Grup: http://groups.google.com/group/alumniUGM/topics
- Berpikir negatif ala Engineer [2 Pemutakhiran]
- Apakah Betul Popularitas SBY Melorot karena Terlalu Sering 'Curhat'? [1 Pemutakhiran]
- Gimana mencari file with attachment di GMail ? [5 Pemutakhiran]
- [Muslim-KL] Fwd: - Kasus Ruyati [1 Pemutakhiran]
- [personal finance]: Bagaimana Menuju Kebebasan Finansial? [2 Pemutakhiran]
- Tny [1 Pemutakhiran]
- (Personal Finance): Apakah Anda Sudah mempersiapkan diri untuk pensiun? [2 Pemutakhiran]
- Dr Gina Puspita, Deklarator Klub Taat Suami: PoligamiItuBukan Suami yang Suruh [2 Pemutakhiran]
- Kanker serviks [2 Pemutakhiran]
- FPKS : Walikota Menikah 4 Kali Tidak Apa-ApaAsalTakGanggu Tugas [2 Pemutakhiran]
- Dari Mana Kekerasan Itu? [2 Pemutakhiran]
- Apakah Anda Di Bawah Penjajahan Ponsel? [1 Pemutakhiran]
- Manfaat 6 Gelas Air Putih [1 Pemutakhiran]
- Kopdar Jabotabek. [1 Pemutakhiran]
- tri harso sulistiyo <thsulistiyo@gmail.com> Jun 26 10:58PM +0700 ^
saya pernah menulis mengenai masalah HAZOP (*Hazard and Operability
Study)*kalau bahasa sederhananya ialah berpikiran negatif. kita perlu
melakukan
negatif think ini untuk menganalisa apakah desain kita sudah sesuai dengan
standar, requirement maupun dari sisi safety. karena, jika kita berpikiran
positif bahwa desain kita sudah aman, bisa diyakinkan nanti pasti akan
terjadi kegagalan dalam desain.
kenapa sih kita melakukan berpikiran negatif ini, antara lain untuk
menganalisa semua kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi (lebih baik
mencegah dari pada mengobati). Nah bagi engineer, scientist (yg saya tahu)
kita melakukan hal ini. jadi tidak selamanya berpikiran negartif itu buruk,
tergantung konteksnya dimana (tidak bisa nggebyah uyah).
kita pun dapat melakukan ini dirumah, seperti ketika kita meletakkan tabung
elpiji, mesti kita berpikir, kalau kita tempatkan di tempat yang saluran
udara kurang baik maka akan bisa dimungkinkan meledak jika bocor (ini
berpikir negatif untuk membuat pencegahan atas peristiwa yang mungkin akan
terjadi), meletakkan colokan listrik pasti mikir kalao ditempatkan sembarang
bisa disentuh putra putri kecil kita. ini hanya contoh sederhana dalam
berpikiran negatif
jadi kita harus bisa tahu kapan berpikiran positif kapan harus berpikiran
negatif.
---------- Forwarded message ----------
From: tri harso sulistiyo <thsulistiyo@gmail.com>
Hazard and Operability Study
sebuah analisis yang dilakukan ketika Project dieksekusi, biasanya ketika
project mencapai 40%, 80% dan 100% biasanya akan dilakukan Hazop analisis.
Namun kesepakatan ini bisa berbeda utk setiap project, dikarenakan kemauan
dari klien sendiri. analisis ini dilakukan untuk memeriksa apakah dalam
desain itu ditemukan potensi2 yang bisa menimbulkan kecelakaan, dalam bahasa
sederhana ialah, kita berandai andai jika terjadi bahaya.
bagaimana caranya, dikarenakan saya menulis ini untuk keperluan sehari hari,
maka simple saja. coba lihat ilustrasi dibawah ini :
[image: untitled.JPG]
pada gambar diatas, banyak sekali masalah Hazardous yang bisa timbul :
1. Kondisi ruangan pastilah panas, dikarenakan atap dari seng, walaupun ada
AC
2. Peletakan AC juga tidak pas, dikarenakan ada kompor dibawahnya
3. Selang elpiji mempunyai peluang menimbulkan kebakaran
4. Penempatan beras juga tidak pas
5. Pintu dilist dengan karet.
6. Tabung elpiji seharusnya tidak ditempatkan diruangan tertutup dikarenakan
jika bocor pastilah akan meledak akibat panasnya suhu ruangan yang
dihasilkan oleh atap seng.
7.
nah, coba mas mas dan mba mba liat liat deh rumahnya, apakah ada potensi
yang bisa menimbulkan Hazardous?
berandai andainya pun mudah :
*Deviation = guide word + parameter
*
*kebakaran = tidak ada ventilasi + LPG bocor atau udara panas + LPG bocor
perabot jatuh = tidak ada pengaman + letak tinggi
terjatuh dari tangga = tanpa + handrail
kesetrum = tanpa pengaman + colokan atau tanpa isolator + kabel*
dll
jadi sangatlah simple, dan ini mudah dilakukan dirumah. apalagi yang sudah
mempunyai putra putri kecil, layaknya kita harus lebih aware tentang safety
ini.
mari kita mengamati rumah kita masing2 untuk menciptakan rumah yang aman dan
nyaman untuk ditinggali
salam
tHs
- weedee <wasiswidi@gmail.com> Jun 26 08:35PM -0700 ^
Berpikiran negatif untuk menemukan solusi positif, dalam perencanaan
sebagian besar kaidahnya adalah kasus terburuk (worst case) tidak
hanya berpikir negatif tetapi malah super negatif... jadi desain tidak
mengalami shock saat terjadi kegagalan...
Nah, berpikir negatif tidaklah harus memberikan solusi mahal, misal
spt yg mas THS contohkan untuk desain rumah tempat tinggal, ketika
pada suatu ketika keterbatasan mengharuskan kita untuk menggunakan
sebuah desain yang tidak safety ... maka harus kita harus siapkan
langkah untuk menetralisir alias mitigasi kegagalan tadi...
Optimasi desain (waktu, ruang, biaya dan keselamatan)adalah hasil klo
kita berpikiran negatif pada desain kita...
setuju dgn mas THS, berpikir positif dan negatif harus diletakkan pada
konteksnya dan harus seimbang...
panduan berpikir sudah disiapkan, alat berpikir sudah ada... jadi
memang tinggal user nya yg memilih bagaimana menggunakan pikiran
masing-masing....
On Jun 26, 10:58 pm, tri harso sulistiyo <thsulist...@gmail.com>
wrote:
- ronald.manik@kagamavirtual.net Jun 27 03:22AM ^
Ga masalah kalau turun mas, toh jg 2014 ga akan kepilih lagi.
Nothing to lose lah.
Ronald
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
-----Original Message-----
From: rsulastama@gmail.com
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Sun, 26 Jun 2011 09:03:21
To: alumniUGM<alumniugm@googlegroups.com>; <ferizal.ramli@yahoo.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: [kagama] Apakah Betul Popularitas SBY Melorot karena Terlalu Sering 'Curhat'?
Survei LSI
Terlalu Sering 'Curhat', Salah Satu Sebab Popularitas SBY Melorot
Laurencius Simanjuntak : detikNews
detikcom - Jakarta, Riset Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pada awal Juni 2011 menunjukkan tingkat kepuasan publik atas kinerja Presiden SBY merosot ke angka 47,2 persen. Merosotnya popularitas SBY, hingga di bawah angka 50 persen sejak terpilih dalam Pilpres 2009, ini salah satunya disebabkan oleh sikap sering 'curhat' SBY.
Demikian hasil riset Lingkaran Survei Indonesia (LSI): 'Merosotnya Leadership SBY di Mata Publik' yang dirilis di kantornya, Jl Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu (26/6/2011).
Peneliti senior Lingakaran Survei Indonesia (LSI), Sunarto Ciptoharjono, memaparkan, sikap curhat SBY ini antara lain saat ia terlalu reaktif atas SMS yang menyerang pribadinya dari pengirim yang mengaku sebagai Muhammad Nazaruddin, kader Partai Demokrat yang sedang terlilit kasus korupsi.
"Bahkan SBY lebih reaktif menanggapi kasus SMS itu ketimbang isu Ruyati," kata Sunarto membandingkan selang waktu komentar SBY ketika dua isu itu muncul pertama kali.
Sikap curhat SBY yang lain adalah saat menyampaikan gajinya sebagai presiden belum naik-naik selama 7 tahun (Januari 2001) dan curhat saat dirinya direpresentasikan sebagai kerbau dalam aksi demo (Februari 2010).
"Ini justru dianggap bukan karakter strong leader," ujar Direktur Lembaga Survei Kebijakan Publik, salah satu jaringan LSI.
Survei ini dilakukan di lapangan dari tanggal 1 Juni - 7 Juni 2011. 1200 responden dipilih secara acak yang mewakili 33 provinsi, disurvei dengan metode wawancara tatap muka. Margin of error plus minus 2,9 persen.
LSI mengaku survei yang dilakukannya tanpa pesanan pihak mana pun. Ada pun pembiayan diambil dari anggaran LSI, yang memang dialokasikan khusus dari hasil profit. "Jadi ini survei independen," ujarnya.
http://m.detik.com/read/2011/06/26/154355/1668918/10/terlalu-sering-curhat-salah-satu-sebab-popularitas-sby-melorot?nhl
Powered by salakpondohmania®
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
- Rovicky Dwi Putrohari <rovicky@gmail.com> Jun 27 09:33AM +0700 ^
Dapet warning *You are almost out of space for your Gmail account. Once you
run out of space, you will not be able to send or receive any emails until
you delete some items.*
kayaknya perlu mendelete fle attachments, tapi gimana cara mensortingnya ?
RDP
--
*"Everybody is safety leader, You can stop any unsafe operation !"*
- Albert Pratama <albert.pratama@gmail.com> Jun 27 09:44AM +0700 ^
Di bagian atas Gmail, cari dan klik link "Show search options", seperti pada
gambar di bawah ini:
[image: 1.JPG]
Lalu centang opsi "Has attachment", seperti pada gambar di bawah ini:
[image: 2.JPG]
Lalu klik tombol "Search Mail".
Semoga membantu.
Regards,
Albert
On Mon, Jun 27, 2011 at 9:33 AM, Rovicky Dwi Putrohari <rovicky@gmail.com>
wrote:
> Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
> Transfer ke:
> 1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP
Otista
- Rovicky Dwi Putrohari <rovicky@gmail.com> Jun 27 09:50AM +0700 ^
Bert,
Ga bisa disorting ya ? Maksudte attachments gede-gede ini mau dibuwang.
Suwun nggih
RDP
2011/6/27 Albert Pratama <albert.pratama@gmail.com>
--
*"Everybody is safety leader, You can stop any unsafe operation !"*
- Albert Pratama <albert.pratama@gmail.com> Jun 27 10:08AM +0700 ^
Saya belum nemu cara untuk sorting..
Regards,
Albert
2011/6/27 Rovicky Dwi Putrohari <rovicky@gmail.com>
- andirahmah91@yahoo.com Jun 27 04:09AM ^
Klo saya tinggal klik ikon klip aja di yahoo Mas, langsung ngumpul deh email ber attachment.
Di google blm tahu, mungkin sama tapi klo beda. Maafkan saya krn gak kasi solusi
Salam,
Andi Rahmah
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
-----Original Message-----
From: Rovicky Dwi Putrohari <rovicky@gmail.com>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Mon, 27 Jun 2011 09:33:31
To: alumniUGM<alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: [kagama] Gimana mencari file with attachment di GMail ?
Dapet warning *You are almost out of space for your Gmail account. Once you
run out of space, you will not be able to send or receive any emails until
you delete some items.*
kayaknya perlu mendelete fle attachments, tapi gimana cara mensortingnya ?
