Total Tayangan

myspace hit counter

[kagama] Intisari untuk alumniUGM@googlegroups.com - 25 Pesan pada 6 Topik

Jumat, Juli 08, 2011

Grup: http://groups.google.com/group/alumniUGM/topics

    umigita@gmail.com Jul 07 02:40PM ^
     
    If Allah say 'YES',Allah give you what you want
    If Allah say 'NO',Allah give you something better
    If Allah say 'WAIT',Allah give you on the right time
    Whatever Allah said,Allah always give you the best ever
     
    Salam,
    Umi gita
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: Galuh Adi Insani <adioranye@kagamavirtual.org>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Wed, 6 Jul 2011 12:14:56
    To: alumniugm<alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] Doa untuk Sekeranjang Tempe
     
    Semoga cerita ini dapat menginspirasi kita semua yang sering "lupa"
    akan nikmat Tuhan yang dipilihkan kepada kita :
     
    Kisah ini adalah sebuah kisah nyata dari seseorang yang mungkin bisa
    "mengingatkan" kita kembali akan sebuah nikmat-Nya, semoga akan ada
    sebuah perubahan yang menjadi lebih baik pada diri kita setelah
    membaca cerita ini. Amin.
     
    Assalamualaikum Wr. Wb.
     
    Di Karangayu, sebuah desa di Kendal, Jawa Tengah, hiduplah seorang
    ibu penjual tempe . Tak ada pekerjaan lain yang dapat dia lalukan
    sebagai penyambung hidup. Meski demikian, nyaris tak pernah lahir
    keluhan dari bibirnya. Ia jalani hidup dengan riang. "Jika tempe ini
    yang nanti mengantarku ke surga, kenapa aku harus menyesalinya. .."
    demikian dia selalu memaknai hidupnya.
     
    Suatu pagi, setelah salat subuh, dia pun berkemas. Mengambil
    keranjang bambu tempat tempe , dia berjalan ke dapur. Diambilnya
    tempe-tempe yang dia letakkan di atas meja panjang. Tapi, deg! dadanya
    gemuruh. Tempe yang akan dia jual, ternyata belum jadi. Masih berupa
    kacang, sebagian berderai, belum disatukan ikatan- ikatan putih kapas
    dari peragian. Tempe itu masih harus menunggu satu hari lagi untuk
    jadi. Tubuhnya lemas. Dia bayangkan, hari ini pasti dia tidak akan
    mendapatkan uang, untuk akan, dan modal membeli kacang, yang akan dia
    olah kembali menjadi tempe .
     
    Di tengah putus asa, terbersit harapan di dadanya. Dia tahu, jika
    meminta kepada Allah, pasti tak akan ada yang mustahil. Maka, di
    tengadahkan kepala, dia angkat tangan, dia baca doa. "Ya Allah, Engkau
    tahu kesulitanku. Aku tahu Engkau pasti menyayangi hamba-Mu yang hina
    ini. Bantulah aku ya Allah, jadikanlah kedelai ini menjadi tempe .
    Hanya kepada-Mu kuserahkan nasibku..."
     
    Dalam hati, dia yakin, Allah akan mengabulkan doanya. Dengan tenang,
    dia tekan dan mampatkan daun pembungkus tempe . Dia rasakan hangat
    yang menjalari daun itu. Proses peragian memang masih berlangsung.
     
    Dadanya gemuruh. Dan pelan, dia buka daun pembungkus tempe . Dan...
    dia kecewa. Tempe itu masih belum juga berubah. Kacangnya belum semua
    menyatu oleh kapas-kapas ragi putih. Tapi, dengan memaksa senyum, dia
    berdiri. Dia yakin, Allah pasti sedang "memproses" doanya. Dan tempe
    itu pasti akan jadi. Dia yakin, Allah tidak akan menyengsarakan
    hambanya yang setia beribadah seperti dia. Sambil meletakkan semua
    tempe setengah jadi itu ke dalam keranjang, dia berdoa lagi. "Ya
    Allah, aku tahu tak pernah ada yang mustahil bagi-Mu. Engkau maha
    tahu, bahwa tak ada yang bisa aku lakukan selain berjualan tempe .
    Karena itu ya Allah, jadikanlah. Bantulah aku, kabulkan doaku..."
    Sebelum mengunci pintu dan berjalan menuju pasar, dia buka lagi daun
    pembungkus tempe . Pasti telah jadi sekarang, batinnya. Dengan
    berdebar, dia intip dari daun itu, dan... belum jadi. Kacang itu belum
    sepenuhnya memutih. Tak ada perubahan apa pun atas ragian kacang
    tersebut. "Keajaiban Tuhan akan datang... pasti," yakinnya. Dia pun
    berjalan ke pasar. Di sepanjang perjalanan itu, dia yakin, "tangan"
    Tuhan tengah bekerja untuk mematangkan proses peragian atas
    tempe-tempenya. Berkali-kali dia dia memanjatkan doa... berkali-kali
    dia yakinkan diri, Allah pasti mengabulkan doanya. Sampai di pasar, di
    tempat dia biasa berjualan, dia letakkan keranjang-keranjang itu.
    "Pasti sekarang telah jadi tempe !" batinnya.
     
    Dengan berdebar, dia buka daun pembungkus tempe itu, pelan-pelan.
    Dan... dia terlonjak. Tempe itu masih tak ada perubahan. Masih sama
    seperti ketika pertama kali dia buka di dapur tadi. Kecewa, aitmata
    menitiki keriput pipinya. Kenapa doaku tidak dikabulkan? Kenapa tempe
    ini tidak jadi? Kenapa Tuhan begitu tidak adil? Apakah Dia ingin aku
    menderita? Apa salahku? Demikian batinnya berkecamuk.
     
    Dengan lemas, dia gelar tempe-tempe setengah jadi itu di atas plastik
    yang telah dia sediakan. Tangannya lemas, tak ada keyakinan akan ada
    yang mau membeli tempenya itu. Dan dia tiba-tiba merasa lapar...merasa
    sendirian. Tuhan telah meninggalkan aku, batinnya. Airmatanya kian
    menitik. Terbayang esok dia tak dapat berjualan... esok dia pun tak
    akan dapat makan. Dilihatnya kesibukan pasar, orang yang lalu lalang,
    dan "teman-temannya" sesama penjual tempe di sisi kanan dagangannya
    yang mulai berkemas. Dianggukinya mereka yang pamit, karena tempenya
    telah laku. Kesedihannya mulai memuncak. Diingatnya, tak pernah dia
    mengalami kejadian ini. Tak pernah tempenya tak jadi. Tangisnya kian
    keras. Dia merasa cobaan itu terasa berat...
     
    Di tengah kesedihan itu, sebuah tepukan menyinggahi pundaknya. Dia
    memalingkan wajah, seorang perempuan cantik, paro baya, tengah
    tersenyum, memandangnya. "Maaf Ibu, apa ibu punya tempe yang setengah
    jadi? Capek saya sejak pagi mencari-cari di pasar ini, tak ada yang
    menjualnya. Ibu punya??" Penjual tempe itu bengong. Terkesima.
    Tiba-tiba wajahnya pucat. Tanpa menjawab pertanyaan si ibu cantik
    tadi, dia cepat menadahkan tangan. "Ya Allah, saat ini aku tidak ingin
    tempe itu jadi. Jangan engkau kabulkan doaku yang tadi. Biarkan
    sajalah tempe itu seperti tadi, jangan jadikan tempe ..."
    Lalu segera dia mengambil tempenya. Tapi, setengah ragu, dia letakkan
    lagi. "jangan-jangan, sekarang sudah jadi tempe ..." "Bagaimana Bu?
    Apa ibu menjual tempe setengah jadi?" tanya perempuan itu lagi.
    Kepanikan melandanya lagi. "Duh Gusti... bagaimana ini? Tolonglah ya
    Allah, jangan jadikan tempe ya?" ucapnya berkali-kali. Dan dengan
    gemetar, dia buka pelan-pelan daun pembungkus tempe itu. Dan apa yang
    dia lihat, pembaca?? Di balik daun yang hangat itu, dia lihat tempe
    yang masih sama. Belum jadi! "Alhamdulillah! " pekiknya, tanpa sadar.
    Segera dia angsurkan tempe itu kepada si pembeli. Sembari membungkus,
    dia pun bertanya kepada si ibu cantik itu. "Kok Ibu aneh ya, mencari
    tempe kok yang belum jadi?" "Oohh, bukan begitu, Bu. Anak saya, si
    Sulhanuddin, yang kuliah S2 di Australia ingin sekali makan tempe,
    asli buatan sini. Nah, agar bisa sampai sana belum busuk, saya pun
    mencari tempe yang belum jadi. Jadi,saat saya bawa besok, sampai sana
    masih layak dimakan. Ohh ya, jadi semuanya berapa, Bu?"
     
    Ini kisah yang biasa bukan? Dalam kehidupan sehari-hari, kita
    seringkali berdoa, dan "memaksa" Allah memberikan apa yang menurut
    kita paling cocok untuk kita. Dan jika doa kita tidak dikabulkan, kita
    merasa diabaikan, merasa kecewa. padahal, Allah paling tahu apa yang
    paling cocok untuk kita. Bahwa semua rencananya adalah sangat
    sempurna.
    Kisah sederhana yang menarik, karena seringkali kita pun mengalami
    hal yg serupa.
    Di saat kita tidak memahami ada hikmah di balik semua skenario yg
    Allah SWT takdirkan.
     
    "Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan
    boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk
    bagimu;Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui" (QS. Al Baqarah
    216)
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    ysanst@kagamavirtual.com Jul 07 03:00PM ^
     
    bahwa rizky itu diturunkan dengan cara yang amazing.....
    -̶̶•-̶̶•̸Ϟ•̸Ƭhank γőυ•̸Ϟ•̸-̶̶•-
    Galuh Adi Insani
    --------------------------
    Hebat Mas Arianto Rizky..:-)
     
    Piss ah tak iye
     
    Yassir
    Iwak-02
    Powered by Telkomsel BlackBerry®

     

    "Galuh Adi Insani" <adioranye@kagamavirtual.org> Jul 07 10:56PM ^
     
    If Allah say 'YES',Allah give you what you want
    If Allah say 'NO',Allah give you something better
    If Allah say 'WAIT',Allah give you on the right time
    Whatever Allah said,Allah always give you the best ever
     
    __________
     
    Begitu juga jodoh mba, tapi jangan lama-lama ah? Hehehehehe.....
     
    -̶̶•-̶̶•̸Ϟ•̸Ƭhank γőυ•̸Ϟ•̸-̶̶•-
     
    Galuh Adi Insani

     

    "Ebes Defry" <yusdanial@gmail.com> Jul 07 11:07PM ^
     
    Begitu juga jodoh mba, tapi jangan lama-lama ah? Hehehehehe.....
     
    +++
    Berarti ada hubungan yang erat antara jodoh dan tempe.
     
    Kalau kedelai perlu ragi supaya bisa menjadi tempe.
     
    Nah, bagaimana dengan manusia ? Apakah memerlukan ragi juga supaya berjodoh ?
     
     

    http://yusdanial.blogspot.com
     
    -----Original Message-----
    From: "Galuh Adi Insani" <adioranye@kagamavirtual.org>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Thu, 7 Jul 2011 22:56:13
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Doa untuk Sekeranjang Tempe
     
    If Allah say 'YES',Allah give you what you want
    If Allah say 'NO',Allah give you something better
    If Allah say 'WAIT',Allah give you on the right time
    Whatever Allah said,Allah always give you the best ever
     
    __________
     
    Begitu juga jodoh mba, tapi jangan lama-lama ah? Hehehehehe.....
     
    -̶̶•-̶̶•̸Ϟ•̸Ƭhank γőυ•̸Ϟ•̸-̶̶•-
     
    Galuh Adi Insani
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    umigita@gmail.com Jul 07 11:40PM ^
     
    Jiaaah...kog arahe malah mrene?hahaha...
     
