Grup: http://groups.google.com/group/alumniUGM/topics
- [makanan]: Apakah Anda penggemar tempe? [4 Pemutakhiran]
- 21 ebook gratis, MAU ? [1 Pemutakhiran]
- [blog]: Kuliner online di atas jalan sutra? [3 Pemutakhiran]
- salam kenal [4 Pemutakhiran]
- [Daoed Joesoef]: Moralitas di Zaman Edan [2 Pemutakhiran]
- (Film): 'The Deathly Hallows: Part 2': Akhir 10 Tahun Perjalanan Harry Potter [5 Pemutakhiran]
- [reportase]: KAGAMA FunBike Ancol 17 Juli 2011 [1 Pemutakhiran]
- Buku, buku dan buku [1 Pemutakhiran]
- Kagama Funbike [4 Pemutakhiran]
- Ruri Anitasari <r.anitasari@gmail.com> Jul 18 02:12PM +0700 ^
Hee???
leres mekaten tho Mas Mbah TPH?
kulo kinten tempenipun tetep dados, teras dipun goreng tapi mboten ngantos
kering :D
just like what mbak Wikipedia said http://id.wikipedia.org/wiki/Mendoan
Thanks
Regards,
Ruri
2011/7/18 Ir R J Taruno Poedjohardjo <tarunopeha@yahoo.com>
- Nurcahya Priyonugroho <anung.pnugroho@gmail.com> Jul 18 02:23PM +0700 ^
Pada 18 Juli 2011 12:12, Ir R J Taruno Poedjohardjo
> mendoan itu tempe yg belum jadi
> mendoan dulu baru tempe,jangan kebalik.tph
*** Di daerah Eyang saya di Purbalingga, mendoan itu tempe tipis lebar
yang digoreng lemes pake "selimut" tepung
SOL
-Anung-
- weedee <wasiswidi@gmail.com> Jul 18 02:51AM -0700 ^
makananku sejak kecil je....
makanan favorit keluarga .... mau digoreng tepung, digoreng biasa,
diorek atau dibacem tetep enak
yang nggak terlalu suka kalo dijadiin sambel tumpang ato tempenya agak
semangit...
lebih joss lagi klo tempenya pake bungkus daun pisang ..:D
klo mendoan, yg penting anget dan tepungnya bnyk....
-salam
- weedee <wasiswidi@gmail.com> Jul 18 02:58AM -0700 ^
Betul mas, tempe mendoan memang beda sama tempe biasa,
di tempat eyange mas anung, tempe tipis itu ya tempe mendoan yg
dibilang sama mbah TPH,
bedaken rasanya sama tempe biasa yang digoreng tepung ...
-salam
On Jul 18, 2:23 pm, Nurcahya Priyonugroho <anung.pnugr...@gmail.com>
wrote:
Topik: 21 ebook gratis, MAU ?
- Guno Tri Tjahjoko <guno@digitaleadership.biz> Jul 18 04:34PM +0700 ^
Mau 21 ebook gratis tentang politik, ekonomi, manajeman dan studi budaya ?
klik www.digitaleadership.biz
always connected in your heart
guno tri tjahjoko
- Sulastama Raharja <rsulastama@gmail.com> Jul 18 03:48PM +0700 ^
Sore-sore, iseng meng-google dengan keyword kuliner ..... untuk mengecek
blogku yang sudah lama tidak diupdate dengan tulisan, cuman nambah2 foto
ndak sempat nulis.
Ternyata dengan memasukkan keyword kuliner, blogku,
http://kuliner-online.com ada di halaman 3, tidak terlalu jelek sih untuk
blog amatiran, dan surprised-nya, posisi blogku di atas web-nya jalan sutra.
So mari kita berbagi dengan nge-blog.....!
[image: kuliner-online vs jalansutra.jpg]
kalau detikfood ada di halaman 4 :D ....
tomo TGL' 93
~ KagamaVirtual is here, there, everywhere, anywhere ... For everyone" :) ..
http://kagamavirtual.com/ ~
- Irvan Kristanto <irvankristanto@gmail.com> Jul 18 03:53PM +0700 ^
Mantap dab....
Jalansutra.or.id memang manurung he he, banyak yang berbisnis sendiri di
sana?
punya blog.. tapi kog kosong mulu, he he
salam kuliner...
irvan
syawalan ne piye?
2011/7/18 Sulastama Raharja <rsulastama@gmail.com>
- Sulastama Raharja <rsulastama@gmail.com> Jul 18 04:22PM +0700 ^
:),
kalau dibandingkan lagi di grups pisbuk, kira2 hasilnya begini,
[image: jalansutragrups.jpg]
dibandingkan dengan wisata kuliner online,
[image: wiskulon.jpg]
ternyata di dunia perpisbukan, wiskulon masih unggul telak dibandingkan
dengan JS .....
