Grup: http://groups.google.com/group/alumniUGM/topics
- Mungkin ini bukti lagi kalo HUMAS ITB lebih baik dariUGM atw ITS [2 Pemutakhiran]
- Suhaimi mengubah nasib dengan budidaya patin di bekas kebun karet [2 Pemutakhiran]
- Apakah Pemerintah Terjerat Subsidi BBM? [2 Pemutakhiran]
- sebuah kaos [1 Pemutakhiran]
- Mengurusi Partai atau Negara? [1 Pemutakhiran]
- Prinsip Pemerintah soal Transformasi BJP [1 Pemutakhiran]
- Banyak Minum Air Putih Berbahaya bagi Kesehatan? [3 Pemutakhiran]
- APA YANG ANDA PIKIRKAN? [1 Pemutakhiran]
- Ambtenaren Yang Penuh Pengabdian (catatan ringan seorang advokat) [1 Pemutakhiran]
- Dampak PILEG contreng orang? [1 Pemutakhiran]
- Perlukah Indonesia mengontrol twitter? [6 Pemutakhiran]
- Pertemuan Wirausaha di Bali [1 Pemutakhiran]
- Happy Ulang Tahun, Mbak Arum [1 Pemutakhiran]
- Kontrak tidak ketemu di PSSI, Riedl yang dipecat? [1 Pemutakhiran]
- Eksperimen Keren Nenek Jerman - Sukses 15 Tahun JalaniHidup Tanpa Sepeserpun Uang [1 Pemutakhiran]
- vriovia@kagamavirtual.com Jul 14 01:37PM ^
Wah, gak menang kali mas
valdi riovia
BRI Pandeglang/FKT 96
-----Original Message-----
From: Nurcahya Priyonugroho <anung.pnugroho@gmail.com>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Wed, 13 Jul 2011 21:05:56
To: <alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: Re: [kagama] Mungkin ini bukti lagi kalo HUMAS ITB lebih baik dari
UGM atw ITS
Kayaknya UI juga ngirim, Nakoela dan Sadewa... kok tidak terdengar
beritanya, ya?
-Anung-
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
- sudarsono martoyo <smartoyo168@gmail.com> Jul 15 07:36AM +0700 ^
Kita kan punya Kagamavirtual. Kalau UGM keteteran, Kagamvirtual
hendakanya membantu publikasi.
Saya ada usul:
- Setiap kita punya blog.
- Kagamavirtual punya rencana publikasi.
- Kagama virtual menayangkan satu artikel untuk setiap topik dari
rencana publikasi.
- Kita Blog menulis di blog masing-masing artikel sesuai dengan
rencana publikasi dari Kagamvirtual.
- Setiap artikel setidaknya membuat satu link, merefer ke
Kagamavirtual, pada topik yang sama, dan dapat ditambah dengan link ke
artikel yang sama dari blog kawan yang lebih dulu terbit.
Dengan demikian artikel utama (di Kagamavirtual) akan memiliki
PageRank tinggi, sehingga dapat menempati posisi atas hasil pencarian
google.
Teknisnya Moderator/Pengelola Kagamavirtual pasti sudah ahli.
Pada tanggal 14/07/11, vriovia@kagamavirtual.com
--
Sudarsono<br>
+6281514115168<br>
+6283870712658<br>
Facebook http://facebook.com/darsonosimbah<br>
Twitter http://twitter.com/darsono_simbah<br><p>
- rsulastama@gmail.com Jul 14 10:55PM ^
Patin, Bukan Nostalgia di Tanah Leluhur
Oleh Syahnan Rangkuti
Keputusannya mundur sebagai pegawai honorer peneliti pada Badan Pengembangan Teknologi Perikanan Riau, membawa perubahan luar biasa buat dirinya dan lingkungannya. Daerah perbukitan yang tak memiliki sumber air mengalir itu menjadi pemasok ikan patin terbesar di Riau. Dalam tempo tak sampai 10 tahun, produksinya menjelajah ke seluruh Pulau Sumatera. Lebih dari 80 persen warga di Desa Kotomasjid, Kecamatan XIII Kotokampar, Kabupaten Kampar, Riau, menggantungkan hidupnya pada ikan berkumis ("catfish") itu.
Suhaimi seakan menjadi merek dagang patin di Riau. Rumahnya nyaris tak pernah sepi tamu. Ada yang ingin belajar budidaya patin, anggota DPRD yang mau studi banding, pegawai industri perikanan yang menawarkan produk, hingga instansi pendanaan yang menawarkan pinjaman. Tamunya dari Sumatera Barat, Sumatera Utara, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara.
Keberhasilannya membudidayakan patin tecermin dari rumahnya yang mentereng. Di garasi ada mobil yang dibelinya dua tahun lalu seharga lebih dari Rp 200 juta. Dari kolamnya seluas tujuh hektar, dalam sebulan dipanen sekitar 30 ton ikan patin yang dijual Rp 16.000 per kilogram (kg). Tak lama lagi, di belakang rumahnya ada pembenihan ikan di bangunan berukuran 15 x 30 meter, dengan produksi sekitar 1,5 juta ekor bibit ikan sebulan.
Tahun 1989 sebagian daerah di Kecamatan XIII Kotokampar dijadikan lokasi transmigrasi lokal. Wilayah perbukitan yang sulit air itu menjadi pusat relokasi warga Desa Pulau Gadang Lama yang ditenggelamkan untuk pembuatan Waduk Kotopanjang, satu-satunya pembangkit listrik tenaga air di Riau.
Masyarakat yang semula menggantungkan hidup sebagai penangkap ikan di Sungai Kampar, relokasi ke perbukitan dirasakan menyiksa. Mereka terbiasa mencari ikan di Sungai Kampar dengan mudah, cukup menebar bubu (perangkap), jaring, memancing, atau menjala.
Di tempat baru, ikan menjadi barang langka. Kerinduan akan ikan membuat beberapa warga yang semula berprofesi nelayan, nekat membuat kolam yang mengandalkan hujan. Maklum, nyaris tak ada sumber air mengalir di desa itu.
Meski sulit air, struktur tanah di tempat baru itu cocok untuk kolam. Dengan tekstur liat berpasir, kolam yang terisi air tak mudah meresap ke tanah.
Keistimewaan itu mulanya tak bermanfaat. Petani yang mencoba menanam ikan mas dan ikan jelawat, hasilnya kurang maksimal. Kala itu kolam lebih berfungsi sebagai proyek nostalgia tanah leluhur.
