Total Tayangan

myspace hit counter

[kagama] Intisari untuk alumniUGM@googlegroups.com - 25 Pesan pada 13 Topik

Sabtu, Juli 09, 2011

Grup: http://groups.google.com/group/alumniUGM/topics

    rsulastama@gmail.com Jul 09 12:35AM ^
     
    Hitungan meleset, sekolah idaman cuma impian (1)
     

    JAKARTA. Apa yang terbayang di benak Anda ketika tahun ajaran baru sekolah tiba? Niscaya hati kecil Anda akan mengatakan biaya pendidikan atau uang masuk sekolah tahun ini lebih mahal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
     
    Pendapat Anda memang tidak salah. Biaya pendidikan selalu melonjak setiap tahun. Bahkan, kenaikannya bisa dua kali lipat atau lebih dari laju inflasi. Lalu, apa faktor penyebab inflasi biaya pendidikan?
     
    Dalam kacamata Mike Rini, perencana keuangan dari MRE Financial & Business Advisory, ada sejumlah pemicu inflasi pendidikan. Pertama, inflasi biaya pendidikan dipicu inflasi ekonomi. Menurut Mike, inflasi ekonomi yang utama berkaitan dengan kebutuhan pokok (sembako). "Jika harga sembako mahal, gaji guru juga kian mahal. Harga kebutuhan lain, seperti bahan bangunan untuk fasilitas sekolah, ikut naik. Semua itu menyebabkan pihak sekolah mendongkrak biaya pendidikan," kata Mike.
     
    Kedua, faktor pemicu inflasi biaya pendidikan adalah kurikulum sekolah tujuan. Menurut Mike, standar kurikulum sekolah umum, sekolah alam, atau sekolah internasional, memiliki perbedaan. Metode pembelajaran di sekolah bertaraf internasional biasanya bukan cuma mengacu kepada keterampilan ilmu pasti, namun juga kepada personal skill para siswa.
     
    Tidak semua siswa memiliki skill dan bakat yang sama. Untuk menemukan bakat siswa, butuh waktu untuk pendekatan yang intensif. Nah, kata Mike, semakin terbukti bagus kurikulum yang ditawarkan sebuah sekolah, maka akan semakin mahal tarif biaya pendidikannya.
     
    Ketiga, penyebab inflasi adalah fasilitas yang ditawarkan. Semakin lengkap fasilitas sebuah lembaga sekolah, semakin mahal pula biaya pendidikan di sekolah itu. Dan, jika semakin banyak lulusan dari sebuah sekolah yang memiliki penghasilan bagus, ranking sekolah itu akan semakin tinggi.
     
    Lalu, bagaimana cara menghitung inflasi biaya pendidikan? Berikut ini adalah sejumlah tip sederhana menghitung inflasi biaya pendidikan yang dirangkum KONTAN dari sejumlah perencana keuangan:
     
    Tentukan jenjang pendidikan anak
     
    Sebelum melakukan perhitungan inflasi biaya pendidikan anak, terlebih dahulu Anda harus menghitung atau memperkirakan jenjang pendidikan yang kelak akan dilalui sang buah hati. Jenjang pendidikan diawali dari play group, taman kanak-kanak, SD, SMP, SMA, dan jenjang perguruan tinggi.
     
    Nah, penentuan jenjang pendidikan ini dilakukan berdasarkan umur anak Anda. Katakanlah, usia anak saat ini baru menginjak dua tahun, dan Anda berencana mempersiapkan biaya pendidikan untuk jenjang SMA. Maka, usia anak Anda ketika masuk SMA diperkirakan 16 tahun.
     
    Menurut Mike, menghitung jenjang pendidikan bertujuan untuk menentukan time horizon investasi biaya pendidikan yang dibutuhkan ketika anak memasuki sebuah jenjang pendidikan. Langkah ini akan memudahkan Anda dalam menghitung atau memperkirakan biaya pendidikan anak kelak.
     
    Tentukan sekolah tujuan anak
     
    Langkah selanjutnya adalah menentukan sekolah tujuan. Langkah ini berguna mengukur kemampuan finansial Anda dalam memenuhi biaya pendidikan anak ketika menempuh jenjang pendidikan di sekolah yang jadi tujuan. Maklum, kenaikan biaya pendidikan di setiap lembaga sekolah berbeda.
     
    Contohnya, biaya pendidikan kuliah di universitas dalam negeri dengan universitas di Amerika Serikat. Selain karena faktor biaya hidup, perbedaan juga terletak pada tingkat inflasi ekonomi dan nilai mata uang yang digunakan.
     
    Menurut Risza Bambang, perencana keuangan dari Shildt Financial Planning, menentukan sekolah tujuan anak juga berguna sebagai dasar mendapatkan informasi berapa biaya pendidikan yang dibutuhkan. Nah, biaya itu meliputi biaya masuk sekolah, SPP sekolah, buku dan perlengkapan sekolah, akomodasi seperti tempat tinggal, kebutuhan hidup, transportasi, dan komunikasi.
     
    Di luar urusan biaya, Rakhmi Permatasari, perencana keuangan dari Safir Senduk & Rekan mengingatkan supaya orangtua juga menyesuaikan sekolah tujuan dengan visi pendidikan anak yang diinginkan orangtua. (Bersambung)
     
     
    Dikky Setiawan
     http://mobile.kontan.co.id/personalfinance/read/71729/Hitungan-meleset-sekolah-idaman-cuma-impian-1
     
    Hitungan meleset, sekolah idaman cuma impian (selesai)
     

    JAKARTA. Biaya pendidikan sekolah anak terus melonjak setiap tahun. Bahkan, kenaikannya bisa jauh melewati angka inflasi. Bagaimana langkah menghitung inflasi biaya pendidikan ini agar sesuai dengan kebutuhan saat anak masuk sekolah?
     
    Berikut ini adalah kelanjutan tip menghitung inflasi biaya pendidikan yang dirangkum KONTAN dari sejumlah perencana keuangan:
     
    Mencari tahu biaya pendidikan di sekolah tujuan anak
     
    Demi menghindari kesalahan perhitungan biaya pendidikan yang harus Anda siapkan, Risza Bambang, perencana keuangan dari Shildt Financial Planning menyarankan Anda mencari informasi sebanyak mungkin sebagai bahan referensi dalam menentukan dana pendidikan anak.
     
    Caranya, bisa dengan mengecek di website sekolah tujuan atau menanyakan langsung ke bagian administrasi sekolah, kunjungan ke sekolah untuk menanyakan informasi kepada orangtua atau murid di sekolah tujuan itu.
     
    Risza mengatakan, beberapa sekolah di dalam maupun luar negeri dengan pengalaman beroperasi yang mapan biasanya menyediakan informasi biaya yang berkaitan dengan kegiatan pendidikan maupun akomodasi siswa. Beberapa sekolah bahkan mencantumkan biaya yang berkaitan dengan kegiatan pendidikan di jaringan website.
     
    Namun, kebanyakan sekolah hanya menyediakan informasi mengenai biaya-biaya yang berkaitan dengan kegiatan sekolah. Sementara itu, biaya akomodasi dapat diperoleh dengan dengan mencari informasi dari keluarga, teman, atau siapa pun yang dapat dipercaya untuk memperoleh informasi yang akurat tentang biaya-biaya tersebut.
     
    Carilah informasi mengenai biaya-biaya tersebut sejak sekarang meskipun anak Anda baru akan bersekolah beberapa tahun lagi. Sebab, Anda harus mencicil investasi biaya pendidikan anak Anda sejak sekarang. Berdasarkan data inilah, Anda bisa memperkirakan berapa dana yang harus Anda sisihkan saban bulan dan instrumen investasi apa yang tepat untuk mencapai tujuan ini.
     
    Tentukan asumsi perhitungan inflasi
     
    Kita memang tidak bisa memastikan jumlah biaya pendidikan anak kita kelak. Yang bisa kita lakukan adalah menggunakan asumsi tertentu. Dengan asumsi inflasi ini, kita mengalikan biaya pendidikan saat ini dan berapa tahun lagi anak kita masuk ke sekolah tersebut.
     
