Total Tayangan

myspace hit counter

[kagama] Intisari untuk alumniUGM@googlegroups.com - 25 Pesan pada 8 Topik

Minggu, Juni 26, 2011

Grup: http://groups.google.com/group/alumniUGM/topics

    rsulastama@gmail.com Jun 26 04:07AM ^
     
    Di Bawah Penjajahan Ponsel
    Aryo Wisanggeni & Nur Hidayati
     
    Telepon seluler tidak lagi sekadar alat komunikasi. Telepon seluler menjadi pesawat sejuta fungsi dengan sekitar 200 juta pengguna. Benarkah ini menandakan bahwa model pertumbuhan ekonomi kita bertumpu pada konsumsi?
     
    "Penguasa, penguasa, berilah hambamu uang! Beri hamba uang! Beri hambaaaa uuuaaaang!" pekik Hari (35). Setengah terpejam di atas jok sepeda motornya, ia berdendang sepenuh hati mengikuti nyanyian Iwan Fals yang keras terdengar dari telepon seluler (ponsel) di atas dadanya.
     
    "Pesawat Tempur" itu terhenti sentakan pelanggan Hari yang mendatangi kerindangan pohon pangkalan ojek di Pondok Aren, Tangerang. "Heh, ngapain kamu?" kata si calon penumpang. Hari kaget, meringis melihat langganannya, bergegas menyimpan ponsel, lalu turun dari sepeda motor.
     
    "He-he-he, dengerin HP, Bang," katanya terkekeh sambil menyalakan mesin sepeda motornya.
     
    Hari menyimpan 500 lagu kesukaan di dalam ponsel. "Sekarang enak, untuk mendengarkan lagu, saya tidak perlu lagi pulang ke rumah dan memutar kaset. Saya sendiri yang mengisi 200 lagu tambahan, modal menunggu penumpang," katanya dengan bangga.
     
    Setelah sekitar 20 tahun ponsel merambah negeri ini, orang tetap takjub. Dahulu orang takjub dengan teknologinya meringkas jarak dan waktu berkomunikasi di mana saja dan kapan saja.
     
    Kini, orang semakin dimanjakan dengan kemudahan ponsel yang membuat orang bisa mendengarkan radio, mendengar tangis bayi sang cucu yang baru lahir, menerima dan menonton video di tengah sidang, serta mentransfer uang sambil makan siang. Bisa juga menjadi penyebar isu politik yang membuat petinggi keder.
     
    Makin murah
     
    Yang lebih membuat takjub, harga ponsel kaya fitur kian miring. Cukup merogoh kocek Rp 350.000, Margono (25) berhasil mengantongi ponsel QWERTY dan kartu memori 2 gigabyte (GB) yang menyimpan 200 lebih lagu. "Lagunya banyak yang saya buang karena saya tak suka. Saya ganti dengan lagu yang saya dapat dari pertukaran rekaman lagu lewat Bluetooth," kata Margono, yang menikmati koleksi dangdut di ponselnya saat menunggu warung kelontong sebuah kantin di bilangan Palmerah, Rabu (22/6).
     
    Dari waktu ke waktu, keinginan berganti atau menambah ponsel kian banyak menemukan alasannya. Kemacetan Jakarta, misalnya, bisa membuat Novi (33), karyawan sebuah rumah sakit di bilangan Blok M, berhasrat membeli ponsel bertelevisi. Ponsel bertelevisi yang kian murah bisa didapat mulai harga Rp 299.000.
     
    "Rumah saya di Cibubur dan perjalanan pergi-pulang ke kantor memakan waktu lama karena macet. Sepertinya kebosanan akan teratasi jika menonton televisi saat terjebak macet. Kalau cuma mendengar lagu, kan, sudah biasa," ujar Novi tertawa.
     
    Tak lagi sulit mencari penjual makanan menghitung tagihan dengan kalkulator di dalam ponsel. Ponsel bahkan membuat Dini (49), pengusaha yang sibuk, bisa mengaji di mana saja. "Sambil menunggu teman di mal, saya bisa ngaji pakai ponsel. Enggak kelihatan orang, tetapi tetap ibadah," ujarnya.
     
    Bahkan, ponsel juga menjadi bel rumah bagi Warti. Untuk bertemu dan mengantar kue ke rumah sebelah saja, ia akan lebih dahulu menelepon ponsel pekerja rumah tetangga itu. "Biar dia menunggu di depan pagar aja. Malas pakai panggil-panggil," ujar Warti.
     
    Puluhan juta ponsel diimpor setiap tahun untuk memenuhi hasrat berponsel yang kian menggelegak. Data dari Asosiasi Importir Seluler Indonesia menunjukkan, tahun 2009 kita mengimpor ponsel buatan China sebanyak 6,3 juta unit, sedangkan ponsel buatan negara lain 4,2 juta unit. Angka ini melonjak tajam pada kurun 2010 yang mencapai 9,6 juta unit, sedangkan ponsel dari negara lain menjadi 2,4 juta unit. Pada kuartal pertama 2010, kita mengimpor 80 persen ponsel buatan China dari seluruh impor ponsel di Tanah Air.
     
    Sementara itu, jumlah pelanggan delapan operator ponsel bertambah dari 63 juta pada 2006 menjadi 178 juta pelanggan pada April 2010. Pada April 2011, data pelanggan tiga operator terbesar, Telkomsel, Indosat, dan XL, saja bertambah menjadi 188,1 juta. Bahkan, diperkirakan angka itu sudah melampaui 200 juta.
     
    Namun, sulit memastikan berapa sebenarnya jumlah orang Indonesia yang berponsel. Banyak orang rela, bahkan berminat punya dua-tiga nomor ponsel.
     
    Banyak nomor
     
    Anti (42), yang sudah memiliki ponsel, misalnya, mau membeli nomor ponsel baru demi menjajal layanan referensi gaya hidup Islami sebuah operator seluler baru. "Saya membeli satu nomor lagi karena tertarik dan ingin tahu seperti apa layanan Al Quran dan almanak kalender Islam yang ditawarkan," kata warga Kebayoran, Jakarta, itu.
     
    Ia tak khawatir akan sulit dihubungi relasinya karena akan tetap mempertahankan nomor lamanya. "Kebetulan saya memang habis membeli ponsel baru," ujarnya.
     
    Kenyataannya, ponsel terkesan seperti barang ajaib yang serba bisa ketika penggunaannya ditanyakan kepada banyak orang. Hampir tak ada orang yang secara maksimal memanfaatkan semua fitur sebuah ponsel.
     
    Ponsel "dangdut" Margono dibanderol Rp 350.000 karena dilengkapi fitur internet, sejumlah perangkat lunak klien jejaring sosial, kamera, dan radio. "Namun, saya membeli ponsel itu untuk mendengarkan musik. Jadi, saya mendengarkan musik. Saya belum ingin berinternet atau bermain Facebook. Saya tetap lebih senang menelepon langsung daripada berkirim SMS," kata Margono sambil menimang ponsel QWERTY-nya.
     
    Diza (27), yang jarang mendengarkan rekaman lagu dari ponsel, rela datang jauh dari Bogor dan mengantre satu jam lebih untuk mendapatkan potongan harga membeli "ponsel musik" pada pameran Indonesia International Communication Expo and Conference (IICEC) di Jakarta, Minggu (12/6).
     
    "Sebenarnya saya suka bentuknya dan kualitasnya kameranya bagus. Soal fitur lainnya apa saja, saya tidak tahu. Saya ingin membelinya karena telanjur menjual ponsel dua minggu lalu sehingga salah satu nomor saya tak bisa aktif dipakai," kata Diza sambil berpindah tempat duduk di antrean yang mengular puluhan meter demi mendapat diskon Rp 100.000.
     
    Diza tak sendiri. Selama lima hari pameran, 8-12 Juli, IICEC menyedot 193.281 pengunjung yang meminati berbagai produk komputer dan ponsel. Lokasi pameran ponsel tak pernah sepi dari pembeli.
     
    Kebutuhan yang diciptakan
     
    Yanuar Nugroho, peneliti yang baru merampungkan kolaborasi riset Manchester Institute of Innovation Research Inggris dan HIVOS Regional Asia Tenggara berjudul "@ksi Warga, Kolaborasi, Demokrasi Partisipatoris, dan Kebebasan Informasi" menilai bertahannya euforia mengonsumsi produk dan jasa ponsel di Indonesia dipupuk model pertumbuhan ekonomi yang bertumpu pada konsumsi.
     
    Di satu sisi, teknologi ponsel memang berkembang menghasilkan berbagai jenis ponsel. Di pihak lain, pasar terus dibangun dengan iklan yang terus menyerang insting status, kepemilikan, dan keintiman konsumen terhadap segala ponsel teknologi terbaru. Apa yang diburu para konsumen sejatinya "kebutuhan yang diciptakan" produsen.
     
    "Itu tak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di negara maju. Bedanya, masyarakat atau pasar negara maju jauh lebih rasional meski tetap konsumtif. Maka, bom yang terjadi ketika produk/ varian gadget baru muncul segera mereda lagi. Saat iPad, iPad2, atau iPhone diluncurkan di negara maju, warganya juga rela antre berjejal semalaman karena iPad/iPhone juga jadi lambang status di sana. Namun, euforia ini segera mereda karena ada proses rasionalisasi," kata peneliti dari Universitas Manchester itu.
     
    Mengejar setiap varian fitur dan jenis ponsel terbaru, bagi Yanuar, lebih menyerupai konsumtivisme yang mengada-ada ketimbang upaya memenuhi kebutuhan berkomunikasi. "Penelitian perilaku pengguna ponsel di negara maju menunjukkan, rata-rata hanya 10-15 persen fitur ponsel yang termanfaatkan maksimal," kata Yanuar.
     
