Total Tayangan

myspace hit counter

[kagama] Intisari untuk alumniUGM@googlegroups.com - 25 Pesan pada 8 Topik

Sabtu, Juni 11, 2011

Grup: http://groups.google.com/group/alumniUGM/topics

    "Galuh Adi Insani" <adioranye@kagamavirtual.org> Jun 11 12:30AM ^
     
    Ngomong2 masalah bank, saya pernah mau ambil uang di ATM, kebetulan banget ATMnya deket banget dengan banknya. Pas mau ambil, ternyata ngga berhasil, akhirnya saya panggil satpam karena kartu saya ketelen. Satpam manggil pegawainya dan kemudian setelah berhasil ATM nya keluar, langsung saya suruh check petugas bank bersangkutan untuk check saldo saya. Ternyata tanpa saya beritahu pin nya pun pegawai bank itu tahu saldo saya tersebut. Di bank mungkin ada program yang bisa digunakan untuk melihat saldo orang. Sehingga lumrah kalau kejahatan di perbankan itu bisa pilih target strategis.
     
    Nabung di bank aja sekarang belum tentu aman ya?
     
    -̶̶•-̶̶•̸Ϟ•̸Ƭhank γőυ•̸Ϟ•̸-̶̶•-
     
    Galuh Adi Insani

     

    Wahyu Rifai <wrifai.tk98@gmail.com> Jun 11 08:41AM +0800 ^
     
    Nabung di bank aja sekarang belum tentu aman ya?
     
    +++
    Iya, setuju belum tentu aman. Tentang pegawai bank, bisa jadi di level
    tertentu bisa melakukan pengecekan atau bahkan transfer. kadang hanya
    perlu nama dia sudah bisa melakukannya, tp saya yakin ada SOP di
    internal bank tentang hal itu demi nasabah trust. mungkin para
    praktisi bank bisa memberi pencerahan. atau ganti subject aja biar ga
    mlenceng :-)
     
    -WR

     

    "Galuh Adi Insani" <adioranye@kagamavirtual.org> Jun 11 04:34AM ^
     
    approved....Hoax....pertanyaan: mbak Galuh sudah coba memanfaatkan email ini?jangan share password dengan orang lain.Regards-ery
     
    ------------
    Saya cowok mas, bisa dicek sendiri, heheheh
     
    Ini saya share bentuk penipuan yang mereka lakukan. Tulisan ini saya buat karena kemarin ada di account temen dia apporove seseorang yang foto profilnya cantik, karena penasaran siapa sih dia, akhirnya klik di profil, sapa tahu pernah kenal. Ternyata di halaman about dia ditulis cara mendapatkan password itu. Berhubung saya kesejariannya kerja di IT UGM ya saya tahu dong kalau itu tipuan. Makanya saya share saja agar yang belum tahu jadi tahu dengan modus ini. Jelas sekali dia buat email dengan domain yahoo untuk mengelabuhi orang.
     
    Saya sangat yakin sekali jika account FB orang tersebut juga palsu, dan seolah2 membuat testimoni jika cara itu 100% manjur.
     
    Saat baca profilnya penipu itu saya sempet ketawa dengan cara basinya, karena dulu juga kan sering sekali ada tutorial cara bongkar account email yang dihack milik orang lain dengan cara memasukkan email kita beserta passwordnya, lalu email target. Padahal ini kan kedok untuk mendapatkan email orang yang iseng mau hack email temannya.
     
    Saya sendiri sekarang aktif di forum keamanan informasi di beberapa milist dan forum lainnya. Silahkan search id saya adioranye. Saya juga dapat dihubungi di email : adioranye@hackermail.com
     
    -̶̶•-̶̶•̸Ϟ•̸Ƭhank γőυ•̸Ϟ•̸-̶̶•-
     
    Galuh Adi Insani

     

    sarjono2299@kagamavirtual.org Jun 10 11:41PM ^
     
    Saya punya famili di desa sebelah desa Gadel. Masyarakatnya memang suka memaksa, dan memakai falsafah "POKOKE". Kalo tdk sesuai dengan keinginan mayoritas (didominasi etnis tertentu), meskipun benar, pasti ditentang. Kakek saya pernah mengalami kasus pemaksaan oleh sekelompok warga.
    Menurut saya, ada yang salah dalam pendidikan sosial masyarakat. Sekarang tidak ada lembaga yang concern dengan perkembangan sosial masyarakat pinggiran/marginal, sehingga sebagian masyarakat menjadi "liar" seperti warga Gadel tersebut.
     
     
     
    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
     
    -----Original Message-----
    From: eviyan@ptpjb.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Fri, 10 Jun 2011 23:25:42
    To: Alumni<alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] di Indo, jujur malah ajur :(
     
    Balada keluarga jujur. Kejujuran hanya sebuah omongan, bukan untuk dipraktekkan ??!!??
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: "Prapto" <mas.tato@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sat, 11 Jun 2011 06:37:12
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] di Indo, jujur malah ajur :(
     