Yang performance-nya mirip dengan wiskulon adalah komunitas bangomanianya
Wak radityo Djajoeri.... (dulu aku yang mionta dia bikin grups pisbuk
instead of milis bangomania).
Ayo kita rame2 bikin blog sesuai hobby masing2.... ,sedikit tulisan kita
akan menambaha kahzanah kekayaan dunia virtual :)
2011/7/18 Irvan Kristanto <irvankristanto@gmail.com>
--
tomo TGL' 93
~ KagamaVirtual is here, there, everywhere, anywhere ... For everyone" :) ..
http://kagamavirtual.com/ ~
Topik: salam kenal
- "Suzie; icus" <suzie_icus@yahoo.com> Jul 18 12:43AM -0700 ^
Halo semuanya,
Perkenankan untuk bergabung dan memperkenalkan diri di milis ini:
Nama : Susi Sukaesih
Fakultas/Jurusan : Ekonomi/Ilmu Ekonomi angkatan 2003
Pekerjaan : Akuntan & English Tutor
Domisili : Perumahan Harapan Baru 1, Bekasi Barat
Email: suzie_icus@yahoo.com
Nice to see you all :)
Regards,
Susi
- ysanst@kagamavirtual.com Jul 18 07:48AM ^
Salam kenal juga
Yassir
Iwak-02
Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message-----
From: "Suzie; icus" <suzie_icus@yahoo.com>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Mon, 18 Jul 2011 00:43:24
To: <alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: [kagama] salam kenal
Halo semuanya,
Perkenankan untuk bergabung dan memperkenalkan diri di milis ini:
Nama : Susi Sukaesih
Fakultas/Jurusan : Ekonomi/Ilmu Ekonomi angkatan 2003
Pekerjaan : Akuntan & English Tutor
Domisili : Perumahan Harapan Baru 1, Bekasi Barat
Email: suzie_icus@yahoo.com
Nice to see you all :)
Regards,
Susi
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
- Akhmad Khusyairi <a.khusyairi@kagamavirtual.org> Jul 18 03:02PM +0700 ^
salam kenal juga mbak...
2011/7/18 <ysanst@kagamavirtual.com>
--
Regards,
Akhmad Khusyairi
www.akhmadkhusyairi.wordpress.com
- ada_adiable@yahoo.com.au Jul 18 07:51AM ^
Salam KAGAMA
Powered by Telkomsel BlackBerry®
- Sulastama Raharja <rsulastama@gmail.com> Jul 18 02:41PM +0700 ^
Moralitas di Zaman Edan
*Daoed Joesoef*
Tingkah laku politisi yang saling menuduh dan mencerca, sikap para birokrat
yang acuh tak acuh, ulah para pebisnis yang serba asosial dan
antilingkungan, serta kebijakan pemerintah yang tidak merakyat dan
membingungkan menunjukkan betapa tanggung jawab moral memudar. Padahal, ia
perlu tampil justru untuk memupus edan-edanan reformasi.
Memudarnya tanggung jawab moral tersebut menimbulkan suatu situasi ganda
yang memprihatinkan. Di satu pihak, warga individual jadi kian stres dan
beringas karena merasa diabaikan nasibnya begitu saja. Dia jadi cepat naik
pitam, gampang mengamuk ke siapa saja dan merusak apa saja, serta tidak mau
tahu tentang akibat destruktif perbuatannya. Di lain pihak, unsur-unsur
pembentuk pola pikir masyarakat yang berpembawaan divergen semakin menekan
unsur yang cenderung konvergen sehingga ia menjadi tidak berdaya. Hal ini
memprihatinkan karena—dalam keadaan normal—konvergensi pola pikir masyarakat
justru berfungsi mengimbangi karakter individual destruktif warganya.
Memudarnya tanggung jawab moral karena pelaku dan sasaran perlakuan
cenderung anonim. Pelaku terdiri dari politikus, birokrat, penguasa/pejabat,
dan pebisnis. Sasaran perlakuan adalah penanggung akibat tindakan para
pelaku. Anonimitas ini merupakan anomali dari modernisasi cara pengelompokan
manusia. Dampaknya diperparah oleh keedanan reformasi yang memanfaatkan
anonimitas manusia modern tadi.
Cara pengelompokan modern di bidang apa pun disebut organisasi. Perkembangan
organisasi yang semakin melembaga mudah dimanfaatkan oleh para pelaku
menjadi pelindung. Kelembagaan tersebut dijadikan alasan logis oleh mereka
untuk membebaskan diri dari tanggung jawab moral pribadi atas pelaksanaan
kerjanya. Di situ mereka hanya menjalankan peran tertentu. Jadi yang
bertanggung jawab adalah peran, bukan pemeran.