    "Budaya ponsel" akan semakin menguatkan ekonomi bercorak kosumtivisme. Dan, ratusan juta nomor ponsel itu seperti keran yang siap dialiri bujuk rayu produsen untuk memikat 240 juta rakyat negeri ini agar melahap apa saja yang mereka ingin jual. Fantastis! (CAN/UMI)
     
    http://m.kompas.com/cetak/cread/2011/06/26/02123243/di-bawah-penjajahan-ponsel
    Powered by salakpondohmania®

     

    andirahmah91@yahoo.com Jun 26 05:06AM ^
     
    Saya cuma pake 1 nomor HP, satu handset. Diganti kalau memang gak bisa digunakan lagi. Gak peduli sejadul apapun bentuknya.
    "Minimalis, strategis"
     
    Salam,
     
    Andi Rahmah
     
     
    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

     

    umigita@gmail.com Jun 26 04:24AM ^
     
    Semenjak punya BB,ibuku jadi sering ngomel karena kog seharian pegang BB aja?!
     
    Salam,
    Umi gita
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: rsulastama@gmail.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 26 Jun 2011 04:07:02
    To: alumniUGM<alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] Apakah Anda Di Bawah Penjajahan Ponsel?
     
     
    Di Bawah Penjajahan Ponsel
    Aryo Wisanggeni & Nur Hidayati
     
    Telepon seluler tidak lagi sekadar alat komunikasi. Telepon seluler menjadi pesawat sejuta fungsi dengan sekitar 200 juta pengguna. Benarkah ini menandakan bahwa model pertumbuhan ekonomi kita bertumpu pada konsumsi?
     
    "Penguasa, penguasa, berilah hambamu uang! Beri hamba uang! Beri hambaaaa uuuaaaang!" pekik Hari (35). Setengah terpejam di atas jok sepeda motornya, ia berdendang sepenuh hati mengikuti nyanyian Iwan Fals yang keras terdengar dari telepon seluler (ponsel) di atas dadanya.
     
    "Pesawat Tempur" itu terhenti sentakan pelanggan Hari yang mendatangi kerindangan pohon pangkalan ojek di Pondok Aren, Tangerang. "Heh, ngapain kamu?" kata si calon penumpang. Hari kaget, meringis melihat langganannya, bergegas menyimpan ponsel, lalu turun dari sepeda motor.
     
    "He-he-he, dengerin HP, Bang," katanya terkekeh sambil menyalakan mesin sepeda motornya.
     
    Hari menyimpan 500 lagu kesukaan di dalam ponsel. "Sekarang enak, untuk mendengarkan lagu, saya tidak perlu lagi pulang ke rumah dan memutar kaset. Saya sendiri yang mengisi 200 lagu tambahan, modal menunggu penumpang," katanya dengan bangga.
     
    Setelah sekitar 20 tahun ponsel merambah negeri ini, orang tetap takjub. Dahulu orang takjub dengan teknologinya meringkas jarak dan waktu berkomunikasi di mana saja dan kapan saja.
     
    Kini, orang semakin dimanjakan dengan kemudahan ponsel yang membuat orang bisa mendengarkan radio, mendengar tangis bayi sang cucu yang baru lahir, menerima dan menonton video di tengah sidang, serta mentransfer uang sambil makan siang. Bisa juga menjadi penyebar isu politik yang membuat petinggi keder.
     
    Makin murah
     
    Yang lebih membuat takjub, harga ponsel kaya fitur kian miring. Cukup merogoh kocek Rp 350.000, Margono (25) berhasil mengantongi ponsel QWERTY dan kartu memori 2 gigabyte (GB) yang menyimpan 200 lebih lagu. "Lagunya banyak yang saya buang karena saya tak suka. Saya ganti dengan lagu yang saya dapat dari pertukaran rekaman lagu lewat Bluetooth," kata Margono, yang menikmati koleksi dangdut di ponselnya saat menunggu warung kelontong sebuah kantin di bilangan Palmerah, Rabu (22/6).
     
    Dari waktu ke waktu, keinginan berganti atau menambah ponsel kian banyak menemukan alasannya. Kemacetan Jakarta, misalnya, bisa membuat Novi (33), karyawan sebuah rumah sakit di bilangan Blok M, berhasrat membeli ponsel bertelevisi. Ponsel bertelevisi yang kian murah bisa didapat mulai harga Rp 299.000.
     
    "Rumah saya di Cibubur dan perjalanan pergi-pulang ke kantor memakan waktu lama karena macet. Sepertinya kebosanan akan teratasi jika menonton televisi saat terjebak macet. Kalau cuma mendengar lagu, kan, sudah biasa," ujar Novi tertawa.
     
    Tak lagi sulit mencari penjual makanan menghitung tagihan dengan kalkulator di dalam ponsel. Ponsel bahkan membuat Dini (49), pengusaha yang sibuk, bisa mengaji di mana saja. "Sambil menunggu teman di mal, saya bisa ngaji pakai ponsel. Enggak kelihatan orang, tetapi tetap ibadah," ujarnya.
     
    Bahkan, ponsel juga menjadi bel rumah bagi Warti. Untuk bertemu dan mengantar kue ke rumah sebelah saja, ia akan lebih dahulu menelepon ponsel pekerja rumah tetangga itu. "Biar dia menunggu di depan pagar aja. Malas pakai panggil-panggil," ujar Warti.
     
    Puluhan juta ponsel diimpor setiap tahun untuk memenuhi hasrat berponsel yang kian menggelegak. Data dari Asosiasi Importir Seluler Indonesia menunjukkan, tahun 2009 kita mengimpor ponsel buatan China sebanyak 6,3 juta unit, sedangkan ponsel buatan negara lain 4,2 juta unit. Angka ini melonjak tajam pada kurun 2010 yang mencapai 9,6 juta unit, sedangkan ponsel dari negara lain menjadi 2,4 juta unit. Pada kuartal pertama 2010, kita mengimpor 80 persen ponsel buatan China dari seluruh impor ponsel di Tanah Air.
     
    Sementara itu, jumlah pelanggan delapan operator ponsel bertambah dari 63 juta pada 2006 menjadi 178 juta pelanggan pada April 2010. Pada April 2011, data pelanggan tiga operator terbesar, Telkomsel, Indosat, dan XL, saja bertambah menjadi 188,1 juta. Bahkan, diperkirakan angka itu sudah melampaui 200 juta.
     
    Namun, sulit memastikan berapa sebenarnya jumlah orang Indonesia yang berponsel. Banyak orang rela, bahkan berminat punya dua-tiga nomor ponsel.
     
    Banyak nomor
     
    Anti (42), yang sudah memiliki ponsel, misalnya, mau membeli nomor ponsel baru demi menjajal layanan referensi gaya hidup Islami sebuah operator seluler baru. "Saya membeli satu nomor lagi karena tertarik dan ingin tahu seperti apa layanan Al Quran dan almanak kalender Islam yang ditawarkan," kata warga Kebayoran, Jakarta, itu.
     
    Ia tak khawatir akan sulit dihubungi relasinya karena akan tetap mempertahankan nomor lamanya. "Kebetulan saya memang habis membeli ponsel baru," ujarnya.
     
    Kenyataannya, ponsel terkesan seperti barang ajaib yang serba bisa ketika penggunaannya ditanyakan kepada banyak orang. Hampir tak ada orang yang secara maksimal memanfaatkan semua fitur sebuah ponsel.
     
    Ponsel "dangdut" Margono dibanderol Rp 350.000 karena dilengkapi fitur internet, sejumlah perangkat lunak klien jejaring sosial, kamera, dan radio. "Namun, saya membeli ponsel itu untuk mendengarkan musik. Jadi, saya mendengarkan musik. Saya belum ingin berinternet atau bermain Facebook. Saya tetap lebih senang menelepon langsung daripada berkirim SMS," kata Margono sambil menimang ponsel QWERTY-nya.
     
    Diza (27), yang jarang mendengarkan rekaman lagu dari ponsel, rela datang jauh dari Bogor dan mengantre satu jam lebih untuk mendapatkan potongan harga membeli "ponsel musik" pada pameran Indonesia International Communication Expo and Conference (IICEC) di Jakarta, Minggu (12/6).
     
    "Sebenarnya saya suka bentuknya dan kualitasnya kameranya bagus. Soal fitur lainnya apa saja, saya tidak tahu. Saya ingin membelinya karena telanjur menjual ponsel dua minggu lalu sehingga salah satu nomor saya tak bisa aktif dipakai," kata Diza sambil berpindah tempat duduk di antrean yang mengular puluhan meter demi mendapat diskon Rp 100.000.
     
    Diza tak sendiri. Selama lima hari pameran, 8-12 Juli, IICEC menyedot 193.281 pengunjung yang meminati berbagai produk komputer dan ponsel. Lokasi pameran ponsel tak pernah sepi dari pembeli.
     
    Kebutuhan yang diciptakan
     
    Yanuar Nugroho, peneliti yang baru merampungkan kolaborasi riset Manchester Institute of Innovation Research Inggris dan HIVOS Regional Asia Tenggara berjudul "@ksi Warga, Kolaborasi, Demokrasi Partisipatoris, dan Kebebasan Informasi" menilai bertahannya euforia mengonsumsi produk dan jasa ponsel di Indonesia dipupuk model pertumbuhan ekonomi yang bertumpu pada konsumsi.
     
    Di satu sisi, teknologi ponsel memang berkembang menghasilkan berbagai jenis ponsel. Di pihak lain, pasar terus dibangun dengan iklan yang terus menyerang insting status, kepemilikan, dan keintiman konsumen terhadap segala ponsel teknologi terbaru. Apa yang diburu para konsumen sejatinya "kebutuhan yang diciptakan" produsen.
     
