Total Tayangan

myspace hit counter

[kagama] Intisari untuk alumniUGM@googlegroups.com - 25 Pesan pada 12 Topik

Minggu, Juli 03, 2011

Grup: http://groups.google.com/group/alumniUGM/topics

 Topik: Gudeg kaleng
    tri harso sulistiyo <thsulistiyo@gmail.com> Jul 03 01:50PM +0700 ^
     
    *Sebal dan benci ketika aku mendengar namamu..*
     
    *Ingin rasanya aku menonjok hidungmu jika melihatmu..*
     
    **
     
    Goresan hati ini terus aku tumpahkan melalui coretan coretan berwarna merah
    capital, diatas kertas A4 warna putih. Suasana hati yang sangat panas ini,
    semakin menjadi dengan ditambah cuaca Jakarta yang sangat menyengat siang
    itu.
     
     
     
    *"Dini, kamu itu kenapa..?"*
     
     
     
    Suara kakakku memecahkan konsentrasi marahku, bukanya tambah tenang, namun
    amarah ini semakin menumpuk. Segera aku keluar dari kamar, mengambil kunci
    motor Mio ku dan menghilang dari rumah saat itu juga. Terlihat wajah bengong
    yang terpancarkan dari wajah kakak, namun aku tetap tidak peduli.
     
    Menyusuri jalan Jagakarsa yang lengang siang itu, aku pun terus berpacu di
    atas Mio hitamku. Selang beberapa menit, gerbang pintu masuk kebun binatang
    ragunan sudah terlihat, segera aku membelokkan motor ke arah parkiran motor
    yang letaknya disebelah utara kebun binantang ragunan.
     
     
     
    *"wadhuhhh..saya lupa bawa STNK bang, boleh masuk ya?*" pintaku
     
     
     
    Akhirnya dengan jurus muka memelas, aku pun dapat masuk dan memarkirkan
    motor mungilku. Begitulah aku, Dini Amanda Puspasari, masih kuliah semester
    2 di Fakultas Teknik, disebuah Universitas Negeri di kota Yogyakarta. Ketika
    aku sedang dilanda kalut pastilah aku lari ke kebun binatang, entah kenapa,
    namun aku bisa mengekspresikan semua kekalutanku.
     
    Segera aku berkeliling tanpa arah, kulihat penjual kerak telur tengah
    melayani pembeli, anak kecil yang bermain dengan balonnya..
     
     
     
    *"ihhh..ingin rasanya aku menjahili anak itu dengan meletuskan balonnya…"*
     
     
     
    Kutemukan bangku disebuah taman yang sejuk di dalam taman Ragunan.
    Kurebahkan pelan badan ini, kuhirup udara yang lumayan segar menyejukkan di
    siang panas yang mendera Jakarta siang itu. Hampir saja aku lupa dengan
    masalahku, namun ingatan itu kembali muncul lagi, menari dan berlari lari
    dikalbuku.
     
     
     
    *Aku kan sudah menganggapnya sahabat..*
     
    *Pun aku tidak pernah ada rasa dengannya..*
     
    *Jangankan rasa, mengingatnya saja tidak pernah..*
     
    *Dian itu kan sahabat baikku, Dian itu ahhh sudahlah, nasi sudah menjadi
    bubur…*
     
     
     
    Aku tidak pernah akan menyangka bahwa perkenalanku dengan Dodi, cowok baru
    Dian akan membawa dampak yang sangat buruk dalam persahabatanku dengan Dian.
    Sudah hampir 1th, kami sebagai anak rantau di kota Yogya bersahabat,
    walaupun kami berbeda jurusan, namun kami tidak terpisahkan, dimana ada Dini
    disitu ada Dian. Namun pertemanan ini menjadi aneh, semenjak perkenalanku
    dengan cowok itu.
     
     
     
    *"dasar..apakah semua cowok itu memang bisa dengan mudahnya untuk mengatakan
    cinta serta mengumbar kata2 sayang?"*
     
    *"namun ketika mereka bosan, apakah mereka akan dengan mudahnya untuk
    melupakan dan meluapkannya ke sosok yang lain?"*
     
    *[image: i-love-hate-you.png]
    *
     
    Dini..bodohnya kamu…
     
    Ahhh..aku pikir aku tidak salah, aku hanyalah sosok cewek yang senang
    bergaul, senang menambah teman dan yang jelas tanpa sekalipun aku membawa
    rasa. Terus terang saja aku tidak bisa merubah sikap dan sifatku ini, ya its
    me..Dini
     
    Namun kadang sikapku yang seperti ini sering disalah artikan oleh cowok2
    itu. Memang sih, aku itu cantik..(hihihihi), dengan tinggi 160cm, berat
    badan 45an, rambut hitam lurus terjuntai sebahu dengan paduan kulit kuning
    langsat, dan ditambah lagi kalau aku ketawa akan nampak lesung pipit yang
    menggemaskan..
     
     
     
    *"..ahh, bukan salah Dini lah kalau Dini dilahirkan cantik.."*
     
     
     
    Harus dengan cara apalagi aku menjelaskan semua ini kepada Dian, semua
    pikiran dan energi ini sudah aku curahkan, namun tetap saja Dian belum
    memberikan respon psositif terhadapku. Aku tahu bahwa Dian itu orangnya
    keras, namun kenapa dia tidak memercayai semua penjelasanku.
     