Transformasi edan-edanan memperparah keadaan dengan menganggap peran/jabatan
tertentu sebagai punya hak prerogatif yang pantang digugat. Maka, kekeliruan
apa pun menjadi suatu kesalahan prosedur, bukan merupakan tanggung jawab
pribadi sang politikus, pebisnis, pejabat/penguasa yang melakukannya.
Berarti, kesalahan prosedur tidak lagi ditanggapi sebagai suatu kesalahan
moral yang menuntut tanggung jawab pribadi dari pelaksana peran, sang
pelaku.
*Kian serba kabur*
Kekaburan tanggung jawab moral pelaku semakin dipertegas oleh penalaran
diktum manajemen organisasi modern, yaitu spesialisasi yang sejauh mungkin
demi kesangkilan dan kemangkusan kerja. Diferensiasi tugas memang
memperbesar tanggung jawab seseorang atas kinerjanya. Namun, karena satu
penugasan diselesaikan oleh begitu banyak orang dalam mata rantai kerja dan
rangkaian jenjang kerja yang aneka ragam, menjadi kabur lokus tanggung jawab
penuh yang menetapkan siapa penanggung jawab yang sebenarnya atas hasil
akhir dari sesuatu tugas pekerjaan.
Kekaburan menjadi semakin sulit diatasi dalam usaha melacak penanggung jawab
yang sebenarnya tadi apabila tidak ada kontrol yang lugas dalam pelaksanaan
kerja karena dominasi kebiasaan ewuh pakewuh dalam pergaulan/kedinasan.
Jadi, dalam kondisi kerja di mana orang dengan mudah melempar tanggung jawab
kepada pihak lain, timbullah satu situasi—menurut pengamat proses
modernisasi Zygmunt Bauman—di mana ada "dosa tanpa pendosa, kejahatan tanpa
penjahat, kesalahan tanpa pembuat salah. Tanggung jawab atas hasil final
suatu tindakan jadi mengambang".
Anonimitas tidak hanya menyelimuti pelaku, tetapi melekat pula pada sasaran
pelaku tindakan. Sasaran menjadi semakin tidak jelas berhubung jangkauan
tindakan menjadi semakin luas, baik dalam term waktu ataupun ruang, yang
berarti pula mencakup semakin banyak orang atau kelompok. Politikus hanya
tahu di ujung sana dari tindakannya ada sekelompok pemilih yang dinamakan
konstituen. Ujung sana dari kegiatan pebisnis adalah konsumen; dari
"pengabdian" pejabat/birokrat adalah masyarakat; dan dari kebijakan
pemerintah/penguasa adalah massa yang disebut rakyat.
Mungkin para pelaku tersebut tahu sasaran mereka terdiri dari pemuda,
mahasiswa, buruh, petani, nelayan, intelektual, ulama, dan ibu rumah tangga,
tetapi pasti tidak mengenal persis siapa mereka sebenarnya satu per satu.
Paling banter mereka pernah bertatap muka sejenak ketika sedang berkampanye
politik, sewaktu promosi penjualan, dalam kesempatan perayaan hari besar
nasional, atau dalam rangka kunjungan kerja resmi.
Anonimitas kelompok sasaran dipertegas oleh kenyataan bahwa dampak dari
tindakan pelaku baru diketahui jauh di kemudian hari. Tampang sasaran sudah
begitu kabur sehingga tidak berdaya menggugah keharusan moral untuk
bertanggung jawab. Bertanggung jawab kepada siapa dan tindakan pribadi yang
mana? Pihak yang seharusnya merupakan sasaran tanggung jawab pelaku sudah
begitu anonim di tengah-tengah massa yang disebut hanya dalam term "jumlah"
hasil hitungan sensus penduduk atau dalam term "rata-rata" angka statistik.
Anomali modernitas sebenarnya sudah diantisipasi oleh Charles Fourirer,
seorang pebisnis sosialis pada akhir abad XVIII, yang salah satu ucapannya
sering dikutip oleh Bung Hatta dalam menjelaskan nilai perkoperasian. Hal
serupa dilakukan pula oleh Andre Malraux, seorang pejuang idealis pada awal
abad XX. Untuk mengatasi anomali itu, melalui ucapan dan perbuatan, mereka
telah membayangkan adanya suatu humanisme baru.