    http://www.surya.co.id/2011/06/10/ny-siami-si-jujur-yang-malah-ajur
     
    SURABAYA | SURYA - Ny Siami tak pernah membayangkan niat tulus mengajarkan
    kejujuran kepada anaknya malah menuai petaka. Warga Jl Gadel Sari Barat,
    Kecamatan Tandes, Surabaya itu diusir ratusan warga setelah ia melaporkan
    guru SDN Gadel 2 yang memaksa anaknya, Al, memberikan contekan kepada
    teman-temannya saat Unas pada 10-12 Mei 2011 lalu. Bertindak jujur malah
    ajur!
    Teriakan "Usir, usir…tak punya hati nurani" terus menggema di Balai RW 02
    Kelurahan Gadel, Kecamatan Tandes, Surabaya, Kamis (9/6) siang. Ratusan
    orang menuntut Ny Siami meninggalkan kampung. Sementara wanita berkerudung
    biru di depan kerumunan warga itu hanya bisa menangis pilu. Suara permintaan
    maaf Siami yang diucapkan dengan bantuan pengeras suara nyaris tak terdengar
    di tengah gemuruh suara massa yang melontarkan hujatan dan caci maki.
    Keluarga Siami dituding telah mencemarkan nama baik sekolah dan kampung.
    Setidaknya empat kali, warga menggelar aksi unjuk rasa, menghujat tindakan
    Siami. Puncaknya terjadi pada Kamis siang kemarin. Lebih dari 100 warga
    Kampung Gadel Sari dan wali murid SDN Gadel 2 meminta keluarga penjahit itu
    enyah dari kampungnya.
    Padahal, agenda pertemuan tersebut sebenarnya mediasi antara warga dan wali
    murid dengan Siami. Namun, rembukan yang difasilitasi Muspika (Musyarah
    Pimpinan Kecamatan Tandes) itu malah berbuah pengusiran. Mediasi itu sendiri
    digelar untuk menuruti tuntutan warga agar keluarga Siami minta maaf di
    hadapan warga dan wali murid.
    Siami dituding sok pahlawan setelah melaporkan wali kelas anaknya, yang
    diduga merancang kerjasama contek-mencontek dengan menggunakan anaknya
    sebagai sumber contekan.
    Sebelumnya, Siami mengatakan, dirinya baru mengetahui kasus itu pada 16 Mei
    lalu atau empat hari setelah Unas selesai. Itu pun karena diberi tahu wali
    murid lainnya, yang mendapat informasi dari anak-anak mereka bahwa Al,
    anaknya, diplot memberikan contekan. Al sendiri sebelumnya tidak pernah
    menceritakan 'taktik kotor' itu. Namun, akhirnya sambil menangis, Al,
    mengaku. Ia bercerita sejak tiga bulan sebelum Unas sudah dipaksa gurunya
    agar mau memberi contekan kepada seluruh siswa kelas 6. Setelah Al akhirnya
    mau, oknum guru itu diduga menggelar simulasi tentang bagaimana caranya
    memberikan contekan.
    Siami kemudian menemui kepala sekolah. Dalam pertemuan itu, kepala sekolah
    hanya menyampaikan permohonan maaf. Ini tidak memuaskan Siami. Dia
    penasaran, apakah skenario contek-mencontek itu memang didesain pihak
    sekolah, atau hanya dilakukan secara pribadi oleh guru kelas VI.
    Setelah itu, dia mengadu pada Komite Sekolah, namun tidak mendapat respons
    memuaskan, sehingga akhirnya dia melaporkan masalah ini ke Dinas Pendidikan
    serta berbicara kepada media, sehingga kasus itu menjadi perhatian publik.
    Dan perkembangan selanjutnya, warga dan wali murid malah menyalahkan Siami
    dan puncaknya adalah aksi pengusiran terhadap Siami pada Kamis kemarin.
    Situasi panas sebenarnya sudah terasa sehari menjelang pertemuan. Hari Rabu
    (8/6), warga sudah lebih dulu menggeruduk rumah Siami di Jl Gadel Sari
    Barat.
    Demo itu mendesak Ny Siami meminta maaf secara terbuka. Namun, Siami
    berjanji menyampaikannya, Kamis.
    Pertemuan juga dihadiri Ketua Tim Independen, Prof Daniel M Rosyid, Ketua
    Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dindik Tandes, Dakah Wahyudi, Komite Sekolah,
    dan sejumlah anggota DPRD Kota Surabaya. Satu jam menjelang mediasi, sudah
    banyak massa terkonsentrasi di beberapa gang.
    Pukul 09.00 WIB, tampak Ny Siami ditemani kakak dan suaminya, Widodo dan
    Saki Edi Purnomo mendatangi Balai RW. Mereka berjalan kaki karena jarak
    rumah dengan balai pertemuan ini sekitar 100 meter. Massa yang sudah
    menyemut di sekitar balai RW langsung menghujat keluarga Siami.
    Mereka langsung mengepung keluarga ini. Beberapa polisi yang sebelumnya
    memang bersiaga langsung bertindak. Mereka melindungi keluarga ini untuk
    menuju ruang Balai RW. Warga kian menyemut dan terus memadati balai
    pertemuan. Ratusan warga terus merangsek. Salah satu ibu nekat menerobos.
    Namun, karena yang diizinkan masuk adalah perwakilan warga, perempuan ini
    harus digelandang keluar oleh petugas.
    Mediasi diawali dengan mendengarkan pernyataan Kepala UPT Tandes, Dakah
    Wahyudi. Ia menyatakan bahwa seluruh kelas VI SDN Gadel 2 tidak akan kena
    sanksi mengulang Unas. Ucapan Dakah sedikit membuat warga tenang. Namun,
    situasi kembali memanas. Apalagi Ny Siami tidak segera diberi kesempatan
    menyampaikan permintaan maaf secara langsung.
    Kemudian warga diminta kembali mendengarkan paparan yang disampaikan Prof
    Daniel Rosyid. Ketua tim independen pencari fakta bentukan Wali Kota
    Surabaya Tri Rismaharini ini berusaha menyejukkan warga dengan menyebut
    dirinya asli Solo. Dikatakan bahwa Solo, Surabaya adalah juga Indonesia,
    sehingga setiap warga tidak berhak mengusir warga Indonesia.
    Kemudian dia berusaha berdialog santai dengan warga. Ada salah satu warga
    menyeletuk. "Kalau kita dikatakan menyontek massal. Lantas, kenapa saat
    menyontek pengawas membiarkannya," ucap salah satu ibu yang mendapat
    tepukan meriah warga lain.
    Warga juga menyatakan bahwa menyontek sudah terjadi di mana-mana dan wajar
    dilakukan siswa agar bisa lulus. Mendengar hal ini, Daniel kemudian
    memperingatkan bahwa perbuatan menyontek adalah budaya buruk. Di masyarakat
    manapun, perbuatan curang dan tidak jujur ini tidak bisa ditoleransi.
    "Menyontek adalah awal dari korupsi. Jika perbuatan curang ini sudah
