Total Tayangan

myspace hit counter

[kagama] Intisari untuk alumniUGM@googlegroups.com - 25 Pesan pada 7 Topik

Sabtu, Juli 30, 2011

Grup: http://groups.google.com/group/alumniUGM/topics

    ariefprihantoro@kagamavirtual.com Jul 29 03:18PM ^
     
    ****** Setahu saya, CMIIW, ada saat2 yg sangat direkomendasikan utk meminta maaf..salah satunya ketika jelang bulan puasa spt ini "(ada hadist yg meriwayatkan hal ini)". Krn bulan Ramadhan bulan baik, spt mulai dr titik nol, tmsk meng-nol-kan dosa dan khilaf.
    Semoga berkenan ya.
    Regards
    Lestari
    ********************************
    "(ada hadist yg meriwayatkan hal ini) ??????"
     
    FYI.
     
    Kali ini akan kita bahas mengenai sebuah tradisi yang banyak dilestarikan oleh masyarakat, terutama di kalangan aktifis da'wah yang beramal tanpa didasari ilmu, tradisi tersebut adalah tradisi bermaaf-maafan sebelum Ramadhan. Ya, saya katakan demikian karena tradisi ini pun pertama kali saya kenal dari para aktifis da'wah kampus dahulu, dan ketika itu saya amati banyak masyarakat awam malah tidak tahu tradisi ini. Dengan kata lain, bisa jadi tradisi ini disebarluaskan oleh mereka para aktifis da'wah yang kurang mengilmu apa yang mereka da'wahkan bukan disebarluaskan oleh masyarakat awam. Dan perlu diketahui, bahwa tradisi ini tidak pernah diajarkan oleh Islam.
     
    Mereka yang melestarikan tradisi ini beralasan dengan hadits yang terjemahannya sebagai berikut:
     
    Ketika Rasullullah sedang berkhutbah pada Shalat Jum'at (dalam bulan Sya'ban), beliau mengatakan Amin sampai tiga kali, dan para sahabat begitu mendengar Rasullullah mengatakan Amin, terkejut dan spontan mereka ikut mengatakan Amin. Tapi para sahabat bingung, kenapa Rasullullah berkata Amin sampai tiga kali. Ketika selesai shalat Jum'at, para sahabat bertanya kepada Rasullullah, kemudian beliau menjelaskan: "ketika aku sedang berkhutbah, datanglah Malaikat Jibril dan berbisik, hai Rasullullah Amin-kan do'a ku ini," jawab Rasullullah.
     
    Do'a Malaikat Jibril itu adalah:
    "Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut:
     
    1) Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada);
    2) Tidak bermaafan terlebih dahulu antara suami istri;
    3) Tidak bermaafan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya.
     
    Namun anehnya, hampir semua orang yang menuliskan hadits ini tidak ada yang menyebutkan periwayat hadits. Setelah dicari, hadits ini pun tidak ada di kitab-kitab hadits. Setelah berusaha mencari-cari lagi, saya menemukan ada orang yang menuliskan hadits ini kemudian menyebutkan bahwa hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah (3/192) dan Ahmad (2/246, 254). Ternyata pada kitab Shahih Ibnu Khuzaimah (3/192) juga pada kitab Musnad Imam Ahmad (2/246, 254) ditemukan hadits berikut:
     
    عن أبي هريرة  أن رسول الله صلى الله عليه و سلم رقي المنبر فقال : آمين آمين آمين فقيل له : يارسول الله ما كنت تصنع هذا ؟ ! فقال : قال لي جبريل : أرغم الله أنف عبد أو بعد دخل رمضان فلم يغفر له فقلت : آمين ثم قال : رغم أنف عبد أو بعد أدرك و الديه أو أحدهما لم يدخله الجنة فقلت : آمين ثم قال : رغم أنف عبد أو بعد ذكرت عنده فلم يصل عليك فقلت : آمين  قال الأعظمي : إسناده جيد
     
    "Dari Abu Hurairah: Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam naik mimbar lalu bersabda: 'Amin, Amin, Amin'. Para sahabat bertanya : "Kenapa engkau berkata demikian, wahai Rasulullah?" Kemudian beliau bersabda, "Baru saja Jibril berkata kepadaku: 'Allah melaknat seorang hamba yang melewati Ramadhan tanpa mendapatkan ampunan', maka kukatakan, 'Amin', kemudian Jibril berkata lagi, 'Allah melaknat seorang hamba yang mengetahui kedua orang tuanya masih hidup, namun tidak membuatnya masuk Jannah (karena tidak berbakti kepada mereka berdua)', maka aku berkata: 'Amin'. Kemudian Jibril berkata lagi. 'Allah melaknat seorang hambar yang tidak bershalawat ketika disebut namamu', maka kukatakan, 'Amin"." Al A'zhami berkata: "Sanad hadits ini jayyid".
     
    Hadits ini dishahihkan oleh Al Mundziri di At Targhib Wat Tarhib (2/114, 406, 407, 3/295), juga oleh Adz Dzahabi dalam Al Madzhab (4/1682), dihasankan oleh Al Haitsami dalam Majma' Az Zawaid (8/142), juga oleh Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Al Qaulul Badi' (212), juga oleh Al Albani di Shahih At Targhib (1679).
     
    Dari sini jelaslah bahwa kedua hadits tersebut di atas adalah dua hadits yang berbeda. Entah siapa orang iseng yang membuat hadits pertama. Atau mungkin bisa jadi pembuat hadits tersebut mendengar hadits kedua, lalu menyebarkannya kepada orang banyak dengan ingatannya yang rusak, sehingga berubahlah makna hadits. Atau bisa jadi juga, pembuat hadits ini berinovasi membuat tradisi bermaaf-maafan sebelum Ramadhan, lalu sengaja menyelewengkan hadits kedua ini untuk mengesahkan tradisi tersebut. Yang jelas, hadits yang tidak ada asal-usulnya, kita pun tidak tahu siapa yang mengatakan hal itu, sebenarnya itu bukan hadits dan tidak perlu kita hiraukan, apalagi diamalkan.
     
