Grup: http://groups.google.com/group/alumniUGM/topics
- Cara penipuan di facebook yang marak (tapi basi, bagiyangsudah tahu) [3 Pemutakhiran]
- di Indo, jujur malah ajur :( [11 Pemutakhiran]
- (Foto): Audiensi KLC Chapter Jogja dengan PP Kagama [2 Pemutakhiran]
- JIka FB di hack [1 Pemutakhiran]
- [Tanpa Perihal] [1 Pemutakhiran]
- (Foto): Audiensi KLC Chapter Jogja dengan PP Kagama 2 [4 Pemutakhiran]
- Monggo, coklatnya Jogja [2 Pemutakhiran]
- Cara penipuan di facebook yang marak (tapi basi, bagi yangsudah tahu) [1 Pemutakhiran]
- "Galuh Adi Insani" <adioranye@kagamavirtual.org> Jun 11 12:30AM ^
Ngomong2 masalah bank, saya pernah mau ambil uang di ATM, kebetulan banget ATMnya deket banget dengan banknya. Pas mau ambil, ternyata ngga berhasil, akhirnya saya panggil satpam karena kartu saya ketelen. Satpam manggil pegawainya dan kemudian setelah berhasil ATM nya keluar, langsung saya suruh check petugas bank bersangkutan untuk check saldo saya. Ternyata tanpa saya beritahu pin nya pun pegawai bank itu tahu saldo saya tersebut. Di bank mungkin ada program yang bisa digunakan untuk melihat saldo orang. Sehingga lumrah kalau kejahatan di perbankan itu bisa pilih target strategis.
Nabung di bank aja sekarang belum tentu aman ya?
-̶̶•-̶̶•̸Ϟ•̸Ƭhank γőυ•̸Ϟ•̸-̶̶•-
Galuh Adi Insani
- Wahyu Rifai <wrifai.tk98@gmail.com> Jun 11 08:41AM +0800 ^
Nabung di bank aja sekarang belum tentu aman ya?
+++
Iya, setuju belum tentu aman. Tentang pegawai bank, bisa jadi di level
tertentu bisa melakukan pengecekan atau bahkan transfer. kadang hanya
perlu nama dia sudah bisa melakukannya, tp saya yakin ada SOP di
internal bank tentang hal itu demi nasabah trust. mungkin para
praktisi bank bisa memberi pencerahan. atau ganti subject aja biar ga
mlenceng :-)
-WR
- "Galuh Adi Insani" <adioranye@kagamavirtual.org> Jun 11 04:34AM ^
approved....Hoax....pertanyaan: mbak Galuh sudah coba memanfaatkan email ini?jangan share password dengan orang lain.Regards-ery
------------
Saya cowok mas, bisa dicek sendiri, heheheh
Ini saya share bentuk penipuan yang mereka lakukan. Tulisan ini saya buat karena kemarin ada di account temen dia apporove seseorang yang foto profilnya cantik, karena penasaran siapa sih dia, akhirnya klik di profil, sapa tahu pernah kenal. Ternyata di halaman about dia ditulis cara mendapatkan password itu. Berhubung saya kesejariannya kerja di IT UGM ya saya tahu dong kalau itu tipuan. Makanya saya share saja agar yang belum tahu jadi tahu dengan modus ini. Jelas sekali dia buat email dengan domain yahoo untuk mengelabuhi orang.
Saya sangat yakin sekali jika account FB orang tersebut juga palsu, dan seolah2 membuat testimoni jika cara itu 100% manjur.
Saat baca profilnya penipu itu saya sempet ketawa dengan cara basinya, karena dulu juga kan sering sekali ada tutorial cara bongkar account email yang dihack milik orang lain dengan cara memasukkan email kita beserta passwordnya, lalu email target. Padahal ini kan kedok untuk mendapatkan email orang yang iseng mau hack email temannya.
Saya sendiri sekarang aktif di forum keamanan informasi di beberapa milist dan forum lainnya. Silahkan search id saya adioranye. Saya juga dapat dihubungi di email : adioranye@hackermail.com
-̶̶•-̶̶•̸Ϟ•̸Ƭhank γőυ•̸Ϟ•̸-̶̶•-
Galuh Adi Insani
Topik: di Indo, jujur malah ajur :(
- sarjono2299@kagamavirtual.org Jun 10 11:41PM ^
Saya punya famili di desa sebelah desa Gadel. Masyarakatnya memang suka memaksa, dan memakai falsafah "POKOKE". Kalo tdk sesuai dengan keinginan mayoritas (didominasi etnis tertentu), meskipun benar, pasti ditentang. Kakek saya pernah mengalami kasus pemaksaan oleh sekelompok warga.
Menurut saya, ada yang salah dalam pendidikan sosial masyarakat. Sekarang tidak ada lembaga yang concern dengan perkembangan sosial masyarakat pinggiran/marginal, sehingga sebagian masyarakat menjadi "liar" seperti warga Gadel tersebut.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
-----Original Message-----
From: eviyan@ptpjb.com
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Fri, 10 Jun 2011 23:25:42
To: Alumni<alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: Re: [kagama] di Indo, jujur malah ajur :(
Balada keluarga jujur. Kejujuran hanya sebuah omongan, bukan untuk dipraktekkan ??!!??
Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message-----
From: "Prapto" <mas.tato@gmail.com>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Sat, 11 Jun 2011 06:37:12
To: <alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: [kagama] di Indo, jujur malah ajur :(
http://www.surya.co.id/2011/06/10/ny-siami-si-jujur-yang-malah-ajur
SURABAYA | SURYA - Ny Siami tak pernah membayangkan niat tulus mengajarkan
kejujuran kepada anaknya malah menuai petaka. Warga Jl Gadel Sari Barat,
Kecamatan Tandes, Surabaya itu diusir ratusan warga setelah ia melaporkan
guru SDN Gadel 2 yang memaksa anaknya, Al, memberikan contekan kepada
teman-temannya saat Unas pada 10-12 Mei 2011 lalu. Bertindak jujur malah
ajur!
Teriakan "Usir, usir…tak punya hati nurani" terus menggema di Balai RW 02
Kelurahan Gadel, Kecamatan Tandes, Surabaya, Kamis (9/6) siang. Ratusan
orang menuntut Ny Siami meninggalkan kampung. Sementara wanita berkerudung
biru di depan kerumunan warga itu hanya bisa menangis pilu. Suara permintaan
maaf Siami yang diucapkan dengan bantuan pengeras suara nyaris tak terdengar
di tengah gemuruh suara massa yang melontarkan hujatan dan caci maki.
Keluarga Siami dituding telah mencemarkan nama baik sekolah dan kampung.
Setidaknya empat kali, warga menggelar aksi unjuk rasa, menghujat tindakan
Siami. Puncaknya terjadi pada Kamis siang kemarin. Lebih dari 100 warga
Kampung Gadel Sari dan wali murid SDN Gadel 2 meminta keluarga penjahit itu
enyah dari kampungnya.
Padahal, agenda pertemuan tersebut sebenarnya mediasi antara warga dan wali
murid dengan Siami. Namun, rembukan yang difasilitasi Muspika (Musyarah
Pimpinan Kecamatan Tandes) itu malah berbuah pengusiran. Mediasi itu sendiri
digelar untuk menuruti tuntutan warga agar keluarga Siami minta maaf di
hadapan warga dan wali murid.
Siami dituding sok pahlawan setelah melaporkan wali kelas anaknya, yang
diduga merancang kerjasama contek-mencontek dengan menggunakan anaknya
sebagai sumber contekan.
Sebelumnya, Siami mengatakan, dirinya baru mengetahui kasus itu pada 16 Mei
lalu atau empat hari setelah Unas selesai. Itu pun karena diberi tahu wali
murid lainnya, yang mendapat informasi dari anak-anak mereka bahwa Al,
anaknya, diplot memberikan contekan. Al sendiri sebelumnya tidak pernah
menceritakan 'taktik kotor' itu. Namun, akhirnya sambil menangis, Al,
mengaku. Ia bercerita sejak tiga bulan sebelum Unas sudah dipaksa gurunya
agar mau memberi contekan kepada seluruh siswa kelas 6. Setelah Al akhirnya
mau, oknum guru itu diduga menggelar simulasi tentang bagaimana caranya
memberikan contekan.
Siami kemudian menemui kepala sekolah. Dalam pertemuan itu, kepala sekolah
hanya menyampaikan permohonan maaf. Ini tidak memuaskan Siami. Dia
penasaran, apakah skenario contek-mencontek itu memang didesain pihak
sekolah, atau hanya dilakukan secara pribadi oleh guru kelas VI.