    "Itu tak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di negara maju. Bedanya, masyarakat atau pasar negara maju jauh lebih rasional meski tetap konsumtif. Maka, bom yang terjadi ketika produk/ varian gadget baru muncul segera mereda lagi. Saat iPad, iPad2, atau iPhone diluncurkan di negara maju, warganya juga rela antre berjejal semalaman karena iPad/iPhone juga jadi lambang status di sana. Namun, euforia ini segera mereda karena ada proses rasionalisasi," kata peneliti dari Universitas Manchester itu.
     
    Mengejar setiap varian fitur dan jenis ponsel terbaru, bagi Yanuar, lebih menyerupai konsumtivisme yang mengada-ada ketimbang upaya memenuhi kebutuhan berkomunikasi. "Penelitian perilaku pengguna ponsel di negara maju menunjukkan, rata-rata hanya 10-15 persen fitur ponsel yang termanfaatkan maksimal," kata Yanuar.
     
    "Budaya ponsel" akan semakin menguatkan ekonomi bercorak kosumtivisme. Dan, ratusan juta nomor ponsel itu seperti keran yang siap dialiri bujuk rayu produsen untuk memikat 240 juta rakyat negeri ini agar melahap apa saja yang mereka ingin jual. Fantastis! (CAN/UMI)
     
    http://m.kompas.com/cetak/cread/2011/06/26/02123243/di-bawah-penjajahan-ponsel
    Powered by salakpondohmania®
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    abiesuhastrada@kagamavirtual.org Jun 26 05:04AM ^
     
    Buat ak aj bb ny mb,biar ibu km gak ngomel2 lg..=p
    "Save a tree. Don't print this e-mail unless it's really necessary"
     
    -----Original Message-----
    From: umigita@gmail.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 26 Jun 2011 04:24:53
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Apakah Anda Di Bawah Penjajahan Ponsel?
     
    Semenjak punya BB,ibuku jadi sering ngomel karena kog seharian pegang BB aja?!
     
    Salam,
    Umi gita
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: rsulastama@gmail.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 26 Jun 2011 04:07:02
    To: alumniUGM<alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] Apakah Anda Di Bawah Penjajahan Ponsel?
     
     
    Di Bawah Penjajahan Ponsel
    Aryo Wisanggeni & Nur Hidayati
     
    Telepon seluler tidak lagi sekadar alat komunikasi. Telepon seluler menjadi pesawat sejuta fungsi dengan sekitar 200 juta pengguna. Benarkah ini menandakan bahwa model pertumbuhan ekonomi kita bertumpu pada konsumsi?
     
    "Penguasa, penguasa, berilah hambamu uang! Beri hamba uang! Beri hambaaaa uuuaaaang!" pekik Hari (35). Setengah terpejam di atas jok sepeda motornya, ia berdendang sepenuh hati mengikuti nyanyian Iwan Fals yang keras terdengar dari telepon seluler (ponsel) di atas dadanya.
     
    "Pesawat Tempur" itu terhenti sentakan pelanggan Hari yang mendatangi kerindangan pohon pangkalan ojek di Pondok Aren, Tangerang. "Heh, ngapain kamu?" kata si calon penumpang. Hari kaget, meringis melihat langganannya, bergegas menyimpan ponsel, lalu turun dari sepeda motor.
     
    "He-he-he, dengerin HP, Bang," katanya terkekeh sambil menyalakan mesin sepeda motornya.
     
    Hari menyimpan 500 lagu kesukaan di dalam ponsel. "Sekarang enak, untuk mendengarkan lagu, saya tidak perlu lagi pulang ke rumah dan memutar kaset. Saya sendiri yang mengisi 200 lagu tambahan, modal menunggu penumpang," katanya dengan bangga.
     
    Setelah sekitar 20 tahun ponsel merambah negeri ini, orang tetap takjub. Dahulu orang takjub dengan teknologinya meringkas jarak dan waktu berkomunikasi di mana saja dan kapan saja.
     
    Kini, orang semakin dimanjakan dengan kemudahan ponsel yang membuat orang bisa mendengarkan radio, mendengar tangis bayi sang cucu yang baru lahir, menerima dan menonton video di tengah sidang, serta mentransfer uang sambil makan siang. Bisa juga menjadi penyebar isu politik yang membuat petinggi keder.
     
    Makin murah
     
    Yang lebih membuat takjub, harga ponsel kaya fitur kian miring. Cukup merogoh kocek Rp 350.000, Margono (25) berhasil mengantongi ponsel QWERTY dan kartu memori 2 gigabyte (GB) yang menyimpan 200 lebih lagu. "Lagunya banyak yang saya buang karena saya tak suka. Saya ganti dengan lagu yang saya dapat dari pertukaran rekaman lagu lewat Bluetooth," kata Margono, yang menikmati koleksi dangdut di ponselnya saat menunggu warung kelontong sebuah kantin di bilangan Palmerah, Rabu (22/6).
     
    Dari waktu ke waktu, keinginan berganti atau menambah ponsel kian banyak menemukan alasannya. Kemacetan Jakarta, misalnya, bisa membuat Novi (33), karyawan sebuah rumah sakit di bilangan Blok M, berhasrat membeli ponsel bertelevisi. Ponsel bertelevisi yang kian murah bisa didapat mulai harga Rp 299.000.
     
    "Rumah saya di Cibubur dan perjalanan pergi-pulang ke kantor memakan waktu lama karena macet. Sepertinya kebosanan akan teratasi jika menonton televisi saat terjebak macet. Kalau cuma mendengar lagu, kan, sudah biasa," ujar Novi tertawa.
     
    Tak lagi sulit mencari penjual makanan menghitung tagihan dengan kalkulator di dalam ponsel. Ponsel bahkan membuat Dini (49), pengusaha yang sibuk, bisa mengaji di mana saja. "Sambil menunggu teman di mal, saya bisa ngaji pakai ponsel. Enggak kelihatan orang, tetapi tetap ibadah," ujarnya.
     
    Bahkan, ponsel juga menjadi bel rumah bagi Warti. Untuk bertemu dan mengantar kue ke rumah sebelah saja, ia akan lebih dahulu menelepon ponsel pekerja rumah tetangga itu. "Biar dia menunggu di depan pagar aja. Malas pakai panggil-panggil," ujar Warti.
     
    Puluhan juta ponsel diimpor setiap tahun untuk memenuhi hasrat berponsel yang kian menggelegak. Data dari Asosiasi Importir Seluler Indonesia menunjukkan, tahun 2009 kita mengimpor ponsel buatan China sebanyak 6,3 juta unit, sedangkan ponsel buatan negara lain 4,2 juta unit. Angka ini melonjak tajam pada kurun 2010 yang mencapai 9,6 juta unit, sedangkan ponsel dari negara lain menjadi 2,4 juta unit. Pada kuartal pertama 2010, kita mengimpor 80 persen ponsel buatan China dari seluruh impor ponsel di Tanah Air.
     
    Sementara itu, jumlah pelanggan delapan operator ponsel bertambah dari 63 juta pada 2006 menjadi 178 juta pelanggan pada April 2010. Pada April 2011, data pelanggan tiga operator terbesar, Telkomsel, Indosat, dan XL, saja bertambah menjadi 188,1 juta. Bahkan, diperkirakan angka itu sudah melampaui 200 juta.
     
    Namun, sulit memastikan berapa sebenarnya jumlah orang Indonesia yang berponsel. Banyak orang rela, bahkan berminat punya dua-tiga nomor ponsel.
     
    Banyak nomor
     
    Anti (42), yang sudah memiliki ponsel, misalnya, mau membeli nomor ponsel baru demi menjajal layanan referensi gaya hidup Islami sebuah operator seluler baru. "Saya membeli satu nomor lagi karena tertarik dan ingin tahu seperti apa layanan Al Quran dan almanak kalender Islam yang ditawarkan," kata warga Kebayoran, Jakarta, itu.
     
    Ia tak khawatir akan sulit dihubungi relasinya karena akan tetap mempertahankan nomor lamanya. "Kebetulan saya memang habis membeli ponsel baru," ujarnya.
     
    Kenyataannya, ponsel terkesan seperti barang ajaib yang serba bisa ketika penggunaannya ditanyakan kepada banyak orang. Hampir tak ada orang yang secara maksimal memanfaatkan semua fitur sebuah ponsel.
     
    Ponsel "dangdut" Margono dibanderol Rp 350.000 karena dilengkapi fitur internet, sejumlah perangkat lunak klien jejaring sosial, kamera, dan radio. "Namun, saya membeli ponsel itu untuk mendengarkan musik. Jadi, saya mendengarkan musik. Saya belum ingin berinternet atau bermain Facebook. Saya tetap lebih senang menelepon langsung daripada berkirim SMS," kata Margono sambil menimang ponsel QWERTY-nya.
     
    Diza (27), yang jarang mendengarkan rekaman lagu dari ponsel, rela datang jauh dari Bogor dan mengantre satu jam lebih untuk mendapatkan potongan harga membeli "ponsel musik" pada pameran Indonesia International Communication Expo and Conference (IICEC) di Jakarta, Minggu (12/6).
     
    "Sebenarnya saya suka bentuknya dan kualitasnya kameranya bagus. Soal fitur lainnya apa saja, saya tidak tahu. Saya ingin membelinya karena telanjur menjual ponsel dua minggu lalu sehingga salah satu nomor saya tak bisa aktif dipakai," kata Diza sambil berpindah tempat duduk di antrean yang mengular puluhan meter demi mendapat diskon Rp 100.000.
     
    Diza tak sendiri. Selama lima hari pameran, 8-12 Juli, IICEC menyedot 193.281 pengunjung yang meminati berbagai produk komputer dan ponsel. Lokasi pameran ponsel tak pernah sepi dari pembeli.
     