*Tanggung jawab moral*
Manusia modern selaku apa pun dan di mana pun diingatkan supaya tetap
bertanggung jawab moral atas perbuatannya terhadap sesama manusia. Adalah
wajar jika setiap orang berusaha berperan dalam kehidupan bersama. Namun,
peran bukan berarti mematikan tanggung jawab. Ia harus ditanggapi sebagai
peluang bagi manusia untuk bertanggung jawab atas nasib pihak lain:
orang-orang yang dengan dia bukan sekeluarga, sesuku, sedaerah, seagama,
separtai, atau dari ras yang sama.
Jadi, kepedulian moralnya terhadap pihak lain karena ia berupa manusia yang
sama sekali memang lain dengan dia. Inilah yang ketika itu disebut
"humanisme baru" yang kini cenderung dinamakan "humanisme universal" .
Humanisme tersebut kelihatannya diabaikan begitu saja oleh keedanan para
pelaku reformasi. Padahal Pancasila yang selalu mereka jadikan hiasan ucapan
di depan publik telah mengingatkan supaya kita, Indonesian citizens, menjadi
manusia bertuhan serta sekaligus adil dan beradab. Beradab karena kita
berani "keluar" dari ego sendiri serta bertuhan karena keluar demi
"melayani/mengasihi pihak yang betul-betul lain dengan kita".
Hamenangi jaman edan....!
*Daoed Joesoef Alumnus Universite Pluridisciplinaires Pantheon-Sorbonne*
http://cetak.kompas.com/read/2011/07/18/02065597/Moralitas.di.Zaman.Edan
--
tomo TGL' 93
~ KagamaVirtual is here, there, everywhere, anywhere ... For everyone" :) ..
http://kagamavirtual.com/ ~
- eviyan@ptpjb.com Jul 18 08:07AM ^
Tanggung jawab moral artinya ada pihak yg disuruh menanggung kerusakan moral (pihak yg kena imbas negative) ada pihak yg cukup menjawab moral masih baik (pihak yg terimbas positive), ada yg berfungsi sbg pelengkap penderita, ada juga pelengkap penyerta, ... Maksudnya ikut serta menikmati kondisi yg ada, .... Hhe he he he he !!
Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message-----
From: Sulastama Raharja <rsulastama@gmail.com>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Mon, 18 Jul 2011 14:41:57
To: alumniUGM<alumniUGM@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: [kagama] [Daoed Joesoef]: Moralitas di Zaman Edan
Moralitas di Zaman Edan
*Daoed Joesoef*
Tingkah laku politisi yang saling menuduh dan mencerca, sikap para birokrat
yang acuh tak acuh, ulah para pebisnis yang serba asosial dan
antilingkungan, serta kebijakan pemerintah yang tidak merakyat dan
membingungkan menunjukkan betapa tanggung jawab moral memudar. Padahal, ia
perlu tampil justru untuk memupus edan-edanan reformasi.
Memudarnya tanggung jawab moral tersebut menimbulkan suatu situasi ganda
yang memprihatinkan. Di satu pihak, warga individual jadi kian stres dan
beringas karena merasa diabaikan nasibnya begitu saja. Dia jadi cepat naik
pitam, gampang mengamuk ke siapa saja dan merusak apa saja, serta tidak mau
tahu tentang akibat destruktif perbuatannya. Di lain pihak, unsur-unsur
pembentuk pola pikir masyarakat yang berpembawaan divergen semakin menekan
unsur yang cenderung konvergen sehingga ia menjadi tidak berdaya. Hal ini
memprihatinkan karena—dalam keadaan normal—konvergensi pola pikir masyarakat
justru berfungsi mengimbangi karakter individual destruktif warganya.
Memudarnya tanggung jawab moral karena pelaku dan sasaran perlakuan
cenderung anonim. Pelaku terdiri dari politikus, birokrat, penguasa/pejabat,
dan pebisnis. Sasaran perlakuan adalah penanggung akibat tindakan para
pelaku. Anonimitas ini merupakan anomali dari modernisasi cara pengelompokan
manusia. Dampaknya diperparah oleh keedanan reformasi yang memanfaatkan
anonimitas manusia modern tadi.
Cara pengelompokan modern di bidang apa pun disebut organisasi. Perkembangan
organisasi yang semakin melembaga mudah dimanfaatkan oleh para pelaku
menjadi pelindung. Kelembagaan tersebut dijadikan alasan logis oleh mereka
untuk membebaskan diri dari tanggung jawab moral pribadi atas pelaksanaan
kerjanya. Di situ mereka hanya menjalankan peran tertentu. Jadi yang
bertanggung jawab adalah peran, bukan pemeran.
Transformasi edan-edanan memperparah keadaan dengan menganggap peran/jabatan
tertentu sebagai punya hak prerogatif yang pantang digugat. Maka, kekeliruan
apa pun menjadi suatu kesalahan prosedur, bukan merupakan tanggung jawab
pribadi sang politikus, pebisnis, pejabat/penguasa yang melakukannya.