RDP
--
*"Everybody is safety leader, You can stop any unsafe operation !"*
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
- Albert Pratama <albert.pratama@gmail.com> Jun 27 10:16AM +0700 ^
Sekedar meneruskan pendapat lain.
Entah siapa yang sebenarnya berbohong..
Regards,
Albert
=============================
Sumber:
http://www.detiknews.com/read/2011/06/24/134620/1667755/10/migrant-care-copot-menlu-pulangkan-dubes-arab-saudi
'Perang Maaf' Soal Ruyati
Migrant Care: Copot Menlu, Pulangkan Dubes Arab Saudi!
*Hestiana Dharmastuti* - detikNews
[image: Migrant Care: Copot Menlu, Pulangkan Dubes Arab Saudi!]
* *
*Jakarta* - Saling bantah antara Menlu
Marty<http://www.detiknews.com/read/2011/06/24/122514/1667703/10/dubes-saudi-bantah-minta-maaf-pada-indonesia-terkait-ruyati>Natalegawa
dengan Kedubes Arab Saudi seputar permintaan maaf dan lalai atas
pemancungan Ruyati disayangkan oleh LSM Migrant Care. Jika terbukti
berbohong, Marty harus dicopot dan Dubes Arab Saudi dipulangkan.
"Ujung-ujungnya ya harus lepas jabatan, copot Menlu. Dubes Indonesia di Arab
Saudi dipulangkan. Demikian juga Dubes Arab Saudi di Indonesia," kata
Direktur Eksekutif Migrant Care, Anis Hidayah, kepada detikcom, Jumat
(24/6/2011).
Menurut dia, Indonesia dan Arab Saudi perlu mengurangi hubungan diplomatik.
"SBY harus tahu menterinya seperti itu. Menteri bohong, Presidennya juga.
Presiden SBY bohong saat pidato ILO, dia bilang buruh sudah dihormati,
dilindungi, sudah ada regulasi dan institusi untuk melindungi buruh,
ternyata ini bohong dengan dipenggalnya Ruyati," kata Anis.
Menurut Anis, pemerintah blunder dalam merespon kasus ini. Pertama, Ruyati
dibilang didampingi pengacara, tetapi ternyata tidak ada. Kedua, pemerintah
memonitor kasus Ruyati dari awal sampai akhir, tetapi faktanya kecolongan
pemancungan Ruyati. Pemerintah juga selalu membela perusahaan penyalur yang
memberangkatkan Ruyati yang telah memalsukan usia Ruyati.
"Lalu fakta Ruyati yang sering disiksa, tidak diberi makan, dinegasikan
terus. Pemerintah selalu berpaku pada kesaksian Ruyati membunuh majikannya.
Katanya proaktif memberi info ke keluarga, ternyata keluarganya yang datang.
Jadi kebohongan demi kebohongan dilakukan," papar Anis.
Anis meminta pemerintah jujur dan mengakui ada kelemahan dalam pendampingan,
kecolongan akibat kelalaian. "Paling tidak, tidak berbohong dan jika
terbukti berbohong ini menyakitkan," ujarnya.
* (aan/nrl)*
- Sulastama Raharja <rsulastama@gmail.com> Jun 27 09:52AM +0700 ^
Bagaimana Menuju Kebebasan Finansial?
Erlangga Djumena
Residual/Passive Income
Linear/Fixed Income
Foto:
Siapa yang tidak pernah mendengar tentang kebebasan keuangan? Tentu anda
semua pasti sudah sering mendengar istilah tersebut. Dan kebanyakan orang
yang bekerja pasti mengidam-idamkan agar bisa mencapai kebebasan keuangan.
Tapi apakah yang benar-benar dimaksud dengan kebebasan keuangan?
Kebebasan keuangan adalah dimana seseorangan mencapai *saving *cukup banyak
dan relatif aman, dan hasilnya mencukupi kebutuhan-nya untuk hidup dengan
gaya hidup yang diinginkan. Kebebasan finansial juga dapat dapat
didefinisikan sebagai fase ketika kita berada dalam ketenangan dan pilihan
untuk tidak bekerja lagi demi uang, karena uanglah yang bekerja untuk kita (
*passive income*). Yang dimaksud dengan *passive income *disini adalah uang
yang masuk tanpa harus kita bekerja.
*Saving *bisa dicapai dengan berbagai cara, misalnya dengan tabungan,
deposito, namun untuk mendapatkan hasil yang lebih baik yakni diatas nilai
inflasi maka *saving *wajib di kombinasikan dengan *investing *seperti pada
reksa dana, saham, properti, dll.
Adapun pendapatan yang didapat dari *active income *adalah penghasilan yang
didapat karena bekerja lalu dibayar atau mendapat upah dan kalau tidak
bekerja tidak akan mendapatkan penghasilan. Sekedar catatan kalau kita
bekerja sebagai karyawan umumnya kenaikan gaji (*income*) yang didapat
berada dibawah tingkat inflasi, sehingga daya beli menjadi menurun sejalan
dengan bertambahnya waktu. Untuk mengatasi kondisi tersebut maka alangkah
bijaknya jika kita memiliki orientasi pertumbuhan aset dalam bekerja.
Jika tidak maka kita berpotensi untuk bekerja secara terus menerus, berikut
perbedaan orientasi bekerja adalah:
1. Bekerja => *active income output* => *lifetime work*;
2. Bekerja => *asset *=> *passive income output *=> *financial freedom*.
Agar fase kebebasan keuangan tercapai, tentu harus dilakukan aktifitas *saving
& investing*, yakni: *
a. Saving & investing = Consumption* Ini adalah kondisi ideal dimana
tabungan & investasi berada dalam jumlah yang seimbang dengan pengeluaran,
artinya *income *yang diterima hanya 50 persen yang digunakan untuk
konsumsi, sedangkan sisanya untuk tabungan dan investasi. Biasanya pola ini
cocok untuk anak muda yang belum menikah dimana kewajiban (*liability*) /
utang belum ada. Untuk mencapainya memang kita harus bekerja dengan cerdas,
bagaimana uang kita dapat bekerja keras untuk kita dan menghasilkan *passive
income*.
*b. Saving & investing = Consumption - Debt*
Pada pola ini tabungan dan investasi lebih sedikit dikarenakan adanya
kewajiban utang (*debt*), pada kondisi ini memang dibawah ideal namun masih
wajar. Biasanya tahap ini terjadi bagi mereka yang sudah berkeluarga.
Perkembangan zaman dan industri keuangan, mendorong tumbuhnya instrumen
utang, hal ini menyebabkan pemakaian dan upaya untuk mendapatkan utangpun
menjadi lebih mudah. Sekarang semakin banyak ditemukan konsumsi berbasis
utang (kartu kredit, KTA atau kredit tanpa agunan dan lain-lain).
Karena itu, hanya menjaga keseimbangan antara *saving, invesment &
consumption *saja tidak cukup, tetapi harus ditambah dengan menyiasati agar
kita bisa terbebas dari utang. Utang adalah pembunuh kebebasan primer. Ingin
kebebasan finansial? Hal pertama yang harus anda lakukan adalah keluar dari
utang. Itu adalah prioritas nomor satu.
*c. Saving & investing = Consumption - Debt + Protection*
Pola ini merupakan yang paling bijak bagi mereka yang telah berkeluarga dan
memiliki anak, meskipun tabungan dan investasi tidak sebesar tahap
sebelumnya namun penyebabnya adalah alokasi dana untuk proteksi (manajemen
resiko) biasanya dalam bentuk premi asuransi.
Sejalan dengan berkembanganya industri asuransi dan peningkatan dana
pendidikan tentu juga mempengaruhi kebebasan finansial. Karena kita harus
memenuhi unsur proteksi untuk diri sendiri maupun keluarga dalam bentuk
asuransi maupun investasi dana pendidikan.
Ada beberapa tahap sebelum mencapai kebebasan finansial (*financial freedom*),
yakni:
1. *Financial Protection *yaitu suatu kondisi keuangan dimana kita mempunyai
cukup uang untuk memenuhi pengeluaran bulanan minimum, untuk 2 bulan sampai
24 bulan tanpa harus bekerja.
2. *Financial Security *yaitu suatu kondisi keuangan dimana kita mempunyai
investasi cukup banyak yang relatif aman, dan hasilnya dapat mencukupi
kebutuhan diatas minimum tanpa harus bekerja lagi, kecuali bila kita memilih
untuk bekerja.
*3. Financial Vitality *yaitu suatu kondisi keuangan dimana kita mencapai
investasi cukup banyak yang relatif aman, dan hasilnya tidak hanya bisa
mencukupi kebutuhan pada tingkat *Financial Security* (di atas minimum)
melainkan juga bisa mencukupi kebutuhan sekunder tanpa harus bekerja,
kecuali bila kita memilih untuk bekerja.
*4. Financial Independence *yaitu suatu kondisi keuangan dimana kita
mencapai investasi cukup banyak yang relatif aman, dan hasilnya mencukupi
kebutuhan kita untuk hidup persis dengan gaya hidup kita yang sekarang.
Dengan kata lain kita bebas tidak bekerja.
*5. Financial Freedom* yaitu suatu kondisi keuangan dimana kita mencapai
investasi cukup banyak yang relatif aman, dan hasilnya mencukupi kebutuhan
kita untuk hidup dengan gaya hidup yang kita inginkan (lebih baik dari gaya
hidup sekarang).
Sudah sampai tahap manakah anda?
Faktor penting lainnya dalam mencapai kebebasan finansial untuk anda adalah
sangat ditentukan oleh gaya hidup anda saat ini, esok dan masa depan.
Sebagian orang lebih suka hidup sederhana, dan akan selalu ingin hidup
seperti itu, maka tipe seperti ini akan mencapai tingkat kebebasan keuangan
lebih cepat dari pada mereka yang memiliki pola hidup mewah. Pada akhirnya,
kebebasan finansial adalah tentang kontrol pengeluaran terhadap diri kita
sendiri. Kebebasan finansial adalah sebuah pilihan bukan kebetulan. *(Prilla
Kinanti/Associate Financial Planner, TGRM Financial Planning Services)*
http://nasional.kompas.com/read/2011/06/27/09114780/Bagaimana.Menuju.Kebebasan.Finansial
--
tomo TGL' 93
~ KagamaVirtual is here, there, everywhere, anywhere ... For everyone" :) ..
http://kagamavirtual.com/ ~
- "Deny P. Sambodo" <denypurwo@gmail.com> Jun 27 02:57AM ^
Bapak tomo,
Kayaknya dirimu ahli personal finance ya?
Salam,
Deny
Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message-----
From: Sulastama Raharja <rsulastama@gmail.com>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Mon, 27 Jun 2011 09:52:39
To: alumniUGM<alumniUGM@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: [kagama] [personal finance]: Bagaimana Menuju Kebebasan Finansial?
Bagaimana Menuju Kebebasan Finansial?
Erlangga Djumena
Residual/Passive Income
Linear/Fixed Income
Foto:
Siapa yang tidak pernah mendengar tentang kebebasan keuangan? Tentu anda
semua pasti sudah sering mendengar istilah tersebut. Dan kebanyakan orang
yang bekerja pasti mengidam-idamkan agar bisa mencapai kebebasan keuangan.
Tapi apakah yang benar-benar dimaksud dengan kebebasan keuangan?
Kebebasan keuangan adalah dimana seseorangan mencapai *saving *cukup banyak
dan relatif aman, dan hasilnya mencukupi kebutuhan-nya untuk hidup dengan
gaya hidup yang diinginkan. Kebebasan finansial juga dapat dapat
didefinisikan sebagai fase ketika kita berada dalam ketenangan dan pilihan
untuk tidak bekerja lagi demi uang, karena uanglah yang bekerja untuk kita (
*passive income*). Yang dimaksud dengan *passive income *disini adalah uang
yang masuk tanpa harus kita bekerja.
