Grup: http://groups.google.com/group/alumniUGM/topics
- Doa untuk Sekeranjang Tempe [8 Pemutakhiran]
- Mendidik anak [3 Pemutakhiran]
- Air ketuban berkurang [6 Pemutakhiran]
- Anggaran Pendidikan ini distribusinya kemana saja ya ? [3 Pemutakhiran]
- Bls: Bls: [kagama] ayo jadi petani buah... [3 Pemutakhiran]
- Anak ugm mohon dukungan jadi duta koperasi dan ukm nasional. [2 Pemutakhiran]
Topik: Doa untuk Sekeranjang Tempe
- umigita@gmail.com Jul 07 02:40PM ^
If Allah say 'YES',Allah give you what you want
If Allah say 'NO',Allah give you something better
If Allah say 'WAIT',Allah give you on the right time
Whatever Allah said,Allah always give you the best ever
Salam,
Umi gita
Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message-----
From: Galuh Adi Insani <adioranye@kagamavirtual.org>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Wed, 6 Jul 2011 12:14:56
To: alumniugm<alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: [kagama] Doa untuk Sekeranjang Tempe
Semoga cerita ini dapat menginspirasi kita semua yang sering "lupa"
akan nikmat Tuhan yang dipilihkan kepada kita :
Kisah ini adalah sebuah kisah nyata dari seseorang yang mungkin bisa
"mengingatkan" kita kembali akan sebuah nikmat-Nya, semoga akan ada
sebuah perubahan yang menjadi lebih baik pada diri kita setelah
membaca cerita ini. Amin.
Assalamualaikum Wr. Wb.
Di Karangayu, sebuah desa di Kendal, Jawa Tengah, hiduplah seorang
ibu penjual tempe . Tak ada pekerjaan lain yang dapat dia lalukan
sebagai penyambung hidup. Meski demikian, nyaris tak pernah lahir
keluhan dari bibirnya. Ia jalani hidup dengan riang. "Jika tempe ini
yang nanti mengantarku ke surga, kenapa aku harus menyesalinya. .."
demikian dia selalu memaknai hidupnya.
Suatu pagi, setelah salat subuh, dia pun berkemas. Mengambil
keranjang bambu tempat tempe , dia berjalan ke dapur. Diambilnya
tempe-tempe yang dia letakkan di atas meja panjang. Tapi, deg! dadanya
gemuruh. Tempe yang akan dia jual, ternyata belum jadi. Masih berupa
kacang, sebagian berderai, belum disatukan ikatan- ikatan putih kapas
dari peragian. Tempe itu masih harus menunggu satu hari lagi untuk
jadi. Tubuhnya lemas. Dia bayangkan, hari ini pasti dia tidak akan
mendapatkan uang, untuk akan, dan modal membeli kacang, yang akan dia
olah kembali menjadi tempe .
Di tengah putus asa, terbersit harapan di dadanya. Dia tahu, jika
meminta kepada Allah, pasti tak akan ada yang mustahil. Maka, di
tengadahkan kepala, dia angkat tangan, dia baca doa. "Ya Allah, Engkau
tahu kesulitanku. Aku tahu Engkau pasti menyayangi hamba-Mu yang hina
ini. Bantulah aku ya Allah, jadikanlah kedelai ini menjadi tempe .
Hanya kepada-Mu kuserahkan nasibku..."
Dalam hati, dia yakin, Allah akan mengabulkan doanya. Dengan tenang,
dia tekan dan mampatkan daun pembungkus tempe . Dia rasakan hangat
yang menjalari daun itu. Proses peragian memang masih berlangsung.
Dadanya gemuruh. Dan pelan, dia buka daun pembungkus tempe . Dan...
dia kecewa. Tempe itu masih belum juga berubah. Kacangnya belum semua
menyatu oleh kapas-kapas ragi putih. Tapi, dengan memaksa senyum, dia
berdiri. Dia yakin, Allah pasti sedang "memproses" doanya. Dan tempe
itu pasti akan jadi. Dia yakin, Allah tidak akan menyengsarakan
hambanya yang setia beribadah seperti dia. Sambil meletakkan semua
tempe setengah jadi itu ke dalam keranjang, dia berdoa lagi. "Ya
Allah, aku tahu tak pernah ada yang mustahil bagi-Mu. Engkau maha
tahu, bahwa tak ada yang bisa aku lakukan selain berjualan tempe .
Karena itu ya Allah, jadikanlah. Bantulah aku, kabulkan doaku..."
Sebelum mengunci pintu dan berjalan menuju pasar, dia buka lagi daun
pembungkus tempe . Pasti telah jadi sekarang, batinnya. Dengan
berdebar, dia intip dari daun itu, dan... belum jadi. Kacang itu belum
sepenuhnya memutih. Tak ada perubahan apa pun atas ragian kacang
tersebut. "Keajaiban Tuhan akan datang... pasti," yakinnya. Dia pun
berjalan ke pasar. Di sepanjang perjalanan itu, dia yakin, "tangan"
Tuhan tengah bekerja untuk mematangkan proses peragian atas
tempe-tempenya. Berkali-kali dia dia memanjatkan doa... berkali-kali
dia yakinkan diri, Allah pasti mengabulkan doanya. Sampai di pasar, di
tempat dia biasa berjualan, dia letakkan keranjang-keranjang itu.
"Pasti sekarang telah jadi tempe !" batinnya.
Dengan berdebar, dia buka daun pembungkus tempe itu, pelan-pelan.
Dan... dia terlonjak. Tempe itu masih tak ada perubahan. Masih sama
seperti ketika pertama kali dia buka di dapur tadi. Kecewa, aitmata
menitiki keriput pipinya. Kenapa doaku tidak dikabulkan? Kenapa tempe
ini tidak jadi? Kenapa Tuhan begitu tidak adil? Apakah Dia ingin aku
menderita? Apa salahku? Demikian batinnya berkecamuk.
Dengan lemas, dia gelar tempe-tempe setengah jadi itu di atas plastik
yang telah dia sediakan. Tangannya lemas, tak ada keyakinan akan ada
yang mau membeli tempenya itu. Dan dia tiba-tiba merasa lapar...merasa
sendirian. Tuhan telah meninggalkan aku, batinnya. Airmatanya kian
menitik. Terbayang esok dia tak dapat berjualan... esok dia pun tak
akan dapat makan. Dilihatnya kesibukan pasar, orang yang lalu lalang,
dan "teman-temannya" sesama penjual tempe di sisi kanan dagangannya
yang mulai berkemas. Dianggukinya mereka yang pamit, karena tempenya
telah laku. Kesedihannya mulai memuncak. Diingatnya, tak pernah dia
mengalami kejadian ini. Tak pernah tempenya tak jadi. Tangisnya kian
keras. Dia merasa cobaan itu terasa berat...
Di tengah kesedihan itu, sebuah tepukan menyinggahi pundaknya. Dia
memalingkan wajah, seorang perempuan cantik, paro baya, tengah
tersenyum, memandangnya. "Maaf Ibu, apa ibu punya tempe yang setengah
jadi? Capek saya sejak pagi mencari-cari di pasar ini, tak ada yang
menjualnya. Ibu punya??" Penjual tempe itu bengong. Terkesima.
Tiba-tiba wajahnya pucat. Tanpa menjawab pertanyaan si ibu cantik
tadi, dia cepat menadahkan tangan. "Ya Allah, saat ini aku tidak ingin
tempe itu jadi. Jangan engkau kabulkan doaku yang tadi. Biarkan
sajalah tempe itu seperti tadi, jangan jadikan tempe ..."
Lalu segera dia mengambil tempenya. Tapi, setengah ragu, dia letakkan
lagi. "jangan-jangan, sekarang sudah jadi tempe ..." "Bagaimana Bu?
Apa ibu menjual tempe setengah jadi?" tanya perempuan itu lagi.
Kepanikan melandanya lagi. "Duh Gusti... bagaimana ini? Tolonglah ya
Allah, jangan jadikan tempe ya?" ucapnya berkali-kali. Dan dengan
gemetar, dia buka pelan-pelan daun pembungkus tempe itu. Dan apa yang
dia lihat, pembaca?? Di balik daun yang hangat itu, dia lihat tempe
yang masih sama. Belum jadi! "Alhamdulillah! " pekiknya, tanpa sadar.
Segera dia angsurkan tempe itu kepada si pembeli. Sembari membungkus,
dia pun bertanya kepada si ibu cantik itu. "Kok Ibu aneh ya, mencari
tempe kok yang belum jadi?" "Oohh, bukan begitu, Bu. Anak saya, si
Sulhanuddin, yang kuliah S2 di Australia ingin sekali makan tempe,
asli buatan sini. Nah, agar bisa sampai sana belum busuk, saya pun
mencari tempe yang belum jadi. Jadi,saat saya bawa besok, sampai sana
masih layak dimakan. Ohh ya, jadi semuanya berapa, Bu?"
Ini kisah yang biasa bukan? Dalam kehidupan sehari-hari, kita
seringkali berdoa, dan "memaksa" Allah memberikan apa yang menurut
kita paling cocok untuk kita. Dan jika doa kita tidak dikabulkan, kita
merasa diabaikan, merasa kecewa. padahal, Allah paling tahu apa yang
paling cocok untuk kita. Bahwa semua rencananya adalah sangat
sempurna.
Kisah sederhana yang menarik, karena seringkali kita pun mengalami
hal yg serupa.
Di saat kita tidak memahami ada hikmah di balik semua skenario yg
Allah SWT takdirkan.
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan
boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk
bagimu;Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui" (QS. Al Baqarah
216)
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
- ysanst@kagamavirtual.com Jul 07 03:00PM ^
bahwa rizky itu diturunkan dengan cara yang amazing.....
-̶̶•-̶̶•̸Ϟ•̸Ƭhank γőυ•̸Ϟ•̸-̶̶•-
Galuh Adi Insani
--------------------------
Hebat Mas Arianto Rizky..:-)
Piss ah tak iye
Yassir
Iwak-02
Powered by Telkomsel BlackBerry®
- "Galuh Adi Insani" <adioranye@kagamavirtual.org> Jul 07 10:56PM ^
If Allah say 'YES',Allah give you what you want
If Allah say 'NO',Allah give you something better
If Allah say 'WAIT',Allah give you on the right time
Whatever Allah said,Allah always give you the best ever
__________
Begitu juga jodoh mba, tapi jangan lama-lama ah? Hehehehehe.....
-̶̶•-̶̶•̸Ϟ•̸Ƭhank γőυ•̸Ϟ•̸-̶̶•-
Galuh Adi Insani
- "Ebes Defry" <yusdanial@gmail.com> Jul 07 11:07PM ^
Begitu juga jodoh mba, tapi jangan lama-lama ah? Hehehehehe.....
+++
Berarti ada hubungan yang erat antara jodoh dan tempe.
Kalau kedelai perlu ragi supaya bisa menjadi tempe.