    Kebutuhan yang diciptakan
     
    Yanuar Nugroho, peneliti yang baru merampungkan kolaborasi riset Manchester Institute of Innovation Research Inggris dan HIVOS Regional Asia Tenggara berjudul "@ksi Warga, Kolaborasi, Demokrasi Partisipatoris, dan Kebebasan Informasi" menilai bertahannya euforia mengonsumsi produk dan jasa ponsel di Indonesia dipupuk model pertumbuhan ekonomi yang bertumpu pada konsumsi.
     
    Di satu sisi, teknologi ponsel memang berkembang menghasilkan berbagai jenis ponsel. Di pihak lain, pasar terus dibangun dengan iklan yang terus menyerang insting status, kepemilikan, dan keintiman konsumen terhadap segala ponsel teknologi terbaru. Apa yang diburu para konsumen sejatinya "kebutuhan yang diciptakan" produsen.
     
    "Itu tak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di negara maju. Bedanya, masyarakat atau pasar negara maju jauh lebih rasional meski tetap konsumtif. Maka, bom yang terjadi ketika produk/ varian gadget baru muncul segera mereda lagi. Saat iPad, iPad2, atau iPhone diluncurkan di negara maju, warganya juga rela antre berjejal semalaman karena iPad/iPhone juga jadi lambang status di sana. Namun, euforia ini segera mereda karena ada proses rasionalisasi," kata peneliti dari Universitas Manchester itu.
     
    Mengejar setiap varian fitur dan jenis ponsel terbaru, bagi Yanuar, lebih menyerupai konsumtivisme yang mengada-ada ketimbang upaya memenuhi kebutuhan berkomunikasi. "Penelitian perilaku pengguna ponsel di negara maju menunjukkan, rata-rata hanya 10-15 persen fitur ponsel yang termanfaatkan maksimal," kata Yanuar.
     
    "Budaya ponsel" akan semakin menguatkan ekonomi bercorak kosumtivisme. Dan, ratusan juta nomor ponsel itu seperti keran yang siap dialiri bujuk rayu produsen untuk memikat 240 juta rakyat negeri ini agar melahap apa saja yang mereka ingin jual. Fantastis! (CAN/UMI)
     
    http://m.kompas.com/cetak/cread/2011/06/26/02123243/di-bawah-penjajahan-ponsel
    Powered by salakpondohmania®
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    umigita@gmail.com Jun 26 05:21AM ^
     
    Silahkan,asal tuker sama ipad hahaha :p
     
    Salam,
    Umi gita
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: abiesuhastrada@kagamavirtual.org
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 26 Jun 2011 05:04:35
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Apakah Anda Di Bawah Penjajahan Ponsel?
     
    Buat ak aj bb ny mb,biar ibu km gak ngomel2 lg..=p
    "Save a tree. Don't print this e-mail unless it's really necessary"
     
    -----Original Message-----
    From: umigita@gmail.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 26 Jun 2011 04:24:53
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Apakah Anda Di Bawah Penjajahan Ponsel?
     
    Semenjak punya BB,ibuku jadi sering ngomel karena kog seharian pegang BB aja?!
     
    Salam,
    Umi gita
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: rsulastama@gmail.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 26 Jun 2011 04:07:02
    To: alumniUGM<alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] Apakah Anda Di Bawah Penjajahan Ponsel?
     
     
    Di Bawah Penjajahan Ponsel
    Aryo Wisanggeni & Nur Hidayati
     
    Telepon seluler tidak lagi sekadar alat komunikasi. Telepon seluler menjadi pesawat sejuta fungsi dengan sekitar 200 juta pengguna. Benarkah ini menandakan bahwa model pertumbuhan ekonomi kita bertumpu pada konsumsi?
     
    "Penguasa, penguasa, berilah hambamu uang! Beri hamba uang! Beri hambaaaa uuuaaaang!" pekik Hari (35). Setengah terpejam di atas jok sepeda motornya, ia berdendang sepenuh hati mengikuti nyanyian Iwan Fals yang keras terdengar dari telepon seluler (ponsel) di atas dadanya.
     
    "Pesawat Tempur" itu terhenti sentakan pelanggan Hari yang mendatangi kerindangan pohon pangkalan ojek di Pondok Aren, Tangerang. "Heh, ngapain kamu?" kata si calon penumpang. Hari kaget, meringis melihat langganannya, bergegas menyimpan ponsel, lalu turun dari sepeda motor.
     
    "He-he-he, dengerin HP, Bang," katanya terkekeh sambil menyalakan mesin sepeda motornya.
     
    Hari menyimpan 500 lagu kesukaan di dalam ponsel. "Sekarang enak, untuk mendengarkan lagu, saya tidak perlu lagi pulang ke rumah dan memutar kaset. Saya sendiri yang mengisi 200 lagu tambahan, modal menunggu penumpang," katanya dengan bangga.
     
    Setelah sekitar 20 tahun ponsel merambah negeri ini, orang tetap takjub. Dahulu orang takjub dengan teknologinya meringkas jarak dan waktu berkomunikasi di mana saja dan kapan saja.
     
    Kini, orang semakin dimanjakan dengan kemudahan ponsel yang membuat orang bisa mendengarkan radio, mendengar tangis bayi sang cucu yang baru lahir, menerima dan menonton video di tengah sidang, serta mentransfer uang sambil makan siang. Bisa juga menjadi penyebar isu politik yang membuat petinggi keder.
     
    Makin murah
     
    Yang lebih membuat takjub, harga ponsel kaya fitur kian miring. Cukup merogoh kocek Rp 350.000, Margono (25) berhasil mengantongi ponsel QWERTY dan kartu memori 2 gigabyte (GB) yang menyimpan 200 lebih lagu. "Lagunya banyak yang saya buang karena saya tak suka. Saya ganti dengan lagu yang saya dapat dari pertukaran rekaman lagu lewat Bluetooth," kata Margono, yang menikmati koleksi dangdut di ponselnya saat menunggu warung kelontong sebuah kantin di bilangan Palmerah, Rabu (22/6).
     
    Dari waktu ke waktu, keinginan berganti atau menambah ponsel kian banyak menemukan alasannya. Kemacetan Jakarta, misalnya, bisa membuat Novi (33), karyawan sebuah rumah sakit di bilangan Blok M, berhasrat membeli ponsel bertelevisi. Ponsel bertelevisi yang kian murah bisa didapat mulai harga Rp 299.000.
     
    "Rumah saya di Cibubur dan perjalanan pergi-pulang ke kantor memakan waktu lama karena macet. Sepertinya kebosanan akan teratasi jika menonton televisi saat terjebak macet. Kalau cuma mendengar lagu, kan, sudah biasa," ujar Novi tertawa.
     
    Tak lagi sulit mencari penjual makanan menghitung tagihan dengan kalkulator di dalam ponsel. Ponsel bahkan membuat Dini (49), pengusaha yang sibuk, bisa mengaji di mana saja. "Sambil menunggu teman di mal, saya bisa ngaji pakai ponsel. Enggak kelihatan orang, tetapi tetap ibadah," ujarnya.
     
    Bahkan, ponsel juga menjadi bel rumah bagi Warti. Untuk bertemu dan mengantar kue ke rumah sebelah saja, ia akan lebih dahulu menelepon ponsel pekerja rumah tetangga itu. "Biar dia menunggu di depan pagar aja. Malas pakai panggil-panggil," ujar Warti.
     
    Puluhan juta ponsel diimpor setiap tahun untuk memenuhi hasrat berponsel yang kian menggelegak. Data dari Asosiasi Importir Seluler Indonesia menunjukkan, tahun 2009 kita mengimpor ponsel buatan China sebanyak 6,3 juta unit, sedangkan ponsel buatan negara lain 4,2 juta unit. Angka ini melonjak tajam pada kurun 2010 yang mencapai 9,6 juta unit, sedangkan ponsel dari negara lain menjadi 2,4 juta unit. Pada kuartal pertama 2010, kita mengimpor 80 persen ponsel buatan China dari seluruh impor ponsel di Tanah Air.
     
    Sementara itu, jumlah pelanggan delapan operator ponsel bertambah dari 63 juta pada 2006 menjadi 178 juta pelanggan pada April 2010. Pada April 2011, data pelanggan tiga operator terbesar, Telkomsel, Indosat, dan XL, saja bertambah menjadi 188,1 juta. Bahkan, diperkirakan angka itu sudah melampaui 200 juta.
     
    Namun, sulit memastikan berapa sebenarnya jumlah orang Indonesia yang berponsel. Banyak orang rela, bahkan berminat punya dua-tiga nomor ponsel.
     
    Banyak nomor
     
    Anti (42), yang sudah memiliki ponsel, misalnya, mau membeli nomor ponsel baru demi menjajal layanan referensi gaya hidup Islami sebuah operator seluler baru. "Saya membeli satu nomor lagi karena tertarik dan ingin tahu seperti apa layanan Al Quran dan almanak kalender Islam yang ditawarkan," kata warga Kebayoran, Jakarta, itu.
     
    Ia tak khawatir akan sulit dihubungi relasinya karena akan tetap mempertahankan nomor lamanya. "Kebetulan saya memang habis membeli ponsel baru," ujarnya.
     
    Kenyataannya, ponsel terkesan seperti barang ajaib yang serba bisa ketika penggunaannya ditanyakan kepada banyak orang. Hampir tak ada orang yang secara maksimal memanfaatkan semua fitur sebuah ponsel.
     
    Ponsel "dangdut" Margono dibanderol Rp 350.000 karena dilengkapi fitur internet, sejumlah perangkat lunak klien jejaring sosial, kamera, dan radio. "Namun, saya membeli ponsel itu untuk mendengarkan musik. Jadi, saya mendengarkan musik. Saya belum ingin berinternet atau bermain Facebook. Saya tetap lebih senang menelepon langsung daripada berkirim SMS," kata Margono sambil menimang ponsel QWERTY-nya.
     