    Menurut Mike Rini, perencana keuangan dari MRE Financial & Business Advisory, ada beberapa pendekatan menentukan asumsi inflasi biaya pendidikan. Pertama, memakai asumsi umum, Jadi, inflasi biaya pendidikan dianggap setara dengan inflasi ekonomi. Jika inflasi nasional kita 6%, biaya pendidikan juga diasumsikan naik rata-rata 6%. Tapi, asumsi ini kerap meleset.
     
    Kedua, memakai asumsi inflasi ekonomi, tapi dikalikan dua. Misal, angka inflasi ekonomi negara 6% per tahun, maka rata-rata angka inflasi biaya pendidikan diasumsikan 12% per tahun.
     
    Ketiga, menggunakan asumsi usia anak. Semakin panjang jangka waktu mempersiapkan biaya pendidikan, dan Anda ingin merasa nyaman dalam mempersiapkan biaya sekolah anak, maka asumsi angka inflasi bisa dinaikkan. Sebaliknya, makin pendek jangka waktu persiapan, makin kecil asumsi inflasi yang digunakan.
     
    Metode yang terbaik adalah, setelah mengetahui total biaya di sekolah yang Anda idamkan, cari tahu juga berapa kenaikan biaya pendidikan setiap tahun di sekolah tersebut. Asal tahu, setiap sekolah punya standar kenaikan biaya pendidikan yang berbeda-beda. Dengan angka inilah, Anda bisa menghitung secara lebih tepat biaya pendidikan anak Anda kelak.
     
    Cara menghitung biaya pendidikan anak
     
    Untuk menghitung dan memperkirakan jumlah biaya pendidikan anak Anda di masa depan, ada beberapa langkah yang bisa digunakan. Sebagai contoh, Anda akan mempersiapkan biaya pendidikan anak untuk masuk jenjang sekolah menengah atas (SMA).
     
    Ambil contoh, saat ini anak Anda baru berusia dua tahun. Dengan asumsi usia anak Anda ketika masuk SMA 16 tahun, masih ada waktu 14 tahun buat Anda untuk menyiapkan biayanya. Lalu, bagaimana cara menghitung biaya sekolah yang dibutuhkan saat anak Anda masuk SMA?
     
    Untuk menghitung biaya yang dibutuhkan, Anda bisa menggunakan rumus future value: Biaya x (1+i)n.
     
    Biaya dalam rumus itu adalah standar uang pangkal masuk sekolah tujuan saat ini. Sedangkan angka 1 di dalam kurung merupakan bilangan sederhana guna memudahkan Anda melakukan perkalian memperkirakan jumlah biaya pendidikan. Huruf i adalah tingkat inflasi pendidikan.
     
    Adapun huruf n kecil yang berada di luar kurung adalah selisih atau jangka waktu tahun sekarang hingga tahun yang akan datang ketika anak Anda masuk SMA pada usia 16 tahun. Jadi, berapa biaya yang harus Anda siapkan untuk biaya anak masuk SMA?
     
    Taruh kata kini standar uang pangkal masuk SMA impian Anda Rp 10 juta. Sebagai acuan inflasi pendidikan, Anda bisa menggunakan asumsi saban tahun biaya pendidikan naik 15%.
     
    Berdasarkan rumusan tersebut, menurut perhitungan Rakhmi Permatasari, perencana keuangan dari Safir Senduk & Rekan, biaya pendidikan masuk SMA anak Anda 14 tahun mendatang Rp 70,76 juta. Tentu tidak akan persis betul, tapi cukup bermanfaat untuk memperkirakan secara jelas kebutuhan biaya pendidikan anak Anda di masa depan. Anda bisa siap-siap, kan?
    http://mobile.kontan.co.id/personalfinance/read/72354/Hitungan-meleset-sekolah-idaman-cuma-impian-selesai
    Powered by salakpondohmania®

     

    rsulastama@gmail.com Jul 09 12:29AM ^
     
    Sentra durian Pandeglang: Kampung Waas pusat durian terkondang di Pandeglang (1)
     

    Penggemar durian wajib berkunjung ke sentra ini. Di sentra yang telah berumur puluhan tahun ini, Anda bisa leluasa berburu durian sepanjang tahun. Selain durian asal kebun-kebun di Banten, pedagang durian di sentra ini juga banyak mendapat pasokan dari Sumatra.
     
    Jika Anda berkunjung ke Serang, sempatkan mampir ke sentra penjualan durian di Jalan Raya Pandeglang KM 14. Di sana, Anda bisa menjumpai puluhan pedagang durian yang menggelar lapaknya di sepanjang jalan.
     
    Harga durian di sentra ini bervariasi. Biasanya, pedagang itu mematok harga jual mulai Rp 10.000 per buah. Untuk durian yang ukurannya lebih besar, harganya berkisar antara Rp 40.000 hingga Rp 70.000 per buah.
     
    Pada bulan Juni-Juli, para pedagang di Kampung Waas, Kecamatan Cadarsari itu memperoleh pasokan durian dari Sumatra. "Hampir sebagian besar durian dari sana," ujar pedagang di sentra itu.
     
    Salah satu pedagang di sentra itu adalah Yahya Djumyati. Ia menjual durian di Kampung Waas, yang merupakan kampung halamannya ini sejak tahun 1972. "Saya sudah lelah bekerja serabutan di Jakarta, dan memilih kembali ke kampung untuk berjualan durian," ujarnya.
     
    Dengan modal uang hasil kerjanya sebagai buruh, Djumyati membeli beberapa buah durian dari temannya. Sekarang, dia menjual durian asal Sumatra. "Kalau membeli kebun sendiri, saya belum mampu " ujar Djumyati.
     
    Lain lagi dengan Abdullah. Ia dulu adalah seorang pemotong durian di salah satu pedagang besar. Namun karena usianya sudah senja, sejak lima tahun lalu Abdullah membuka kios durian sendiri di rumahnya. Kebetulan, rumahnya berada di tepi jalan besar.
     
    Berbeda dengan Djumyati. Abdullah memiliki kebun sendiri seluas satu hektare. "Namun, karena sekarang pohon durian di kebun belum berbuah, saya mengandalkan pasokan dari Sumatra" ujarnya.
     
    Sentra durian ini memang telah berumur puluhan tahun. Atma, pedagang durian lainnya bercerita, ayahnya sudah membuka lapak di sini sejak 60 tahun lalu. Tak heran, Atma pun mempunyai saung untuk berjualan durian. "Dulu, ayah saya yang membangun saung ini pada tahun 1999 karena ingin pembeli bisa menikmati durian di teman yang nyaman," ujarnya.
     
    Untuk memuaskan pelanggannya, Atma memasok durian dari petani yang ada di daerah Banten. Pohon durian di Banten bisa dipanen setiap tiga bulan sekali, sehingga pasokan durian ke saungnya rutin.
     
    Namun, persediaan durian lokal tidak mencukupi, sama seperti pedagang lain, Atma mengambil durian Sumatra. "Dulu, sebenarnya ayah mempunyai kebun durian sendiri. Tapi, karena sudah maju, ayah memutuskan untuk menjual kebun dan mulai fokus pada usaha saung," kenang Atma.
     
    Ia pun cukup beruntung bisa menjual durian sepanjang tahun. Sementara, Abdullah harus berhenti berjualan pada bulan Desember, Januari dan Februari lantaran ketiadaan pasokan. "Dari bulan Maret dan Agustus, saya berjualan durian asal Sumatera. Mulai Juli hingga November saya berjualan durian dari kebun sendiri," ujarnya.
     
    Ia tak membeli durian dari kebun lainnya lantaran terbentur modal. "Modalnya harus besar, karena harus membeli durian yang masih ada di pohon, kadang sampai 25 pohon," ujarnya.
     
    (Bersambung)
     
    Sentra durian Pandeglang: Pelanggan bergeser ke sentra durian lain (3)
     

    Pamor sentra durian Kampung Waas sudah tak seperti dulu. Banyaknya sentra durian yang bermunculan dan masuknya durian impor membuat sentra ini kian sepi. Apalagi jika pasokan durian tersendat, mereka harus mengambil durian dari Sumatra yang berbeda jenis.
     
    Sentra penjualan durian Kampung Waas, Pandeglang, tak seramai tahun 1970-an. Saat itu, sentra ini masih menjadi pusat penjualan durian yang banyak didatangi penjual durian dari luar daerah.
     