Berarti, kesalahan prosedur tidak lagi ditanggapi sebagai suatu kesalahan
moral yang menuntut tanggung jawab pribadi dari pelaksana peran, sang
pelaku.
*Kian serba kabur*
Kekaburan tanggung jawab moral pelaku semakin dipertegas oleh penalaran
diktum manajemen organisasi modern, yaitu spesialisasi yang sejauh mungkin
demi kesangkilan dan kemangkusan kerja. Diferensiasi tugas memang
memperbesar tanggung jawab seseorang atas kinerjanya. Namun, karena satu
penugasan diselesaikan oleh begitu banyak orang dalam mata rantai kerja dan
rangkaian jenjang kerja yang aneka ragam, menjadi kabur lokus tanggung jawab
penuh yang menetapkan siapa penanggung jawab yang sebenarnya atas hasil
akhir dari sesuatu tugas pekerjaan.
Kekaburan menjadi semakin sulit diatasi dalam usaha melacak penanggung jawab
yang sebenarnya tadi apabila tidak ada kontrol yang lugas dalam pelaksanaan
kerja karena dominasi kebiasaan ewuh pakewuh dalam pergaulan/kedinasan.
Jadi, dalam kondisi kerja di mana orang dengan mudah melempar tanggung jawab
kepada pihak lain, timbullah satu situasi—menurut pengamat proses
modernisasi Zygmunt Bauman—di mana ada "dosa tanpa pendosa, kejahatan tanpa
penjahat, kesalahan tanpa pembuat salah. Tanggung jawab atas hasil final
suatu tindakan jadi mengambang".
Anonimitas tidak hanya menyelimuti pelaku, tetapi melekat pula pada sasaran
pelaku tindakan. Sasaran menjadi semakin tidak jelas berhubung jangkauan
tindakan menjadi semakin luas, baik dalam term waktu ataupun ruang, yang
berarti pula mencakup semakin banyak orang atau kelompok. Politikus hanya
tahu di ujung sana dari tindakannya ada sekelompok pemilih yang dinamakan
konstituen. Ujung sana dari kegiatan pebisnis adalah konsumen; dari
"pengabdian" pejabat/birokrat adalah masyarakat; dan dari kebijakan
pemerintah/penguasa adalah massa yang disebut rakyat.
Mungkin para pelaku tersebut tahu sasaran mereka terdiri dari pemuda,
mahasiswa, buruh, petani, nelayan, intelektual, ulama, dan ibu rumah tangga,
tetapi pasti tidak mengenal persis siapa mereka sebenarnya satu per satu.
Paling banter mereka pernah bertatap muka sejenak ketika sedang berkampanye
politik, sewaktu promosi penjualan, dalam kesempatan perayaan hari besar
nasional, atau dalam rangka kunjungan kerja resmi.
Anonimitas kelompok sasaran dipertegas oleh kenyataan bahwa dampak dari
tindakan pelaku baru diketahui jauh di kemudian hari. Tampang sasaran sudah
begitu kabur sehingga tidak berdaya menggugah keharusan moral untuk
bertanggung jawab. Bertanggung jawab kepada siapa dan tindakan pribadi yang
mana? Pihak yang seharusnya merupakan sasaran tanggung jawab pelaku sudah
begitu anonim di tengah-tengah massa yang disebut hanya dalam term "jumlah"
hasil hitungan sensus penduduk atau dalam term "rata-rata" angka statistik.
Anomali modernitas sebenarnya sudah diantisipasi oleh Charles Fourirer,
seorang pebisnis sosialis pada akhir abad XVIII, yang salah satu ucapannya
sering dikutip oleh Bung Hatta dalam menjelaskan nilai perkoperasian. Hal
serupa dilakukan pula oleh Andre Malraux, seorang pejuang idealis pada awal
abad XX. Untuk mengatasi anomali itu, melalui ucapan dan perbuatan, mereka
telah membayangkan adanya suatu humanisme baru.
*Tanggung jawab moral*
Manusia modern selaku apa pun dan di mana pun diingatkan supaya tetap
bertanggung jawab moral atas perbuatannya terhadap sesama manusia. Adalah
wajar jika setiap orang berusaha berperan dalam kehidupan bersama. Namun,
peran bukan berarti mematikan tanggung jawab. Ia harus ditanggapi sebagai
peluang bagi manusia untuk bertanggung jawab atas nasib pihak lain:
orang-orang yang dengan dia bukan sekeluarga, sesuku, sedaerah, seagama,
separtai, atau dari ras yang sama.