Nah, bagaimana dengan manusia ? Apakah memerlukan ragi juga supaya berjodoh ?
http://yusdanial.blogspot.com
-----Original Message-----
From: "Galuh Adi Insani" <adioranye@kagamavirtual.org>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Thu, 7 Jul 2011 22:56:13
To: <alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: Re: [kagama] Doa untuk Sekeranjang Tempe
If Allah say 'YES',Allah give you what you want
If Allah say 'NO',Allah give you something better
If Allah say 'WAIT',Allah give you on the right time
Whatever Allah said,Allah always give you the best ever
__________
Begitu juga jodoh mba, tapi jangan lama-lama ah? Hehehehehe.....
-̶̶•-̶̶•̸Ϟ•̸Ƭhank γőυ•̸Ϟ•̸-̶̶•-
Galuh Adi Insani
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
- umigita@gmail.com Jul 07 11:40PM ^
Jiaaah...kog arahe malah mrene?hahaha...
Tapi,kuamini aja deh mas galuh,mohon doanya ya^^
Salam,
Umi gita
Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message-----
From: "Galuh Adi Insani" <adioranye@kagamavirtual.org>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Thu, 7 Jul 2011 22:56:13
To: <alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: Re: [kagama] Doa untuk Sekeranjang Tempe
If Allah say 'YES',Allah give you what you want
If Allah say 'NO',Allah give you something better
If Allah say 'WAIT',Allah give you on the right time
Whatever Allah said,Allah always give you the best ever
__________
Begitu juga jodoh mba, tapi jangan lama-lama ah? Hehehehehe.....
-̶̶•-̶̶•̸Ϟ•̸Ƭhank γőυ•̸Ϟ•̸-̶̶•-
Galuh Adi Insani
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
- sophiewannabe@gmail.com Jul 08 12:41AM ^
Berarti ada hubungan yang erat antara jodoh dan tempe.
Kalau kedelai perlu ragi supaya bisa menjadi tempe.
Nah, bagaimana dengan manusia ? Apakah memerlukan ragi juga supaya berjodoh ?
+++++_
Perlu sekali mas Defry..
Tapi raginya jangan dipakai buat mandi ya... Kekekek :p
Meski jodoh, rizki, dan umur ada di tangan Allah kita manusia tetep wajib berusaha kan??
Ayo umi.. Percantik diri luar dan dalam biar jodohnya segera datang.. Ingat jumlah perempuan lebih banyak dari laki2 lho...
Peace ah..
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
-----Original Message-----
From: "Ebes Defry" <yusdanial@gmail.com>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Thu, 7 Jul 2011 23:07:51
To: <alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: Re: [kagama] Doa untuk Sekeranjang Tempe
Begitu juga jodoh mba, tapi jangan lama-lama ah? Hehehehehe.....
+++
Berarti ada hubungan yang erat antara jodoh dan tempe.
Kalau kedelai perlu ragi supaya bisa menjadi tempe.
Nah, bagaimana dengan manusia ? Apakah memerlukan ragi juga supaya berjodoh ?
http://yusdanial.blogspot.com
-----Original Message-----
From: "Galuh Adi Insani" <adioranye@kagamavirtual.org>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Thu, 7 Jul 2011 22:56:13
To: <alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: Re: [kagama] Doa untuk Sekeranjang Tempe
If Allah say 'YES',Allah give you what you want
If Allah say 'NO',Allah give you something better
If Allah say 'WAIT',Allah give you on the right time
Whatever Allah said,Allah always give you the best ever
__________
Begitu juga jodoh mba, tapi jangan lama-lama ah? Hehehehehe.....
-̶̶•-̶̶•̸Ϟ•̸Ƭhank γőυ•̸Ϟ•̸-̶̶•-
Galuh Adi Insani
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
- "Galuh Adi Insani" <adioranye@kagamavirtual.org> Jul 08 01:04AM ^
Ayo umi.. Percantik diri luar dan dalam biar jodohnya segera datang.. Ingat jumlah perempuan lebih banyak dari laki2 lho...
____________
Itu belum dikurangi yang meninggal karena perang, yang suka sesama jenis juga ya mba? Hahahaha....
Ikut ngasih support mba Umi ah... (Gaya cher leader).....
-̶̶•-̶̶•̸Ϟ•̸Ƭhank γőυ•̸Ϟ•̸-̶̶•-
Galuh Adi Insani
- ysanst@kagamavirtual.com Jul 08 01:07AM ^
Itu belum dikurangi yang meninggal karena perang, yang suka sesama jenis juga ya mba? Hahahaha....
Ikut ngasih support mba Umi ah... (Gaya cher leader).....
-̶̶•-̶̶•̸Ϟ•̸Ƭhank γőυ•̸Ϟ•̸-̶̶•-
Galuh Adi Insani
--------------------------
Hayo,coba d check hasil sensus 2010 lalu..:-)
Yassir
Iwak-02
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Topik: Mendidik anak
- umi gita <umigita@gmail.com> Jul 07 08:16PM +0700 ^
maaf mas dicky saya baru sempat membalas...
actually, saya bukan ahli dalam pendidikan anak...walaupun saya
lulusan psikologi, bukan berarti saya ahli dalam mendidik
anak...justru mas dicky bersama istrilah yang sudah ahli karena sudah
praktek...kalo saya kan belum hehehe...
tapi ini hanya tulisan berdasar apa yang saya dapatkan di kampus dan
pengalaman bercengkrama dengan anak-anak dalam kegiatan...ohya, ada
buku bagus tentang mendidik anak, judulnya "Adventure In Parenting"
penerbit Alinea...sekarang udah susah carinya. tapi kalo mau, silahkan
japri saya...nanti saya copikan...Insya Allah.
ini tulisan saya ketika semester 4 kuliah dulu...silahkan dinikmati...
CHILDREN LEARN IN EVERYWHERE AND EVERYTIME
Ibu: Rio! Ayo belajar, dari tadi koq cuman main terus? Udah nyiapin
buku dan belajar sekolah besok blum? Besok juga kamu harus les
biola dan matematika, udah disiapin belum?
Anak: Aduh mama..Rio tuh gak pernah main, disuruh belajar mulu! Udah
ah sekarang mau main! Tuh udah ditungguin temen-temen.
Ibu: Rio! Kog kamu bandel ya? Nggak ndengerin…..
(belum selesai ibu berbicara, anak sudah lari duluan untuk main)
Fenomena diatas bukanlah suatu hal yang jarang kita temui. Sebagian
besar orang tua mengeluh anaknya malas untuk belajar, maunya main
saja. Memang, keinginan dan harapan orang tua agar anaknya pandai
tidaklah salah tapi perlu diperhatikan bahwa anak kita bukanlah
miniatur orang dewasa karena anak memiliki dunianya sendiri dimana
merupakan dunia bermain.
Seringkali kita beranggapan bahwa yang paling penting bagi anak
adalah belajar karena hal tersebut menyangkut masa depannya. Ditambah
lagi bahwa belajar itu harus duduk di depan meja belajar lalu membaca
atau menulis. Belajar juga dikaitkan dengan kuantitas, seberapa lama
anak bertahan duduk di meja belajar, seberapa rajin anak ke sekolah,
seberapa sedikit anak tidak menghabiskan waktunya dengan bermain atau
menonton TV dan lain sebagainya. Itu mungkin persepsi yang mendukung
belajar yang terkait dengan akademik seperti kemampuan berhitung,
berbahasa dan menulis.
Pernahkah terbesit dalam pikiran kita bahwa banyak pula yang perlu
dipelajari anak selain kemampuan akademik diatas. Kemampuan-kemampuan
yang dapat dipelajari tidak cukup dengan cara konvensional seperti
diatas. Contohnya kemampuan bersosialisasi, komunikasi, memahami dan
berempati kemudian menganalisis permasalahan yang ada di lingkungan.
Kemampuan itulah yang sebenarnya dibutuhkan setiap anak untuk bertahan
hidup.
Karena belajar selalu dikaitkan dengan meja belajar, buku tebal dan
pensil, bukan tidak mungkin anak menganggap belajar merupakan
aktivitas yang membosankan bahkan menakutkan karena setiap mengajak
belajar anak, orang tua selalu dengan mata yang membelalak lalu marah.
Mungkin anak akan menuruti tapi tidak ada motivasi yang menyelimuti
dalam kegiatan belajarnya dan untuk kesekian kalinya anak akan tidak
termotivasi dan cenderung akan malas untuk belajar.
Selain itu, beban anak ditambah dalam suatu kondisi belajar yang
tidak menyenangkan di sekolah-sekolah yang masih memakai sistem
pendidikan yang konvensional. Anak harus menelan buku-buku pelajaran
dengan cara menghafalkannya, menulis setiap ceramah guru di depan
kelas dan mengerjakan tugas juga ulangan harian. Anak juga masih
dihadapkan dengan cara mengajar guru yang terkadang keras, suka
menghukum, memarahi dan rutinitas di sekolah yang tidak bervariatif,
membaca-mendengarkan guru mengajar di depan kelas-menulis.
Definisi Belajar
Menurut Slavin dalam bukunya Educational Psychology belajar
terdenifisikan sebagai perubahan dalam diri individu yang disebabkan
adanya pengalaman. Dan belajar dapat dalam banyak cara. Sedangkan
menurut Morgan, dkk (1984 dalam Slavin, 2002) belajar dapat
didenifisikan sebagai perubahan yang relatif permanen dalam perilaku
dimana merupakan hasil dari latihan dan pengalaman.
Jelas dari definisi diatas, belajar mempunyai arti yang luas. Belajar
merupakan suatu proses karena latihan dan pengalaman dan dapat
mengakibatkan perubahan perilaku. Yang terpenting, belajar dapat
dilakukan dimana saja dan kapanpun. Apapun yang kita lakukan merupakan
belajar bila kita dapat memberi makna belajar pada hal yang kita
lakukan tersebut. Begitu juga dengan anak. Mengapa hal ini penting?
Karena belajar merupakan suatu proses dalam kehidupan yang tidak akan
pernah berhenti hingga mati. Belajar merupakan cahaya kehidupan.
Belajar dengan Perkembangan Pengertian Anak
Hurlock dalam bukunya perkembangan anak menyatakan bahwa "mengerti"
ialah kemampuan untuk menangkap sifat, arti atau keterangan mengenai
sesuatu dan mempunyai gambaran yang jelas dan lengkap tentang hal
tersebut atau pendek kata adalah kemampuan untuk memahami. Pengertian
pada anak dimulai ketika ia dapat berkembang untuk membedakan sesuatu,
sehingga ia butuh untuk belajar.
Pengertian didasarkan pada konsep yang merupakan hasil pengolahan dan
kombinasi unsur bersama dalam berbagai obyek lalu diketahui dan
diyakini dalam diri. Konsep anak sendiri dipengaruhi oleh faktor
kesempatan belajar. Bila anak diberi kesempatan belajar dengan baik
maka kualitas konsep yang dikembangkan akan baik pula.
Contohnya untuk konsep Tuhan pada anak, menurut Rizutto (1979 dalam
Arianto, 2003) penggambaran Tuhan banyak berasal dari hubungan anak
dengan orang tua. Sesungguhnya, anak belajar tentang konsep Tuhan
merupakan transformasi gagasan dari orang tua dan perilaku-perilaku
orang tua yang mendukungnya. Anak akan menganggab Tuhan penuh kasih
sayang ketika orang tua selalu mensyukuri segala sesuatu yang
diberikan Tuhan.