    Menurut Dimyati, salah seorang pedagang durian di Kampung Waas, pada tahun itu Pelabuhan Merak–Bakauheni belum dibangun. Saat itulah Kampung Waas menjadi tempat pedagang durian dari Bandung, Bogor dan Jakarta berkumpul. "Para pedagang membeli durian dari sini, dan banyak sekali yang hilir mudik menawar durian," ujarnya.
     
    Kondisi itu membuat dagangan durian Dimyati kala itu laris manis. Soalnya, tidak hanya pembeli yang membeli untuk dinikmati sendiri yang menjadi pelanggan, namun juga para pedagang dari luar daerah.
     
    Hanya, kondisi itu sekarang tinggal kenangan. Banyaknya sentra-sentra penjualan durian yang muncul di banyak wilayah, termasuk masuknya durian-durian impor, menyebabkan pamor sentra ini kian meredup. Bahkan, sekarang, pedagang durian dari Serang dan Pandeglang sendiri sudah jarang datang ke sentra ini.
     
    Kalaupun ada yang menjual durian Kampung Waas ke luar kota, mereka adalah putra-putra asli kampung Waas. "Banyak anak sini yang menjual durian di Jakarta, seperti di daerah Ulujami, Jakarta Selatan," ujar Abdullah, penjual durian yang lain.
     
    Mereka mengambil durian asli Kampung Waas untuk di jual ke luar kota. Dengan hubungan pertemanan yang kuat membuat banyak urusan bisnis lebih mudah, terutama untuk mendapat stok durian yang baik. "Biasanya mereka meminta bantuan untuk memilihkan durian yang baik, untuk di jual kembali ke Jakarta," ujarnya.
     
    Lokasi penjualan yang kurang nyaman, menurut Dimyati, juga menjadi penyebab turunnya pamor Kampung Waas. Oleh karena itu, sebagian besar pedagang durian Kampung Waas berharap bisa mendirikan tempat berjualan yang nyaman seperti saung.
     
    "Kalau tempat sudah berbentuk bangunan, harga jual akan lebih tinggi dan pengunjung dari berbagai daerah akan kembali datang," ujar Dimyati. Tak hanya itu, jumlah tenaga kerja yang terserap juga akan lebih banyak.
     
    Agar bisnis ini bisa diteruskan, Abdullah berusaha melibatkan cucu dalam usaha, terutama usai pulang sekolah. Selain menemani berjualan, Abdullah juga mengajarkan kepada cucunya cara memilih durian berkualitas baik.
     
    Cara memilih durian baik memang menjadi salah satu modal utama dalam berbisnis durian. Menurut Atma, pemilik saung durian Haji Arief, untuk menjadi pedagang durian sukses harus mempunyai penciuman yang tajam. "Itu untuk membedakan durian bagus dan durian yang jelek," katanya. Ilmu itu dia dapatkan dari sang ayah yang dulunya juga penjual durian.
     
    Ke depan, Atma berharap bisa meningkatkan pasar duriannya. Tak hanya menjual dalam bentuk buah, dia juga membuat produk wajik durian. "Sekarang penjualannya masih terbatas di toko sendiri," ujarnya. Oleh karena itu, dia berharap nanti produk wajik durian bisa dijual luas dan menjadi jajanan khas Pandenglang.
     
    Selain soal pasar, pedagang durian Kampung Waas juga terkendala pasokan terutama saat hama dan penyakit menyerang kebun. Atma mengaku kalang kabut mencari pasokan, jika petani Waas gagal panen.
     
    Makanya, ia mencari pasokan durian dari daerah lain seperti Pulau Sumatra. Namun banyak pelanggan yang protes karena karakteristik rasa duriannya beda.
     
     
    (Selesai)
    http://mobile.kontan.co.id/peluangusaha/read/72001/Sentra-durian-Pandeglang-Kampung-Waas-pusat-durian-terkondang-di-Pandeglang-1
    Powered by salakpondohmania®

     

    rsulastama@gmail.com Jul 09 12:22AM ^
     
    "Partai Democrazy"
    Budiarto Shambazy
     
    Dalam sejarah kepartaian kita, belum pernah terjadi krisis internal parah seperti yang dialami Partai Demokrat saat ini. Konflik antartokoh dan antarfaksi lebih tajam dari sembilu dan telanjang, membuat kita membelalakkan mata sambil menggelengkan kepala.
     
    Sebab, sumber krisis dugaan korupsi mantan Bendahara Umum Partai Demokrat (PD) M Nazaruddin ternyata "berjemaah". Apalagi, keberadaan Nazaruddin tak kalah misterius dibandingkan dengan kisah Osama bin Laden yang doyan pindah tempat sembunyi.
     
    Terlepas benar atau keliru, berondongan meriam SMS dan BBM Nazaruddin lebih menggemparkan daripada bocoran Wikileaks tempo hari. Apalagi, nada dan bahasa pesan-pesan itu tanpa basa-basi, kadang kocak, serta bikin orang-orang tertentu jantungan.
     
    Konflik internal partai pada masa lalu biasanya menyangkut faktor ideologis, figur, atau intervensi Orde Baru. Tak pernah ada krisis internal partai yang melibatkan dugaan korupsi yang melibatkan sejumlah orang dan jumlahnya ditengarai mencapai Rp 1,2 triliun.
     
    Apalagi, PD adalah the ruling party pemilik kursi terbanyak di DPR dan menjadikan Susilo Bambang Yudhoyono dua kali terpilih sebagai presiden. Partai berlambang mirip lambang Mercedes Benz ini bahkan sudah siap ancang-ancang ke Pemilu-Pilpres 2014.
     
    Tak terbantahkan pula, PD bergantung pada figur Yudhoyono. Saat didirikan 2001, salah satu tujuan "Partai Biru" ini ingin mengusung Yudhoyono jadi capres. Tujuan lain, seperti kata pendirinya, Ventje Rumangkang, "Untuk menyejahterakan rakyat."
     
    Perolehan suara PD pada Pemilu 2004 tidak signifikan, tetapi lima tahun kemudian menjadi pemenang sesuai ramalan jajak pendapat-jajak pendapat yang lebih mustahak daripada dukun. Yudhoyono juga menang lagi dalam satu putaran (merebut suara 61 persen) sesuai ramalan.
     
    Namun, PD kini bak orang bangun dari mimpi indah serta berwarna. Perlahan-lahan tetapi pasti, terkuak berbagai fakta politik yang merugikan mereka, yang bermuara pada kalimat kunci: abuse of power.
     
    Pertama, kemenangan PD dan Yudhoyono-Boediono pada Pemilu-Pilpres 2009 digugat ke Mahkamah Konstitusi oleh partai-partai serta capres-cawapres lain. Berbagai metode kecurangan, entah sengaja atau tidak, terungkap setelah Pilkada Jawa Timur awal 2009.
     
    Itu sebabnya keputusan Sidang Paripurna DPR menyebutkan, aparat hukum diminta menyidik hubungan antara bailout Bank Century dan partai serta capres-cawapres tertentu. Itu sebabnya kini Panja Mafia Pemilu menjadi pintu masuk untuk menyidik kecurangan Pilpres 2009.
     
    Setelah pesta kemenangan 2009, politisi PD tak henti didera badai dugaan korupsi. Ironinya, dugaan korupsi itu umumnya melibatkan pengurus teras DPP atau pimpinan eksekutif/legislatif pusat dan daerah.
     
    Dan, klimaksnya dugaan korupsi Nazaruddin, "mesin uang" partai yang kini menjadi sang peniup peluit. Nama-nama yang dia sebut ikut menikmati tidak tanggung-tanggung, termasuk sang ketua umum yang selama krisis hilang dari peredaran.
     
    Nah, bagaimana menjelaskan ketua umum partai penguasa raib saat krisis? Bisa dipahami jika akar rumput PD dan para anggota, mulai dari tingkat ranting sampai daerah, seperti anak-anak ayam kehilangan induk.
     
    Tak heran Ventje dan puluhan eks deklarator/pendiri—sebagian besar tak lagi anggota PD—merasa prihatin dengan krisis partai. Ventje, yang masih anggota dewan pembina, pekan ini mendirikan forum untuk melancarkan koreksi moral terhadap PD.
     
    Ada baiknya kelompok-kelompok di tingkat akar rumput memprakarsai pula forum serupa menyikapi dengan kritis elite PD. Pemilu-Pilpres 2014 berlangsung tak lama lagi, sudah waktunya PD menyiapkan berbagai langkah strategis agar tidak kehilangan mahkota.
     