    Tapi,kuamini aja deh mas galuh,mohon doanya ya^^
     
    Salam,
    Umi gita
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: "Galuh Adi Insani" <adioranye@kagamavirtual.org>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Thu, 7 Jul 2011 22:56:13
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Doa untuk Sekeranjang Tempe
     
    If Allah say 'YES',Allah give you what you want
    If Allah say 'NO',Allah give you something better
    If Allah say 'WAIT',Allah give you on the right time
    Whatever Allah said,Allah always give you the best ever
     
    __________
     
    Begitu juga jodoh mba, tapi jangan lama-lama ah? Hehehehehe.....
     
    -̶̶•-̶̶•̸Ϟ•̸Ƭhank γőυ•̸Ϟ•̸-̶̶•-
     
    Galuh Adi Insani
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    sophiewannabe@gmail.com Jul 08 12:41AM ^
     
    Berarti ada hubungan yang erat antara jodoh dan tempe.
     
    Kalau kedelai perlu ragi supaya bisa menjadi tempe.
     
    Nah, bagaimana dengan manusia ? Apakah memerlukan ragi juga supaya berjodoh ?
     
    +++++_
     
    Perlu sekali mas Defry..
     
    Tapi raginya jangan dipakai buat mandi ya... Kekekek :p
     
    Meski jodoh, rizki, dan umur ada di tangan Allah kita manusia tetep wajib berusaha kan??
     
    Ayo umi.. Percantik diri luar dan dalam biar jodohnya segera datang.. Ingat jumlah perempuan lebih banyak dari laki2 lho...
     
    Peace ah..
    Sent from my BlackBerry®
    powered by Sinyal Kuat INDOSAT
     
    -----Original Message-----
    From: "Ebes Defry" <yusdanial@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Thu, 7 Jul 2011 23:07:51
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Doa untuk Sekeranjang Tempe
     
    Begitu juga jodoh mba, tapi jangan lama-lama ah? Hehehehehe.....
     
    +++
    Berarti ada hubungan yang erat antara jodoh dan tempe.
     
    Kalau kedelai perlu ragi supaya bisa menjadi tempe.
     
    Nah, bagaimana dengan manusia ? Apakah memerlukan ragi juga supaya berjodoh ?
     
     

    http://yusdanial.blogspot.com
     
    -----Original Message-----
    From: "Galuh Adi Insani" <adioranye@kagamavirtual.org>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Thu, 7 Jul 2011 22:56:13
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Doa untuk Sekeranjang Tempe
     
    If Allah say 'YES',Allah give you what you want
    If Allah say 'NO',Allah give you something better
    If Allah say 'WAIT',Allah give you on the right time
    Whatever Allah said,Allah always give you the best ever
     
    __________
     
    Begitu juga jodoh mba, tapi jangan lama-lama ah? Hehehehehe.....
     
    -̶̶•-̶̶•̸Ϟ•̸Ƭhank γőυ•̸Ϟ•̸-̶̶•-
     
    Galuh Adi Insani
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    "Galuh Adi Insani" <adioranye@kagamavirtual.org> Jul 08 01:04AM ^
     
    Ayo umi.. Percantik diri luar dan dalam biar jodohnya segera datang.. Ingat jumlah perempuan lebih banyak dari laki2 lho...
     
    ____________
     
    Itu belum dikurangi yang meninggal karena perang, yang suka sesama jenis juga ya mba? Hahahaha....
     
    Ikut ngasih support mba Umi ah... (Gaya cher leader).....
     
    -̶̶•-̶̶•̸Ϟ•̸Ƭhank γőυ•̸Ϟ•̸-̶̶•-
     
    Galuh Adi Insani

     

    ysanst@kagamavirtual.com Jul 08 01:07AM ^
     
    Itu belum dikurangi yang meninggal karena perang, yang suka sesama jenis juga ya mba? Hahahaha....
     
    Ikut ngasih support mba Umi ah... (Gaya cher leader).....
     
    -̶̶•-̶̶•̸Ϟ•̸Ƭhank γőυ•̸Ϟ•̸-̶̶•-
     
    Galuh Adi Insani
    --------------------------
    Hayo,coba d check hasil sensus 2010 lalu..:-)
     
    Yassir
    Iwak-02
    Powered by Telkomsel BlackBerry®

     

 Topik: Mendidik anak
    umi gita <umigita@gmail.com> Jul 07 08:16PM +0700 ^
     
    maaf mas dicky saya baru sempat membalas...
    actually, saya bukan ahli dalam pendidikan anak...walaupun saya
    lulusan psikologi, bukan berarti saya ahli dalam mendidik
    anak...justru mas dicky bersama istrilah yang sudah ahli karena sudah
    praktek...kalo saya kan belum hehehe...
     
    tapi ini hanya tulisan berdasar apa yang saya dapatkan di kampus dan
    pengalaman bercengkrama dengan anak-anak dalam kegiatan...ohya, ada
    buku bagus tentang mendidik anak, judulnya "Adventure In Parenting"
    penerbit Alinea...sekarang udah susah carinya. tapi kalo mau, silahkan
    japri saya...nanti saya copikan...Insya Allah.
     
    ini tulisan saya ketika semester 4 kuliah dulu...silahkan dinikmati...
     
    CHILDREN LEARN IN EVERYWHERE AND EVERYTIME
     
    Ibu: Rio! Ayo belajar, dari tadi koq cuman main terus? Udah nyiapin
    buku dan belajar sekolah besok blum? Besok juga kamu harus les
    biola dan matematika, udah disiapin belum?
    Anak: Aduh mama..Rio tuh gak pernah main, disuruh belajar mulu! Udah
    ah sekarang mau main! Tuh udah ditungguin temen-temen.
    Ibu: Rio! Kog kamu bandel ya? Nggak ndengerin…..
    (belum selesai ibu berbicara, anak sudah lari duluan untuk main)
     
    Fenomena diatas bukanlah suatu hal yang jarang kita temui. Sebagian
    besar orang tua mengeluh anaknya malas untuk belajar, maunya main
    saja. Memang, keinginan dan harapan orang tua agar anaknya pandai
    tidaklah salah tapi perlu diperhatikan bahwa anak kita bukanlah
    miniatur orang dewasa karena anak memiliki dunianya sendiri dimana
    merupakan dunia bermain.
    Seringkali kita beranggapan bahwa yang paling penting bagi anak
    adalah belajar karena hal tersebut menyangkut masa depannya. Ditambah
    lagi bahwa belajar itu harus duduk di depan meja belajar lalu membaca
    atau menulis. Belajar juga dikaitkan dengan kuantitas, seberapa lama
    anak bertahan duduk di meja belajar, seberapa rajin anak ke sekolah,
    seberapa sedikit anak tidak menghabiskan waktunya dengan bermain atau
    menonton TV dan lain sebagainya. Itu mungkin persepsi yang mendukung
    belajar yang terkait dengan akademik seperti kemampuan berhitung,
    berbahasa dan menulis.
    Pernahkah terbesit dalam pikiran kita bahwa banyak pula yang perlu
    dipelajari anak selain kemampuan akademik diatas. Kemampuan-kemampuan
    yang dapat dipelajari tidak cukup dengan cara konvensional seperti
    diatas. Contohnya kemampuan bersosialisasi, komunikasi, memahami dan
    berempati kemudian menganalisis permasalahan yang ada di lingkungan.
    Kemampuan itulah yang sebenarnya dibutuhkan setiap anak untuk bertahan
    hidup.
    Karena belajar selalu dikaitkan dengan meja belajar, buku tebal dan
    pensil, bukan tidak mungkin anak menganggap belajar merupakan
    aktivitas yang membosankan bahkan menakutkan karena setiap mengajak
    belajar anak, orang tua selalu dengan mata yang membelalak lalu marah.
    Mungkin anak akan menuruti tapi tidak ada motivasi yang menyelimuti
    dalam kegiatan belajarnya dan untuk kesekian kalinya anak akan tidak
    termotivasi dan cenderung akan malas untuk belajar.
    Selain itu, beban anak ditambah dalam suatu kondisi belajar yang
    tidak menyenangkan di sekolah-sekolah yang masih memakai sistem
    pendidikan yang konvensional. Anak harus menelan buku-buku pelajaran
    dengan cara menghafalkannya, menulis setiap ceramah guru di depan
    kelas dan mengerjakan tugas juga ulangan harian. Anak juga masih
    dihadapkan dengan cara mengajar guru yang terkadang keras, suka
    menghukum, memarahi dan rutinitas di sekolah yang tidak bervariatif,
    membaca-mendengarkan guru mengajar di depan kelas-menulis.
     
    Definisi Belajar
    Menurut Slavin dalam bukunya Educational Psychology belajar
    terdenifisikan sebagai perubahan dalam diri individu yang disebabkan
    adanya pengalaman. Dan belajar dapat dalam banyak cara. Sedangkan
    menurut Morgan, dkk (1984 dalam Slavin, 2002) belajar dapat
    didenifisikan sebagai perubahan yang relatif permanen dalam perilaku
    dimana merupakan hasil dari latihan dan pengalaman.
    Jelas dari definisi diatas, belajar mempunyai arti yang luas. Belajar
    merupakan suatu proses karena latihan dan pengalaman dan dapat
    mengakibatkan perubahan perilaku. Yang terpenting, belajar dapat
    dilakukan dimana saja dan kapanpun. Apapun yang kita lakukan merupakan
    belajar bila kita dapat memberi makna belajar pada hal yang kita
    lakukan tersebut. Begitu juga dengan anak. Mengapa hal ini penting?
    Karena belajar merupakan suatu proses dalam kehidupan yang tidak akan
    pernah berhenti hingga mati. Belajar merupakan cahaya kehidupan.
     
    Belajar dengan Perkembangan Pengertian Anak
    Hurlock dalam bukunya perkembangan anak menyatakan bahwa "mengerti"
    ialah kemampuan untuk menangkap sifat, arti atau keterangan mengenai
    sesuatu dan mempunyai gambaran yang jelas dan lengkap tentang hal
    tersebut atau pendek kata adalah kemampuan untuk memahami. Pengertian
    pada anak dimulai ketika ia dapat berkembang untuk membedakan sesuatu,
    sehingga ia butuh untuk belajar.
    Pengertian didasarkan pada konsep yang merupakan hasil pengolahan dan
    kombinasi unsur bersama dalam berbagai obyek lalu diketahui dan
    diyakini dalam diri. Konsep anak sendiri dipengaruhi oleh faktor
    kesempatan belajar. Bila anak diberi kesempatan belajar dengan baik
    maka kualitas konsep yang dikembangkan akan baik pula.
    Contohnya untuk konsep Tuhan pada anak, menurut Rizutto (1979 dalam
    Arianto, 2003) penggambaran Tuhan banyak berasal dari hubungan anak
    dengan orang tua. Sesungguhnya, anak belajar tentang konsep Tuhan
    merupakan transformasi gagasan dari orang tua dan perilaku-perilaku
    orang tua yang mendukungnya. Anak akan menganggab Tuhan penuh kasih
    sayang ketika orang tua selalu mensyukuri segala sesuatu yang
    diberikan Tuhan.
     