Tahun 1998 atau setelah sembilan tahun lokasi transmigrasi berdiri, tiga penyuluh dan peneliti, pegawai honorer Badan Pengembangan Teknologi Perikanan (BPTP) Riau, yakni Suhaimi, Walternis, dan Mahyuni ditugaskan mengembangkan budidaya ikan patin di desa itu. Suhaimi, putra asli daerah Kampar, bertugas di Blok A, dua temannya di blok B dan C. Tugas mereka memperkenalkan teknik pembenihan, pembesaran ikan, dan pembuatan pakan sendiri.
Tak banyak petani tertarik program itu. Hanya lima orang yang mau membudidayakan patin di kolamnya. Ketika program itu berhasil, makin banyak petani yang membuka kolam patin.
Kehidupan Suhaimi pun berubah. Pada 2001, dia menyunting gadis desa, Nani Widyawati, menjadi istrinya. Setelah menikah, pilihannya dua, menunggu panggilan menjadi pegawai negeri di Pekanbaru atau bertahan di Desa Kotomasjid. Dia memilih bertahan.
Ia membuat usaha pembenihan ikan di belakang rumah mertuanya. Tujuannya, melanjutkan upaya mengembangkan patin. Ia juga membuka usaha pembuatan pelet, makanan ikan berharga murah. Bila pelet pabrikan seharga Rp 7.800 per kg, pelet buatannya Rp 3.000 per kg.
Perkebunan karet
Perikanan di Kotomasjid semakin berkembang tatkala air tanah ternyata mudah didapat. Bahkan di beberapa lokasi ada sumber air artesis. Usaha Suhaimi semakin maju ketika PT Telkom mencari mitra binaan di Desa Kotomasjid pada 2004.
Mulanya, ia mendapat pinjaman Rp 10 juta dengan bunga enam persen. Tahun 2007, dengan uang tabungan, dia membeli areal perkebunan karet di ujung desa seluas 3,6 hektar. Nilainya terbilang kecil, sekitar Rp 3 juta per hektar. Kini harga lahan di Kotomasjid mencapai Rp 100 juta per hektar. Itu pun nyaris tak ada yang menjual.
Ia mengubah kebun karet menjadi areal kolam. Namun, ia kesulitan mencari sumber air. Dengan sistem tadah hujan, hanya sedikit areal kolam yang diairi.
Semula ia mau mengalirkan air dari jarak yang cukup jauh. Untuk membangun sistem pengaliran itu dianggarkan Rp 26 juta.
Namun, seorang tukang pompa air tanah meyakinkan Suhaimi, di tanahnya ada sumber air. Ternyata di tanah itu memancar air setelah dibor sedalam 40 meter. Artesis itu mengairi 11 kolam di areal dua hektar, sampai kini. "Ini semua kuasa Tuhan," katanya.
Usahanya yang berkembang membuat lembaga keuangan lain melirik. Badan Usaha Milik Daerah Riau, PT Permodalan Ekonomi Rakyat (PER), menyambanginya. Untuk kali pertama ia diberi pinjaman Rp 100 juta.
Uang itu dibelikannya lahan kebun karet lagi seluas lima hektar, untuk kolam patin. Hanya dalam empat bulan, PT PER menggandakan pinjamannya menjadi Rp 200 juta. Dua bulan kemudian ditambah Rp 65 juta. Utang itu lunas dalam tiga tahun tanpa tunggakan. PT PER lalu meminjami Suhaimi lagi Rp 1,2 miliar.
Dari kolamnya seluas tujuh hektar, ia memproduksi 20 ton-30 ton ikan patin per bulan. Dengan harga ikan patin Rp 16.000 per kg, omzetnya Rp 320 juta-Rp 480 juta. Produksi benihnya sekitar 500.000 per bulan. Dengan harga Rp 170 per ekor, omzet benih ikannya Rp 85 juta per bulan.
Berapa keuntungannya per bulan? "Lumayan, yang jelas saya tak terlambat mencicil utang Rp 60 juta sebulan," ujarnya.
Ia tak takut produksi ikannya tak laku di pasar. Berapa pun panen ikan petani di desanya, habis diserap pasar. Apalagi dalam beberapa bulan ini, petani tak hanya memanen ikan berukuran 8 ons-1 kg per ekor. Berkembangnya usaha pengawetan ikan dengan teknologi pengasapan di desa tetangga yang disebut salai patin pun laris. Dalam sehari, sedikitnya empat ton ikan patin kecil dijadikan salai.
"Saya yakin ikan kami diterima pasar. Saya yakin, semakin tinggi pendidikan masyarakat, akan makin tinggi kesejahteraan hidupnya. Orang pintar pasti makan ikan," katanya.
Suhaimi juga mau menimba ilmu ke Pulau Jawa untuk mengembangkan produk hilir, berupa nugget, bakso, kerupuk, dan aneka industri perikanan lainnya. Pencapaian itu membuat dia meraih anugerah Adibhakti Mina Bahari dari Kementerian Perikanan dan Kelautan, sebagai satu-satunya Pembudidaya Teladan Nasional, Desember 2010.
http://m.kompas.com/cetak/cread/2011/07/15/03375140/patin-bukan-nostalgia-di-tanah-leluhur
Powered by salakpondohmania®
- tbuanawati@gmail.com Jul 15 12:31AM ^
Manisnya keuletan Dan usaha yang tdk berhenti.
Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message-----
From: rsulastama@gmail.com
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Thu, 14 Jul 2011 22:55:29
To: alumniUGM<alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: [kagama] Suhaimi mengubah nasib dengan budidaya patin di bekas kebun karet
Patin, Bukan Nostalgia di Tanah Leluhur
Oleh Syahnan Rangkuti
Keputusannya mundur sebagai pegawai honorer peneliti pada Badan Pengembangan Teknologi Perikanan Riau, membawa perubahan luar biasa buat dirinya dan lingkungannya. Daerah perbukitan yang tak memiliki sumber air mengalir itu menjadi pemasok ikan patin terbesar di Riau. Dalam tempo tak sampai 10 tahun, produksinya menjelajah ke seluruh Pulau Sumatera. Lebih dari 80 persen warga di Desa Kotomasjid, Kecamatan XIII Kotokampar, Kabupaten Kampar, Riau, menggantungkan hidupnya pada ikan berkumis ("catfish") itu.