*Saving *bisa dicapai dengan berbagai cara, misalnya dengan tabungan,
deposito, namun untuk mendapatkan hasil yang lebih baik yakni diatas nilai
inflasi maka *saving *wajib di kombinasikan dengan *investing *seperti pada
reksa dana, saham, properti, dll.
Adapun pendapatan yang didapat dari *active income *adalah penghasilan yang
didapat karena bekerja lalu dibayar atau mendapat upah dan kalau tidak
bekerja tidak akan mendapatkan penghasilan. Sekedar catatan kalau kita
bekerja sebagai karyawan umumnya kenaikan gaji (*income*) yang didapat
berada dibawah tingkat inflasi, sehingga daya beli menjadi menurun sejalan
dengan bertambahnya waktu. Untuk mengatasi kondisi tersebut maka alangkah
bijaknya jika kita memiliki orientasi pertumbuhan aset dalam bekerja.
Jika tidak maka kita berpotensi untuk bekerja secara terus menerus, berikut
perbedaan orientasi bekerja adalah:
1. Bekerja => *active income output* => *lifetime work*;
2. Bekerja => *asset *=> *passive income output *=> *financial freedom*.
Agar fase kebebasan keuangan tercapai, tentu harus dilakukan aktifitas *saving
& investing*, yakni: *
a. Saving & investing = Consumption* Ini adalah kondisi ideal dimana
tabungan & investasi berada dalam jumlah yang seimbang dengan pengeluaran,
artinya *income *yang diterima hanya 50 persen yang digunakan untuk
konsumsi, sedangkan sisanya untuk tabungan dan investasi. Biasanya pola ini
cocok untuk anak muda yang belum menikah dimana kewajiban (*liability*) /
utang belum ada. Untuk mencapainya memang kita harus bekerja dengan cerdas,
bagaimana uang kita dapat bekerja keras untuk kita dan menghasilkan *passive
income*.
*b. Saving & investing = Consumption - Debt*
Pada pola ini tabungan dan investasi lebih sedikit dikarenakan adanya
kewajiban utang (*debt*), pada kondisi ini memang dibawah ideal namun masih
wajar. Biasanya tahap ini terjadi bagi mereka yang sudah berkeluarga.
Perkembangan zaman dan industri keuangan, mendorong tumbuhnya instrumen
utang, hal ini menyebabkan pemakaian dan upaya untuk mendapatkan utangpun
menjadi lebih mudah. Sekarang semakin banyak ditemukan konsumsi berbasis
utang (kartu kredit, KTA atau kredit tanpa agunan dan lain-lain).
Karena itu, hanya menjaga keseimbangan antara *saving, invesment &
consumption *saja tidak cukup, tetapi harus ditambah dengan menyiasati agar
kita bisa terbebas dari utang. Utang adalah pembunuh kebebasan primer. Ingin
kebebasan finansial? Hal pertama yang harus anda lakukan adalah keluar dari
utang. Itu adalah prioritas nomor satu.
*c. Saving & investing = Consumption - Debt + Protection*
Pola ini merupakan yang paling bijak bagi mereka yang telah berkeluarga dan
memiliki anak, meskipun tabungan dan investasi tidak sebesar tahap
sebelumnya namun penyebabnya adalah alokasi dana untuk proteksi (manajemen
resiko) biasanya dalam bentuk premi asuransi.
Sejalan dengan berkembanganya industri asuransi dan peningkatan dana
pendidikan tentu juga mempengaruhi kebebasan finansial. Karena kita harus
memenuhi unsur proteksi untuk diri sendiri maupun keluarga dalam bentuk
asuransi maupun investasi dana pendidikan.
Ada beberapa tahap sebelum mencapai kebebasan finansial (*financial freedom*),
yakni:
1. *Financial Protection *yaitu suatu kondisi keuangan dimana kita mempunyai
cukup uang untuk memenuhi pengeluaran bulanan minimum, untuk 2 bulan sampai
24 bulan tanpa harus bekerja.
2. *Financial Security *yaitu suatu kondisi keuangan dimana kita mempunyai
investasi cukup banyak yang relatif aman, dan hasilnya dapat mencukupi
kebutuhan diatas minimum tanpa harus bekerja lagi, kecuali bila kita memilih
untuk bekerja.
*3. Financial Vitality *yaitu suatu kondisi keuangan dimana kita mencapai
investasi cukup banyak yang relatif aman, dan hasilnya tidak hanya bisa
mencukupi kebutuhan pada tingkat *Financial Security* (di atas minimum)
melainkan juga bisa mencukupi kebutuhan sekunder tanpa harus bekerja,
kecuali bila kita memilih untuk bekerja.
*4. Financial Independence *yaitu suatu kondisi keuangan dimana kita
mencapai investasi cukup banyak yang relatif aman, dan hasilnya mencukupi
kebutuhan kita untuk hidup persis dengan gaya hidup kita yang sekarang.
Dengan kata lain kita bebas tidak bekerja.
*5. Financial Freedom* yaitu suatu kondisi keuangan dimana kita mencapai
investasi cukup banyak yang relatif aman, dan hasilnya mencukupi kebutuhan
kita untuk hidup dengan gaya hidup yang kita inginkan (lebih baik dari gaya
hidup sekarang).
Sudah sampai tahap manakah anda?
Faktor penting lainnya dalam mencapai kebebasan finansial untuk anda adalah
sangat ditentukan oleh gaya hidup anda saat ini, esok dan masa depan.
Sebagian orang lebih suka hidup sederhana, dan akan selalu ingin hidup
seperti itu, maka tipe seperti ini akan mencapai tingkat kebebasan keuangan
lebih cepat dari pada mereka yang memiliki pola hidup mewah. Pada akhirnya,
kebebasan finansial adalah tentang kontrol pengeluaran terhadap diri kita
sendiri. Kebebasan finansial adalah sebuah pilihan bukan kebetulan. *(Prilla
Kinanti/Associate Financial Planner, TGRM Financial Planning Services)*
http://nasional.kompas.com/read/2011/06/27/09114780/Bagaimana.Menuju.Kebebasan.Finansial
--
tomo TGL' 93
~ KagamaVirtual is here, there, everywhere, anywhere ... For everyone" :) ..
http://kagamavirtual.com/ ~
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
Topik: Tny
- Agus Cahyono <acahyono@kagamavirtual.net> Jun 27 08:46AM +0700 ^
Mas Arief,
Saya kemarin nyoba pindahkan gambar-gambar dari HP yg lama, setelah sent
dari HP di BB minta password untuk menerima...padahal kita tidak pernah set
password bluetooth di HP lama maupun di BB.
Kemudian, saya mau set email account selalu harus melalui "download update
emai setup", dan downloadnya selalu lama dan gagal..
Apa karena saya tidak sabar atau memang belum bisa ya?
Dari orang tua yang gaptek
Agus
2011/6/26 <ariefprihantoro@kagamavirtual.com>
- Rovicky Dwi Putrohari <rovicky@gmail.com> Jun 27 08:30AM +0700 ^
2011/6/27 Nurcahya Priyonugroho <anung.pnugroho@gmail.com>
> *** Wah, kok nggak optimis sih? Berpikir positif dong, hahaha... Kalo masih
> merasa goblok, yakinlah disini banyak yang bisa ngasih penjelasan. Mas RDP
> kapan bersedia di-prospek? :-D
Di-prospek bwat apaan, Nung ?
Main saham, atau invest ... asal jangan MLM ya
Aku baru bisa nanem beton doang.
rdp
- Nurcahya Priyonugroho <anung.pnugroho@gmail.com> Jun 27 08:44AM +0700 ^
> Di-prospek bwat apaan, Nung ?
> Main saham, atau invest ... asal jangan MLM ya
> Aku baru bisa nanem beton doang.
*** Financial Planning, Wealth Management..., Mas RDP dengan gaji USD dari
Perush Migas, pasti banyak yang berminat ngasih "pencerahan" soal tadi itu
:-D
-Anung-
- Ir R J Taruno Poedjohardjo <tarunopeha@yahoo.com> Jun 26 06:34PM -0700 ^
dunia ini memang ditakdirkan menjadi milik laki laki
contoh jelas secara " logika" :
disemua kitab suci tertulis "disurga dilayani 40 bidadari yg cantik2"
lha wanita kalau masuk surga ???
masak dilayani "40 bidadara yg ganteng2" ,bisa2 .........jebol donk ?!
kalau dilayani "40 bidadari yg cantik2" , emangnya .... lesbian ?!.
just kidding & 4 fun only . he he he .tph
________________________________
From: "indriani_fb@yahoo.com" <indriani_fb@yahoo.com>
To: alumniugm@googlegroups.com
Sent: Mon, June 27, 2011 7:58:54 AM
Subject: Re: [kagama] Dr Gina Puspita, Deklarator Klub Taat Suami:
PoligamiItuBukan Suami yang Suruh
Pagi pagi suguhannya ttg poligami pak RDP,, sarapannya ga enak,,
Pusing saya,, saya pribadi lebih memilih poliandri daripada poligami hehehe
Salam
Indriani
Gizi Kesehatan05
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
-----Original Message-----
From: umigita@gmail.com
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Mon, 27 Jun 2011 01:06:13
To: <alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: Re: [kagama] Dr Gina Puspita, Deklarator Klub Taat Suami: Poligami
ItuBukan Suami yang Suruh
Kalo soal excellent service sih,jelas harus...'Being bitchy for my husband'.
Tapi kalo soal poligami,
Itu silahkan asal bukan saya.
Salam,
Umi gita
Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message-----
From: Rovicky Dwi Putrohari <rovicky@gmail.com>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Mon, 27 Jun 2011 07:38:07
To: alumniUGM<alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: [kagama] Dr Gina Puspita, Deklarator Klub Taat Suami: Poligami Itu
Bukan Suami yang Suruh
Btw, perempuan yang baik itu taat suami atau taat Allah ?
RDP
--------------------------------
Minggu, 26 Juni 2011 | 04:42 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Deklarasi Klub Taat Suami yang dicanangkan
oleh Kelompok Global Ikhwan di sebuah restoran di kawasan Kebayoran
Baru, Jakarta Selatan, pada 18 Juni lalu menuai pro-kontra. Kalangan
pria yang memiliki keistimewaan menikah lagi merasa mendapat angin
segar dengan ajaran klub ini bahwa istri selayaknya harus menaati
suami, termasuk ketika suaminya menikah lagi. Namun banyak juga yang
menolak deklarasi klub, terutama para istri dan kalangan feminis yang
memandang klub ini telah merendahkan perempuan.
"Kami hanya ingin berbagi pengalaman bahwa di Global Ikhwan ada cara
mendidik suami, mendidik istri dan anak-anak. Kami membagi bagaimana
melaksanakan perintah Tuhan untuk taat. Di mana merendahkannya?" kata
Gina Puspita, Ketua Klub Taat Suami Indonesia, Rabu lalu.
Kecaman terhadap klub ini makin kencang manakala seorang pengurusnya
mengatakan agar para istri melayani hasrat seksual suaminya seperti
pelacur melayani pelanggannya demi menghindari perselingkuhan. Klub
ini dituding menyamakan istri dengan pelacur dan urusan pernikahan
hanya sebatas ranjang. "Kita melayani suami karena Tuhan, maka kita
berbuat seperti orang yang melayani orang lain karena uang, tapi bukan
menyamakan seperti pelacur," ujar Gina, yang menjabat Ibu Global
Ikhwan untuk wilayah Sumatera I, yang melingkupi seluruh Sumatera
kecuali Medan dan Aceh.