    Memaknai Belajar pada Aktivitas Anak
    Banyak hal yang dilakukan anak yang sesungguhnya itu adalah belajar.
    Ketika anak makan, dia sebenarnya dapat belajar tentang apa yang ia
    makan, bagaimana beras menjadi nasi. Ketika anak menonton kartun
    kesukaannya seperti Doraemon, anak bisa belajar berbagai pesan moral
    tentang tingkah laku Giant pada Nobita seperti memukul, apakah baik
    untuk dilakukan? Ketika anak mandi, merupakan saat yang penting anak
    belajar tentang seks karena ia dapat jelas mengenal kelamin
    seksualnya. Ketika anak bermain dengan temannya, anak sedang belajar
    bagaimana bersosialisasi, berkomunikasi yang efektif dan bekerja sama.
    Bagaimana caranya agar setiap hal yang dilakukan oleh anak dapat
    bermakna belajar? Tentunya hal ini sangat membutuhkan peran serta yang
    besar dari kita sebagai orang tua. Karena orang tualah merupakan orang
    yang paling dekat untuk melakukan hal ini. Sesuai dengan teori
    perkembangan Erikson, orang tualah yang pertama kali menciptakan
    persepsi anak terhadap dunia yang ditempatinya. Anak yang baru saja
    lahir, bila ia sudah disapih dengan baik dan penuh kasih sayang, ia
    akan merasa nyaman dan menumbuhkan rasa percaya bahwa dunia yang
    ditempatinya merupakan tempat yang aman untuk ditinggali. Tumbuhnya
    pikiran yang positifpun dimulai dari saat itu.
    Ada beberapa kiat di bawah ini yang dapat kita terapkan untuk
    menimbulkan makna belajar pada setiap aktifitasnya, antara lain:
    1. Dampingi anak
    Hal ini bukan berarti kita harus mendampingi anak terus menerus,
    tetapi dari 24 jam waktu kita, usahakanlah untuk bisa bercengkrama
    dengan anak dan ikut terlibat pada aktivitas anak. Hal ini sangat
    penting untuk menumbuhkan motivasi pada diri anak. Posisikan diri kita
    menjadi teman anak yang menyenangkan dan mendukung apa yang ia
    lakukan.
    2. Berikan respon yang tepat
    Ketika kita ikut terlibat dalam aktifitas anak, tanyakan apa yang anak
    rasakan untuk menggali perasaan dan pemahamannya terhadap sesuatu yang
    ia lakukan. Biarkan ia bercerita, dengarkan dengan aktif, disini kita
    perlu fokus perhatian sepenuhnya pada cerita anak lalu perhatikan juga
    reaksi non-verbalnya. Dari situlah kita bisa memberikan respon yang
    tepat yang berbeda dengan bereaksi. Memberi respon yang tepat berarti
    kita memikirkan hasil dari anak. Harapannya dengan respon yang kita
    berikan, tentunya anak dapat mengerti makna belajar dari aktifitas
    yang ia lakukan.
    3. Perhatikan segala sesuatu bagi anak yang sesuai dengan tahap perkembangannya.
    Perlakuan untuk anak yang sudah menginjak sekolah dasar tentunya
    berbeda dengan anak yang masih taman kanak-kanak. Hal ini menyangkut
    perkembangannya sehingga mempengaruhi apa yang tepat untuk kita
    berikan kepada anak. Contohnya saja anak sekolah dasar (umur 7-11
    tahun), perkembangan kognitif menurut teori Piaget (dalam Santrock,
    1999), termasuk dalam tahap operasional konkrit. Tahap ini ditandai
    dengan kemampuan anak untuk berfikir logis dan mengambil kesimpulan
    berdasarkan nalar melalui benda-benda konkrit di sekitarnya. Sehingga
    bila memberikan suatu pemahaman, misalnya terhadap berat suatu benda,
    kita harus memberikan suatu yang konkrit seperti balok yang ditimbang.
    Bila ingin mengajari pertambahan, tunjukkan dengan gambar atau benda,
    satu tambah satu bukan dilambangkan angka tapi ada satu donat ditambah
    satu donat menjadi dua donat. Sedangkan perkembangan sosial emosional
    anak dengan umur yang sama, menurut teori Erikson (dalam personality
    theories,2004), anak berada pada tahap Industry versus Inferiority.
    Disini anak membutuhkan banyak kesempatan untuk mengembangkan rasa
    berkaryanya, anak juga sudah dapat mengetahui tujuan dari melakukan
    sesuatu. Sehingga anak harus bisa merasakan bagaimana rasanya berhasil
    atau gagal dalam suatu kegiatan. Oleh sebab itu, anak Sekolah Dasar
    membutuhkan adanya imbalan dan hukuman yang disesuaikan dengan
    kebutuhan anak.
    4. Berikan penerimaan dan penghargaan yang tulus
    Pernah dengar kisah Einstein kecil? Dimana ia tidak diterima untuk
    bersekolah di sekolah umum karena dianggab bodoh dan segala
    kekurangannya. Tapi mengapa dengan tangan sorang ibu ia bisa menjelma
    menjadi ilmuwan jenius? Karena sang ibu dapat menerima apa adanya
    anaknya, menerima kekurangannya dan tak memikirkan secara mendalam.
    Kemudian menghargai setiap hal kecil yang Einstein miliki secara
    tulus, tidak dikondisikan. Kita harus menyadari bahwa setiap anak itu
    berbeda dan unik. Hal ini sangat mendukung anak untuk mempersepsi
    bahwa hidupnya merupakan sesuatu yang indah dan nyaman, melatih anak
    untuk percaya diri dan berpikir positif sehingga anak akan
    mengeluarkan potensi-potensi yang dimilikinya.
    5. Belajar dengan bermain
    Banyak orang tua mengeluh ketika anaknya bermain karena ketika
    bermain, anak seakan lupa dengan aktifitas lainnya. Padahal dunia anak
    adalah dunia bermain yang menyenangkan. Beberapa kritikan dari para
    ahli pendidikan bahwa anak jaman sekarang kurang waktu bermainnya
    karena sebagian besar waktu anak dipakai untuk belajar yang menunjang
    akademiknya. Sudah waktu sekolah mereka panjang, orang tua masih
    memberikan anaknya bermacam-macam les, seperti ilustrasi diawal.
    Bermain memang sangat menyenangkan, membuat khayalan kita bekerja,
    memberikan rasa kepuasan dan yang sangat penting dari fungsi bermain
    adalah menghilangkan stres. Sebenarnya kita dan anak kita dapat
    belajar ketika bermain. Oleh karena itu, kita harus mempunyai banyak
    cara agar belajar juga semenarik dan semenyenangkan ketika mereka
    bermain. Kita dapat belajar tentang matematika dengan bermain
    pasar-pasaran, belajar aneka tanaman dengan berjalan-jalan di hutan,
    belajar IPA dengan bereksperimen di kamar mandi dan lain sebagainya.
    Inilah yang sering diistilahkan sebagai experiental learning di sistem
    pendidikan kita. Sehingga anak akan menyukai belajar yang akan
    berlanjut ketika anak dewasa dan memiliki kompetensi yang dapat
    diandalkan
    6. Modelling
    Masihkah kita ingat ketika kita mengajarkan ci-luk-ba pada anak kita
    ketika masih bayi? Bagaimana ia saat itu senang dan perlahan ia bisa
    menirukannya. Anak merupakan peniru yang ulung sehingga tidak heran
    anak cepat sekali meniru kata-kata Dora hingga potongan rambutnya
    hanya dengan menonton film kartun Dora the explorer dua-tiga kali.
    Karena keahlian meniru itulah, anak butuh model dalam perilakunya, dan
    itu adalah kita sebagai orang tua. Begitu juga dengan belajar, anak
    akan cenderung bergairah membaca buku ketika melihat orang tuanya
    lebih memilih membaca buku dibandingkan menonton TV. Inti utama dari
    modelling ini adalah anak lebih banyak belajar dari tindakan kita
    daripada ucapan-ucapan kita.
    7. Kenali tipe kecerdasan anak yang menonjol
    Setiap anak adalah cerdas. Howard Garnder, seorang ahli tentang
    kecerdasan menyatakan ada delapan macam kecerdasan manusia yang sering
    kita sebut sebagai multiple inteligence, yaitu:
    - Kecerdasan logika
    Anak yang menonjol dengan kecerdasan ini kecerdasan ini mempunyai
    minat dan bakat yang besar dengan segala sesuatu yang berkaitan dengan
    hitung-menghitung.
    - Kecerdasan linguistik
    Anak yang terampil dalam mengolah kata kemungkinan besar menonjol
    dalam kecerdasan ini.
    - Kecerdasan interpersonal
    Anak yang menonjol dalam kecerdasan ini mempunyai kemampuan untuk
    berkomunikasi dengan baik dan mengamati isyarat-isyarat non-verbal
    orang lain.
    - Kecerdasan intrapersonal
    Ini merupakan kemampuan untuk mendenifisikan dan mengarahkan kembali
    sasaran berdasarkan apa yang telah dilakukan, sehingga baik dalam
    merefleksikan diri.
    - Kecerdasan musikal
    Ciri anak yang menyukai kecerdasan ini adalah terampil dalam
    mencirikan dan mengkategorikan suara yang kompleks.
    - Kecerdasan naturalis
    Kecerdasan ini merupakan kemampuan untuk mengamati, memahami, dan
    menyusun pola atau unsur dalam lingkungan yang alami.
    - Kecerdasan spasial
    Arsitek, insiyur bangunan, pematung adalah contoh orang yang menonjol
    dalam kecerdasan ini karena kemampuan visualnya sangat baik.
    - Kecerdasan kinestetis
    Anak yang menonjol dalam kecerdasan ini memilki fisik yang terampil
    sehingga berbakat untuk menjadi penari, atlet atau ahli mekanik.
    Setiap anak memiliki kedelapan kecerdasan diatas, tetapi setiap anak
    cenderung memprioritaskan pada beberapa kecerdasan saja. Disinilah
    kita harus mengenali kemampuannya sehingga dapat dioptimalkan dengan
    baik.
     
    salam,
    Umi Gita
     
     

     

    dicky.iswandaru@gmail.com Jul 07 04:04PM ^
     
    Mas dn Mbak
     
    Terima kasih atas advise dn masukan yg sangat berarti bagi kami unt mendidik dan mengasuh anak2 kami. Semoga hal ini bermanfaat bagi kita semua....
     
    Salam
    Dicky
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: umi gita <umigita@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Thu, 7 Jul 2011 20:16:25
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Mendidik anak
     
    maaf mas dicky saya baru sempat membalas...
    actually, saya bukan ahli dalam pendidikan anak...walaupun saya
    lulusan psikologi, bukan berarti saya ahli dalam mendidik
    anak...justru mas dicky bersama istrilah yang sudah ahli karena sudah
    praktek...kalo saya kan belum hehehe...
     
    tapi ini hanya tulisan berdasar apa yang saya dapatkan di kampus dan
    pengalaman bercengkrama dengan anak-anak dalam kegiatan...ohya, ada
    buku bagus tentang mendidik anak, judulnya "Adventure In Parenting"
    penerbit Alinea...sekarang udah susah carinya. tapi kalo mau, silahkan
    japri saya...nanti saya copikan...Insya Allah.
     
    ini tulisan saya ketika semester 4 kuliah dulu...silahkan dinikmati...
     