Suhaimi seakan menjadi merek dagang patin di Riau. Rumahnya nyaris tak pernah sepi tamu. Ada yang ingin belajar budidaya patin, anggota DPRD yang mau studi banding, pegawai industri perikanan yang menawarkan produk, hingga instansi pendanaan yang menawarkan pinjaman. Tamunya dari Sumatera Barat, Sumatera Utara, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara.
Keberhasilannya membudidayakan patin tecermin dari rumahnya yang mentereng. Di garasi ada mobil yang dibelinya dua tahun lalu seharga lebih dari Rp 200 juta. Dari kolamnya seluas tujuh hektar, dalam sebulan dipanen sekitar 30 ton ikan patin yang dijual Rp 16.000 per kilogram (kg). Tak lama lagi, di belakang rumahnya ada pembenihan ikan di bangunan berukuran 15 x 30 meter, dengan produksi sekitar 1,5 juta ekor bibit ikan sebulan.
Tahun 1989 sebagian daerah di Kecamatan XIII Kotokampar dijadikan lokasi transmigrasi lokal. Wilayah perbukitan yang sulit air itu menjadi pusat relokasi warga Desa Pulau Gadang Lama yang ditenggelamkan untuk pembuatan Waduk Kotopanjang, satu-satunya pembangkit listrik tenaga air di Riau.
Masyarakat yang semula menggantungkan hidup sebagai penangkap ikan di Sungai Kampar, relokasi ke perbukitan dirasakan menyiksa. Mereka terbiasa mencari ikan di Sungai Kampar dengan mudah, cukup menebar bubu (perangkap), jaring, memancing, atau menjala.
Di tempat baru, ikan menjadi barang langka. Kerinduan akan ikan membuat beberapa warga yang semula berprofesi nelayan, nekat membuat kolam yang mengandalkan hujan. Maklum, nyaris tak ada sumber air mengalir di desa itu.
Meski sulit air, struktur tanah di tempat baru itu cocok untuk kolam. Dengan tekstur liat berpasir, kolam yang terisi air tak mudah meresap ke tanah.
Keistimewaan itu mulanya tak bermanfaat. Petani yang mencoba menanam ikan mas dan ikan jelawat, hasilnya kurang maksimal. Kala itu kolam lebih berfungsi sebagai proyek nostalgia tanah leluhur.
Tahun 1998 atau setelah sembilan tahun lokasi transmigrasi berdiri, tiga penyuluh dan peneliti, pegawai honorer Badan Pengembangan Teknologi Perikanan (BPTP) Riau, yakni Suhaimi, Walternis, dan Mahyuni ditugaskan mengembangkan budidaya ikan patin di desa itu. Suhaimi, putra asli daerah Kampar, bertugas di Blok A, dua temannya di blok B dan C. Tugas mereka memperkenalkan teknik pembenihan, pembesaran ikan, dan pembuatan pakan sendiri.
Tak banyak petani tertarik program itu. Hanya lima orang yang mau membudidayakan patin di kolamnya. Ketika program itu berhasil, makin banyak petani yang membuka kolam patin.
Kehidupan Suhaimi pun berubah. Pada 2001, dia menyunting gadis desa, Nani Widyawati, menjadi istrinya. Setelah menikah, pilihannya dua, menunggu panggilan menjadi pegawai negeri di Pekanbaru atau bertahan di Desa Kotomasjid. Dia memilih bertahan.
Ia membuat usaha pembenihan ikan di belakang rumah mertuanya. Tujuannya, melanjutkan upaya mengembangkan patin. Ia juga membuka usaha pembuatan pelet, makanan ikan berharga murah. Bila pelet pabrikan seharga Rp 7.800 per kg, pelet buatannya Rp 3.000 per kg.
Perkebunan karet
Perikanan di Kotomasjid semakin berkembang tatkala air tanah ternyata mudah didapat. Bahkan di beberapa lokasi ada sumber air artesis. Usaha Suhaimi semakin maju ketika PT Telkom mencari mitra binaan di Desa Kotomasjid pada 2004.
Mulanya, ia mendapat pinjaman Rp 10 juta dengan bunga enam persen. Tahun 2007, dengan uang tabungan, dia membeli areal perkebunan karet di ujung desa seluas 3,6 hektar. Nilainya terbilang kecil, sekitar Rp 3 juta per hektar. Kini harga lahan di Kotomasjid mencapai Rp 100 juta per hektar. Itu pun nyaris tak ada yang menjual.
Ia mengubah kebun karet menjadi areal kolam. Namun, ia kesulitan mencari sumber air. Dengan sistem tadah hujan, hanya sedikit areal kolam yang diairi.
Semula ia mau mengalirkan air dari jarak yang cukup jauh. Untuk membangun sistem pengaliran itu dianggarkan Rp 26 juta.
Namun, seorang tukang pompa air tanah meyakinkan Suhaimi, di tanahnya ada sumber air. Ternyata di tanah itu memancar air setelah dibor sedalam 40 meter. Artesis itu mengairi 11 kolam di areal dua hektar, sampai kini. "Ini semua kuasa Tuhan," katanya.
Usahanya yang berkembang membuat lembaga keuangan lain melirik. Badan Usaha Milik Daerah Riau, PT Permodalan Ekonomi Rakyat (PER), menyambanginya. Untuk kali pertama ia diberi pinjaman Rp 100 juta.
Uang itu dibelikannya lahan kebun karet lagi seluas lima hektar, untuk kolam patin. Hanya dalam empat bulan, PT PER menggandakan pinjamannya menjadi Rp 200 juta. Dua bulan kemudian ditambah Rp 65 juta. Utang itu lunas dalam tiga tahun tanpa tunggakan. PT PER lalu meminjami Suhaimi lagi Rp 1,2 miliar.
Dari kolamnya seluas tujuh hektar, ia memproduksi 20 ton-30 ton ikan patin per bulan. Dengan harga ikan patin Rp 16.000 per kg, omzetnya Rp 320 juta-Rp 480 juta. Produksi benihnya sekitar 500.000 per bulan. Dengan harga Rp 170 per ekor, omzet benih ikannya Rp 85 juta per bulan.
Berapa keuntungannya per bulan? "Lumayan, yang jelas saya tak terlambat mencicil utang Rp 60 juta sebulan," ujarnya.
Ia tak takut produksi ikannya tak laku di pasar. Berapa pun panen ikan petani di desanya, habis diserap pasar. Apalagi dalam beberapa bulan ini, petani tak hanya memanen ikan berukuran 8 ons-1 kg per ekor. Berkembangnya usaha pengawetan ikan dengan teknologi pengasapan di desa tetangga yang disebut salai patin pun laris. Dalam sehari, sedikitnya empat ton ikan patin kecil dijadikan salai.