Memaknai Belajar pada Aktivitas Anak
Banyak hal yang dilakukan anak yang sesungguhnya itu adalah belajar.
Ketika anak makan, dia sebenarnya dapat belajar tentang apa yang ia
makan, bagaimana beras menjadi nasi. Ketika anak menonton kartun
kesukaannya seperti Doraemon, anak bisa belajar berbagai pesan moral
tentang tingkah laku Giant pada Nobita seperti memukul, apakah baik
untuk dilakukan? Ketika anak mandi, merupakan saat yang penting anak
belajar tentang seks karena ia dapat jelas mengenal kelamin
seksualnya. Ketika anak bermain dengan temannya, anak sedang belajar
bagaimana bersosialisasi, berkomunikasi yang efektif dan bekerja sama.
Bagaimana caranya agar setiap hal yang dilakukan oleh anak dapat
bermakna belajar? Tentunya hal ini sangat membutuhkan peran serta yang
besar dari kita sebagai orang tua. Karena orang tualah merupakan orang
yang paling dekat untuk melakukan hal ini. Sesuai dengan teori
perkembangan Erikson, orang tualah yang pertama kali menciptakan
persepsi anak terhadap dunia yang ditempatinya. Anak yang baru saja
lahir, bila ia sudah disapih dengan baik dan penuh kasih sayang, ia
akan merasa nyaman dan menumbuhkan rasa percaya bahwa dunia yang
ditempatinya merupakan tempat yang aman untuk ditinggali. Tumbuhnya
pikiran yang positifpun dimulai dari saat itu.
Ada beberapa kiat di bawah ini yang dapat kita terapkan untuk
menimbulkan makna belajar pada setiap aktifitasnya, antara lain:
1. Dampingi anak
Hal ini bukan berarti kita harus mendampingi anak terus menerus,
tetapi dari 24 jam waktu kita, usahakanlah untuk bisa bercengkrama
dengan anak dan ikut terlibat pada aktivitas anak. Hal ini sangat
penting untuk menumbuhkan motivasi pada diri anak. Posisikan diri kita
menjadi teman anak yang menyenangkan dan mendukung apa yang ia
lakukan.
2. Berikan respon yang tepat
Ketika kita ikut terlibat dalam aktifitas anak, tanyakan apa yang anak
rasakan untuk menggali perasaan dan pemahamannya terhadap sesuatu yang
ia lakukan. Biarkan ia bercerita, dengarkan dengan aktif, disini kita
perlu fokus perhatian sepenuhnya pada cerita anak lalu perhatikan juga
reaksi non-verbalnya. Dari situlah kita bisa memberikan respon yang
tepat yang berbeda dengan bereaksi. Memberi respon yang tepat berarti
kita memikirkan hasil dari anak. Harapannya dengan respon yang kita
berikan, tentunya anak dapat mengerti makna belajar dari aktifitas
yang ia lakukan.
3. Perhatikan segala sesuatu bagi anak yang sesuai dengan tahap perkembangannya.
Perlakuan untuk anak yang sudah menginjak sekolah dasar tentunya
berbeda dengan anak yang masih taman kanak-kanak. Hal ini menyangkut
perkembangannya sehingga mempengaruhi apa yang tepat untuk kita
berikan kepada anak. Contohnya saja anak sekolah dasar (umur 7-11
tahun), perkembangan kognitif menurut teori Piaget (dalam Santrock,
1999), termasuk dalam tahap operasional konkrit. Tahap ini ditandai
dengan kemampuan anak untuk berfikir logis dan mengambil kesimpulan
berdasarkan nalar melalui benda-benda konkrit di sekitarnya. Sehingga
bila memberikan suatu pemahaman, misalnya terhadap berat suatu benda,
kita harus memberikan suatu yang konkrit seperti balok yang ditimbang.
Bila ingin mengajari pertambahan, tunjukkan dengan gambar atau benda,
satu tambah satu bukan dilambangkan angka tapi ada satu donat ditambah
satu donat menjadi dua donat. Sedangkan perkembangan sosial emosional
anak dengan umur yang sama, menurut teori Erikson (dalam personality
theories,2004), anak berada pada tahap Industry versus Inferiority.
Disini anak membutuhkan banyak kesempatan untuk mengembangkan rasa
berkaryanya, anak juga sudah dapat mengetahui tujuan dari melakukan
sesuatu. Sehingga anak harus bisa merasakan bagaimana rasanya berhasil
atau gagal dalam suatu kegiatan. Oleh sebab itu, anak Sekolah Dasar
membutuhkan adanya imbalan dan hukuman yang disesuaikan dengan
kebutuhan anak.
4. Berikan penerimaan dan penghargaan yang tulus
Pernah dengar kisah Einstein kecil? Dimana ia tidak diterima untuk
bersekolah di sekolah umum karena dianggab bodoh dan segala
kekurangannya. Tapi mengapa dengan tangan sorang ibu ia bisa menjelma
menjadi ilmuwan jenius? Karena sang ibu dapat menerima apa adanya
anaknya, menerima kekurangannya dan tak memikirkan secara mendalam.
Kemudian menghargai setiap hal kecil yang Einstein miliki secara
tulus, tidak dikondisikan. Kita harus menyadari bahwa setiap anak itu
berbeda dan unik. Hal ini sangat mendukung anak untuk mempersepsi
bahwa hidupnya merupakan sesuatu yang indah dan nyaman, melatih anak
untuk percaya diri dan berpikir positif sehingga anak akan
mengeluarkan potensi-potensi yang dimilikinya.
5. Belajar dengan bermain
Banyak orang tua mengeluh ketika anaknya bermain karena ketika
bermain, anak seakan lupa dengan aktifitas lainnya. Padahal dunia anak
adalah dunia bermain yang menyenangkan. Beberapa kritikan dari para
ahli pendidikan bahwa anak jaman sekarang kurang waktu bermainnya
karena sebagian besar waktu anak dipakai untuk belajar yang menunjang
akademiknya. Sudah waktu sekolah mereka panjang, orang tua masih
memberikan anaknya bermacam-macam les, seperti ilustrasi diawal.
Bermain memang sangat menyenangkan, membuat khayalan kita bekerja,
memberikan rasa kepuasan dan yang sangat penting dari fungsi bermain
adalah menghilangkan stres. Sebenarnya kita dan anak kita dapat
belajar ketika bermain. Oleh karena itu, kita harus mempunyai banyak
cara agar belajar juga semenarik dan semenyenangkan ketika mereka
bermain. Kita dapat belajar tentang matematika dengan bermain
pasar-pasaran, belajar aneka tanaman dengan berjalan-jalan di hutan,
belajar IPA dengan bereksperimen di kamar mandi dan lain sebagainya.
Inilah yang sering diistilahkan sebagai experiental learning di sistem
pendidikan kita. Sehingga anak akan menyukai belajar yang akan
berlanjut ketika anak dewasa dan memiliki kompetensi yang dapat
diandalkan
6. Modelling
Masihkah kita ingat ketika kita mengajarkan ci-luk-ba pada anak kita
ketika masih bayi? Bagaimana ia saat itu senang dan perlahan ia bisa
menirukannya. Anak merupakan peniru yang ulung sehingga tidak heran
anak cepat sekali meniru kata-kata Dora hingga potongan rambutnya
hanya dengan menonton film kartun Dora the explorer dua-tiga kali.
Karena keahlian meniru itulah, anak butuh model dalam perilakunya, dan
itu adalah kita sebagai orang tua. Begitu juga dengan belajar, anak
akan cenderung bergairah membaca buku ketika melihat orang tuanya
lebih memilih membaca buku dibandingkan menonton TV. Inti utama dari
modelling ini adalah anak lebih banyak belajar dari tindakan kita
daripada ucapan-ucapan kita.
7. Kenali tipe kecerdasan anak yang menonjol
Setiap anak adalah cerdas. Howard Garnder, seorang ahli tentang
kecerdasan menyatakan ada delapan macam kecerdasan manusia yang sering
kita sebut sebagai multiple inteligence, yaitu:
- Kecerdasan logika
Anak yang menonjol dengan kecerdasan ini kecerdasan ini mempunyai
minat dan bakat yang besar dengan segala sesuatu yang berkaitan dengan
hitung-menghitung.
- Kecerdasan linguistik
Anak yang terampil dalam mengolah kata kemungkinan besar menonjol
dalam kecerdasan ini.
- Kecerdasan interpersonal
Anak yang menonjol dalam kecerdasan ini mempunyai kemampuan untuk
berkomunikasi dengan baik dan mengamati isyarat-isyarat non-verbal
orang lain.
- Kecerdasan intrapersonal
Ini merupakan kemampuan untuk mendenifisikan dan mengarahkan kembali
sasaran berdasarkan apa yang telah dilakukan, sehingga baik dalam
merefleksikan diri.
- Kecerdasan musikal
Ciri anak yang menyukai kecerdasan ini adalah terampil dalam
mencirikan dan mengkategorikan suara yang kompleks.
- Kecerdasan naturalis
Kecerdasan ini merupakan kemampuan untuk mengamati, memahami, dan
menyusun pola atau unsur dalam lingkungan yang alami.
- Kecerdasan spasial
Arsitek, insiyur bangunan, pematung adalah contoh orang yang menonjol
dalam kecerdasan ini karena kemampuan visualnya sangat baik.
- Kecerdasan kinestetis
Anak yang menonjol dalam kecerdasan ini memilki fisik yang terampil
sehingga berbakat untuk menjadi penari, atlet atau ahli mekanik.
Setiap anak memiliki kedelapan kecerdasan diatas, tetapi setiap anak
cenderung memprioritaskan pada beberapa kecerdasan saja. Disinilah
kita harus mengenali kemampuannya sehingga dapat dioptimalkan dengan
baik.
salam,
Umi Gita
- dicky.iswandaru@gmail.com Jul 07 04:04PM ^
Mas dn Mbak
Terima kasih atas advise dn masukan yg sangat berarti bagi kami unt mendidik dan mengasuh anak2 kami. Semoga hal ini bermanfaat bagi kita semua....
Salam
Dicky
Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message-----
From: umi gita <umigita@gmail.com>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Thu, 7 Jul 2011 20:16:25
To: <alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: Re: [kagama] Mendidik anak
maaf mas dicky saya baru sempat membalas...
actually, saya bukan ahli dalam pendidikan anak...walaupun saya
lulusan psikologi, bukan berarti saya ahli dalam mendidik
anak...justru mas dicky bersama istrilah yang sudah ahli karena sudah
praktek...kalo saya kan belum hehehe...
tapi ini hanya tulisan berdasar apa yang saya dapatkan di kampus dan
pengalaman bercengkrama dengan anak-anak dalam kegiatan...ohya, ada
buku bagus tentang mendidik anak, judulnya "Adventure In Parenting"
penerbit Alinea...sekarang udah susah carinya. tapi kalo mau, silahkan
japri saya...nanti saya copikan...Insya Allah.
ini tulisan saya ketika semester 4 kuliah dulu...silahkan dinikmati...
CHILDREN LEARN IN EVERYWHERE AND EVERYTIME
Ibu: Rio! Ayo belajar, dari tadi koq cuman main terus? Udah nyiapin
buku dan belajar sekolah besok blum? Besok juga kamu harus les
biola dan matematika, udah disiapin belum?