    Diza (27), yang jarang mendengarkan rekaman lagu dari ponsel, rela datang jauh dari Bogor dan mengantre satu jam lebih untuk mendapatkan potongan harga membeli "ponsel musik" pada pameran Indonesia International Communication Expo and Conference (IICEC) di Jakarta, Minggu (12/6).
     
    "Sebenarnya saya suka bentuknya dan kualitasnya kameranya bagus. Soal fitur lainnya apa saja, saya tidak tahu. Saya ingin membelinya karena telanjur menjual ponsel dua minggu lalu sehingga salah satu nomor saya tak bisa aktif dipakai," kata Diza sambil berpindah tempat duduk di antrean yang mengular puluhan meter demi mendapat diskon Rp 100.000.
     
    Diza tak sendiri. Selama lima hari pameran, 8-12 Juli, IICEC menyedot 193.281 pengunjung yang meminati berbagai produk komputer dan ponsel. Lokasi pameran ponsel tak pernah sepi dari pembeli.
     
    Kebutuhan yang diciptakan
     
    Yanuar Nugroho, peneliti yang baru merampungkan kolaborasi riset Manchester Institute of Innovation Research Inggris dan HIVOS Regional Asia Tenggara berjudul "@ksi Warga, Kolaborasi, Demokrasi Partisipatoris, dan Kebebasan Informasi" menilai bertahannya euforia mengonsumsi produk dan jasa ponsel di Indonesia dipupuk model pertumbuhan ekonomi yang bertumpu pada konsumsi.
     
    Di satu sisi, teknologi ponsel memang berkembang menghasilkan berbagai jenis ponsel. Di pihak lain, pasar terus dibangun dengan iklan yang terus menyerang insting status, kepemilikan, dan keintiman konsumen terhadap segala ponsel teknologi terbaru. Apa yang diburu para konsumen sejatinya "kebutuhan yang diciptakan" produsen.
     
    "Itu tak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di negara maju. Bedanya, masyarakat atau pasar negara maju jauh lebih rasional meski tetap konsumtif. Maka, bom yang terjadi ketika produk/ varian gadget baru muncul segera mereda lagi. Saat iPad, iPad2, atau iPhone diluncurkan di negara maju, warganya juga rela antre berjejal semalaman karena iPad/iPhone juga jadi lambang status di sana. Namun, euforia ini segera mereda karena ada proses rasionalisasi," kata peneliti dari Universitas Manchester itu.
     
    Mengejar setiap varian fitur dan jenis ponsel terbaru, bagi Yanuar, lebih menyerupai konsumtivisme yang mengada-ada ketimbang upaya memenuhi kebutuhan berkomunikasi. "Penelitian perilaku pengguna ponsel di negara maju menunjukkan, rata-rata hanya 10-15 persen fitur ponsel yang termanfaatkan maksimal," kata Yanuar.
     
    "Budaya ponsel" akan semakin menguatkan ekonomi bercorak kosumtivisme. Dan, ratusan juta nomor ponsel itu seperti keran yang siap dialiri bujuk rayu produsen untuk memikat 240 juta rakyat negeri ini agar melahap apa saja yang mereka ingin jual. Fantastis! (CAN/UMI)
     
    http://m.kompas.com/cetak/cread/2011/06/26/02123243/di-bawah-penjajahan-ponsel
    Powered by salakpondohmania®
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    hendarto adi <hendartoadi2@yahoo.com> Jun 25 02:18AM -0700 ^
     
    ....cakepan mana...?
     

    Istimew
     
     
     
    -Anung-
     
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5,
    Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    hendarto adi <hendartoadi2@yahoo.com> Jun 25 02:21AM -0700 ^
     
    .....emang konstituen Mbak Noura di mana...? katanya Jawa Timur....?
     
    ini lagu buat beliau :
     
    Noura Noura Noura
    engkau laksana kembang di Kebun Raya
    menanti kumbang-kumbang datang menggoda
    di sana.....di melawai....
     
    asalnjeplakdotcom....
     
    hehehehehe......
     
     
     
    ________________________________
    From: "andirahmah91@yahoo.com" <andirahmah91@yahoo.com>
    To: alumniugm@googlegroups.com
    Sent: Sat, June 25, 2011 1:12:13 PM
    Subject: Re: [kagama] FPKS : Walikota Menikah 4 Kali Tidak
    Apa-ApaAsalTakGangguTugas
     
    Wanda, sosialitanya berbeda :-)
     
    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
    ________________________________
     
    From: hendarto adi <hendartoadi2@yahoo.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Fri, 24 Jun 2011 23:35:41 -0700 (PDT)
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    ReplyTo: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] FPKS : Walikota Menikah 4 Kali Tidak
    Apa-ApaAsalTakGangguTugas
     
     
     
    ....oh ya.....:) bisa diajak dialog di angkringan...? atau harus ke restoran
    atau klub....?
     
    sol,
     
    hendi
     
     
     
    ________________________________
    From: "andirahmah91@yahoo.com" <andirahmah91@yahoo.com>
    To: alumniugm@googlegroups.com
    Sent: Sat, June 25, 2011 9:40:27 AM
    Subject: Re: [kagama] FPKS : Walikota Menikah 4 Kali Tidak
    Apa-ApaAsalTakGangguTugas
     
    Masih single Mas Hendi, dan lebih cantik dari apa yg tertangkap kamera :-)
    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
    ________________________________
     
    From: hendarto adi <hendartoadi2@yahoo.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Fri, 24 Jun 2011 21:53:15 -0700 (PDT)
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    ReplyTo: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] FPKS : Walikota Menikah 4 Kali Tidak Apa-ApaAsalTakGanggu
    Tugas
     
     
     
    ......asssyyyyiiiikkkkk.....tambah panjang......
     
    ....ngomong - ngomong, aleg Hanura Mbak Noury siapa itu......masih single
    kah...?
     
    asalnjeplakdotcom
     
    hendi
     
     
     
    ________________________________
    From: "andirahmah91@yahoo.com" <andirahmah91@yahoo.com>
    To: alumniugm@googlegroups.com
    Sent: Sat, June 25, 2011 8:43:23 AM
    Subject: Re: [kagama] FPKS : Walikota Menikah 4 Kali Tidak Apa-ApaAsalTakGanggu
    Tugas
     
     
    Biar tambah seru, Mas Komo..coba buat data aleg yg selingkuh dan suka jajan :D
     
    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
     
    -----Original Message-----
    From: rsulastama@gmail.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sat, 25 Jun 2011 03:29:34
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] FPKS : Walikota Menikah 4 Kali Tidak Apa-Apa
    AsalTakGanggu Tugas
     
    Kalau ada data Aleg di DPR yang poligami, mungkin bisa diinterpretasi konstituen
    partai mana yang cenderung poligamis :D
     
    Ada yang punya data? Kalau dari ratusan anggota DPR siapa saja yang berpoligami?
    Powered by salakpondohmania®
     
    -----Original Message-----
    From: andirahmah91@yahoo.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sat, 25 Jun 2011 04:12:04
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] FPKS : Walikota Menikah 4 Kali Tidak Apa-Apa Asal
    TakGanggu Tugas
     
     
    Hehehehe....cerminan konstituen Partai Golkar, PDIP dan FPKS ya Nung.
    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
    Teruuusss...!
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5,
    Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5,
    Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5,
    Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5,
    Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5,
    Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5,
    Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5,
    Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    Rudi Elprian <ibnusadikin4@gmail.com> Jun 25 08:51PM +0700 ^
     
    Saya sih g lht dia darimana, sy kagum dgn sikap pejabat level pimpinan
    yg berani betanggung jawab dgn menikahi wanita, beda dgn kebanyakan
    lainx yg merendahkan wanita dgn bermain2 dgn wanita tnpa ikatan yg
    sah.
     
     
    --
    Sent from my mobile device

     

    Sakha Rahmanda <sakha.rahmanda@gmail.com> Jun 26 10:52AM +0700 ^
     
    Berarti indikasi bagus ya Pak Rudi,
    pencitraan Pak Diani sekaligus PKS sebagai partai yang bersih, peduli
    pada wong cilik, suci serta anti zina berhasil kalau begitu :-D
     
     
    salam kagama
    SR
     
     

     

    conny_chard@yahoo.com Jun 26 04:07AM ^
     
    Saya binggung..kok menikahi 4 istri dikagumi ya??tdk ada yg perlu di kagumi seharusnya :D dua2 nya harusnya jangan dilakukan seorang pria maupun wanita.menikah berkali kali,maupun kawin berkali2 tanpa ikatan. Lalu ujung2 nya akan selalu berkata:namanya manusia,sering khilaf dll..apa bedanya dengan menyetujui tempat2 pelacuran??kan kalo ada tmpt2 sprti itu mengurangi perselingkuhan??tp menambah penyakit dan ujung2nya pasangan yg tdk tau apa2 berdampak.
     
    Buat saya pribadi,pegang prinsip.setia lah pada pasangan itu bukti kita setia kepada ALLAH yg kita sembah. Sama yg keliatan aja kagak setia,gimana ama yg tidak keliatan :D
     
    Salam dari NTT
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: Sakha Rahmanda <sakha.rahmanda@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 26 Jun 2011 10:52:39
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] FPKS : Walikota Menikah 4 Kali Tidak Apa-Apa Asal Tak
    Ganggu Tugas
     
    Berarti indikasi bagus ya Pak Rudi,
    pencitraan Pak Diani sekaligus PKS sebagai partai yang bersih, peduli
    pada wong cilik, suci serta anti zina berhasil kalau begitu :-D
     
     
    salam kagama
    SR
     
     
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    andirahmah91@yahoo.com Jun 26 05:17AM ^
     
    Hai Mbak Conny...!!
     