Global Ikhwan didirikan oleh Abuya Asaari Muhammad Tamimi, yang pernah
mengaku mendatangkan tsunami Aceh pada 26 Desember 2004. Saat berdiri
pada 1968, namanya adalah Darul Arqam, lalu berubah menjadi Rufaqa
lantaran dianggap sesat oleh pemerintah Malaysia dan akhirnya berubah
lagi menjadi Global Ikhwan. Pusat perkumpulan ini sekarang di Haramain
(Tanah Suci) Mekah dan Madinah, Arab Saudi, setelah bertahun-tahun
berada di Malaysia. Cabang-cabangnya ada di Indonesia, Malaysia,
Yordania, Suriah, Mesir, Eropa, dan Australia. Anggotanya diprediksi
mencapai 10 ribu jiwa di seluruh dunia. Di Indonesia, Gina
memperkirakan ada 500 keluarga.
Tempo berkesempatan melihat geliat roda bisnis Global Ikhwan berjalan.
Di Jakarta, Global Ikhwan menyewa sebelas rumah toko di Plaza Niaga II
Blok E 9-21 Sentul City, Bogor. Di sini, aktivitas yang ada adalah
homestay, penerbitan, minimarket, rumah produksi, rumah kebajikan
(rumah amal), asrama untuk santri perempuan dan laki-laki, usaha air
isi ulang, kafetaria, klinik gigi dan salon, serta sekolah taman
kanak-kanak. Tak jauh dari plaza, di kawasan Victory, Global Ikhwan
menjalankan usaha binatu, toko roti, dan penjahitan pakaian.
Saat melayani wawancara dengan Istiqomatul Hayati dan fotografer
Wisnu, Gina didampingi oleh Siti Fauzah, ibu untuk Jawa I (Pulau Jawa
dan Pontianak); Nunung Saleh Ibrahim, Ketua Yayasan Global Ikhwan;
Sofiah Duleh, ibu untuk Pekanbaru; dan Khadijah Duleh, ibu untuk
Global Ikhwan Sentul.
Apa respons dari pendeklarasian Klub Taat Suami ini?
Setelah peluncuran, banyak yang datang, dari tokoh-tokoh Islam, MUI,
konglomerat, dan pemerintah. Dari kantor Wali Kota Jakarta Selatan
datang meminta agar Klub Taat Suami bisa membagi cerita dengan ibu-ibu
PKK. Responsnya bagus sampai sekarang. Orang-orang banyak yang
bertanya konsep taat suami itu seperti apa.
Bagaimana Anda menanggapi kalangan yang kontra?
Saya rasa itu karena beberapa sebab. Pertama, mungkin mereka tidak
memahami konsep taat yang kami pahami. Dan bagi kalangan feminis,
konsep taat itu menjadi asing. Islam itu awalnya asing dan kembali
menjadi asing. Bukan saja soal taat. Waktu saya pakai jilbab pada
1982, hebohnya luar biasa. Tapi lihatlah sekarang, jilbab bukan suatu
yang aneh. Sebenarnya, kalau kita masuk ke perusahaan, ada bos,
pemiliknya. Kita yang jadi stafnya itu taat. Ketaatan itu maksudnya
bukan sesuatu status yang merendahkan martabat.
Bukankah seharusnya muslim hanya taat kepada Allah?
Bukti seorang taat kepada Allah, dia terima semua aturan-Nya.
Prinsipnya, kita berbuat baik pada orang karena iman. Begitu juga taat
kepada suami. Bukan suami yang suruh, tapi Allah yang suruh.
Apa maksud pernyataan bahwa istri yang tidak taat, tidak menghiburkan
bisa menjadi sumber kerusakan masyarakat?
Bahwa istri yang baik tapi tidak bisa melayani suaminya akan membuat
suaminya pulang dengan wajah kusut. Apalagi jika istrinya bermasalah,
padahal seharusnya istri itu menjadi tiang negara. Kalau yang
mengalami masalah rumah tangga ini adalah para pemimpin dunia, maka
sudah tentu merugi, tapi itu bukan berarti istri menjadi biang
kerusakan masyarakat karena sebenarnya sumber kerusakan itu karena
manusia sudah kehilangan moral. Suami pun, sebelum dia membimbing
istrinya menjadi lebih baik, harus taat dulu kepada Allah dan bersikap
baik. Kenapa kami terfokus pada ketaatan istri karena ini klub
perempuan, maka yang dibicarakan masalah perempuan.
Apa tanggapan Anda ketika klub ini dituding merendahkan martabat perempuan?
Saya pikir ketika kita melayani suami kita dengan dasar cinta, itu
bukan merendahkan martabat. Kami hanya ingin berbagi pengalaman meski
kami masih jauh dari sempurna, bahwa sejak Global Ikhwan berdiri
(1968) ada cara mendidik suami, mendidik istri dan dan anak-anak. Kami
bahagia, tidak ada krisis. Kami membagi pengalaman yang sudah ada
hasilnya bagaimana kami melaksanakan perintah Tuhan untuk taat, karena
akhirnya seperti kami, Allah memberikan balas jasa kepada kita. Di
mana merendahkannya? Di sini (Global Ikhwan), 50 persen penggerak
perusahaan adalah perempuan. Kalaupun ada komentar (negatif), itu
karena informasi yang belum sampai. Ini sebuah ajaran Tuhan, bukan
teori baru.
Sebenarnya apa konsep taat dalam definisi Klub Taat Suami ini?
Dalam rumah tangga, sudah Tuhan katakan bahwa pria itu pemimpin bagi
perempuan. Suami yang baik, bukti bahwa dia taat kepada Allah, dia
adalah yang berakhlak baik. Begitu juga istri. Kalau dia taat kepada
Allah, dia akan mengikuti suami. Rasulullah sendiri mengatakan
perempuan itu di (hari) akhir akan dilihat empat hal: salat, puasa,
menjaga marwah dirinya, yang keempat akan ditanya tingkat ketaatan
pada suami.
Kenapa konsep ketaatan itu hanya dibebankan kepada istri. Bagaimana
jika suaminya tidak taat kepada Allah?
Kalau begitu, mesti ditanya mengapa dulu mereka menikah. Kalau suami
tidak taat kepada Allah, kita tidak wajib taat. Hanya, kadang
penyelesaiannya akan kami panggil kedua belah pihak untuk konseling,
mendekatkan suaminya kepada Allah. Kadang suaminya menjadi ganas
karena istrinya. Jadi kita lihat keduanya.
Definisi taat ini sampai seberapa jauh?
Kami ingin 100 persen taat. Ketaatan tentulah ada dalam aspek
kehidupan. Misalnya mau makan, suami mau sup, kita ingin sayur asam.
Apa salahnya kita sediakan sup. Kalau sudah berumah tangga lama, kita
juga akan bersenang hati melayani orang yang kita cintai. Dan begitu
juga tentang hubungan seksual. Kalau orang-orang memberikan layanan
kepada lelaki hanya untuk cari uang, dia melayaninya dengan begitu
rupa, luar biasa, yang membuat orang datang lagi-datang lagi sampai
ketagihan. Kenapa kita tidak juga melayani (seperti itu terhadap suami
sendiri)? Ini bukanlah menyamakan istri sama dengan pelacur. Ada
aturannya, apa yang tidak boleh jangan dikerjakan.
Artinya perempuan tidak punya hak untuk mengekspresikan keinginan seksualnya?
Kita bicara tentang taat kepada Allah, maka Allah yang terbaik. Bila
seorang istri ketika menikah, maka suaminya terima nikahnya, dia yang
bayar mahar. Artinya dalam berumah tangga yang raja itu suami. Jadi
dalam aturan itu pasti ada hikmahnya. Allah itu baik. Kalau kita
melayani suami menurut selera suami, nanti Tuhan akan berikan kepada
kita nikmat lebih hebat dari perempuan lain yang ingin memuaskan diri
sendiri.
Ketaatan ini termasuk mengikhlaskan ketika suami ingin menikah lagi?
Ya. Awalnya kan ketaatan pada Tuhan, bukan karena suami suruh.
Artinya, kalau kita taat kepada Allah, kita harus terima seluruh
perintah Allah yang dibolehkan. Poligami termasuk yang dibolehkan
Allah. Itu kita harus menyetujuinya. Makanya saya geli kalau ada yang
bilang korban poligami (tertawa). Kalau kami ini bukan korban, kami
ini pejuang poligami.
Ada standar ganda di sini: berupaya agar suami tidak melirik perempuan
lain dan menyetujui suami berpoligami....
Itu betul, suami tidak melirik orang lain. Makanya dia tidak pernah
menyatakan mau poligami. Dalam Global Ikhwan tidak ada pria yang
bilang saya mau poligami. Pernikahan di Global Ikhwan itu perkawinan
yang dirancang. Begitu pula poligami. Kami ada Departemen Keluarga dan
Kesejahteraan yang mengurusi monogami dan poligami. Di situ mengurus,
selain agar mendapatkan kecocokan antarpasangan, tapi juga akan
memperkuat perjuangan Islam. Jadi, suami-suami yang sudah dididik
untuk takut kepada Allah, mereka tidak terpikir menikah lagi karena
takut akan amanah. Departemen ini mengurus madu-madu juga. Departemen
ini juga yang memperkenalkan saya dengan madu saya.
Bagaimana perasaan Anda ketika menikahkan suami Anda dengan perempuan lain?
Fauzah: Perasaan kami tentu rasa sakit itu ada, tapi kami tahu sakit
itu apa. Tapi kami tahu ada obatnya. Ini seperti ujian naik kelas.
Kalau poligami itu bukan sesuatu yang baik, tentu para nabi dan rasul
tidak akan poligami. Padahal mereka adalah orang-orang yang paling
tinggi ketakwaannya.
Selama ini pijakan poligami adalah Surat Annisa ayat 3. Tapi pada ayat
129 disebutkan bahwa sesungguhnya manusia itu tidak bisa berbuat
adil....
Islam itu meletakkan sesuatu pada tepatnya. Adil yang paling tinggi
adalah meletakkan Allah sebagai Tuhan. Dalam konsep adil yang utama
dari suami, dia harus bisa menempatkan Allah sebagai Tuhannya. Bila
itu sudah dapat, pernikahan akan bahagia dengan sendirinya.
Ayat 129 itu menunjukkan Allah menyukai monogami?
Kan diizinkan mengambil istri kedua, ketiga, keempat. Kalau enggak
mampu, satu. Jadi sebetulnya istri satu ini emergency. Saya katakan
tadi ini sebuah pengalaman. Kami lihat Abuya dengan 4 istri, 40 anak,
200 cucu, pernikahan rukun, karena semua mengambil Tuhan sebagai
pemimpin. Itu kuncinya.
Bukankah Rasulullah pernah mengadu kepada Allah kalau dia tidak
sanggup berbuat adil?
Saya rasa yang Rasulullah kata soal perasaan dia yang khusus kepada
Aisyah dibanding kepada istri-istri yang lain. Kecenderungan hati itu
disetujui oleh istri-istri yang lain karena Siti Aisyah diberi
keistimewaan, dia yang paling bertakwa. Waktu dengan Aisyah,
Rasulullah mendapatkan wahyu, lalu Aisyah mendapatkan pembelaan dari
Allah.
Bisakah dideskripsikan kebahagiaan Anda ketika masih monogami dan kini poligami?
Fauzah: Saat monogami itu hidup, ya, begitu-begitu saja. Tidak ada
tantangan apa-apa. Seperti orang tidak pernah masuk mal yang dingin,
tentu dia akan bilang belanja di Blok M itu sudah paling oke. Tapi,
ketika ditawarkan mal lain, dia akan lihat memang ada mal dingin.