Anak: Aduh mama..Rio tuh gak pernah main, disuruh belajar mulu! Udah
ah sekarang mau main! Tuh udah ditungguin temen-temen.
Ibu: Rio! Kog kamu bandel ya? Nggak ndengerin…..
(belum selesai ibu berbicara, anak sudah lari duluan untuk main)
Fenomena diatas bukanlah suatu hal yang jarang kita temui. Sebagian
besar orang tua mengeluh anaknya malas untuk belajar, maunya main
saja. Memang, keinginan dan harapan orang tua agar anaknya pandai
tidaklah salah tapi perlu diperhatikan bahwa anak kita bukanlah
miniatur orang dewasa karena anak memiliki dunianya sendiri dimana
merupakan dunia bermain.
Seringkali kita beranggapan bahwa yang paling penting bagi anak
adalah belajar karena hal tersebut menyangkut masa depannya. Ditambah
lagi bahwa belajar itu harus duduk di depan meja belajar lalu membaca
atau menulis. Belajar juga dikaitkan dengan kuantitas, seberapa lama
anak bertahan duduk di meja belajar, seberapa rajin anak ke sekolah,
seberapa sedikit anak tidak menghabiskan waktunya dengan bermain atau
menonton TV dan lain sebagainya. Itu mungkin persepsi yang mendukung
belajar yang terkait dengan akademik seperti kemampuan berhitung,
berbahasa dan menulis.
Pernahkah terbesit dalam pikiran kita bahwa banyak pula yang perlu
dipelajari anak selain kemampuan akademik diatas. Kemampuan-kemampuan
yang dapat dipelajari tidak cukup dengan cara konvensional seperti
diatas. Contohnya kemampuan bersosialisasi, komunikasi, memahami dan
berempati kemudian menganalisis permasalahan yang ada di lingkungan.
Kemampuan itulah yang sebenarnya dibutuhkan setiap anak untuk bertahan
hidup.
Karena belajar selalu dikaitkan dengan meja belajar, buku tebal dan
pensil, bukan tidak mungkin anak menganggap belajar merupakan
aktivitas yang membosankan bahkan menakutkan karena setiap mengajak
belajar anak, orang tua selalu dengan mata yang membelalak lalu marah.
Mungkin anak akan menuruti tapi tidak ada motivasi yang menyelimuti
dalam kegiatan belajarnya dan untuk kesekian kalinya anak akan tidak
termotivasi dan cenderung akan malas untuk belajar.
Selain itu, beban anak ditambah dalam suatu kondisi belajar yang
tidak menyenangkan di sekolah-sekolah yang masih memakai sistem
pendidikan yang konvensional. Anak harus menelan buku-buku pelajaran
dengan cara menghafalkannya, menulis setiap ceramah guru di depan
kelas dan mengerjakan tugas juga ulangan harian. Anak juga masih
dihadapkan dengan cara mengajar guru yang terkadang keras, suka
menghukum, memarahi dan rutinitas di sekolah yang tidak bervariatif,
membaca-mendengarkan guru mengajar di depan kelas-menulis.
Definisi Belajar
Menurut Slavin dalam bukunya Educational Psychology belajar
terdenifisikan sebagai perubahan dalam diri individu yang disebabkan
adanya pengalaman. Dan belajar dapat dalam banyak cara. Sedangkan
menurut Morgan, dkk (1984 dalam Slavin, 2002) belajar dapat
didenifisikan sebagai perubahan yang relatif permanen dalam perilaku
dimana merupakan hasil dari latihan dan pengalaman.
Jelas dari definisi diatas, belajar mempunyai arti yang luas. Belajar
merupakan suatu proses karena latihan dan pengalaman dan dapat
mengakibatkan perubahan perilaku. Yang terpenting, belajar dapat
dilakukan dimana saja dan kapanpun. Apapun yang kita lakukan merupakan
belajar bila kita dapat memberi makna belajar pada hal yang kita
lakukan tersebut. Begitu juga dengan anak. Mengapa hal ini penting?
Karena belajar merupakan suatu proses dalam kehidupan yang tidak akan
pernah berhenti hingga mati. Belajar merupakan cahaya kehidupan.
Belajar dengan Perkembangan Pengertian Anak
Hurlock dalam bukunya perkembangan anak menyatakan bahwa "mengerti"
ialah kemampuan untuk menangkap sifat, arti atau keterangan mengenai
sesuatu dan mempunyai gambaran yang jelas dan lengkap tentang hal
tersebut atau pendek kata adalah kemampuan untuk memahami. Pengertian
pada anak dimulai ketika ia dapat berkembang untuk membedakan sesuatu,
sehingga ia butuh untuk belajar.
Pengertian didasarkan pada konsep yang merupakan hasil pengolahan dan
kombinasi unsur bersama dalam berbagai obyek lalu diketahui dan
diyakini dalam diri. Konsep anak sendiri dipengaruhi oleh faktor
kesempatan belajar. Bila anak diberi kesempatan belajar dengan baik
maka kualitas konsep yang dikembangkan akan baik pula.
Contohnya untuk konsep Tuhan pada anak, menurut Rizutto (1979 dalam
Arianto, 2003) penggambaran Tuhan banyak berasal dari hubungan anak
dengan orang tua. Sesungguhnya, anak belajar tentang konsep Tuhan
merupakan transformasi gagasan dari orang tua dan perilaku-perilaku
orang tua yang mendukungnya. Anak akan menganggab Tuhan penuh kasih
sayang ketika orang tua selalu mensyukuri segala sesuatu yang
diberikan Tuhan.
Memaknai Belajar pada Aktivitas Anak
Banyak hal yang dilakukan anak yang sesungguhnya itu adalah belajar.
Ketika anak makan, dia sebenarnya dapat belajar tentang apa yang ia
makan, bagaimana beras menjadi nasi. Ketika anak menonton kartun
kesukaannya seperti Doraemon, anak bisa belajar berbagai pesan moral
tentang tingkah laku Giant pada Nobita seperti memukul, apakah baik
untuk dilakukan? Ketika anak mandi, merupakan saat yang penting anak
belajar tentang seks karena ia dapat jelas mengenal kelamin
seksualnya. Ketika anak bermain dengan temannya, anak sedang belajar
bagaimana bersosialisasi, berkomunikasi yang efektif dan bekerja sama.
Bagaimana caranya agar setiap hal yang dilakukan oleh anak dapat
bermakna belajar? Tentunya hal ini sangat membutuhkan peran serta yang
besar dari kita sebagai orang tua. Karena orang tualah merupakan orang
yang paling dekat untuk melakukan hal ini. Sesuai dengan teori
perkembangan Erikson, orang tualah yang pertama kali menciptakan
persepsi anak terhadap dunia yang ditempatinya. Anak yang baru saja
lahir, bila ia sudah disapih dengan baik dan penuh kasih sayang, ia
akan merasa nyaman dan menumbuhkan rasa percaya bahwa dunia yang
ditempatinya merupakan tempat yang aman untuk ditinggali. Tumbuhnya
pikiran yang positifpun dimulai dari saat itu.
Ada beberapa kiat di bawah ini yang dapat kita terapkan untuk
menimbulkan makna belajar pada setiap aktifitasnya, antara lain:
1. Dampingi anak
Hal ini bukan berarti kita harus mendampingi anak terus menerus,
tetapi dari 24 jam waktu kita, usahakanlah untuk bisa bercengkrama
dengan anak dan ikut terlibat pada aktivitas anak. Hal ini sangat
penting untuk menumbuhkan motivasi pada diri anak. Posisikan diri kita
menjadi teman anak yang menyenangkan dan mendukung apa yang ia
lakukan.
2. Berikan respon yang tepat
Ketika kita ikut terlibat dalam aktifitas anak, tanyakan apa yang anak
rasakan untuk menggali perasaan dan pemahamannya terhadap sesuatu yang
ia lakukan. Biarkan ia bercerita, dengarkan dengan aktif, disini kita
perlu fokus perhatian sepenuhnya pada cerita anak lalu perhatikan juga
reaksi non-verbalnya. Dari situlah kita bisa memberikan respon yang
tepat yang berbeda dengan bereaksi. Memberi respon yang tepat berarti
kita memikirkan hasil dari anak. Harapannya dengan respon yang kita
berikan, tentunya anak dapat mengerti makna belajar dari aktifitas
yang ia lakukan.
3. Perhatikan segala sesuatu bagi anak yang sesuai dengan tahap perkembangannya.
Perlakuan untuk anak yang sudah menginjak sekolah dasar tentunya
berbeda dengan anak yang masih taman kanak-kanak. Hal ini menyangkut
perkembangannya sehingga mempengaruhi apa yang tepat untuk kita
berikan kepada anak. Contohnya saja anak sekolah dasar (umur 7-11
tahun), perkembangan kognitif menurut teori Piaget (dalam Santrock,
1999), termasuk dalam tahap operasional konkrit. Tahap ini ditandai
dengan kemampuan anak untuk berfikir logis dan mengambil kesimpulan
berdasarkan nalar melalui benda-benda konkrit di sekitarnya. Sehingga
bila memberikan suatu pemahaman, misalnya terhadap berat suatu benda,
kita harus memberikan suatu yang konkrit seperti balok yang ditimbang.
Bila ingin mengajari pertambahan, tunjukkan dengan gambar atau benda,
satu tambah satu bukan dilambangkan angka tapi ada satu donat ditambah
satu donat menjadi dua donat. Sedangkan perkembangan sosial emosional
anak dengan umur yang sama, menurut teori Erikson (dalam personality
theories,2004), anak berada pada tahap Industry versus Inferiority.
Disini anak membutuhkan banyak kesempatan untuk mengembangkan rasa
berkaryanya, anak juga sudah dapat mengetahui tujuan dari melakukan
sesuatu. Sehingga anak harus bisa merasakan bagaimana rasanya berhasil
atau gagal dalam suatu kegiatan. Oleh sebab itu, anak Sekolah Dasar
membutuhkan adanya imbalan dan hukuman yang disesuaikan dengan
kebutuhan anak.
4. Berikan penerimaan dan penghargaan yang tulus
Pernah dengar kisah Einstein kecil? Dimana ia tidak diterima untuk
bersekolah di sekolah umum karena dianggab bodoh dan segala
kekurangannya. Tapi mengapa dengan tangan sorang ibu ia bisa menjelma
menjadi ilmuwan jenius? Karena sang ibu dapat menerima apa adanya
anaknya, menerima kekurangannya dan tak memikirkan secara mendalam.
Kemudian menghargai setiap hal kecil yang Einstein miliki secara
tulus, tidak dikondisikan. Kita harus menyadari bahwa setiap anak itu
berbeda dan unik. Hal ini sangat mendukung anak untuk mempersepsi
bahwa hidupnya merupakan sesuatu yang indah dan nyaman, melatih anak
untuk percaya diri dan berpikir positif sehingga anak akan
mengeluarkan potensi-potensi yang dimilikinya.