    Sudah menjadi praktik umum, partai mengambil tindakan "pembersihan" setiap kali mengalami krisis. Pembersihan tentu didasarkan atas aspirasi akar rumput dan bukan mustahil bisa mengarah ke munaslub. Pada saat krisis, PD butuh kepemimpinan yang hadir, tegas, solidarity maker, dan berakar ke bawah.
     
    Langkah pertama, mengambil tindakan administratif-politis terhadap elite DPP yang diduga terlibat kasus Nazaruddin. Tindakan-tindakan bisa bersifat sementara dan bertingkat-tingkat, mulai dari yang bersifat teguran sampai pemecatan.
     
    Langkah kedua, PD mulai agak memisahkan diri dengan kekuasaan eksekutif dan legislatif pusat. Jika dilakukan cermat, kasus Nazaruddin bisa ditempatkan sebagai masalah pemerintah—bukan lagi masalah internal partai.
     
    Langkah ketiga, pemisahan diri itu berkaitan dengan kebijakan equidistance (menjaga jarak sama) dengan partai-partai lain. Dengan kata lain, PD di DPR lebih mendekatkan diri dengan oposisi dalam perumusan legislasi yang lebih prorakyat.
     
    Langkah keempat, PD menegaskan diri bukan lagi partai yang mendukung politik dinasti pusat dan daerah. Masyarakat mulai muak terhadap praktik politik dinasti menjelang Pemilu-Pilpres 2014 ini karena partai bukanlah milik keluarga.
     
    Langkah terakhir, kampanyekan dan praktikkan lagi slogan "Katakan Tidak pada Korupsi" secara serius. Sebab, inilah kekuatan utama PD saat terpilih tahun 2004 dan 2009 serta inkonsistensi terhadap slogan ini pula yang menghancurkan PD.
     
    Jangan ragu melancarkan pembersihan karena politik kadang memerlukan langkah drastis yang sering terbukti mampu membalikkan keadaan 180 derajat. Sayang jika "Partai Demokrat" diolok sebagai "Partai Democrazy" hanya karena ulah Nazaruddin dan kaki tangan-kaki tangannya.
     
     
    http://m.kompas.com/cetak/cread/2011/07/09/03394893/partai-democrazy
    Powered by salakpondohmania®

     

    rsulastama@gmail.com Jul 09 12:09AM ^
     
    "Surat Kecil", Perjuangan Melawan Kanker
    Jagat film Indonesia kembali diramaikan dengan film drama keluarga dengan mulai ditayangkannya Surat Kecil untuk Tuhan mulai Kamis.
     
    Film yang diambil dari kisah nyata itu semula adalah cerpen online yang dirilis oleh Agus Davonar tentang kisah nyata seorang gadis bernama Gitta Sassa Wanda Cantika, mantan artis cilik era 1998, melawan kanker ganas dengan perkiraan hidup hanya lima hari lagi.
     
    Film yang disutradarai Harris Nizam itu berdurasi 100 menit, yang mengisahkan perjuangan Gitta (di film menggunakan nama Keke) melawan kanker ganas Rhabdomyosarcoma (kanker jaringan lunak) yang pertama ditemui di Indonesia.
     
    Hal ini menjadi sebuah kontroversi di dunia kedokteran karena kanker tersebut hanya terjadi pada orang yang berusia lanjut.
     
    Keke mendapatkan kesempatan untuk sembuh setelah bertahan selama enam bulan melalui kemoterapi (penyinaran) untuk membunuh sel-sel kanker yang menggerogoti tubuhnya.
     
    Setiap menjalani kemoterapi, rambut-rambut Keke rontok dan tubuh kecilnya harus menjalani kemoterapi hingga 25 kali untuk bisa sembuh.
     
    Perjuangan Keke yang diperankan oleh Dinda Hauw dan Alex Komang sebagai ayah Keke dalam menghadapi penyakit kanker ganas inilah yang akan menjadi perjalanan film yang bergenre drama keluarga itu.
     
    Dalam suatu kesempatan Keke menulis puisi untuk ayahnya:
     
    "Aku ingin ayah melihat aku ketika aku memiliki lagi keindahan geraian rambut Tuhan, surat kecilku ini... adalah permintaan terakhirku andai aku bisa kembali."
     
    Film yang diproduksi Skylar Pictures dan diproduseri oleh Sarjono Sutrisno itu sudah diperkenalkan kepada media dan undangan pada Selasa (5/7/2011) dengan menampilkan Agus Davonar.
     
    Dia ingin menyampaikan kegigihan seorang gadis kecil melawan kanker ganas dengan semangat hidup yang tinggi.
     
    "Saya berharap film ini dapat diterima dan menjadi contoh bagi siapa pun orang yang sedang menghadapi cobaan dari Tuhan agar tetap bersemangat karena hidup ini memiliki sisi yang baik dan buruk," katanya.
     
    Sementara Dinda Hauw (Keke) mengatakan, cerita film itu sangat bagus dan mengharukan.
     
    http://m.kompas.com/news/read/2011/07/08/20483793/surat-kecil-perjuangan-melawan-kanker
    Powered by salakpondohmania®

     

    Albert Pratama <albert.pratama@gmail.com> Jul 08 03:56PM +0700 ^
     

    > 2. Kawasan Bebas Asap Rokok,, kalau logika saya, namanya Bebas ya semaunya, atau bebas mengebulkan asap ...
    > 3. Kawasan Bebas Banjir... Sama dan identik dengan kawasan bebas asap rokok,, jadi banjir bebas berkeliaran di kawasan tsb..
     
    Saya kira ini pengaruh bahasa Inggris: free ... => diterjemahkan
    sebagai bebas ...
     
    Regards,
    Albert

     

    Ir R J Taruno Poedjohardjo <tarunopeha@yahoo.com> Jul 08 02:55AM -0700 ^
     
    Truz ada lagi
    BNN = badan narkotika nasional khan seharusnya BANN = badan anti napza nasional
    Dulu ada tapi sudah dikoreksi
    IPWI = ikatan pengusaha wanita indonesia,artinya ?? mengusahakan wanita ??
    sekarang mungkin setelah disimak2 jadi IWAPI =ikatan wanita pengusaha indonesia
    Masih buanyak banget istilah kita yg kurang/tidak tepat/pas.tph
     
     
     
    ________________________________
    From: Yayan G <g_yayan@yahoo.com>
    To: Kagama <alumniugm@googlegroups.com>
    Sent: Fri, July 8, 2011 3:32:24 PM
    Subject: Re: [kagama] BAHASA SALAH KAPRAH ?
     
    Ada juga rambu yg kurang mendidik, misal: kawasan tertib lalu lintas, berarti yg
    tdk ada tulisannya boleh berlalu lintas semaunya sendiri hi...
     
    Kalau yg paralel setuju pakde spt di RL, utk yg bebas kurang kata dari kali ya,
    misal Kawasan Bebas Dari Asap Rokok?
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: "SisCahya Bhuwana" <siscahya@kagamavirtual.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Fri, 8 Jul 2011 08:22:12
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] BAHASA SALAH KAPRAH ?
     
     
    Saya sering bingung dan agak tidak mengerti dengan bahasa sehari hari tetapi
    sepertinya sudah menjadi Bahasa baku ?
     
    Kalau kita jalan2 ke mall2 atau perkantoran banyak kita jumpai istilah :
     
    1. Parkir paralel, padahal kenyataannya adalah parkir secara "serie",, yaitu
    berbaris dengan arah memanjang "kepala ketemu buntut mobil", bukan baris
    berjajar "body samping ketemu body samping mobil"
     
     
    Saya menganalogikannya seperti pada rangkaian listrik...
     
    2. Kawasan Bebas Asap Rokok,, kalau logika saya, namanya Bebas ya semaunya, atau
    bebas mengebulkan asap ...
     
    3. Kawasan Bebas Banjir... Sama dan identik dengan kawasan bebas asap rokok,,
    jadi banjir bebas berkeliaran di kawasan tsb..
     
    Bagaimana menurut pendapat mas2 dan mbak2 sekalian...
    Apa pendapat saya yg salah ?
     