Begitu juga ketika poligami, ternyata ada ya kehidupan ini. Jadi,
makin kita taat kepada Allah, makin akan dibukakan pintu-pintu yang
kita tidak pernah tahu.
Kalau Anda merasa cinta suami Anda terbesar untuk Anda, bagaimana
dengan istri kedua, ketiga, dan keempat yang seakan menjadi pelengkap?
Kalau kita sudah cinta Allah, itu memang semua indah. Pengorbanan itu
terbayar. Dan, dalam perjalanannya itu, kami terheran-heran bagaimana
Allah membalas. Ada kebaikan yang banyak dalam poligami. Kami
tiba-tiba merasa rindu dengan madu kami. Kayak adik-beradik. Satu
rumah.
Apa saja yang diajarkan dalam Global Ikhwan?
Kami mengajarkan paling tidak ada satu paket seperti halnya Rasulullah
mengajarkan salat setelah sebelas tahun kenabian. Begitu pula pola
didikan yang ada dalam Global Ikhwan ini, terutama kepada orang yang
taat kepada Allah. Ada praktek membimbing salat. Kemudian diajarkan
bagaimana berumah tangga. Dan memang ada pengenalan tentang hubungan
suami-istri yang menurut tata cara aturan. Tapi tampaknya orang sangat
tertarik tentang hal itu karena sebelumnya pendidikan soal seks
ditutup. Tabu. Padahal dalam Islam ada kok dan halal.
Jika ada klub taat suami, apakah di Global Ikhwan juga ada klub
memperlakukan istri dengan baik?
Oh, ya. Kami kan mengajarkan paket, jadi bukan hanya perempuan.
Apakah di Global Ikhwan anak-anak diajarkan kursus pernikahan?
Kami sudah mengajarkan sejak mereka masih kecil. Kalau anak-anak
ditanya oleh kami apakah mau poligami kelak, mereka menjawab, "Mau."
Ini kan yang Allah bolehkan dan dicontohkan oleh Rasulullah. Jadi ini
sudah ada di benak mereka saat kecil.
Global Ikhwan sendiri selama ini bergerak di bidang apa?
Kami bergerak di semua bidang. Ada kesehatan, pendidikan,
kesejahteraan, dan lain-lain. Di Malaysia ada pabrik makanan,
restoran, dan lain-lain.
Bagaimana anak-anak Global Ikhwan mendapat pendidikan?
Ya di sini. Kami ada homeschooling. Mereka belajar di sini sampai
mereka mahir, jadi langsung aplikatif. Kalau mereka ingin meneruskan
ke sekolah formal dengan kuliah, bisa juga. Kalau dia sudah ada
keahlian, sudah langsung masuk ke proyek.
BIODATA
NAMA:
Dr Gina Puspita
KELAHIRAN:
Bogor, 8 September 1963
SUAMI:
DR Ing Abdurrahman Riesdam Effendi (mempunyai tiga anak)
PEKERJAAN:
Dosen, Ibu Global Ikhwan wilayah Sumatera I
PENDIDIKAN:
- Bahasa Prancis dan adaptasi sistem pendidikan Prancis di Formation
International de l'Aeronaetique et Spatiale, Toulouse, Prancis
(1982-1983)
- Sarjana teknik di Paul Sabatier University, Toulouse, Prancis (1983-1987)
- Dipl. Ing dan DEA di Teknik Penerbangan (konstruksi pesawat udara)
di Ecole National Superieure de l'Aeronautique et de l'Escape,
Toulouse, Prancis (1987-1989)
- Doktor teknik penerbangan di Ecole National Superieure de
l'Aeronautique et de l'Escape (1989-1993)
KARIER:
- Supervisor mahasiswa Teknik Mesin dan Teknik Penerbangan di
Universitas Prancis untuk Pengembangan Struktur Analisis,
ENSAE-Prancis (1990-1993)
- Dosen tamu di Teknik Penerbangan Institut Teknologi Bandung (1994-2000)
- Dosen Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Surakarta (1996-sekarang)
- sophiewannabe@gmail.com Jun 27 01:47AM ^
Setahu saya.. Seorang suami sampai kapanpun akan tetap menjadi anak.. Jadi ridho suami tetep ada pada ridho orangtuanya..
Makanya saya kadang ngenes kalau ada menantu yg berani sama mertuanya..
Btw, mengenai klub ini saya hanya cukup mengelus dada..
Jian nganeh2i tenan..
Jangan2 besok ada klub muslimah taat beribadah.. Atau klub pastor rajin ke gereja..
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
-----Original Message-----
From: maula_na@yahoo.com
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Mon, 27 Jun 2011 01:01:30
To: alumniugm@googlegroups.com<alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: Re: [kagama] Dr Gina Puspita, Deklarator Klub Taat Suami: Poligami
ItuBukan Suami yang Suruh
Setahu saya mas RDP :
Bagi seorang istri, ridho Allah terletak pada ridho suami.
Bagi seorang anak, ridho Allah terletak pada ridho orang tua.
Nah bagi seorang suami gimana ya???
Salam,
MM
Powered by MM BlackBerry®
-----Original Message-----
From: Rovicky Dwi Putrohari <rovicky@gmail.com>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Mon, 27 Jun 2011 07:38:07
To: alumniUGM<alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: [kagama] Dr Gina Puspita, Deklarator Klub Taat Suami: Poligami Itu
Bukan Suami yang Suruh
Btw, perempuan yang baik itu taat suami atau taat Allah ?
RDP
--------------------------------
Minggu, 26 Juni 2011 | 04:42 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Deklarasi Klub Taat Suami yang dicanangkan
oleh Kelompok Global Ikhwan di sebuah restoran di kawasan Kebayoran
Baru, Jakarta Selatan, pada 18 Juni lalu menuai pro-kontra. Kalangan
pria yang memiliki keistimewaan menikah lagi merasa mendapat angin
segar dengan ajaran klub ini bahwa istri selayaknya harus menaati
suami, termasuk ketika suaminya menikah lagi. Namun banyak juga yang
menolak deklarasi klub, terutama para istri dan kalangan feminis yang
memandang klub ini telah merendahkan perempuan.
"Kami hanya ingin berbagi pengalaman bahwa di Global Ikhwan ada cara
mendidik suami, mendidik istri dan anak-anak. Kami membagi bagaimana
melaksanakan perintah Tuhan untuk taat. Di mana merendahkannya?" kata
Gina Puspita, Ketua Klub Taat Suami Indonesia, Rabu lalu.
Kecaman terhadap klub ini makin kencang manakala seorang pengurusnya
mengatakan agar para istri melayani hasrat seksual suaminya seperti
pelacur melayani pelanggannya demi menghindari perselingkuhan. Klub
ini dituding menyamakan istri dengan pelacur dan urusan pernikahan
hanya sebatas ranjang. "Kita melayani suami karena Tuhan, maka kita
berbuat seperti orang yang melayani orang lain karena uang, tapi bukan
menyamakan seperti pelacur," ujar Gina, yang menjabat Ibu Global
Ikhwan untuk wilayah Sumatera I, yang melingkupi seluruh Sumatera
kecuali Medan dan Aceh.
Global Ikhwan didirikan oleh Abuya Asaari Muhammad Tamimi, yang pernah
mengaku mendatangkan tsunami Aceh pada 26 Desember 2004. Saat berdiri
pada 1968, namanya adalah Darul Arqam, lalu berubah menjadi Rufaqa
lantaran dianggap sesat oleh pemerintah Malaysia dan akhirnya berubah
lagi menjadi Global Ikhwan. Pusat perkumpulan ini sekarang di Haramain
(Tanah Suci) Mekah dan Madinah, Arab Saudi, setelah bertahun-tahun
berada di Malaysia. Cabang-cabangnya ada di Indonesia, Malaysia,
Yordania, Suriah, Mesir, Eropa, dan Australia. Anggotanya diprediksi
mencapai 10 ribu jiwa di seluruh dunia. Di Indonesia, Gina
memperkirakan ada 500 keluarga.
Tempo berkesempatan melihat geliat roda bisnis Global Ikhwan berjalan.
Di Jakarta, Global Ikhwan menyewa sebelas rumah toko di Plaza Niaga II
Blok E 9-21 Sentul City, Bogor. Di sini, aktivitas yang ada adalah
homestay, penerbitan, minimarket, rumah produksi, rumah kebajikan
(rumah amal), asrama untuk santri perempuan dan laki-laki, usaha air
isi ulang, kafetaria, klinik gigi dan salon, serta sekolah taman
kanak-kanak. Tak jauh dari plaza, di kawasan Victory, Global Ikhwan
menjalankan usaha binatu, toko roti, dan penjahitan pakaian.
Saat melayani wawancara dengan Istiqomatul Hayati dan fotografer
Wisnu, Gina didampingi oleh Siti Fauzah, ibu untuk Jawa I (Pulau Jawa
dan Pontianak); Nunung Saleh Ibrahim, Ketua Yayasan Global Ikhwan;
Sofiah Duleh, ibu untuk Pekanbaru; dan Khadijah Duleh, ibu untuk
Global Ikhwan Sentul.
Apa respons dari pendeklarasian Klub Taat Suami ini?
Setelah peluncuran, banyak yang datang, dari tokoh-tokoh Islam, MUI,
konglomerat, dan pemerintah. Dari kantor Wali Kota Jakarta Selatan
datang meminta agar Klub Taat Suami bisa membagi cerita dengan ibu-ibu
PKK. Responsnya bagus sampai sekarang. Orang-orang banyak yang
bertanya konsep taat suami itu seperti apa.
Bagaimana Anda menanggapi kalangan yang kontra?
Saya rasa itu karena beberapa sebab. Pertama, mungkin mereka tidak
memahami konsep taat yang kami pahami. Dan bagi kalangan feminis,
konsep taat itu menjadi asing. Islam itu awalnya asing dan kembali
menjadi asing. Bukan saja soal taat. Waktu saya pakai jilbab pada
1982, hebohnya luar biasa. Tapi lihatlah sekarang, jilbab bukan suatu
yang aneh. Sebenarnya, kalau kita masuk ke perusahaan, ada bos,
pemiliknya. Kita yang jadi stafnya itu taat. Ketaatan itu maksudnya
bukan sesuatu status yang merendahkan martabat.
Bukankah seharusnya muslim hanya taat kepada Allah?
Bukti seorang taat kepada Allah, dia terima semua aturan-Nya.
Prinsipnya, kita berbuat baik pada orang karena iman. Begitu juga taat
kepada suami. Bukan suami yang suruh, tapi Allah yang suruh.
Apa maksud pernyataan bahwa istri yang tidak taat, tidak menghiburkan
bisa menjadi sumber kerusakan masyarakat?
Bahwa istri yang baik tapi tidak bisa melayani suaminya akan membuat
suaminya pulang dengan wajah kusut. Apalagi jika istrinya bermasalah,
padahal seharusnya istri itu menjadi tiang negara. Kalau yang
mengalami masalah rumah tangga ini adalah para pemimpin dunia, maka
sudah tentu merugi, tapi itu bukan berarti istri menjadi biang
kerusakan masyarakat karena sebenarnya sumber kerusakan itu karena
manusia sudah kehilangan moral. Suami pun, sebelum dia membimbing
istrinya menjadi lebih baik, harus taat dulu kepada Allah dan bersikap
baik. Kenapa kami terfokus pada ketaatan istri karena ini klub
perempuan, maka yang dibicarakan masalah perempuan.
Apa tanggapan Anda ketika klub ini dituding merendahkan martabat perempuan?