5. Belajar dengan bermain
Banyak orang tua mengeluh ketika anaknya bermain karena ketika
bermain, anak seakan lupa dengan aktifitas lainnya. Padahal dunia anak
adalah dunia bermain yang menyenangkan. Beberapa kritikan dari para
ahli pendidikan bahwa anak jaman sekarang kurang waktu bermainnya
karena sebagian besar waktu anak dipakai untuk belajar yang menunjang
akademiknya. Sudah waktu sekolah mereka panjang, orang tua masih
memberikan anaknya bermacam-macam les, seperti ilustrasi diawal.
Bermain memang sangat menyenangkan, membuat khayalan kita bekerja,
memberikan rasa kepuasan dan yang sangat penting dari fungsi bermain
adalah menghilangkan stres. Sebenarnya kita dan anak kita dapat
belajar ketika bermain. Oleh karena itu, kita harus mempunyai banyak
cara agar belajar juga semenarik dan semenyenangkan ketika mereka
bermain. Kita dapat belajar tentang matematika dengan bermain
pasar-pasaran, belajar aneka tanaman dengan berjalan-jalan di hutan,
belajar IPA dengan bereksperimen di kamar mandi dan lain sebagainya.
Inilah yang sering diistilahkan sebagai experiental learning di sistem
pendidikan kita. Sehingga anak akan menyukai belajar yang akan
berlanjut ketika anak dewasa dan memiliki kompetensi yang dapat
diandalkan
6. Modelling
Masihkah kita ingat ketika kita mengajarkan ci-luk-ba pada anak kita
ketika masih bayi? Bagaimana ia saat itu senang dan perlahan ia bisa
menirukannya. Anak merupakan peniru yang ulung sehingga tidak heran
anak cepat sekali meniru kata-kata Dora hingga potongan rambutnya
hanya dengan menonton film kartun Dora the explorer dua-tiga kali.
Karena keahlian meniru itulah, anak butuh model dalam perilakunya, dan
itu adalah kita sebagai orang tua. Begitu juga dengan belajar, anak
akan cenderung bergairah membaca buku ketika melihat orang tuanya
lebih memilih membaca buku dibandingkan menonton TV. Inti utama dari
modelling ini adalah anak lebih banyak belajar dari tindakan kita
daripada ucapan-ucapan kita.
7. Kenali tipe kecerdasan anak yang menonjol
Setiap anak adalah cerdas. Howard Garnder, seorang ahli tentang
kecerdasan menyatakan ada delapan macam kecerdasan manusia yang sering
kita sebut sebagai multiple inteligence, yaitu:
- Kecerdasan logika
Anak yang menonjol dengan kecerdasan ini kecerdasan ini mempunyai
minat dan bakat yang besar dengan segala sesuatu yang berkaitan dengan
hitung-menghitung.
- Kecerdasan linguistik
Anak yang terampil dalam mengolah kata kemungkinan besar menonjol
dalam kecerdasan ini.
- Kecerdasan interpersonal
Anak yang menonjol dalam kecerdasan ini mempunyai kemampuan untuk
berkomunikasi dengan baik dan mengamati isyarat-isyarat non-verbal
orang lain.
- Kecerdasan intrapersonal
Ini merupakan kemampuan untuk mendenifisikan dan mengarahkan kembali
sasaran berdasarkan apa yang telah dilakukan, sehingga baik dalam
merefleksikan diri.
- Kecerdasan musikal
Ciri anak yang menyukai kecerdasan ini adalah terampil dalam
mencirikan dan mengkategorikan suara yang kompleks.
- Kecerdasan naturalis
Kecerdasan ini merupakan kemampuan untuk mengamati, memahami, dan
menyusun pola atau unsur dalam lingkungan yang alami.
- Kecerdasan spasial
Arsitek, insiyur bangunan, pematung adalah contoh orang yang menonjol
dalam kecerdasan ini karena kemampuan visualnya sangat baik.
- Kecerdasan kinestetis
Anak yang menonjol dalam kecerdasan ini memilki fisik yang terampil
sehingga berbakat untuk menjadi penari, atlet atau ahli mekanik.
Setiap anak memiliki kedelapan kecerdasan diatas, tetapi setiap anak
cenderung memprioritaskan pada beberapa kecerdasan saja. Disinilah
kita harus mengenali kemampuannya sehingga dapat dioptimalkan dengan
baik.
salam,
Umi Gita
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
- nugroho rahmat <nugrahmat@kagamavirtual.net> Jul 08 08:05AM +0700 ^
umi,
ijin copas ya
2011/7/7 umi gita <umigita@gmail.com>
Topik: Air ketuban berkurang
- Okki Makmuri <gialloblu97@yahoo.com> Jul 07 08:11PM +0800 ^
Dear all...
Mohon pencerahannya nech terutama alumni yg berprofesi sbg dokter kandungan dan pengalamannya, istriku hamil udh 34 minggu.
Kmrn kontrol di usg kt dokter air ketubannya berkurang dan skg tinggal sedikit. Apakah bayi masih bisa dilahirkan pada saat 38 minggu? Apakah memang harus caesar?
Thanks
------------------------------------------
Okki Makmuri
Telp : 62-21-32226358
Fax : 62-21-86615784
HP : 62-818-02733438
- lestarioctavia@yahoo.com Jul 07 12:26PM ^
Maaf pak oki, saya cerita pengalaman teman saya ya, semoga bs mengambil hikmahnya
Teman saya pny kasus sama, pdhal jarak antara kontrol terakhir dan janin dikeluarkan hny beda 1 hari.
Air ketuban bayi nya menyusut, hingga menyebabkan janin meninggal
Kl mnrt saya, konsul lg aja, atau cari second opinion. Kl bs dilahirkan, sebaiknya dilahirkan saja, via caesar
Mohon maaf jika tidak berkenan
Regards
Lestari
Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message-----
From: Okki Makmuri <gialloblu97@yahoo.com>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Thu, 7 Jul 2011 20:11:43
To: alumniugm@googlegroups.com<alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: [kagama] Air ketuban berkurang
Dear all...
Mohon pencerahannya nech terutama alumni yg berprofesi sbg dokter kandungan dan pengalamannya, istriku hamil udh 34 minggu.
Kmrn kontrol di usg kt dokter air ketubannya berkurang dan skg tinggal sedikit. Apakah bayi masih bisa dilahirkan pada saat 38 minggu? Apakah memang harus caesar?
Thanks
------------------------------------------
Okki Makmuri
Telp : 62-21-32226358
Fax : 62-21-86615784
HP : 62-818-02733438
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
- nugroho rahmat <nugrahmat@kagamavirtual.net> Jul 07 08:00PM +0700 ^
aku bukan dokter,
menurut aku sebaiknya kontrol lagi, cari dokter yg punya waktu utk ditanya,
dokter akan memberitahu apa yg sebaiknya dilakukan. Air ketuban sangat
diperlukan untuk bayi dalam kandungan.
Kita tentu berharap semuanya berjalan normal; tapi teknologi juga dipakai
untuk menyelamatkan manusia; apakah ceasar atau lahir normal utamakan
keselamatan bayi dan ibunya. tetaplah berdoa dan berserah. TUHAN selalu
memberi yang terbaik buat umatNYA.
nugroho 8655/TL
2011/7/7 Okki Makmuri <gialloblu97@yahoo.com>
- andirahmah91@yahoo.com Jul 07 02:11PM ^
Dear Mas Okki,
Kalau mau dipertahankan sampai 38 minggu, artinya isteri Mas Okki harus bedrest total. Sama sekali gak boleh duduk tegak apalagi berdiri.
Saya mengalami pecah ketuban saat bukaan 6, karena tetap dalam keadaan berbaring..maka meski kejadian bukaan 10 terjadi 4 jam kemudian, volume air ketubannya masih cukup untuk melahirkan normal. Sempat panik juga sih, tapi karena diyakinkan gak akan terjadi apa2 selama saya tetap berbaring, akhirnya bisa dilalui dgn baik.
Pengalaman yg terjadi pd kehamilan kedua kakak saya, persalinannya dilakukan dgn sectio karena kebocoran air ketuban.
Semoga bermanfaat ya.
Salam,
Andi Rahmah
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
-----Original Message-----
From: Okki Makmuri <gialloblu97@yahoo.com>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Thu, 7 Jul 2011 20:11:43
To: alumniugm@googlegroups.com<alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: [kagama] Air ketuban berkurang
Dear all...
Mohon pencerahannya nech terutama alumni yg berprofesi sbg dokter kandungan dan pengalamannya, istriku hamil udh 34 minggu.
Kmrn kontrol di usg kt dokter air ketubannya berkurang dan skg tinggal sedikit. Apakah bayi masih bisa dilahirkan pada saat 38 minggu? Apakah memang harus caesar?
Thanks
------------------------------------------
Okki Makmuri
Telp : 62-21-32226358
Fax : 62-21-86615784
HP : 62-818-02733438
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
- andirahmah91@yahoo.com Jul 07 02:21PM ^
Jadi, bedrestnya mesti di bawah pengawasan dokter ya :)
Semoga kehamilannya bisa dipertahankan dan dapat melalui proses persalinan dengan baik.
Salam,
Andi Rahmah
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
-----Original Message-----
From: andirahmah91@yahoo.com
Date: Thu, 7 Jul 2011 14:11:14
To: <alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: andirahmah91@yahoo.com
Subject: Re: [kagama] Air ketuban berkurang
Dear Mas Okki,
Kalau mau dipertahankan sampai 38 minggu, artinya isteri Mas Okki harus bedrest total. Sama sekali gak boleh duduk tegak apalagi berdiri.
Saya mengalami pecah ketuban saat bukaan 6, karena tetap dalam keadaan berbaring..maka meski kejadian bukaan 10 terjadi 4 jam kemudian, volume air ketubannya masih cukup untuk melahirkan normal. Sempat panik juga sih, tapi karena diyakinkan gak akan terjadi apa2 selama saya tetap berbaring, akhirnya bisa dilalui dgn baik.
Pengalaman yg terjadi pd kehamilan kedua kakak saya, persalinannya dilakukan dgn sectio karena kebocoran air ketuban.
Semoga bermanfaat ya.
Salam,
Andi Rahmah
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
-----Original Message-----
From: Okki Makmuri <gialloblu97@yahoo.com>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Thu, 7 Jul 2011 20:11:43
To: alumniugm@googlegroups.com<alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: [kagama] Air ketuban berkurang
Dear all...
Mohon pencerahannya nech terutama alumni yg berprofesi sbg dokter kandungan dan pengalamannya, istriku hamil udh 34 minggu.
Kmrn kontrol di usg kt dokter air ketubannya berkurang dan skg tinggal sedikit. Apakah bayi masih bisa dilahirkan pada saat 38 minggu? Apakah memang harus caesar?
Thanks
------------------------------------------
Okki Makmuri
Telp : 62-21-32226358
Fax : 62-21-86615784
HP : 62-818-02733438
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
- danny irawan <danny02irawan@yahoo.com> Jul 08 03:17AM +0800 ^
Saya sih bukan dokter, tapi istriku setahun yang lalu melahirkan anak..... dan dari situ kalau air ketuban pecah tidak boleh lebih dari 24 jam harus dilahirkan secara caesar... kalau tidak bayi akan keracunan...