    Meminta maaf itu disyariatkan dalam Islam. Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda,
     
    من كانت له مظلمة لأخيه من عرضه أو شيء فليتحلله منه اليوم قبل أن لا يكون دينار ولا درهم إن كان له عمل صالح أخذ منه بقدر مظلمته وإن لم تكن له حسنات أخذ من سيئات صاحبه فحمل عليه
     
    "Orang yang pernah menzhalimi saudaranya dalam hal apapun, maka hari ini ia wajib meminta perbuatannya tersebut dihalalkan oleh saudaranya, sebelum datang hari dimana tidak ada ada dinar dan dirham. Karena jika orang tersebut memiliki amal shalih, amalnya tersebut akan dikurangi untuk melunasi kezhalimannya. Namun jika ia tidak memiliki amal shalih, maka ditambahkan kepadanya dosa-dosa dari orang yang ia zhalimi" (HR. Bukhari no.2449)
     
    Dari hadits ini jelas bahwa Islam mengajarkan untuk meminta maaf, jika berbuat kesalahan kepada orang lain. Adapun meminta maaf tanpa sebab dan dilakukan kepada semua orang yang ditemui, tidak pernah diajarkan oleh Islam. Jika ada yang berkata: "Manusia khan tempat salah dan dosa, mungkin saja kita berbuat salah kepada semua orang tanpa disadari". Yang dikatakan itu memang benar, namun apakah serta merta kita meminta maaf kepada semua orang yang kita temui? Mengapa Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam dan para sahabat tidak pernah berbuat demikian? Padahal mereka orang-orang yang paling khawatir akan dosa. Selain itu, kesalahan yang tidak sengaja atau tidak disadari tidak dihitung sebagai dosa di sisi Allah Ta'ala. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam,
     
    إن الله تجاوز لي عن أمتي الخطأ والنسيان وما استكرهوا عليه
     
    "Sesungguhnya Allah telah memaafkan ummatku yang berbuat salah karena tidak sengaja, atau karena lupa, atau karena dipaksa" (HR Ibnu Majah, 1675, Al Baihaqi, 7/356, Ibnu Hazm dalam Al Muhalla, 4/4, di shahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah)
     
    Sehingga, perbuatan meminta maaf kepada semua orang tanpa sebab bisa terjerumus pada ghuluw (berlebihan) dalam beragama.
     
    Dan kata اليوم (hari ini) menunjukkan bahwa meminta maaf itu dapat dilakukan kapan saja dan yang paling baik adalah meminta maaf dengan segera, karena kita tidak tahu kapan ajal menjemput. Sehingga mengkhususkan suatu waktu untuk meminta maaf dan dikerjakan secara rutin setiap tahun tidak dibenarkan dalam Islam dan bukan ajaran Islam.
     
    Namun bagi seseorang yang memang memiliki kesalahan kepada saudaranya dan belum menemukan momen yang tepat untuk meminta maaf, dan menganggap momen datangnya Ramadhan adalah momen yang tepat, tidak ada larangan memanfaatkan momen ini untuk meminta maaf kepada orang yang pernah dizhaliminya tersebut. Asalkan tidak dijadikan kebiasaan sehingga menjadi ritual rutin yang dilakukan setiap tahun.
     
    Wallahu'alam.
     
    Penulis: Yulian Purnama
     
    Salam,
     
    Arief Prihantoro
     
    -----Original Message-----
    From: lestarioctavia@gmail.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Fri, 29 Jul 2011 07:11:58
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Tentang minta maaf menjelang bulan puasa
     
    Dear mas albert,
     
    Setahu saya, CMIIW, ada saat2 yg sangat direkomendasikan utk meminta maaf..salah satunya ketika jelang bulan puasa spt ini (ada hadist yg meriwayatkan hal ini).
    Krn bulan Ramadhan bulan baik, spt mulai dr titik nol, tmsk meng-nol-kan dosa dan khilaf
     
    Semoga berkenan ya
     
     
    Regards
    Lestari
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: Albert Pratama <albert.pratama@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Fri, 29 Jul 2011 12:58:24
    To: alumniugm<alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] Tentang minta maaf menjelang bulan puasa
     
    Maaf, saya tergelitik untuk bertanya. Tidak ada maksud untuk
    menyinggung. Sekedar usaha untuk memuaskan rasa ingin tahu saya saja,
    agar saya dapat menempatkan diri dengan pas.
     
    Mengapa menjelang bulan puasa orang2 saling meminta maaf dan saling
    memaafkan? Adakah makna khusus di baliknya?
    Bagaimana sebaiknya saya bersikap terhadap permintaan2 maaf yang
    mengalir di jalur umum, seperti milis ini? Jika saya tidak menanggapi,
    salah2 bisa dikira sombong. Tapi jika menanggapi, kuatir nanti ada
    yang salah kira juga, wong jelas2 saya berkeyakinan berbeda.
     
    Terimakasih sebelumnya bagi yang berkenan menjelaskan.
     
    Regards,
    Albert
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    "Ebes Defry" <yusdanial@gmail.com> Jul 29 11:50PM ^
     
    Sebenarnya kurang elok kalau mempermasalahkan sesuatu yang sifatnya khilafiyah seperti ini. Buang-buang waktu saja saya rasa.
     
    Saya rasa setiap perbuatan baik seperti saling memaafkan adalah etika yang positif. Dan lagi setiap agama pasti menyarankan ini. dan termasuk islam paling menyukai perbuatan baik.
     
    "Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran" (qs Al-Maidah :2)
     
    Menyambut bulan ramadhan yang barokah ini, apakah kita akan berbuat baik dengan berlomba-lomba saling memaafkan ataukah justru berlomba-lomba saling menebar rasa permusuhan dan kebencian ?

    Tinggal kita pilih yang mana ?
     
     
     
    http://yusdanial.blogspot.com

     

    arianto_rizki@yahoo.com Jul 30 12:00AM ^
     
    Maaf ikut nimbrung..
    Maaf kalo saya salah.. Setahu saya, walaupun hadistnya dhaif, selama itu mengajak pada kebaikan, sebenarnya tidak apa2 untuk dilakukan..(CMIIW)..
    Jadi lebih baik nggak usah dipertentangkan lah..benar atau salahnya..selama itu mengajak kita untuk berbuat baik..tidak masuk dalam kategori perbuatan yang diharamkan ya sudah..silahkan dilakukan..bagi yg merasa itu pekerjaan yg sia-sia, dan tidak ada tuntunan-nya..ya silahkan saja untuk tidak dilakukan..
     