     
     
    *"dasar cowok sialan…"*

     

    tri harso sulistiyo <thsulistiyo@gmail.com> Jul 03 01:11PM +0700 ^
     
    Terkait dengan pemberitaan yang beredar dimedia masa bahwa UI lebih murah
    dari pada UGM, ada satu pemikiran yang mengganjal dalam benak saya, ya
    mungkin hanya ketakutan yang tidak berasalasan, namun saja tetap mengganggu.
    Seperti kata sean covey dalam bukunya habit untuk remaja, bahwa kita
    membentuk "*wajah*" itu dari diri kita sendiri, bukan dari orang yang
    memberikan kita "*wajah*".
     
    Untuk kasus ini, GMU bisa dikatakan, "*kok mau dicap mahal tanpa bersedia
    memberikan penjelasan alasan2 untuk counter pemberitaan dimedia*", dengan
    demikian stigma GMU mahal akan semakin melekat ke diri GMU, atau hal itukah
    yang sebenarnya diinginkan? entah, mungkin kalau pertanyaan ini dilemparkan
    akan ada jawaban "want to know aja kamu"
    Harusnya GMU sendiri yang membentuk stigma itu, kalau memang kampus rakyat
    ya berpihak lah kepada rakyat.
     
    Jika stigma ini semakin lekat erat, maka mungkin akan banyak orang yang akan
    takut untuk menyekolahkan anaknya ke GMU. Padahal saya berpikir banyak
    sekali mutiara mutiara dari keluarga kurang mampu yang perlu diberikan
    kesempatan yang sama. nah akankah GMU menyia nyiakan mutiara seperti ini?
    Dan cenderung untuk memilih calon mahasiswa yang berani membayar berapa pun
    namun dengan kemampuan yang dipertanyakan untuk jadi mahasiswa nya?
    efeknya, mungkin akan terjadi degradasi kualitas lulusan GMU.
     
    [image: expensive_education_lousy_shirt-p2355457316767159663o8u_400.jpg]
    semoga tidak
     
    artikel terkait
     
    http://edukasi.kompas.com/read/2011/07/02/1254446/UI.Bebas.Sumbangan
     
    http://edukasi.kompas.com/read/2011/07/01/09454635/Lho.Lulus.SNMPTN.Kok.Bayarnya.Mahal.Juga
     
     
    arigato gozaimasta
    ths

     

    "destina" <destikawanti@gmail.com> Jul 03 06:19AM ^
     
    Sekedar info : menurut tim sosialisasi dr FK UGM, sekarang meski di level internasional tidak lagi menyebut GMU... Tetep UGM...
     
     
    Cmiiw
     
    Sekian dan trimakasih
    destina - biologi ' 92
     
    -----Original Message-----
    From: tri harso sulistiyo <thsulistiyo@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 3 Jul 2011 13:11:16
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] Sampai kapan GMU akan mahal
     
    Terkait dengan pemberitaan yang beredar dimedia masa bahwa UI lebih murah
    dari pada UGM, ada satu pemikiran yang mengganjal dalam benak saya, ya
    mungkin hanya ketakutan yang tidak berasalasan, namun saja tetap mengganggu.
    Seperti kata sean covey dalam bukunya habit untuk remaja, bahwa kita
    membentuk "*wajah*" itu dari diri kita sendiri, bukan dari orang yang
    memberikan kita "*wajah*".
     
    Untuk kasus ini, GMU bisa dikatakan, "*kok mau dicap mahal tanpa bersedia
    memberikan penjelasan alasan2 untuk counter pemberitaan dimedia*", dengan
    demikian stigma GMU mahal akan semakin melekat ke diri GMU, atau hal itukah
    yang sebenarnya diinginkan? entah, mungkin kalau pertanyaan ini dilemparkan
    akan ada jawaban "want to know aja kamu"
    Harusnya GMU sendiri yang membentuk stigma itu, kalau memang kampus rakyat
    ya berpihak lah kepada rakyat.
     
    Jika stigma ini semakin lekat erat, maka mungkin akan banyak orang yang akan
    takut untuk menyekolahkan anaknya ke GMU. Padahal saya berpikir banyak
    sekali mutiara mutiara dari keluarga kurang mampu yang perlu diberikan
    kesempatan yang sama. nah akankah GMU menyia nyiakan mutiara seperti ini?
    Dan cenderung untuk memilih calon mahasiswa yang berani membayar berapa pun
    namun dengan kemampuan yang dipertanyakan untuk jadi mahasiswa nya?
    efeknya, mungkin akan terjadi degradasi kualitas lulusan GMU.
     
    [image: expensive_education_lousy_shirt-p2355457316767159663o8u_400.jpg]
    semoga tidak
     
    artikel terkait
     
    http://edukasi.kompas.com/read/2011/07/02/1254446/UI.Bebas.Sumbangan
     
    http://edukasi.kompas.com/read/2011/07/01/09454635/Lho.Lulus.SNMPTN.Kok.Bayarnya.Mahal.Juga
     
     
    arigato gozaimasta
    ths
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    Nurcahya Priyonugroho <anung.pnugroho@gmail.com> Jul 03 01:35PM +0700 ^
     

    > Sekedar info : menurut tim sosialisasi dr FK UGM, sekarang meski di level
    > internasional tidak lagi menyebut GMU... Tetep UGM...
     
    *** Hehehe, nek ora nganggo basa Enggris mengko ora terdengar wah.... TU
    Delf juga tetap pakai nama itu, walau nama Enggris-nya "Delft University of
    Technology". Sorbonne, kayaknya juga sudah pakai nama "University of Paris".
    Jerman, ada Technical University of Munich yang jeneng asline "Technische
    Universität München".
     
    Jadi singkatan tetap UGM, tapi jeneng Enggris'e "Gadjah Mada University", yo
    ra salah tho?
     