    dianggap biasa, maka ini akan membuka perilaku yang lebih menghancurkan
    masyarakat. Tentu tidak ada yang mau demikian," sindir Daniel.
    Kemudian mediasi dilanjutkan dengan menghadirkan Kepala SDN Gadel 2,
    Sukatman. Akibat kasus contekan massal di sekolahnya, Sukatman dan dua guru
    kelas VI dicopot. Sukatman menyampaikan permintaan maaf kepada wali murid.
    Namun wali murid menyambut dengan teriakan bahwa Sukatman tidak salah. Yang
    dianggap salah adalah keluarga Siami karena membesar-besarkan masalah. Warga
    pun kembali berteriak "usir… usir". Namun warga mulai tenang karena
    Sukatman tempak menghampiri Ny Siami dan suaminya. Mantan Kasek ini langsung
    meraih tangan ibunda Al dan saling meminta maaf. Namun, setelah itu warga
    kembali riuh rendah.
    Setelah Siami diberi kesempatan berbicara, keributan langsung pecah. Suara
    massa di luar balai RW terus membahana, menghujat keluarga Siami. Padahal
    saat itu, Siami sedang menyiapkan mental dengan berdiri di hadapan warga.
    Meski sudah berusaha tegar, namun ibu dua anak ini mulai lemah. Dia tampak
    berdiri merunduk sementara kedua matanya sudah mengeluarkan air mata. "Saya
    minta maaf kepada semua warga…" ucap Siami yang tak sanggup lagi
    meneruskan kalimatnya.
    Namun, sang suami terus membimbing, membuat perempuan ini kembali
    melanjutkan pernyataan maaf. Namun, suasana kian ricuh karena massa terus
    berteriak "usir". Baik petugas polisi dan tokoh masyarakat berusaha
    menenangkan situasi. Baru kemudian kembali terdengar suara Siami.
    Dengan tangan gemetar dan ketegaran yang dipaksakan, Siami kembali berucap,
    "Saya tidak menyangka permasalahan akan seperti ini. Saya hanya ingin
    kejujuran ada pada anak saya. Saya sebelumnya sudah berusaha menyelesaikan
    persoalan dengan baik-baik."
    Pernyataan tulus Siami tidak juga membuat massa tenang, sampai akhirnya
    polisi memutuskan untuk mengevakuasi Siami dan keluarganya. Siami diarahkan
    ke mobil polisi dengan pengamanan pagar betis. Namun massa tetap berusaha
    merangsek, ingin meraih tubuh Siami. Sejumlah warga bahkan sempat
    menarik-narik kerudung Siami hingga hampir terlepas. Siami akhirnya berhasil
    diamankan ke Mapolsek Tandes.
    Baik Ny Siami dan suaminya enggan memberi komentar usai kericuhan. Namun,
    kakak kandung Siami, Saki, mengakui bahwa adiknya saat ini dalam tekanan
    yang luar biasa. "Dia tak tahan lagi dengan tekanan warga. Sampai tidak mau
    makan hari-hari ini. Nanti kami akan merasa tenang jika di Gresik," kata
    Saki. Benjeng, Gresik adalah daerah asal Siami. Saat ini Al, anak Siami yang
    dipaksa memberi contekan, juga diungsikan ke Benjeng setelah rumahnya
    beberapa kali didemo warga.
    Sementara itu, Ny Leni, perwakilan warga menyatakan bahwa pihaknya masih
    akan terus menuntut agar tiga guru yang dicopot tetap mengajar di SDN Gadel
    2 dan menuntut Siami bertanggung jawab.
    Budaya sakit
    Prof Daniel M Rosyid yang juga Penasihat Dewan Pendidikan Jatim, menyesalkan
    tindakan warga Gadel yang berencana mengusir keluarga Siami, ibunda Al.
    "Tuntutan warga untuk mengusir keluarga Al tidak masuk akal. Itu tidak bisa
    dituruti," katanya.
    Daniel menilai tuntutan warga tersebut sudah tidak rasional. Perbuatan benar
    yang dilakukan ibu Al, Siami, dinilai warga justru malah salah. Tindakan
    menyontek rupanya sudah mengakar dan menjadi kebiasaan bahkan budaya di
    masyarakat. "Warga ternyata sakit," katanya.
    Lagi pula Kepala Sekolah Sukatman dan dua guru kelas VI, Fatkhur Rohman dan
    Prayitno, sudah legowo dan menerima keputusan sanksi yang diberikan. "Saya
    kira ini kalau dibiarkan masyarakat akan sakit terus. Orang jujur malah
    ajur, ini harus kita cegah," papar Daniel.
    Sebelumnya, hasil tim independen pimpinan Daniel Rosyid menyampaikan
    temuannya bahwa Al, anak Siami, memang diintimidasi guru sehingga mau
    memberikan contekan. Namun, tim tidak menemukan cukup bukti sehingga Unas di
    SDN Gadel 2 perlu diulang. Alasannya tim independen tidak menemukan hasil
    jawaban Unas yang sistemik sama, dan nilai Unas pun hasilnya tidak sama. Al
    ternyata membuat contekan yang diplesetkan. Al tidak seluruhnya memberikan
    jawaban yang benar. Dan kawannya pun tidak sepenuhnya percaya dengan jawaban
    Al. Sehingga hasil ujian tidak sama.
    Selain itu tim juga mempertimbangkan Unas ulang akan memberatkan siswa dan
    wali murid. Sanksi yang direkomendasikan yakni sanksi administratif dari
    Pemkot Surabaya kepada guru yang melakukan intimidasi kepada Al.
    Berdasarkan temuan tim independen ditambah pemeriksaan Inspektorat Pemkot
    Surabaya itulah, Wali Kota Tri Rismaharini akhirnya mencopot Kepala Sekolah
    SDN Gadel 2 Sukatman dan dua guru kelas VI Fatkhur Rohman dan Prayitno.
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    eviyan@ptpjb.com Jun 11 12:03AM ^
     
    Kondisi masyarakat adalah cermin pemerintahan, ...
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: sarjono2299@kagamavirtual.org
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Fri, 10 Jun 2011 23:41:16
    To: Milis Kagama<alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] di Indo, jujur malah ajur :(
     
    Saya punya famili di desa sebelah desa Gadel. Masyarakatnya memang suka memaksa, dan memakai falsafah "POKOKE". Kalo tdk sesuai dengan keinginan mayoritas (didominasi etnis tertentu), meskipun benar, pasti ditentang. Kakek saya pernah mengalami kasus pemaksaan oleh sekelompok warga.
    Menurut saya, ada yang salah dalam pendidikan sosial masyarakat. Sekarang tidak ada lembaga yang concern dengan perkembangan sosial masyarakat pinggiran/marginal, sehingga sebagian masyarakat menjadi "liar" seperti warga Gadel tersebut.
     