    BB saya sempat rawat inap beberapa kali, jadi no kontak dan BBMnya juga lenyap. Sudah kontak dengan Christina Tan kah?
     
    Mau lagi dunk kontaknya..kebetulan saya bertemu seorang Ibu dari NTT yang sdh sebulan di Jkt karena ingin ketemu Mbak Angie. Beliau membawa kain tenun bertuliskan nama politisi PD itu. Karena berbagai hal, si Ibu ini gak pernah bertemu dgn Mbak Angie.
     
    Masalah utamanya, beliau punya anak, Febri, 9 thn yg mengalami kelumpuhan akibat stuip berulang sejak usia 7 bln. Saya memahami maksud beliau utk terapi anaknya supaya bisa melakukan hal2 dasar secara mandiri, makan, minum, MCK.
     
    Pertanyaan saya sederhana, apakah di NTT ada fasilitas utk beliau memberikan terapi yg tepat bagi putra bungsunya ini?
    Saya masih menyimpan no Hp beliau, jadi saya bisa berikan ke Mbak Conny spy dapat memberikan bantuan lebih baik.
     
     
     
    Salam,
     
     
    Andi Rahmah
     
     
     
     
    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

     

    Ir R J Taruno Poedjohardjo <tarunopeha@yahoo.com> Jun 25 09:50PM -0700 ^
     
    dikagumi dalam tanda petik
    KEBERANIANNYA KENEKADANYA DAN MUKA TEMBOKNYA.he he he .tph
     
     
     
    ________________________________
    From: "conny_chard@yahoo.com" <conny_chard@yahoo.com>
    To: alumniugm@googlegroups.com
    Sent: Sun, June 26, 2011 11:07:52 AM
    Subject: Re: [kagama] FPKS : Walikota Menikah 4 Kali Tidak Apa-Apa Asal
    TakGanggu Tugas
     
    Saya binggung..kok menikahi 4 istri dikagumi ya??tdk ada yg perlu di kagumi
    seharusnya :D dua2 nya harusnya jangan dilakukan seorang pria maupun
    wanita.menikah berkali kali,maupun kawin berkali2 tanpa ikatan. Lalu ujung2 nya
    akan selalu berkata:namanya manusia,sering khilaf dll..apa bedanya dengan
    menyetujui tempat2 pelacuran??kan kalo ada tmpt2 sprti itu mengurangi
    perselingkuhan??tp menambah penyakit dan ujung2nya pasangan yg tdk tau apa2
    berdampak.
     
    Buat saya pribadi,pegang prinsip.setia lah pada pasangan itu bukti kita setia
    kepada ALLAH yg kita sembah. Sama yg keliatan aja kagak setia,gimana ama yg
    tidak keliatan :D
     
     
    Salam dari NTT
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: Sakha Rahmanda <sakha.rahmanda@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 26 Jun 2011 10:52:39
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] FPKS : Walikota Menikah 4 Kali Tidak Apa-Apa Asal Tak
    Ganggu Tugas
     
    Berarti indikasi bagus ya Pak Rudi,
    pencitraan Pak Diani sekaligus PKS sebagai partai yang bersih, peduli
    pada wong cilik, suci serta anti zina berhasil kalau begitu :-D
     
     
    salam kagama
    SR
     
     
     
    >> Jumat, 24/06/2011 17:35 WIB
    >> FPKS Bogor: Walikota Menikah 4 Kali Urusan Pribadi Asal Tak Ganggu Tugas
    >> Fitraya Ramadhanny - detikNews
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5,
    Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5,
    Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    vriovia@kagamavirtual.com Jun 26 05:08AM ^
     
    Wah siji ne ra ketok mas.
    valdi riovia
    BRI Pandeglang/FKT 96
     
    -----Original Message-----
    From: hendarto adi <hendartoadi2@yahoo.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sat, 25 Jun 2011 02:18:29
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] cakepan mana ?
     
     
     
    ....cakepan mana...?
     

    Istimew
     
     
     
    -Anung-
     
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5,
    Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    Sakha Rahmanda <sakha.rahmanda@gmail.com> Jun 26 09:27AM +0700 ^
     
    Maap Bu Andi..
     
    1. Apa bedanya penggunaan kata2 "kamu" dan "anda" ?
    Terlihat dalam menjawab pertanyaan saya di bawah, Bu Andi menggunakan
    kata2 "kamu" dan "anda"
     
    Suntik-menyuntik bukankah hal yang biasa dalam kehidupan kan Bu?
    Selain juga suntikan dalam arti yang sebenarnya yaitu injeksi vitamin
    yang dimasukkan kedalam tubuh kita. Menurut saya sih ini hal yg biasa
    dan tidak perlu dicemaskan. Kecuali, Mas THS meminta suntikan yang
    lain misal : suntik silikon
    Nah, ini justru yang perlu kita cemaskan :-D
     
    Ibu Andi sendiri juga tak jarang dalam kondisi tertentu juga
    memerlukan "suntikan" dari suami bukan? Maap saya bukan berpikiran
    ngeres dalam penggunaan kata suntikan lho ya.. :-D
    yang saya maksudkan bukan "suntikan" yang itu, akan tetapi suntikan
    motivasi, dukungan dan support dari orang-orang terdekat. Menurut saya
    ini adalah hal yang lumrah.
     
    Begitu Bu, ada kurang lebih nya mohon dimaapkan ya.. cheers
     
     
    salam kagama
    SR
     
     
     

     

    Ir R J Taruno Poedjohardjo <tarunopeha@yahoo.com> Jun 25 09:32PM -0700 ^
     
    Caranya : mindset kita SING WARAS NGALAH ,dimanapun,kapanpun
    Biarkan saja orang yg marah kepada kita,asalkan belum "moro tangan",
    kalau dia memaki ,anggap sepi saja,toch yg dosa dia
    Termasuk atasan,didalam pikiran kita,anggap saja dia melaksanakan salahsatu
    tugasnya yg 6 :
    membimbing,membombong,ngayomi,ngayemi,marah dan tandatangan.tph
     
     
     
    ________________________________
    From: Ebes Defry <yusdanial@gmail.com>
    To: alumniugm@googlegroups.com
    Sent: Sun, June 26, 2011 4:37:34 AM
    Subject: Re: [kagama] stress related to ourself
     
    4.kalau perlu (ini gak baik) setresslah orang lain .he he he .tph
     
    +++
     
    Hahahaha...
     
    Caranya bagaimana mbah ?
     
    *mohon petunjuk dan wejangannya*
     
     
     
     
    http://yusdanial.blogspot.com
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5,
    Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    Ir R J Taruno Poedjohardjo <tarunopeha@yahoo.com> Jun 25 09:45PM -0700 ^
     
    Ini tidak selalu benar
    Penyebab utama stress ,ketidak puasan pribadi ,nothing to lose.
    Kiatnya :
    pasrah (berserah diri) sumeleh (apa adanya) lenggah (menyesuaikan diri)
    banyak yg pasrah tapi tidak rela
    Bahagia itu dari dalam diri kita sendiri
    Contoh sehari hari :
    Banyak orang kaya yg stress dan gak bisa tidur karena ...... takut mlarat
    coba perhatikan dibawah jembatan,tukang gali bisa tidur nyenyak.tph
     
     
     
    ________________________________
    From: Sakha Rahmanda <sakha.rahmanda@gmail.com>
    To: alumniugm@googlegroups.com
    Sent: Sun, June 26, 2011 7:43:50 AM
    Subject: Re: [kagama] stress related to ourself
     
    Tingkat stress berbanding terbalik dengan kesejahteraan Pak..
    Makin tinggi tingkat kesejahteraan suatu masyarakat biasanya tingkat
    stress menurun atau kemampuan mengendalikan emosi makin baik.
     
    Begitu pun hal nya dengan diri kita, ketika hampir seluruh kebutuhan
    hidup atau sebagian besar keinginan telah bisa kita penuhi maka
    relatif hidup akan terasa lebih adem ayem, tenterem... dan tidak
    emosional :-)
     
     
    salam kagama
    SR
     
     
     
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5,
    Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    Ir R J Taruno Poedjohardjo <tarunopeha@yahoo.com> Jun 25 09:47PM -0700 ^
     
    ikut nimbrung
    anda terasa lebih sopan daripada kamu apalagi kau.tph
     
     
     
    ________________________________
    From: Sakha Rahmanda <sakha.rahmanda@gmail.com>
    To: alumniugm@googlegroups.com
    Sent: Sun, June 26, 2011 9:27:31 AM
    Subject: Re: [kagama] stress related to ourself
     
    Maap Bu Andi..
     
    1. Apa bedanya penggunaan kata2 "kamu" dan "anda" ?
    Terlihat dalam menjawab pertanyaan saya di bawah, Bu Andi menggunakan
    kata2 "kamu" dan "anda"
     
    Suntik-menyuntik bukankah hal yang biasa dalam kehidupan kan Bu?
    Selain juga suntikan dalam arti yang sebenarnya yaitu injeksi vitamin
    yang dimasukkan kedalam tubuh kita. Menurut saya sih ini hal yg biasa
    dan tidak perlu dicemaskan. Kecuali, Mas THS meminta suntikan yang
    lain misal : suntik silikon
    Nah, ini justru yang perlu kita cemaskan :-D
     
    Ibu Andi sendiri juga tak jarang dalam kondisi tertentu juga
    memerlukan "suntikan" dari suami bukan? Maap saya bukan berpikiran
    ngeres dalam penggunaan kata suntikan lho ya.. :-D
    yang saya maksudkan bukan "suntikan" yang itu, akan tetapi suntikan
    motivasi, dukungan dan support dari orang-orang terdekat. Menurut saya
    ini adalah hal yang lumrah.
     