    -Anung-

     

    hendarto adi <hendartoadi2@yahoo.com> Jul 02 07:58AM -0700 ^
     
    ....paling mudah, beli sebungkus mie instan, taruh di lemari selama setahun
    (suhu kamar)....tahun depannya dilihat, apakah bungkusnya mengembang atau tidak,
    lalu buka, cium baunya, masih sama atau tidak dengan bau mie instan baru....
     
     
     
    ________________________________
    From: "umigita@gmail.com" <umigita@gmail.com>
    To: alumniugm@googlegroups.com
    Sent: Sat, July 2, 2011 5:54:18 PM
    Subject: Re: [kagama] Dongeng Pangan: Kencan Donat dan Pengawet
     
    Jadi kelingan konco KKN sing seko TPHP juga ngajari ibu2 desa bikin donat.
    "wah bu,ini adonannya bantat,maka tambah telur"
    "wah bu,ini adonannya lembek,maka tambah tepung"
     
    Padahal sing ngadoni yo dekne dhewe...lucu tenan hahaha
     
    Salam,
    Umi gita
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: "ImtiyaZ" <iim_ok@yahoo.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sat, 2 Jul 2011 14:06:07
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] Dongeng Pangan: Kencan Donat dan Pengawet
     
    Suatu hari saya dapat pesan singkat dari teman KV di bbm, isinya begini:
    'All, Skrg JCO donates sudah di test kadar obat pengawetnya, ternyata seperti
    racun, prof.ed suyanto menganalisa resep pembuatan donatnya, tp ada bahan kimia
    melanium yg sangat banyak, supaya donutnya lunak dan enak dimakan (disimpan 3
    hari pun masih lunak). Zat melanium itu dapat menyebabkan kanker tulang. Klo gak
    percaya coba simpan donut tsb sampai 5 hari (seminggu), bandingkan dengan donut
    tanpa bahan pengawet. Tolong sebarkan kepada rekan-rekan semua, supaya jiwa
    masyarakat semua terselamatkan!'
     
    Kalimatnya bombastis banget ya......
    sayang sekali saat itu saya pikir itu hanya pesan bersambung biasa dan tidak
    memerlukan jawaban, jadi saya diamkan saja, kebetulan hari itu saya juga sedang
    diskusi dengan boss, berhubung senin depan dia mau review bulanan dan bawaannya
    ribet banget, susah deh diskusi ama dia, dijelasin ki gak mudheng-mudheng ampe
    berbusa-busa.......bikin bete setengah gila, jadi bad mood di jum'at yang
    menyenangkan (lah kok malah curcol, tapi emang si mami membuat saya senewen
    seharian hingga malam hari), hape gak di pegang-pegang, tp malamnya sedikit
    membaik setelah baca milis dengan thread : "sebuah surat", aseli bikin ngakak
    gilaaaaaa.
     
    Paginya dapat pesan lagi, ternyata pesan yang kmrn bukan hanya pesan bersambung
    toh, tapi butuh pencerahan.....hihihihihihihi......maaf, tapi saat itu saya juga
    belum 100% hidup, masih setengah tidur....jadi jawabnya sdkt Ngasal. Sebagai
    permohonan maaf balasan untuk pertanyaan ini saya tuntaskan dsini ya....
     
    Sebelumnya saya klarifikasi kalau apa yg saya jelaskan adalah versi kurang
    serius (maklum saya tidak bekerja di per-donat-an, jelas resep sebenarnya saya
    tidak tahu, rahasia perusahaan itu), kalau mau yg lebih serius silahkan browsing
    google.dan apa yang saya tulis dibawah ini adalah benar-benar dongeng.....:P
     
    Sebenarnya kunci keawetan donat JCO dan donat-donat lainnya misalnya Dunkin
    adalah pada faktor pengolahan dan bahan baku yang digunakan.
    Bahan umum yang digunakan untuk pembuatan donat adalah:
    Tepung terigu: dsini menggunakan tepung dengan kadar protein sedang, sebab jika
    menggunakan tepung dengan kadar protein tinggi hasilnya malah donat yang padat
    dan bantat.
    Kadar air dalam terigu juga tidak melebih 14% untuk mencegah pertumbuhan jamur,
    bakteri dan mikroorganisme lain (mulai agak berat nih bahasannya)
     
    Gula: selain berfungsi sebagai pemberi citarasa juga sebagai sumber makanan ragi
    saat proses fermentasi dan juga menambah daya tahan donat
     
    Lemak: ehm........bisa menggunakan mentega, margarin, butter, shortening, ini
    sebagai pelumas,dan juga sebagai pemberi rasa sedaaaaaaaaap, biar enak
    dimakannya (ini lah alasan kenapa makanan berlemak cenderung enak dan membuat
    org yg sedang diet penurunan berat badan jadi stress.....xixixixixixi,jadi ingat
    kata dosen ku dulu, kalori dalam 1 potong donat setara dengan 1 kg
    daging.....nah lohhhh)
     
    Susu: Bisa dalam bentuk cair atau powder, susu disini berfungsi sebagai penjaga
    pH atau bahasa kerennya Buffer (mencegah penurunan pH yang menyebabkan
    terhambatnya pertumbungan ragi pada saat proses fermentasi)
     
    Telur: disini yang digunakan adalah kuning telur. untuk mengempukkan juga.
    Industri-industri makanan sekarang lebih memilih menggunakan egg yolk powder,
    biar gak ribet penyimpanannya dan bakterinya juga telah diminimalkan dan lebih
    terkontrol.
     
    Ragi (Yeast): ragi ini berupa mikroorganisme yang melakukan fermentasi. Proses
    inilah yang menyebabkan adonan mengembang sebab dihasilkannya CO2 dan ikatan
    karbon jadi muncullah aroma khas.
    Ragi ini tidak bisa bercampur dengan pengawet karena justru akan menyebabkan
    terhambatnya pertumbuhan mikroorganisme sehingga proses pengembangan adonan
    tidak terbentuk. Nah kan?!
     