Setelah itu, dia mengadu pada Komite Sekolah, namun tidak mendapat respons
memuaskan, sehingga akhirnya dia melaporkan masalah ini ke Dinas Pendidikan
serta berbicara kepada media, sehingga kasus itu menjadi perhatian publik.
Dan perkembangan selanjutnya, warga dan wali murid malah menyalahkan Siami
dan puncaknya adalah aksi pengusiran terhadap Siami pada Kamis kemarin.
Situasi panas sebenarnya sudah terasa sehari menjelang pertemuan. Hari Rabu
(8/6), warga sudah lebih dulu menggeruduk rumah Siami di Jl Gadel Sari
Barat.
Demo itu mendesak Ny Siami meminta maaf secara terbuka. Namun, Siami
berjanji menyampaikannya, Kamis.
Pertemuan juga dihadiri Ketua Tim Independen, Prof Daniel M Rosyid, Ketua
Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dindik Tandes, Dakah Wahyudi, Komite Sekolah,
dan sejumlah anggota DPRD Kota Surabaya. Satu jam menjelang mediasi, sudah
banyak massa terkonsentrasi di beberapa gang.
Pukul 09.00 WIB, tampak Ny Siami ditemani kakak dan suaminya, Widodo dan
Saki Edi Purnomo mendatangi Balai RW. Mereka berjalan kaki karena jarak
rumah dengan balai pertemuan ini sekitar 100 meter. Massa yang sudah
menyemut di sekitar balai RW langsung menghujat keluarga Siami.
Mereka langsung mengepung keluarga ini. Beberapa polisi yang sebelumnya
memang bersiaga langsung bertindak. Mereka melindungi keluarga ini untuk
menuju ruang Balai RW. Warga kian menyemut dan terus memadati balai
pertemuan. Ratusan warga terus merangsek. Salah satu ibu nekat menerobos.
Namun, karena yang diizinkan masuk adalah perwakilan warga, perempuan ini
harus digelandang keluar oleh petugas.
Mediasi diawali dengan mendengarkan pernyataan Kepala UPT Tandes, Dakah
Wahyudi. Ia menyatakan bahwa seluruh kelas VI SDN Gadel 2 tidak akan kena
sanksi mengulang Unas. Ucapan Dakah sedikit membuat warga tenang. Namun,
situasi kembali memanas. Apalagi Ny Siami tidak segera diberi kesempatan
menyampaikan permintaan maaf secara langsung.
Kemudian warga diminta kembali mendengarkan paparan yang disampaikan Prof
Daniel Rosyid. Ketua tim independen pencari fakta bentukan Wali Kota
Surabaya Tri Rismaharini ini berusaha menyejukkan warga dengan menyebut
dirinya asli Solo. Dikatakan bahwa Solo, Surabaya adalah juga Indonesia,
sehingga setiap warga tidak berhak mengusir warga Indonesia.
Kemudian dia berusaha berdialog santai dengan warga. Ada salah satu warga
menyeletuk. "Kalau kita dikatakan menyontek massal. Lantas, kenapa saat
menyontek pengawas membiarkannya," ucap salah satu ibu yang mendapat
tepukan meriah warga lain.
Warga juga menyatakan bahwa menyontek sudah terjadi di mana-mana dan wajar
dilakukan siswa agar bisa lulus. Mendengar hal ini, Daniel kemudian
memperingatkan bahwa perbuatan menyontek adalah budaya buruk. Di masyarakat
manapun, perbuatan curang dan tidak jujur ini tidak bisa ditoleransi.
"Menyontek adalah awal dari korupsi. Jika perbuatan curang ini sudah
dianggap biasa, maka ini akan membuka perilaku yang lebih menghancurkan
masyarakat. Tentu tidak ada yang mau demikian," sindir Daniel.
Kemudian mediasi dilanjutkan dengan menghadirkan Kepala SDN Gadel 2,
Sukatman. Akibat kasus contekan massal di sekolahnya, Sukatman dan dua guru
kelas VI dicopot. Sukatman menyampaikan permintaan maaf kepada wali murid.
Namun wali murid menyambut dengan teriakan bahwa Sukatman tidak salah. Yang
dianggap salah adalah keluarga Siami karena membesar-besarkan masalah. Warga
pun kembali berteriak "usir… usir". Namun warga mulai tenang karena
Sukatman tempak menghampiri Ny Siami dan suaminya. Mantan Kasek ini langsung
meraih tangan ibunda Al dan saling meminta maaf. Namun, setelah itu warga
kembali riuh rendah.
Setelah Siami diberi kesempatan berbicara, keributan langsung pecah. Suara
massa di luar balai RW terus membahana, menghujat keluarga Siami. Padahal
saat itu, Siami sedang menyiapkan mental dengan berdiri di hadapan warga.
Meski sudah berusaha tegar, namun ibu dua anak ini mulai lemah. Dia tampak
berdiri merunduk sementara kedua matanya sudah mengeluarkan air mata. "Saya
minta maaf kepada semua warga…" ucap Siami yang tak sanggup lagi
meneruskan kalimatnya.
Namun, sang suami terus membimbing, membuat perempuan ini kembali
melanjutkan pernyataan maaf. Namun, suasana kian ricuh karena massa terus
berteriak "usir". Baik petugas polisi dan tokoh masyarakat berusaha
menenangkan situasi. Baru kemudian kembali terdengar suara Siami.
Dengan tangan gemetar dan ketegaran yang dipaksakan, Siami kembali berucap,
"Saya tidak menyangka permasalahan akan seperti ini. Saya hanya ingin
kejujuran ada pada anak saya. Saya sebelumnya sudah berusaha menyelesaikan
persoalan dengan baik-baik."
Pernyataan tulus Siami tidak juga membuat massa tenang, sampai akhirnya
polisi memutuskan untuk mengevakuasi Siami dan keluarganya. Siami diarahkan
ke mobil polisi dengan pengamanan pagar betis. Namun massa tetap berusaha
merangsek, ingin meraih tubuh Siami. Sejumlah warga bahkan sempat
menarik-narik kerudung Siami hingga hampir terlepas. Siami akhirnya berhasil
diamankan ke Mapolsek Tandes.
Baik Ny Siami dan suaminya enggan memberi komentar usai kericuhan. Namun,
kakak kandung Siami, Saki, mengakui bahwa adiknya saat ini dalam tekanan
yang luar biasa. "Dia tak tahan lagi dengan tekanan warga. Sampai tidak mau
makan hari-hari ini. Nanti kami akan merasa tenang jika di Gresik," kata
Saki. Benjeng, Gresik adalah daerah asal Siami. Saat ini Al, anak Siami yang
dipaksa memberi contekan, juga diungsikan ke Benjeng setelah rumahnya
beberapa kali didemo warga.
Sementara itu, Ny Leni, perwakilan warga menyatakan bahwa pihaknya masih
akan terus menuntut agar tiga guru yang dicopot tetap mengajar di SDN Gadel
2 dan menuntut Siami bertanggung jawab.
Budaya sakit
Prof Daniel M Rosyid yang juga Penasihat Dewan Pendidikan Jatim, menyesalkan
tindakan warga Gadel yang berencana mengusir keluarga Siami, ibunda Al.
"Tuntutan warga untuk mengusir keluarga Al tidak masuk akal. Itu tidak bisa
dituruti," katanya.
Daniel menilai tuntutan warga tersebut sudah tidak rasional. Perbuatan benar
yang dilakukan ibu Al, Siami, dinilai warga justru malah salah. Tindakan
menyontek rupanya sudah mengakar dan menjadi kebiasaan bahkan budaya di
masyarakat. "Warga ternyata sakit," katanya.
Lagi pula Kepala Sekolah Sukatman dan dua guru kelas VI, Fatkhur Rohman dan
Prayitno, sudah legowo dan menerima keputusan sanksi yang diberikan. "Saya
kira ini kalau dibiarkan masyarakat akan sakit terus. Orang jujur malah
ajur, ini harus kita cegah," papar Daniel.
Sebelumnya, hasil tim independen pimpinan Daniel Rosyid menyampaikan
temuannya bahwa Al, anak Siami, memang diintimidasi guru sehingga mau
memberikan contekan. Namun, tim tidak menemukan cukup bukti sehingga Unas di
SDN Gadel 2 perlu diulang. Alasannya tim independen tidak menemukan hasil
jawaban Unas yang sistemik sama, dan nilai Unas pun hasilnya tidak sama. Al
ternyata membuat contekan yang diplesetkan. Al tidak seluruhnya memberikan
jawaban yang benar. Dan kawannya pun tidak sepenuhnya percaya dengan jawaban
Al. Sehingga hasil ujian tidak sama.