    CHILDREN LEARN IN EVERYWHERE AND EVERYTIME
     
    Ibu: Rio! Ayo belajar, dari tadi koq cuman main terus? Udah nyiapin
    buku dan belajar sekolah besok blum? Besok juga kamu harus les
    biola dan matematika, udah disiapin belum?
    Anak: Aduh mama..Rio tuh gak pernah main, disuruh belajar mulu! Udah
    ah sekarang mau main! Tuh udah ditungguin temen-temen.
    Ibu: Rio! Kog kamu bandel ya? Nggak ndengerin…..
    (belum selesai ibu berbicara, anak sudah lari duluan untuk main)
     
    Fenomena diatas bukanlah suatu hal yang jarang kita temui. Sebagian
    besar orang tua mengeluh anaknya malas untuk belajar, maunya main
    saja. Memang, keinginan dan harapan orang tua agar anaknya pandai
    tidaklah salah tapi perlu diperhatikan bahwa anak kita bukanlah
    miniatur orang dewasa karena anak memiliki dunianya sendiri dimana
    merupakan dunia bermain.
    Seringkali kita beranggapan bahwa yang paling penting bagi anak
    adalah belajar karena hal tersebut menyangkut masa depannya. Ditambah
    lagi bahwa belajar itu harus duduk di depan meja belajar lalu membaca
    atau menulis. Belajar juga dikaitkan dengan kuantitas, seberapa lama
    anak bertahan duduk di meja belajar, seberapa rajin anak ke sekolah,
    seberapa sedikit anak tidak menghabiskan waktunya dengan bermain atau
    menonton TV dan lain sebagainya. Itu mungkin persepsi yang mendukung
    belajar yang terkait dengan akademik seperti kemampuan berhitung,
    berbahasa dan menulis.
    Pernahkah terbesit dalam pikiran kita bahwa banyak pula yang perlu
    dipelajari anak selain kemampuan akademik diatas. Kemampuan-kemampuan
    yang dapat dipelajari tidak cukup dengan cara konvensional seperti
    diatas. Contohnya kemampuan bersosialisasi, komunikasi, memahami dan
    berempati kemudian menganalisis permasalahan yang ada di lingkungan.
    Kemampuan itulah yang sebenarnya dibutuhkan setiap anak untuk bertahan
    hidup.
    Karena belajar selalu dikaitkan dengan meja belajar, buku tebal dan
    pensil, bukan tidak mungkin anak menganggap belajar merupakan
    aktivitas yang membosankan bahkan menakutkan karena setiap mengajak
    belajar anak, orang tua selalu dengan mata yang membelalak lalu marah.
    Mungkin anak akan menuruti tapi tidak ada motivasi yang menyelimuti
    dalam kegiatan belajarnya dan untuk kesekian kalinya anak akan tidak
    termotivasi dan cenderung akan malas untuk belajar.
    Selain itu, beban anak ditambah dalam suatu kondisi belajar yang
    tidak menyenangkan di sekolah-sekolah yang masih memakai sistem
    pendidikan yang konvensional. Anak harus menelan buku-buku pelajaran
    dengan cara menghafalkannya, menulis setiap ceramah guru di depan
    kelas dan mengerjakan tugas juga ulangan harian. Anak juga masih
    dihadapkan dengan cara mengajar guru yang terkadang keras, suka
    menghukum, memarahi dan rutinitas di sekolah yang tidak bervariatif,
    membaca-mendengarkan guru mengajar di depan kelas-menulis.
     
    Definisi Belajar
    Menurut Slavin dalam bukunya Educational Psychology belajar
    terdenifisikan sebagai perubahan dalam diri individu yang disebabkan
    adanya pengalaman. Dan belajar dapat dalam banyak cara. Sedangkan
    menurut Morgan, dkk (1984 dalam Slavin, 2002) belajar dapat
    didenifisikan sebagai perubahan yang relatif permanen dalam perilaku
    dimana merupakan hasil dari latihan dan pengalaman.
    Jelas dari definisi diatas, belajar mempunyai arti yang luas. Belajar
    merupakan suatu proses karena latihan dan pengalaman dan dapat
    mengakibatkan perubahan perilaku. Yang terpenting, belajar dapat
    dilakukan dimana saja dan kapanpun. Apapun yang kita lakukan merupakan
    belajar bila kita dapat memberi makna belajar pada hal yang kita
    lakukan tersebut. Begitu juga dengan anak. Mengapa hal ini penting?
    Karena belajar merupakan suatu proses dalam kehidupan yang tidak akan
    pernah berhenti hingga mati. Belajar merupakan cahaya kehidupan.
     
    Belajar dengan Perkembangan Pengertian Anak
    Hurlock dalam bukunya perkembangan anak menyatakan bahwa "mengerti"
    ialah kemampuan untuk menangkap sifat, arti atau keterangan mengenai
    sesuatu dan mempunyai gambaran yang jelas dan lengkap tentang hal
    tersebut atau pendek kata adalah kemampuan untuk memahami. Pengertian
    pada anak dimulai ketika ia dapat berkembang untuk membedakan sesuatu,
    sehingga ia butuh untuk belajar.
    Pengertian didasarkan pada konsep yang merupakan hasil pengolahan dan
    kombinasi unsur bersama dalam berbagai obyek lalu diketahui dan
    diyakini dalam diri. Konsep anak sendiri dipengaruhi oleh faktor
    kesempatan belajar. Bila anak diberi kesempatan belajar dengan baik
    maka kualitas konsep yang dikembangkan akan baik pula.
    Contohnya untuk konsep Tuhan pada anak, menurut Rizutto (1979 dalam
    Arianto, 2003) penggambaran Tuhan banyak berasal dari hubungan anak
    dengan orang tua. Sesungguhnya, anak belajar tentang konsep Tuhan
    merupakan transformasi gagasan dari orang tua dan perilaku-perilaku
    orang tua yang mendukungnya. Anak akan menganggab Tuhan penuh kasih
    sayang ketika orang tua selalu mensyukuri segala sesuatu yang
    diberikan Tuhan.
     
    Memaknai Belajar pada Aktivitas Anak
    Banyak hal yang dilakukan anak yang sesungguhnya itu adalah belajar.
    Ketika anak makan, dia sebenarnya dapat belajar tentang apa yang ia
    makan, bagaimana beras menjadi nasi. Ketika anak menonton kartun
    kesukaannya seperti Doraemon, anak bisa belajar berbagai pesan moral
    tentang tingkah laku Giant pada Nobita seperti memukul, apakah baik
    untuk dilakukan? Ketika anak mandi, merupakan saat yang penting anak
    belajar tentang seks karena ia dapat jelas mengenal kelamin
    seksualnya. Ketika anak bermain dengan temannya, anak sedang belajar
    bagaimana bersosialisasi, berkomunikasi yang efektif dan bekerja sama.
    Bagaimana caranya agar setiap hal yang dilakukan oleh anak dapat
    bermakna belajar? Tentunya hal ini sangat membutuhkan peran serta yang
    besar dari kita sebagai orang tua. Karena orang tualah merupakan orang
    yang paling dekat untuk melakukan hal ini. Sesuai dengan teori
    perkembangan Erikson, orang tualah yang pertama kali menciptakan
    persepsi anak terhadap dunia yang ditempatinya. Anak yang baru saja
    lahir, bila ia sudah disapih dengan baik dan penuh kasih sayang, ia
    akan merasa nyaman dan menumbuhkan rasa percaya bahwa dunia yang
    ditempatinya merupakan tempat yang aman untuk ditinggali. Tumbuhnya
    pikiran yang positifpun dimulai dari saat itu.
    Ada beberapa kiat di bawah ini yang dapat kita terapkan untuk
    menimbulkan makna belajar pada setiap aktifitasnya, antara lain:
    1. Dampingi anak
    Hal ini bukan berarti kita harus mendampingi anak terus menerus,
    tetapi dari 24 jam waktu kita, usahakanlah untuk bisa bercengkrama
    dengan anak dan ikut terlibat pada aktivitas anak. Hal ini sangat
    penting untuk menumbuhkan motivasi pada diri anak. Posisikan diri kita
    menjadi teman anak yang menyenangkan dan mendukung apa yang ia
    lakukan.
    2. Berikan respon yang tepat
    Ketika kita ikut terlibat dalam aktifitas anak, tanyakan apa yang anak
    rasakan untuk menggali perasaan dan pemahamannya terhadap sesuatu yang
    ia lakukan. Biarkan ia bercerita, dengarkan dengan aktif, disini kita
    perlu fokus perhatian sepenuhnya pada cerita anak lalu perhatikan juga
    reaksi non-verbalnya. Dari situlah kita bisa memberikan respon yang
    tepat yang berbeda dengan bereaksi. Memberi respon yang tepat berarti
    kita memikirkan hasil dari anak. Harapannya dengan respon yang kita
    berikan, tentunya anak dapat mengerti makna belajar dari aktifitas
    yang ia lakukan.
    3. Perhatikan segala sesuatu bagi anak yang sesuai dengan tahap perkembangannya.
    Perlakuan untuk anak yang sudah menginjak sekolah dasar tentunya
    berbeda dengan anak yang masih taman kanak-kanak. Hal ini menyangkut
    perkembangannya sehingga mempengaruhi apa yang tepat untuk kita
    berikan kepada anak. Contohnya saja anak sekolah dasar (umur 7-11
    tahun), perkembangan kognitif menurut teori Piaget (dalam Santrock,
    1999), termasuk dalam tahap operasional konkrit. Tahap ini ditandai
    dengan kemampuan anak untuk berfikir logis dan mengambil kesimpulan
    berdasarkan nalar melalui benda-benda konkrit di sekitarnya. Sehingga
    bila memberikan suatu pemahaman, misalnya terhadap berat suatu benda,
    kita harus memberikan suatu yang konkrit seperti balok yang ditimbang.
    Bila ingin mengajari pertambahan, tunjukkan dengan gambar atau benda,
    satu tambah satu bukan dilambangkan angka tapi ada satu donat ditambah
    satu donat menjadi dua donat. Sedangkan perkembangan sosial emosional
    anak dengan umur yang sama, menurut teori Erikson (dalam personality
    theories,2004), anak berada pada tahap Industry versus Inferiority.
    Disini anak membutuhkan banyak kesempatan untuk mengembangkan rasa
    berkaryanya, anak juga sudah dapat mengetahui tujuan dari melakukan
    sesuatu. Sehingga anak harus bisa merasakan bagaimana rasanya berhasil
    atau gagal dalam suatu kegiatan. Oleh sebab itu, anak Sekolah Dasar
    membutuhkan adanya imbalan dan hukuman yang disesuaikan dengan
    kebutuhan anak.
    4. Berikan penerimaan dan penghargaan yang tulus
    Pernah dengar kisah Einstein kecil? Dimana ia tidak diterima untuk
    bersekolah di sekolah umum karena dianggab bodoh dan segala
    kekurangannya. Tapi mengapa dengan tangan sorang ibu ia bisa menjelma
    menjadi ilmuwan jenius? Karena sang ibu dapat menerima apa adanya
    anaknya, menerima kekurangannya dan tak memikirkan secara mendalam.
    Kemudian menghargai setiap hal kecil yang Einstein miliki secara
    tulus, tidak dikondisikan. Kita harus menyadari bahwa setiap anak itu
    berbeda dan unik. Hal ini sangat mendukung anak untuk mempersepsi
    bahwa hidupnya merupakan sesuatu yang indah dan nyaman, melatih anak
    untuk percaya diri dan berpikir positif sehingga anak akan
    mengeluarkan potensi-potensi yang dimilikinya.
    5. Belajar dengan bermain
    Banyak orang tua mengeluh ketika anaknya bermain karena ketika
    bermain, anak seakan lupa dengan aktifitas lainnya. Padahal dunia anak
    adalah dunia bermain yang menyenangkan. Beberapa kritikan dari para
    ahli pendidikan bahwa anak jaman sekarang kurang waktu bermainnya
    karena sebagian besar waktu anak dipakai untuk belajar yang menunjang
    akademiknya. Sudah waktu sekolah mereka panjang, orang tua masih
    memberikan anaknya bermacam-macam les, seperti ilustrasi diawal.
    Bermain memang sangat menyenangkan, membuat khayalan kita bekerja,
    memberikan rasa kepuasan dan yang sangat penting dari fungsi bermain
    adalah menghilangkan stres. Sebenarnya kita dan anak kita dapat
    belajar ketika bermain. Oleh karena itu, kita harus mempunyai banyak
    cara agar belajar juga semenarik dan semenyenangkan ketika mereka
    bermain. Kita dapat belajar tentang matematika dengan bermain
    pasar-pasaran, belajar aneka tanaman dengan berjalan-jalan di hutan,
    belajar IPA dengan bereksperimen di kamar mandi dan lain sebagainya.
    Inilah yang sering diistilahkan sebagai experiental learning di sistem
    pendidikan kita. Sehingga anak akan menyukai belajar yang akan
    berlanjut ketika anak dewasa dan memiliki kompetensi yang dapat
    diandalkan
    6. Modelling
    Masihkah kita ingat ketika kita mengajarkan ci-luk-ba pada anak kita
    ketika masih bayi? Bagaimana ia saat itu senang dan perlahan ia bisa
    menirukannya. Anak merupakan peniru yang ulung sehingga tidak heran
    anak cepat sekali meniru kata-kata Dora hingga potongan rambutnya
    hanya dengan menonton film kartun Dora the explorer dua-tiga kali.
    Karena keahlian meniru itulah, anak butuh model dalam perilakunya, dan
    itu adalah kita sebagai orang tua. Begitu juga dengan belajar, anak
    akan cenderung bergairah membaca buku ketika melihat orang tuanya
    lebih memilih membaca buku dibandingkan menonton TV. Inti utama dari
    modelling ini adalah anak lebih banyak belajar dari tindakan kita
    daripada ucapan-ucapan kita.
    7. Kenali tipe kecerdasan anak yang menonjol
    Setiap anak adalah cerdas. Howard Garnder, seorang ahli tentang
    kecerdasan menyatakan ada delapan macam kecerdasan manusia yang sering
    kita sebut sebagai multiple inteligence, yaitu:
    - Kecerdasan logika
    Anak yang menonjol dengan kecerdasan ini kecerdasan ini mempunyai
    minat dan bakat yang besar dengan segala sesuatu yang berkaitan dengan
    hitung-menghitung.
    - Kecerdasan linguistik
    Anak yang terampil dalam mengolah kata kemungkinan besar menonjol
    dalam kecerdasan ini.
    - Kecerdasan interpersonal
    Anak yang menonjol dalam kecerdasan ini mempunyai kemampuan untuk
    berkomunikasi dengan baik dan mengamati isyarat-isyarat non-verbal
    orang lain.
    - Kecerdasan intrapersonal
    Ini merupakan kemampuan untuk mendenifisikan dan mengarahkan kembali
    sasaran berdasarkan apa yang telah dilakukan, sehingga baik dalam
    merefleksikan diri.
    - Kecerdasan musikal
    Ciri anak yang menyukai kecerdasan ini adalah terampil dalam
    mencirikan dan mengkategorikan suara yang kompleks.
    - Kecerdasan naturalis
    Kecerdasan ini merupakan kemampuan untuk mengamati, memahami, dan
    menyusun pola atau unsur dalam lingkungan yang alami.
    - Kecerdasan spasial
    Arsitek, insiyur bangunan, pematung adalah contoh orang yang menonjol
    dalam kecerdasan ini karena kemampuan visualnya sangat baik.
    - Kecerdasan kinestetis
    Anak yang menonjol dalam kecerdasan ini memilki fisik yang terampil
    sehingga berbakat untuk menjadi penari, atlet atau ahli mekanik.
    Setiap anak memiliki kedelapan kecerdasan diatas, tetapi setiap anak
    cenderung memprioritaskan pada beberapa kecerdasan saja. Disinilah
    kita harus mengenali kemampuannya sehingga dapat dioptimalkan dengan
    baik.
     