     
     
    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
     
    -----Original Message-----
    From: eviyan@ptpjb.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Fri, 10 Jun 2011 23:25:42
    To: Alumni<alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] di Indo, jujur malah ajur :(
     
    Balada keluarga jujur. Kejujuran hanya sebuah omongan, bukan untuk dipraktekkan ??!!??
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: "Prapto" <mas.tato@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sat, 11 Jun 2011 06:37:12
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] di Indo, jujur malah ajur :(
     
    http://www.surya.co.id/2011/06/10/ny-siami-si-jujur-yang-malah-ajur
     
    SURABAYA | SURYA - Ny Siami tak pernah membayangkan niat tulus mengajarkan
    kejujuran kepada anaknya malah menuai petaka. Warga Jl Gadel Sari Barat,
    Kecamatan Tandes, Surabaya itu diusir ratusan warga setelah ia melaporkan
    guru SDN Gadel 2 yang memaksa anaknya, Al, memberikan contekan kepada
    teman-temannya saat Unas pada 10-12 Mei 2011 lalu. Bertindak jujur malah
    ajur!
    Teriakan "Usir, usir…tak punya hati nurani" terus menggema di Balai RW 02
    Kelurahan Gadel, Kecamatan Tandes, Surabaya, Kamis (9/6) siang. Ratusan
    orang menuntut Ny Siami meninggalkan kampung. Sementara wanita berkerudung
    biru di depan kerumunan warga itu hanya bisa menangis pilu. Suara permintaan
    maaf Siami yang diucapkan dengan bantuan pengeras suara nyaris tak terdengar
    di tengah gemuruh suara massa yang melontarkan hujatan dan caci maki.
    Keluarga Siami dituding telah mencemarkan nama baik sekolah dan kampung.
    Setidaknya empat kali, warga menggelar aksi unjuk rasa, menghujat tindakan
    Siami. Puncaknya terjadi pada Kamis siang kemarin. Lebih dari 100 warga
    Kampung Gadel Sari dan wali murid SDN Gadel 2 meminta keluarga penjahit itu
    enyah dari kampungnya.
    Padahal, agenda pertemuan tersebut sebenarnya mediasi antara warga dan wali
    murid dengan Siami. Namun, rembukan yang difasilitasi Muspika (Musyarah
    Pimpinan Kecamatan Tandes) itu malah berbuah pengusiran. Mediasi itu sendiri
    digelar untuk menuruti tuntutan warga agar keluarga Siami minta maaf di
    hadapan warga dan wali murid.
    Siami dituding sok pahlawan setelah melaporkan wali kelas anaknya, yang
    diduga merancang kerjasama contek-mencontek dengan menggunakan anaknya
    sebagai sumber contekan.
    Sebelumnya, Siami mengatakan, dirinya baru mengetahui kasus itu pada 16 Mei
    lalu atau empat hari setelah Unas selesai. Itu pun karena diberi tahu wali
    murid lainnya, yang mendapat informasi dari anak-anak mereka bahwa Al,
    anaknya, diplot memberikan contekan. Al sendiri sebelumnya tidak pernah
    menceritakan 'taktik kotor' itu. Namun, akhirnya sambil menangis, Al,
    mengaku. Ia bercerita sejak tiga bulan sebelum Unas sudah dipaksa gurunya
    agar mau memberi contekan kepada seluruh siswa kelas 6. Setelah Al akhirnya
    mau, oknum guru itu diduga menggelar simulasi tentang bagaimana caranya
    memberikan contekan.
    Siami kemudian menemui kepala sekolah. Dalam pertemuan itu, kepala sekolah
    hanya menyampaikan permohonan maaf. Ini tidak memuaskan Siami. Dia
    penasaran, apakah skenario contek-mencontek itu memang didesain pihak
    sekolah, atau hanya dilakukan secara pribadi oleh guru kelas VI.
    Setelah itu, dia mengadu pada Komite Sekolah, namun tidak mendapat respons
    memuaskan, sehingga akhirnya dia melaporkan masalah ini ke Dinas Pendidikan
    serta berbicara kepada media, sehingga kasus itu menjadi perhatian publik.
    Dan perkembangan selanjutnya, warga dan wali murid malah menyalahkan Siami
    dan puncaknya adalah aksi pengusiran terhadap Siami pada Kamis kemarin.
    Situasi panas sebenarnya sudah terasa sehari menjelang pertemuan. Hari Rabu
    (8/6), warga sudah lebih dulu menggeruduk rumah Siami di Jl Gadel Sari
    Barat.
    Demo itu mendesak Ny Siami meminta maaf secara terbuka. Namun, Siami
    berjanji menyampaikannya, Kamis.
    Pertemuan juga dihadiri Ketua Tim Independen, Prof Daniel M Rosyid, Ketua
    Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dindik Tandes, Dakah Wahyudi, Komite Sekolah,
    dan sejumlah anggota DPRD Kota Surabaya. Satu jam menjelang mediasi, sudah
    banyak massa terkonsentrasi di beberapa gang.
    Pukul 09.00 WIB, tampak Ny Siami ditemani kakak dan suaminya, Widodo dan
    Saki Edi Purnomo mendatangi Balai RW. Mereka berjalan kaki karena jarak
    rumah dengan balai pertemuan ini sekitar 100 meter. Massa yang sudah
    menyemut di sekitar balai RW langsung menghujat keluarga Siami.
    Mereka langsung mengepung keluarga ini. Beberapa polisi yang sebelumnya
    memang bersiaga langsung bertindak. Mereka melindungi keluarga ini untuk
    menuju ruang Balai RW. Warga kian menyemut dan terus memadati balai
    pertemuan. Ratusan warga terus merangsek. Salah satu ibu nekat menerobos.
    Namun, karena yang diizinkan masuk adalah perwakilan warga, perempuan ini
    harus digelandang keluar oleh petugas.
    Mediasi diawali dengan mendengarkan pernyataan Kepala UPT Tandes, Dakah
    Wahyudi. Ia menyatakan bahwa seluruh kelas VI SDN Gadel 2 tidak akan kena
    sanksi mengulang Unas. Ucapan Dakah sedikit membuat warga tenang. Namun,
    situasi kembali memanas. Apalagi Ny Siami tidak segera diberi kesempatan
    menyampaikan permintaan maaf secara langsung.
    Kemudian warga diminta kembali mendengarkan paparan yang disampaikan Prof
    Daniel Rosyid. Ketua tim independen pencari fakta bentukan Wali Kota
    Surabaya Tri Rismaharini ini berusaha menyejukkan warga dengan menyebut
    dirinya asli Solo. Dikatakan bahwa Solo, Surabaya adalah juga Indonesia,
    sehingga setiap warga tidak berhak mengusir warga Indonesia.
    Kemudian dia berusaha berdialog santai dengan warga. Ada salah satu warga
    menyeletuk. "Kalau kita dikatakan menyontek massal. Lantas, kenapa saat
    menyontek pengawas membiarkannya," ucap salah satu ibu yang mendapat
    tepukan meriah warga lain.
    Warga juga menyatakan bahwa menyontek sudah terjadi di mana-mana dan wajar
    dilakukan siswa agar bisa lulus. Mendengar hal ini, Daniel kemudian
    memperingatkan bahwa perbuatan menyontek adalah budaya buruk. Di masyarakat
    manapun, perbuatan curang dan tidak jujur ini tidak bisa ditoleransi.
    "Menyontek adalah awal dari korupsi. Jika perbuatan curang ini sudah
    dianggap biasa, maka ini akan membuka perilaku yang lebih menghancurkan
    masyarakat. Tentu tidak ada yang mau demikian," sindir Daniel.
    Kemudian mediasi dilanjutkan dengan menghadirkan Kepala SDN Gadel 2,
    Sukatman. Akibat kasus contekan massal di sekolahnya, Sukatman dan dua guru
    kelas VI dicopot. Sukatman menyampaikan permintaan maaf kepada wali murid.
    Namun wali murid menyambut dengan teriakan bahwa Sukatman tidak salah. Yang
    dianggap salah adalah keluarga Siami karena membesar-besarkan masalah. Warga
    pun kembali berteriak "usir… usir". Namun warga mulai tenang karena
    Sukatman tempak menghampiri Ny Siami dan suaminya. Mantan Kasek ini langsung
    meraih tangan ibunda Al dan saling meminta maaf. Namun, setelah itu warga
    kembali riuh rendah.
    Setelah Siami diberi kesempatan berbicara, keributan langsung pecah. Suara
    massa di luar balai RW terus membahana, menghujat keluarga Siami. Padahal
    saat itu, Siami sedang menyiapkan mental dengan berdiri di hadapan warga.
    Meski sudah berusaha tegar, namun ibu dua anak ini mulai lemah. Dia tampak
    berdiri merunduk sementara kedua matanya sudah mengeluarkan air mata. "Saya
    minta maaf kepada semua warga…" ucap Siami yang tak sanggup lagi
    meneruskan kalimatnya.
    Namun, sang suami terus membimbing, membuat perempuan ini kembali
    melanjutkan pernyataan maaf. Namun, suasana kian ricuh karena massa terus
    berteriak "usir". Baik petugas polisi dan tokoh masyarakat berusaha
    menenangkan situasi. Baru kemudian kembali terdengar suara Siami.
    Dengan tangan gemetar dan ketegaran yang dipaksakan, Siami kembali berucap,
    "Saya tidak menyangka permasalahan akan seperti ini. Saya hanya ingin
    kejujuran ada pada anak saya. Saya sebelumnya sudah berusaha menyelesaikan
    persoalan dengan baik-baik."
    Pernyataan tulus Siami tidak juga membuat massa tenang, sampai akhirnya
    polisi memutuskan untuk mengevakuasi Siami dan keluarganya. Siami diarahkan
    ke mobil polisi dengan pengamanan pagar betis. Namun massa tetap berusaha
    merangsek, ingin meraih tubuh Siami. Sejumlah warga bahkan sempat
    menarik-narik kerudung Siami hingga hampir terlepas. Siami akhirnya berhasil
    diamankan ke Mapolsek Tandes.
    Baik Ny Siami dan suaminya enggan memberi komentar usai kericuhan. Namun,
    kakak kandung Siami, Saki, mengakui bahwa adiknya saat ini dalam tekanan
    yang luar biasa. "Dia tak tahan lagi dengan tekanan warga. Sampai tidak mau
    makan hari-hari ini. Nanti kami akan merasa tenang jika di Gresik," kata
    Saki. Benjeng, Gresik adalah daerah asal Siami. Saat ini Al, anak Siami yang
    dipaksa memberi contekan, juga diungsikan ke Benjeng setelah rumahnya
    beberapa kali didemo warga.
    Sementara itu, Ny Leni, perwakilan warga menyatakan bahwa pihaknya masih
    akan terus menuntut agar tiga guru yang dicopot tetap mengajar di SDN Gadel
    2 dan menuntut Siami bertanggung jawab.
    Budaya sakit
    Prof Daniel M Rosyid yang juga Penasihat Dewan Pendidikan Jatim, menyesalkan
    tindakan warga Gadel yang berencana mengusir keluarga Siami, ibunda Al.
    "Tuntutan warga untuk mengusir keluarga Al tidak masuk akal. Itu tidak bisa
    dituruti," katanya.
    Daniel menilai tuntutan warga tersebut sudah tidak rasional. Perbuatan benar
    yang dilakukan ibu Al, Siami, dinilai warga justru malah salah. Tindakan
    menyontek rupanya sudah mengakar dan menjadi kebiasaan bahkan budaya di
    masyarakat. "Warga ternyata sakit," katanya.
    Lagi pula Kepala Sekolah Sukatman dan dua guru kelas VI, Fatkhur Rohman dan
    Prayitno, sudah legowo dan menerima keputusan sanksi yang diberikan. "Saya
    kira ini kalau dibiarkan masyarakat akan sakit terus. Orang jujur malah
    ajur, ini harus kita cegah," papar Daniel.
    Sebelumnya, hasil tim independen pimpinan Daniel Rosyid menyampaikan
    temuannya bahwa Al, anak Siami, memang diintimidasi guru sehingga mau
    memberikan contekan. Namun, tim tidak menemukan cukup bukti sehingga Unas di
    SDN Gadel 2 perlu diulang. Alasannya tim independen tidak menemukan hasil
    jawaban Unas yang sistemik sama, dan nilai Unas pun hasilnya tidak sama. Al
    ternyata membuat contekan yang diplesetkan. Al tidak seluruhnya memberikan
    jawaban yang benar. Dan kawannya pun tidak sepenuhnya percaya dengan jawaban
    Al. Sehingga hasil ujian tidak sama.
    Selain itu tim juga mempertimbangkan Unas ulang akan memberatkan siswa dan
    wali murid. Sanksi yang direkomendasikan yakni sanksi administratif dari
    Pemkot Surabaya kepada guru yang melakukan intimidasi kepada Al.
    Berdasarkan temuan tim independen ditambah pemeriksaan Inspektorat Pemkot
    Surabaya itulah, Wali Kota Tri Rismaharini akhirnya mencopot Kepala Sekolah
    SDN Gadel 2 Sukatman dan dua guru kelas VI Fatkhur Rohman dan Prayitno.
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    "Ebes Defry" <yusdanial@gmail.com> Jun 11 12:46AM ^
     