Selain itu tim juga mempertimbangkan Unas ulang akan memberatkan siswa dan
wali murid. Sanksi yang direkomendasikan yakni sanksi administratif dari
Pemkot Surabaya kepada guru yang melakukan intimidasi kepada Al.
Berdasarkan temuan tim independen ditambah pemeriksaan Inspektorat Pemkot
Surabaya itulah, Wali Kota Tri Rismaharini akhirnya mencopot Kepala Sekolah
SDN Gadel 2 Sukatman dan dua guru kelas VI Fatkhur Rohman dan Prayitno.
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
- eviyan@ptpjb.com Jun 11 12:03AM ^
Kondisi masyarakat adalah cermin pemerintahan, ...
Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message-----
From: sarjono2299@kagamavirtual.org
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Fri, 10 Jun 2011 23:41:16
To: Milis Kagama<alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: Re: [kagama] di Indo, jujur malah ajur :(
Saya punya famili di desa sebelah desa Gadel. Masyarakatnya memang suka memaksa, dan memakai falsafah "POKOKE". Kalo tdk sesuai dengan keinginan mayoritas (didominasi etnis tertentu), meskipun benar, pasti ditentang. Kakek saya pernah mengalami kasus pemaksaan oleh sekelompok warga.
Menurut saya, ada yang salah dalam pendidikan sosial masyarakat. Sekarang tidak ada lembaga yang concern dengan perkembangan sosial masyarakat pinggiran/marginal, sehingga sebagian masyarakat menjadi "liar" seperti warga Gadel tersebut.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
-----Original Message-----
From: eviyan@ptpjb.com
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Fri, 10 Jun 2011 23:25:42
To: Alumni<alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: Re: [kagama] di Indo, jujur malah ajur :(
Balada keluarga jujur. Kejujuran hanya sebuah omongan, bukan untuk dipraktekkan ??!!??
Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message-----
From: "Prapto" <mas.tato@gmail.com>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Sat, 11 Jun 2011 06:37:12
To: <alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: [kagama] di Indo, jujur malah ajur :(
http://www.surya.co.id/2011/06/10/ny-siami-si-jujur-yang-malah-ajur
SURABAYA | SURYA - Ny Siami tak pernah membayangkan niat tulus mengajarkan
kejujuran kepada anaknya malah menuai petaka. Warga Jl Gadel Sari Barat,
Kecamatan Tandes, Surabaya itu diusir ratusan warga setelah ia melaporkan
guru SDN Gadel 2 yang memaksa anaknya, Al, memberikan contekan kepada
teman-temannya saat Unas pada 10-12 Mei 2011 lalu. Bertindak jujur malah
ajur!
Teriakan "Usir, usir…tak punya hati nurani" terus menggema di Balai RW 02
Kelurahan Gadel, Kecamatan Tandes, Surabaya, Kamis (9/6) siang. Ratusan
orang menuntut Ny Siami meninggalkan kampung. Sementara wanita berkerudung
biru di depan kerumunan warga itu hanya bisa menangis pilu. Suara permintaan
maaf Siami yang diucapkan dengan bantuan pengeras suara nyaris tak terdengar
di tengah gemuruh suara massa yang melontarkan hujatan dan caci maki.
Keluarga Siami dituding telah mencemarkan nama baik sekolah dan kampung.
Setidaknya empat kali, warga menggelar aksi unjuk rasa, menghujat tindakan
Siami. Puncaknya terjadi pada Kamis siang kemarin. Lebih dari 100 warga
Kampung Gadel Sari dan wali murid SDN Gadel 2 meminta keluarga penjahit itu
enyah dari kampungnya.
Padahal, agenda pertemuan tersebut sebenarnya mediasi antara warga dan wali
murid dengan Siami. Namun, rembukan yang difasilitasi Muspika (Musyarah
Pimpinan Kecamatan Tandes) itu malah berbuah pengusiran. Mediasi itu sendiri
digelar untuk menuruti tuntutan warga agar keluarga Siami minta maaf di
hadapan warga dan wali murid.
Siami dituding sok pahlawan setelah melaporkan wali kelas anaknya, yang
diduga merancang kerjasama contek-mencontek dengan menggunakan anaknya
sebagai sumber contekan.
Sebelumnya, Siami mengatakan, dirinya baru mengetahui kasus itu pada 16 Mei
lalu atau empat hari setelah Unas selesai. Itu pun karena diberi tahu wali
murid lainnya, yang mendapat informasi dari anak-anak mereka bahwa Al,
anaknya, diplot memberikan contekan. Al sendiri sebelumnya tidak pernah
menceritakan 'taktik kotor' itu. Namun, akhirnya sambil menangis, Al,
mengaku. Ia bercerita sejak tiga bulan sebelum Unas sudah dipaksa gurunya
agar mau memberi contekan kepada seluruh siswa kelas 6. Setelah Al akhirnya
mau, oknum guru itu diduga menggelar simulasi tentang bagaimana caranya
memberikan contekan.
Siami kemudian menemui kepala sekolah. Dalam pertemuan itu, kepala sekolah
hanya menyampaikan permohonan maaf. Ini tidak memuaskan Siami. Dia
penasaran, apakah skenario contek-mencontek itu memang didesain pihak
sekolah, atau hanya dilakukan secara pribadi oleh guru kelas VI.
Setelah itu, dia mengadu pada Komite Sekolah, namun tidak mendapat respons
memuaskan, sehingga akhirnya dia melaporkan masalah ini ke Dinas Pendidikan
serta berbicara kepada media, sehingga kasus itu menjadi perhatian publik.
Dan perkembangan selanjutnya, warga dan wali murid malah menyalahkan Siami
dan puncaknya adalah aksi pengusiran terhadap Siami pada Kamis kemarin.
Situasi panas sebenarnya sudah terasa sehari menjelang pertemuan. Hari Rabu
(8/6), warga sudah lebih dulu menggeruduk rumah Siami di Jl Gadel Sari
Barat.
Demo itu mendesak Ny Siami meminta maaf secara terbuka. Namun, Siami
berjanji menyampaikannya, Kamis.
Pertemuan juga dihadiri Ketua Tim Independen, Prof Daniel M Rosyid, Ketua
Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dindik Tandes, Dakah Wahyudi, Komite Sekolah,
dan sejumlah anggota DPRD Kota Surabaya. Satu jam menjelang mediasi, sudah
banyak massa terkonsentrasi di beberapa gang.
Pukul 09.00 WIB, tampak Ny Siami ditemani kakak dan suaminya, Widodo dan
Saki Edi Purnomo mendatangi Balai RW. Mereka berjalan kaki karena jarak
rumah dengan balai pertemuan ini sekitar 100 meter. Massa yang sudah
menyemut di sekitar balai RW langsung menghujat keluarga Siami.
Mereka langsung mengepung keluarga ini. Beberapa polisi yang sebelumnya
memang bersiaga langsung bertindak. Mereka melindungi keluarga ini untuk
menuju ruang Balai RW. Warga kian menyemut dan terus memadati balai
pertemuan. Ratusan warga terus merangsek. Salah satu ibu nekat menerobos.
Namun, karena yang diizinkan masuk adalah perwakilan warga, perempuan ini
harus digelandang keluar oleh petugas.
Mediasi diawali dengan mendengarkan pernyataan Kepala UPT Tandes, Dakah
Wahyudi. Ia menyatakan bahwa seluruh kelas VI SDN Gadel 2 tidak akan kena
sanksi mengulang Unas. Ucapan Dakah sedikit membuat warga tenang. Namun,
situasi kembali memanas. Apalagi Ny Siami tidak segera diberi kesempatan
menyampaikan permintaan maaf secara langsung.
Kemudian warga diminta kembali mendengarkan paparan yang disampaikan Prof
Daniel Rosyid. Ketua tim independen pencari fakta bentukan Wali Kota
Surabaya Tri Rismaharini ini berusaha menyejukkan warga dengan menyebut
dirinya asli Solo. Dikatakan bahwa Solo, Surabaya adalah juga Indonesia,
sehingga setiap warga tidak berhak mengusir warga Indonesia.
Kemudian dia berusaha berdialog santai dengan warga. Ada salah satu warga
menyeletuk. "Kalau kita dikatakan menyontek massal. Lantas, kenapa saat
menyontek pengawas membiarkannya," ucap salah satu ibu yang mendapat
tepukan meriah warga lain.