    Air: sebagai pengikat semua adonan
     
    Dan bahan-bahan lain yang biasa digunakan untuk mempercantik body si donat
    hehehehehe.....misalnya dought conditioner yg intinya utk membuat adonan semakin
    empukkkkkssss, jadi pas dimakan lebih soft. Baking powder, untuk mempercantik
    body pada saat di goreng (biar lebih mekaaar gitu), dan flavour biar aromanya
    membuat air liur menetes..tes..tes..
     
    sekarang dari proses pengolahan:
    Lingkungan kerja: para pekerja selalu menggunakan sarung tangan, penutup mulut,
    kepala dan mulut, untuk mencegah kontak langsung dengan bahan makanan dan
    kondisi ruangan juga terjaga dan tertutup. Jadi kontaminasi mikrobiologi dari
    pekerja dan lingkungan bisa di minimalisir.
     
    Setelah adonan di bentuk, kemudian di goreng, minyak yg digunakan adalah minyak
    padat (Deep Frying oil)
     
    Donut kemudian di coating dengan sugar glazing atau fondant . Fondant ini berupa
    glukosa cair yang melapisi donat sehingga meminimalisir kontak langsung antara
    donat dan udara. Kalau metode ini saya pernah coba, bayangkan popcorn bisa tahan
    selama 1 tahun (ini bukan dongeng, aseliiiii saya buat sendiri).
     
     
    Berhubung ini cuma dongeng, maka tidak berarti ini sebuah pernyataan bahwa donat
    Jco dan donat lainnya bebas pengawet, toh saya juga tidak tahu recipe aslinya,
    saya kan tidak bekerja di company itu. Saya hanya mencoba menjelaskan
    sepengetahuan saya saja. Sebagai catatan juga dengan bahan baku yang digunakan
    dan teknologi proses pengolahannya maka sebenarnya mereka tidak memerlukan
    tambahan pengawet (lah penjualannya juga cepat kan,jadi gak perlu dipertahankan
    hingga berhari-hari juga)
     
    Sekali lagi, ini cuma dongeng loch...........
     
     
    imtiyaz (iim atau tiyaz aja)
    TPHP 02
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5,
    Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5,
    Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    "laresolo@gmail.com" <laresolo@gmail.com> Jul 02 11:05PM -0700 ^
     
    Sebenarnya, hampir seluruh makanan hasil olahan industri, jarang yang
    terbebas dari bahan pengawet. Tujuannya tentu saja, agar makanan
    tersebut tidak mudah rusak, sehingga dapat dikonsumsi untuk beberapa
    waktu.
     
    Beberapa pengawet makanan seperti Benzoat (banyak untuk minuman),
    Propionat (banyak digunakan untuk roti), termasuk aman, dengan takaran
    yang sudah ditentukan. Sebuah sumber mengatakan, Benzoat, hampir 95%
    akan dibuang lewat Urine.
     
    Kalau saya pribadi, lebih konsen kepada rasa. Beberapa makanan yang
    mengandung pengawet, dilidah saya terasa pahit. Seperti roti yang
    memakai Propionat misalnya. Itu sebabnya untuk roti tawar, saya
    seringkali mencari yang tidak menggunakan obat pengawet, cuma ya harus
    cepat-cepat habis, soalnya lebih cepat berjamur dibandingkan dengan
    roti yang menggunakan obat.
     
    Salam,
     
    Bambang
     
     
     
     

     

    "ImtiyaZ" <iim_ok@yahoo.com> Jul 03 06:15AM ^
     
    Sebenarnya, hampir seluruh makanan hasil olahan industri, jarang yang
    terbebas dari bahan pengawet. Tujuannya tentu saja, agar makanan
    tersebut tidak mudah rusak, sehingga dapat dikonsumsi untuk beberapa
    waktu.
     
    Beberapa pengawet makanan seperti Benzoat (banyak untuk minuman),
    Propionat (banyak digunakan untuk roti), termasuk aman, dengan takaran
    yang sudah ditentukan. Sebuah sumber mengatakan, Benzoat, hampir 95%
    akan dibuang lewat Urine.
     
    Kalau saya pribadi, lebih konsen kepada rasa. Beberapa makanan yang
    mengandung pengawet, dilidah saya terasa pahit. Seperti roti yang
    memakai Propionat misalnya. Itu sebabnya untuk roti tawar, saya
    seringkali mencari yang tidak menggunakan obat pengawet, cuma ya harus
    cepat-cepat habis, soalnya lebih cepat berjamur dibandingkan dengan
    roti yang menggunakan obat.
     
    Salam,
     
    Bambang
    +++++++
    Benar sekali pak bambang,utk lidah sensitif memang akan sangat mudah mendeteksi adanya pengawet krn akan meninggal aftertaste pahit dan kurang soft di rasa.
    Tantangannya skrg kan penggunaan metode-metode yg dpt berfungsi meningkatkan umur simpan tanpa perlu penambahan pengawet. Misalnya dr bahan baku,teknologi pengolahannya,dan teknologi kemasan yg digunakan.
    Byk produk2 beredar memang tdk bs terhindar dari pengawet..tp biasanya adalah utk produk2 yg waktu produksi hingga di konsumsi membutuhkan waktu yg cukup lama.
     
     
    imtiyaz (iim atau tiyaz aja)
    TPHP 02

     

 Topik: Yth moderator
    Ruri Anitasari <r.anitasari@gmail.com> Jul 03 12:01PM +0700 ^
     
    Ini maksudnya setting daily digest kali, Om THS
     
    Regards,
    Ruri
     
     
    2011/7/3 tri harso sulistiyo <thsulistiyo@gmail.com>
     

     

    Nurcahya Priyonugroho <anung.pnugroho@gmail.com> Jul 03 12:23PM +0700 ^
     
    > iya, makane nek ga punya account googel kan ga isa mbuka, nah kalao ada
    > account kan isa masuk untuk nyetting diggest.
    > kalao ga ana kan isa difilter saja. :D
     
    *** Piye tho, wong njaluk'e digawe digest kok solusine malah dikon
    nggawe filter?
    Kalo mau digest kan bisa lewat email, dikirim ke alamat tertentu.
    Bisa juga moderatornya turun tangan setting dari web.
     