Wassalam
Danny Irawan
--- On Thu, 7/7/11, Okki Makmuri <gialloblu97@yahoo.com> wrote:
From: Okki Makmuri <gialloblu97@yahoo.com>
Subject: [kagama] Air ketuban berkurang
To: "alumniugm@googlegroups.com" <alumniugm@googlegroups.com>
Date: Thursday, July 7, 2011, 7:11 PM
Dear all...
Mohon pencerahannya nech terutama alumni yg berprofesi sbg dokter kandungan dan pengalamannya, istriku hamil udh 34 minggu.Kmrn kontrol di usg kt dokter air ketubannya berkurang dan skg tinggal sedikit. Apakah bayi masih bisa dilahirkan pada saat 38 minggu? Apakah memang harus caesar?
Thanks ------------------------------------------
Okki Makmuri
Telp : 62-21-32226358
Fax : 62-21-86615784
HP : 62-818-02733438
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
- ariefprihantoro@kagamavirtual.com Jul 07 02:57PM ^
Anggaran Pendidikan sebesar ini distribusinya kemana saja ya ?
Apakah Perguruan Tinggi Negeri tidak mendapat alokasi shg mesti ditarik biaya SPMA yg cukup tinggi buat calon mahasiswa baru ?
----------------------------------------
Tambah Dana Pendidikan, Pemerintah Gelontorkan Rp 16,76 Triliun
Ramdhania El Hida : detikFinance
detikcom - Jakarta, Pemerintah akan memberikan tambahan anggaran pendidikan sebesar Rp 16,76 triliun di tahun ini. Tambahan tersebut sebagai konsekuensi adanya penambahan belanja negara hingga akhir tahun ini.
Berdasarkan data Kementerian Keuangan, total belanja negara tahun ini dinaikkan dari Rp 1.229,6 triliun menjadi Rp 1.313,4 triliun. Dari jumlah itu, anggaran pendidikan akan dinaikkan dari Rp 245,92 menjadi Rp 262,68 triliun guna menjaga porsinya tetap 20% dari keseluruhan belanja negara.
Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati menyebutkan total tambahan anggaran pendidikan tersebut sebesar Rp 16,76 triliun di mana alokasi untuk penyesuaian sebesar Rp 14,4 triliun dan sisanya untuk dana pengembangan pendidikan nasional.
"Lagi disiapkan, paling tidak ada dua buat pengembangan pendidikan nasional," ujarnya saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (7/7/2011).
Anny menyatakan kemungkinan tambahan anggaran tersebut akan diberikan pada Kementerian Pendidikan Nasional dan Kemeterian Agama untuk anggaran pendidikan. Sayangnya, dia tidak mengetahui program pasti untuk alokasi anggaran tersebut.
"Kemungkinan kemendiknas sama agama. Tapi saya belum tahu programnya karena basisnya adalah program, bukan siapa lebih banyak. Tapi lebih pada program yang akan dijalankan," jelasnya.
Anny mengakui untuk anggaran Kemendiknas diperlukan revisi anggaran karena instansi tersebut sedang melakukan reorganisasi.
"Kalau reorganisasi itu restruktur baru, kalau nggak salah ada penambahan unit eselon satu sehingga melakukan penyesuaian lagi programnya. Mungkin programnya ada yang pindah di eselon lain. Itu juga harus direvisi anggaran," tandasnya.
Salam,
Arief Prihantoro
- andi rahmah <andirahmah91@yahoo.com> Jul 07 11:03PM +0800 ^
setahu saya alokasi anggaran yang cukup besar untuk keperluan pendidikan penjenjangan jabatan PNS, mulai dari prajab, ADUM, bla...bla...bla...sampai Lemhanas.
________________________________
From: "ariefprihantoro@kagamavirtual.com" <ariefprihantoro@kagamavirtual.com>
To: alumniugm@googlegroups.com
Sent: Thursday, July 7, 2011 9:57 PM
Subject: [kagama] Anggaran Pendidikan ini distribusinya kemana saja ya ?
Anggaran Pendidikan sebesar ini distribusinya kemana saja ya ?
Apakah Perguruan Tinggi Negeri tidak mendapat alokasi shg mesti ditarik biaya SPMA yg cukup tinggi buat calon mahasiswa baru ?
----------------------------------------
Tambah Dana Pendidikan, Pemerintah Gelontorkan Rp 16,76 Triliun
Ramdhania El Hida : detikFinance
detikcom - Jakarta, Pemerintah akan memberikan tambahan anggaran pendidikan sebesar Rp 16,76 triliun di tahun ini. Tambahan tersebut sebagai konsekuensi adanya penambahan belanja negara hingga akhir tahun ini.
Berdasarkan data Kementerian Keuangan, total belanja negara tahun ini dinaikkan dari Rp 1.229,6 triliun menjadi Rp 1.313,4 triliun. Dari jumlah itu, anggaran pendidikan akan dinaikkan dari Rp 245,92 menjadi Rp 262,68 triliun guna menjaga porsinya tetap 20% dari keseluruhan belanja negara.
Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati menyebutkan total tambahan anggaran pendidikan tersebut sebesar Rp 16,76 triliun di mana alokasi untuk penyesuaian sebesar Rp 14,4 triliun dan sisanya untuk dana pengembangan pendidikan nasional.
"Lagi disiapkan, paling tidak ada dua buat pengembangan pendidikan nasional," ujarnya saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (7/7/2011).
Anny menyatakan kemungkinan tambahan anggaran tersebut akan diberikan pada Kementerian Pendidikan Nasional dan Kemeterian Agama untuk anggaran pendidikan. Sayangnya, dia tidak mengetahui program pasti untuk alokasi anggaran tersebut.
"Kemungkinan kemendiknas sama agama. Tapi saya belum tahu programnya karena basisnya adalah program, bukan siapa lebih banyak. Tapi lebih pada program yang akan dijalankan," jelasnya.
Anny mengakui untuk anggaran Kemendiknas diperlukan revisi anggaran karena instansi tersebut sedang melakukan reorganisasi.
"Kalau reorganisasi itu restruktur baru, kalau nggak salah ada penambahan unit eselon satu sehingga melakukan penyesuaian lagi programnya. Mungkin programnya ada yang pindah di eselon lain. Itu juga harus direvisi anggaran," tandasnya.
Salam,
Arief Prihantoro
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
- "Aditya L. Ramadona" <alramadona@gmail.com> Jul 07 10:51PM +0700 ^
kalau tunjangan untuk guru yang sudah sertifikasi apakah dari anggaran
tsb juga.???
--
Aditya L. Ramadona
www.alramadona.blog.ugm.ac.id
- upik eka <upik_wahyu@yahoo.com> Jul 07 06:03AM -0700 ^
ayo mbak yang disurabaya kumpul kumpul...saya ngikut..waktu dan tempat dipersilahkan
--- On Tue, 5/7/11, Betty Ikawati <biyumna_tiya@yahoo.co.id> wrote:
From: Betty Ikawati <biyumna_tiya@yahoo.co.id>
Subject: Bls: Bls: [kagama] ayo jadi petani buah...
To: "alumniugm@googlegroups.com" <alumniugm@googlegroups.com>
Date: Tuesday, 5 July, 2011, 4:26 PM
Iya saya dinas di Jawa Timur.
Kebetulan kantor saya ada di surabaya juga, di jl. A Yani Surabaya.
Mas Dicky apakah berkantor dan mukim di surabaya juga? berdinas di bidang pertanian juga kah?
Salam,Betty
Dari: "dicky.iswandaru@gmail.com" <dicky.iswandaru@gmail.com>
Kepada: alumniugm@googlegroups.com
Dikirim: Selasa, 5 Juli 2011 5:50
Judul: Re: Bls: [kagama] ayo jadi petani buah...
Mbak Betty
Dinas di jawa timur mbak? Dimana? Sy di sby mbak
Salam
DickyPowered by Telkomsel BlackBerry®From: Betty Ikawati <biyumna_tiya@yahoo.co.id>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Mon, 4 Jul 2011 22:35:49 +0800 (SGT)To: alumniugm@googlegroups.com<alumniugm@googlegroups.com>ReplyTo: alumniugm@googlegroups.com
Subject: Bls: [kagama] ayo jadi petani buah...
he..he.. membaca berita yang menyebut-nyebut institusi pertanian terkenal di jawa barat sana, tergelitik juga saya sbg salah saeorang alumnus fak pertanian ugm, yang kebetulan tema berita juga berkaitan dengan tugas pokok fungsi di tempat kerja di bagian timur pulau jawa ini.
Ada benar juga sih, sewaktu kuliah pertanian dulu, pemikiran ttg orientasi pasar memang belum tergarap secara sistematis. Masalah mutu buah pun belum menjadi topik perkuliahan. Mungkin kalah dengan topik tanaman pangan, yang mencerminkan keagrarisan indonesia. Pun demikian secara umum, kebijakan tentang pangan masih mendominasi anggaran, dibanding untuk
hortikultura.
he..begitulah,
Concern tentang mutu buah indonesia sendiri secara panduan sudah ada yaitu SNI buah, nah permasalahan
yang menyebabkan kok belum juga sih mutu buah itu sesuai standarnya itu apa? Banyak sudut pandang untuk menganalisisnya, bahkan dari sisi pertanian juga baik teknis maupun sosial. SNI secara legitimasi berkaitan dengan formalitas lembaga yang berwenang mengeluarkannya. Di Indonesia sendiri, lembaga sertifikasi SNI untuk buah belum terbentuk institusi yang legal formal. Nah, kami di jawa bagian timur sedang dalam arah menuju ke sana. Semoga kedepan ini menjadi sumbangan yang besar bagi mutu hortikultura indonesia.
Salambetty
Dari: "umigita@gmail.com" <umigita@gmail.com>
Kepada:
alumniugm@googlegroups.com
Dikirim: Senin, 4 Juli 2011 21:27
Judul: Re: [kagama] ayo jadi petani buah...
Aku jualan jus buah aja deh mas irvan...
Hehehe
Salam,
Umi gitaPowered by Telkomsel BlackBerry®From: Irvan Kristanto <irvankristanto@gmail.com>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Mon, 4 Jul 2011 16:02:16 +0700To: <alumniugm@googlegroups.com>ReplyTo: alumniugm@googlegroups.com
Subject: [kagama] ayo jadi petani buah...
Memang menyedihkan.. padahal, untuk buah2 yang ada di Indonesia (selain : anggur, apel, pear, dll)... buah2an ex import rasanya tidak enak....
banyak buah2 yang hampir punah... Minggu lalu, salah satu oleh2 dari mBogor, saya beli buah Gandaria (buat dibikin sambel terasi yang maknyusss).... harganya Rp 125,000 per kg.... tapi rasanya benar2 mantap
irvan
Ini Dia Alasan Buah Lokal Kalah Saing dengan Produk Impor
Suhendra - detikFinance
Jakarta -
Sudah rahasia umum daya saing produk buah lokal kalah bersaing dengan buah impor. Masalah ini dimulai dari tahapan on farm (perkebunan) hingga off farm (di luar perkebunan).
Wakil
Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi mengatakan, banyak hal yang menjadi
poin penting terkait pengembangan buah lokal dalam meningkatkan daya
saing. Misalnya selama ini banyak buah lokal belum berorientasi pada
selera pasar.