Warga juga menyatakan bahwa menyontek sudah terjadi di mana-mana dan wajar
dilakukan siswa agar bisa lulus. Mendengar hal ini, Daniel kemudian
memperingatkan bahwa perbuatan menyontek adalah budaya buruk. Di masyarakat
manapun, perbuatan curang dan tidak jujur ini tidak bisa ditoleransi.
"Menyontek adalah awal dari korupsi. Jika perbuatan curang ini sudah
dianggap biasa, maka ini akan membuka perilaku yang lebih menghancurkan
masyarakat. Tentu tidak ada yang mau demikian," sindir Daniel.
Kemudian mediasi dilanjutkan dengan menghadirkan Kepala SDN Gadel 2,
Sukatman. Akibat kasus contekan massal di sekolahnya, Sukatman dan dua guru
kelas VI dicopot. Sukatman menyampaikan permintaan maaf kepada wali murid.
Namun wali murid menyambut dengan teriakan bahwa Sukatman tidak salah. Yang
dianggap salah adalah keluarga Siami karena membesar-besarkan masalah. Warga
pun kembali berteriak "usir… usir". Namun warga mulai tenang karena
Sukatman tempak menghampiri Ny Siami dan suaminya. Mantan Kasek ini langsung
meraih tangan ibunda Al dan saling meminta maaf. Namun, setelah itu warga
kembali riuh rendah.
Setelah Siami diberi kesempatan berbicara, keributan langsung pecah. Suara
massa di luar balai RW terus membahana, menghujat keluarga Siami. Padahal
saat itu, Siami sedang menyiapkan mental dengan berdiri di hadapan warga.
Meski sudah berusaha tegar, namun ibu dua anak ini mulai lemah. Dia tampak
berdiri merunduk sementara kedua matanya sudah mengeluarkan air mata. "Saya
minta maaf kepada semua warga…" ucap Siami yang tak sanggup lagi
meneruskan kalimatnya.
Namun, sang suami terus membimbing, membuat perempuan ini kembali
melanjutkan pernyataan maaf. Namun, suasana kian ricuh karena massa terus
berteriak "usir". Baik petugas polisi dan tokoh masyarakat berusaha
menenangkan situasi. Baru kemudian kembali terdengar suara Siami.
Dengan tangan gemetar dan ketegaran yang dipaksakan, Siami kembali berucap,
"Saya tidak menyangka permasalahan akan seperti ini. Saya hanya ingin
kejujuran ada pada anak saya. Saya sebelumnya sudah berusaha menyelesaikan
persoalan dengan baik-baik."
Pernyataan tulus Siami tidak juga membuat massa tenang, sampai akhirnya
polisi memutuskan untuk mengevakuasi Siami dan keluarganya. Siami diarahkan
ke mobil polisi dengan pengamanan pagar betis. Namun massa tetap berusaha
merangsek, ingin meraih tubuh Siami. Sejumlah warga bahkan sempat
menarik-narik kerudung Siami hingga hampir terlepas. Siami akhirnya berhasil
diamankan ke Mapolsek Tandes.
Baik Ny Siami dan suaminya enggan memberi komentar usai kericuhan. Namun,
kakak kandung Siami, Saki, mengakui bahwa adiknya saat ini dalam tekanan
yang luar biasa. "Dia tak tahan lagi dengan tekanan warga. Sampai tidak mau
makan hari-hari ini. Nanti kami akan merasa tenang jika di Gresik," kata
Saki. Benjeng, Gresik adalah daerah asal Siami. Saat ini Al, anak Siami yang
dipaksa memberi contekan, juga diungsikan ke Benjeng setelah rumahnya
beberapa kali didemo warga.
Sementara itu, Ny Leni, perwakilan warga menyatakan bahwa pihaknya masih
akan terus menuntut agar tiga guru yang dicopot tetap mengajar di SDN Gadel
2 dan menuntut Siami bertanggung jawab.
Budaya sakit
Prof Daniel M Rosyid yang juga Penasihat Dewan Pendidikan Jatim, menyesalkan
tindakan warga Gadel yang berencana mengusir keluarga Siami, ibunda Al.
"Tuntutan warga untuk mengusir keluarga Al tidak masuk akal. Itu tidak bisa
dituruti," katanya.
Daniel menilai tuntutan warga tersebut sudah tidak rasional. Perbuatan benar
yang dilakukan ibu Al, Siami, dinilai warga justru malah salah. Tindakan
menyontek rupanya sudah mengakar dan menjadi kebiasaan bahkan budaya di
masyarakat. "Warga ternyata sakit," katanya.
Lagi pula Kepala Sekolah Sukatman dan dua guru kelas VI, Fatkhur Rohman dan
Prayitno, sudah legowo dan menerima keputusan sanksi yang diberikan. "Saya
kira ini kalau dibiarkan masyarakat akan sakit terus. Orang jujur malah
ajur, ini harus kita cegah," papar Daniel.
Sebelumnya, hasil tim independen pimpinan Daniel Rosyid menyampaikan
temuannya bahwa Al, anak Siami, memang diintimidasi guru sehingga mau
memberikan contekan. Namun, tim tidak menemukan cukup bukti sehingga Unas di
SDN Gadel 2 perlu diulang. Alasannya tim independen tidak menemukan hasil
jawaban Unas yang sistemik sama, dan nilai Unas pun hasilnya tidak sama. Al
ternyata membuat contekan yang diplesetkan. Al tidak seluruhnya memberikan
jawaban yang benar. Dan kawannya pun tidak sepenuhnya percaya dengan jawaban
Al. Sehingga hasil ujian tidak sama.
Selain itu tim juga mempertimbangkan Unas ulang akan memberatkan siswa dan
wali murid. Sanksi yang direkomendasikan yakni sanksi administratif dari
Pemkot Surabaya kepada guru yang melakukan intimidasi kepada Al.
Berdasarkan temuan tim independen ditambah pemeriksaan Inspektorat Pemkot
Surabaya itulah, Wali Kota Tri Rismaharini akhirnya mencopot Kepala Sekolah
SDN Gadel 2 Sukatman dan dua guru kelas VI Fatkhur Rohman dan Prayitno.
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
- "Ebes Defry" <yusdanial@gmail.com> Jun 11 12:46AM ^
Ini adalaha sedikit cermin budaya masyarakat kita...
Rame2 teriak gantung koruptor, hujat koruptor.
Namun dibalik itu, didalam hatinya masih permisif sama budaya korupsi...
Jadi Hukuman hanya ditujukan karena faktor dendam sama sang koruptornya saja dan bukan dalam rangka membasmi budaya korup itu sendiri.
Ironi memang..
http://yusdanial.blogspot.com
-----Original Message-----
From: "Prapto" <mas.tato@gmail.com>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Sat, 11 Jun 2011 06:37:12
To: <alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: [kagama] di Indo, jujur malah ajur :(
http://www.surya.co.id/2011/06/10/ny-siami-si-jujur-yang-malah-ajur
SURABAYA | SURYA - Ny Siami tak pernah membayangkan niat tulus mengajarkan
kejujuran kepada anaknya malah menuai petaka. Warga Jl Gadel Sari Barat,
Kecamatan Tandes, Surabaya itu diusir ratusan warga setelah ia melaporkan
guru SDN Gadel 2 yang memaksa anaknya, Al, memberikan contekan kepada
teman-temannya saat Unas pada 10-12 Mei 2011 lalu. Bertindak jujur malah
ajur!
Teriakan "Usir, usir…tak punya hati nurani" terus menggema di Balai RW 02
Kelurahan Gadel, Kecamatan Tandes, Surabaya, Kamis (9/6) siang. Ratusan
orang menuntut Ny Siami meninggalkan kampung. Sementara wanita berkerudung
biru di depan kerumunan warga itu hanya bisa menangis pilu. Suara permintaan
maaf Siami yang diucapkan dengan bantuan pengeras suara nyaris tak terdengar
di tengah gemuruh suara massa yang melontarkan hujatan dan caci maki.
Keluarga Siami dituding telah mencemarkan nama baik sekolah dan kampung.
Setidaknya empat kali, warga menggelar aksi unjuk rasa, menghujat tindakan
Siami. Puncaknya terjadi pada Kamis siang kemarin. Lebih dari 100 warga
Kampung Gadel Sari dan wali murid SDN Gadel 2 meminta keluarga penjahit itu
enyah dari kampungnya.
Padahal, agenda pertemuan tersebut sebenarnya mediasi antara warga dan wali
murid dengan Siami. Namun, rembukan yang difasilitasi Muspika (Musyarah
Pimpinan Kecamatan Tandes) itu malah berbuah pengusiran. Mediasi itu sendiri
digelar untuk menuruti tuntutan warga agar keluarga Siami minta maaf di
hadapan warga dan wali murid.