    Minta digest tapi disuruh pake filter itu jauh panggang dari api.
     
    -Anung-

     

    tri harso sulistiyo <thsulistiyo@gmail.com> Jul 03 12:19PM +0700 ^
     
    iya, makane nek ga punya account googel kan ga isa mbuka, nah kalao ada
    account kan isa masuk untuk nyetting diggest.
    kalao ga ana kan isa difilter saja. :D
     
     
    2011/7/3 Ruri Anitasari <r.anitasari@gmail.com>
     

     

    lestarioctavia@yahoo.com Jul 03 05:55AM ^
     
    Sudilah kiranya juragan anggrek berbagi tips merawat anggrek
    Anggrek saya blm berbunga lagi..hiks..hiks
     
     
    Regards
    Lestari
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: ekasriwardhani@kagamavirtual.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 3 Jul 2011 02:21:33
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Anggrek Pak Dhe Dino
     
    Anggrek itu perawatannya emang agak rewel deh. Tapi klo dah berbunga ahaiiii senangnya hati ini. Klo aq sih sekarang kutempel2kan di pohon baik di pohon buah tabulapot maupun pohon mangga di depan rumah (utk menjaga kelembaban katanya selain itu krn aq tdk bisa setiap saat merawatnya) dan ternyata bisa berbunga daripada waktu kuletakkan di pot. Harusnya sih klo mau anggreknya rajin berbunga ya harusnya dirawat dan diberi pupuk. Bukankah begicu ya mas Dino bakul anggrek?
     
    Salam manis,
    Eka Sri
    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    ririnzuro@yahoo.com Jul 03 04:58AM ^
     
    Maap, numpang tanya. Apa mas Ery Wijaya ini bekerja di dikti? Kalau iya sekalian saya mau nanya soal bantuan seminar internasional dr dikti...
     
    Nuwun
    Sent from my BlackBerry®
    powered by Sinyal Kuat INDOSAT
     
    -----Original Message-----
    From: Ery Wijaya <erywijaya@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 3 Jul 2011 13:40:56
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Strategi Humas UGM vs Humas UI
     
    Ya macam2 mas, ada beasiswa dari kampus yg bersangkutan langsung, ada
    beasiswa dari pihak ketiga (ADB, Schlumberger, Total, dll), ada dari
    pemerintah kita (Dikti, Beasiswa Unggulan-Dikti, Beasiswa pengurangan utang
    dengan Jerman, dll), dan ada juga yg dari pemerintah asing (Fulbright, ADS,
    DAAD, Monbusho, dll).
     
    Sekarang untuk para dosen lebih mengincar Dikti, karena memang lebih mudah
    mendapatkannya dari pada beasiswa lainnya.
     
    2011/7/3 Nurcahya Priyonugroho <anung.pnugroho@gmail.com>
     
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    Eddy Ys <eys_0401@yahoo.com> Jul 02 10:41PM +0800 ^
     
    wahhh.. kek nya agk kebalik gtu g mas?? UI kan rame d jkt, macet jg gtu...klo ugm kan bs nyetir d alun2... hxhxhx
     
    --- Pada Sab, 2/7/11, Periosepi Hanum <periosepi.hanum@kagamavirtual.com> menulis:
     
    Dari: Periosepi Hanum <periosepi.hanum@kagamavirtual.com>
    Judul: Re: [kagama] Strategi Humas UGM vs Humas UI
    Kepada: alumniugm@googlegroups.com
    Tanggal: Sabtu, 2 Juli, 2011, 1:42 PM
     
    Ada guyonan klasik tentang hal ini.....
    Lulusan UGM dan UI diterima kerja di tempat yg sama dan sama2 dpt mobil dinas....
    Apa yg mereka lakukan:
    Lulusan UGM menggunakan mobil dinasnya utk belajar mobil...sedangkan lulusan UI menggunakan mobilnya untuk jalan2 Piknik ama teman2nya he...he....
    Periosepi Hanum
    Pertanian 94
    Jakarta
    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
     
    -----Original Message-----
    From: lestarioctavia@yahoo.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sat, 2 Jul 2011 12:40:19
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Strategi Humas UGM vs Humas UI
     
    Wah..rumit ki
    Saya S1 dr UGM, S2 dr UI
    Tp aku bs nyetir dr SMA lho..#membela diri#
     
     
    Regards
    Lestari
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: "Aditya L. Ramadona" <alramadona@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sat, 2 Jul 2011 18:34:52
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Strategi Humas UGM vs Humas UI
     
    Seperti yang pernah disampaikan dalam diskusi milis KAGAMA....
     
    +++++++++++++++++++++++++++++++++
     
    Jika ada pertanyaan apakah bisa menyetir untuk lulusan UGM dan UI,
    yang keduanya sama-sama tidak bisa nyetir.
     
    Lulusan UGM akan menjawab "tidak bisa nyetir"
    Lulusan UI akan menjawab "sedang belajar nyetir"
     
    Padahal kedua-duanya sama-sama tidak bisa nyetir saat itu.
     