    Begitu Bu, ada kurang lebih nya mohon dimaapkan ya.. cheers
     
     
    salam kagama
    SR
     
     
     
    >waktu luang....malah jadi stress dan posesif gak keruan. Kerasanya waktu cuti
    >melahirkan...
    > suami saya jadi puyeng dan minta supaya saya melakukan aktifitas yg saya
    sukai.
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5,
    Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    Ir R J Taruno Poedjohardjo <tarunopeha@yahoo.com> Jun 25 09:37PM -0700 ^
     
    makanya kalau cari dokter kandungan /gynecolog harus yg sudah tua
    pertama karena punya banyak pengalaman
    kedua karena sudah buyutan,goyang2 tangannya waktu periksa V. ha ha ha.tp
     
     
     
    ________________________________
    From: Sakha Rahmanda <sakha.rahmanda@gmail.com>
    To: alumniugm@googlegroups.com
    Sent: Sun, June 26, 2011 7:41:37 AM
    Subject: Re: [kagama] [cerpen] ketika anakku 35 mm
     
    Kan Mas Tri pake kata "kemungkinan" mas..
    Secara Dokter kandungan yg sudah ahli biasanye feelingnya tajem,
    kendatipun belum bisa terdeteksi tapi biasanya ada tanda2 tertentu
    yang mendindikasikan perbedaan antara janin laki-laki dan janin
    perempuan
     
    salam kagama
    SR
     
     
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5,
    Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    hendarto adi <hendartoadi2@yahoo.com> Jun 25 04:06AM -0700 ^
     
    ....kalau kebanyakan minum kelapa muda kelangan ada efek nggak...?
     
     
     
    ________________________________
    From: Yunus Tohir <yunstroom@gmail.com>
    To: alumniugm@googlegroups.com
    Sent: Sat, June 25, 2011 12:45:48 PM
    Subject: Re: [kagama] Manfaat 6 Gelas Air Putih
     
    Kalau lebih dari 6 gelas gimana ya? Adakah pengaruhnya terhadap kesehatan?
    Walaupun itu ditulisnya minimal.. ;) kalau saya sih biasanya ya 1-2 gelas saja,
    biar lancar saat blow down.. ;p
     
     
    Mungkin rekan2 kedokteran ada yg bisa membantu menjelaskan?
     
    Maklum saya awam masalah begini.
     
    Regards
    Yunus Tohir
    (YunTo)
    Sent from HP titipan
    ________________________________
     
    From: Yassir Suhari Abbas <ysanst@kagamavirtual.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sat, 25 Jun 2011 14:42:22 +0700
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    ReplyTo: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] Manfaat 6 Gelas Air Putih
     
     
    Sumber :
    Prof S Periasamy DIM & D ACC - Bohiraj Vedante Maharish Charity, Kantha Health
    And Research Centre Karur 639006, TN India
     
    Manfaat 6 Gelas Air Putih In Tips
    Manfaat air putih sangatlah banyak, beberapa penelitian sangat menganjurkan
    untuk meminum minimal 6 gelas air putih setiap hari. ada apa dengan 6 gelas air
    putih?
     
    6 GELAS AIR PUTIH
    Tuhan telah memberi kita air yang banyak dan gratis. Tanpa mengeluarkan uang
    untuk obat-obatan, tablet, suntikan, diagnosa, upah dokter, dll. Hanya minum
    air minum, penyakit di bawah ini bisa disembuhkan. Anda tak akan percaya
    sebelum melakukannya. Di bawah ini daftar penyakit yang dapat disembuhkan oleh
    terapi ini:
    - Sakit Kepala - Asma
    - Hosthortobics
    - Darah Tinggi - Bronchitis
    - Kencing Manis
    - Kurang Darah - TBC Paru-paru
    - Penyakit Mata
    - Rematik - Radang Otak
    - Pendarahan di Maata & Mata Merah
    - Lumpuh - Batu Ginjal
    - Haid Tidak Teratur
    - Kegemukan - Penyakit Saluran Kencing
    - Leukimia
    - Radang/ Sakit Persendian - Kelebihan Asam Urat
    - Kanker Peranakan
    - Radang Selaput Lendir - Mencret
    - Kanker Payudara
    - Gangguan Jantung - Disentri
    - Radang Tenggorokan
    - Mabuk, Pusing, Gamang - Ambeien
    - Sembelit
    - Batuk
     
     
    Bagaimana Air Minum Itu Bekerja ?
     
    Meminum air minum biasa dengan metode yang benar, memurnikan tubuh manusia. Hal
    itu membuat usus besar bekerja dengan lebih efektif dengan cara membentuk darah
    baru, dalam istilah medis dikenal sebagai aematopaises.
     
    Bahwa mucousal fold pada usus besar dan usus kecil diaktifkan oleh metode ini,
    merupakan fakta tak terbantah, seperti teori yang menyatakan bahwa darah segar
    baru diproduksi oleh mucousal fold ini.
     
    Bila usus bersih, maka gizi makanan yang dimakan beberapakali dalam sehari akan
    diserap dan dengan kerja mucousal fold, gizi makanan itu diubah menjadi darah
    baru. Darah merupakan hal paling penting dalam menyembuhkan penyakit dan
    memelihara kesehatan, dan karena itu air hendaknya dikonsumsi dengan teratur.
     
     
    Bagaimana Melakukan Terapi Air ini ?
     
    1. Pagi hari ketika anda baru bangun tidur (bahkan tanpa gosok gigi terlebih
    dahulu) minumlah 1.5 liter air, yaitu 5 sampai 6 gelas. Lebih baik airnya
    ditakar dahulu sebanyak 1.5 liter. Ketahuilah bahwa nenek moyang kami menamakan
    terapi ini sebagai "usha paana chikitsa". Setelah itu anda boleh mencuci muka.
    2. Hal sangat penting untuk diketahui bahwa jangan minum atau makan apapun satu
    jam sebelum dan sesudah minum 1.5 liter air ini.
    3. Juga telah diteliti dengan seksama bahwa tidak boleh minum minuman beralkohol
    pada malam sebelumnya.
    4. Bila perlu, gunakanlah air rebus atau air yang sudah disaring.
     
     
    Apakah Mungkin Minum 1.5 Liter Air Sekaligus ?
     
    Untuk permulaan, mungkin akan terasa sulit meminum 1.5 liter air sekaligus,
    tapi lambat laun akan terbiasa juga. Mula-mula, ketika latihan, anda boleh
    minum 4 gelas dulu dan sisanya yang 2 gelas diminum dua menit kemudian. Awalnya
    anda akan buang air kecil 2 sampai 3 kali dalam satu jam, tapi setelah beberapa
    lama, akan normal kembali. Menurut penelitian dan pengalaman, penyakit-penyakit
    berikut diketahui dapat disembuhkan dengan terapi ini dalam waktu seperti
    tertulis di bawah ini :
     
    - Sembelit - 1 Hari - TBC Paru-Paru - 3 Bulan
    - Kencing Manis - 7 Hari
    - Asam Urat - 2 Hari - Tekanan Darah - 4 Minggu
    - Kanker - 4 Minggu
     
     
    Catatan :
     
    Disarankan agar penderita radang/ sakit persendian dan rematik melaksanakan
    terapi ini tiga kali sehari, yaitu pagi, siang, dan malam satu jam sebelum
    makan-selama satu minggu, setelah itu dua kali sehari sampai penyakitnya
    sembuh.
     
    Kami mohon dengan sangat, metode di atas dibaca dan dipraktekkan dengan
    seksama. Sebar luaskanlah pesan ini kepada teman-teman, sanak saudara, dan
    tetangga - karena hal ini merupakan persembahan pada kemanusiaan.
     
    Dengan rahmat Tuhan, setiap orang hendaknya menjalani hidup sehat.
     
    "BILAMANA ANDA BERPARTISIPASI DALAM PENEBARAN INFORMASI INI ANDA BAGAIKAN
    SEORANG DOKTER YANG TELAH MENYEMBUHKAN BERIBU-RIBU BAHKAN BERJUTA-JUTA MANUSIA"
     

    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5,
    Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5,
    Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    Nurcahya Priyonugroho <anung.pnugroho@gmail.com> Jun 26 10:32AM +0700 ^
     
    > Wah...saya kira njenengan yang menyediakan stok buat pak
    > walikota....wkwkwkwk
     
    *** Wah, njenengan meremehkan kemampuan "searching" Pak Walikota Diani
    Budiarto. Beliau itu jago mencari sendiri, kemungkinan seluk-beluk
    wilayah Kemang sudah dihafal sama beliau, dari kafe ke kafe :-)
     
    -Anung-

     

    hendarto adi <hendartoadi2@yahoo.com> Jun 25 02:30AM -0700 ^
     
    ...iyah.....:) apalagi kalo diancam harus mau dinikah siri.....he...he...he....
     
    piss ah..:) guyon...:)
     
     
     
    ________________________________
    From: "andirahmah91@yahoo.com" <andirahmah91@yahoo.com>
    To: alumniugm@googlegroups.com
    Sent: Sat, June 25, 2011 1:13:29 PM
    Subject: Re: [kagama] FPKS : Walikota Menikah 4 Kali Tidak
    Apa-ApaAsalTakGangguTugas
     

    Hehehehe..., tambahan aspri maksudnya Mas?
     
    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
    ________________________________
     
    From: hendarto adi <hendartoadi2@yahoo.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sat, 25 Jun 2011 00:36:25 -0700 (PDT)
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    ReplyTo: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] FPKS : Walikota Menikah 4 Kali Tidak
    Apa-ApaAsalTakGangguTugas
     
     
     
    ....Mbak Noura Hartarony butuh aspri...?
     