Siami dituding sok pahlawan setelah melaporkan wali kelas anaknya, yang
diduga merancang kerjasama contek-mencontek dengan menggunakan anaknya
sebagai sumber contekan.
Sebelumnya, Siami mengatakan, dirinya baru mengetahui kasus itu pada 16 Mei
lalu atau empat hari setelah Unas selesai. Itu pun karena diberi tahu wali
murid lainnya, yang mendapat informasi dari anak-anak mereka bahwa Al,
anaknya, diplot memberikan contekan. Al sendiri sebelumnya tidak pernah
menceritakan 'taktik kotor' itu. Namun, akhirnya sambil menangis, Al,
mengaku. Ia bercerita sejak tiga bulan sebelum Unas sudah dipaksa gurunya
agar mau memberi contekan kepada seluruh siswa kelas 6. Setelah Al akhirnya
mau, oknum guru itu diduga menggelar simulasi tentang bagaimana caranya
memberikan contekan.
Siami kemudian menemui kepala sekolah. Dalam pertemuan itu, kepala sekolah
hanya menyampaikan permohonan maaf. Ini tidak memuaskan Siami. Dia
penasaran, apakah skenario contek-mencontek itu memang didesain pihak
sekolah, atau hanya dilakukan secara pribadi oleh guru kelas VI.
Setelah itu, dia mengadu pada Komite Sekolah, namun tidak mendapat respons
memuaskan, sehingga akhirnya dia melaporkan masalah ini ke Dinas Pendidikan
serta berbicara kepada media, sehingga kasus itu menjadi perhatian publik.
Dan perkembangan selanjutnya, warga dan wali murid malah menyalahkan Siami
dan puncaknya adalah aksi pengusiran terhadap Siami pada Kamis kemarin.
Situasi panas sebenarnya sudah terasa sehari menjelang pertemuan. Hari Rabu
(8/6), warga sudah lebih dulu menggeruduk rumah Siami di Jl Gadel Sari
Barat.
Demo itu mendesak Ny Siami meminta maaf secara terbuka. Namun, Siami
berjanji menyampaikannya, Kamis.
Pertemuan juga dihadiri Ketua Tim Independen, Prof Daniel M Rosyid, Ketua
Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dindik Tandes, Dakah Wahyudi, Komite Sekolah,
dan sejumlah anggota DPRD Kota Surabaya. Satu jam menjelang mediasi, sudah
banyak massa terkonsentrasi di beberapa gang.
Pukul 09.00 WIB, tampak Ny Siami ditemani kakak dan suaminya, Widodo dan
Saki Edi Purnomo mendatangi Balai RW. Mereka berjalan kaki karena jarak
rumah dengan balai pertemuan ini sekitar 100 meter. Massa yang sudah
menyemut di sekitar balai RW langsung menghujat keluarga Siami.
Mereka langsung mengepung keluarga ini. Beberapa polisi yang sebelumnya
memang bersiaga langsung bertindak. Mereka melindungi keluarga ini untuk
menuju ruang Balai RW. Warga kian menyemut dan terus memadati balai
pertemuan. Ratusan warga terus merangsek. Salah satu ibu nekat menerobos.
Namun, karena yang diizinkan masuk adalah perwakilan warga, perempuan ini
harus digelandang keluar oleh petugas.
Mediasi diawali dengan mendengarkan pernyataan Kepala UPT Tandes, Dakah
Wahyudi. Ia menyatakan bahwa seluruh kelas VI SDN Gadel 2 tidak akan kena
sanksi mengulang Unas. Ucapan Dakah sedikit membuat warga tenang. Namun,
situasi kembali memanas. Apalagi Ny Siami tidak segera diberi kesempatan
menyampaikan permintaan maaf secara langsung.
Kemudian warga diminta kembali mendengarkan paparan yang disampaikan Prof
Daniel Rosyid. Ketua tim independen pencari fakta bentukan Wali Kota
Surabaya Tri Rismaharini ini berusaha menyejukkan warga dengan menyebut
dirinya asli Solo. Dikatakan bahwa Solo, Surabaya adalah juga Indonesia,
sehingga setiap warga tidak berhak mengusir warga Indonesia.
Kemudian dia berusaha berdialog santai dengan warga. Ada salah satu warga
menyeletuk. "Kalau kita dikatakan menyontek massal. Lantas, kenapa saat
menyontek pengawas membiarkannya," ucap salah satu ibu yang mendapat
tepukan meriah warga lain.
Warga juga menyatakan bahwa menyontek sudah terjadi di mana-mana dan wajar
dilakukan siswa agar bisa lulus. Mendengar hal ini, Daniel kemudian
memperingatkan bahwa perbuatan menyontek adalah budaya buruk. Di masyarakat
manapun, perbuatan curang dan tidak jujur ini tidak bisa ditoleransi.
"Menyontek adalah awal dari korupsi. Jika perbuatan curang ini sudah
dianggap biasa, maka ini akan membuka perilaku yang lebih menghancurkan
masyarakat. Tentu tidak ada yang mau demikian," sindir Daniel.
Kemudian mediasi dilanjutkan dengan menghadirkan Kepala SDN Gadel 2,
Sukatman. Akibat kasus contekan massal di sekolahnya, Sukatman dan dua guru
kelas VI dicopot. Sukatman menyampaikan permintaan maaf kepada wali murid.
Namun wali murid menyambut dengan teriakan bahwa Sukatman tidak salah. Yang
dianggap salah adalah keluarga Siami karena membesar-besarkan masalah. Warga
pun kembali berteriak "usir… usir". Namun warga mulai tenang karena
Sukatman tempak menghampiri Ny Siami dan suaminya. Mantan Kasek ini langsung
meraih tangan ibunda Al dan saling meminta maaf. Namun, setelah itu warga
kembali riuh rendah.
Setelah Siami diberi kesempatan berbicara, keributan langsung pecah. Suara
massa di luar balai RW terus membahana, menghujat keluarga Siami. Padahal
saat itu, Siami sedang menyiapkan mental dengan berdiri di hadapan warga.
Meski sudah berusaha tegar, namun ibu dua anak ini mulai lemah. Dia tampak
berdiri merunduk sementara kedua matanya sudah mengeluarkan air mata. "Saya
minta maaf kepada semua warga…" ucap Siami yang tak sanggup lagi
meneruskan kalimatnya.
Namun, sang suami terus membimbing, membuat perempuan ini kembali
melanjutkan pernyataan maaf. Namun, suasana kian ricuh karena massa terus
berteriak "usir". Baik petugas polisi dan tokoh masyarakat berusaha
menenangkan situasi. Baru kemudian kembali terdengar suara Siami.
Dengan tangan gemetar dan ketegaran yang dipaksakan, Siami kembali berucap,
"Saya tidak menyangka permasalahan akan seperti ini. Saya hanya ingin
kejujuran ada pada anak saya. Saya sebelumnya sudah berusaha menyelesaikan
persoalan dengan baik-baik."
Pernyataan tulus Siami tidak juga membuat massa tenang, sampai akhirnya
polisi memutuskan untuk mengevakuasi Siami dan keluarganya. Siami diarahkan
ke mobil polisi dengan pengamanan pagar betis. Namun massa tetap berusaha
merangsek, ingin meraih tubuh Siami. Sejumlah warga bahkan sempat
menarik-narik kerudung Siami hingga hampir terlepas. Siami akhirnya berhasil
diamankan ke Mapolsek Tandes.
Baik Ny Siami dan suaminya enggan memberi komentar usai kericuhan. Namun,
kakak kandung Siami, Saki, mengakui bahwa adiknya saat ini dalam tekanan
yang luar biasa. "Dia tak tahan lagi dengan tekanan warga. Sampai tidak mau
makan hari-hari ini. Nanti kami akan merasa tenang jika di Gresik," kata
Saki. Benjeng, Gresik adalah daerah asal Siami. Saat ini Al, anak Siami yang
dipaksa memberi contekan, juga diungsikan ke Benjeng setelah rumahnya
beberapa kali didemo warga.
Sementara itu, Ny Leni, perwakilan warga menyatakan bahwa pihaknya masih
akan terus menuntut agar tiga guru yang dicopot tetap mengajar di SDN Gadel
2 dan menuntut Siami bertanggung jawab.
Budaya sakit
Prof Daniel M Rosyid yang juga Penasihat Dewan Pendidikan Jatim, menyesalkan
tindakan warga Gadel yang berencana mengusir keluarga Siami, ibunda Al.