Jadi, kepedulian moralnya terhadap pihak lain karena ia berupa manusia yang
sama sekali memang lain dengan dia. Inilah yang ketika itu disebut
"humanisme baru" yang kini cenderung dinamakan "humanisme universal" .
Humanisme tersebut kelihatannya diabaikan begitu saja oleh keedanan para
pelaku reformasi. Padahal Pancasila yang selalu mereka jadikan hiasan ucapan
di depan publik telah mengingatkan supaya kita, Indonesian citizens, menjadi
manusia bertuhan serta sekaligus adil dan beradab. Beradab karena kita
berani "keluar" dari ego sendiri serta bertuhan karena keluar demi
"melayani/mengasihi pihak yang betul-betul lain dengan kita".
Hamenangi jaman edan....!
*Daoed Joesoef Alumnus Universite Pluridisciplinaires Pantheon-Sorbonne*
http://cetak.kompas.com/read/2011/07/18/02065597/Moralitas.di.Zaman.Edan
--
tomo TGL' 93
~ KagamaVirtual is here, there, everywhere, anywhere ... For everyone" :) ..
http://kagamavirtual.com/ ~
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
- Ruri Anitasari <r.anitasari@gmail.com> Jul 18 02:14PM +0700 ^
ahahahaha...saia juga boikot nonton di bioskop dengan alasan yang sama, Mas
Irvan
harpot ma transformer masih koming su'un d 21cineplex
sekarang malah hunting film" yang jadi TOP 250 -nya imdb.com
Thanks
Regards,
Ruri
2011/7/18 Irvan Kristanto <irvankristanto@gmail.com>
- retno_ch22@yahoo.com Jul 18 07:20AM ^
Menunggu harry potter, wajib ditonton
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
-----Original Message-----
From: Ruri Anitasari <r.anitasari@gmail.com>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Mon, 18 Jul 2011 14:14:29
To: <alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: Re: [kagama] (Film): 'The Deathly Hallows: Part 2': Akhir 10 Tahun
Perjalanan Harry Potter
ahahahaha...saia juga boikot nonton di bioskop dengan alasan yang sama, Mas
Irvan
harpot ma transformer masih koming su'un d 21cineplex
sekarang malah hunting film" yang jadi TOP 250 -nya imdb.com
Thanks
Regards,
Ruri
2011/7/18 Irvan Kristanto <irvankristanto@gmail.com>
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
- Irvan Kristanto <irvankristanto@gmail.com> Jul 18 02:34PM +0700 ^
Mbak Ruri...
Banyak fileng lain yang miss juga: Fast Five, The Pirates of Carribean...
tapi Harpot ini bener bener bikin sedih... karena gak pernah luput dari yang
pertama, nonton dengan anak lanang, yang benar2 suka sama Harpot (punya
CD/DVD) sering diputar ulang....Gak terasa ya.. sudah 11 tahun bersama
Harpot...
Mudah2an jangan terlalu lama si koming ini segera datang tanpa su'un
irvan
2011/7/18 Ruri Anitasari <r.anitasari@gmail.com>
- Ruri Anitasari <r.anitasari@gmail.com> Jul 18 02:38PM +0700 ^
1 lagi yang sangat ingin saya tonton,
Kungfu Panda 2, ihik ihik ihik..kan liwat juga..
Semoga pas Harpot diputer, semua studio di semua bioskop nyetel itu,
pocongnya istirahat dolo
aamiinn
Omong" tentang Harpot
Regards,
Ruri
2011/7/18 Irvan Kristanto <irvankristanto@gmail.com>
- Ruri Anitasari <r.anitasari@gmail.com> Jul 18 02:39PM +0700 ^
halah..malah ke send
Omong" tentang Harpot, saya paling suka actingnya Ron Weasley
lucu soale :D
Thanks
Regards,
Ruri
2011/7/18 Ruri Anitasari <r.anitasari@gmail.com>
- Sulastama Raharja <rsulastama@gmail.com> Jul 18 02:25PM +0700 ^
KAGAMA FunBike Ancol 17 Juli 2011
Eko Sutrisno HP
Pulang dari Pekanbaru, aku langsung menyiapkan diri untuk ikut acara KAGAMA
Funbike 17 Juli 2011 di Ancol. Pasti suasana akan meriah dan penuh
kekerabatan. Sudah lebih banyak teman alumni yang kukenal dan mereka juga
sudah lebih banyak yang mengenalkau dibanding tahun-tahun lalu.
Beberapa kali mengadakan kopdar membuat pertemanan alumni UGM ini menjadi
semakin erat. Bahkan ada yang menganggap terlalu erat, maskudnya euforia
pertemanan ini membuat jalur komunikasi melalui milis meledak-ledak,
membanjiri semua pemilik kotak surat yang berlangganan milis kagama.