"Soal selera harus dipahami selera konsumen kita.
Bagaimana membuat pepaya kita bisa banyak dikonsumsi di rumah. Harus
dirubah size-nya, pepaya kita gede-gede," kata Bayu dalan acara obrolan
santai soal Gerakan Gemari Buah Lokal, di Jakarta, Senin (4/7/2011).
Ia
menuturkan, studi semacam itu sudah dipelajari di IPB, yaitu konsumen
menginginkan adanya buah pepaya dengan ukuran kecil yang tak terlalu
basah karena pepaya adalah jenis buah yang harus langsung habis dimakan.
Kenyataanya buah pepaya lokal terlalu manis, ukurannya besar sehingga
banyak dilirik sebagai hidangan meja rumah tangga.
Masalah
lainnya adalah, buah lokal belum banyak memiliki merek yang kuat, bahkan
dalam beberapa jenis buah lokal cenderung mengekor dengan merek buah
impor. Padahal buah lokal sudah memiliki merek kuat seperti Pisang
Barangan, Rambutan Rapiah, Alpukat Garut dan lain-lain.
"Padahal
95% dari pepaya Bangkok itu dihasilkan di Indonesia, 70% pepaya hawai di
hasilkan di Indonesia, karena image-nya positif maka nama itu yang
keluar," katanya.
Bayu menuturkan selain manajemen merek untuk
buah lokal yang harus ditingkatkan, ada juga masalah klasik lainnya
yaitu soal penanganan buah pasca panen. Banyak petani buah dalam negeri
belum sadar soal penanganan buah pasca panen (off farm) agar tetap dalam
kondisi baik.
"Misalnya Pisang Raja Indonesia terbaik di dunia
itu diakui semua, Itu kalau sedetik sebelum dipotong dari pohonnya.
Setelah itu, terjadi penurunan (kualitas), pemotongannya salah, proses
diangkutnya," katanya.
Bayu juga mengatakan sampai saat Indonesia
Indonesia belum banyak memililki perkebunan buah yang refresentatif
dalam skala besar. Produksi buah petani selama ini dalam jumlah
kecil-kecil dan tersebar di berbagai titik.
"Kita tak punya perkebunan buah secara jujur, kita hanya punya batang buah oleh para-para petani," katanya.
Masalah
lainnya adalah soal begitu beranekaragamnya produk buah-buahan
Indonesia, sehingga tak fokus menggarap potensinya secara maksimal. Ia
mencontohkan di Thailand sebelumnya ada 60 jenis durian, namun atas
pertimbangan Rajanya, Thailand menebang semua pohon duriannya kecuali
untuk 7 jenis yang dianggap unggul.
"Memang butuh ketegasan untuk melakukan itu," ucapnya.
Namun,
lanjut Bayu, dari masalah itu semua kuncinya adalah Research and
Development (R&D). Di Indonesia salah satu kampus yang memiliki
R&D dibidang buah adalah IPB yaitu pusat penelitian buah tropika.
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
- "destina" <destikawanti@gmail.com> Jul 07 01:09PM ^
Saya masih di lembang.. Setelah tg 20 bisa.. :)
4 mba beti : tempat kerjaku deket lo mba.. Kok ga pernah ketemu yo
4mba upik : jawapos yo deket lo..
destina - biologi ' 92
-----Original Message-----
From: upik eka <upik_wahyu@yahoo.com>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Thu, 7 Jul 2011 06:03:25
To: <alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: Re: Bls: Bls: [kagama] ayo jadi petani buah...
ayo mbak yang disurabaya kumpul kumpul...saya ngikut..waktu dan tempat dipersilahkan
--- On Tue, 5/7/11, Betty Ikawati <biyumna_tiya@yahoo.co.id> wrote:
From: Betty Ikawati <biyumna_tiya@yahoo.co.id>
Subject: Bls: Bls: [kagama] ayo jadi petani buah...
To: "alumniugm@googlegroups.com" <alumniugm@googlegroups.com>
Date: Tuesday, 5 July, 2011, 4:26 PM
Iya saya dinas di Jawa Timur.
Kebetulan kantor saya ada di surabaya juga, di jl. A Yani Surabaya.
Mas Dicky apakah berkantor dan mukim di surabaya juga? berdinas di bidang pertanian juga kah?
Salam,Betty
Dari: "dicky.iswandaru@gmail.com" <dicky.iswandaru@gmail.com>
Kepada: alumniugm@googlegroups.com
Dikirim: Selasa, 5 Juli 2011 5:50
Judul: Re: Bls: [kagama] ayo jadi petani buah...
Mbak Betty
Dinas di jawa timur mbak? Dimana? Sy di sby mbak
Salam
DickyPowered by Telkomsel BlackBerry®From: Betty Ikawati <biyumna_tiya@yahoo.co.id>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Mon, 4 Jul 2011 22:35:49 +0800 (SGT)To: alumniugm@googlegroups.com<alumniugm@googlegroups.com>ReplyTo: alumniugm@googlegroups.com
Subject: Bls: [kagama] ayo jadi petani buah...
he..he.. membaca berita yang menyebut-nyebut institusi pertanian terkenal di jawa barat sana, tergelitik juga saya sbg salah saeorang alumnus fak pertanian ugm, yang kebetulan tema berita juga berkaitan dengan tugas pokok fungsi di tempat kerja di bagian timur pulau jawa ini.
Ada benar juga sih, sewaktu kuliah pertanian dulu, pemikiran ttg orientasi pasar memang belum tergarap secara sistematis. Masalah mutu buah pun belum menjadi topik perkuliahan. Mungkin kalah dengan topik tanaman pangan, yang mencerminkan keagrarisan indonesia. Pun demikian secara umum, kebijakan tentang pangan masih mendominasi anggaran, dibanding untuk
hortikultura.
he..begitulah,
Concern tentang mutu buah indonesia sendiri secara panduan sudah ada yaitu SNI buah, nah permasalahan
yang menyebabkan kok belum juga sih mutu buah itu sesuai standarnya itu apa? Banyak sudut pandang untuk menganalisisnya, bahkan dari sisi pertanian juga baik teknis maupun sosial. SNI secara legitimasi berkaitan dengan formalitas lembaga yang berwenang mengeluarkannya. Di Indonesia sendiri, lembaga sertifikasi SNI untuk buah belum terbentuk institusi yang legal formal. Nah, kami di jawa bagian timur sedang dalam arah menuju ke sana. Semoga kedepan ini menjadi sumbangan yang besar bagi mutu hortikultura indonesia.
Salambetty
Dari: "umigita@gmail.com" <umigita@gmail.com>
Kepada:
alumniugm@googlegroups.com
Dikirim: Senin, 4 Juli 2011 21:27
Judul: Re: [kagama] ayo jadi petani buah...
Aku jualan jus buah aja deh mas irvan...
Hehehe
Salam,
Umi gitaPowered by Telkomsel BlackBerry®From: Irvan Kristanto <irvankristanto@gmail.com>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Mon, 4 Jul 2011 16:02:16 +0700To: <alumniugm@googlegroups.com>ReplyTo: alumniugm@googlegroups.com
Subject: [kagama] ayo jadi petani buah...
Memang menyedihkan.. padahal, untuk buah2 yang ada di Indonesia (selain : anggur, apel, pear, dll)... buah2an ex import rasanya tidak enak....
banyak buah2 yang hampir punah... Minggu lalu, salah satu oleh2 dari mBogor, saya beli buah Gandaria (buat dibikin sambel terasi yang maknyusss).... harganya Rp 125,000 per kg.... tapi rasanya benar2 mantap
irvan
Ini Dia Alasan Buah Lokal Kalah Saing dengan Produk Impor
Suhendra - detikFinance
Jakarta -
Sudah rahasia umum daya saing produk buah lokal kalah bersaing dengan buah impor. Masalah ini dimulai dari tahapan on farm (perkebunan) hingga off farm (di luar perkebunan).
Wakil
Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi mengatakan, banyak hal yang menjadi
poin penting terkait pengembangan buah lokal dalam meningkatkan daya
saing. Misalnya selama ini banyak buah lokal belum berorientasi pada
selera pasar.
"Soal selera harus dipahami selera konsumen kita.
Bagaimana membuat pepaya kita bisa banyak dikonsumsi di rumah. Harus
dirubah size-nya, pepaya kita gede-gede," kata Bayu dalan acara obrolan
santai soal Gerakan Gemari Buah Lokal, di Jakarta, Senin (4/7/2011).
Ia
menuturkan, studi semacam itu sudah dipelajari di IPB, yaitu konsumen
menginginkan adanya buah pepaya dengan ukuran kecil yang tak terlalu
basah karena pepaya adalah jenis buah yang harus langsung habis dimakan.
Kenyataanya buah pepaya lokal terlalu manis, ukurannya besar sehingga
banyak dilirik sebagai hidangan meja rumah tangga.
Masalah
lainnya adalah, buah lokal belum banyak memiliki merek yang kuat, bahkan
dalam beberapa jenis buah lokal cenderung mengekor dengan merek buah
impor. Padahal buah lokal sudah memiliki merek kuat seperti Pisang
Barangan, Rambutan Rapiah, Alpukat Garut dan lain-lain.
"Padahal
95% dari pepaya Bangkok itu dihasilkan di Indonesia, 70% pepaya hawai di
hasilkan di Indonesia, karena image-nya positif maka nama itu yang
keluar," katanya.
Bayu menuturkan selain manajemen merek untuk
buah lokal yang harus ditingkatkan, ada juga masalah klasik lainnya
yaitu soal penanganan buah pasca panen. Banyak petani buah dalam negeri
belum sadar soal penanganan buah pasca panen (off farm) agar tetap dalam
kondisi baik.
"Misalnya Pisang Raja Indonesia terbaik di dunia
itu diakui semua, Itu kalau sedetik sebelum dipotong dari pohonnya.
Setelah itu, terjadi penurunan (kualitas), pemotongannya salah, proses
diangkutnya," katanya.
Bayu juga mengatakan sampai saat Indonesia
Indonesia belum banyak memililki perkebunan buah yang refresentatif
dalam skala besar. Produksi buah petani selama ini dalam jumlah
kecil-kecil dan tersebar di berbagai titik.
"Kita tak punya perkebunan buah secara jujur, kita hanya punya batang buah oleh para-para petani," katanya.
Masalah
lainnya adalah soal begitu beranekaragamnya produk buah-buahan
Indonesia, sehingga tak fokus menggarap potensinya secara maksimal. Ia
mencontohkan di Thailand sebelumnya ada 60 jenis durian, namun atas
pertimbangan Rajanya, Thailand menebang semua pohon duriannya kecuali
untuk 7 jenis yang dianggap unggul.
"Memang butuh ketegasan untuk melakukan itu," ucapnya.
Namun,
lanjut Bayu, dari masalah itu semua kuncinya adalah Research and
Development (R&D). Di Indonesia salah satu kampus yang memiliki
R&D dibidang buah adalah IPB yaitu pusat penelitian buah tropika.
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
- upik_wahyu@yahoo.com Jul 07 02:33PM ^
Oke oke..kutunggu kabar selanjutnya
Sent from BlackBerry® on 3
-----Original Message-----
From: "destina" <destikawanti@gmail.com>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Thu, 7 Jul 2011 13:09:51
To: <alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: Re: Bls: Bls: [kagama] ayo jadi petani buah...