"Saya yakin ikan kami diterima pasar. Saya yakin, semakin tinggi pendidikan masyarakat, akan makin tinggi kesejahteraan hidupnya. Orang pintar pasti makan ikan," katanya.
Suhaimi juga mau menimba ilmu ke Pulau Jawa untuk mengembangkan produk hilir, berupa nugget, bakso, kerupuk, dan aneka industri perikanan lainnya. Pencapaian itu membuat dia meraih anugerah Adibhakti Mina Bahari dari Kementerian Perikanan dan Kelautan, sebagai satu-satunya Pembudidaya Teladan Nasional, Desember 2010.
http://m.kompas.com/cetak/cread/2011/07/15/03375140/patin-bukan-nostalgia-di-tanah-leluhur
Powered by salakpondohmania®
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
- rsulastama@gmail.com Jul 14 11:30PM ^
Terjerat Subsidi
Pemerintah menghitung, lonjakan volume konsumsi bahan bakar minyak bersubsidi terburuk tahun 2011 adalah 40,49 juta kiloliter, naik 1,8 juta kiloliter dari pagu awal 38,6 juta kiloliter. Dengan lonjakan konsumsi itu, subsidi BBM tahun ini diproyeksikan menembus Rp 117 triliun atau bertambah sekitar Rp 22 triliun dari pagu awal.
Tambahan subsidi oleh pemerintah menunjukkan adanya aspek politis. Sampai kini, pemerintah masih dilematis, apakah menaikkan harga BBM bersubsidi atau menerapkan pengaturan bahan bakar untuk memotong biaya subsidi. Pemerintah berdalih, menaikkan harga akan memicu inflasi dan menurunkan daya beli masyarakat.
Selama ini, subsidi bagi BBM jenis premium (oktan 88) dan minyak solar diberikan pemerintah untuk menjaga keterjangkauan harga energi bagi kalangan berpendapatan rendah. Seiring tingginya harga minyak dunia dan naiknya permintaan BBM, beban subsidi yang ditanggung pemerintah kian berat.
Padahal, data Survei Sosial Ekonomi Nasional (2009) dan Bank Dunia (2011) menunjukkan, setengah golongan berpenghasilan tertinggi mengonsumsi 84 persen BBM bersubsidi. Sebaliknya, sepersepuluh warga termiskin hanya mengonsumsi kurang dari 1 persen total bensin subsidi. Jadi, manfaat subsidi energi pada pembangunan ekonomi perlu dipertanyakan.
Nyata terlihat justru ada peningkatan beban anggaran pemerintah, mendorong konsumsi berlebihan, dan menghambat diversifikasi energi. Jika mempertahankan subsidi, pemerintah harus mencari tambahan utang atau memotong pengeluaran untuk program lain, termasuk pembangunan infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan.
Perbedaan harga antara BBM subsidi dan nonsubsidi mendorong konsumen beralih dari BBM nonsubsidi pertamax (oktan 92) ke premium. Pada semester I-2011, konsumsi premium bersubsidi 7,8 persen lebih tinggi dari kuota dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2011. Konsumsi solar 10 persen lebih tinggi dari kuota.
Perbedaan harga antara BBM subsidi dan nonsubsidi juga memicu maraknya praktik ilegal seperti penyelundupan atau pengalihan BBM kepada pihak yang semestinya. Menurut Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas, 10-15 persen BBM bersubsidi yang didistribusikan dijual ilegal pada industri.
Meski demikian, menurut Direktur Eksekutif Institute For Essential Services Reform, Fabby Tumiwa, dalam sebuah diskusi, pemerintah belum punya strategi yang jelas untuk mengendalikan konsumsi dan mengatasi penyalahgunaan BBM bersubsidi. Pemerintah mesti mempertimbangkan reformasi subsidi energi agar tidak terus "tersandera" beban subsidi.
Reformasi itu berupa strategi untuk mengurangi subsidi dalam jangka panjang dengan meminimalkan dampak negatif terhadap masyarakat, khususnya rakyat miskin. Hal itu butuh kebijakan pendukung masa peralihan, antara lain kebijakan paket bantuan yang dirancang dan ditargetkan secara hati-hati, pencabutan subsidi secara bertahap, dan pengawasan ketat.
Upaya menekan subsidi bisa dilakukan dengan menaikkan harga BBM bersubsidi disertai peningkatan aksi sosial serta bantuan tunai dengan syarat keluarga penerima menjalankan kegiatan terkait kesehatan dan pendidikan anak. Dalam jangka pendek, pemerintah dapat menerapkan kebijakan harga BBM bersubsidi yang berfluktuasi sesuai pergerakan harga minyak.
Pengalihan pemakaian BBM bersubsidi ke bahan bakar gas juga harus mulai dipersiapkan, diikuti peningkatan pemanfaatan energi baru dan terbarukan. Hal itu memungkinkan pemerintah mengalokasikan dana dari subsidi BBM kepada mereka yang lebih membutuhkan. (EVY RACHMAWATI)
http://m.kompas.com/cetak/cread/2011/07/15/04054280/terjerat-subsidi
Powered by salakpondohmania®
- sudarsono martoyo <smartoyo168@gmail.com> Jul 15 07:18AM +0700 ^
Apakah pemerintah terjerat subsidi BBM?
Menurut saya tidak. Kalau tujuannya untuk rakyat dengan tingkat
ekonomi paling rendah, tentu subsidinya bukan BBM, tapi bentuk lain,
misalnya pendidikan dan kesehatan.
--
Sudarsono<br>
+6281514115168<br>
+6283870712658<br>
Facebook http://facebook.com/darsonosimbah<br>
Twitter http://twitter.com/darsono_simbah<br><p>
Topik: sebuah kaos
- tri harso sulistiyo <thsulistiyo@gmail.com> Jul 15 06:54AM +0700 ^
...sebuah kaos...
Pada awalnya mungkin banyak yang meragukan kenapa milis alumni membuat kaos,
apakah tidak ada yang lebih penting lagi selain dari pada membuat kaos?
Ya karena mereka tidak tahu, kenapa juga membuat sebuah kaos.