    Tak iye??
     
    Piss ah :)
     
    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
     
    -----Original Message-----
    From: ariefprihantoro@kagamavirtual.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Fri, 29 Jul 2011 15:18:38
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Tentang minta maaf menjelang bulan puasa
     
    ****** Setahu saya, CMIIW, ada saat2 yg sangat direkomendasikan utk meminta maaf..salah satunya ketika jelang bulan puasa spt ini "(ada hadist yg meriwayatkan hal ini)". Krn bulan Ramadhan bulan baik, spt mulai dr titik nol, tmsk meng-nol-kan dosa dan khilaf.
    Semoga berkenan ya.
    Regards
    Lestari
    ********************************
    "(ada hadist yg meriwayatkan hal ini) ??????"
     
    FYI.
     
    Kali ini akan kita bahas mengenai sebuah tradisi yang banyak dilestarikan oleh masyarakat, terutama di kalangan aktifis da'wah yang beramal tanpa didasari ilmu, tradisi tersebut adalah tradisi bermaaf-maafan sebelum Ramadhan. Ya, saya katakan demikian karena tradisi ini pun pertama kali saya kenal dari para aktifis da'wah kampus dahulu, dan ketika itu saya amati banyak masyarakat awam malah tidak tahu tradisi ini. Dengan kata lain, bisa jadi tradisi ini disebarluaskan oleh mereka para aktifis da'wah yang kurang mengilmu apa yang mereka da'wahkan bukan disebarluaskan oleh masyarakat awam. Dan perlu diketahui, bahwa tradisi ini tidak pernah diajarkan oleh Islam.
     
    Mereka yang melestarikan tradisi ini beralasan dengan hadits yang terjemahannya sebagai berikut:
     
    Ketika Rasullullah sedang berkhutbah pada Shalat Jum'at (dalam bulan Sya'ban), beliau mengatakan Amin sampai tiga kali, dan para sahabat begitu mendengar Rasullullah mengatakan Amin, terkejut dan spontan mereka ikut mengatakan Amin. Tapi para sahabat bingung, kenapa Rasullullah berkata Amin sampai tiga kali. Ketika selesai shalat Jum'at, para sahabat bertanya kepada Rasullullah, kemudian beliau menjelaskan: "ketika aku sedang berkhutbah, datanglah Malaikat Jibril dan berbisik, hai Rasullullah Amin-kan do'a ku ini," jawab Rasullullah.
     
    Do'a Malaikat Jibril itu adalah:
    "Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut:
     
    1) Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada);
    2) Tidak bermaafan terlebih dahulu antara suami istri;
    3) Tidak bermaafan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya.
     
    Namun anehnya, hampir semua orang yang menuliskan hadits ini tidak ada yang menyebutkan periwayat hadits. Setelah dicari, hadits ini pun tidak ada di kitab-kitab hadits. Setelah berusaha mencari-cari lagi, saya menemukan ada orang yang menuliskan hadits ini kemudian menyebutkan bahwa hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah (3/192) dan Ahmad (2/246, 254). Ternyata pada kitab Shahih Ibnu Khuzaimah (3/192) juga pada kitab Musnad Imam Ahmad (2/246, 254) ditemukan hadits berikut:
     
    عن أبي هريرة  أن رسول الله صلى الله عليه و سلم رقي المنبر فقال : آمين آمين آمين فقيل له : يارسول الله ما كنت تصنع هذا ؟ ! فقال : قال لي جبريل : أرغم الله أنف عبد أو بعد دخل رمضان فلم يغفر له فقلت : آمين ثم قال : رغم أنف عبد أو بعد أدرك و الديه أو أحدهما لم يدخله الجنة فقلت : آمين ثم قال : رغم أنف عبد أو بعد ذكرت عنده فلم يصل عليك فقلت : آمين  قال الأعظمي : إسناده جيد
     
    "Dari Abu Hurairah: Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam naik mimbar lalu bersabda: 'Amin, Amin, Amin'. Para sahabat bertanya : "Kenapa engkau berkata demikian, wahai Rasulullah?" Kemudian beliau bersabda, "Baru saja Jibril berkata kepadaku: 'Allah melaknat seorang hamba yang melewati Ramadhan tanpa mendapatkan ampunan', maka kukatakan, 'Amin', kemudian Jibril berkata lagi, 'Allah melaknat seorang hamba yang mengetahui kedua orang tuanya masih hidup, namun tidak membuatnya masuk Jannah (karena tidak berbakti kepada mereka berdua)', maka aku berkata: 'Amin'. Kemudian Jibril berkata lagi. 'Allah melaknat seorang hambar yang tidak bershalawat ketika disebut namamu', maka kukatakan, 'Amin"." Al A'zhami berkata: "Sanad hadits ini jayyid".
     
    Hadits ini dishahihkan oleh Al Mundziri di At Targhib Wat Tarhib (2/114, 406, 407, 3/295), juga oleh Adz Dzahabi dalam Al Madzhab (4/1682), dihasankan oleh Al Haitsami dalam Majma' Az Zawaid (8/142), juga oleh Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Al Qaulul Badi' (212), juga oleh Al Albani di Shahih At Targhib (1679).
     
    Dari sini jelaslah bahwa kedua hadits tersebut di atas adalah dua hadits yang berbeda. Entah siapa orang iseng yang membuat hadits pertama. Atau mungkin bisa jadi pembuat hadits tersebut mendengar hadits kedua, lalu menyebarkannya kepada orang banyak dengan ingatannya yang rusak, sehingga berubahlah makna hadits. Atau bisa jadi juga, pembuat hadits ini berinovasi membuat tradisi bermaaf-maafan sebelum Ramadhan, lalu sengaja menyelewengkan hadits kedua ini untuk mengesahkan tradisi tersebut. Yang jelas, hadits yang tidak ada asal-usulnya, kita pun tidak tahu siapa yang mengatakan hal itu, sebenarnya itu bukan hadits dan tidak perlu kita hiraukan, apalagi diamalkan.
     