"Tuntutan warga untuk mengusir keluarga Al tidak masuk akal. Itu tidak bisa
dituruti," katanya.
Daniel menilai tuntutan warga tersebut sudah tidak rasional. Perbuatan benar
yang dilakukan ibu Al, Siami, dinilai warga justru malah salah. Tindakan
menyontek rupanya sudah mengakar dan menjadi kebiasaan bahkan budaya di
masyarakat. "Warga ternyata sakit," katanya.
Lagi pula Kepala Sekolah Sukatman dan dua guru kelas VI, Fatkhur Rohman dan
Prayitno, sudah legowo dan menerima keputusan sanksi yang diberikan. "Saya
kira ini kalau dibiarkan masyarakat akan sakit terus. Orang jujur malah
ajur, ini harus kita cegah," papar Daniel.
Sebelumnya, hasil tim independen pimpinan Daniel Rosyid menyampaikan
temuannya bahwa Al, anak Siami, memang diintimidasi guru sehingga mau
memberikan contekan. Namun, tim tidak menemukan cukup bukti sehingga Unas di
SDN Gadel 2 perlu diulang. Alasannya tim independen tidak menemukan hasil
jawaban Unas yang sistemik sama, dan nilai Unas pun hasilnya tidak sama. Al
ternyata membuat contekan yang diplesetkan. Al tidak seluruhnya memberikan
jawaban yang benar. Dan kawannya pun tidak sepenuhnya percaya dengan jawaban
Al. Sehingga hasil ujian tidak sama.
Selain itu tim juga mempertimbangkan Unas ulang akan memberatkan siswa dan
wali murid. Sanksi yang direkomendasikan yakni sanksi administratif dari
Pemkot Surabaya kepada guru yang melakukan intimidasi kepada Al.
Berdasarkan temuan tim independen ditambah pemeriksaan Inspektorat Pemkot
Surabaya itulah, Wali Kota Tri Rismaharini akhirnya mencopot Kepala Sekolah
SDN Gadel 2 Sukatman dan dua guru kelas VI Fatkhur Rohman dan Prayitno.
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
- andirahmah91@yahoo.com Jun 12 01:56AM ^
Terima kasih infonya Mas Prapto, sudah saya teruskan ke ketua fraksi dan meminta beliau utk menginstruksikan aleg dapil Surabaya utk segera bertindak.
Komentar pengantar saya:
guru2 SD itu telah mengajarkan perilaku korupsi dan manipulasi pd murid2nya.
أَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ langsung di respon
dan beliau menyatakan akan meneruskannya.
Mudah2an mereka bisa sigap menanganinya.
Cuma sebatas ini yg bisa saya lakukan utk membantu Ibu Siami utk menyelesaikan masalah beliau.
Salam,
Andi Rahmah
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
- Albert Pratama <albert.pratama@gmail.com> Jun 11 08:26AM +0700 ^
> Kondisi masyarakat adalah cermin pemerintahan, ...
Dan pemerintahan adalah cermin dari...?
:-)
Regards,
Albert
- Sinta Sulaiman <sinta.sulaiman@gmail.com> Jun 11 09:21AM +0700 ^
Menyedihkan..turut berdukacita :(
-Sinta Sulaiman-
--
Sent from my mobile device
- himawanandi@gmail.com Jun 11 02:36AM ^
Selama ini ternyata apa yg dikatakan Mas Eviyan benar.
Masyarakat Indonesia ternyata ada yg munafik. Dan jujur malah ajur. Mendingan manthuk2 ama bos.
Sad but true :(
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
-----Original Message-----
From: Sinta Sulaiman <sinta.sulaiman@gmail.com>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Sat, 11 Jun 2011 09:21:45
To: <alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: Re: [kagama] di Indo, jujur malah ajur :(
Menyedihkan..turut berdukacita :(
-Sinta Sulaiman-
--
Sent from my mobile device
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
- Ir R J Taruno Poedjohardjo <tarunopeha@yahoo.com> Jun 10 08:02PM -0700 ^
betul sekali pendapatnya
maju tak gentar membela yg mbayar dan berkuasa
he he he .tph
________________________________
From: Ebes Defry <yusdanial@gmail.com>
To: alumniugm@googlegroups.com
Sent: Sat, June 11, 2011 7:46:34 AM
Subject: Re: [kagama] di Indo, jujur malah ajur :(
Ini adalaha sedikit cermin budaya masyarakat kita...
Rame2 teriak gantung koruptor, hujat koruptor.
Namun dibalik itu, didalam hatinya masih permisif sama budaya korupsi...
Jadi Hukuman hanya ditujukan karena faktor dendam sama sang koruptornya saja dan
bukan dalam rangka membasmi budaya korup itu sendiri.
Ironi memang..
http://yusdanial.blogspot.com
________________________________
From: "Prapto" <mas.tato@gmail.com>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Sat, 11 Jun 2011 06:37:12 +0900
To: <alumniugm@googlegroups.com>
ReplyTo: alumniugm@googlegroups.com
Subject: [kagama] di Indo, jujur malah ajur :(
http://www.surya.co.id/2011/06/10/ny-siami-si-jujur-yang-malah-ajur
SURABAYA | SURYA - Ny Siami tak pernah membayangkan niat tulus mengajarkan
kejujuran kepada anaknya malah menuai petaka. Warga Jl Gadel Sari Barat,
Kecamatan Tandes, Surabaya itu diusir ratusan warga setelah ia melaporkan guru
SDN Gadel 2 yang memaksa anaknya, Al, memberikan contekan kepada teman-temannya
saat Unas pada 10-12 Mei 2011 lalu. Bertindak jujur malah ajur!
Teriakan "Usir, usir…tak punya hati nurani" terus menggema di Balai RW 02
Kelurahan Gadel, Kecamatan Tandes, Surabaya, Kamis (9/6) siang. Ratusan orang
menuntut Ny Siami meninggalkan kampung. Sementara wanita berkerudung biru di
depan kerumunan warga itu hanya bisa menangis pilu. Suara permintaan maaf Siami
yang diucapkan dengan bantuan pengeras suara nyaris tak terdengar di tengah
gemuruh suara massa yang melontarkan hujatan dan caci maki.
Keluarga Siami dituding telah mencemarkan nama baik sekolah dan kampung.
Setidaknya empat kali, warga menggelar aksi unjuk rasa, menghujat tindakan
Siami. Puncaknya terjadi pada Kamis siang kemarin. Lebih dari 100 warga Kampung
Gadel Sari dan wali murid SDN Gadel 2 meminta keluarga penjahit itu enyah dari
kampungnya.
Padahal, agenda pertemuan tersebut sebenarnya mediasi antara warga dan wali
murid dengan Siami. Namun, rembukan yang difasilitasi Muspika (Musyarah
Pimpinan Kecamatan Tandes) itu malah berbuah pengusiran. Mediasi itu sendiri
digelar untuk menuruti tuntutan warga agar keluarga Siami minta maaf di hadapan
warga dan wali murid.
Siami dituding sok pahlawan setelah melaporkan wali kelas anaknya, yang diduga
merancang kerjasama contek-mencontek dengan menggunakan anaknya sebagai sumber
contekan.
Sebelumnya, Siami mengatakan, dirinya baru mengetahui kasus itu pada 16 Mei
lalu atau empat hari setelah Unas selesai. Itu pun karena diberi tahu wali
murid lainnya, yang mendapat informasi dari anak-anak mereka bahwa Al, anaknya,
diplot memberikan contekan. Al sendiri sebelumnya tidak pernah menceritakan
'taktik kotor' itu. Namun, akhirnya sambil menangis, Al, mengaku. Ia bercerita
sejak tiga bulan sebelum Unas sudah dipaksa gurunya agar mau memberi contekan
kepada seluruh siswa kelas 6. Setelah Al akhirnya mau, oknum guru itu diduga
menggelar simulasi tentang bagaimana caranya memberikan contekan.
Siami kemudian menemui kepala sekolah. Dalam pertemuan itu, kepala sekolah
hanya menyampaikan permohonan maaf. Ini tidak memuaskan Siami. Dia penasaran,
apakah skenario contek-mencontek itu memang didesain pihak sekolah, atau hanya
dilakukan secara pribadi oleh guru kelas VI.
Setelah itu, dia mengadu pada Komite Sekolah, namun tidak mendapat respons
memuaskan, sehingga akhirnya dia melaporkan masalah ini ke Dinas Pendidikan
serta berbicara kepada media, sehingga kasus itu menjadi perhatian publik.