Saya masih di lembang.. Setelah tg 20 bisa.. :)
4 mba beti : tempat kerjaku deket lo mba.. Kok ga pernah ketemu yo
4mba upik : jawapos yo deket lo..
destina - biologi ' 92
-----Original Message-----
From: upik eka <upik_wahyu@yahoo.com>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Thu, 7 Jul 2011 06:03:25
To: <alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: Re: Bls: Bls: [kagama] ayo jadi petani buah...
ayo mbak yang disurabaya kumpul kumpul...saya ngikut..waktu dan tempat dipersilahkan
--- On Tue, 5/7/11, Betty Ikawati <biyumna_tiya@yahoo.co.id> wrote:
From: Betty Ikawati <biyumna_tiya@yahoo.co.id>
Subject: Bls: Bls: [kagama] ayo jadi petani buah...
To: "alumniugm@googlegroups.com" <alumniugm@googlegroups.com>
Date: Tuesday, 5 July, 2011, 4:26 PM
Iya saya dinas di Jawa Timur.
Kebetulan kantor saya ada di surabaya juga, di jl. A Yani Surabaya.
Mas Dicky apakah berkantor dan mukim di surabaya juga? berdinas di bidang pertanian juga kah?
Salam,Betty
Dari: "dicky.iswandaru@gmail.com" <dicky.iswandaru@gmail.com>
Kepada: alumniugm@googlegroups.com
Dikirim: Selasa, 5 Juli 2011 5:50
Judul: Re: Bls: [kagama] ayo jadi petani buah...
Mbak Betty
Dinas di jawa timur mbak? Dimana? Sy di sby mbak
Salam
DickyPowered by Telkomsel BlackBerry®From: Betty Ikawati <biyumna_tiya@yahoo.co.id>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Mon, 4 Jul 2011 22:35:49 +0800 (SGT)To: alumniugm@googlegroups.com<alumniugm@googlegroups.com>ReplyTo: alumniugm@googlegroups.com
Subject: Bls: [kagama] ayo jadi petani buah...
he..he.. membaca berita yang menyebut-nyebut institusi pertanian terkenal di jawa barat sana, tergelitik juga saya sbg salah saeorang alumnus fak pertanian ugm, yang kebetulan tema berita juga berkaitan dengan tugas pokok fungsi di tempat kerja di bagian timur pulau jawa ini.
Ada benar juga sih, sewaktu kuliah pertanian dulu, pemikiran ttg orientasi pasar memang belum tergarap secara sistematis. Masalah mutu buah pun belum menjadi topik perkuliahan. Mungkin kalah dengan topik tanaman pangan, yang mencerminkan keagrarisan indonesia. Pun demikian secara umum, kebijakan tentang pangan masih mendominasi anggaran, dibanding untuk
hortikultura.
he..begitulah,
Concern tentang mutu buah indonesia sendiri secara panduan sudah ada yaitu SNI buah, nah permasalahan
yang menyebabkan kok belum juga sih mutu buah itu sesuai standarnya itu apa? Banyak sudut pandang untuk menganalisisnya, bahkan dari sisi pertanian juga baik teknis maupun sosial. SNI secara legitimasi berkaitan dengan formalitas lembaga yang berwenang mengeluarkannya. Di Indonesia sendiri, lembaga sertifikasi SNI untuk buah belum terbentuk institusi yang legal formal. Nah, kami di jawa bagian timur sedang dalam arah menuju ke sana. Semoga kedepan ini menjadi sumbangan yang besar bagi mutu hortikultura indonesia.
Salambetty
Dari: "umigita@gmail.com" <umigita@gmail.com>
Kepada:
alumniugm@googlegroups.com
Dikirim: Senin, 4 Juli 2011 21:27
Judul: Re: [kagama] ayo jadi petani buah...
Aku jualan jus buah aja deh mas irvan...
Hehehe
Salam,
Umi gitaPowered by Telkomsel BlackBerry®From: Irvan Kristanto <irvankristanto@gmail.com>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Mon, 4 Jul 2011 16:02:16 +0700To: <alumniugm@googlegroups.com>ReplyTo: alumniugm@googlegroups.com
Subject: [kagama] ayo jadi petani buah...
Memang menyedihkan.. padahal, untuk buah2 yang ada di Indonesia (selain : anggur, apel, pear, dll)... buah2an ex import rasanya tidak enak....
banyak buah2 yang hampir punah... Minggu lalu, salah satu oleh2 dari mBogor, saya beli buah Gandaria (buat dibikin sambel terasi yang maknyusss).... harganya Rp 125,000 per kg.... tapi rasanya benar2 mantap
irvan
Ini Dia Alasan Buah Lokal Kalah Saing dengan Produk Impor
Suhendra - detikFinance
Jakarta -
Sudah rahasia umum daya saing produk buah lokal kalah bersaing dengan buah impor. Masalah ini dimulai dari tahapan on farm (perkebunan) hingga off farm (di luar perkebunan).
Wakil
Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi mengatakan, banyak hal yang menjadi
poin penting terkait pengembangan buah lokal dalam meningkatkan daya
saing. Misalnya selama ini banyak buah lokal belum berorientasi pada
selera pasar.
"Soal selera harus dipahami selera konsumen kita.
Bagaimana membuat pepaya kita bisa banyak dikonsumsi di rumah. Harus
dirubah size-nya, pepaya kita gede-gede," kata Bayu dalan acara obrolan
santai soal Gerakan Gemari Buah Lokal, di Jakarta, Senin (4/7/2011).
Ia
menuturkan, studi semacam itu sudah dipelajari di IPB, yaitu konsumen
menginginkan adanya buah pepaya dengan ukuran kecil yang tak terlalu
basah karena pepaya adalah jenis buah yang harus langsung habis dimakan.
Kenyataanya buah pepaya lokal terlalu manis, ukurannya besar sehingga
banyak dilirik sebagai hidangan meja rumah tangga.
Masalah
lainnya adalah, buah lokal belum banyak memiliki merek yang kuat, bahkan
dalam beberapa jenis buah lokal cenderung mengekor dengan merek buah
impor. Padahal buah lokal sudah memiliki merek kuat seperti Pisang
Barangan, Rambutan Rapiah, Alpukat Garut dan lain-lain.
"Padahal
95% dari pepaya Bangkok itu dihasilkan di Indonesia, 70% pepaya hawai di
hasilkan di Indonesia, karena image-nya positif maka nama itu yang
keluar," katanya.
Bayu menuturkan selain manajemen merek untuk
buah lokal yang harus ditingkatkan, ada juga masalah klasik lainnya
yaitu soal penanganan buah pasca panen. Banyak petani buah dalam negeri
belum sadar soal penanganan buah pasca panen (off farm) agar tetap dalam
kondisi baik.
"Misalnya Pisang Raja Indonesia terbaik di dunia
itu diakui semua, Itu kalau sedetik sebelum dipotong dari pohonnya.
Setelah itu, terjadi penurunan (kualitas), pemotongannya salah, proses
diangkutnya," katanya.
Bayu juga mengatakan sampai saat Indonesia
Indonesia belum banyak memililki perkebunan buah yang refresentatif
dalam skala besar. Produksi buah petani selama ini dalam jumlah
kecil-kecil dan tersebar di berbagai titik.
"Kita tak punya perkebunan buah secara jujur, kita hanya punya batang buah oleh para-para petani," katanya.
Masalah
lainnya adalah soal begitu beranekaragamnya produk buah-buahan
Indonesia, sehingga tak fokus menggarap potensinya secara maksimal. Ia
mencontohkan di Thailand sebelumnya ada 60 jenis durian, namun atas
pertimbangan Rajanya, Thailand menebang semua pohon duriannya kecuali
untuk 7 jenis yang dianggap unggul.
"Memang butuh ketegasan untuk melakukan itu," ucapnya.
Namun,
lanjut Bayu, dari masalah itu semua kuncinya adalah Research and
Development (R&D). Di Indonesia salah satu kampus yang memiliki
R&D dibidang buah adalah IPB yaitu pusat penelitian buah tropika.
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
- hamiddipo@yahoo.co.id Jul 07 01:37PM ^
Ayo para alumni, kita dukung adik kita mhs UGM ini. Finalisnya ada 50 orang dan mayoritas dari DKI Jakarta. Kalau tdk salah Dira ini satu2nya dari Jogja. Salam.
Sent from SangPerintis®Gerak Teruuusss...!
-----Original Message-----
From: vriovia@kagamavirtual.com
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Mon, 4 Jul 2011 17:45:41
To: <alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: [kagama] Anak ugm mohon dukungan jadi duta koperasi dan ukm nasional.
Mas mas mbak mbak, sedulur sekalian. Saya mohon izin, ini ada permohonan dari dira, anak fisipol, ilmu pemerintahan mohon dukungan.
Mohon izin ya mas presiden, dan jika berkenan bisa d posting d fb kagama.
++++++++++++++++++++
Mohon dukunganya untuk memilih Dira menjadi juara favorit dlm Pemilihan Duta Koperasi dan UMKM Nasional.
Caranya ketik: DUTA(spasi)30
Kirim ke 9981. Dan saksikan malam finalnya sabtu, 9 juli di TVone pukul 19.30 wib. Satu sms dr Anda sangatlah berarti bagi sy.Maturnuwun.
valdi riovia
BRI Pandeglang/FKT 96
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
- vriovia@kagamavirtual.com Jul 07 02:03PM ^
Iya mas, saya kenal temen kita ini dlu juga kkn d ujung kulon. D desa yg paling ujung pulau jawa.
Ayo mas2 dan mbak2
valdi riovia
BRI Pandeglang/FKT 96
-----Original Message-----
From: hamiddipo@yahoo.co.id
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Thu, 7 Jul 2011 13:37:57
To: <alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: Re: [kagama] Anak ugm mohon dukungan jadi duta koperasi dan ukm nasional.
Ayo para alumni, kita dukung adik kita mhs UGM ini. Finalisnya ada 50 orang dan mayoritas dari DKI Jakarta. Kalau tdk salah Dira ini satu2nya dari Jogja. Salam.
Sent from SangPerintis®Gerak Teruuusss...!
-----Original Message-----
From: vriovia@kagamavirtual.com
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Mon, 4 Jul 2011 17:45:41
To: <alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: [kagama] Anak ugm mohon dukungan jadi duta koperasi dan ukm nasional.
Mas mas mbak mbak, sedulur sekalian. Saya mohon izin, ini ada permohonan dari dira, anak fisipol, ilmu pemerintahan mohon dukungan.
Mohon izin ya mas presiden, dan jika berkenan bisa d posting d fb kagama.
++++++++++++++++++++
Mohon dukunganya untuk memilih Dira menjadi juara favorit dlm Pemilihan Duta Koperasi dan UMKM Nasional.
Caranya ketik: DUTA(spasi)30
Kirim ke 9981. Dan saksikan malam finalnya sabtu, 9 juli di TVone pukul 19.30 wib. Satu sms dr Anda sangatlah berarti bagi sy.Maturnuwun.
valdi riovia
BRI Pandeglang/FKT 96
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++