    salam,
    Umi Gita
     
     
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    nugroho rahmat <nugrahmat@kagamavirtual.net> Jul 08 08:05AM +0700 ^
     
    umi,
     
    ijin copas ya
     
    2011/7/7 umi gita <umigita@gmail.com>
     

     

    Okki Makmuri <gialloblu97@yahoo.com> Jul 07 08:11PM +0800 ^
     
    Dear all...
     
    Mohon pencerahannya nech terutama alumni yg berprofesi sbg dokter kandungan dan pengalamannya, istriku hamil udh 34 minggu.
    Kmrn kontrol di usg kt dokter air ketubannya berkurang dan skg tinggal sedikit. Apakah bayi masih bisa dilahirkan pada saat 38 minggu? Apakah memang harus caesar?
     
    Thanks
     
    ------------------------------------------
    Okki Makmuri
    Telp : 62-21-32226358
    Fax : 62-21-86615784
    HP : 62-818-02733438

     

    lestarioctavia@yahoo.com Jul 07 12:26PM ^
     
    Maaf pak oki, saya cerita pengalaman teman saya ya, semoga bs mengambil hikmahnya
    Teman saya pny kasus sama, pdhal jarak antara kontrol terakhir dan janin dikeluarkan hny beda 1 hari.
    Air ketuban bayi nya menyusut, hingga menyebabkan janin meninggal
     
    Kl mnrt saya, konsul lg aja, atau cari second opinion. Kl bs dilahirkan, sebaiknya dilahirkan saja, via caesar
     
    Mohon maaf jika tidak berkenan
     
    Regards
    Lestari
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: Okki Makmuri <gialloblu97@yahoo.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Thu, 7 Jul 2011 20:11:43
    To: alumniugm@googlegroups.com<alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] Air ketuban berkurang
     
    Dear all...
     
    Mohon pencerahannya nech terutama alumni yg berprofesi sbg dokter kandungan dan pengalamannya, istriku hamil udh 34 minggu.
    Kmrn kontrol di usg kt dokter air ketubannya berkurang dan skg tinggal sedikit. Apakah bayi masih bisa dilahirkan pada saat 38 minggu? Apakah memang harus caesar?
     
    Thanks
     
    ------------------------------------------
    Okki Makmuri
    Telp : 62-21-32226358
    Fax : 62-21-86615784
    HP : 62-818-02733438
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    nugroho rahmat <nugrahmat@kagamavirtual.net> Jul 07 08:00PM +0700 ^
     
    aku bukan dokter,
     
    menurut aku sebaiknya kontrol lagi, cari dokter yg punya waktu utk ditanya,
    dokter akan memberitahu apa yg sebaiknya dilakukan. Air ketuban sangat
    diperlukan untuk bayi dalam kandungan.
    Kita tentu berharap semuanya berjalan normal; tapi teknologi juga dipakai
    untuk menyelamatkan manusia; apakah ceasar atau lahir normal utamakan
    keselamatan bayi dan ibunya. tetaplah berdoa dan berserah. TUHAN selalu
    memberi yang terbaik buat umatNYA.
     
    nugroho 8655/TL
     
    2011/7/7 Okki Makmuri <gialloblu97@yahoo.com>
     

     

    andirahmah91@yahoo.com Jul 07 02:11PM ^
     
    Dear Mas Okki,
     
    Kalau mau dipertahankan sampai 38 minggu, artinya isteri Mas Okki harus bedrest total. Sama sekali gak boleh duduk tegak apalagi berdiri.
     
    Saya mengalami pecah ketuban saat bukaan 6, karena tetap dalam keadaan berbaring..maka meski kejadian bukaan 10 terjadi 4 jam kemudian, volume air ketubannya masih cukup untuk melahirkan normal. Sempat panik juga sih, tapi karena diyakinkan gak akan terjadi apa2 selama saya tetap berbaring, akhirnya bisa dilalui dgn baik.
     
    Pengalaman yg terjadi pd kehamilan kedua kakak saya, persalinannya dilakukan dgn sectio karena kebocoran air ketuban.
     
    Semoga bermanfaat ya.
     
    Salam,
     
     
    Andi Rahmah
     
    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
     
    -----Original Message-----
    From: Okki Makmuri <gialloblu97@yahoo.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Thu, 7 Jul 2011 20:11:43
    To: alumniugm@googlegroups.com<alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] Air ketuban berkurang
     
    Dear all...
     
    Mohon pencerahannya nech terutama alumni yg berprofesi sbg dokter kandungan dan pengalamannya, istriku hamil udh 34 minggu.
    Kmrn kontrol di usg kt dokter air ketubannya berkurang dan skg tinggal sedikit. Apakah bayi masih bisa dilahirkan pada saat 38 minggu? Apakah memang harus caesar?
     
    Thanks
     
    ------------------------------------------
    Okki Makmuri
    Telp : 62-21-32226358
    Fax : 62-21-86615784
    HP : 62-818-02733438
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    andirahmah91@yahoo.com Jul 07 02:21PM ^
     
    Jadi, bedrestnya mesti di bawah pengawasan dokter ya :)
     
    Semoga kehamilannya bisa dipertahankan dan dapat melalui proses persalinan dengan baik.
     
     
    Salam,
     
    Andi Rahmah
    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
     
    -----Original Message-----
    From: andirahmah91@yahoo.com
    Date: Thu, 7 Jul 2011 14:11:14
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: andirahmah91@yahoo.com
    Subject: Re: [kagama] Air ketuban berkurang
     
     
    Dear Mas Okki,
     
    Kalau mau dipertahankan sampai 38 minggu, artinya isteri Mas Okki harus bedrest total. Sama sekali gak boleh duduk tegak apalagi berdiri.
     
    Saya mengalami pecah ketuban saat bukaan 6, karena tetap dalam keadaan berbaring..maka meski kejadian bukaan 10 terjadi 4 jam kemudian, volume air ketubannya masih cukup untuk melahirkan normal. Sempat panik juga sih, tapi karena diyakinkan gak akan terjadi apa2 selama saya tetap berbaring, akhirnya bisa dilalui dgn baik.
     
    Pengalaman yg terjadi pd kehamilan kedua kakak saya, persalinannya dilakukan dgn sectio karena kebocoran air ketuban.
     
    Semoga bermanfaat ya.
     
    Salam,
     
     
    Andi Rahmah
     
    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
     
    -----Original Message-----
    From: Okki Makmuri <gialloblu97@yahoo.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Thu, 7 Jul 2011 20:11:43
    To: alumniugm@googlegroups.com<alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] Air ketuban berkurang
     
    Dear all...
     
    Mohon pencerahannya nech terutama alumni yg berprofesi sbg dokter kandungan dan pengalamannya, istriku hamil udh 34 minggu.
    Kmrn kontrol di usg kt dokter air ketubannya berkurang dan skg tinggal sedikit. Apakah bayi masih bisa dilahirkan pada saat 38 minggu? Apakah memang harus caesar?
     
    Thanks
     
    ------------------------------------------
    Okki Makmuri
    Telp : 62-21-32226358
    Fax : 62-21-86615784
    HP : 62-818-02733438
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    danny irawan <danny02irawan@yahoo.com> Jul 08 03:17AM +0800 ^
     
    Saya sih bukan dokter, tapi istriku setahun yang lalu melahirkan anak..... dan dari situ kalau air ketuban pecah tidak boleh lebih dari 24 jam harus dilahirkan secara caesar... kalau tidak bayi akan keracunan...
    Wassalam
    Danny Irawan
     
    --- On Thu, 7/7/11, Okki Makmuri <gialloblu97@yahoo.com> wrote:
     
    From: Okki Makmuri <gialloblu97@yahoo.com>
    Subject: [kagama] Air ketuban berkurang
    To: "alumniugm@googlegroups.com" <alumniugm@googlegroups.com>
    Date: Thursday, July 7, 2011, 7:11 PM
     
    Dear all...
    Mohon pencerahannya nech terutama alumni yg berprofesi sbg dokter kandungan dan pengalamannya, istriku hamil udh 34 minggu.Kmrn kontrol di usg kt dokter air ketubannya berkurang dan skg tinggal sedikit. Apakah bayi masih bisa dilahirkan pada saat 38 minggu? Apakah memang harus caesar?
    Thanks ------------------------------------------
    Okki Makmuri
    Telp : 62-21-32226358
    Fax : 62-21-86615784
    HP : 62-818-02733438
     
     
     
    --
     
    +++
     
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
     
    Transfer ke:
     
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
     
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
     
    +++

     

    ariefprihantoro@kagamavirtual.com Jul 07 02:57PM ^
     
    Anggaran Pendidikan sebesar ini distribusinya kemana saja ya ?
     