Saya pikir ketika kita melayani suami kita dengan dasar cinta, itu
bukan merendahkan martabat. Kami hanya ingin berbagi pengalaman meski
kami masih jauh dari sempurna, bahwa sejak Global Ikhwan berdiri
(1968) ada cara mendidik suami, mendidik istri dan dan anak-anak. Kami
bahagia, tidak ada krisis. Kami membagi pengalaman yang sudah ada
hasilnya bagaimana kami melaksanakan perintah Tuhan untuk taat, karena
akhirnya seperti kami, Allah memberikan balas jasa kepada kita. Di
mana merendahkannya? Di sini (Global Ikhwan), 50 persen penggerak
perusahaan adalah perempuan. Kalaupun ada komentar (negatif), itu
karena informasi yang belum sampai. Ini sebuah ajaran Tuhan, bukan
teori baru.
Sebenarnya apa konsep taat dalam definisi Klub Taat Suami ini?
Dalam rumah tangga, sudah Tuhan katakan bahwa pria itu pemimpin bagi
perempuan. Suami yang baik, bukti bahwa dia taat kepada Allah, dia
adalah yang berakhlak baik. Begitu juga istri. Kalau dia taat kepada
Allah, dia akan mengikuti suami. Rasulullah sendiri mengatakan
perempuan itu di (hari) akhir akan dilihat empat hal: salat, puasa,
menjaga marwah dirinya, yang keempat akan ditanya tingkat ketaatan
pada suami.
Kenapa konsep ketaatan itu hanya dibebankan kepada istri. Bagaimana
jika suaminya tidak taat kepada Allah?
Kalau begitu, mesti ditanya mengapa dulu mereka menikah. Kalau suami
tidak taat kepada Allah, kita tidak wajib taat. Hanya, kadang
penyelesaiannya akan kami panggil kedua belah pihak untuk konseling,
mendekatkan suaminya kepada Allah. Kadang suaminya menjadi ganas
karena istrinya. Jadi kita lihat keduanya.
Definisi taat ini sampai seberapa jauh?
Kami ingin 100 persen taat. Ketaatan tentulah ada dalam aspek
kehidupan. Misalnya mau makan, suami mau sup, kita ingin sayur asam.
Apa salahnya kita sediakan sup. Kalau sudah berumah tangga lama, kita
juga akan bersenang hati melayani orang yang kita cintai. Dan begitu
juga tentang hubungan seksual. Kalau orang-orang memberikan layanan
kepada lelaki hanya untuk cari uang, dia melayaninya dengan begitu
rupa, luar biasa, yang membuat orang datang lagi-datang lagi sampai
ketagihan. Kenapa kita tidak juga melayani (seperti itu terhadap suami
sendiri)? Ini bukanlah menyamakan istri sama dengan pelacur. Ada
aturannya, apa yang tidak boleh jangan dikerjakan.
Artinya perempuan tidak punya hak untuk mengekspresikan keinginan seksualnya?
Kita bicara tentang taat kepada Allah, maka Allah yang terbaik. Bila
seorang istri ketika menikah, maka suaminya terima nikahnya, dia yang
bayar mahar. Artinya dalam berumah tangga yang raja itu suami. Jadi
dalam aturan itu pasti ada hikmahnya. Allah itu baik. Kalau kita
melayani suami menurut selera suami, nanti Tuhan akan berikan kepada
kita nikmat lebih hebat dari perempuan lain yang ingin memuaskan diri
sendiri.
Ketaatan ini termasuk mengikhlaskan ketika suami ingin menikah lagi?
Ya. Awalnya kan ketaatan pada Tuhan, bukan karena suami suruh.
Artinya, kalau kita taat kepada Allah, kita harus terima seluruh
perintah Allah yang dibolehkan. Poligami termasuk yang dibolehkan
Allah. Itu kita harus menyetujuinya. Makanya saya geli kalau ada yang
bilang korban poligami (tertawa). Kalau kami ini bukan korban, kami
ini pejuang poligami.
Ada standar ganda di sini: berupaya agar suami tidak melirik perempuan
lain dan menyetujui suami berpoligami....
Itu betul, suami tidak melirik orang lain. Makanya dia tidak pernah
menyatakan mau poligami. Dalam Global Ikhwan tidak ada pria yang
bilang saya mau poligami. Pernikahan di Global Ikhwan itu perkawinan
yang dirancang. Begitu pula poligami. Kami ada Departemen Keluarga dan
Kesejahteraan yang mengurusi monogami dan poligami. Di situ mengurus,
selain agar mendapatkan kecocokan antarpasangan, tapi juga akan
memperkuat perjuangan Islam. Jadi, suami-suami yang sudah dididik
untuk takut kepada Allah, mereka tidak terpikir menikah lagi karena
takut akan amanah. Departemen ini mengurus madu-madu juga. Departemen
ini juga yang memperkenalkan saya dengan madu saya.
Bagaimana perasaan Anda ketika menikahkan suami Anda dengan perempuan lain?
Fauzah: Perasaan kami tentu rasa sakit itu ada, tapi kami tahu sakit
itu apa. Tapi kami tahu ada obatnya. Ini seperti ujian naik kelas.
Kalau poligami itu bukan sesuatu yang baik, tentu para nabi dan rasul
tidak akan poligami. Padahal mereka adalah orang-orang yang paling
tinggi ketakwaannya.
Selama ini pijakan poligami adalah Surat Annisa ayat 3. Tapi pada ayat
129 disebutkan bahwa sesungguhnya manusia itu tidak bisa berbuat
adil....
Islam itu meletakkan sesuatu pada tepatnya. Adil yang paling tinggi
adalah meletakkan Allah sebagai Tuhan. Dalam konsep adil yang utama
dari suami, dia harus bisa menempatkan Allah sebagai Tuhannya. Bila
itu sudah dapat, pernikahan akan bahagia dengan sendirinya.
Ayat 129 itu menunjukkan Allah menyukai monogami?
Kan diizinkan mengambil istri kedua, ketiga, keempat. Kalau enggak
mampu, satu. Jadi sebetulnya istri satu ini emergency. Saya katakan
tadi ini sebuah pengalaman. Kami lihat Abuya dengan 4 istri, 40 anak,
200 cucu, pernikahan rukun, karena semua mengambil Tuhan sebagai
pemimpin. Itu kuncinya.
Bukankah Rasulullah pernah mengadu kepada Allah kalau dia tidak
sanggup berbuat adil?
Saya rasa yang Rasulullah kata soal perasaan dia yang khusus kepada
Aisyah dibanding kepada istri-istri yang lain. Kecenderungan hati itu
disetujui oleh istri-istri yang lain karena Siti Aisyah diberi
keistimewaan, dia yang paling bertakwa. Waktu dengan Aisyah,
Rasulullah mendapatkan wahyu, lalu Aisyah mendapatkan pembelaan dari
Allah.
Bisakah dideskripsikan kebahagiaan Anda ketika masih monogami dan kini poligami?
Fauzah: Saat monogami itu hidup, ya, begitu-begitu saja. Tidak ada
tantangan apa-apa. Seperti orang tidak pernah masuk mal yang dingin,
tentu dia akan bilang belanja di Blok M itu sudah paling oke. Tapi,
ketika ditawarkan mal lain, dia akan lihat memang ada mal dingin.
Begitu juga ketika poligami, ternyata ada ya kehidupan ini. Jadi,
makin kita taat kepada Allah, makin akan dibukakan pintu-pintu yang
kita tidak pernah tahu.
Kalau Anda merasa cinta suami Anda terbesar untuk Anda, bagaimana
dengan istri kedua, ketiga, dan keempat yang seakan menjadi pelengkap?
Kalau kita sudah cinta Allah, itu memang semua indah. Pengorbanan itu
terbayar. Dan, dalam perjalanannya itu, kami terheran-heran bagaimana
Allah membalas. Ada kebaikan yang banyak dalam poligami. Kami
tiba-tiba merasa rindu dengan madu kami. Kayak adik-beradik. Satu
rumah.
Apa saja yang diajarkan dalam Global Ikhwan?
Kami mengajarkan paling tidak ada satu paket seperti halnya Rasulullah
mengajarkan salat setelah sebelas tahun kenabian. Begitu pula pola
didikan yang ada dalam Global Ikhwan ini, terutama kepada orang yang
taat kepada Allah. Ada praktek membimbing salat. Kemudian diajarkan
bagaimana berumah tangga. Dan memang ada pengenalan tentang hubungan
suami-istri yang menurut tata cara aturan. Tapi tampaknya orang sangat
tertarik tentang hal itu karena sebelumnya pendidikan soal seks
ditutup. Tabu. Padahal dalam Islam ada kok dan halal.
Jika ada klub taat suami, apakah di Global Ikhwan juga ada klub
memperlakukan istri dengan baik?
Oh, ya. Kami kan mengajarkan paket, jadi bukan hanya perempuan.
Apakah di Global Ikhwan anak-anak diajarkan kursus pernikahan?
Kami sudah mengajarkan sejak mereka masih kecil. Kalau anak-anak
ditanya oleh kami apakah mau poligami kelak, mereka menjawab, "Mau."
Ini kan yang Allah bolehkan dan dicontohkan oleh Rasulullah. Jadi ini
sudah ada di benak mereka saat kecil.
Global Ikhwan sendiri selama ini bergerak di bidang apa?
Kami bergerak di semua bidang. Ada kesehatan, pendidikan,
kesejahteraan, dan lain-lain. Di Malaysia ada pabrik makanan,
restoran, dan lain-lain.
Bagaimana anak-anak Global Ikhwan mendapat pendidikan?
Ya di sini. Kami ada homeschooling. Mereka belajar di sini sampai
mereka mahir, jadi langsung aplikatif. Kalau mereka ingin meneruskan
ke sekolah formal dengan kuliah, bisa juga. Kalau dia sudah ada
keahlian, sudah langsung masuk ke proyek.
BIODATA
NAMA:
Dr Gina Puspita
KELAHIRAN:
Bogor, 8 September 1963
SUAMI:
DR Ing Abdurrahman Riesdam Effendi (mempunyai tiga anak)
PEKERJAAN:
Dosen, Ibu Global Ikhwan wilayah Sumatera I
PENDIDIKAN:
- Bahasa Prancis dan adaptasi sistem pendidikan Prancis di Formation
International de l'Aeronaetique et Spatiale, Toulouse, Prancis
(1982-1983)
- Sarjana teknik di Paul Sabatier University, Toulouse, Prancis (1983-1987)
- Dipl. Ing dan DEA di Teknik Penerbangan (konstruksi pesawat udara)
di Ecole National Superieure de l'Aeronautique et de l'Escape,
Toulouse, Prancis (1987-1989)
- Doktor teknik penerbangan di Ecole National Superieure de
l'Aeronautique et de l'Escape (1989-1993)
KARIER:
- Supervisor mahasiswa Teknik Mesin dan Teknik Penerbangan di
Universitas Prancis untuk Pengembangan Struktur Analisis,
ENSAE-Prancis (1990-1993)
- Dosen tamu di Teknik Penerbangan Institut Teknologi Bandung (1994-2000)
- Dosen Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Surakarta (1996-sekarang)
- Kepala Departemen Optimisasi Struktur Divisi Penelitian dan
Pengembangan Kedirgantaraan PT Industri Pesawat Terbang Nusantara
(1993-2003)
BUKU:
Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dalam Islam bersama
Riesdam Effendi (2006)
PENGHARGAAN:
- Pelajar teladan tingkat sekolah menengah atas se-Provinsi Jawa Barat (1982)
- Medali emas dari Kementerian Industri Prancis (1989)
- Penghargaan Perempuan Teknologi Muslim
Topik: Kanker serviks
- "Agung Hadi P" <ahp1411@yahoo.co.id> Jun 26 06:28PM ^
Saya baru tahu info ini, mbak.. Ada referensinya? Diperkosa mestinya kan cuma sekali, sedangkan predisposisi Ca cervix kan aktif berhubungan sexual (berulang2, intens)
Trima kasih
Agung
Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message-----
From: andirahmah91@yahoo.com
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Sun, 26 Jun 2011 14:49:23
To: <alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: Re: [kagama] Kanker serviks
Mbak Aroem,
Terima kasih banyak informasinya ya.