Dan perkembangan selanjutnya, warga dan wali murid malah menyalahkan Siami dan
puncaknya adalah aksi pengusiran terhadap Siami pada Kamis kemarin. Situasi
panas sebenarnya sudah terasa sehari menjelang pertemuan. Hari Rabu (8/6),
warga sudah lebih dulu menggeruduk rumah Siami di Jl Gadel Sari Barat.
Demo itu mendesak Ny Siami meminta maaf secara terbuka. Namun, Siami berjanji
menyampaikannya, Kamis.
Pertemuan juga dihadiri Ketua Tim Independen, Prof Daniel M Rosyid, Ketua Unit
Pelaksana Teknis (UPT) Dindik Tandes, Dakah Wahyudi, Komite Sekolah, dan
sejumlah anggota DPRD Kota Surabaya. Satu jam menjelang mediasi, sudah banyak
massa terkonsentrasi di beberapa gang.
Pukul 09.00 WIB, tampak Ny Siami ditemani kakak dan suaminya, Widodo dan Saki
Edi Purnomo mendatangi Balai RW. Mereka berjalan kaki karena jarak rumah dengan
balai pertemuan ini sekitar 100 meter. Massa yang sudah menyemut di sekitar
balai RW langsung menghujat keluarga Siami.
Mereka langsung mengepung keluarga ini. Beberapa polisi yang sebelumnya memang
bersiaga langsung bertindak. Mereka melindungi keluarga ini untuk menuju ruang
Balai RW. Warga kian menyemut dan terus memadati balai pertemuan. Ratusan warga
terus merangsek. Salah satu ibu nekat menerobos. Namun, karena yang diizinkan
masuk adalah perwakilan warga, perempuan ini harus digelandang keluar oleh
petugas.
Mediasi diawali dengan mendengarkan pernyataan Kepala UPT Tandes, Dakah
Wahyudi. Ia menyatakan bahwa seluruh kelas VI SDN Gadel 2 tidak akan kena
sanksi mengulang Unas. Ucapan Dakah sedikit membuat warga tenang. Namun,
situasi kembali memanas. Apalagi Ny Siami tidak segera diberi kesempatan
menyampaikan permintaan maaf secara langsung.
Kemudian warga diminta kembali mendengarkan paparan yang disampaikan Prof
Daniel Rosyid. Ketua tim independen pencari fakta bentukan Wali Kota Surabaya
Tri Rismaharini ini berusaha menyejukkan warga dengan menyebut dirinya asli
Solo. Dikatakan bahwa Solo, Surabaya adalah juga Indonesia, sehingga setiap
warga tidak berhak mengusir warga Indonesia.
Kemudian dia berusaha berdialog santai dengan warga. Ada salah satu warga
menyeletuk. "Kalau kita dikatakan menyontek massal. Lantas, kenapa saat
menyontek pengawas membiarkannya," ucap salah satu ibu yang mendapat tepukan
meriah warga lain.
Warga juga menyatakan bahwa menyontek sudah terjadi di mana-mana dan wajar
dilakukan siswa agar bisa lulus. Mendengar hal ini, Daniel kemudian
memperingatkan bahwa perbuatan menyontek adalah budaya buruk. Di masyarakat
manapun, perbuatan curang dan tidak jujur ini tidak bisa ditoleransi.
"Menyontek adalah awal dari korupsi. Jika perbuatan curang ini sudah dianggap
biasa, maka ini akan membuka perilaku yang lebih menghancurkan masyarakat.
Tentu tidak ada yang mau demikian," sindir Daniel.
Kemudian mediasi dilanjutkan dengan menghadirkan Kepala SDN Gadel 2, Sukatman.
Akibat kasus contekan massal di sekolahnya, Sukatman dan dua guru kelas VI
dicopot. Sukatman menyampaikan permintaan maaf kepada wali murid.
Namun wali murid menyambut dengan teriakan bahwa Sukatman tidak salah. Yang
dianggap salah adalah keluarga Siami karena membesar-besarkan masalah. Warga
pun kembali berteriak "usir… usir". Namun warga mulai tenang karena Sukatman
tempak menghampiri Ny Siami dan suaminya. Mantan Kasek ini langsung meraih
tangan ibunda Al dan saling meminta maaf. Namun, setelah itu warga kembali riuh
rendah.
Setelah Siami diberi kesempatan berbicara, keributan langsung pecah. Suara
massa di luar balai RW terus membahana, menghujat keluarga Siami. Padahal saat
itu, Siami sedang menyiapkan mental dengan berdiri di hadapan warga.
Meski sudah berusaha tegar, namun ibu dua anak ini mulai lemah. Dia tampak
berdiri merunduk sementara kedua matanya sudah mengeluarkan air mata. "Saya
minta maaf kepada semua warga…" ucap Siami yang tak sanggup lagi meneruskan
kalimatnya.
Namun, sang suami terus membimbing, membuat perempuan ini kembali melanjutkan
pernyataan maaf. Namun, suasana kian ricuh karena massa terus berteriak "usir".
Baik petugas polisi dan tokoh masyarakat berusaha menenangkan situasi. Baru
kemudian kembali terdengar suara Siami.
Dengan tangan gemetar dan ketegaran yang dipaksakan, Siami kembali berucap,
"Saya tidak menyangka permasalahan akan seperti ini. Saya hanya ingin kejujuran
ada pada anak saya. Saya sebelumnya sudah berusaha menyelesaikan persoalan
dengan baik-baik."
Pernyataan tulus Siami tidak juga membuat massa tenang, sampai akhirnya polisi
memutuskan untuk mengevakuasi Siami dan keluarganya. Siami diarahkan ke mobil
polisi dengan pengamanan pagar betis. Namun massa tetap berusaha merangsek,
ingin meraih tubuh Siami. Sejumlah warga bahkan sempat menarik-narik kerudung
Siami hingga hampir terlepas. Siami akhirnya berhasil diamankan ke Mapolsek
Tandes.
Baik Ny Siami dan suaminya enggan memberi komentar usai kericuhan. Namun, kakak
kandung Siami, Saki, mengakui bahwa adiknya saat ini dalam tekanan yang luar
biasa. "Dia tak tahan lagi dengan tekanan warga. Sampai tidak mau makan
hari-hari ini. Nanti kami akan merasa tenang jika di Gresik," kata Saki.
Benjeng, Gresik adalah daerah asal Siami. Saat ini Al, anak Siami yang dipaksa
memberi contekan, juga diungsikan ke Benjeng setelah rumahnya beberapa kali
didemo warga.
Sementara itu, Ny Leni, perwakilan warga menyatakan bahwa pihaknya masih akan
terus menuntut agar tiga guru yang dicopot tetap mengajar di SDN Gadel 2 dan
menuntut Siami bertanggung jawab.
Budaya sakit
Prof Daniel M Rosyid yang juga Penasihat Dewan Pendidikan Jatim, menyesalkan
tindakan warga Gadel yang berencana mengusir keluarga Siami, ibunda Al.
"Tuntutan warga untuk mengusir keluarga Al tidak masuk akal. Itu tidak bisa
dituruti," katanya.
Daniel menilai tuntutan warga tersebut sudah tidak rasional. Perbuatan benar
yang dilakukan ibu Al, Siami, dinilai warga justru malah salah. Tindakan
menyontek rupanya sudah mengakar dan menjadi kebiasaan bahkan budaya di
masyarakat. "Warga ternyata sakit," katanya.
Lagi pula Kepala Sekolah Sukatman dan dua guru kelas VI, Fatkhur Rohman dan
Prayitno, sudah legowo dan menerima keputusan sanksi yang diberikan. "Saya kira
ini kalau dibiarkan masyarakat akan sakit terus. Orang jujur malah ajur, ini
harus kita cegah," papar Daniel.
Sebelumnya, hasil tim independen pimpinan Daniel Rosyid menyampaikan temuannya
bahwa Al, anak Siami, memang diintimidasi guru sehingga mau memberikan
contekan. Namun, tim tidak menemukan cukup bukti sehingga Unas di SDN Gadel 2
perlu diulang. Alasannya tim independen tidak menemukan hasil jawaban Unas yang
sistemik sama, dan nilai Unas pun hasilnya tidak sama. Al ternyata membuat
contekan yang diplesetkan. Al tidak seluruhnya memberikan jawaban yang benar.
Dan kawannya pun tidak sepenuhnya percaya dengan jawaban Al. Sehingga hasil
ujian tidak sama.
Selain itu tim juga mempertimbangkan Unas ulang akan memberatkan siswa dan wali
murid. Sanksi yang direkomendasikan yakni sanksi administratif dari Pemkot
Surabaya kepada guru yang melakukan intimidasi kepada Al.