    Ini adalaha sedikit cermin budaya masyarakat kita...
     
    Rame2 teriak gantung koruptor, hujat koruptor.
     
    Namun dibalik itu, didalam hatinya masih permisif sama budaya korupsi...
     
    Jadi Hukuman hanya ditujukan karena faktor dendam sama sang koruptornya saja dan bukan dalam rangka membasmi budaya korup itu sendiri.
     
    Ironi memang..
     
     
     
    http://yusdanial.blogspot.com
     
    -----Original Message-----
    From: "Prapto" <mas.tato@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sat, 11 Jun 2011 06:37:12
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] di Indo, jujur malah ajur :(
     
    http://www.surya.co.id/2011/06/10/ny-siami-si-jujur-yang-malah-ajur
     
    SURABAYA | SURYA - Ny Siami tak pernah membayangkan niat tulus mengajarkan
    kejujuran kepada anaknya malah menuai petaka. Warga Jl Gadel Sari Barat,
    Kecamatan Tandes, Surabaya itu diusir ratusan warga setelah ia melaporkan
    guru SDN Gadel 2 yang memaksa anaknya, Al, memberikan contekan kepada
    teman-temannya saat Unas pada 10-12 Mei 2011 lalu. Bertindak jujur malah
    ajur!
    Teriakan "Usir, usir…tak punya hati nurani" terus menggema di Balai RW 02
    Kelurahan Gadel, Kecamatan Tandes, Surabaya, Kamis (9/6) siang. Ratusan
    orang menuntut Ny Siami meninggalkan kampung. Sementara wanita berkerudung
    biru di depan kerumunan warga itu hanya bisa menangis pilu. Suara permintaan
    maaf Siami yang diucapkan dengan bantuan pengeras suara nyaris tak terdengar
    di tengah gemuruh suara massa yang melontarkan hujatan dan caci maki.
    Keluarga Siami dituding telah mencemarkan nama baik sekolah dan kampung.
    Setidaknya empat kali, warga menggelar aksi unjuk rasa, menghujat tindakan
    Siami. Puncaknya terjadi pada Kamis siang kemarin. Lebih dari 100 warga
    Kampung Gadel Sari dan wali murid SDN Gadel 2 meminta keluarga penjahit itu
    enyah dari kampungnya.
    Padahal, agenda pertemuan tersebut sebenarnya mediasi antara warga dan wali
    murid dengan Siami. Namun, rembukan yang difasilitasi Muspika (Musyarah
    Pimpinan Kecamatan Tandes) itu malah berbuah pengusiran. Mediasi itu sendiri
    digelar untuk menuruti tuntutan warga agar keluarga Siami minta maaf di
    hadapan warga dan wali murid.
    Siami dituding sok pahlawan setelah melaporkan wali kelas anaknya, yang
    diduga merancang kerjasama contek-mencontek dengan menggunakan anaknya
    sebagai sumber contekan.
    Sebelumnya, Siami mengatakan, dirinya baru mengetahui kasus itu pada 16 Mei
    lalu atau empat hari setelah Unas selesai. Itu pun karena diberi tahu wali
    murid lainnya, yang mendapat informasi dari anak-anak mereka bahwa Al,
    anaknya, diplot memberikan contekan. Al sendiri sebelumnya tidak pernah
    menceritakan 'taktik kotor' itu. Namun, akhirnya sambil menangis, Al,
    mengaku. Ia bercerita sejak tiga bulan sebelum Unas sudah dipaksa gurunya
    agar mau memberi contekan kepada seluruh siswa kelas 6. Setelah Al akhirnya
    mau, oknum guru itu diduga menggelar simulasi tentang bagaimana caranya
    memberikan contekan.
    Siami kemudian menemui kepala sekolah. Dalam pertemuan itu, kepala sekolah
    hanya menyampaikan permohonan maaf. Ini tidak memuaskan Siami. Dia
    penasaran, apakah skenario contek-mencontek itu memang didesain pihak
    sekolah, atau hanya dilakukan secara pribadi oleh guru kelas VI.
    Setelah itu, dia mengadu pada Komite Sekolah, namun tidak mendapat respons
    memuaskan, sehingga akhirnya dia melaporkan masalah ini ke Dinas Pendidikan
    serta berbicara kepada media, sehingga kasus itu menjadi perhatian publik.
    Dan perkembangan selanjutnya, warga dan wali murid malah menyalahkan Siami
    dan puncaknya adalah aksi pengusiran terhadap Siami pada Kamis kemarin.
    Situasi panas sebenarnya sudah terasa sehari menjelang pertemuan. Hari Rabu
    (8/6), warga sudah lebih dulu menggeruduk rumah Siami di Jl Gadel Sari
    Barat.
    Demo itu mendesak Ny Siami meminta maaf secara terbuka. Namun, Siami
    berjanji menyampaikannya, Kamis.
    Pertemuan juga dihadiri Ketua Tim Independen, Prof Daniel M Rosyid, Ketua
    Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dindik Tandes, Dakah Wahyudi, Komite Sekolah,
    dan sejumlah anggota DPRD Kota Surabaya. Satu jam menjelang mediasi, sudah
    banyak massa terkonsentrasi di beberapa gang.
    Pukul 09.00 WIB, tampak Ny Siami ditemani kakak dan suaminya, Widodo dan
    Saki Edi Purnomo mendatangi Balai RW. Mereka berjalan kaki karena jarak
    rumah dengan balai pertemuan ini sekitar 100 meter. Massa yang sudah
    menyemut di sekitar balai RW langsung menghujat keluarga Siami.
    Mereka langsung mengepung keluarga ini. Beberapa polisi yang sebelumnya
    memang bersiaga langsung bertindak. Mereka melindungi keluarga ini untuk
    menuju ruang Balai RW. Warga kian menyemut dan terus memadati balai
    pertemuan. Ratusan warga terus merangsek. Salah satu ibu nekat menerobos.
    Namun, karena yang diizinkan masuk adalah perwakilan warga, perempuan ini
    harus digelandang keluar oleh petugas.
    Mediasi diawali dengan mendengarkan pernyataan Kepala UPT Tandes, Dakah
    Wahyudi. Ia menyatakan bahwa seluruh kelas VI SDN Gadel 2 tidak akan kena
    sanksi mengulang Unas. Ucapan Dakah sedikit membuat warga tenang. Namun,
    situasi kembali memanas. Apalagi Ny Siami tidak segera diberi kesempatan
    menyampaikan permintaan maaf secara langsung.
    Kemudian warga diminta kembali mendengarkan paparan yang disampaikan Prof
    Daniel Rosyid. Ketua tim independen pencari fakta bentukan Wali Kota
    Surabaya Tri Rismaharini ini berusaha menyejukkan warga dengan menyebut
    dirinya asli Solo. Dikatakan bahwa Solo, Surabaya adalah juga Indonesia,
    sehingga setiap warga tidak berhak mengusir warga Indonesia.
    Kemudian dia berusaha berdialog santai dengan warga. Ada salah satu warga
    menyeletuk. "Kalau kita dikatakan menyontek massal. Lantas, kenapa saat
    menyontek pengawas membiarkannya," ucap salah satu ibu yang mendapat
    tepukan meriah warga lain.
    Warga juga menyatakan bahwa menyontek sudah terjadi di mana-mana dan wajar
    dilakukan siswa agar bisa lulus. Mendengar hal ini, Daniel kemudian
    memperingatkan bahwa perbuatan menyontek adalah budaya buruk. Di masyarakat
    manapun, perbuatan curang dan tidak jujur ini tidak bisa ditoleransi.
    "Menyontek adalah awal dari korupsi. Jika perbuatan curang ini sudah
    dianggap biasa, maka ini akan membuka perilaku yang lebih menghancurkan
    masyarakat. Tentu tidak ada yang mau demikian," sindir Daniel.
    Kemudian mediasi dilanjutkan dengan menghadirkan Kepala SDN Gadel 2,
    Sukatman. Akibat kasus contekan massal di sekolahnya, Sukatman dan dua guru
    kelas VI dicopot. Sukatman menyampaikan permintaan maaf kepada wali murid.
    Namun wali murid menyambut dengan teriakan bahwa Sukatman tidak salah. Yang
    dianggap salah adalah keluarga Siami karena membesar-besarkan masalah. Warga
    pun kembali berteriak "usir… usir". Namun warga mulai tenang karena
    Sukatman tempak menghampiri Ny Siami dan suaminya. Mantan Kasek ini langsung
    meraih tangan ibunda Al dan saling meminta maaf. Namun, setelah itu warga
    kembali riuh rendah.
    Setelah Siami diberi kesempatan berbicara, keributan langsung pecah. Suara
    massa di luar balai RW terus membahana, menghujat keluarga Siami. Padahal
    saat itu, Siami sedang menyiapkan mental dengan berdiri di hadapan warga.
    Meski sudah berusaha tegar, namun ibu dua anak ini mulai lemah. Dia tampak
    berdiri merunduk sementara kedua matanya sudah mengeluarkan air mata. "Saya
    minta maaf kepada semua warga…" ucap Siami yang tak sanggup lagi
    meneruskan kalimatnya.
    Namun, sang suami terus membimbing, membuat perempuan ini kembali
    melanjutkan pernyataan maaf. Namun, suasana kian ricuh karena massa terus
    berteriak "usir". Baik petugas polisi dan tokoh masyarakat berusaha
    menenangkan situasi. Baru kemudian kembali terdengar suara Siami.
    Dengan tangan gemetar dan ketegaran yang dipaksakan, Siami kembali berucap,
    "Saya tidak menyangka permasalahan akan seperti ini. Saya hanya ingin
    kejujuran ada pada anak saya. Saya sebelumnya sudah berusaha menyelesaikan
    persoalan dengan baik-baik."
    Pernyataan tulus Siami tidak juga membuat massa tenang, sampai akhirnya
    polisi memutuskan untuk mengevakuasi Siami dan keluarganya. Siami diarahkan
    ke mobil polisi dengan pengamanan pagar betis. Namun massa tetap berusaha
    merangsek, ingin meraih tubuh Siami. Sejumlah warga bahkan sempat
    menarik-narik kerudung Siami hingga hampir terlepas. Siami akhirnya berhasil
    diamankan ke Mapolsek Tandes.
    Baik Ny Siami dan suaminya enggan memberi komentar usai kericuhan. Namun,
    kakak kandung Siami, Saki, mengakui bahwa adiknya saat ini dalam tekanan
    yang luar biasa. "Dia tak tahan lagi dengan tekanan warga. Sampai tidak mau
    makan hari-hari ini. Nanti kami akan merasa tenang jika di Gresik," kata
    Saki. Benjeng, Gresik adalah daerah asal Siami. Saat ini Al, anak Siami yang
    dipaksa memberi contekan, juga diungsikan ke Benjeng setelah rumahnya
    beberapa kali didemo warga.
    Sementara itu, Ny Leni, perwakilan warga menyatakan bahwa pihaknya masih
    akan terus menuntut agar tiga guru yang dicopot tetap mengajar di SDN Gadel
    2 dan menuntut Siami bertanggung jawab.
    Budaya sakit
    Prof Daniel M Rosyid yang juga Penasihat Dewan Pendidikan Jatim, menyesalkan
    tindakan warga Gadel yang berencana mengusir keluarga Siami, ibunda Al.
    "Tuntutan warga untuk mengusir keluarga Al tidak masuk akal. Itu tidak bisa
    dituruti," katanya.
    Daniel menilai tuntutan warga tersebut sudah tidak rasional. Perbuatan benar
    yang dilakukan ibu Al, Siami, dinilai warga justru malah salah. Tindakan
    menyontek rupanya sudah mengakar dan menjadi kebiasaan bahkan budaya di
    masyarakat. "Warga ternyata sakit," katanya.
    Lagi pula Kepala Sekolah Sukatman dan dua guru kelas VI, Fatkhur Rohman dan
    Prayitno, sudah legowo dan menerima keputusan sanksi yang diberikan. "Saya
    kira ini kalau dibiarkan masyarakat akan sakit terus. Orang jujur malah
    ajur, ini harus kita cegah," papar Daniel.
    Sebelumnya, hasil tim independen pimpinan Daniel Rosyid menyampaikan
    temuannya bahwa Al, anak Siami, memang diintimidasi guru sehingga mau
    memberikan contekan. Namun, tim tidak menemukan cukup bukti sehingga Unas di
    SDN Gadel 2 perlu diulang. Alasannya tim independen tidak menemukan hasil
    jawaban Unas yang sistemik sama, dan nilai Unas pun hasilnya tidak sama. Al
    ternyata membuat contekan yang diplesetkan. Al tidak seluruhnya memberikan
    jawaban yang benar. Dan kawannya pun tidak sepenuhnya percaya dengan jawaban
    Al. Sehingga hasil ujian tidak sama.
    Selain itu tim juga mempertimbangkan Unas ulang akan memberatkan siswa dan
    wali murid. Sanksi yang direkomendasikan yakni sanksi administratif dari
    Pemkot Surabaya kepada guru yang melakukan intimidasi kepada Al.
    Berdasarkan temuan tim independen ditambah pemeriksaan Inspektorat Pemkot
    Surabaya itulah, Wali Kota Tri Rismaharini akhirnya mencopot Kepala Sekolah
    SDN Gadel 2 Sukatman dan dua guru kelas VI Fatkhur Rohman dan Prayitno.
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    andirahmah91@yahoo.com Jun 12 01:56AM ^
     