     
    Sis
     
    Siswanto
    Power Generation Services
    Specialist Engineer
     
    Blog: www.sispowergeneration.blogspot.com
    Mobile: +62 81311422270
    +62 81398199500
    PIN : 22773192
    Emails: sis_cahya@yahoo.com
    siscahyabhuwana@gmail.com
     
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5,
    Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5,
    Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    riesmalia@yahoo.com Jul 08 11:20PM ^
     
    2. Kawasan Bebas Asap Rokok,, kalau logika saya, namanya Bebas ya semaunya, atau bebas mengebulkan asap ...
     
    +++o++++
     
    Yang point ini sptnya banyak yang sepaham dg pakde Sis..krn di kantor2 meskipun ada tulisan Area Bebas Asap Rokok ternyata banyak yg ngebul... Hehe..
     
    Salam
    Ries
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: "SisCahya Bhuwana" <siscahya@kagamavirtual.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Fri, 8 Jul 2011 08:22:12
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] BAHASA SALAH KAPRAH ?
     
     
    Saya sering bingung dan agak tidak mengerti dengan bahasa sehari hari tetapi sepertinya sudah menjadi Bahasa baku ?
     
    Kalau kita jalan2 ke mall2 atau perkantoran banyak kita jumpai istilah :
     
    1. Parkir paralel, padahal kenyataannya adalah parkir secara "serie",, yaitu berbaris dengan arah memanjang "kepala ketemu buntut mobil", bukan baris berjajar "body samping ketemu body samping mobil"
     
    Saya menganalogikannya seperti pada rangkaian listrik...
     
    2. Kawasan Bebas Asap Rokok,, kalau logika saya, namanya Bebas ya semaunya, atau bebas mengebulkan asap ...
     
    3. Kawasan Bebas Banjir... Sama dan identik dengan kawasan bebas asap rokok,, jadi banjir bebas berkeliaran di kawasan tsb..
     
    Bagaimana menurut pendapat mas2 dan mbak2 sekalian...
    Apa pendapat saya yg salah ?
     
     
    Sis
     
    Siswanto
    Power Generation Services
    Specialist Engineer
     
    Blog: www.sispowergeneration.blogspot.com
    Mobile: +62 81311422270
    +62 81398199500
    PIN : 22773192
    Emails: sis_cahya@yahoo.com
    siscahyabhuwana@gmail.com
     
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    Nurhadi Nurhadi <noer1974@gmail.com> Jul 09 06:29AM +0700 ^
     
    kalau jalan bebas hambatan, berarti kendaraan-kendaraan itu bebas
    menghambat ???
     
    lalu, ada peci anti air, itu berarti jangan sampai kena air ya??
     
     
     
    2011/7/9 <riesmalia@yahoo.com>
     

     

    andirahmah91@yahoo.com Jul 09 12:34AM ^
     
    Harusnya terbebas dari asap rokok?
    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
     
    -----Original Message-----
    From: riesmalia@yahoo.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Fri, 8 Jul 2011 23:20:34
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] BAHASA SALAH KAPRAH ?
     
     
    2. Kawasan Bebas Asap Rokok,, kalau logika saya, namanya Bebas ya semaunya, atau bebas mengebulkan asap ...
     
    +++o++++
     
    Yang point ini sptnya banyak yang sepaham dg pakde Sis..krn di kantor2 meskipun ada tulisan Area Bebas Asap Rokok ternyata banyak yg ngebul... Hehe..
     
    Salam
    Ries
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: "SisCahya Bhuwana" <siscahya@kagamavirtual.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Fri, 8 Jul 2011 08:22:12
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] BAHASA SALAH KAPRAH ?
     
     
    Saya sering bingung dan agak tidak mengerti dengan bahasa sehari hari tetapi sepertinya sudah menjadi Bahasa baku ?
     
    Kalau kita jalan2 ke mall2 atau perkantoran banyak kita jumpai istilah :
     
    1. Parkir paralel, padahal kenyataannya adalah parkir secara "serie",, yaitu berbaris dengan arah memanjang "kepala ketemu buntut mobil", bukan baris berjajar "body samping ketemu body samping mobil"
     
    Saya menganalogikannya seperti pada rangkaian listrik...
     
    2. Kawasan Bebas Asap Rokok,, kalau logika saya, namanya Bebas ya semaunya, atau bebas mengebulkan asap ...
     
    3. Kawasan Bebas Banjir... Sama dan identik dengan kawasan bebas asap rokok,, jadi banjir bebas berkeliaran di kawasan tsb..
     
    Bagaimana menurut pendapat mas2 dan mbak2 sekalian...
    Apa pendapat saya yg salah ?
     
     
    Sis
     
    Siswanto
    Power Generation Services
    Specialist Engineer
     
    Blog: www.sispowergeneration.blogspot.com
    Mobile: +62 81311422270
    +62 81398199500
    PIN : 22773192
    Emails: sis_cahya@yahoo.com
    siscahyabhuwana@gmail.com
     
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    Bosman Batubara <bosman.batubara@gmail.com> Jul 08 10:05PM +0700 ^
     
    mantap Agus,,, salutttt!!!!
     
    salam
    bosman
     
    2011/7/8 Yassir Suhari Abbas <ysanst@kagamavirtual.com>
     

     

    srisayektiwidodo@yahoo.com Jul 08 03:20PM ^
     
    Seperti di novel Laskar Pelangi kondisi bangunan sekolahnya ya? Ayo pengajar muda, tularkan semangatmuuuu. Siapa aleg daerah itu yaaa. Tks. Sri
    Sent from my BlackBerry®
    powered by Sinyal Kuat INDOSAT
     
    -----Original Message-----
    From: Yassir Suhari Abbas <ysanst@kagamavirtual.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Fri, 8 Jul 2011 17:46:36
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] (Kagama)Orang Indonesia?iya Kak. Tau SBY?nggak Kak.
     
    Orang Indonesia?iya Kak. Tau SBY?nggak Kak.
     
     
     
    Hari Selasa, 5 Juli 2011,Kagama Riau kedatangan tamu,para pengajar muda dari
    Indonesia Mengajar. Salah satunya adalah Agus Rachmanto dari Fisipol UGM
    yang bertugas di kawasan Suku Akit ,Desa Titi Akar, Pulau Rupat. Untuk
    mencapai lokasi pengabdian butuh perjalanan udara sekian jam dari
    Jakarta,dilanjutkan sekian jam lagi via darat ke arah Dumai, lanjut dengan
    perjalanan laut dan akhirnya sandar di sebuah pelabuhan kecil, dan 15 menit
    mengendarai motor barulah sampai di tempat yang ternyata "hanya" sebuah desa
    tanpa listrik. Satu tahun ke depan hidup tanpa listrik?.
     
     
     
    Aktivitas Mas Agus berpusat di sebuah SD yang berada di Desa Titi Akar.
    Pengajar lokal yang ada disini rata-rata adalah lulusan SMA dan paling
    tinggi D2. Kondisi belajar mengajar yang berjalan sangat tidak kondusif,
    omongan hardikan yang harusnya tidak keluar dari seorang guru kepada
    murid,terjadi disini, mengajar sambil mengisap rokok di depan kelas adalah
    pemandangan yang biasa. Belajar tanpa buku adalah kenyataan yang dialami
    oleh anak-anak hingga mereka lulus Sekolah Dasar.
     
     
     
    *Lulus SD?*
     
    Murid kelas satu berjumlah 40 orang, dan jumlah ini akan berkurang seiring
    dengan kenaikan kelas. Saat kelas 6 SD biasanya hanya tinggal 11 orang murid
    yang masih bersekolah. Lainnya lebih memilih merantau ke Dumai menjadi
    pembantu di usia kelas 4 SD dan beberapa menikah saat menginjak kelas 5 SD
    atau memilih turut serta dengan orang tuanya mencari ikan. Dan dari 11 orang
    tersebut hanya 5 orang yang melanjutkan ke jenjang SMP dan biasanya di kelas
    2 SMP 2-3 diantaranya tidak menamatkan sekolahnya.
     
     
     
    Mungkin mereka tidak membutuhkan sekolah buatan pemerintah atau memang
    pemerintah tidak membutuhkan rakyat yang mungkin dianggap "kelas dua" di
    negeri ini. Sedangkan di seberang pulau mereka,Malaysia,rakyatnya hidup jauh
    lebih layak. Bukan sebuah ketakjuban waktu Sipadan Ligitan menjadi wilayah
    Malaysia, mungkin itu yang terbaik untuk masyarakat eks Indonesia yang ada
    di sana.
     