     
     
    ________________________________
    From: "andirahmah91@yahoo.com" <andirahmah91@yahoo.com>
    To: alumniugm@googlegroups.com
    Sent: Sat, June 25, 2011 11:27:57 AM
    Subject: Re: [kagama] FPKS : Walikota Menikah 4 Kali Tidak
    Apa-ApaAsalTakGangguTugas
     
     
    Maksud saya utk semua Fraksi Mas Sakha :-).
     
    Teman saya yg bekerja sbg aspri di fraksi lain, mendadak dipecat krn menolak
    dinikahi siri oleh alegnya.
     
     
    Kita sering mendengar skandal aleg bukan? Mari buat pemetaan utk dapat melihat
    secara keseluruhan kualitas aleg yg ada saat ini.
     
    Salam,
     
     
    Andi Rahmah
     
    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5,
    Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5,
    Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5,
    Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    hendarto adi <hendartoadi2@yahoo.com> Jun 25 04:02AM -0700 ^
     
    .....yg semestinya kalau si Walikota mengutamakan kualitas iman, krn alasan
    agama, bukan wanita seperti itu yg dia pilih.......
     
    ........................frasa ini, biarpun arguable, aku setuju....:)
     
    sol,
     
    hendi
     
    catatan: kenapa arguable...? sebab aku sendiri pernah berada dalam kondisi
    berdagang dengan konsumen yang akrab dengan suasana malam macam Sands Club di
    Mangga Dua.....aku bisa saja cari kerja di tempat lain, namun kebutuhan hidup
    memaksa aku mencari gaji yang lebih tinggi yang bisa dipenuhi oleh employer saat
    itu....
     
    tentu mas Arief berhak atas pendapatnya (yang aku setujui) di atas....

     

    rsulastama@gmail.com Jun 26 02:43AM ^
     
    Lhoh kerjaan satpol PP itu menghalangi orang berusaha ya? Terus kalau ndak bisa jualan mereka terpaksa menjadi TKI/ TKW ke KSA ya?
     
    Jangan kecewa mBak Aroem, mudah2an 2 minggu lagi kita lanjutkan tour bebek goreng. Setidaknya bisa mengurangi kegalauan kalau hukum garang hanya buat kaum pinggiran.
    Powered by salakpondohmania®
     
    -----Original Message-----
    From: Aroem Naroeni <aroem.naroeni@kagamavirtual.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sat, 25 Jun 2011 20:32:51
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] Oh .. ayam bakarku
     
    Jakarta, Juni 2011
     
    <http://aroemnaroeni.files.wordpress.com/2011/06/ayam-bakar1.jpeg>
     
    Sepulang dari kantor aku sudah berencana membeli ayam bakar di tempat
    langgananku di depan rumah sakit. Hanya penjual ayam bakar itu yang
    mempunyai cita rasa yang pas di lidahku…. lidah Jawa. Dari depan kampus aku
    menyebrang jalan dengan sabar karena semua tidak mau kalah, bis,
    motor,angkot, bajaj, metromini semua ingin saling mendahului dan berhenti
    dimana saja seenak mereka sendiri .. huft… Tapi begitu sampai di depan rumah
    sakit aku celingak celinguk.. kok nggak ada apa-apa ? aku lihat jam
    tanganku… sudah menunjukkan hampir pukul tujuh malam… Aku Cuma bisa berdiri
    bengong.. balik kanan … menyusuri jalan dengan wajah bingung..nggak tahu mau
    kemana. Beberapa hari ini sudah kepikiran di kepala .. ayam bakar.. ayam
    bakar [image: :)] . Wajar
     
    <http://aroemnaroeni.files.wordpress.com/2011/06/ayam-bakar2.jpeg>
     
    kalau kecewa. Beberapa meter setelah aku berjalan, aku melihat banya
    gerobak-gerobak bergerombol dan tampak masih belum menggelar dagangannya
    karena aku lihat ada bangku, terpal, kompor gas, di atas gerobak. Aku
    mengenali mereka, pedagang-pedagang kaki lima yang biasa berjualan di depan
    rumah sakit. Dengan suara rendah mereka berbicara
    "Tunggu saja sampai mereka pergi"
    "Mereka tidak bakalan pergi, kita tidak bakalan bisa berjualan malam ini….
    apes…apes…!".
    Aku menghampiri mereka, ada ibu penjual bakso yang juga langgananku.
    "Ada apa sich bu?"
    "O… mbak kita nggak bisa jualan, mulai hari ini dijagai satpol PP di depan
    rumah sakit dan dipasangin pot-pot besar"
    "Oooo….begitu ya bu…."
    Aku cuma bisa memandangi mereka…. Sedih [image: :(] tanpa bisa berbuat
    apapun dan juga jengkel tidak jadi makan ayam bakar kesenanganku. Dimana aku
    bisa dapat ayam bakar dengan rasa Jawa ? Sebelllll…………
    <http://aroemnaroeni.files.wordpress.com/2011/06/ayam-bakar3.jpeg>
     
    Aku berjalan ke arah rumah sakit.. kali ini dengan tujuan pulang.. Satu truk
    satpol PP dan satu pick up terbuka dengan satpol PP yang duduk-duduk disitu
    tampak diparkir di depan rumah sakit. Sampai kapan mereka mau berjaga ? Hari
    sudah malam hampir jam 8 malam. Biasanya tempat itu sudah ramai dengan orang
    yang makan malam. Sebagian besar adalah yang menunggu di rumah sakit atau
    karyawan di rumah sakit. Harga di warung-warung kaki lima itu lebih
    terjangkau daripada kantin di rumah sakit atau restaurant-restaurant
    fastfood Internasional yang mulai tumbuh menjamur di sepanjang jalan ini.
    Mengapa pemerintah daerah tidak cenderung untuk memberikan tempat pada
    mereka yang memberi makan pada rakyatnya. Malam itu ayam bakarku cuma aku
    temui di dalam mimpi……
     
     
    www.aroemnaroeni.wordpress.com
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    hendarto adi <hendartoadi2@yahoo.com> Jun 25 07:24AM -0700 ^
     
    ....kayaknya enak...:)
     
     
     
    ________________________________
    From: Aroem Naroeni <aroem.naroeni@kagamavirtual.com>
    To: alumniugm@googlegroups.com
    Sent: Sat, June 25, 2011 4:32:51 PM
    Subject: [kagama] Oh .. ayam bakarku
     
     
    Jakarta, Juni 2011
     
    Sepulang dari kantor aku sudah berencana membeli ayam bakar di tempat
    langgananku di depan rumah sakit. Hanya penjual ayam bakar itu yang mempunyai
    cita rasa yang pas di lidahku…. lidah Jawa. Dari depan kampus aku menyebrang
    jalan dengan sabar karena semua tidak mau kalah, bis, motor,angkot, bajaj,
    metromini semua ingin saling mendahului dan berhenti dimana saja seenak mereka
    sendiri .. huft… Tapi begitu sampai di depan rumah sakit aku celingak
    celinguk.. kok nggak ada apa-apa ? aku lihat jam tanganku… sudah menunjukkan
    hampir pukul tujuh malam… Aku Cuma bisa berdiri bengong.. balik kanan …
    menyusuri jalan dengan wajah bingung..nggak tahu mau kemana. Beberapa hari ini
    sudah kepikiran di kepala .. ayam bakar.. ayam bakar . Wajar
     
     

     
    kalau kecewa. Beberapa meter setelah aku berjalan, aku melihat banya
    gerobak-gerobak bergerombol dan tampak masih belum menggelar dagangannya karena
    aku lihat ada bangku, terpal, kompor gas, di atas gerobak. Aku mengenali
    mereka, pedagang-pedagang kaki lima yang biasa berjualan di depan rumah sakit.
    Dengan suara rendah mereka berbicara
    "Tunggu saja sampai mereka pergi"
    "Mereka tidak bakalan pergi, kita tidak bakalan bisa berjualan malam ini….
    apes…apes…!".
    Aku menghampiri mereka, ada ibu penjual bakso yang juga langgananku.
    "Ada apa sich bu?"
    "O… mbak kita nggak bisa jualan, mulai hari ini dijagai satpol PP di depan rumah
    sakit dan dipasangin pot-pot besar"
    "Oooo….begitu ya bu…."
    Aku cuma bisa memandangi mereka…. Sedih tanpa bisa berbuat apapun dan juga
    jengkel tidak jadi makan ayam bakar kesenanganku. Dimana aku bisa dapat ayam
    bakar dengan rasa Jawa ? Sebelllll…………
     
     
    Aku berjalan ke arah rumah sakit.. kali ini dengan tujuan pulang.. Satu truk
    satpol PP dan satu pick up terbuka dengan satpol PP yang duduk-duduk disitu
    tampak diparkir di depan rumah sakit. Sampai kapan mereka mau berjaga ? Hari
    sudah malam hampir jam 8 malam. Biasanya tempat itu sudah ramai dengan orang
    yang makan malam. Sebagian besar adalah yang menunggu di rumah sakit atau
    karyawan di rumah sakit. Harga di warung-warung kaki lima itu lebih terjangkau
    daripada kantin di rumah sakit atau restaurant-restaurant fastfood
    Internasional yang mulai tumbuh menjamur di sepanjang jalan ini. Mengapa
    pemerintah daerah tidak cenderung untuk memberikan tempat pada mereka yang
    memberi makan pada rakyatnya. Malam itu ayam bakarku cuma aku temui di dalam
    mimpi……
     
    www.aroemnaroeni.wordpress.com
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5,
    Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    Sakha Rahmanda <sakha.rahmanda@gmail.com> Jun 26 09:31AM +0700 ^
     
    Seandainya Pak Jans suka sekali dg origami..
    Tapi di luar sana lebih banyak lagi yang suka poligami Pak :-D
     
    salam kagama
    SR
     

     

--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
Loading...