    Terima kasih infonya Mas Prapto, sudah saya teruskan ke ketua fraksi dan meminta beliau utk menginstruksikan aleg dapil Surabaya utk segera bertindak.
     
    Komentar pengantar saya:
     
    guru2 SD itu telah mengajarkan perilaku korupsi dan manipulasi pd murid2nya.
     
    أَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ langsung di respon
    dan beliau menyatakan akan meneruskannya.
    Mudah2an mereka bisa sigap menanganinya.
     
    Cuma sebatas ini yg bisa saya lakukan utk membantu Ibu Siami utk menyelesaikan masalah beliau.
     
     
    Salam,
     
     
    Andi Rahmah
     
    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

     

    Albert Pratama <albert.pratama@gmail.com> Jun 11 08:26AM +0700 ^
     

    > Kondisi masyarakat adalah cermin pemerintahan, ...
     
    Dan pemerintahan adalah cermin dari...?
     
    :-)
     
    Regards,
    Albert

     

    Sinta Sulaiman <sinta.sulaiman@gmail.com> Jun 11 09:21AM +0700 ^
     
    Menyedihkan..turut berdukacita :(
     
    -Sinta Sulaiman-
     
     
     
    --
    Sent from my mobile device

     

    himawanandi@gmail.com Jun 11 02:36AM ^
     
    Selama ini ternyata apa yg dikatakan Mas Eviyan benar.
     
    Masyarakat Indonesia ternyata ada yg munafik. Dan jujur malah ajur. Mendingan manthuk2 ama bos.
     
    Sad but true :(
     
    Sent from my BlackBerry®
    powered by Sinyal Kuat INDOSAT
     
    -----Original Message-----
    From: Sinta Sulaiman <sinta.sulaiman@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sat, 11 Jun 2011 09:21:45
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] di Indo, jujur malah ajur :(
     
    Menyedihkan..turut berdukacita :(
     
    -Sinta Sulaiman-
     
     
     
    --
    Sent from my mobile device
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    Ir R J Taruno Poedjohardjo <tarunopeha@yahoo.com> Jun 10 08:02PM -0700 ^
     
    betul sekali pendapatnya
    maju tak gentar membela yg mbayar dan berkuasa
    he he he .tph
     
     
     
    ________________________________
    From: Ebes Defry <yusdanial@gmail.com>
    To: alumniugm@googlegroups.com
    Sent: Sat, June 11, 2011 7:46:34 AM
    Subject: Re: [kagama] di Indo, jujur malah ajur :(
     
    Ini adalaha sedikit cermin budaya masyarakat kita...
     
    Rame2 teriak gantung koruptor, hujat koruptor.
     
    Namun dibalik itu, didalam hatinya masih permisif sama budaya korupsi...
     
    Jadi Hukuman hanya ditujukan karena faktor dendam sama sang koruptornya saja dan
    bukan dalam rangka membasmi budaya korup itu sendiri.
     
    Ironi memang..
     
     
     
    http://yusdanial.blogspot.com
    ________________________________
     
    From: "Prapto" <mas.tato@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sat, 11 Jun 2011 06:37:12 +0900
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    ReplyTo: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] di Indo, jujur malah ajur :(
     