    Meminta maaf itu disyariatkan dalam Islam. Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda,
     
    من كانت له مظلمة لأخيه من عرضه أو شيء فليتحلله منه اليوم قبل أن لا يكون دينار ولا درهم إن كان له عمل صالح أخذ منه بقدر مظلمته وإن لم تكن له حسنات أخذ من سيئات صاحبه فحمل عليه
     
    "Orang yang pernah menzhalimi saudaranya dalam hal apapun, maka hari ini ia wajib meminta perbuatannya tersebut dihalalkan oleh saudaranya, sebelum datang hari dimana tidak ada ada dinar dan dirham. Karena jika orang tersebut memiliki amal shalih, amalnya tersebut akan dikurangi untuk melunasi kezhalimannya. Namun jika ia tidak memiliki amal shalih, maka ditambahkan kepadanya dosa-dosa dari orang yang ia zhalimi" (HR. Bukhari no.2449)
     
    Dari hadits ini jelas bahwa Islam mengajarkan untuk meminta maaf, jika berbuat kesalahan kepada orang lain. Adapun meminta maaf tanpa sebab dan dilakukan kepada semua orang yang ditemui, tidak pernah diajarkan oleh Islam. Jika ada yang berkata: "Manusia khan tempat salah dan dosa, mungkin saja kita berbuat salah kepada semua orang tanpa disadari". Yang dikatakan itu memang benar, namun apakah serta merta kita meminta maaf kepada semua orang yang kita temui? Mengapa Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam dan para sahabat tidak pernah berbuat demikian? Padahal mereka orang-orang yang paling khawatir akan dosa. Selain itu, kesalahan yang tidak sengaja atau tidak disadari tidak dihitung sebagai dosa di sisi Allah Ta'ala. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam,
     
    إن الله تجاوز لي عن أمتي الخطأ والنسيان وما استكرهوا عليه
     
    "Sesungguhnya Allah telah memaafkan ummatku yang berbuat salah karena tidak sengaja, atau karena lupa, atau karena dipaksa" (HR Ibnu Majah, 1675, Al Baihaqi, 7/356, Ibnu Hazm dalam Al Muhalla, 4/4, di shahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah)
     
    Sehingga, perbuatan meminta maaf kepada semua orang tanpa sebab bisa terjerumus pada ghuluw (berlebihan) dalam beragama.
     
    Dan kata اليوم (hari ini) menunjukkan bahwa meminta maaf itu dapat dilakukan kapan saja dan yang paling baik adalah meminta maaf dengan segera, karena kita tidak tahu kapan ajal menjemput. Sehingga mengkhususkan suatu waktu untuk meminta maaf dan dikerjakan secara rutin setiap tahun tidak dibenarkan dalam Islam dan bukan ajaran Islam.
     
    Namun bagi seseorang yang memang memiliki kesalahan kepada saudaranya dan belum menemukan momen yang tepat untuk meminta maaf, dan menganggap momen datangnya Ramadhan adalah momen yang tepat, tidak ada larangan memanfaatkan momen ini untuk meminta maaf kepada orang yang pernah dizhaliminya tersebut. Asalkan tidak dijadikan kebiasaan sehingga menjadi ritual rutin yang dilakukan setiap tahun.
     
    Wallahu'alam.
     
    Penulis: Yulian Purnama
     
    Salam,
     
    Arief Prihantoro
     
    -----Original Message-----
    From: lestarioctavia@gmail.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Fri, 29 Jul 2011 07:11:58
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Tentang minta maaf menjelang bulan puasa
     
    Dear mas albert,
     
    Setahu saya, CMIIW, ada saat2 yg sangat direkomendasikan utk meminta maaf..salah satunya ketika jelang bulan puasa spt ini (ada hadist yg meriwayatkan hal ini).
    Krn bulan Ramadhan bulan baik, spt mulai dr titik nol, tmsk meng-nol-kan dosa dan khilaf
     
    Semoga berkenan ya
     
     
    Regards
    Lestari
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: Albert Pratama <albert.pratama@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Fri, 29 Jul 2011 12:58:24
    To: alumniugm<alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] Tentang minta maaf menjelang bulan puasa
     
    Maaf, saya tergelitik untuk bertanya. Tidak ada maksud untuk
    menyinggung. Sekedar usaha untuk memuaskan rasa ingin tahu saya saja,
    agar saya dapat menempatkan diri dengan pas.
     
    Mengapa menjelang bulan puasa orang2 saling meminta maaf dan saling
    memaafkan? Adakah makna khusus di baliknya?
    Bagaimana sebaiknya saya bersikap terhadap permintaan2 maaf yang
    mengalir di jalur umum, seperti milis ini? Jika saya tidak menanggapi,
    salah2 bisa dikira sombong. Tapi jika menanggapi, kuatir nanti ada
    yang salah kira juga, wong jelas2 saya berkeyakinan berbeda.
     
    Terimakasih sebelumnya bagi yang berkenan menjelaskan.
     
    Regards,
    Albert
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    andirahmah91@yahoo.com Jul 30 01:15AM ^
     
    Kalau bisa tiap kali minta maaf lebih baik. Demikian juga halnya dengan berdo'a, bersedekah/infaq.
    Tetapi, ada saat-saat yang lebih baik untuk dilakukan.
     
    Mas Arief memang betul harus menjelaskan mengenai hukum yang diketahui beliau. Sharing pengetahuan hal yg sangat dianjurkan.
     