Karena hal kecil ini merupakan sebuah cara sederhana untuk bisa menunjukkan
atau membuat eksistensi sebuah komunitas, apalagi ini komunitas gadjah mada
yang sangat luar biasa besarnya. Nah kaos tadi dipergunakan untuk branding
komunitas ini ke dunia luar. Mungkin terdengar sepele, namun dengan adanya
suatu identitas dari komunitas ini maka eksistensi kita akan terlihat nyata
di dunia nyata.
banyak dari kita tidak menyadari betapa penting nya sebuah personal
branding. Dan mereka banyak jg yg bilang tdk perlu personal branding ini
(liat telkom, dll)
Nanti saya akan berusaha untuk menulis sikit ilmu yang saya peroleh dari mas
Silih Agung Wasesa mengenai pentingnya personal branding dari acara KLC
semalam di MM UGM.
-ths-
- rsulastama@gmail.com Jul 14 10:49PM ^
Mengurusi Partai atau Negara?
Oleh Amzulian Rifai
Presiden seharusnya lebih fokus pada masalah bangsa," kata Pramono Anung, Wakil Ketua DPR (Kompas, 14/7), terkait tangkisan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terhadap serangan kepada Partai Demokrat.
Persoalan paling serius jika ada kaitan antara pejabat publik dan partai politik (parpol) soal adanya konflik kepentingan antara posisi sebagai pejabat publik dan pejabat partai. Seorang pejabat publik akan selalu tersandera oleh kepentingan-kepentingan partai dengan berbagai dinamikanya.
Eksisnya partai politik di Indonesia yang profesional merupakan kepentingan kita semua. Kualitas partai sangat menentukan tampilan kehidupan berdemokrasi suatu negara. Karena itu, partai merupakan pilar sangat penting untuk diperkuat derajat pelembagaannya dalam setiap sistem politik yang demokratis.
Disandera partai
Namun, fungsi ideal parpol sulit tercapai di Indonesia. Salah satu alasannya, sejumlah pejabat di negara kita, termasuk Presiden, juga memiliki peran sentral dalam suatu parpol. Di antara pejabat publik itu, ada yang menjabat sebagai menteri, kepala daerah, atau posisi lain yang rentan terjadi konflik kepentingan. Konflik itu terjadi karena partai juga menjadi tempat berlindung untuk berbagai agenda pribadi yang sering kali tak terdeteksi secara dini.
Itu sebabnya ada juga yang memandang bahwa parpol sebenarnya semata-mata untuk kendaraan politik bagi sekelompok elite yang berkuasa. Malah ada yang berpaham ekstrem, parpol lebih berfungsi sebagai alat bagi segelintir orang yang kebetulan beruntung mendapatkan suara rakyat yang mudah dikelabui untuk memaksakan berlakunya kebijakan-kebijakan publik tertentu. Persoalan-persoalan internal partai sering kali juga melibatkan masyarakat banyak karena kaburnya posisi sebagai fungsionaris parpol dengan jabatan publik yang melekat secara bersamaan.
Apa yang terjadi pada Presiden Yudhoyono sekarang secara nyata disandera kepentingan partai dikarenakan status beliau sebagai ketua dewan pembina. Kita sulit memahami bagaimana mungkin mereka yang berada di lingkar dalam kepresidenan tidak memberikan masukan yang pas serta risiko yang mungkin timbul apabila seorang kepala negara dan kepala pemerintahan tampil di hadapan publik dan menjadi "juru bicara" suatu parpol.
Presiden Yudhoyono adalah milik publik yang seharusnya bertindak untuk dan atas nama rakyat Indonesia, bukan atas nama suatu partai. Jangan heran jika kemudian reaksi publik sangat keras. Bahkan, meminjam ungkapan Soegeng Sarjadi (Kompas, 14/7), Presiden ikut terserang virus Guillain-Barre syndrome yang ganas, yang digelontorkan oleh Nazaruddin.
Presiden sebetulnya juga punya banyak prestasi. Upaya penegakan hukum yang lebih gencar telah ditunjukkan dalam berbagai area. Apresiasi diberikan, bahkan oleh masyarakat internasional, terhadap semakin berwibawanya hukum di Indonesia.
Memang masih jauh dari kata sempurna. Namun, publik juga menyaksikan bagaimana semakin sempitnya ruang gerak mereka yang memiliki niat melakukan korupsi. Jika tolok ukurnya jumlah dan jabatan mereka yang ditahan karena kasus korupsi, sepertinya sulit menandingi kinerja pemerintahan Yudhoyono. Namun, prestasi ini justru tersandera atau malah tergerus kelakuan heboh mereka yang kebetulan sedang dalam posisi sebagai kader Partai Demokrat, tempat Presiden Yudhoyono sebagai Ketua Dewan Pembina.
Tinggalkan partai
Jika dihadapkan antara sistem presidensial dan sistem parlementer, perbedaan paling utama adalah hubungan kepala pemerintahan dengan parpol. Dalam sistem parlementer, biasanya pemimpin partai pemenang pemilu menjabat sebagai perdana menteri. Sebaliknya, partai yang kalah menjelma jadi oposisi.
Tidak demikian dengan sistem presidensial. Memang awalnya seorang kepala negara/kepala pemerintahan memiliki kaitan erat dengan salah satu partai.
Namun setelah terpilih sebagai kepala negara, seharusnya ia meninggalkan apa pun jabatan atau kaitan yang ada dengan suatu partai. Jika tidak, dapat dipastikan urusan internal partai juga akan menyeret dirinya. Imbasnya sudah pasti juga kepada negara.
Sudah tiga bulan energi bangsa ini terkuras untuk membahas serangan balik M Nazaruddin, bekas Bendahara Umum Partai Demokrat, dari pengasingannya. Belum pasti kebenaran serangan balik jarak jauhnya, tetapi peluru nyasar itu sudah ke mana-mana.
Ada dua hal mendesak yang harus dilakukan jika ingin gonjang-ganjing konflik urusan internal partai yang menyeret negara ini dapat terselesaikan. Pertama, secara sadar siapa saja yang memegang jabatan publik meninggalkan hubungan formalnya dengan partai.
Kedua, terbitkan undang-undang yang secara tegas mengatur larangan pejabat publik merangkap jabatan apa pun di parpol. Dengan cara ini, ada pemisahan tegas antara mengurus partai (kepentingan terbatas) dan mengurus negara (kepentingan seluruh bangsa).
AMZULIAN RIFAI Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Sriwijaya; Alumnus Monash University, Australia
http://m.kompas.com/cetak/cread/2011/07/15/03555823/mengurusi-partai-atau-negara
Powered by salakpondohmania®
- rsulastama@gmail.com Jul 14 10:35PM ^
Prinsip Pemerintah soal Transformasi BJP
JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah mengajukan delapan prinsip mengenai transformasi empat BUMN, meliputi PT Jamsostek, PT Askes, PT Asabri dan PT Taspen, ke dalam satu badan penyelenggara jaminan sosial kepada Pansus RUU BPJS.