Berdasarkan temuan tim independen ditambah pemeriksaan Inspektorat Pemkot
Surabaya itulah, Wali Kota Tri Rismaharini akhirnya mencopot Kepala Sekolah SDN
Gadel 2 Sukatman dan dua guru kelas VI Fatkhur Rohman dan Prayitno.
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5,
Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5,
Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
- ekasriwardhani@kagamavirtual.com Jun 11 03:50AM ^
Sangat...sangat prihatin...
Salam manis,
Eka Sri
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
- "Yunus Tohir" <yunstroom@gmail.com> Jun 11 04:08AM ^
Sad but true kayak judul lagunya metallica..
Yunus Tohir
(YunTo)
Sent from HP titipan
-----Original Message-----
From: himawanandi@gmail.com
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Sat, 11 Jun 2011 02:36:43
To: <alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: Re: [kagama] di Indo, jujur malah ajur :(
Selama ini ternyata apa yg dikatakan Mas Eviyan benar.
Masyarakat Indonesia ternyata ada yg munafik. Dan jujur malah ajur. Mendingan manthuk2 ama bos.
Sad but true :(
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
-----Original Message-----
From: Sinta Sulaiman <sinta.sulaiman@gmail.com>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Sat, 11 Jun 2011 09:21:45
To: <alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: Re: [kagama] di Indo, jujur malah ajur :(
Menyedihkan..turut berdukacita :(
-Sinta Sulaiman-
> 2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL ,
> 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
> +++
--
Sent from my mobile device
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
- himawanandi@gmail.com Jun 11 04:25AM ^
Emang Mas, hehehe
Salam tiga jari !!
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
-----Original Message-----
From: "Yunus Tohir" <yunstroom@gmail.com>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Sat, 11 Jun 2011 04:08:09
To: <alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: Re: [kagama] di Indo, jujur malah ajur :(
Sad but true kayak judul lagunya metallica..
Yunus Tohir
(YunTo)
Sent from HP titipan
-----Original Message-----
From: himawanandi@gmail.com
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Sat, 11 Jun 2011 02:36:43
To: <alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: Re: [kagama] di Indo, jujur malah ajur :(
Selama ini ternyata apa yg dikatakan Mas Eviyan benar.
Masyarakat Indonesia ternyata ada yg munafik. Dan jujur malah ajur. Mendingan manthuk2 ama bos.
Sad but true :(
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
-----Original Message-----
From: Sinta Sulaiman <sinta.sulaiman@gmail.com>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Sat, 11 Jun 2011 09:21:45
To: <alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: Re: [kagama] di Indo, jujur malah ajur :(
Menyedihkan..turut berdukacita :(
-Sinta Sulaiman-
> 2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL ,
> 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
> +++
--
Sent from my mobile device
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
- rsulastama@gmail.com Jun 11 12:27AM ^
MBak Bintang Wisnu, bersemangat mendiskusikan KLC dan rencana-rencananya.
Powered by salakpondohmania®
- ekasriwardhani@kagamavirtual.com Jun 11 03:36AM ^
Mbak Bintang.... Memang oye... Aq suka. Maju terus mb... Moga sukses...
Salam manis,
Eka Sri
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
-----Original Message-----
From: rsulastama@gmail.com
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Sat, 11 Jun 2011 00:27:07
To: alumniUGM<alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: [kagama] (Foto): Audiensi KLC Chapter Jogja dengan PP Kagama
MBak Bintang Wisnu, bersemangat mendiskusikan KLC dan rencana-rencananya.
Powered by salakpondohmania®
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
Topik: JIka FB di hack
- Yulianto Eko Rakhmat <eko.rakhmat@gmail.com> Jun 11 09:41AM +0700 ^
FBnya dah balik Mas....
alhamdulillah bisa di recovery pakai no HP.
cuma ya ada beberapa teman yang sudah ketipu dan beberapa hampir ketipu,.
Yang ketipu rata-rata bukan teman yang terlalu dekat. Kalau kita dekat
dengan seseorang kan tahu bahasa yang digunakan bagaimana....
biasanya pakai gaya bahasa atau kosakata/pakem tertentu :)
regards
2011/6/11 <rsulastama@gmail.com>
Topik: [Tanpa Perihal]
- rsulastama@gmail.com Jun 11 02:30AM ^
approved....
Hoax....
pertanyaan: mbak Galuh sudah coba memanfaatkan email ini?
jangan share password dengan orang lain.
Regards
-ery-
Kalau nasib account ery a.k.a antok yang dibajak dan dipakai berjualan laptop bohong2an seperti itu gimana sekarang ya?
Kemarin ada teman saya yang marah2 karena temannya dicap sbagai penipu. Fotonya di tag ke saya oleh teman saya yaang lain sebagai penipu. Versi teman saya yang marah2 tadi, temannya ndak mungkin jadi penipu, hanya account facebooknya di bajak orang.
Powered by salakpondohmania®
- rsulastama@gmail.com Jun 11 12:38AM ^
Prof Budi Wignyo Sukarto , sekjen PP Kagama sedang membaca proposal KLC Chapter Jogja. Proposal kemudian ditanda tangani dan didisposisi ke sekretariat Kagama, KLC chapter Jogja akan menggunakan ruangan di sekretariat kagama dan surat menyurat untuk narasumber menggunakan kagama.
Powered by salakpondohmania®
- indarto.purwoko@yahoo.com Jun 11 01:20AM ^
Prof Budi Wignyo Sukarto , sekjen PP Kagama sedang membaca proposal KLC Chapter Jogja. Proposal kemudian ditanda tangani dan didisposisi ke sekretariat Kagama, KLC chapter Jogja akan menggunakan ruangan di sekretariat kagama dan surat menyurat untuk narasumber menggunakan kagama.
+++++
Semoga lancar dan sukses untuk KLC di Jogja.
-indarto-
http://indartosolution.blogspot.com
www.globalhygienestore.com
- Albert Pratama <albert.pratama@gmail.com> Jun 11 08:28AM +0700 ^
Pak Profnya gaul nih, pake ransel..
:-P
Regards,
Albert
> Prof Budi Wignyo Sukarto , sekjen PP Kagama sedang membaca proposal KLC
Chapter Jogja. Proposal kemudian ditanda tangani dan didisposisi ke
sekretariat Kagama, KLC chapter Jogja akan menggunakan ruangan di
sekretariat kagama dan surat menyurat untuk narasumber menggunakan kagama.
> Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
> Transfer ke:
> 1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP
Otista
> 2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL ,
108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
- andirahmah91@yahoo.com Jun 12 02:59AM ^
Yang saya ingat dari Pak Budi, easy going, ramah dan suka main tenis. Saya dulu cuma jadi suporter setia tiap kali pertandingan tenis antar jurusan di FT.
Btw, KLC bisa tuh seminggu-2 minggu sekali bermain tenis dgn dosen dan alumni yg ingin diperkuat hubungan kekerabatannya. Biasanya negosiasi kontak bisnis lebih efektif dilakukan pd saat seperti ini :-)
Salam,
Andi Rahmah
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
Topik: Monggo, coklatnya Jogja
- rsulastama@gmail.com Jun 11 01:25AM ^
Semalam di minta Ibunya Afa beli bodrexyn sirup, mampir di KF jalan Palagan TP, sewaktu bayar, lihat ada coklat monggo, langsung beli 5 @26.500. Semalam buka 1, memang mantaps rasa coklatnya.
Powered by salakpondohmania®
- "raja amin hasibuan" <rajaamin.hasibuan@kagamavirtual.org> Jun 11 01:24AM ^
Istri saya suka benar coklat monggo. Beberapa waktu yg lalu jalan2 ke jogja kami harus khusus ke kota gede buat lihat itu coklat.
Memang manteb!
Raja Amin Hasibuan
-----Original Message-----
From: rsulastama@gmail.com
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Sat, 11 Jun 2011 01:25:45
To: alumniUGM<alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: [kagama] Monggo, coklatnya Jogja
Semalam di minta Ibunya Afa beli bodrexyn sirup, mampir di KF jalan Palagan TP, sewaktu bayar, lihat ada coklat monggo, langsung beli 5 @26.500. Semalam buka 1, memang mantaps rasa coklatnya.
Powered by salakpondohmania®
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
- Yulianto Eko Rakhmat <eko.rakhmat@gmail.com> Jun 11 08:03AM +0700 ^
approved....
Hoax....
pertanyaan: mbak Galuh sudah coba memanfaatkan email ini?
jangan share password dengan orang lain.
Regards
-ery-
2011/6/11 Wahyu Rifai <wrifai.tk98@gmail.com>
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++