    Saya juga mohon maaf kalau selama ini banyak yg bete baca postingan saya. baik yang tidak disengaja, maupun yang direncanakan :-)
     

    Salam,
     
     
    Andi Rahmah
     
     
    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
     
    -----Original Message-----
    From: arianto_rizki@yahoo.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sat, 30 Jul 2011 00:00:08
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Tentang minta maaf menjelang bulan puasa
     
    Maaf ikut nimbrung..
    Maaf kalo saya salah.. Setahu saya, walaupun hadistnya dhaif, selama itu mengajak pada kebaikan, sebenarnya tidak apa2 untuk dilakukan..(CMIIW)..
    Jadi lebih baik nggak usah dipertentangkan lah..benar atau salahnya..selama itu mengajak kita untuk berbuat baik..tidak masuk dalam kategori perbuatan yang diharamkan ya sudah..silahkan dilakukan..bagi yg merasa itu pekerjaan yg sia-sia, dan tidak ada tuntunan-nya..ya silahkan saja untuk tidak dilakukan..
     
    Tak iye??
     
    Piss ah :)
     
    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
     
    -----Original Message-----
    From: ariefprihantoro@kagamavirtual.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Fri, 29 Jul 2011 15:18:38
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Tentang minta maaf menjelang bulan puasa
     
    ****** Setahu saya, CMIIW, ada saat2 yg sangat direkomendasikan utk meminta maaf..salah satunya ketika jelang bulan puasa spt ini "(ada hadist yg meriwayatkan hal ini)". Krn bulan Ramadhan bulan baik, spt mulai dr titik nol, tmsk meng-nol-kan dosa dan khilaf.
    Semoga berkenan ya.
    Regards
    Lestari
    ********************************
    "(ada hadist yg meriwayatkan hal ini) ??????"
     
    FYI.
     
    Kali ini akan kita bahas mengenai sebuah tradisi yang banyak dilestarikan oleh masyarakat, terutama di kalangan aktifis da'wah yang beramal tanpa didasari ilmu, tradisi tersebut adalah tradisi bermaaf-maafan sebelum Ramadhan. Ya, saya katakan demikian karena tradisi ini pun pertama kali saya kenal dari para aktifis da'wah kampus dahulu, dan ketika itu saya amati banyak masyarakat awam malah tidak tahu tradisi ini. Dengan kata lain, bisa jadi tradisi ini disebarluaskan oleh mereka para aktifis da'wah yang kurang mengilmu apa yang mereka da'wahkan bukan disebarluaskan oleh masyarakat awam. Dan perlu diketahui, bahwa tradisi ini tidak pernah diajarkan oleh Islam.
     
    Mereka yang melestarikan tradisi ini beralasan dengan hadits yang terjemahannya sebagai berikut:
     
    Ketika Rasullullah sedang berkhutbah pada Shalat Jum'at (dalam bulan Sya'ban), beliau mengatakan Amin sampai tiga kali, dan para sahabat begitu mendengar Rasullullah mengatakan Amin, terkejut dan spontan mereka ikut mengatakan Amin. Tapi para sahabat bingung, kenapa Rasullullah berkata Amin sampai tiga kali. Ketika selesai shalat Jum'at, para sahabat bertanya kepada Rasullullah, kemudian beliau menjelaskan: "ketika aku sedang berkhutbah, datanglah Malaikat Jibril dan berbisik, hai Rasullullah Amin-kan do'a ku ini," jawab Rasullullah.
     
    Do'a Malaikat Jibril itu adalah:
    "Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut:
     
    1) Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada);
    2) Tidak bermaafan terlebih dahulu antara suami istri;
    3) Tidak bermaafan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya.
     
    Namun anehnya, hampir semua orang yang menuliskan hadits ini tidak ada yang menyebutkan periwayat hadits. Setelah dicari, hadits ini pun tidak ada di kitab-kitab hadits. Setelah berusaha mencari-cari lagi, saya menemukan ada orang yang menuliskan hadits ini kemudian menyebutkan bahwa hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah (3/192) dan Ahmad (2/246, 254). Ternyata pada kitab Shahih Ibnu Khuzaimah (3/192) juga pada kitab Musnad Imam Ahmad (2/246, 254) ditemukan hadits berikut:
     
    عن أبي هريرة  أن رسول الله صلى الله عليه و سلم رقي المنبر فقال : آمين آمين آمين فقيل له : يارسول الله ما كنت تصنع هذا ؟ ! فقال : قال لي جبريل : أرغم الله أنف عبد أو بعد دخل رمضان فلم يغفر له فقلت : آمين ثم قال : رغم أنف عبد أو بعد أدرك و الديه أو أحدهما لم يدخله الجنة فقلت : آمين ثم قال : رغم أنف عبد أو بعد ذكرت عنده فلم يصل عليك فقلت : آمين  قال الأعظمي : إسناده جيد
     
    "Dari Abu Hurairah: Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam naik mimbar lalu bersabda: 'Amin, Amin, Amin'. Para sahabat bertanya : "Kenapa engkau berkata demikian, wahai Rasulullah?" Kemudian beliau bersabda, "Baru saja Jibril berkata kepadaku: 'Allah melaknat seorang hamba yang melewati Ramadhan tanpa mendapatkan ampunan', maka kukatakan, 'Amin', kemudian Jibril berkata lagi, 'Allah melaknat seorang hamba yang mengetahui kedua orang tuanya masih hidup, namun tidak membuatnya masuk Jannah (karena tidak berbakti kepada mereka berdua)', maka aku berkata: 'Amin'. Kemudian Jibril berkata lagi. 'Allah melaknat seorang hambar yang tidak bershalawat ketika disebut namamu', maka kukatakan, 'Amin"." Al A'zhami berkata: "Sanad hadits ini jayyid".
     
    Hadits ini dishahihkan oleh Al Mundziri di At Targhib Wat Tarhib (2/114, 406, 407, 3/295), juga oleh Adz Dzahabi dalam Al Madzhab (4/1682), dihasankan oleh Al Haitsami dalam Majma' Az Zawaid (8/142), juga oleh Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Al Qaulul Badi' (212), juga oleh Al Albani di Shahih At Targhib (1679).
     