    Apakah Perguruan Tinggi Negeri tidak mendapat alokasi shg mesti ditarik biaya SPMA yg cukup tinggi buat calon mahasiswa baru ?
     
    ----------------------------------------
     
    Tambah Dana Pendidikan, Pemerintah Gelontorkan Rp 16,76 Triliun
     
    Ramdhania El Hida : detikFinance
     
    detikcom - Jakarta, Pemerintah akan memberikan tambahan anggaran pendidikan sebesar Rp 16,76 triliun di tahun ini. Tambahan tersebut sebagai konsekuensi adanya penambahan belanja negara hingga akhir tahun ini.
     
    Berdasarkan data Kementerian Keuangan, total belanja negara tahun ini dinaikkan dari Rp 1.229,6 triliun menjadi Rp 1.313,4 triliun. Dari jumlah itu, anggaran pendidikan akan dinaikkan dari Rp 245,92 menjadi Rp 262,68 triliun guna menjaga porsinya tetap 20% dari keseluruhan belanja negara.
     
    Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati menyebutkan total tambahan anggaran pendidikan tersebut sebesar Rp 16,76 triliun di mana alokasi untuk penyesuaian sebesar Rp 14,4 triliun dan sisanya untuk dana pengembangan pendidikan nasional.
     
    "Lagi disiapkan, paling tidak ada dua buat pengembangan pendidikan nasional," ujarnya saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (7/7/2011).
     
    Anny menyatakan kemungkinan tambahan anggaran tersebut akan diberikan pada Kementerian Pendidikan Nasional dan Kemeterian Agama untuk anggaran pendidikan. Sayangnya, dia tidak mengetahui program pasti untuk alokasi anggaran tersebut.
     
    "Kemungkinan kemendiknas sama agama. Tapi saya belum tahu programnya karena basisnya adalah program, bukan siapa lebih banyak. Tapi lebih pada program yang akan dijalankan," jelasnya.
     
    Anny mengakui untuk anggaran Kemendiknas diperlukan revisi anggaran karena instansi tersebut sedang melakukan reorganisasi.
     
    "Kalau reorganisasi itu restruktur baru, kalau nggak salah ada penambahan unit eselon satu sehingga melakukan penyesuaian lagi programnya. Mungkin programnya ada yang pindah di eselon lain. Itu juga harus direvisi anggaran," tandasnya.
     
    Salam,
     
    Arief Prihantoro

     

    andi rahmah <andirahmah91@yahoo.com> Jul 07 11:03PM +0800 ^
     
    setahu saya alokasi anggaran yang cukup besar untuk keperluan pendidikan penjenjangan jabatan  PNS, mulai dari prajab, ADUM, bla...bla...bla...sampai Lemhanas.
     
     
     
    ________________________________
    From: "ariefprihantoro@kagamavirtual.com" <ariefprihantoro@kagamavirtual.com>
    To: alumniugm@googlegroups.com
    Sent: Thursday, July 7, 2011 9:57 PM
    Subject: [kagama] Anggaran Pendidikan ini distribusinya kemana saja ya ?
     
    Anggaran Pendidikan sebesar ini distribusinya kemana saja ya ?
     
    Apakah Perguruan Tinggi Negeri tidak mendapat alokasi shg mesti ditarik biaya SPMA yg cukup tinggi buat calon mahasiswa baru ?
     
    ----------------------------------------
     
    Tambah Dana Pendidikan, Pemerintah Gelontorkan Rp 16,76 Triliun
     
    Ramdhania El Hida : detikFinance
     
    detikcom - Jakarta, Pemerintah akan memberikan tambahan anggaran pendidikan sebesar Rp 16,76 triliun di tahun ini. Tambahan tersebut sebagai konsekuensi adanya penambahan belanja negara hingga akhir tahun ini.
     
    Berdasarkan data Kementerian Keuangan, total belanja negara tahun ini dinaikkan dari Rp 1.229,6 triliun menjadi Rp 1.313,4 triliun. Dari jumlah itu, anggaran pendidikan akan dinaikkan dari Rp 245,92 menjadi Rp 262,68 triliun guna menjaga porsinya tetap 20% dari keseluruhan belanja negara.
     
    Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati menyebutkan total tambahan anggaran pendidikan tersebut sebesar Rp 16,76 triliun di mana alokasi untuk penyesuaian sebesar Rp 14,4 triliun dan sisanya untuk dana pengembangan pendidikan nasional.
     
    "Lagi disiapkan, paling tidak ada dua buat pengembangan pendidikan nasional," ujarnya saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (7/7/2011).
     
    Anny menyatakan kemungkinan tambahan anggaran tersebut akan diberikan pada Kementerian Pendidikan Nasional dan Kemeterian Agama untuk anggaran pendidikan. Sayangnya, dia tidak mengetahui program pasti untuk alokasi anggaran tersebut.
     
    "Kemungkinan kemendiknas sama agama. Tapi saya belum tahu programnya karena basisnya adalah program, bukan siapa lebih banyak. Tapi lebih pada program yang akan dijalankan," jelasnya.
     
    Anny mengakui untuk anggaran Kemendiknas diperlukan revisi anggaran karena instansi tersebut sedang melakukan reorganisasi.
     
    "Kalau reorganisasi itu restruktur baru, kalau nggak salah ada penambahan unit eselon satu sehingga melakukan penyesuaian lagi programnya. Mungkin programnya ada yang pindah di eselon lain. Itu juga harus direvisi anggaran," tandasnya.
     
    Salam,
     
    Arief Prihantoro
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    "Aditya L. Ramadona" <alramadona@gmail.com> Jul 07 10:51PM +0700 ^
     
    kalau tunjangan untuk guru yang sudah sertifikasi apakah dari anggaran
    tsb juga.???
     
     
    --
    Aditya L. Ramadona
    www.alramadona.blog.ugm.ac.id

     

    upik eka <upik_wahyu@yahoo.com> Jul 07 06:03AM -0700 ^
     
    ayo mbak yang disurabaya kumpul kumpul...saya ngikut..waktu dan tempat dipersilahkan
     
    --- On Tue, 5/7/11, Betty Ikawati <biyumna_tiya@yahoo.co.id> wrote:
     
    From: Betty Ikawati <biyumna_tiya@yahoo.co.id>
    Subject: Bls: Bls: [kagama] ayo jadi petani buah...
    To: "alumniugm@googlegroups.com" <alumniugm@googlegroups.com>
    Date: Tuesday, 5 July, 2011, 4:26 PM
     
    Iya saya dinas di Jawa Timur.
    Kebetulan kantor saya ada di surabaya juga, di jl. A Yani Surabaya.
    Mas Dicky apakah berkantor dan mukim di surabaya juga? berdinas di bidang pertanian juga kah?
    Salam,Betty
    Dari: "dicky.iswandaru@gmail.com" <dicky.iswandaru@gmail.com>
    Kepada: alumniugm@googlegroups.com
    Dikirim: Selasa, 5 Juli 2011 5:50
    Judul: Re: Bls: [kagama] ayo jadi petani buah...
     
    Mbak Betty
     
    Dinas di jawa timur mbak? Dimana? Sy di sby mbak
     
    Salam
    DickyPowered by Telkomsel BlackBerry®From: Betty Ikawati <biyumna_tiya@yahoo.co.id>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Mon, 4 Jul 2011 22:35:49 +0800 (SGT)To: alumniugm@googlegroups.com<alumniugm@googlegroups.com>ReplyTo: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Bls: [kagama] ayo jadi petani buah...
    he..he.. membaca berita yang menyebut-nyebut institusi pertanian terkenal di jawa barat sana, tergelitik juga saya sbg salah saeorang alumnus fak pertanian ugm, yang kebetulan tema berita juga berkaitan dengan tugas pokok fungsi di tempat kerja di bagian timur pulau jawa ini.
    Ada benar juga sih, sewaktu kuliah pertanian dulu, pemikiran ttg orientasi pasar memang belum tergarap secara sistematis. Masalah mutu buah pun belum menjadi topik perkuliahan. Mungkin kalah dengan topik tanaman pangan, yang mencerminkan keagrarisan indonesia. Pun demikian secara umum, kebijakan tentang pangan masih mendominasi anggaran, dibanding untuk
    hortikultura.
    he..begitulah,
    Concern tentang mutu buah indonesia sendiri secara panduan sudah ada yaitu SNI buah, nah permasalahan
    yang menyebabkan kok belum juga sih mutu buah itu sesuai standarnya itu apa? Banyak sudut pandang untuk menganalisisnya, bahkan dari sisi pertanian juga baik teknis maupun sosial. SNI secara legitimasi berkaitan dengan formalitas lembaga yang berwenang mengeluarkannya. Di Indonesia sendiri, lembaga sertifikasi SNI untuk buah belum terbentuk institusi yang legal formal. Nah, kami di jawa bagian timur sedang dalam arah menuju ke sana. Semoga kedepan ini menjadi sumbangan yang besar bagi mutu hortikultura indonesia.
    Salambetty
    Dari: "umigita@gmail.com" <umigita@gmail.com>
    Kepada:
    alumniugm@googlegroups.com
    Dikirim: Senin, 4 Juli 2011 21:27
    Judul: Re: [kagama] ayo jadi petani buah...
     
    Aku jualan jus buah aja deh mas irvan...
    Hehehe
     
    Salam,
    Umi gitaPowered by Telkomsel BlackBerry®From: Irvan Kristanto <irvankristanto@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Mon, 4 Jul 2011 16:02:16 +0700To: <alumniugm@googlegroups.com>ReplyTo: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] ayo jadi petani buah...
    Memang menyedihkan.. padahal, untuk buah2 yang ada di Indonesia (selain : anggur, apel, pear, dll)... buah2an ex import rasanya tidak enak....
    banyak buah2 yang hampir punah... Minggu lalu, salah satu oleh2 dari mBogor, saya beli buah Gandaria (buat dibikin sambel terasi yang maknyusss).... harganya Rp 125,000 per kg.... tapi rasanya benar2 mantap
     
     
    irvan
     
    Ini Dia Alasan Buah Lokal Kalah Saing dengan Produk Impor 
     
     
    Suhendra - detikFinance

     
     

    Jakarta -
    Sudah rahasia umum daya saing produk buah lokal kalah bersaing dengan buah impor. Masalah ini dimulai dari tahapan on farm (perkebunan) hingga off farm (di luar perkebunan).
     
    Wakil
    Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi mengatakan, banyak hal yang menjadi
    poin penting terkait pengembangan buah lokal dalam meningkatkan daya
    saing. Misalnya selama ini banyak buah lokal belum berorientasi pada
    selera pasar.
     
    "Soal selera harus dipahami selera konsumen kita.
    Bagaimana membuat pepaya kita bisa banyak dikonsumsi di rumah. Harus
    dirubah size-nya, pepaya kita gede-gede," kata Bayu dalan acara obrolan
    santai soal Gerakan Gemari Buah Lokal, di Jakarta, Senin (4/7/2011).
     
    Ia
    menuturkan, studi semacam itu sudah dipelajari di IPB, yaitu konsumen
    menginginkan adanya buah pepaya dengan ukuran kecil yang tak terlalu
    basah karena pepaya adalah jenis buah yang harus langsung habis dimakan.
    Kenyataanya buah pepaya lokal terlalu manis, ukurannya besar sehingga
    banyak dilirik sebagai hidangan meja rumah tangga.
     
    Masalah
    lainnya adalah, buah lokal belum banyak memiliki merek yang kuat, bahkan
    dalam beberapa jenis buah lokal cenderung mengekor dengan merek buah
    impor. Padahal buah lokal sudah memiliki merek kuat seperti Pisang
    Barangan, Rambutan Rapiah, Alpukat Garut dan lain-lain.
     