Dalam rapat kerja, Kamis (14/7/2011), pemerintah meminta Pansus mempertimbangkan prinsip ini untuk menjadi acuan pembahasan poin-poin transformasi BPJS ke depannya.
"Kami menyampaikan dan juga mengusulkan agar delapan prinsip transformasi tadi untuk ditambahkan ke dalam butir pembahasan," ungkap Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana sebagai juru pemerintah dalam rapat kerja malam ini.
Kedelapan prinsip yang disampaikan adalah pertama, pemerintah ingin keempat BUMN yang selama ini menyelenggarakan program jaminan sosial tetap ada dan tetap menyelenggarakan program jaminan sebagaimana adanya saat ini.
Kedua, pemerintah ingin pada tahap pertama BPJS 1, yaitu badan yang menangani jaminan kesehatan, jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian, menyelenggarakan jaminan kesehatan bagi rakyat yang belum menjadi anggota program PT Jamsostek dan PT Askes.
Prinsip ketiga yang diajukan adalah PT Askes dan PT Jamsostek akan menyelenggarakan program jaminan bagi yang sudah menjadi peserta dengan pola manfaat dan iuran yang sekurang-kurangnya sama dengan yang diselenggarakan oleh BPJS 1.
Sementara prinsip keempat adalah PT Jamsostek dan PT Askes tidak akan menerima peserta baru untuk jaminan kesehatan dasar.
"Peserta baru akan ditampung di BPJS 1," tambahnya.
Armida mengatakan prinsip kelima, PT Jamsostek dan PT Askes dapat mengalihkan penyelenggaraan program jaminan kesehatannya kepada BPJS 1 berdasarkan Peraturan Pemerintah tanpa perlu mengatur jangka waktu pengalihannya.
Prinsip keenam, tahapan penyelenggaraan program jaminan SJSN yang lain akan ditetapkan dengan PP dan dengan mempertimbangkan keuangan negara. Prinsip ketujuh, PT Jamsostek dan PT Askes akan sebanyak-banyaknya mengadopsi prinsip-prinsip SJSN, termasuk prinsip nirlaba atau tidak berorientasi pada keuntungan.
Sementara, prinsip yang terakhir adalah bahwa dalam jangka 10 tahun diharapkan proses transformasi bisa dilaksanakan. Transformasi menjadi perdebatan serius antara pemerintah dan Pansus RUU BPJS DPR RI karena menyangkut "nasib" empat BUMN yang selama ini menyelenggarakan jaminan sosial.
Pemerintah dinilai plin-plan oleh DPR karena dalam rapat kerja 25 Mei lalu, Menteri Keuangan Agus Martowardojo disebutkan telah menyetujui proses transformasi BPJS ke depannya.
Dalam rapat kerja malam ini juga, DPR dan pemerintah silang pendapat tentang persetujuan yang diberikan oleh Menkeu dalam rapat kerja 25 Mei lalu. Menurut DPR, Menkeu sudah setuju dengan proses transformassi menyeluruh terhadap empat BUMN, mulai dari program, peserta, aset, karyawan dan kelembagaan.
Namun, pemerintah bersikeras Menkeu hanya setuju proses transformasi dibahas dalam Panja. Pemerintah bahkan membacakan transkrip rapat. Dalam transkrip tak ada kata-kata Menkeu secara terus terang menyetujui transformasi menyeluruh.
http://m.kompas.com/news/read/2011/07/15/04125517/prinsip-pemerintah-soal-transformasi-bjp
Powered by salakpondohmania®
- tbuanawati@gmail.com Jul 14 11:06AM ^
Bisa jadi biar wartawannya dibayar sm prsh air minum :d
Tp dmn2 yg berlebihan itu tidak baik.
Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message-----
From: "raja amin hasibuan" <rajaamin.hasibuan@kagamavirtual.org>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Thu, 14 Jul 2011 08:50:33
To: Milis Kagama<alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: Re: [kagama] Banyak Minum Air Putih Berbahaya bagi Kesehatan?
Saya kira yang namanya terlalu (banyak) itu pasti ada negatifnya. Tinggal standar (tertingginya) berapa.
Rgds
Raja Amin Hasibuan
-----Original Message-----
From: renputsar@yahoo.com
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Thu, 14 Jul 2011 08:16:02
To: alumniugm@googlegroups.com<alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: Re: [kagama] Banyak Minum Air Putih Berbahaya bagi Kesehatan?
Ada lagii ni britanya yg alasannya sepertinya rada masuk diakal
Cek TKP : www.detikhealth.com/read/2011/07/14/095434/1680973/763/bmj-minum-air-8-gelas-sehari-tidak-ada-bukti-ilmiahnya
Sebenarnya kalau dilihat dri dunia kesehatan. Minum itu perlu karna 80% tubuh kita terdiri dari air, sehingga otomatis kita membutuhkan air. Seberapa byk keperluan kita terhadap air dilihat dari usia kita, lingkungan kita sprti apa, keadaan tubuh kita yg mgkn kurang fit, jenis kelamin jg dilihat. Jadi masa gk ada bukti ilmiahnya..kan ini baru dilihat dari satu jurnal yg mengangkat satu pendapat. Bukan penelitian yg metanalisis jd jgn bingung dan jangan ragu untuk minum banyak..hehehehe
Sekian dari saya
Salam
Reni
GizKes 2005
Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message-----
From: sudarmaji@kagamavirtual.net
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Thu, 14 Jul 2011 07:20:00
To: alumniUGM@googlegroups.com<alumniUGM@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: Re: [kagama] Banyak Minum Air Putih Berbahaya bagi Kesehatan?
Membingungkan (kata bang roma)
Hehehe
darmaji
--------------------------------
Sent from GojisBerry
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
- set yoko <yokondo79@yahoo.com> Jul 14 07:52PM +0800 ^
kalau bukti ilmiahnya mungkin sedikit tapi bukti aktualnya kalau kekurangan air bakal dehidrasi terutama yang kerjanya di lapangan seperti ini. Lha trus kalau harus menakar sendiri kebutuhan airnya betapa sulitnya bagi orang awam, apakah setelah haus baru minum?
- renputsar@yahoo.com Jul 14 03:27PM ^
Memang sulit untuk mengira kebutuhan air individu masing2. Kalau mengikuti cara bila haus baru minum, tdk tepat untuk dijadikan indikator, karena proses penyampaian ke otak pada masing2 org berbeda, ada yg sensitif trhadp rasa haus ada juga yg gk sensitif pak.