     
     
    Dan saat Agus Rachmanto mengajar,beliau bertanya kepada beberapa murid;
    "Kalian orang Indonesia" ; dengan serentak mereka menjawab "iyaa Kaaaak";
    "Kalian tahu presiden Indonesia?"; hah,mereka menjawab "tidaaak tauu Kak".
     
     
     
    Dan saya bersyukur dengan jawaban itu,kebayang kalau mereka menjawab, *Najib
    Tun Razak. *Hehehehe….hiks
     
     
     
    Yassir Suhari Abbas
     
    Iwak-02
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    srisayektiwidodo@yahoo.com Jul 08 03:21PM ^
     
    BOSnya dipakai siapakah. Sri
    Sent from my BlackBerry®
    powered by Sinyal Kuat INDOSAT
     
    -----Original Message-----
    From: ysanst@kagamavirtual.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Fri, 8 Jul 2011 11:24:41
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] (Kagama)Orang Indonesia?iya Kak. Tau SBY?nggak Kak.
     
    Bagaimana perhatian pemerintah dg warga RI yang berada pada kondisi pelosok spt tsb? Apakah mereka jg diwakili oleh aleg?
    Salam
    Dicky
    ---------------------
    Setiap tahun dana Bos turun 400 ribu per anak,ada hampir 200 murid yang ada di sekolah tsbt,dan sama sekali mereka tidak menikmatinya.
     
    Yassir
    Iwak-02
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    "SisCahya Bhuwana" <siscahya@kagamavirtual.com> Jul 08 03:32PM ^
     
    Ganti Presidennya dan semua anggota depeernya...biar gak ada sekolahan rubuh, desa yg hanya diterangi ama sinar bulan...
     
     
     
    Siswanto
    Power Generation Services
    Specialist Engineer
     
    Blog: www.sispowergeneration.blogspot.com
    Mobile: +62 81311422270
    +62 81398199500
    PIN : 22773192
    Emails: sis_cahya@yahoo.com
    siscahyabhuwana@gmail.com
     
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: srisayektiwidodo@yahoo.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Fri, 8 Jul 2011 15:20:38
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] (Kagama)Orang Indonesia?iya Kak. Tau SBY?nggak Kak.
     
    Seperti di novel Laskar Pelangi kondisi bangunan sekolahnya ya? Ayo pengajar muda, tularkan semangatmuuuu. Siapa aleg daerah itu yaaa. Tks. Sri
    Sent from my BlackBerry®
    powered by Sinyal Kuat INDOSAT
     
    -----Original Message-----
    From: Yassir Suhari Abbas <ysanst@kagamavirtual.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Fri, 8 Jul 2011 17:46:36
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] (Kagama)Orang Indonesia?iya Kak. Tau SBY?nggak Kak.
     
    Orang Indonesia?iya Kak. Tau SBY?nggak Kak.
     
     
     
    Hari Selasa, 5 Juli 2011,Kagama Riau kedatangan tamu,para pengajar muda dari
    Indonesia Mengajar. Salah satunya adalah Agus Rachmanto dari Fisipol UGM
    yang bertugas di kawasan Suku Akit ,Desa Titi Akar, Pulau Rupat. Untuk
    mencapai lokasi pengabdian butuh perjalanan udara sekian jam dari
    Jakarta,dilanjutkan sekian jam lagi via darat ke arah Dumai, lanjut dengan
    perjalanan laut dan akhirnya sandar di sebuah pelabuhan kecil, dan 15 menit
    mengendarai motor barulah sampai di tempat yang ternyata "hanya" sebuah desa
    tanpa listrik. Satu tahun ke depan hidup tanpa listrik?.
     
     
     
    Aktivitas Mas Agus berpusat di sebuah SD yang berada di Desa Titi Akar.
    Pengajar lokal yang ada disini rata-rata adalah lulusan SMA dan paling
    tinggi D2. Kondisi belajar mengajar yang berjalan sangat tidak kondusif,
    omongan hardikan yang harusnya tidak keluar dari seorang guru kepada
    murid,terjadi disini, mengajar sambil mengisap rokok di depan kelas adalah
    pemandangan yang biasa. Belajar tanpa buku adalah kenyataan yang dialami
    oleh anak-anak hingga mereka lulus Sekolah Dasar.
     
     
     
    *Lulus SD?*
     
    Murid kelas satu berjumlah 40 orang, dan jumlah ini akan berkurang seiring
    dengan kenaikan kelas. Saat kelas 6 SD biasanya hanya tinggal 11 orang murid
    yang masih bersekolah. Lainnya lebih memilih merantau ke Dumai menjadi
    pembantu di usia kelas 4 SD dan beberapa menikah saat menginjak kelas 5 SD
    atau memilih turut serta dengan orang tuanya mencari ikan. Dan dari 11 orang
    tersebut hanya 5 orang yang melanjutkan ke jenjang SMP dan biasanya di kelas
    2 SMP 2-3 diantaranya tidak menamatkan sekolahnya.
     
     
     
    Mungkin mereka tidak membutuhkan sekolah buatan pemerintah atau memang
    pemerintah tidak membutuhkan rakyat yang mungkin dianggap "kelas dua" di
    negeri ini. Sedangkan di seberang pulau mereka,Malaysia,rakyatnya hidup jauh
    lebih layak. Bukan sebuah ketakjuban waktu Sipadan Ligitan menjadi wilayah
    Malaysia, mungkin itu yang terbaik untuk masyarakat eks Indonesia yang ada
    di sana.
     
     
     
    Dan saat Agus Rachmanto mengajar,beliau bertanya kepada beberapa murid;
    "Kalian orang Indonesia" ; dengan serentak mereka menjawab "iyaa Kaaaak";
    "Kalian tahu presiden Indonesia?"; hah,mereka menjawab "tidaaak tauu Kak".
     
     
     
    Dan saya bersyukur dengan jawaban itu,kebayang kalau mereka menjawab, *Najib
    Tun Razak. *Hehehehe….hiks
     
     
     
    Yassir Suhari Abbas
     
    Iwak-02
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    ysanst@kagamavirtual.com Jul 08 03:23PM ^
     
    Seperti di novel Laskar Pelangi kondisi bangunan sekolahnya ya? Ayo pengajar muda, tularkan semangatmuuuu. Siapa aleg daerah itu yaaa. Tks. Sri
    ------------------
    Syukurnya mereka punya gedung sekolah yang lebih baik
     
    Yassir
    Iwak-02
    Powered by Telkomsel BlackBerry®

     

    andirahmah91@yahoo.com Jul 09 12:31AM ^
     
    Ah, kalau begini sih gak usah jauh2 cari aleg di Senayan.
     
    Riau sendiri adalah provinsi yg kaya raya, aleg2 di tk 1 apalagi tk. II, yg mestinya lebih bertanggung jawab. Gak harus keluar uang dari kantong sendiri, tinggal minta Gubernur dan Bupati terkait utk lebih memperhatikan kawasan ini.
     
    Btw, waktu rapat dengan Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal, banyak hal yang "ajaib". Karena mereka gak bisa menjelaskan program apa saja yg sudah dijalankan dan apakah ouputnya akan menjadi katalis percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dana hampir 1 T/thn sebenarnya efektifitasnya bagaimana?
    (Kebayang kan klo ada dana untuk program seperti I'm..tapi tujuannya utk "MENCIPTAKAN LAPANGAN KERJA PRODUKTIF MELALUI UKM" yang di sesuaikan dgn produk unggulan di daerah tsb dan menciptakan pasarnya melalui e-marketing).
     
    Dengan anehnya, si pejabat bilang GAK TAHU, SOALNYA SAYA MASIH BARU DI SINI....gubraaaaakkk. Sampai ada yang nyeletuk, ternyata orang2 di kementerian ini juga yg paling "tertinggal" :(
     
     
    Salam,
     
     
    Andi Rahmah
     
    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
     
    -----Original Message-----
    From: srisayektiwidodo@yahoo.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Fri, 8 Jul 2011 15:20:38
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] (Kagama)Orang Indonesia?iya Kak. Tau SBY?nggak Kak.
     