    "Padahal
    95% dari pepaya Bangkok itu dihasilkan di Indonesia, 70% pepaya hawai di
    hasilkan di Indonesia, karena image-nya positif maka nama itu yang
    keluar," katanya.
     
    Bayu menuturkan selain manajemen merek untuk
    buah lokal yang harus ditingkatkan, ada juga masalah klasik lainnya
    yaitu soal penanganan buah pasca panen. Banyak petani buah dalam negeri
    belum sadar soal penanganan buah pasca panen (off farm) agar tetap dalam
    kondisi baik.
     
    "Misalnya Pisang Raja Indonesia terbaik di dunia
    itu diakui semua, Itu kalau sedetik sebelum dipotong dari pohonnya.
    Setelah itu, terjadi penurunan (kualitas), pemotongannya salah, proses
    diangkutnya," katanya.
     
    Bayu juga mengatakan sampai saat Indonesia
    Indonesia belum banyak memililki perkebunan buah yang refresentatif
    dalam skala besar. Produksi buah petani selama ini dalam jumlah
    kecil-kecil dan tersebar di berbagai titik.
     
    "Kita tak punya perkebunan buah secara jujur, kita hanya punya batang buah oleh para-para petani," katanya.
     
    Masalah
    lainnya adalah soal begitu beranekaragamnya produk buah-buahan
    Indonesia, sehingga tak fokus menggarap potensinya secara maksimal. Ia
    mencontohkan di Thailand sebelumnya ada 60 jenis durian, namun atas
    pertimbangan Rajanya, Thailand menebang semua pohon duriannya kecuali
    untuk 7 jenis yang dianggap unggul.
     
    "Memang butuh ketegasan untuk melakukan itu," ucapnya.
     
    Namun,
    lanjut Bayu, dari masalah itu semua kuncinya adalah Research and
    Development (R&D). Di Indonesia salah satu kampus yang memiliki
    R&D dibidang buah adalah IPB yaitu pusat penelitian buah tropika.
     
     
     
    --
     
    +++
     
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
     
    Transfer ke:
     
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
     
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
     
    +++
     
     
     
     
     
     
    --
     
    +++
     
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
     
    Transfer ke:
     
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
     
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
     
    +++
     
     
     

     
     
     
    --
     
    +++
     
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
     
    Transfer ke:
     
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
     
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
     
    +++
     
     
     
     
    --
     
    +++
     
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
     
    Transfer ke:
     
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
     
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
     
    +++
     
     
     
     
     
    --
     
    +++
     
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
     
    Transfer ke:
     
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
     
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
     
    +++

     

    "destina" <destikawanti@gmail.com> Jul 07 01:09PM ^
     
    Saya masih di lembang.. Setelah tg 20 bisa.. :)
     
    4 mba beti : tempat kerjaku deket lo mba.. Kok ga pernah ketemu yo
     
    4mba upik : jawapos yo deket lo..
     
     
    destina - biologi ' 92
     
    -----Original Message-----
    From: upik eka <upik_wahyu@yahoo.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Thu, 7 Jul 2011 06:03:25
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: Bls: Bls: [kagama] ayo jadi petani buah...
     
    ayo mbak yang disurabaya kumpul kumpul...saya ngikut..waktu dan tempat dipersilahkan
     
    --- On Tue, 5/7/11, Betty Ikawati <biyumna_tiya@yahoo.co.id> wrote:
     
    From: Betty Ikawati <biyumna_tiya@yahoo.co.id>
    Subject: Bls: Bls: [kagama] ayo jadi petani buah...
    To: "alumniugm@googlegroups.com" <alumniugm@googlegroups.com>
    Date: Tuesday, 5 July, 2011, 4:26 PM
     
    Iya saya dinas di Jawa Timur.
    Kebetulan kantor saya ada di surabaya juga, di jl. A Yani Surabaya.
    Mas Dicky apakah berkantor dan mukim di surabaya juga? berdinas di bidang pertanian juga kah?
    Salam,Betty
    Dari: "dicky.iswandaru@gmail.com" <dicky.iswandaru@gmail.com>
    Kepada: alumniugm@googlegroups.com
    Dikirim: Selasa, 5 Juli 2011 5:50
    Judul: Re: Bls: [kagama] ayo jadi petani buah...
     
    Mbak Betty
     
    Dinas di jawa timur mbak? Dimana? Sy di sby mbak
     
    Salam
    DickyPowered by Telkomsel BlackBerry®From: Betty Ikawati <biyumna_tiya@yahoo.co.id>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Mon, 4 Jul 2011 22:35:49 +0800 (SGT)To: alumniugm@googlegroups.com<alumniugm@googlegroups.com>ReplyTo: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Bls: [kagama] ayo jadi petani buah...
    he..he.. membaca berita yang menyebut-nyebut institusi pertanian terkenal di jawa barat sana, tergelitik juga saya sbg salah saeorang alumnus fak pertanian ugm, yang kebetulan tema berita juga berkaitan dengan tugas pokok fungsi di tempat kerja di bagian timur pulau jawa ini.
    Ada benar juga sih, sewaktu kuliah pertanian dulu, pemikiran ttg orientasi pasar memang belum tergarap secara sistematis. Masalah mutu buah pun belum menjadi topik perkuliahan. Mungkin kalah dengan topik tanaman pangan, yang mencerminkan keagrarisan indonesia. Pun demikian secara umum, kebijakan tentang pangan masih mendominasi anggaran, dibanding untuk
    hortikultura.
    he..begitulah,
    Concern tentang mutu buah indonesia sendiri secara panduan sudah ada yaitu SNI buah, nah permasalahan
    yang menyebabkan kok belum juga sih mutu buah itu sesuai standarnya itu apa? Banyak sudut pandang untuk menganalisisnya, bahkan dari sisi pertanian juga baik teknis maupun sosial. SNI secara legitimasi berkaitan dengan formalitas lembaga yang berwenang mengeluarkannya. Di Indonesia sendiri, lembaga sertifikasi SNI untuk buah belum terbentuk institusi yang legal formal. Nah, kami di jawa bagian timur sedang dalam arah menuju ke sana. Semoga kedepan ini menjadi sumbangan yang besar bagi mutu hortikultura indonesia.
    Salambetty
    Dari: "umigita@gmail.com" <umigita@gmail.com>
    Kepada:
    alumniugm@googlegroups.com
    Dikirim: Senin, 4 Juli 2011 21:27
    Judul: Re: [kagama] ayo jadi petani buah...
     
    Aku jualan jus buah aja deh mas irvan...
    Hehehe
     
    Salam,
    Umi gitaPowered by Telkomsel BlackBerry®From: Irvan Kristanto <irvankristanto@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Mon, 4 Jul 2011 16:02:16 +0700To: <alumniugm@googlegroups.com>ReplyTo: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] ayo jadi petani buah...
    Memang menyedihkan.. padahal, untuk buah2 yang ada di Indonesia (selain : anggur, apel, pear, dll)... buah2an ex import rasanya tidak enak....
    banyak buah2 yang hampir punah... Minggu lalu, salah satu oleh2 dari mBogor, saya beli buah Gandaria (buat dibikin sambel terasi yang maknyusss).... harganya Rp 125,000 per kg.... tapi rasanya benar2 mantap
     
     
    irvan
     
    Ini Dia Alasan Buah Lokal Kalah Saing dengan Produk Impor 
     
     
    Suhendra - detikFinance

     
     

    Jakarta -
    Sudah rahasia umum daya saing produk buah lokal kalah bersaing dengan buah impor. Masalah ini dimulai dari tahapan on farm (perkebunan) hingga off farm (di luar perkebunan).
     
    Wakil
    Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi mengatakan, banyak hal yang menjadi
    poin penting terkait pengembangan buah lokal dalam meningkatkan daya
    saing. Misalnya selama ini banyak buah lokal belum berorientasi pada
    selera pasar.
     
    "Soal selera harus dipahami selera konsumen kita.
    Bagaimana membuat pepaya kita bisa banyak dikonsumsi di rumah. Harus
    dirubah size-nya, pepaya kita gede-gede," kata Bayu dalan acara obrolan
    santai soal Gerakan Gemari Buah Lokal, di Jakarta, Senin (4/7/2011).
     
    Ia
    menuturkan, studi semacam itu sudah dipelajari di IPB, yaitu konsumen
    menginginkan adanya buah pepaya dengan ukuran kecil yang tak terlalu
    basah karena pepaya adalah jenis buah yang harus langsung habis dimakan.
    Kenyataanya buah pepaya lokal terlalu manis, ukurannya besar sehingga
    banyak dilirik sebagai hidangan meja rumah tangga.
     
    Masalah
    lainnya adalah, buah lokal belum banyak memiliki merek yang kuat, bahkan
    dalam beberapa jenis buah lokal cenderung mengekor dengan merek buah
    impor. Padahal buah lokal sudah memiliki merek kuat seperti Pisang
    Barangan, Rambutan Rapiah, Alpukat Garut dan lain-lain.
     
    "Padahal
    95% dari pepaya Bangkok itu dihasilkan di Indonesia, 70% pepaya hawai di
    hasilkan di Indonesia, karena image-nya positif maka nama itu yang
    keluar," katanya.
     
    Bayu menuturkan selain manajemen merek untuk
    buah lokal yang harus ditingkatkan, ada juga masalah klasik lainnya
    yaitu soal penanganan buah pasca panen. Banyak petani buah dalam negeri
    belum sadar soal penanganan buah pasca panen (off farm) agar tetap dalam
    kondisi baik.
     
    "Misalnya Pisang Raja Indonesia terbaik di dunia
    itu diakui semua, Itu kalau sedetik sebelum dipotong dari pohonnya.
    Setelah itu, terjadi penurunan (kualitas), pemotongannya salah, proses
    diangkutnya," katanya.
     
    Bayu juga mengatakan sampai saat Indonesia
    Indonesia belum banyak memililki perkebunan buah yang refresentatif
    dalam skala besar. Produksi buah petani selama ini dalam jumlah
    kecil-kecil dan tersebar di berbagai titik.
     
    "Kita tak punya perkebunan buah secara jujur, kita hanya punya batang buah oleh para-para petani," katanya.
     
    Masalah
    lainnya adalah soal begitu beranekaragamnya produk buah-buahan
    Indonesia, sehingga tak fokus menggarap potensinya secara maksimal. Ia
    mencontohkan di Thailand sebelumnya ada 60 jenis durian, namun atas
    pertimbangan Rajanya, Thailand menebang semua pohon duriannya kecuali
    untuk 7 jenis yang dianggap unggul.
     
    "Memang butuh ketegasan untuk melakukan itu," ucapnya.
     
    Namun,
    lanjut Bayu, dari masalah itu semua kuncinya adalah Research and
    Development (R&D). Di Indonesia salah satu kampus yang memiliki
    R&D dibidang buah adalah IPB yaitu pusat penelitian buah tropika.
     
     
     
    --
     
    +++
     
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
     
    Transfer ke:
     
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
     
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
     
    +++
     
     
     
     
     
     
    --
     
    +++
     
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
     
    Transfer ke:
     
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
     
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
     
    +++
     
     
     

     
     
     
    --
     
    +++
     
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
     
    Transfer ke:
     
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
     
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
     
    +++
     
     
     
     
    --
     
    +++
     
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
     
    Transfer ke:
     
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
     
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
     
    +++
     
     
     
     
     
    --
     
    +++
     
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
     
    Transfer ke:
     
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
     
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
     
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    upik_wahyu@yahoo.com Jul 07 02:33PM ^
     
    Oke oke..kutunggu kabar selanjutnya
    Sent from BlackBerry® on 3
     
    -----Original Message-----
    From: "destina" <destikawanti@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Thu, 7 Jul 2011 13:09:51
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: Bls: Bls: [kagama] ayo jadi petani buah...
     