    Dari sini jelaslah bahwa kedua hadits tersebut di atas adalah dua hadits yang berbeda. Entah siapa orang iseng yang membuat hadits pertama. Atau mungkin bisa jadi pembuat hadits tersebut mendengar hadits kedua, lalu menyebarkannya kepada orang banyak dengan ingatannya yang rusak, sehingga berubahlah makna hadits. Atau bisa jadi juga, pembuat hadits ini berinovasi membuat tradisi bermaaf-maafan sebelum Ramadhan, lalu sengaja menyelewengkan hadits kedua ini untuk mengesahkan tradisi tersebut. Yang jelas, hadits yang tidak ada asal-usulnya, kita pun tidak tahu siapa yang mengatakan hal itu, sebenarnya itu bukan hadits dan tidak perlu kita hiraukan, apalagi diamalkan.
     
    Meminta maaf itu disyariatkan dalam Islam. Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda,
     
    من كانت له مظلمة لأخيه من عرضه أو شيء فليتحلله منه اليوم قبل أن لا يكون دينار ولا درهم إن كان له عمل صالح أخذ منه بقدر مظلمته وإن لم تكن له حسنات أخذ من سيئات صاحبه فحمل عليه
     
    "Orang yang pernah menzhalimi saudaranya dalam hal apapun, maka hari ini ia wajib meminta perbuatannya tersebut dihalalkan oleh saudaranya, sebelum datang hari dimana tidak ada ada dinar dan dirham. Karena jika orang tersebut memiliki amal shalih, amalnya tersebut akan dikurangi untuk melunasi kezhalimannya. Namun jika ia tidak memiliki amal shalih, maka ditambahkan kepadanya dosa-dosa dari orang yang ia zhalimi" (HR. Bukhari no.2449)
     
    Dari hadits ini jelas bahwa Islam mengajarkan untuk meminta maaf, jika berbuat kesalahan kepada orang lain. Adapun meminta maaf tanpa sebab dan dilakukan kepada semua orang yang ditemui, tidak pernah diajarkan oleh Islam. Jika ada yang berkata: "Manusia khan tempat salah dan dosa, mungkin saja kita berbuat salah kepada semua orang tanpa disadari". Yang dikatakan itu memang benar, namun apakah serta merta kita meminta maaf kepada semua orang yang kita temui? Mengapa Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam dan para sahabat tidak pernah berbuat demikian? Padahal mereka orang-orang yang paling khawatir akan dosa. Selain itu, kesalahan yang tidak sengaja atau tidak disadari tidak dihitung sebagai dosa di sisi Allah Ta'ala. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam,
     
    إن الله تجاوز لي عن أمتي الخطأ والنسيان وما استكرهوا عليه
     
    "Sesungguhnya Allah telah memaafkan ummatku yang berbuat salah karena tidak sengaja, atau karena lupa, atau karena dipaksa" (HR Ibnu Majah, 1675, Al Baihaqi, 7/356, Ibnu Hazm dalam Al Muhalla, 4/4, di shahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah)
     
    Sehingga, perbuatan meminta maaf kepada semua orang tanpa sebab bisa terjerumus pada ghuluw (berlebihan) dalam beragama.
     
    Dan kata اليوم (hari ini) menunjukkan bahwa meminta maaf itu dapat dilakukan kapan saja dan yang paling baik adalah meminta maaf dengan segera, karena kita tidak tahu kapan ajal menjemput. Sehingga mengkhususkan suatu waktu untuk meminta maaf dan dikerjakan secara rutin setiap tahun tidak dibenarkan dalam Islam dan bukan ajaran Islam.
     
    Namun bagi seseorang yang memang memiliki kesalahan kepada saudaranya dan belum menemukan momen yang tepat untuk meminta maaf, dan menganggap momen datangnya Ramadhan adalah momen yang tepat, tidak ada larangan memanfaatkan momen ini untuk meminta maaf kepada orang yang pernah dizhaliminya tersebut. Asalkan tidak dijadikan kebiasaan sehingga menjadi ritual rutin yang dilakukan setiap tahun.
     
    Wallahu'alam.
     
    Penulis: Yulian Purnama
     
    Salam,
     
    Arief Prihantoro
     
    -----Original Message-----
    From: lestarioctavia@gmail.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Fri, 29 Jul 2011 07:11:58
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Tentang minta maaf menjelang bulan puasa
     
    Dear mas albert,
     
    Setahu saya, CMIIW, ada saat2 yg sangat direkomendasikan utk meminta maaf..salah satunya ketika jelang bulan puasa spt ini (ada hadist yg meriwayatkan hal ini).
    Krn bulan Ramadhan bulan baik, spt mulai dr titik nol, tmsk meng-nol-kan dosa dan khilaf
     
    Semoga berkenan ya
     
     
    Regards
    Lestari
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: Albert Pratama <albert.pratama@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Fri, 29 Jul 2011 12:58:24
    To: alumniugm<alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] Tentang minta maaf menjelang bulan puasa
     
    Maaf, saya tergelitik untuk bertanya. Tidak ada maksud untuk
    menyinggung. Sekedar usaha untuk memuaskan rasa ingin tahu saya saja,
    agar saya dapat menempatkan diri dengan pas.
     
    Mengapa menjelang bulan puasa orang2 saling meminta maaf dan saling
    memaafkan? Adakah makna khusus di baliknya?
    Bagaimana sebaiknya saya bersikap terhadap permintaan2 maaf yang
    mengalir di jalur umum, seperti milis ini? Jika saya tidak menanggapi,
    salah2 bisa dikira sombong. Tapi jika menanggapi, kuatir nanti ada
    yang salah kira juga, wong jelas2 saya berkeyakinan berbeda.
     
    Terimakasih sebelumnya bagi yang berkenan menjelaskan.
     
    Regards,
    Albert
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    Albert Pratama <albert.pratama@gmail.com> Jul 30 07:31AM +0700 ^
     
    Hehehe..
    Maaf Mbak jika pertanyaan saya menggelitik, bikin geli :-)
     
    Regards,
    Albert
     
     
    > Hehehehe....saya kagum dengan rasa ingin tahu mas Albert. pertanyaannya
    selalu menggelitik, simple dari hal yg lumrah dijumpai dlm kehidupan kita
    sehari-hari dan selalu membuat orang berpikir. Seperti juga saya saat ini :)
    > Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    > Transfer ke:
    > 1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP
    Otista
    > 2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL ,
    108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    > Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    > Transfer ke:
    > 1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP
    Otista
    > 2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL ,
    108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX

     

    Albert Pratama <albert.pratama@gmail.com> Jul 30 07:32AM +0700 ^
     
    Khilafiyah itu apa to Mas?
     