    http://www.surya.co.id/2011/06/10/ny-siami-si-jujur-yang-malah-ajur

    SURABAYA | SURYA - Ny Siami tak pernah membayangkan niat tulus mengajarkan
    kejujuran kepada anaknya malah menuai petaka. Warga Jl Gadel Sari Barat,
    Kecamatan Tandes, Surabaya itu diusir ratusan warga setelah ia melaporkan guru
    SDN Gadel 2 yang memaksa anaknya, Al, memberikan contekan kepada teman-temannya
    saat Unas pada 10-12 Mei 2011 lalu. Bertindak jujur malah ajur!
    Teriakan "Usir, usir…tak punya hati nurani" terus menggema di Balai RW 02
    Kelurahan Gadel, Kecamatan Tandes, Surabaya, Kamis (9/6) siang. Ratusan orang
    menuntut Ny Siami meninggalkan kampung. Sementara wanita berkerudung biru di
    depan kerumunan warga itu hanya bisa menangis pilu. Suara permintaan maaf Siami
    yang diucapkan dengan bantuan pengeras suara nyaris tak terdengar di tengah
    gemuruh suara massa yang melontarkan hujatan dan caci maki.
    Keluarga Siami dituding telah mencemarkan nama baik sekolah dan kampung.
    Setidaknya empat kali, warga menggelar aksi unjuk rasa, menghujat tindakan
    Siami. Puncaknya terjadi pada Kamis siang kemarin. Lebih dari 100 warga Kampung
    Gadel Sari dan wali murid SDN Gadel 2 meminta keluarga penjahit itu enyah dari
    kampungnya.
    Padahal, agenda pertemuan tersebut sebenarnya mediasi antara warga dan wali
    murid dengan Siami. Namun, rembukan yang difasilitasi Muspika (Musyarah
    Pimpinan Kecamatan Tandes) itu malah berbuah pengusiran. Mediasi itu sendiri
    digelar untuk menuruti tuntutan warga agar keluarga Siami minta maaf di hadapan
    warga dan wali murid.
    Siami dituding sok pahlawan setelah melaporkan wali kelas anaknya, yang diduga
    merancang kerjasama contek-mencontek dengan menggunakan anaknya sebagai sumber
    contekan.
    Sebelumnya, Siami mengatakan, dirinya baru mengetahui kasus itu pada 16 Mei
    lalu atau empat hari setelah Unas selesai. Itu pun karena diberi tahu wali
    murid lainnya, yang mendapat informasi dari anak-anak mereka bahwa Al, anaknya,
    diplot memberikan contekan. Al sendiri sebelumnya tidak pernah menceritakan
    'taktik kotor' itu. Namun, akhirnya sambil menangis, Al, mengaku. Ia bercerita
    sejak tiga bulan sebelum Unas sudah dipaksa gurunya agar mau memberi contekan
    kepada seluruh siswa kelas 6. Setelah Al akhirnya mau, oknum guru itu diduga
    menggelar simulasi tentang bagaimana caranya memberikan contekan.
    Siami kemudian menemui kepala sekolah. Dalam pertemuan itu, kepala sekolah
    hanya menyampaikan permohonan maaf. Ini tidak memuaskan Siami. Dia penasaran,
    apakah skenario contek-mencontek itu memang didesain pihak sekolah, atau hanya
    dilakukan secara pribadi oleh guru kelas VI.
    Setelah itu, dia mengadu pada Komite Sekolah, namun tidak mendapat respons
    memuaskan, sehingga akhirnya dia melaporkan masalah ini ke Dinas Pendidikan
    serta berbicara kepada media, sehingga kasus itu menjadi perhatian publik.
    Dan perkembangan selanjutnya, warga dan wali murid malah menyalahkan Siami dan
    puncaknya adalah aksi pengusiran terhadap Siami pada Kamis kemarin. Situasi
    panas sebenarnya sudah terasa sehari menjelang pertemuan. Hari Rabu (8/6),
    warga sudah lebih dulu menggeruduk rumah Siami di Jl Gadel Sari Barat.
    Demo itu mendesak Ny Siami meminta maaf secara terbuka. Namun, Siami berjanji
    menyampaikannya, Kamis.
    Pertemuan juga dihadiri Ketua Tim Independen, Prof Daniel M Rosyid, Ketua Unit
    Pelaksana Teknis (UPT) Dindik Tandes, Dakah Wahyudi, Komite Sekolah, dan
    sejumlah anggota DPRD Kota Surabaya. Satu jam menjelang mediasi, sudah banyak
    massa terkonsentrasi di beberapa gang.
    Pukul 09.00 WIB, tampak Ny Siami ditemani kakak dan suaminya, Widodo dan Saki
    Edi Purnomo mendatangi Balai RW. Mereka berjalan kaki karena jarak rumah dengan
    balai pertemuan ini sekitar 100 meter. Massa yang sudah menyemut di sekitar
    balai RW langsung menghujat keluarga Siami.
    Mereka langsung mengepung keluarga ini. Beberapa polisi yang sebelumnya memang
    bersiaga langsung bertindak. Mereka melindungi keluarga ini untuk menuju ruang
    Balai RW. Warga kian menyemut dan terus memadati balai pertemuan. Ratusan warga
    terus merangsek. Salah satu ibu nekat menerobos. Namun, karena yang diizinkan
    masuk adalah perwakilan warga, perempuan ini harus digelandang keluar oleh
    petugas.
    Mediasi diawali dengan mendengarkan pernyataan Kepala UPT Tandes, Dakah
    Wahyudi. Ia menyatakan bahwa seluruh kelas VI SDN Gadel 2 tidak akan kena
    sanksi mengulang Unas. Ucapan Dakah sedikit membuat warga tenang. Namun,
    situasi kembali memanas. Apalagi Ny Siami tidak segera diberi kesempatan
    menyampaikan permintaan maaf secara langsung.
    Kemudian warga diminta kembali mendengarkan paparan yang disampaikan Prof
    Daniel Rosyid. Ketua tim independen pencari fakta bentukan Wali Kota Surabaya
    Tri Rismaharini ini berusaha menyejukkan warga dengan menyebut dirinya asli
    Solo. Dikatakan bahwa Solo, Surabaya adalah juga Indonesia, sehingga setiap
    warga tidak berhak mengusir warga Indonesia.
    Kemudian dia berusaha berdialog santai dengan warga. Ada salah satu warga
    menyeletuk. "Kalau kita dikatakan menyontek massal. Lantas, kenapa saat
    menyontek pengawas membiarkannya," ucap salah satu ibu yang mendapat tepukan
    meriah warga lain.
    Warga juga menyatakan bahwa menyontek sudah terjadi di mana-mana dan wajar
    dilakukan siswa agar bisa lulus. Mendengar hal ini, Daniel kemudian
    memperingatkan bahwa perbuatan menyontek adalah budaya buruk. Di masyarakat
    manapun, perbuatan curang dan tidak jujur ini tidak bisa ditoleransi.
    "Menyontek adalah awal dari korupsi. Jika perbuatan curang ini sudah dianggap
    biasa, maka ini akan membuka perilaku yang lebih menghancurkan masyarakat.
    Tentu tidak ada yang mau demikian," sindir Daniel.
    Kemudian mediasi dilanjutkan dengan menghadirkan Kepala SDN Gadel 2, Sukatman.
    Akibat kasus contekan massal di sekolahnya, Sukatman dan dua guru kelas VI
    dicopot. Sukatman menyampaikan permintaan maaf kepada wali murid.
    Namun wali murid menyambut dengan teriakan bahwa Sukatman tidak salah. Yang
    dianggap salah adalah keluarga Siami karena membesar-besarkan masalah. Warga
    pun kembali berteriak "usir… usir". Namun warga mulai tenang karena Sukatman
    tempak menghampiri Ny Siami dan suaminya. Mantan Kasek ini langsung meraih
    tangan ibunda Al dan saling meminta maaf. Namun, setelah itu warga kembali riuh
    rendah.
    Setelah Siami diberi kesempatan berbicara, keributan langsung pecah. Suara
    massa di luar balai RW terus membahana, menghujat keluarga Siami. Padahal saat
    itu, Siami sedang menyiapkan mental dengan berdiri di hadapan warga.
    Meski sudah berusaha tegar, namun ibu dua anak ini mulai lemah. Dia tampak
    berdiri merunduk sementara kedua matanya sudah mengeluarkan air mata. "Saya
    minta maaf kepada semua warga…" ucap Siami yang tak sanggup lagi meneruskan
    kalimatnya.
    Namun, sang suami terus membimbing, membuat perempuan ini kembali melanjutkan
    pernyataan maaf. Namun, suasana kian ricuh karena massa terus berteriak "usir".
    Baik petugas polisi dan tokoh masyarakat berusaha menenangkan situasi. Baru
    kemudian kembali terdengar suara Siami.
    Dengan tangan gemetar dan ketegaran yang dipaksakan, Siami kembali berucap,
    "Saya tidak menyangka permasalahan akan seperti ini. Saya hanya ingin kejujuran
    ada pada anak saya. Saya sebelumnya sudah berusaha menyelesaikan persoalan
    dengan baik-baik."
    Pernyataan tulus Siami tidak juga membuat massa tenang, sampai akhirnya polisi
    memutuskan untuk mengevakuasi Siami dan keluarganya. Siami diarahkan ke mobil
    polisi dengan pengamanan pagar betis. Namun massa tetap berusaha merangsek,
    ingin meraih tubuh Siami. Sejumlah warga bahkan sempat menarik-narik kerudung
    Siami hingga hampir terlepas. Siami akhirnya berhasil diamankan ke Mapolsek
    Tandes.
    Baik Ny Siami dan suaminya enggan memberi komentar usai kericuhan. Namun, kakak
    kandung Siami, Saki, mengakui bahwa adiknya saat ini dalam tekanan yang luar
    biasa. "Dia tak tahan lagi dengan tekanan warga. Sampai tidak mau makan
    hari-hari ini. Nanti kami akan merasa tenang jika di Gresik," kata Saki.
    Benjeng, Gresik adalah daerah asal Siami. Saat ini Al, anak Siami yang dipaksa
    memberi contekan, juga diungsikan ke Benjeng setelah rumahnya beberapa kali
    didemo warga.
    Sementara itu, Ny Leni, perwakilan warga menyatakan bahwa pihaknya masih akan
    terus menuntut agar tiga guru yang dicopot tetap mengajar di SDN Gadel 2 dan
    menuntut Siami bertanggung jawab.
    Budaya sakit
    Prof Daniel M Rosyid yang juga Penasihat Dewan Pendidikan Jatim, menyesalkan
    tindakan warga Gadel yang berencana mengusir keluarga Siami, ibunda Al.
    "Tuntutan warga untuk mengusir keluarga Al tidak masuk akal. Itu tidak bisa
    dituruti," katanya.
    Daniel menilai tuntutan warga tersebut sudah tidak rasional. Perbuatan benar
    yang dilakukan ibu Al, Siami, dinilai warga justru malah salah. Tindakan
    menyontek rupanya sudah mengakar dan menjadi kebiasaan bahkan budaya di
    masyarakat. "Warga ternyata sakit," katanya.
    Lagi pula Kepala Sekolah Sukatman dan dua guru kelas VI, Fatkhur Rohman dan
    Prayitno, sudah legowo dan menerima keputusan sanksi yang diberikan. "Saya kira
    ini kalau dibiarkan masyarakat akan sakit terus. Orang jujur malah ajur, ini
    harus kita cegah," papar Daniel.
    Sebelumnya, hasil tim independen pimpinan Daniel Rosyid menyampaikan temuannya
    bahwa Al, anak Siami, memang diintimidasi guru sehingga mau memberikan
    contekan. Namun, tim tidak menemukan cukup bukti sehingga Unas di SDN Gadel 2
    perlu diulang. Alasannya tim independen tidak menemukan hasil jawaban Unas yang
    sistemik sama, dan nilai Unas pun hasilnya tidak sama. Al ternyata membuat
    contekan yang diplesetkan. Al tidak seluruhnya memberikan jawaban yang benar.
    Dan kawannya pun tidak sepenuhnya percaya dengan jawaban Al. Sehingga hasil
    ujian tidak sama.
    Selain itu tim juga mempertimbangkan Unas ulang akan memberatkan siswa dan wali
    murid. Sanksi yang direkomendasikan yakni sanksi administratif dari Pemkot
    Surabaya kepada guru yang melakukan intimidasi kepada Al.
    Berdasarkan temuan tim independen ditambah pemeriksaan Inspektorat Pemkot
    Surabaya itulah, Wali Kota Tri Rismaharini akhirnya mencopot Kepala Sekolah SDN
    Gadel 2 Sukatman dan dua guru kelas VI Fatkhur Rohman dan Prayitno.
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5,
    Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5,
    Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    ekasriwardhani@kagamavirtual.com Jun 11 03:50AM ^
     
    Sangat...sangat prihatin...
     