    Saya masih di lembang.. Setelah tg 20 bisa.. :)
     
    4 mba beti : tempat kerjaku deket lo mba.. Kok ga pernah ketemu yo
     
    4mba upik : jawapos yo deket lo..
     
     
    destina - biologi ' 92
     
    -----Original Message-----
    From: upik eka <upik_wahyu@yahoo.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Thu, 7 Jul 2011 06:03:25
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: Bls: Bls: [kagama] ayo jadi petani buah...
     
    ayo mbak yang disurabaya kumpul kumpul...saya ngikut..waktu dan tempat dipersilahkan
     
    --- On Tue, 5/7/11, Betty Ikawati <biyumna_tiya@yahoo.co.id> wrote:
     
    From: Betty Ikawati <biyumna_tiya@yahoo.co.id>
    Subject: Bls: Bls: [kagama] ayo jadi petani buah...
    To: "alumniugm@googlegroups.com" <alumniugm@googlegroups.com>
    Date: Tuesday, 5 July, 2011, 4:26 PM
     
    Iya saya dinas di Jawa Timur.
    Kebetulan kantor saya ada di surabaya juga, di jl. A Yani Surabaya.
    Mas Dicky apakah berkantor dan mukim di surabaya juga? berdinas di bidang pertanian juga kah?
    Salam,Betty
    Dari: "dicky.iswandaru@gmail.com" <dicky.iswandaru@gmail.com>
    Kepada: alumniugm@googlegroups.com
    Dikirim: Selasa, 5 Juli 2011 5:50
    Judul: Re: Bls: [kagama] ayo jadi petani buah...
     
    Mbak Betty
     
    Dinas di jawa timur mbak? Dimana? Sy di sby mbak
     
    Salam
    DickyPowered by Telkomsel BlackBerry®From: Betty Ikawati <biyumna_tiya@yahoo.co.id>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Mon, 4 Jul 2011 22:35:49 +0800 (SGT)To: alumniugm@googlegroups.com<alumniugm@googlegroups.com>ReplyTo: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Bls: [kagama] ayo jadi petani buah...
    he..he.. membaca berita yang menyebut-nyebut institusi pertanian terkenal di jawa barat sana, tergelitik juga saya sbg salah saeorang alumnus fak pertanian ugm, yang kebetulan tema berita juga berkaitan dengan tugas pokok fungsi di tempat kerja di bagian timur pulau jawa ini.
    Ada benar juga sih, sewaktu kuliah pertanian dulu, pemikiran ttg orientasi pasar memang belum tergarap secara sistematis. Masalah mutu buah pun belum menjadi topik perkuliahan. Mungkin kalah dengan topik tanaman pangan, yang mencerminkan keagrarisan indonesia. Pun demikian secara umum, kebijakan tentang pangan masih mendominasi anggaran, dibanding untuk
    hortikultura.
    he..begitulah,
    Concern tentang mutu buah indonesia sendiri secara panduan sudah ada yaitu SNI buah, nah permasalahan
    yang menyebabkan kok belum juga sih mutu buah itu sesuai standarnya itu apa? Banyak sudut pandang untuk menganalisisnya, bahkan dari sisi pertanian juga baik teknis maupun sosial. SNI secara legitimasi berkaitan dengan formalitas lembaga yang berwenang mengeluarkannya. Di Indonesia sendiri, lembaga sertifikasi SNI untuk buah belum terbentuk institusi yang legal formal. Nah, kami di jawa bagian timur sedang dalam arah menuju ke sana. Semoga kedepan ini menjadi sumbangan yang besar bagi mutu hortikultura indonesia.
    Salambetty
    Dari: "umigita@gmail.com" <umigita@gmail.com>
    Kepada:
    alumniugm@googlegroups.com
    Dikirim: Senin, 4 Juli 2011 21:27
    Judul: Re: [kagama] ayo jadi petani buah...
     
    Aku jualan jus buah aja deh mas irvan...
    Hehehe
     
    Salam,
    Umi gitaPowered by Telkomsel BlackBerry®From: Irvan Kristanto <irvankristanto@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Mon, 4 Jul 2011 16:02:16 +0700To: <alumniugm@googlegroups.com>ReplyTo: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] ayo jadi petani buah...
    Memang menyedihkan.. padahal, untuk buah2 yang ada di Indonesia (selain : anggur, apel, pear, dll)... buah2an ex import rasanya tidak enak....
    banyak buah2 yang hampir punah... Minggu lalu, salah satu oleh2 dari mBogor, saya beli buah Gandaria (buat dibikin sambel terasi yang maknyusss).... harganya Rp 125,000 per kg.... tapi rasanya benar2 mantap
     
     
    irvan
     
    Ini Dia Alasan Buah Lokal Kalah Saing dengan Produk Impor 
     
     
    Suhendra - detikFinance

     
     

    Jakarta -
    Sudah rahasia umum daya saing produk buah lokal kalah bersaing dengan buah impor. Masalah ini dimulai dari tahapan on farm (perkebunan) hingga off farm (di luar perkebunan).
     
    Wakil
    Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi mengatakan, banyak hal yang menjadi
    poin penting terkait pengembangan buah lokal dalam meningkatkan daya
    saing. Misalnya selama ini banyak buah lokal belum berorientasi pada
    selera pasar.
     
    "Soal selera harus dipahami selera konsumen kita.
    Bagaimana membuat pepaya kita bisa banyak dikonsumsi di rumah. Harus
    dirubah size-nya, pepaya kita gede-gede," kata Bayu dalan acara obrolan
    santai soal Gerakan Gemari Buah Lokal, di Jakarta, Senin (4/7/2011).
     
    Ia
    menuturkan, studi semacam itu sudah dipelajari di IPB, yaitu konsumen
    menginginkan adanya buah pepaya dengan ukuran kecil yang tak terlalu
    basah karena pepaya adalah jenis buah yang harus langsung habis dimakan.
    Kenyataanya buah pepaya lokal terlalu manis, ukurannya besar sehingga
    banyak dilirik sebagai hidangan meja rumah tangga.
     
    Masalah
    lainnya adalah, buah lokal belum banyak memiliki merek yang kuat, bahkan
    dalam beberapa jenis buah lokal cenderung mengekor dengan merek buah
    impor. Padahal buah lokal sudah memiliki merek kuat seperti Pisang
    Barangan, Rambutan Rapiah, Alpukat Garut dan lain-lain.
     
    "Padahal
    95% dari pepaya Bangkok itu dihasilkan di Indonesia, 70% pepaya hawai di
    hasilkan di Indonesia, karena image-nya positif maka nama itu yang
    keluar," katanya.
     
    Bayu menuturkan selain manajemen merek untuk
    buah lokal yang harus ditingkatkan, ada juga masalah klasik lainnya
    yaitu soal penanganan buah pasca panen. Banyak petani buah dalam negeri
    belum sadar soal penanganan buah pasca panen (off farm) agar tetap dalam
    kondisi baik.
     
    "Misalnya Pisang Raja Indonesia terbaik di dunia
    itu diakui semua, Itu kalau sedetik sebelum dipotong dari pohonnya.
    Setelah itu, terjadi penurunan (kualitas), pemotongannya salah, proses
    diangkutnya," katanya.
     
    Bayu juga mengatakan sampai saat Indonesia
    Indonesia belum banyak memililki perkebunan buah yang refresentatif
    dalam skala besar. Produksi buah petani selama ini dalam jumlah
    kecil-kecil dan tersebar di berbagai titik.
     
    "Kita tak punya perkebunan buah secara jujur, kita hanya punya batang buah oleh para-para petani," katanya.
     
    Masalah
    lainnya adalah soal begitu beranekaragamnya produk buah-buahan
    Indonesia, sehingga tak fokus menggarap potensinya secara maksimal. Ia
    mencontohkan di Thailand sebelumnya ada 60 jenis durian, namun atas
    pertimbangan Rajanya, Thailand menebang semua pohon duriannya kecuali
    untuk 7 jenis yang dianggap unggul.
     
    "Memang butuh ketegasan untuk melakukan itu," ucapnya.
     
    Namun,
    lanjut Bayu, dari masalah itu semua kuncinya adalah Research and
    Development (R&D). Di Indonesia salah satu kampus yang memiliki
    R&D dibidang buah adalah IPB yaitu pusat penelitian buah tropika.
     
     
     
    --
     
    +++
     
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
     
    Transfer ke:
     
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
     
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
     
    +++
     
     
     
     
     
     
    --
     
    +++
     
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
     
    Transfer ke:
     
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
     
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
     
    +++
     
     
     

     
     
     
    --
     
    +++
     
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
     
    Transfer ke:
     
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
     
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
     
    +++
     
     
     
     
    --
     
    +++
     
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
     
    Transfer ke:
     
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
     
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
     
    +++
     
     
     
     
     
    --
     
    +++
     
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
     
    Transfer ke:
     
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
     
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
     
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    hamiddipo@yahoo.co.id Jul 07 01:37PM ^
     
    Ayo para alumni, kita dukung adik kita mhs UGM ini. Finalisnya ada 50 orang dan mayoritas dari DKI Jakarta. Kalau tdk salah Dira ini satu2nya dari Jogja. Salam.
     
    Sent from SangPerintis®Gerak Teruuusss...!
     
    -----Original Message-----
    From: vriovia@kagamavirtual.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Mon, 4 Jul 2011 17:45:41
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] Anak ugm mohon dukungan jadi duta koperasi dan ukm nasional.
     
    Mas mas mbak mbak, sedulur sekalian. Saya mohon izin, ini ada permohonan dari dira, anak fisipol, ilmu pemerintahan mohon dukungan.
    Mohon izin ya mas presiden, dan jika berkenan bisa d posting d fb kagama.
    ++++++++++++++++++++
    Mohon dukunganya untuk memilih Dira menjadi juara favorit dlm Pemilihan Duta Koperasi dan UMKM Nasional.
    Caranya ketik: DUTA(spasi)30
    Kirim ke 9981. Dan saksikan malam finalnya sabtu, 9 juli di TVone pukul 19.30 wib. Satu sms dr Anda sangatlah berarti bagi sy.Maturnuwun.
    valdi riovia
    BRI Pandeglang/FKT 96
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    vriovia@kagamavirtual.com Jul 07 02:03PM ^
     
    Iya mas, saya kenal temen kita ini dlu juga kkn d ujung kulon. D desa yg paling ujung pulau jawa.
    Ayo mas2 dan mbak2
    valdi riovia
    BRI Pandeglang/FKT 96
     
    -----Original Message-----
    From: hamiddipo@yahoo.co.id
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Thu, 7 Jul 2011 13:37:57
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Anak ugm mohon dukungan jadi duta koperasi dan ukm nasional.
     
    Ayo para alumni, kita dukung adik kita mhs UGM ini. Finalisnya ada 50 orang dan mayoritas dari DKI Jakarta. Kalau tdk salah Dira ini satu2nya dari Jogja. Salam.
     
    Sent from SangPerintis®Gerak Teruuusss...!
     
    -----Original Message-----
    From: vriovia@kagamavirtual.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Mon, 4 Jul 2011 17:45:41
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] Anak ugm mohon dukungan jadi duta koperasi dan ukm nasional.
     
    Mas mas mbak mbak, sedulur sekalian. Saya mohon izin, ini ada permohonan dari dira, anak fisipol, ilmu pemerintahan mohon dukungan.
    Mohon izin ya mas presiden, dan jika berkenan bisa d posting d fb kagama.
    ++++++++++++++++++++
    Mohon dukunganya untuk memilih Dira menjadi juara favorit dlm Pemilihan Duta Koperasi dan UMKM Nasional.
    Caranya ketik: DUTA(spasi)30
    Kirim ke 9981. Dan saksikan malam finalnya sabtu, 9 juli di TVone pukul 19.30 wib. Satu sms dr Anda sangatlah berarti bagi sy.Maturnuwun.
    valdi riovia
    BRI Pandeglang/FKT 96
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
Loading...