Kalau dulu dosen saya selalu berkata setiap 15 menit kita minum, tp prakteknya sangat sulittt sekaliii..
Ada juga yg menyarankan minum setiap sejam sebanyak 1 gelas. Jadi sepertinya menurut kondisi kita ya pak. Dan menurut saya rekomendasi 8 gelas sehari cukup masuk akal untuk kita, mencapai target 8 gelas aja kadang kita kesulitan. Hehehehe
Salam,
Reni
Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message-----
From: set yoko <yokondo79@yahoo.com>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Thu, 14 Jul 2011 19:52:22
To: <alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: Re: [kagama] Banyak Minum Air Putih Berbahaya bagi Kesehatan?
kalau bukti ilmiahnya mungkin sedikit tapi bukti aktualnya kalau kekurangan air bakal dehidrasi terutama yang kerjanya di lapangan seperti ini. Lha trus kalau harus menakar sendiri kebutuhan airnya betapa sulitnya bagi orang awam, apakah setelah haus baru minum?
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
Topik: APA YANG ANDA PIKIRKAN?
- set yoko <yokondo79@yahoo.com> Jul 14 08:00PM +0800 ^
Setiap kali membuka akun Facebook maka dinding facebook ini selalu bertanya? "Apa yang sedang Anda pikirkan?" Pertanyaan ini merupakan perbaikan dari pertanyaan sebelumnya pada saat Saya mulai bergabung (27-01-2009) dimana saat itu yang ditanyakan adalah, "Apa yang sedang Anda lakukan?"
Menurut saya tepat sekali penggantian pertanyaan tersebut. Bila kita menggunakan pertanyaan yang pertama maka status kita mungkin terbatas, karena apa yang kita lakukan terbatas pengetahuan atau kemampuan yang kita miliki, sementara pertanyaan yang kedua menjadi tidak terbatas karena kita bisa berimajinasi. Kondisi ini seperti yang dikatakan Albert Einstein yang mengatakan bahwa, "Ilmu pengetahuan sangatlah terbatas sementara imajinasi tidak terbatas".
Menarik juga perkataan dari Eleanor Roosevelt, mantan Presiden USA seperti dalam teks photo di atas, yang mengatakan : Small Minds discuss people, Average Minds discuss events, Great Minds discuss ideas
Hmm... boleh jadi sangat benar. "Pikiran Kecil membicarakan orang. Pikiran Sedang membicarakan peristiwa. Pikiran Besar membicarakan gagasan".
Dan kitapun bisa melanjutkan... maka sebagai akibatnya ...
PIKIRAN KECIL akan menghasilkan GOSIP.
PIKIRAN SEDANG akan menghasilkan PENGETAHUAN.
PIKIRAN BESAR akan menghasilkan SOLUSI.
Ketiga jenis pikiran ini ada di dalam setiap otak kita. Pikiran mana yang lebih mendominasi kita, begitulah apa yang dihasilkannya. Kalau setiap saat otak kita dipenuhi oleh Pikiran Kecil, maka kita akan selalu asyik dengan urusan orang lain, namun tidak menghasilkan apa-apa, kecuali perseteruan. Tetapi bila Pikiran Besar yang mendominasi, maka ia akan aktif menemukan terobosan baru.
PIKIRAN KECIL senang menggunakan kata tanya "SIAPA",
PIKIRAN SEDANG senang menggunakan kata: "ADA APA", sedangkan
PIKIRAN BESAR selalu memanfaatkan kata tanya: "MENGAPA" dan "BAGAIMANA".
Dalam melihat satu peristiwa yang sama, misalnya jatuhnya buah apel dari pohonnya, akan cenderung ditanggapi berbeda.
Si PIKIRAN KECIL akan tertarik dengan pertanyaan : "SIAPA SIH YANG KEMARIN KEJATUHAN BUAH APEL?"
Si Pikiran Sedang akan bertanya: "APAKAH SEKARANG BERARTI SUDAH MULAI MUSIM PANEN BUAH APEL ?"
Sedangkan Si PIKIRAN BESAR : "MENGAPA BUAH APEL ITU JATUH KE BAWAH, BUKANNYA KE ATAS?".
Dan pikiran yang terakhir itulah yang konon mengisnpirasi SIR ISAAC NEWTON menemukan TEORI GRAVITASInya yang terkenal. Tidak ada satupun prestasi atau karya di dunia ini yang dihasilkan oleh Pikiran Kecil.
Di samping itu, ketiga jenis pikiran ini juga mempunyai 'MAKANAN' FAVORIT yang berbeda.
Si PIKIRAN KECIL biasanya senang melahap TABLOID, INFOTAINMENT, KORAN MERAH
si PIKIRAN SEDANG amat berselera dengan KORAN BERITA,
si PIKIRAN BESAR memilih BUKU-BUKU/ ARTIKEL yang membangkitkan INSPIRASI.
Jadi apa yang sedang Anda pikirkan?
Oleh : Deden Wahyudin
- Febrian Sasi Kirana <febriansasi@gmail.com> Jul 14 09:52PM +0700 ^
hahaha
cuma bisa ketawa karena bingung mau komen apa
Topik: Dampak PILEG contreng orang?
- nugroho rahmat <nugrahmat@kagamavirtual.net> Jul 14 08:52PM +0700 ^
aku anggota komunitas peduli schizoprenia,
umi mau ikutan ?
NR
2011/7/13 <umigita@gmail.com>
- sudarsono martoyo <smartoyo168@gmail.com> Jul 14 05:38PM +0700 ^
Cara ngontrolnya bagaimana, ya?
--
Sudarsono<br>
+6281514115168<br>
+6283870712658<br>
Facebook http://facebook.com/darsonosimbah<br>
Twitter http://twitter.com/darsono_simbah<br><p>
- Akhmad Khusyairi <a.khusyairi@kagamavirtual.org> Jul 14 06:28PM +0700 ^
kurang kerjaan kali...
Ntar lama2 orang kentut juga dikontrol....
--
Regards,
Akhmad Khusyairi
www.akhmadkhusyairi.wordpress.com
- "raja amin hasibuan" <rajaamin.hasibuan@kagamavirtual.org> Jul 14 11:35AM ^
Betul neh, defenisi control nya apakah?
