dan sore hari. Tak hanya perempuan lanjut usia, banyak juga perempuan muda bahkan anak perempuan yang masih sekolah turut mengolah melinjo.
     
    Eliyah, salah satu perempuan asal Menes pengolah melinjo, telah mempelajari mengolah melinjo sejak 11 tahun lalu dari salah seorang temannya yang menetap di Cilegon. "Melinjo yang ditanam di rumah saya waktu itu menjadi bahan percobaan," kenang warga Desa Tegalwangi, Menes itu.
     
    Proses coba-coba itu ternyata mendatangkan rezeki. Saat ini, Eliyah memiliki tempat pengolahan melinjo sederhana yang diberi nama Fahri Mandiri. Dengan perlengkapan sederhana juga, saban hari ada 15 orang perempuan yang membantunya mengolah melinjo. "Yang bekerja saya kasih uang Rp 100.000, terkadang bisa Rp 200.000," tutur Eliyah.
     
    Selain Eliyah, ada juga Sarmiah, yang mengumpulkan perempuan tetangga untuk mengolah melinjo. Sejak 2001, Sarmiah sudah memproduksi emping melinjo dan keceprek yang dipasarkan hingga ke luar kota. "Pembeli biasanya datang dari Tangerang maupun dari Jakarta," ungkap Sarmiah.
     
    Tak hanya Eliyah dan Sarmiyah yang melakoni usaha pembuatan emping dan keceprek itu. Banyak kaum hawa lain yang memiliki yang mengolah emping sendiri dari pohon melinjo yang ditanam di sekitar rumah mereka.
     
    Namun, banyak juga perempuan Menes yang mengerjakan emping melinjo milik Eliyah. Saban pagi mereka datang ke rumah Eliyah dan mengambil biji melinjo. Mereka mengolahnya menjadi emping di rumah masing-masing. Hasil olahan itu lantas diserahkan lagi ke Eliyah untuk dikemas dan dijual. Eliyah bilang, setiap pekerja itu mendapat upah Rp 3.000 per kilogram.
     
    (Bersambung)
    Sentra emping Pandeglang: Kudapan Ringan dengan Laba Besar (2)
     

    Usaha emping dan keceprek melinjo menjadi tumpuan ekonomi sebagian warga Menes, Pandeglang, Banten. Maklum, bisnis rumahan itu bisa mendatangkan omzet hingga puluhan juta rupiah. Tak heran, ada penduduk yang dapat mengantongi keuntungan sampai Rp 10 juta sebulan.
     
    Pembuatan emping dan keceprek dari biji melinjo menjadi mata pencaharian sebagian warga, terutama kaum ibu di Kecamatan Menes. Dari usaha ini, mereka bisa menyekolahkan anak-anaknya ke perguruan tinggi di kota Jakarta.
     
    Warga Menes bisa mengantongi pendapatan hingga puluhan juta rupiah per bulan dari hasil jualan emping dan keceprek. Eliyah, misalnya. "Keuntungan saya sebulan bisa sampai Rp 10 juta," ungkap perempuan berusia 48 tahun itu.
     
    Awalnya, Eliyah berprofesi sebagai pedagang perabot rumah tangga yang ia tawarkan kepada warga di kampung dan sekitarnya. Setelah mendapat resep cara membikin emping dan keceprek, dia pun meninggalkan pekerjaan lamanya dan menjadi pembuat kedua makanan ringan ini.
     
    Eliyah menjadikan pekarangan rumahnya di Desa Tegalwangi menjadi tempat pembuatan emping dan keceprek. Ia membuat dua bilik. Satu bilik untuk tempat membikin kedua kudapan itu, dan satu lagi untuk tempat menggoreng.
     
    Lantaran permintaan terus bertambah, Eliyah merekrut tetangganya untuk membantu memproduksi emping dan keceprek. Sekarang, setidaknya ada 15 ibu yang bekerja pada Eliyah.
     
    Dari tempat pembuatan emping dan keceprek sederhana itulah, Eliyah bisa membagi rezeki ke tetangga, termasuk menyekolahkan buah hatinya di Jakarta.
     
    Tetapi, tidak mudah bagi Eliyah mengembangkan usaha emping dan kecepreknya. Ia memupuk bisnis yang dilakoni sejak 11 tahun lalu tersebut dengan terus menjaga kualiatas dan harga, jual. Buntutnya, emping dan keceprek produksinya dikenal di Pandenglang hingga ke luar daerah.
     
    Saat ini, pembeli emping dan keceprek buatan Eliyah berdatangan dari Indramayu, Tangerang, Bandung dan juga Bogor. Sebagian pembeli biasanya datang langsung ke rumah Eliyah. "Pembeli kebanyakan pedagang besar yang akan menjual lagi di toko masing-masing," kata pemilik usaha emping dan keceprek dengan merek Fahri Mandiri itu.
     