Beberapa teman mengeluhkan kondisi ini dan beberapa yang lain mencoba
melakukan seting pada fltering imil masuk ataupun pengelolaan yang lebih
optimal pada kotak penyimpanan imil yang masuk.
Kopdar ini seperti kopdar yang diadakan oleh Kagama Jabodetabek, selalu
sederhana undangannya namun begitu cepat merebak kemana-mana. Inilah
kecanggihan "C" Generation. Semua orang terkoneksi dengan begitu erat,
"Connecting People" itulah ciri dari "C" Generation.
Pagi tadi aku sempat membuat plan A dan plan B untuk menghadapi acara
funbike ini. Plan A aku bawa sepeda dan plan B aku tidak bawa sepeda.
Ternyata plan A tidak berjalan lancar. karena taxi yang dipesan istriku ke
bandara tidak juga datang padahal waktu boarding tinggal sejam lagi. Akupun
belum mandi baru bangun tidur dan masih bermalas-malasan.
Saat diputuskan harus mengantar istri, maka akupun mandi kucing dan
mengantar istri ke airport. Selepas subuh di Hotel Sheraton, aku langsung
meluncur dari airport ke Ancol. Parkir mobil dan langkahkan kaki mengukur
jalan sepanjang pantai Ancol yang bisa kujejaki.
Sambil jalan kaki aku nyari sarapan dan mencari persewaan sepeda yang
biasanya rame. Ternyata pagi ini penjaga sewaan sepeda sedang entah kemana,
sehingga aku akhirnya hanya bisa jalan kaki menuju ke tempat teman-teman
berkumpul untuk bersepeda keliling Ancol.
Kecepatan mereka tentu tidak bisa kutandingi, jadi aku akhirnya memilih
mendengarkan musik LIVE di Pantai Festival sambil mengambil gambar mereka.
Ada yang sudah gak kuat naik sepeda lagi (mungkin kakinya masih kuat, tapi
pantatnya berkata lain).
[image: Kagama Funbike
Ancol]<http://kagamavirtual.files.wordpress.com/2011/07/funbike-ancol-2.jpg>
Kagama
Funbike Ancol
[image: Menikmati Kagama Funbike
Ancol]<http://kagamavirtual.files.wordpress.com/2011/07/funbike-ancol-25.jpg>
Menikmati
Kagama Funbike Ancol
[image: Seli laris di ajang KAGAMA Funbike
Ancol]<http://kagamavirtual.files.wordpress.com/2011/07/funbike-ancol-22.jpg>
Seli
laris di ajang KAGAMA Funbike Ancol
Yang sepuh, yang anak kecil dan yang bayi juga ikut meramaikan acara Kagama
Funbike Ancol 2011 ini. Inilah semangat guyub Rukun Agawe Sentosa yang perlu
kita pupuk terus agar makin berkembang dengan baik dan subur.
[image: KAGAMA Funbike Ancol : Tak Kenal
USIA]<http://kagamavirtual.files.wordpress.com/2011/07/funbike-ancol-23.jpg>
KAGAMA
Funbike Ancol : Tak Kenal USIA
http://kagamavirtual.com/2011/07/17/kagama-funbike-ancol-17-juli-2011/#more-685
--
tomo TGL' 93
~ KagamaVirtual is here, there, everywhere, anywhere ... For everyone" :) ..
http://kagamavirtual.com/ ~
Topik: Buku, buku dan buku
- eviyan@ptpjb.com Jul 18 07:14AM ^
Susah mencari yg objective, ... Lbh mudah mencari yg Subjective, ... Manusiawi kok, ... Kalau diuntungkan bilang baik, bila dirugikan, ngomong tidak ada baiknya, ... Hhe he he he, .... Buku sejarah tinggal direvisi saja, sesuai kemauan yg "berkuasa", ... Gitu adja kok repot !!
Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message-----
From: Irvan Kristanto <irvankristanto@gmail.com>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Mon, 18 Jul 2011 13:41:52
To: <alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: Re: [kagama] Buku, buku dan buku
Kalau rejim yang sekarang... apakah sejarah akan mencatat adanya periode
baiknya?...