    Regards,
    Albert
     
     
    > Sebenarnya kurang elok kalau mempermasalahkan sesuatu yang sifatnya
    khilafiyah seperti ini. Buang-buang waktu saja saya rasa.
     
    > Saya rasa setiap perbuatan baik seperti saling memaafkan adalah etika yang
    positif. Dan lagi setiap agama pasti menyarankan ini. dan termasuk islam
    paling menyukai perbuatan baik.
     
    > "Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan
    jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran" (qs Al-Maidah :2)
     
    > Menyambut bulan ramadhan yang barokah ini, apakah kita akan berbuat baik
    dengan berlomba-lomba saling memaafkan ataukah justru berlomba-lomba saling
    menebar rasa permusuhan dan kebencian ?
    > Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    > Transfer ke:
    > 1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP
    Otista
    > 2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL ,
    108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX

     

    andirahmah91@yahoo.com Jul 30 01:32AM ^
     
    Mas Albert,
    Khilafiyah itu artinya perbedaan pendapat karena perbedaan rujukan.
     
    Selama yang jadi perbedaan bukan hal yg pokok, gak ada masalah. Itu sebabnya ada pendapat yang menyatakan bahwa perbedaan itu adalah Rahmat.
     
    Salam,
     
     
    Andi Rahmah
    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

     

    Albert Pratama <albert.pratama@gmail.com> Jul 30 07:51AM +0700 ^
     
    Thanks untuk penjelasannya Mbak..
     
    Regards,
    Albert

     

    "eko eshape cimart" <ub.cimart@gmail.com> Jul 30 01:07AM ^
     
    Salam.
     
    Dari sisi netiket, permohonan maaf yang dibales dengan permohonan maaf di milis akan dikategorikan sebagai spam.
     
    Demikian juga ucapan duka, ulang tahun dll.
     
    Cukup sebuah pemberitahuan awal tentang ultah seseorang dan dilanjutkan dengan ucapan via Japri.
     
    Apa yang saya lakukan sebagai salah satu moderator kalau ketemu kasus bersubyek ulang tahun?
     
    Saya tidak bertindak apa-apa, malah kadang2 ikut nimbrung kalau itu bisa membuat milis ini makin hidup.
     
    Kita menjalankan milis dan bukan menjalankan peraturan, kecuali kalau ada pelanggaran netiket yang justru membuat milis jadi tidak nyaman.
     
    Berbagi ilmu tentang minta maaf silahkan, berdebat hal-hal yang kecil kalau SARA lebih baik jangan.
     
    Salam sehati.
    eko eshape cimart
    Sent from my CimartBerry®
    http://ekoshp.com
    http://miesehati.com
    http://eshape.wordpress.com
    YM:yogya1212

     

    umigita@gmail.com Jul 30 01:38AM ^
     
    Yulian purnama?
    Hmmm...kayaknya kenal dengan orang ini...mas arif ambil tulisannya darimana?kalo boleh tau...
     
    Salam,
    Umi gita
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: ariefprihantoro@kagamavirtual.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Fri, 29 Jul 2011 15:18:38
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Tentang minta maaf menjelang bulan puasa
     
    ****** Setahu saya, CMIIW, ada saat2 yg sangat direkomendasikan utk meminta maaf..salah satunya ketika jelang bulan puasa spt ini "(ada hadist yg meriwayatkan hal ini)". Krn bulan Ramadhan bulan baik, spt mulai dr titik nol, tmsk meng-nol-kan dosa dan khilaf.
    Semoga berkenan ya.
    Regards
    Lestari
    ********************************
    "(ada hadist yg meriwayatkan hal ini) ??????"
     
    FYI.
     
    Kali ini akan kita bahas mengenai sebuah tradisi yang banyak dilestarikan oleh masyarakat, terutama di kalangan aktifis da'wah yang beramal tanpa didasari ilmu, tradisi tersebut adalah tradisi bermaaf-maafan sebelum Ramadhan. Ya, saya katakan demikian karena tradisi ini pun pertama kali saya kenal dari para aktifis da'wah kampus dahulu, dan ketika itu saya amati banyak masyarakat awam malah tidak tahu tradisi ini. Dengan kata lain, bisa jadi tradisi ini disebarluaskan oleh mereka para aktifis da'wah yang kurang mengilmu apa yang mereka da'wahkan bukan disebarluaskan oleh masyarakat awam. Dan perlu diketahui, bahwa tradisi ini tidak pernah diajarkan oleh Islam.
     
    Mereka yang melestarikan tradisi ini beralasan dengan hadits yang terjemahannya sebagai berikut:
     
    Ketika Rasullullah sedang berkhutbah pada Shalat Jum'at (dalam bulan Sya'ban), beliau mengatakan Amin sampai tiga kali, dan para sahabat begitu mendengar Rasullullah mengatakan Amin, terkejut dan spontan mereka ikut mengatakan Amin. Tapi para sahabat bingung, kenapa Rasullullah berkata Amin sampai tiga kali. Ketika selesai shalat Jum'at, para sahabat bertanya kepada Rasullullah, kemudian beliau menjelaskan: "ketika aku sedang berkhutbah, datanglah Malaikat Jibril dan berbisik, hai Rasullullah Amin-kan do'a ku ini," jawab Rasullullah.
     
    Do'a Malaikat Jibril itu adalah:
    "Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut:
     
    1) Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada);
    2) Tidak bermaafan terlebih dahulu antara suami istri;
    3) Tidak bermaafan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya.
     