    Seperti di novel Laskar Pelangi kondisi bangunan sekolahnya ya? Ayo pengajar muda, tularkan semangatmuuuu. Siapa aleg daerah itu yaaa. Tks. Sri
    Sent from my BlackBerry®
    powered by Sinyal Kuat INDOSAT
     
    -----Original Message-----
    From: Yassir Suhari Abbas <ysanst@kagamavirtual.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Fri, 8 Jul 2011 17:46:36
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] (Kagama)Orang Indonesia?iya Kak. Tau SBY?nggak Kak.
     
    Orang Indonesia?iya Kak. Tau SBY?nggak Kak.
     
     
     
    Hari Selasa, 5 Juli 2011,Kagama Riau kedatangan tamu,para pengajar muda dari
    Indonesia Mengajar. Salah satunya adalah Agus Rachmanto dari Fisipol UGM
    yang bertugas di kawasan Suku Akit ,Desa Titi Akar, Pulau Rupat. Untuk
    mencapai lokasi pengabdian butuh perjalanan udara sekian jam dari
    Jakarta,dilanjutkan sekian jam lagi via darat ke arah Dumai, lanjut dengan
    perjalanan laut dan akhirnya sandar di sebuah pelabuhan kecil, dan 15 menit
    mengendarai motor barulah sampai di tempat yang ternyata "hanya" sebuah desa
    tanpa listrik. Satu tahun ke depan hidup tanpa listrik?.
     
     
     
    Aktivitas Mas Agus berpusat di sebuah SD yang berada di Desa Titi Akar.
    Pengajar lokal yang ada disini rata-rata adalah lulusan SMA dan paling
    tinggi D2. Kondisi belajar mengajar yang berjalan sangat tidak kondusif,
    omongan hardikan yang harusnya tidak keluar dari seorang guru kepada
    murid,terjadi disini, mengajar sambil mengisap rokok di depan kelas adalah
    pemandangan yang biasa. Belajar tanpa buku adalah kenyataan yang dialami
    oleh anak-anak hingga mereka lulus Sekolah Dasar.
     
     
     
    *Lulus SD?*
     
    Murid kelas satu berjumlah 40 orang, dan jumlah ini akan berkurang seiring
    dengan kenaikan kelas. Saat kelas 6 SD biasanya hanya tinggal 11 orang murid
    yang masih bersekolah. Lainnya lebih memilih merantau ke Dumai menjadi
    pembantu di usia kelas 4 SD dan beberapa menikah saat menginjak kelas 5 SD
    atau memilih turut serta dengan orang tuanya mencari ikan. Dan dari 11 orang
    tersebut hanya 5 orang yang melanjutkan ke jenjang SMP dan biasanya di kelas
    2 SMP 2-3 diantaranya tidak menamatkan sekolahnya.
     
     
     
    Mungkin mereka tidak membutuhkan sekolah buatan pemerintah atau memang
    pemerintah tidak membutuhkan rakyat yang mungkin dianggap "kelas dua" di
    negeri ini. Sedangkan di seberang pulau mereka,Malaysia,rakyatnya hidup jauh
    lebih layak. Bukan sebuah ketakjuban waktu Sipadan Ligitan menjadi wilayah
    Malaysia, mungkin itu yang terbaik untuk masyarakat eks Indonesia yang ada
    di sana.
     
     
     
    Dan saat Agus Rachmanto mengajar,beliau bertanya kepada beberapa murid;
    "Kalian orang Indonesia" ; dengan serentak mereka menjawab "iyaa Kaaaak";
    "Kalian tahu presiden Indonesia?"; hah,mereka menjawab "tidaaak tauu Kak".
     
     
     
    Dan saya bersyukur dengan jawaban itu,kebayang kalau mereka menjawab, *Najib
    Tun Razak. *Hehehehe….hiks
     
     
     
    Yassir Suhari Abbas
     
    Iwak-02
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    vriovia@kagamavirtual.com Jul 08 12:33PM ^
     
    Inalilahi wa inna ilihi roji'un. Telah meninggal dunia dengan tenang Prof. Hasanu Simon guru besar fakultas kehutanan ugm. hari ini tgl 8 juli 2011 jam 17.00 di rs pku yogya. Berita pemakaman menyusul. Mohon disebar luaskan.
    valdi riovia
    BRI Pandeglang/FKT 96

     

    "Somad FKT'89" <bebeirianto@kagamavirtual.org> Jul 08 12:48PM ^
     
    Innalillahi wa innailaihi rojiun..
     
     
     
    Bambang 'Somad' Irianto /FKT'89
     
    -----Original Message-----
    From: vriovia@kagamavirtual.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Fri, 8 Jul 2011 12:33:00
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] Kabar duka dari keluarga prof hasanu simon
     
    Inalilahi wa inna ilihi roji'un. Telah meninggal dunia dengan tenang Prof. Hasanu Simon guru besar fakultas kehutanan ugm. hari ini tgl 8 juli 2011 jam 17.00 di rs pku yogya. Berita pemakaman menyusul. Mohon disebar luaskan.
    valdi riovia
    BRI Pandeglang/FKT 96
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    DANANsaja <danan82@gmail.com> Jul 08 11:18PM +0700 ^
     
    Iya mas Valdi, saya juga dapat sms dari teman teman
     
    > 2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL ,
    > 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    > +++
     
    --
    *
    Salam Damai Penuh Cinta
    ===================
    danan *
    *id ym: om_djaya2000*
    *twitter: @danansaja*
    *skype: danansaja
    www.danansaja.com*
    ------------------------------------------------
    Manokwari
    Teluk Cenderawasih National Park

     

    Achmad Nasroh Kuswadi <akuswadi2@gmail.com> Jul 08 04:57AM -0700 ^
     
    Innalillah wa inna ilaihi rojiuun.
    Walau beda fakultas saya mengenal dan pernah berteman dengan beliau.
    Oki saya merasa kehilangan dan ikut berduka cita sedalam-dalamnya.
    Semoga beliau tenang disisiNya, ridho dan diridoi Nya.
    Semoga tabah keluarga yang ditinggalkannya.
     
     
    Achmad Nasroh Kuswadi
    Center for the Application of Isotope and Radiation Technology
    Jl. Lebak Bulus Raya 49, Jakarta Selatan, INDONESIA
    Telp. +6221 7690709, Fax: + 6221 7691607
    akuswadi2@gmail.com
     
     
    2011/7/8 Marwedhi Nurratyo <marwedhinurratyo@gmail.com>
     

     

    Sulastama Raharja <sraharja@kagamavirtual.org> Jul 08 06:45PM +0700 ^
     
    Ini Dia Kesalahan Wirausaha Pemula Saat Menjalankan Bisnis
    *Ade Irawan*
     
    Saat ini masih banyak orang salah paham untuk menjadi penggelut
    kewirausahawan apalagi para pemula. Banyak dari pekerja berwirausaha dalam
    skala Usaha Kecil Menengah (UKM) hanya berpikir untuk mengembangkan barang
    yang kreatif dan baru untuk dipasarkan, tapi tidak memikirkan pemasarannya.
     
    Ketua Umum UKM Center Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Nining Soesilo
    mengungkapkan ada banyak kesalahpahaman pandangan seorang wirausahawan.
    Salah satu kesalahpahaman, seorang wirausahawan adalah hanya pandai dalam
    membuat inovasi, tapi harus pandai memasarkannya juga.
     
    "Salah paham belajar entrepreneurship adalah belajar membuat. Pertanyaannya
    ada dua, pinter buat atau pinter jual? Pinter jualnya ini yang penting,"
    katanya dalam acar forum diskusi "Membangun Kemadirian dan Daya Saing
    Koperasi dan UKM" di SME Tower, jalan Gatot Soebroto, Jumat (8/7/2011).
     
    Nining melanjutkan, kesalahpahaman lainnya tentang inovasi dari seorang
    wirausaha tidaklah harus berasal dari kalangan teknisi. Inovasi pun harus
    berasal dari inovasi penjualan , inovasi pendistribusian, dan juga inovasi
    keuangan.
     
    "Banyak orang-orang teknik membuat produk, tapi tidak bisa dijual. Harusnya
    juga ada inovasi lain, inovasi *marketing, delivery, financing,*" tambahnya.
     