    +++++++++++++++++++++++++++++++++
     
    Mungkin hal yang sama dengan Humas UGM dan UI.
     
    Tinggal dampaknya untuk kasus mahasiswa baru:
    - Wali mahasiswa UGM akan sakit hati di depan karena biaya masuknya
    yang ternyata mahal.
    - Mungking wali mahasiswa UI akan sakit hati belakangan karena biaya
    kuliahnya ternyata lebih mahal dari UGM....
     
     
     
    > 2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL ,
    > 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    > +++
     
    --
    Aditya L. Ramadona
    www.alramadona.blog.ugm.ac.id
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    ririnzuro@yahoo.com Jul 03 05:16AM ^
     
    Hehehe kalo iya saya mau protes.. Kenapa sekarang cenderung dipersulit. Masak yg didanai yg dpt hibah penelitian dr dikti sajoooo.. Hiks...
     
    Tidak adiiiilll :( :(
     
    Makasih ya mas...
    Sent from my BlackBerry®
    powered by Sinyal Kuat INDOSAT
     
    -----Original Message-----
    From: Ery Wijaya <erywijaya@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 3 Jul 2011 14:12:08
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Strategi Humas UGM vs Humas UI
     
    Mbak Ririn,
     
    saya tidak bekerja di Dikti, saya hanya mahasiswa biasa :)
     
    Mbak Ririn dosen ya? kalau iya silahkan baca panduan bantaun seminar di sini
    http://dikti.kemdiknas.go.id/index.php?option=com_docman&task=cat_view&gid=188&Itemid=234
     
     
    Salam,
     
    Ery Wijaya
     
    Personal Blog: http://erywijaya.wordpress.com
     
     
    2011/7/3 <ririnzuro@yahoo.com>
     
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    Ery Wijaya <erywijaya@gmail.com> Jul 03 02:28PM +0900 ^
     
    Hehehe mungkin itu menuju ke arah perbaikan mbak, ya seperti cerita beasiswa
    Dikti untuk dosen yg sekarang kan sudah tidak boleh lagi digunakan untuk
    kuliah di Malaysia.
     
    Saya melihat ikut konferensi diluar negeri itu penting, tapi ongkosnya luar
    biasa besarnya. Bisa2 lebih besar dari pada biaya penelitian kita :)
    Bayangkan kalau biaya penelitian cuman 15 juta, nah ongkos publikasi di
    konferensi ke luar negeri (taruh misal ke Jepang) bisa sampai lebih dari 15
    juta (Tiket PP, akomodasi hotel dan uang saku). Bahkan dua tahun lalu, kawan
    saya seorang dosen PTS di Jogja dapat bantuan ikut konferensi ke Eropa
    (Finlandia), dapat bantuan hampir 50 juta rupiah. Padahal besarnya ongkos
    penelitiannya jauh dari nilai itu :) Banyak melayang kan uang APBN kita
    kalau begitu :D
     
    Jadi saya mahfum kalau Dikti membatasi. Mendingan to duitnya untuk hal2 yg
    lain yg tidak kalah penting dengan konferensi (yang kelihatannya lebih
    banyak dipakai untuk jalan2 saja hehehe).
     
    Kalau saya seh sepakat, lebih baik dan jauh lebih penting kalau dipublish di
    jurnal saja dari pada di Konferensi, kan kalau bisa publish jurnal juga bisa
    dapat insentif dari Dikti kan mbak? CMIW. Selain itu point KUM dari jurnal
    jauh lebih besar dari pada di konferensi :)
     
    Salam,
     
    Ery WIijaya
     
     
     
    2011/7/3 <ririnzuro@yahoo.com>
     
    > 2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL ,
    > 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    > +++
     
    --
    Best regards,
     
     
    Muhammad Ery Wijaya
     
    PhD Student
    Energy Economics Laboratory
    Department of Socio-Environmental Energy Science
    Graduate School of Energy Science, Kyoto University, Japan
    http://eecon.energy.kyoto-u.ac.jp/English/Engindex.htm
     
    Personal Blog: http://erywijaya.wordpress.com

     

    ririnzuro@yahoo.com Jul 03 05:44AM ^
     
    Tp kan ga adil dan merata mas...
    Bayangkan dosen A sudah dpt hibah penelitian ehhh die juga msh berhak dpt beaya bantuan ituuu.. Lah gimana kalo dibalek :D yg sudah dpt hibah penelitian, tdk akan dapat bantuan seminar internasional qiqiqiii.. Iniii baru adilll :D
     
    Iya sih kum nya lbh besar di jurnal :D tp kan internasional experience nya itu mas yg priceless.
     
    Dulu kasus saya malah ngekek. Saya dpt edaran dr kampus kalo proposal saya tdk akan didanai karna dr kampus saya ada yg belum setor laporan bantuan seminar ke dikti,, tiwas tak batalkan ke panitia conference nya, ehhh 2hari jelang conference tsb, saya dpt surat dr dikti lewat kampus kalo uang saya bs dicairkan. Glodaaak.. Jd kalang kabut, mutung dan terheran2 waktu ituuu.. Kok bisaaaa :((
     
    Huuh, beberapa bulan lalu saya hdr di sosialisasi dikti soal malaysia itu.. Dkurangi karna kwalitas nya 11-12 ma indo... Qiqiqi
     
    Kalo ke brunei dikti buka peluang ga mas?? Hehehe..
     