Kabar baiknya, kanker ini bisa disembuhkan pada stadium awal.
Yang menyedihkan korban perkosaan yg masih di bawah umur jadi 3 kali lipat lebih besar resikonya utk terkena kanker serviks ini :'-((.
KUHP memang mesti dirubah nih.
Salam,
Andi Rahmah
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
- andirahmah91@yahoo.com Jun 26 09:26PM ^
Saya cari lagi deh bahan seminar yg pernah saya ikuti, Mas Agung.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
-----Original Message-----
From: "Agung Hadi P" <ahp1411@yahoo.co.id>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Sun, 26 Jun 2011 18:28:58
To: <alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: Re: [kagama] Kanker serviks
Saya baru tahu info ini, mbak.. Ada referensinya? Diperkosa mestinya kan cuma sekali, sedangkan predisposisi Ca cervix kan aktif berhubungan sexual (berulang2, intens)
Trima kasih
Agung
Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message-----
From: andirahmah91@yahoo.com
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Sun, 26 Jun 2011 14:49:23
To: <alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: Re: [kagama] Kanker serviks
Mbak Aroem,
Terima kasih banyak informasinya ya.
Kabar baiknya, kanker ini bisa disembuhkan pada stadium awal.
Yang menyedihkan korban perkosaan yg masih di bawah umur jadi 3 kali lipat lebih besar resikonya utk terkena kanker serviks ini :'-((.
KUHP memang mesti dirubah nih.
Salam,
Andi Rahmah
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
- "Ebes Defry" <yusdanial@gmail.com> Jun 26 11:31AM ^
7. tujuh ,dengkul kopong,gak sempat overhaul
he he he .tph
+++
Kalau tujuh, gak perlu tiap hari satu mbah...
Bisa saja semalam untuk dua atau tiga orang sekaligus. Jadi overhaulnya bisa 3-4 hari bisa santai...
Ini yang dinamakan prinsip efektif dan efisien...
Hahahahaha...
*cuman guyon tho yo*
http://yusdanial.blogspot.com
- Ir R J Taruno Poedjohardjo <tarunopeha@yahoo.com> Jun 26 04:45AM -0700 ^
malah lebih cepet kopongnya .he he he .tph
________________________________
From: Ebes Defry <yusdanial@gmail.com>
To: alumniugm@googlegroups.com
Sent: Sun, June 26, 2011 6:31:22 PM
Subject: Re: [kagama] FPKS : Walikota Menikah 4 Kali Tidak Apa-ApaAsalTakGanggu
Tugas
7. tujuh ,dengkul kopong,gak sempat overhaul
he he he .tph
+++
Kalau tujuh, gak perlu tiap hari satu mbah...
Bisa saja semalam untuk dua atau tiga orang sekaligus. Jadi overhaulnya bisa 3-4
hari bisa santai...
Ini yang dinamakan prinsip efektif dan efisien...
Hahahahaha...
*cuman guyon tho yo*
http://yusdanial.blogspot.com
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5,
Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
Topik: Dari Mana Kekerasan Itu?
- Febrian Sasi Kirana <febriansasi@gmail.com> Jun 26 06:15PM +0700 ^
Ada ungkapan juga kenapa mahasiswa suka tawuran, karena nama
universitasnya diambil dari nama jenderal atau raja-raja, bukan dari
nama ilmuwan atau cendekiawan.
> Radhar Panca Dahana Budayawan
> http://m.kompas.com/cetak/cread/2011/06/25/02520898/dari-mana-kekerasan-itu
> Powered by salakpondohmania®
--
Terima kasih
Febrian Sasi Kirana
Electrical Inspector
PT. JAYA CM MANGGALA PRATAMA
Taman Perkantoran Blok B,
Lt.3 Jl. Bintaro Utama 1,
Bintaro Jaya
Jakarta 12330 –Tlp. +62217363939
- Ir R J Taruno Poedjohardjo <tarunopeha@yahoo.com> Jun 26 04:26AM -0700 ^
semuanya demi satu alasan : GENGSI !!! .tph
makanya ada 2 hal yg PALING MAHAL DIDUNIA
1. SEHAT
2. GENGSI .tph
________________________________
From: Febrian Sasi Kirana <febriansasi@gmail.com>
To: alumniugm@googlegroups.com
Sent: Sun, June 26, 2011 6:15:26 PM
Subject: Re: [kagama] Dari Mana Kekerasan Itu?
Ada ungkapan juga kenapa mahasiswa suka tawuran, karena nama
universitasnya diambil dari nama jenderal atau raja-raja, bukan dari
nama ilmuwan atau cendekiawan.
> Radhar Panca Dahana Budayawan
> http://m.kompas.com/cetak/cread/2011/06/25/02520898/dari-mana-kekerasan-itu
> Powered by salakpondohmania®
--
Terima kasih
Febrian Sasi Kirana
Electrical Inspector
PT. JAYA CM MANGGALA PRATAMA
Taman Perkantoran Blok B,
Lt.3 Jl. Bintaro Utama 1,
Bintaro Jaya
Jakarta 12330 –Tlp. +62217363939
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5,
Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
- "Agung Hadi P" <ahp1411@yahoo.co.id> Jun 26 11:00AM ^
Kalau pergi tanpa ponsel rasanya ada sesuatu yang hilang.. Dan satu lagi yang penting, dulu saya ingat banyak nomer telpon yang sering saya hubungi, sekarang hanya 1-2 nomer saja yang hafal :(
Agung
Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message-----
From: rsulastama@gmail.com
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Sun, 26 Jun 2011 04:07:02
To: alumniUGM<alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: [kagama] Apakah Anda Di Bawah Penjajahan Ponsel?
Di Bawah Penjajahan Ponsel
Aryo Wisanggeni & Nur Hidayati
Telepon seluler tidak lagi sekadar alat komunikasi. Telepon seluler menjadi pesawat sejuta fungsi dengan sekitar 200 juta pengguna. Benarkah ini menandakan bahwa model pertumbuhan ekonomi kita bertumpu pada konsumsi?
"Penguasa, penguasa, berilah hambamu uang! Beri hamba uang! Beri hambaaaa uuuaaaang!" pekik Hari (35). Setengah terpejam di atas jok sepeda motornya, ia berdendang sepenuh hati mengikuti nyanyian Iwan Fals yang keras terdengar dari telepon seluler (ponsel) di atas dadanya.
"Pesawat Tempur" itu terhenti sentakan pelanggan Hari yang mendatangi kerindangan pohon pangkalan ojek di Pondok Aren, Tangerang. "Heh, ngapain kamu?" kata si calon penumpang. Hari kaget, meringis melihat langganannya, bergegas menyimpan ponsel, lalu turun dari sepeda motor.
"He-he-he, dengerin HP, Bang," katanya terkekeh sambil menyalakan mesin sepeda motornya.
Hari menyimpan 500 lagu kesukaan di dalam ponsel. "Sekarang enak, untuk mendengarkan lagu, saya tidak perlu lagi pulang ke rumah dan memutar kaset. Saya sendiri yang mengisi 200 lagu tambahan, modal menunggu penumpang," katanya dengan bangga.
Setelah sekitar 20 tahun ponsel merambah negeri ini, orang tetap takjub. Dahulu orang takjub dengan teknologinya meringkas jarak dan waktu berkomunikasi di mana saja dan kapan saja.
Kini, orang semakin dimanjakan dengan kemudahan ponsel yang membuat orang bisa mendengarkan radio, mendengar tangis bayi sang cucu yang baru lahir, menerima dan menonton video di tengah sidang, serta mentransfer uang sambil makan siang. Bisa juga menjadi penyebar isu politik yang membuat petinggi keder.
Makin murah
Yang lebih membuat takjub, harga ponsel kaya fitur kian miring. Cukup merogoh kocek Rp 350.000, Margono (25) berhasil mengantongi ponsel QWERTY dan kartu memori 2 gigabyte (GB) yang menyimpan 200 lebih lagu. "Lagunya banyak yang saya buang karena saya tak suka. Saya ganti dengan lagu yang saya dapat dari pertukaran rekaman lagu lewat Bluetooth," kata Margono, yang menikmati koleksi dangdut di ponselnya saat menunggu warung kelontong sebuah kantin di bilangan Palmerah, Rabu (22/6).
Dari waktu ke waktu, keinginan berganti atau menambah ponsel kian banyak menemukan alasannya. Kemacetan Jakarta, misalnya, bisa membuat Novi (33), karyawan sebuah rumah sakit di bilangan Blok M, berhasrat membeli ponsel bertelevisi. Ponsel bertelevisi yang kian murah bisa didapat mulai harga Rp 299.000.
"Rumah saya di Cibubur dan perjalanan pergi-pulang ke kantor memakan waktu lama karena macet. Sepertinya kebosanan akan teratasi jika menonton televisi saat terjebak macet. Kalau cuma mendengar lagu, kan, sudah biasa," ujar Novi tertawa.
Tak lagi sulit mencari penjual makanan menghitung tagihan dengan kalkulator di dalam ponsel. Ponsel bahkan membuat Dini (49), pengusaha yang sibuk, bisa mengaji di mana saja. "Sambil menunggu teman di mal, saya bisa ngaji pakai ponsel. Enggak kelihatan orang, tetapi tetap ibadah," ujarnya.
Bahkan, ponsel juga menjadi bel rumah bagi Warti. Untuk bertemu dan mengantar kue ke rumah sebelah saja, ia akan lebih dahulu menelepon ponsel pekerja rumah tetangga itu. "Biar dia menunggu di depan pagar aja. Malas pakai panggil-panggil," ujar Warti.
Puluhan juta ponsel diimpor setiap tahun untuk memenuhi hasrat berponsel yang kian menggelegak. Data dari Asosiasi Importir Seluler Indonesia menunjukkan, tahun 2009 kita mengimpor ponsel buatan China sebanyak 6,3 juta unit, sedangkan ponsel buatan negara lain 4,2 juta unit. Angka ini melonjak tajam pada kurun 2010 yang mencapai 9,6 juta unit, sedangkan ponsel dari negara lain menjadi 2,4 juta unit. Pada kuartal pertama 2010, kita mengimpor 80 persen ponsel buatan China dari seluruh impor ponsel di Tanah Air.
Sementara itu, jumlah pelanggan delapan operator ponsel bertambah dari 63 juta pada 2006 menjadi 178 juta pelanggan pada April 2010. Pada April 2011, data pelanggan tiga operator terbesar, Telkomsel, Indosat, dan XL, saja bertambah menjadi 188,1 juta. Bahkan, diperkirakan angka itu sudah melampaui 200 juta.
Namun, sulit memastikan berapa sebenarnya jumlah orang Indonesia yang berponsel. Banyak orang rela, bahkan berminat punya dua-tiga nomor ponsel.
Banyak nomor
Anti (42), yang sudah memiliki ponsel, misalnya, mau membeli nomor ponsel baru demi menjajal layanan referensi gaya hidup Islami sebuah operator seluler baru. "Saya membeli satu nomor lagi karena tertarik dan ingin tahu seperti apa layanan Al Quran dan almanak kalender Islam yang ditawarkan," kata warga Kebayoran, Jakarta, itu.