Raja Amin Hasibuan
-----Original Message-----
From: sudarsono martoyo <smartoyo168@gmail.com>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Thu, 14 Jul 2011 17:38:44
To: <alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: Re: [kagama] Perlukah Indonesia mengontrol twitter?
Cara ngontrolnya bagaimana, ya?
> 2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL ,
> 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
> +++
--
Sudarsono<br>
+6281514115168<br>
+6283870712658<br>
Facebook http://facebook.com/darsonosimbah<br>
Twitter http://twitter.com/darsono_simbah<br><p>
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
- vriovia@kagamavirtual.com Jul 14 11:44AM ^
Mau nya apa toh, d sana akar permasalahannya berbeda. Benih2 kerusuhan dah dalem.
Kalo gak mau rusuh dan anarkis ya cukup kerja bener aja pemerintahnya. Lebih susah ya daripada nutup twitter.?
valdi riovia
BRI Pandeglang/FKT 96
- jimmymboe@gmail.com Jul 14 12:43PM ^
Kalau menurut mas Valdi...apa seh motivasi pemerintah mau mengont*ol twitter?
Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message-----
From: vriovia@kagamavirtual.com
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Thu, 14 Jul 2011 11:44:47
To: <alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: Re: [kagama] Perlukah Indonesia mengontrol twitter?
Mau nya apa toh, d sana akar permasalahannya berbeda. Benih2 kerusuhan dah dalem.
Kalo gak mau rusuh dan anarkis ya cukup kerja bener aja pemerintahnya. Lebih susah ya daripada nutup twitter.?
valdi riovia
BRI Pandeglang/FKT 96
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
- vriovia@kagamavirtual.com Jul 14 01:21PM ^
Ya mas, kalo menurut saya ada beberapa;
1. Itu teguran dari sby buat tifa agar gak maen twitter aj. Cuma u know lah pak beye kalo negor gak to de point. Gmana mau nutup orang pak tifa juga main twitter.
2. Sby iri ama pak tifa yg bisa twitteran, soale kemaren mau cat rambut aja gak bisa apa lagi twitter.
3. Kaya kasus bb, sapa tau ada duit d situ.
4. Menutut twitter lebih gampang dari pada mbenah ke kementriannya sendiri mas.
Monggo arep d tambahi mas.
valdi riovia
BRI Pandeglang/FKT 96
-----Original Message-----
From: jimmymboe@gmail.com
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Thu, 14 Jul 2011 12:43:07
To: <alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: Re: [kagama] Perlukah Indonesia mengontrol twitter?
Kalau menurut mas Valdi...apa seh motivasi pemerintah mau mengont*ol twitter?
Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message-----
From: vriovia@kagamavirtual.com
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Thu, 14 Jul 2011 11:44:47
To: <alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: Re: [kagama] Perlukah Indonesia mengontrol twitter?
Mau nya apa toh, d sana akar permasalahannya berbeda. Benih2 kerusuhan dah dalem.
Kalo gak mau rusuh dan anarkis ya cukup kerja bener aja pemerintahnya. Lebih susah ya daripada nutup twitter.?
valdi riovia
BRI Pandeglang/FKT 96
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
Topik: Pertemuan Wirausaha di Bali
- "Galuh Adi Insani" <adioranye@kagamavirtual.org> Jul 14 10:35AM ^
Pengen lihat....
-̶̶•-̶̶•̸Ϟ•̸Ƭhank γőυ•̸Ϟ•̸-̶̶•-
Galuh Adi Insani
-------------------------
adioranye@ugm.ac.id
Topik: Happy Ulang Tahun, Mbak Arum
- ekasriwardhani@kagamavirtual.com Jul 14 03:57AM ^
Mat ultah...mb Arum dan mb Andi..
Moga sehat dan sukses ya....
Salam manis,
Eka Sri
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
- Hari Purwanto <haripur.ir@gmail.com> Jul 14 08:31AM +0430 ^
Lah kalo Riedl bisa nunjukkin kontraknya, gimana?
'Ya, untuk penyegaran saja'. Padahal sudah berhasil menghembuskan angin
segar di perhelatan yang lalu. Gimana ini?
*
*
*INILAH.COM, Jakata – Ketua umum PSSI yang baru terpilih, Johar Arifin,
secara resmi mengumumkan pemecatan pelatih Alfred Riedl dari kursi pelatih
utama timnas Indonesia.*
Pengumuman ini datang hanya beberapa hari menjelang keberangkan timnas
Indonesia ke Turkmenistan untuk melakoni partai kualifikasi Pra-Piala Dunia
di Turkmenistan
Johar pertama-tama mengumumkan penunjukkan manajer baru timnas Indonesia,
yakni Ferry Kodrat Selain itu, Johar juga mengumumkan penggantian Riedl
sebagai pelatih kepala.
"Ini yang gempar. Per-besok (Kamis, 14 Juli) pelatihnya bukan Riedl,"
ujarnya di kantor PSSI, Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (13/7/11) sore WIB.
"Kita cari surat kontraknya di PSSI tidak ketemu jadi sebenarnya belum jelas
mengenai kontraknya," ujar sang ketua umum ketika ditanya apakah proses
pemecatan Riedl sudah selesai.
Namun saat ditanya mengenai alasan sebenarnya mengenai pemecatan Riedl,
Johar seperti kesulitan menjawab. Dia sempat terdiam sejenak, sebelum
akhirnya berkata singkat, "Ya, untuk penyegaran saja."
Sebagai penggantinya, PSSI menunjuk pelatih asal Belanda Wim Rijsbergen.
--
Hari Purwanto
- dicky.iswandaru@gmail.com Jul 14 01:52AM ^
Ide yg hebat dan menyenangkan...tp susah unt melakukannya di sini...
Salam
Dicky
Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message-----
From: Irvan Kristanto <irvankristanto@gmail.com>
Sender: alumniugm@googlegroups.com
Date: Thu, 14 Jul 2011 07:35:41
To: <alumniugm@googlegroups.com>
Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
Subject: Re: [kagama] Eksperimen Keren Nenek Jerman - Sukses 15 Tahun Jalani
Hidup Tanpa Sepeserpun Uang
Gerakan tanpa ulang... lagi mewabah di benua biru?
saya baru selesai membaca buku karangan Mark Boyle : the moneyless man, yang
menuliskan pengalamannya setahun hidup tanpa uang .... cukup inspiratif buat
mengurangi gaya hidup konsumerisme yang cenderung hedonis
sekarang dia mengkampanyekan ide FREECONOMIC....
irvan
2011/7/13 Aditya L. Ramadona <alramadona@gmail.com>
--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++