    #jadi curiga, mas ery ini pasti bukan Mahasiswa biasa.. Tapi mahasiswa Luarrr Biasaa qiqiiiiqi
     
    Salam
    Sent from my BlackBerry®
    powered by Sinyal Kuat INDOSAT
     
    -----Original Message-----
    From: Ery Wijaya <erywijaya@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 3 Jul 2011 14:28:41
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Strategi Humas UGM vs Humas UI
     
    Hehehe mungkin itu menuju ke arah perbaikan mbak, ya seperti cerita beasiswa
    Dikti untuk dosen yg sekarang kan sudah tidak boleh lagi digunakan untuk
    kuliah di Malaysia.
     
    Saya melihat ikut konferensi diluar negeri itu penting, tapi ongkosnya luar
    biasa besarnya. Bisa2 lebih besar dari pada biaya penelitian kita :)
    Bayangkan kalau biaya penelitian cuman 15 juta, nah ongkos publikasi di
    konferensi ke luar negeri (taruh misal ke Jepang) bisa sampai lebih dari 15
    juta (Tiket PP, akomodasi hotel dan uang saku). Bahkan dua tahun lalu, kawan
    saya seorang dosen PTS di Jogja dapat bantuan ikut konferensi ke Eropa
    (Finlandia), dapat bantuan hampir 50 juta rupiah. Padahal besarnya ongkos
    penelitiannya jauh dari nilai itu :) Banyak melayang kan uang APBN kita
    kalau begitu :D
     
    Jadi saya mahfum kalau Dikti membatasi. Mendingan to duitnya untuk hal2 yg
    lain yg tidak kalah penting dengan konferensi (yang kelihatannya lebih
    banyak dipakai untuk jalan2 saja hehehe).
     
    Kalau saya seh sepakat, lebih baik dan jauh lebih penting kalau dipublish di
    jurnal saja dari pada di Konferensi, kan kalau bisa publish jurnal juga bisa
    dapat insentif dari Dikti kan mbak? CMIW. Selain itu point KUM dari jurnal
    jauh lebih besar dari pada di konferensi :)
     
    Salam,
     
    Ery WIijaya
     
     
     
    2011/7/3 <ririnzuro@yahoo.com>
     
    > 2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL ,
    > 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    > +++
     
    --
    Best regards,
     
     
    Muhammad Ery Wijaya
     
    PhD Student
    Energy Economics Laboratory
    Department of Socio-Environmental Energy Science
    Graduate School of Energy Science, Kyoto University, Japan
    http://eecon.energy.kyoto-u.ac.jp/English/Engindex.htm
     
    Personal Blog: http://erywijaya.wordpress.com
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    sastroerni@yahoo.com Jul 02 08:57AM ^
     
    Yryerhjfryeueur
    Sent from my BlackBerry®
    powered by Sinyal Kuat INDOSAT
     
    -----Original Message-----
    From: Akhmad Khusyairi <a.khusyairi@kagamavirtual.org>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sat, 2 Jul 2011 14:52:56
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] Nanya Guest House UC UGM
     
    Mo tanya, kalo ga salah guest house UC UGM ada penginapannya ya? kalo
    anggota KAGAMA mo nginep apa ada special rate?...:D
    --
    Regards,
     
    Akhmad Khusyairi
    www.akhmadkhusyairi.wordpress.com
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    ysanst@kagamavirtual.com Jul 03 05:24AM ^
     
    Yryerhjfryeueur
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: sastroerni@yahoo.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sat, 2 Jul 2011 08:57:52
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Nanya Guest House UC UGM
     
    Yryerhjfryeueur
    Sent from my BlackBerry®
    powered by Sinyal Kuat INDOSAT
     
    -----Original Message-----
    From: Akhmad Khusyairi <a.khusyairi@kagamavirtual.org>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sat, 2 Jul 2011 14:52:56
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] Nanya Guest House UC UGM
     
    Mo tanya, kalo ga salah guest house UC UGM ada penginapannya ya? kalo
    anggota KAGAMA mo nginep apa ada special rate?...:D
    --
    Regards,
     
    Akhmad Khusyairi
    www.akhmadkhusyairi.wordpress.com
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    Nurcahya Priyonugroho <anung.pnugroho@gmail.com> Jul 03 12:16PM +0700 ^
     
    > Saya sudah bergabung dari 2 tahun lalu apakah perlu mengisi form ini? Krn
    > terus terang sy tdk ingat sdh pernah mengisi form ini atau tdk
     
    *** Hihihihi,.... wong milis ini baru mau setahun usia-nya, kok bisa
    sudah bergabung 2 tahun ya?
    Mungkin di milis lainnya, kali?
     
    -Anung-

     

    "laresolo@gmail.com" <laresolo@gmail.com> Jul 02 10:11PM -0700 ^
     
    mbak Andi,
    Di Agripark ada fasilitas yang dinamakan Agrifun. Anak-anak bisa
    belajar memerah susu, berkebun, jadi dokter hewan, dan ada juga
    outboundnya.
    Sebenarnya bisa juga sih, dibuat paket Agrifun, hanya saya mesti
    bekerja sama dengan Agricafe. Disini bisa muat hingga 100 orang. Jadi
    saya mesti pesan seat 100 orang, dan ambil salah satu menu makanan
    dari Agricafe, baru nanti minumannya dari saya.
     
    Nanti bisa saya submitkan menu makanan yang dapat dipilih. Demikian
    juga menu tehnya.
    Sementara anak-anak bisa ikutan Agrifun, orang tuanya bisa ikutan Tea
    Fun :)
     
    Di Yogja tidak ada kartu pintar. Jadi sistemnya masih manual saja.
    Kami bagian voucher dengan nilai tertentu. Kelebihan transaksi dari
    voucher tersebut tinggal ditambah, kalau kurang tidak bisa diambil
    kembaliannya.
     