    Salam manis,
    Eka Sri
    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

     

    "Yunus Tohir" <yunstroom@gmail.com> Jun 11 04:08AM ^
     
    Sad but true kayak judul lagunya metallica..
     
     
    Yunus Tohir
    (YunTo)
    Sent from HP titipan
     
    -----Original Message-----
    From: himawanandi@gmail.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sat, 11 Jun 2011 02:36:43
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] di Indo, jujur malah ajur :(
     
    Selama ini ternyata apa yg dikatakan Mas Eviyan benar.
     
    Masyarakat Indonesia ternyata ada yg munafik. Dan jujur malah ajur. Mendingan manthuk2 ama bos.
     
    Sad but true :(
     
    Sent from my BlackBerry®
    powered by Sinyal Kuat INDOSAT
     
    -----Original Message-----
    From: Sinta Sulaiman <sinta.sulaiman@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sat, 11 Jun 2011 09:21:45
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] di Indo, jujur malah ajur :(
     
    Menyedihkan..turut berdukacita :(
     
    -Sinta Sulaiman-
     
     
    > 2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL ,
    > 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    > +++
     
    --
    Sent from my mobile device
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    himawanandi@gmail.com Jun 11 04:25AM ^
     
    Emang Mas, hehehe
     
    Salam tiga jari !!
     
    Sent from my BlackBerry®
    powered by Sinyal Kuat INDOSAT
     
    -----Original Message-----
    From: "Yunus Tohir" <yunstroom@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sat, 11 Jun 2011 04:08:09
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] di Indo, jujur malah ajur :(
     
    Sad but true kayak judul lagunya metallica..
     
     
    Yunus Tohir
    (YunTo)
    Sent from HP titipan
     
    -----Original Message-----
    From: himawanandi@gmail.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sat, 11 Jun 2011 02:36:43
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] di Indo, jujur malah ajur :(
     
    Selama ini ternyata apa yg dikatakan Mas Eviyan benar.
     
    Masyarakat Indonesia ternyata ada yg munafik. Dan jujur malah ajur. Mendingan manthuk2 ama bos.
     
    Sad but true :(
     
    Sent from my BlackBerry®
    powered by Sinyal Kuat INDOSAT
     
    -----Original Message-----
    From: Sinta Sulaiman <sinta.sulaiman@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sat, 11 Jun 2011 09:21:45
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] di Indo, jujur malah ajur :(
     
    Menyedihkan..turut berdukacita :(
     
    -Sinta Sulaiman-
     
     
    > 2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL ,
    > 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    > +++
     
    --
    Sent from my mobile device
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    rsulastama@gmail.com Jun 11 12:27AM ^
     
    MBak Bintang Wisnu, bersemangat mendiskusikan KLC dan rencana-rencananya.
    Powered by salakpondohmania®

     

    ekasriwardhani@kagamavirtual.com Jun 11 03:36AM ^
     
    Mbak Bintang.... Memang oye... Aq suka. Maju terus mb... Moga sukses...
     
    Salam manis,
    Eka Sri
    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
     
    -----Original Message-----
    From: rsulastama@gmail.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sat, 11 Jun 2011 00:27:07
    To: alumniUGM<alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] (Foto): Audiensi KLC Chapter Jogja dengan PP Kagama
     
    MBak Bintang Wisnu, bersemangat mendiskusikan KLC dan rencana-rencananya.
    Powered by salakpondohmania®
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    Yulianto Eko Rakhmat <eko.rakhmat@gmail.com> Jun 11 09:41AM +0700 ^
     
    FBnya dah balik Mas....
    alhamdulillah bisa di recovery pakai no HP.
     
    cuma ya ada beberapa teman yang sudah ketipu dan beberapa hampir ketipu,.
    Yang ketipu rata-rata bukan teman yang terlalu dekat. Kalau kita dekat
    dengan seseorang kan tahu bahasa yang digunakan bagaimana....
    biasanya pakai gaya bahasa atau kosakata/pakem tertentu :)
     
    regards
     
    2011/6/11 <rsulastama@gmail.com>
     

     

    rsulastama@gmail.com Jun 11 02:30AM ^
     
    approved....
     
    Hoax....
     
    pertanyaan: mbak Galuh sudah coba memanfaatkan email ini?
    jangan share password dengan orang lain.
     
    Regards
     
    -ery-
    Kalau nasib account ery a.k.a antok yang dibajak dan dipakai berjualan laptop bohong2an seperti itu gimana sekarang ya?
     
    Kemarin ada teman saya yang marah2 karena temannya dicap sbagai penipu. Fotonya di tag ke saya oleh teman saya yaang lain sebagai penipu. Versi teman saya yang marah2 tadi, temannya ndak mungkin jadi penipu, hanya account facebooknya di bajak orang.
    Powered by salakpondohmania®

     

    rsulastama@gmail.com Jun 11 12:38AM ^
     
    Prof Budi Wignyo Sukarto , sekjen PP Kagama sedang membaca proposal KLC Chapter Jogja. Proposal kemudian ditanda tangani dan didisposisi ke sekretariat Kagama, KLC chapter Jogja akan menggunakan ruangan di sekretariat kagama dan surat menyurat untuk narasumber menggunakan kagama.
    Powered by salakpondohmania®

     

    indarto.purwoko@yahoo.com Jun 11 01:20AM ^
     
    Prof Budi Wignyo Sukarto , sekjen PP Kagama sedang membaca proposal KLC Chapter Jogja. Proposal kemudian ditanda tangani dan didisposisi ke sekretariat Kagama, KLC chapter Jogja akan menggunakan ruangan di sekretariat kagama dan surat menyurat untuk narasumber menggunakan kagama.
    +++++
    Semoga lancar dan sukses untuk KLC di Jogja.
     
    -indarto-
     
    http://indartosolution.blogspot.com
    www.globalhygienestore.com

     

    Albert Pratama <albert.pratama@gmail.com> Jun 11 08:28AM +0700 ^
     
    Pak Profnya gaul nih, pake ransel..
     
    :-P
     
    Regards,
    Albert
     
     
    > Prof Budi Wignyo Sukarto , sekjen PP Kagama sedang membaca proposal KLC
    Chapter Jogja. Proposal kemudian ditanda tangani dan didisposisi ke
    sekretariat Kagama, KLC chapter Jogja akan menggunakan ruangan di
    sekretariat kagama dan surat menyurat untuk narasumber menggunakan kagama.
    > Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    > Transfer ke:
    > 1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP
    Otista
    > 2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL ,
    108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX

     

    andirahmah91@yahoo.com Jun 12 02:59AM ^
     
    Yang saya ingat dari Pak Budi, easy going, ramah dan suka main tenis. Saya dulu cuma jadi suporter setia tiap kali pertandingan tenis antar jurusan di FT.
     
    Btw, KLC bisa tuh seminggu-2 minggu sekali bermain tenis dgn dosen dan alumni yg ingin diperkuat hubungan kekerabatannya. Biasanya negosiasi kontak bisnis lebih efektif dilakukan pd saat seperti ini :-)
     
     
    Salam,
     
    Andi Rahmah

    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

     

    rsulastama@gmail.com Jun 11 01:25AM ^
     
    Semalam di minta Ibunya Afa beli bodrexyn sirup, mampir di KF jalan Palagan TP, sewaktu bayar, lihat ada coklat monggo, langsung beli 5 @26.500. Semalam buka 1, memang mantaps rasa coklatnya.
    Powered by salakpondohmania®

     

    "raja amin hasibuan" <rajaamin.hasibuan@kagamavirtual.org> Jun 11 01:24AM ^
     
    Istri saya suka benar coklat monggo. Beberapa waktu yg lalu jalan2 ke jogja kami harus khusus ke kota gede buat lihat itu coklat.
     
    Memang manteb!
     
    Raja Amin Hasibuan
     
    -----Original Message-----
    From: rsulastama@gmail.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sat, 11 Jun 2011 01:25:45
    To: alumniUGM<alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] Monggo, coklatnya Jogja
     
    Semalam di minta Ibunya Afa beli bodrexyn sirup, mampir di KF jalan Palagan TP, sewaktu bayar, lihat ada coklat monggo, langsung beli 5 @26.500. Semalam buka 1, memang mantaps rasa coklatnya.
    Powered by salakpondohmania®
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    Yulianto Eko Rakhmat <eko.rakhmat@gmail.com> Jun 11 08:03AM +0700 ^
     
    approved....
     
    Hoax....
     
    pertanyaan: mbak Galuh sudah coba memanfaatkan email ini?
    jangan share password dengan orang lain.
     
    Regards
     
    -ery-
     
    2011/6/11 Wahyu Rifai <wrifai.tk98@gmail.com>
     

     

--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
Loading...