    Nining mengungkapkan, perusahaan yang berskala kecil memang memiliki
    inovatif yang lebih besar. Kebanyakan dari perusahaan tersebut adalah
    pemasar pertama produk baru di pasaran.
     
    "Perusahaan kecil lebih inovatif, seringkali yang pertama menawarkan produk
    baru mereka ke pasaran," ujarnya.
     
    Kesalahpahaman lainnya yang dianggap Nining tentang kewirausahawan adalah
    kebayakan orang berpikir seorang wirausahawan berdagang karena harus tumbuh,
    padahal kewirausahawan itu adalah sebuah dinamika.
     
    *(ade/hen)
     
    http://finance.detik.com/read/2011/07/08/160625/1677500/4/ini-dia-kesalahan-wirausaha-pemula-saat-menjalankan-bisnis?991101mainnews
    *

     

    rumahkode <aryotejow@gmail.com> Jul 08 06:52PM +0700 ^
     
    sayang nya ga dijelaskan..
    Nining Soesilo sbg praktisi bisnis juga ga? masalahe ngAkademi banget
    je...ora membumi..ga ono "tips praktise"
    tur asek juga...Tq share info nya
     
     
    --
    salam
    aryo tejo w

     

    Okki Makmuri <gialloblu97@yahoo.com> Jul 08 07:40PM +0800 ^
     
    raja ampat memang indah, itu kata teman saya yang disorong karena saya sempat bolak-balik Jkt-Sorong. saya jg nyesal blm sempat kesana hehehehe...mdh2an ada yg ngajak ke sorong dan gratis...hihihi
     
    ------------------------------------------
    Okki Makmuri
    Telp : 62-21-32226358
    Fax : 62-21-86615784
    HP : 62-818-02733438
     
     
    ________________________________
    From: "dicky.iswandaru@gmail.com" <dicky.iswandaru@gmail.com>
    To: alumniugm@googlegroups.com
    Sent: Tuesday, July 5, 2011 5:52 AM
    Subject: Re: [kagama] Mas Yassir... cepetan honeymoon ke raja ampat.. sebelum musnah?
     
    Mas mbak
     
    Apa keunggulan raja ampat sampe hrs honeymoon disana?
     
    Salam
    Dicky
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: ysanst@kagamavirtual.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Mon, 4 Jul 2011 09:13:32
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Mas Yassir... cepetan honeymoon ke raja ampat.. sebelum musnah?
     
    Mas Irvan,Kenapa judulnya begitu?Apa mas Yassir satu2nya anggota milis yg belum honeymoon?...kasihan yaa...wekekek..Salam
    JM
    ------------------
    Maaf,malam ini saya ngk kurang kerjaan..:p
     
    Yassir
    Iwak-02
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

 Topik: UGM Lowongan
    Ir R J Taruno Poedjohardjo <tarunopeha@yahoo.com> Jul 08 04:35AM -0700 ^
     
    Memang yg bener filosofi Cina : cari duit
    Yg salah filosofi kita terutama wong Jowo ,go;ek gaweyan,nyapu jalan ya gaweyam
    tapi tanpa duit
    Mungkin banyak yg belum tahu mengapa orang2 Cina rejekinya banyak,sebabnya
    adalah dari
    1. bunyi kendangnya
    kalau kita bunyinya khan : tak tak tak tung tak tung tak tung (untungnya
    kadang2)
    kalau Cina bunyinya khan : tung tung tung (jadi untung terus)
    2. cara berdoa/sembahyangnya
    orang yg beragama Hindu, Kristen dll kalau berdoa khan tangan ditangkupkan
    (rejekinya sedikit)
    orang yg beragama Islam kedua telapak tangan menghadap keatas (rejekinya
    agak banyak)
    orang Cina ,pakai hio yg dibakar truz diangkat keatas /diogrok2 (rejekinya
    turun semua,wong kepanasan)
    Just kidding tapi logis
    Tak iye ?! .he he he.tph
    ________________________________________________________________________________________________________________
     
    ___
    From: Nur Darodjat <ndarodjat@yahoo.com

    Kan sekarang ini jamannya cari DUIT bukan cari KERJAAN.
    Nur Darodjat
     
     
     
     
    ________________________________
    From: Syamsul Patiwiri <syamsul_patiwiri@yahoo.com>
    To: geologiugm@googlegroups.com
    Sent: Thu, July 7, 2011 10:57:07 PM
    Subject: [Geologi UGM] Lowongan Geologist
     
     
    Rupanya adhek2 alumni kita kurang berminat mengisi lowongan posisi Geologist
    diperusahaan pertambangan. Sampai sek baru 2 org yg melamar dan terakhir
    informasinya mundur juga. Ternyata yg melamar dari luar UGM.
    1 dari ITB, 1 dari Unpad dan 1 dari Undip. Mungkin alumni Geougm lebih suka di
    Oil Co
     
     
     
     
     
    ________________________________

     
     
    --
    Keluar dari milis: kirim email ke geologiugm+unsubscribe@googlegroups.com
    Situs web alumni: http://kumpulgeologi.wordpress.com

     

 Topik: kemiskinan???
    Irvan Kristanto <irvankristanto@gmail.com> Jul 08 04:54PM +0700 ^
     
    <http://regional.kompas.com/sumatera>
    <http://regional.kompas.com/indonesiatimur>
    Kemiskinan
    Gubuk 2x3 Dihuni Janda dan 6 Anaknya
    K25-11 | Kistyarini | Jumat, 8 Juli 2011 | 10:12 WIB
     
    *POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com* - Di tengah berbagai kasus korupsi oleh para
    pejabat yang mendera Indonesia, jutaan warga Indonesia masih hidup dalam
    kemiskinan. Seperti yang dialami Darmawati, janda dengan enam anak di Dusun
    Mangaramba, Kelurahan Takatidung, Polewali Mandar, Sulawesi Barat.
    Bantuan beras untuk masyarakat miskin raskin sebesar 5 kg tidak cukup untuk
    sebulan. Menjelang pemilu atau pemilukada, bantuan beras sering datang.
    Namun setelah peristiwa politik usai, bantuan beras pun berhenti mengalir.
     
    Darmawati dan keenam anaknya tinggal di sebuah gubuk berukuran 2x3 meter
    yang berdinding bambu dan beratap rumbia. Gubuk yang sekilas mirip kandang
    ayam itu pemberian tetangga yang bersimpati kepada mereka.
     
    Bisa dibayangkan repotnya hidup berdesakan di gubuk sempit seperti ini. Di
    gubuk sempit itu menampung semua kegiatan mereka. Dari memasak sampai tidur
    dengan alas selembar tikar robek.
     
    Irma, anak kedua Darmawati, mengaku tidur dengan ibu dan adik-adiknya di
    satu tempat. "Tidurnya tidak enak, biasa jatuh dari lantai kalau tidur,"
    ujar Irma.
     
    Dulu Darmawati memiliki rumah warisan orangtuanya. Namun rumah itu akhirnya
    dijual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kehidupannya morat-marit sejak
    dia bercerai dengan suaminya yang menikah dengan perempuan lain tiga tahun
    silam.
     
    Sejak itulah tanggungjawab darma makin bertambah. Tak hanya berperan
    mengurus dan menyusui anak-anaknya tapi juga harus membanting tulang mencari
    nafkah.
     
    "Saya cuma bisa jadi buruh tani rumput laut. Upahnya tidak seberapa dan
    biasanya tidak cukup untuk beli beras. Anak saya semuanya tidak sekolah
    karena kita tak punya biaya," tutur Darmawati. Selama sehari bekerja
    mengikat bibit rumput laut, Darmawati mendapat upah Rp 10.000.
     
    Tak sedikit tetangga yang berempati dengan keluarga janda yang
    memperihatinkan ini. Mereka kerap memberi beras atau bantuan apa saja.
     
    Tidak satupun anak-anak Darmawati yang bersekolah. Anak-anak darmawati tidak
    satu pun bersekolah. Jangankan menyekolahkan dan membeli seragam untuk
    anak-anaknya, membeli beras pun Darmawati harus berutang kepada tetangga.
    Bantuan beras untuk masyarakat miskin (raskin) sebesar 5 kg tidak cukup
    untuk sebulan. Menjelang pemilu atau pemilukada, bantuan beras sering
    datang. Namun setelah peristiwa politik usai, bantuan beras pun berhenti
    mengalir.

     

--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
Loading...