IMHO... bagi saya... tidak ada yang baik yaaa?... apakah saya terlalu
subyektif?
irvan
2011/7/18 Nurcahya Priyonugroho <anung.pnugroho@gmail.com>
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
Topik: Kagama Funbike
- andirahmah91@yahoo.com Jul 17 09:05AM ^
Iya..Mas...dari 6 orang yang saya sapa..cuma 1 yg Kagama. Jadinya..gak bersemangat. Satu2nya anggota kagama yg kukenal cuma Mas Mustain, TS'89. Itu pun gak lama sdh ngilang..karena sibuk dgn anak masing-masing ;)
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
-----Original Message-----
From: indarto.purwoko@yahoo.com
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Sun, 17 Jul 2011 07:50:44
To: <alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: Re: [kagama] Kagama Funbike
Sewaktu datang tadi pagi jam 6.00 ke ancol dah semangat nieh...ketemu bapak 2 pake sepeda dan seragam funbike ku sapa deh dan berjabat tangan erat sambil memperkenalkan diri ...pak fakultas apa....
Dia jawab sy bukan alumni UGM....(nyengir saya...he he).
Ketemu lagi Mas-mas lagi ngeluarin sepeda lipat yg pake seragam funbike ...sama ku sapa juga dan memperkenalkan diri....he he dia jawab bukan alumni UGM (nyengir yang kedua saya....) mana nieh yg alumni UGM
kok ngak ada.....
Untung masih ketemu Panetia seperti Mbak Ririe, Mbak Titien, yg ku kenal saat pendafataran sebagai KAGAMA dan juga sempet ngobrol dg Mbak Yundrie dan mbak Niken. Mbak andi bisa ngelihat dr kejauhan saat di depan pangung dan Mas Eko juga ngak ketemu fisik.....
Indarto
http://indartosolution.blogspot.com
www.globalhygienestore.com
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
- indarto.purwoko@yahoo.com Jul 17 08:11AM ^
Hahahahaha.... Terlalu pede...
Lain kali pake spanduk Mas In...
Tulisannya... Yg uGM di mohon ngacung.....
++++++
Iyaa pak Dhe Sis.... laa tak pikir yg datang tu bakalan banyak alumni UGM nya jebulnya tidak jee....
But... seneng sih dah bisa go wes rame2....lain kali mungkin bisa tambah banyak lagi alumni UGM nya.....
Indarto
http://indartosolution.blogspot.com
www.globalhygienestore.com
- andirahmah91@yahoo.com Jul 17 09:09AM ^
O ya, tadi diumumkan kalau bulan Desember yad akan ada rencana fun bike 5000 Kagama ers. di Yogya.. Aku sih cuma mesem2 aja.. Bakalan gak bisa ikutan soalnya :-)
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
- yundrie@kagamavirtual.org Jul 17 08:17AM ^
Iya mgkn deketan Mbak.
Sy duduknya kesana kemari. Kadang2 ikutan duduk d dkt pengurus2 Kagama itu, tp lbh sering duduk sama anak2 dan tmn2 kantor di bagian sebelah kiri deretan pengurus tsb.
-----Original Message-----
From: andirahmah91@yahoo.com
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Sun, 17 Jul 2011 08:52:44
To: <alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: Re: [kagama] Kagama Funbike
Kita dekat2 duduknya kayaknya ya Mbak. Aku baru ngeh pas Mbak Yundri di minta ambil door prize. Soalnya aku pas di belakang Mas Budi duduknya.
Tapi, karena anakku yg satu tidur..dan yg satunya minta dipangku..ya sdh. ..gak sanggup teriak2.. :). Abis ke depan..itu trus aku gak liat Mbak Yundri lagi.
Salam,
Andi Rahmah
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
-----Original Message-----
From: yundrie@kagamavirtual.org
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Sun, 17 Jul 2011 07:12:17
To: Milis Kagama<alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: Re: [kagama] Kagama Funbike
Saya ketemu dan sempet ngobrol sama Mas Indarto sambil nggowes...
YE
-----Original Message-----
From: andirahmah91@yahoo.com
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Sun, 17 Jul 2011 07:20:30
To: <alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: Re: [kagama] Kagama Funbike
Saya ikutan Mas, ajak suami dan anak2..duduknya pas depan panggung di belakang Mas Budi yg punya hajatan.
Jam 6 pagi sdh nyampe TKP. Nggak ada orang yg dikenal di sana.
Sama Mas Indarto juga gak ketemu :(
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
-----Original Message-----
From: "eko eshape cimart" <ub.cimart@gmail.com>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Sun, 17 Jul 2011 06:16:25
To: Alumni UGM Milis<alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: [kagama] Kagama Funbike
Salam.
Siapa saja yang ikut acara Kagama Funbike ya?
Aku gak banyak ketemu teman2 KV di ajang real ini.
http://kagamavirtual.com/2011/07/17/kagama-funbike-ancol-17-juli-2011/
Salam sehati
eko eshape cimart
Sent from my CimartBerry®
http://ekoshp.com
http://miesehati.com
http://eshape.wordpress.com
YM:yogya1212
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++