Ia tak khawatir akan sulit dihubungi relasinya karena akan tetap mempertahankan nomor lamanya. "Kebetulan saya memang habis membeli ponsel baru," ujarnya.
Kenyataannya, ponsel terkesan seperti barang ajaib yang serba bisa ketika penggunaannya ditanyakan kepada banyak orang. Hampir tak ada orang yang secara maksimal memanfaatkan semua fitur sebuah ponsel.
Ponsel "dangdut" Margono dibanderol Rp 350.000 karena dilengkapi fitur internet, sejumlah perangkat lunak klien jejaring sosial, kamera, dan radio. "Namun, saya membeli ponsel itu untuk mendengarkan musik. Jadi, saya mendengarkan musik. Saya belum ingin berinternet atau bermain Facebook. Saya tetap lebih senang menelepon langsung daripada berkirim SMS," kata Margono sambil menimang ponsel QWERTY-nya.
Diza (27), yang jarang mendengarkan rekaman lagu dari ponsel, rela datang jauh dari Bogor dan mengantre satu jam lebih untuk mendapatkan potongan harga membeli "ponsel musik" pada pameran Indonesia International Communication Expo and Conference (IICEC) di Jakarta, Minggu (12/6).
"Sebenarnya saya suka bentuknya dan kualitasnya kameranya bagus. Soal fitur lainnya apa saja, saya tidak tahu. Saya ingin membelinya karena telanjur menjual ponsel dua minggu lalu sehingga salah satu nomor saya tak bisa aktif dipakai," kata Diza sambil berpindah tempat duduk di antrean yang mengular puluhan meter demi mendapat diskon Rp 100.000.
Diza tak sendiri. Selama lima hari pameran, 8-12 Juli, IICEC menyedot 193.281 pengunjung yang meminati berbagai produk komputer dan ponsel. Lokasi pameran ponsel tak pernah sepi dari pembeli.
Kebutuhan yang diciptakan
Yanuar Nugroho, peneliti yang baru merampungkan kolaborasi riset Manchester Institute of Innovation Research Inggris dan HIVOS Regional Asia Tenggara berjudul "@ksi Warga, Kolaborasi, Demokrasi Partisipatoris, dan Kebebasan Informasi" menilai bertahannya euforia mengonsumsi produk dan jasa ponsel di Indonesia dipupuk model pertumbuhan ekonomi yang bertumpu pada konsumsi.
Di satu sisi, teknologi ponsel memang berkembang menghasilkan berbagai jenis ponsel. Di pihak lain, pasar terus dibangun dengan iklan yang terus menyerang insting status, kepemilikan, dan keintiman konsumen terhadap segala ponsel teknologi terbaru. Apa yang diburu para konsumen sejatinya "kebutuhan yang diciptakan" produsen.
"Itu tak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di negara maju. Bedanya, masyarakat atau pasar negara maju jauh lebih rasional meski tetap konsumtif. Maka, bom yang terjadi ketika produk/ varian gadget baru muncul segera mereda lagi. Saat iPad, iPad2, atau iPhone diluncurkan di negara maju, warganya juga rela antre berjejal semalaman karena iPad/iPhone juga jadi lambang status di sana. Namun, euforia ini segera mereda karena ada proses rasionalisasi," kata peneliti dari Universitas Manchester itu.
Mengejar setiap varian fitur dan jenis ponsel terbaru, bagi Yanuar, lebih menyerupai konsumtivisme yang mengada-ada ketimbang upaya memenuhi kebutuhan berkomunikasi. "Penelitian perilaku pengguna ponsel di negara maju menunjukkan, rata-rata hanya 10-15 persen fitur ponsel yang termanfaatkan maksimal," kata Yanuar.
"Budaya ponsel" akan semakin menguatkan ekonomi bercorak kosumtivisme. Dan, ratusan juta nomor ponsel itu seperti keran yang siap dialiri bujuk rayu produsen untuk memikat 240 juta rakyat negeri ini agar melahap apa saja yang mereka ingin jual. Fantastis! (CAN/UMI)
http://m.kompas.com/cetak/cread/2011/06/26/02123243/di-bawah-penjajahan-ponsel
Powered by salakpondohmania®
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
Topik: Manfaat 6 Gelas Air Putih
- "Agung Hadi P" <ahp1411@yahoo.co.id> Jun 26 10:27AM ^
Kalau tubuh sehat, tidak adj penyakit jantung (mis:gagal jantung), ginjal (sindrom nefrotik atau renal failure), liver tertentu, gangguan protein darah, atau penyakit2 lain yg menyebabkan penimbunan air di jaringan tubuh, minum air putih banyak berefek positif. Tubuh secara fisiologis akan membuang kelebihan cairan dari tubuh.
Salam
Agung
Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message-----
From: hendarto adi <hendartoadi2@yahoo.com>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Sat, 25 Jun 2011 04:06:36
To: <alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: Re: [kagama] Manfaat 6 Gelas Air Putih
....kalau kebanyakan minum kelapa muda kelangan ada efek nggak...?
________________________________
From: Yunus Tohir <yunstroom@gmail.com>
To: alumniugm@googlegroups.com
Sent: Sat, June 25, 2011 12:45:48 PM
Subject: Re: [kagama] Manfaat 6 Gelas Air Putih
Kalau lebih dari 6 gelas gimana ya? Adakah pengaruhnya terhadap kesehatan?
Walaupun itu ditulisnya minimal.. ;) kalau saya sih biasanya ya 1-2 gelas saja,
biar lancar saat blow down.. ;p
Mungkin rekan2 kedokteran ada yg bisa membantu menjelaskan?
Maklum saya awam masalah begini.
Regards
Yunus Tohir
(YunTo)
Sent from HP titipan
________________________________
From: Yassir Suhari Abbas <ysanst@kagamavirtual.com>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Sat, 25 Jun 2011 14:42:22 +0700
To: <alumniugm@googlegroups.com>
ReplyTo: alumniugm@googlegroups.com
Subject: [kagama] Manfaat 6 Gelas Air Putih
Sumber :
Prof S Periasamy DIM & D ACC - Bohiraj Vedante Maharish Charity, Kantha Health
And Research Centre Karur 639006, TN India
Manfaat 6 Gelas Air Putih In Tips
Manfaat air putih sangatlah banyak, beberapa penelitian sangat menganjurkan
untuk meminum minimal 6 gelas air putih setiap hari. ada apa dengan 6 gelas air
putih?
6 GELAS AIR PUTIH
Tuhan telah memberi kita air yang banyak dan gratis. Tanpa mengeluarkan uang
untuk obat-obatan, tablet, suntikan, diagnosa, upah dokter, dll. Hanya minum
air minum, penyakit di bawah ini bisa disembuhkan. Anda tak akan percaya
sebelum melakukannya. Di bawah ini daftar penyakit yang dapat disembuhkan oleh
terapi ini:
- Sakit Kepala - Asma
- Hosthortobics
- Darah Tinggi - Bronchitis
- Kencing Manis
- Kurang Darah - TBC Paru-paru
- Penyakit Mata
- Rematik - Radang Otak
- Pendarahan di Maata & Mata Merah
- Lumpuh - Batu Ginjal
- Haid Tidak Teratur
- Kegemukan - Penyakit Saluran Kencing
- Leukimia
- Radang/ Sakit Persendian - Kelebihan Asam Urat
- Kanker Peranakan
- Radang Selaput Lendir - Mencret
- Kanker Payudara
- Gangguan Jantung - Disentri
- Radang Tenggorokan
- Mabuk, Pusing, Gamang - Ambeien
- Sembelit
- Batuk
Bagaimana Air Minum Itu Bekerja ?
Meminum air minum biasa dengan metode yang benar, memurnikan tubuh manusia. Hal
itu membuat usus besar bekerja dengan lebih efektif dengan cara membentuk darah
baru, dalam istilah medis dikenal sebagai aematopaises.
Bahwa mucousal fold pada usus besar dan usus kecil diaktifkan oleh metode ini,
merupakan fakta tak terbantah, seperti teori yang menyatakan bahwa darah segar
baru diproduksi oleh mucousal fold ini.
Bila usus bersih, maka gizi makanan yang dimakan beberapakali dalam sehari akan
diserap dan dengan kerja mucousal fold, gizi makanan itu diubah menjadi darah
baru. Darah merupakan hal paling penting dalam menyembuhkan penyakit dan
memelihara kesehatan, dan karena itu air hendaknya dikonsumsi dengan teratur.
Bagaimana Melakukan Terapi Air ini ?
1. Pagi hari ketika anda baru bangun tidur (bahkan tanpa gosok gigi terlebih
dahulu) minumlah 1.5 liter air, yaitu 5 sampai 6 gelas. Lebih baik airnya
ditakar dahulu sebanyak 1.5 liter. Ketahuilah bahwa nenek moyang kami menamakan
terapi ini sebagai "usha paana chikitsa". Setelah itu anda boleh mencuci muka.
2. Hal sangat penting untuk diketahui bahwa jangan minum atau makan apapun satu
jam sebelum dan sesudah minum 1.5 liter air ini.
3. Juga telah diteliti dengan seksama bahwa tidak boleh minum minuman beralkohol
pada malam sebelumnya.
4. Bila perlu, gunakanlah air rebus atau air yang sudah disaring.
Apakah Mungkin Minum 1.5 Liter Air Sekaligus ?
Untuk permulaan, mungkin akan terasa sulit meminum 1.5 liter air sekaligus,
tapi lambat laun akan terbiasa juga. Mula-mula, ketika latihan, anda boleh
minum 4 gelas dulu dan sisanya yang 2 gelas diminum dua menit kemudian. Awalnya
anda akan buang air kecil 2 sampai 3 kali dalam satu jam, tapi setelah beberapa
lama, akan normal kembali. Menurut penelitian dan pengalaman, penyakit-penyakit
berikut diketahui dapat disembuhkan dengan terapi ini dalam waktu seperti
tertulis di bawah ini :
- Sembelit - 1 Hari - TBC Paru-Paru - 3 Bulan
- Kencing Manis - 7 Hari
- Asam Urat - 2 Hari - Tekanan Darah - 4 Minggu
- Kanker - 4 Minggu
Catatan :
Disarankan agar penderita radang/ sakit persendian dan rematik melaksanakan
terapi ini tiga kali sehari, yaitu pagi, siang, dan malam satu jam sebelum
makan-selama satu minggu, setelah itu dua kali sehari sampai penyakitnya
sembuh.
Kami mohon dengan sangat, metode di atas dibaca dan dipraktekkan dengan
seksama. Sebar luaskanlah pesan ini kepada teman-teman, sanak saudara, dan
tetangga - karena hal ini merupakan persembahan pada kemanusiaan.
Dengan rahmat Tuhan, setiap orang hendaknya menjalani hidup sehat.
"BILAMANA ANDA BERPARTISIPASI DALAM PENEBARAN INFORMASI INI ANDA BAGAIKAN
SEORANG DOKTER YANG TELAH MENYEMBUHKAN BERIBU-RIBU BAHKAN BERJUTA-JUTA MANUSIA"
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5,
Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5,
Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
Topik: Kopdar Jabotabek.
- andirahmah91@yahoo.com Jun 26 11:19AM ^
Dear all,
Kopdar Jabotabek yang ke-3, kapankah akan diselenggarakan?
Tawaran menggunakan ruangan di gd. MM UGM di Tebet, saya kira usul yang baik.
Bagian konsumsi juga sdh bersiap diri menunggu instruksi dari Ki Sabdo Bumi, mas Indarto dan Mas Sinyo :-).
Sebentar lagi sudah bulan Juli, Agustus sdh masuk bln Ramnadhan.
Salam,
Andi Rahmah
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++