    Dalam satu bulan, Eliyah bisa memproduksi emping sebanyak 2 ton. Sedangkan untuk keceprek, ia membuat minimal 1,5 ton. Untuk satu kilogram (kg) emping, dia banderol dengan harga Rp 22.000. Keceprek, dijual seharga Rp 28.000 per kg.
     
    Dari harga jual itu, Eliyah memperoleh laba sebesar Rp 1.000 untuk satu kilo emping dan Rp 2.500 untuk per kilo keceprek. "Untung keceprek lebih banyak ketimbang emping," jelasnya.
     
    Sarmiah yang juga mengolah biji melinjo menjadi emping dan keceprek di Menes juga meraup omzet besar. Dalam menjalankan usahanya, sehari-hari dia dibantu 15 karyawan yang merupakan tetangganya. Berkat bantuan itu, Sarmiah bisa memproduksi emping hingga 600 kg per bulan dan keceprek 200 kg.
     
    Sarmiah mematok harga jual lebih tinggi dibandingkan dengan Eliyah. Dia menetapkan harga emping sebesar Rp 23.000 per kg. Adapun, untuk keceprek, harga jualnya Rp 28.000 per kg. Dalam sebulan, Sarmiah bisa mengantongi omzet hingga Rp 19,4 juta. "Pelanggan utama saya datang dari Tangerang," katanya.
     
    Selain Eliyah dan Sarmiah, kebanyakan warga Menes lain hanya memproduksi emping dan keceprek dengan skala yang lebih kecil. Ambil contoh Kodriyah. Ia hanya membuat emping sebanyak 1,5 kg per hari atau sebanyak 45 kg dalam sebulan.
     
    Untungnya lumayan, sekitar Rp 12.000 per hari. "Saya tidak memiliki modal untuk menambah produksi," jelas Kodriyah yang menjual emping buatannya ke pasar terdekat di desanya.
     
    http://mobile.kontan.co.id/peluangusaha/
    Powered by salakpondohmania®
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    hendarto adi <hendartoadi2@yahoo.com> Jun 25 12:13AM -0700 ^
     
    ....kira-kira worth it kalo mobil dan rumah dibaliknamakan istri....:)
     
     
     
    ________________________________
    From: Nurcahya Priyonugroho <anung.pnugroho@gmail.com>
    To: alumniugm@googlegroups.com
    Sent: Sat, June 25, 2011 10:10:17 AM
    Subject: Re: [kagama] FPKS : Walikota Menikah 4 Kali Tidak Apa-ApaAsalTakGanggu
    Tugas
     
     
    > .....Nung.....aleg Hanura, Mbak Noury sopo kae jenenge, jik single...?
     
     
    *** Gerindra kali? Noura Dian Hartarony dari dapil Jawa Timur? Mbuh isih single
    opo ora.
     
     
    -Anung-
     
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5,
    Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    hendarto adi <hendartoadi2@yahoo.com> Jun 25 12:43AM -0700 ^
     
    .....ha...ha....ha....
     
    no offense.....
     
    kalau pun ada list itu, fraksi yang "paling berpeluang" adalah Golkar....:)
     
    he...he...he...
     
    salam,
     
    hendi
     
     
     
    ________________________________
    From: Sakha Rahmanda <sakha.rahmanda@gmail.com>
    To: alumniugm@googlegroups.com
    Sent: Sat, June 25, 2011 10:36:38 AM
    Subject: Re: [kagama] FPKS : Walikota Menikah 4 Kali Tidak
    Apa-ApaAsalTakGangguTugas
     
    Betul sekali Pak Eviyan,
    Dan memang kenyataannya seperti itu, jadi yang ingin saya garis bawahi
    adalah keinginan Bu Andi yang ingin mendata aleg yang hobi zina
    tersebut adalah keinginan yang tidak realistis dan sulit sekali untuk
    diwujudkan.
     
    Yang paling mungkin bisa wujudkan yaa data ya seperti yang Mas
    Sulastama usulkan tadi :
    Berapa Persen Aleg Yg Doyan Kawin dan Dari Fraksi Mana Saja Mereka Berasal ?
     
    Tapi ya jangan kaget seandainya statistik nanti akan mengerucut hanya
    kepada salah satu fraksi saja :-)
     
     
    salam kagama
    SR
     
     
    > To: <alumniugm@googlegroups.com>
    > Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    > Subject: Re: [kagama] FPKS : Walikota Menikah 4 Kali Tidak
    Apa-ApaAsalTakGanggu
    > SR
     
    > 2011/6/25 <andirahmah91@yahoo.com>:
     
    >> Biar tambah seru, Mas Komo..coba buat data aleg yg selingkuh dan suka jajan
    :D
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5,
    Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
Loading...