    Salam,
     
    Bambang
     
     

     

    "laresolo@gmail.com" <laresolo@gmail.com> Jul 02 10:14PM -0700 ^
     
    mbak Lestari,
    Alamatnya:
     
    Raffles Food Life,
    Lantai 2 Yogja Bogor Junction,
    Jl. Jend. Sudirman Bogor (arah air mancur, sebelah Bogor Permai).
     
     
    Salam,
     
    Bambang
     
     

     

 Topik: Kenalan
    hendarto adi <hendartoadi2@yahoo.com> Jul 02 10:08PM -0700 ^
     
    .....mau tanya.....Jawa Pos yang beredar di Jeddah itu cetakan di mana?
     
    sol,
     
    hendi
     
    ________________________________
    From: "upik_wahyu@yahoo.com" <upik_wahyu@yahoo.com>
    To: alumniugm@googlegroups.com
    Sent: Sun, July 3, 2011 4:58:42 AM
    Subject: Re: [kagama] Kenalan
     
    Saya cewek mbak dan mas.he he.wah boleh.kita kumpul2..kapan mbak dan mas?saya
    nderek kemawon.he he
    Sent from BlackBerry® on 3
     
    -----Original Message-----
    From: dicky.iswandaru@gmail.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sat, 2 Jul 2011 21:08:12
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Kenalan
     
    Mas ato mbak Upik,
    Sy jg di sby, pengin ngisi berita di jawa pos ttg wisata perhutani...kapan2
    ketemuan ya...
     
    Salam
    Dicky fkt 88
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: "destina" <destikawanti@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sat, 2 Jul 2011 22:12:23
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Kenalan
     
    Halo... Mas upik .. Eh mas opo mbak to... Wah dek migi kok tidak
    merekomendasikan diriku bahwa aku ada disurabaya....
     
    Silakan kalo mau nraktir saya ... Jawa pos deket sama kantorku.. Jangan malu2
    untuk ngundang ...
     
    Dan setauku ada banyak "aktivis" jawapos yang alumni Kagama termasuk sekarang
    yang jadi direktur di Jatim expo.. Malah nawarin tempatnya kalo mo bikin event
    cukup bayar uang listriknya
     
     
     
    Salam
    destina - biologi ' 92
     
    -----Original Message-----
    From: umigita@gmail.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sat, 2 Jul 2011 02:08:30
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Kenalan
     
    Upiiik...how's life?
    Senangnya kamu disini.
    Selamat bergabung ^^
     
    Teman2,upik ini sahabat saya.dulu dia adalah aktivis persma Balairung yang
    menakjubkan.selain itu,dia adalah Kormanit KKN Gorontalo yg berhasil berhubungan
    dng fadel muhammad.
     
    Sekarang,aktif sebagai wartawan jawa pos di surabaya.
     
    Salam,
    Umi gita
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: upik_wahyu@yahoo.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Fri, 1 Jul 2011 17:18:17
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Kenalan
     
    Salam kenal
     
    Saya upik anak antropologi.lulus 2008.saya temannya umi gita.smoga bs saling
    bersilaturahmi dan berbagi info tentang kagama.apakah ada alumni ugm yg
    disurabaya?
    Sent from BlackBerry® on 3
     
    -----Original Message-----
    From: ariefprihantoro@kagamavirtual.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Fri, 1 Jul 2011 15:52:12
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Kenalan
     
    Kalau minta bimbingan mending ke Primagama aja.
     
     
    Salam,
     
    Arief Prihantoro
     
    -----Original Message-----
    From: ceo_omahijo@yahoo.co.id
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Fri, 1 Jul 2011 15:32:42
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] Kenalan
     
    Salam kenal...
     
    Saya Fahdi Faaz. Lulus dari kampus UGM th 2009. Wktu kuliah belajar wajibnya
    arsitektur. Sekarang sedang menggali tambang peruntungan di kutai kartanegara,
    kalimantan timur.
     
     
    Mohon bimbingannya...
     
    :)
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5,
    Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5,
    Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5,
    Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5,
    Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5,
    Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5,
    Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5,
    Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    tri harso sulistiyo <thsulistiyo@gmail.com> Jul 03 12:12PM +0700 ^
     
    Gita san,
     
    sepertinya masalah ini nanti akan menjadi kearah seorang yg Generalis dan
    seorang yang spesialis :D
    [image:
    01-mechanical_engineer_assume_i_am_never_wrong_tshirt-mechanical-engineering-funny-quotes-t-shir1.jpg]
     
    kenapa? dalam suatu perusahaan pastilah sering kali dilakukan rolling
    posisi, misalnya dari seorang pembuat bakso di rolling menjadi pembuat mie
    atau pun kemudian di rolling dibagian pengemasan. ini kan nanti akan menjadi
    seorang generalis dan inilah yang banyak dibutuhkan. satu orang bisa semua
    dan bisa menghemat gaji untuk menghire yg lain.
     
    nah, apakah right man right position ini berlaku lagi? soalnya hal seperti
    ini banyak terjadi, dimana banyak ialah...ahihihi
     
    saya sendiri bercita cita menjadi seorang facility engineer, entah itu pas
    atau tidak saya belum tahu. namun untuk menuju kesana saya harus tahu banyak
    dan banyak tahu tidak hanya secara mekanikal saja, namun sampai ke
    instrumentasi, piping, HSE dll.
     
    nah, padahal background saya sendiri seorang mekanikal kok juga harus
    memperlajari instrumentasi.
     
    [image: 02MechanicalEngineerTshirtquotesloganpunchline_thumb.jpg]
     
    2011/6/30 umi gita <umigita@gmail.com>
     

     

--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
Loading...