    Namun anehnya, hampir semua orang yang menuliskan hadits ini tidak ada yang menyebutkan periwayat hadits. Setelah dicari, hadits ini pun tidak ada di kitab-kitab hadits. Setelah berusaha mencari-cari lagi, saya menemukan ada orang yang menuliskan hadits ini kemudian menyebutkan bahwa hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah (3/192) dan Ahmad (2/246, 254). Ternyata pada kitab Shahih Ibnu Khuzaimah (3/192) juga pada kitab Musnad Imam Ahmad (2/246, 254) ditemukan hadits berikut:
     
    عن أبي هريرة  أن رسول الله صلى الله عليه و سلم رقي المنبر فقال : آمين آمين آمين فقيل له : يارسول الله ما كنت تصنع هذا ؟ ! فقال : قال لي جبريل : أرغم الله أنف عبد أو بعد دخل رمضان فلم يغفر له فقلت : آمين ثم قال : رغم أنف عبد أو بعد أدرك و الديه أو أحدهما لم يدخله الجنة فقلت : آمين ثم قال : رغم أنف عبد أو بعد ذكرت عنده فلم يصل عليك فقلت : آمين  قال الأعظمي : إسناده جيد
     
    "Dari Abu Hurairah: Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam naik mimbar lalu bersabda: 'Amin, Amin, Amin'. Para sahabat bertanya : "Kenapa engkau berkata demikian, wahai Rasulullah?" Kemudian beliau bersabda, "Baru saja Jibril berkata kepadaku: 'Allah melaknat seorang hamba yang melewati Ramadhan tanpa mendapatkan ampunan', maka kukatakan, 'Amin', kemudian Jibril berkata lagi, 'Allah melaknat seorang hamba yang mengetahui kedua orang tuanya masih hidup, namun tidak membuatnya masuk Jannah (karena tidak berbakti kepada mereka berdua)', maka aku berkata: 'Amin'. Kemudian Jibril berkata lagi. 'Allah melaknat seorang hambar yang tidak bershalawat ketika disebut namamu', maka kukatakan, 'Amin"." Al A'zhami berkata: "Sanad hadits ini jayyid".
     
    Hadits ini dishahihkan oleh Al Mundziri di At Targhib Wat Tarhib (2/114, 406, 407, 3/295), juga oleh Adz Dzahabi dalam Al Madzhab (4/1682), dihasankan oleh Al Haitsami dalam Majma' Az Zawaid (8/142), juga oleh Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Al Qaulul Badi' (212), juga oleh Al Albani di Shahih At Targhib (1679).
     
    Dari sini jelaslah bahwa kedua hadits tersebut di atas adalah dua hadits yang berbeda. Entah siapa orang iseng yang membuat hadits pertama. Atau mungkin bisa jadi pembuat hadits tersebut mendengar hadits kedua, lalu menyebarkannya kepada orang banyak dengan ingatannya yang rusak, sehingga berubahlah makna hadits. Atau bisa jadi juga, pembuat hadits ini berinovasi membuat tradisi bermaaf-maafan sebelum Ramadhan, lalu sengaja menyelewengkan hadits kedua ini untuk mengesahkan tradisi tersebut. Yang jelas, hadits yang tidak ada asal-usulnya, kita pun tidak tahu siapa yang mengatakan hal itu, sebenarnya itu bukan hadits dan tidak perlu kita hiraukan, apalagi diamalkan.
     
    Meminta maaf itu disyariatkan dalam Islam. Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda,
     
    من كانت له مظلمة لأخيه من عرضه أو شيء فليتحلله منه اليوم قبل أن لا يكون دينار ولا درهم إن كان له عمل صالح أخذ منه بقدر مظلمته وإن لم تكن له حسنات أخذ من سيئات صاحبه فحمل عليه
     
    "Orang yang pernah menzhalimi saudaranya dalam hal apapun, maka hari ini ia wajib meminta perbuatannya tersebut dihalalkan oleh saudaranya, sebelum datang hari dimana tidak ada ada dinar dan dirham. Karena jika orang tersebut memiliki amal shalih, amalnya tersebut akan dikurangi untuk melunasi kezhalimannya. Namun jika ia tidak memiliki amal shalih, maka ditambahkan kepadanya dosa-dosa dari orang yang ia zhalimi" (HR. Bukhari no.2449)
     
    Dari hadits ini jelas bahwa Islam mengajarkan untuk meminta maaf, jika berbuat kesalahan kepada orang lain. Adapun meminta maaf tanpa sebab dan dilakukan kepada semua orang yang ditemui, tidak pernah diajarkan oleh Islam. Jika ada yang berkata: "Manusia khan tempat salah dan dosa, mungkin saja kita berbuat salah kepada semua orang tanpa disadari". Yang dikatakan itu memang benar, namun apakah serta merta kita meminta maaf kepada semua orang yang kita temui? Mengapa Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam dan para sahabat tidak pernah berbuat demikian? Padahal mereka orang-orang yang paling khawatir akan dosa. Selain itu, kesalahan yang tidak sengaja atau tidak disadari tidak dihitung sebagai dosa di sisi Allah Ta'ala. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam,
     
    إن الله تجاوز لي عن أمتي الخطأ والنسيان وما استكرهوا عليه
     
    "Sesungguhnya Allah telah memaafkan ummatku yang berbuat salah karena tidak sengaja, atau karena lupa, atau karena dipaksa" (HR Ibnu Majah, 1675, Al Baihaqi, 7/356, Ibnu Hazm dalam Al Muhalla, 4/4, di shahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah)
     
    Sehingga, perbuatan meminta maaf kepada semua orang tanpa sebab bisa terjerumus pada ghuluw (berlebihan) dalam beragama.
     
    Dan kata اليوم (hari ini) menunjukkan bahwa meminta maaf itu dapat dilakukan kapan saja dan yang paling baik adalah meminta maaf dengan segera, karena kita tidak tahu kapan ajal menjemput. Sehingga mengkhususkan suatu waktu untuk meminta maaf dan dikerjakan secara rutin setiap tahun tidak dibenarkan dalam Islam dan bukan ajaran Islam.
     
    Namun bagi seseorang yang memang memiliki kesalahan kepada saudaranya dan belum menemukan momen yang tepat untuk meminta maaf, dan menganggap momen datangnya Ramadhan adalah momen yang tepat, tidak ada larangan memanfaatkan momen ini untuk meminta maaf kepada orang yang pernah dizhaliminya tersebut. Asalkan tidak dijadikan kebiasaan sehingga menjadi ritual rutin yang dilakukan setiap tahun.
     
    Wallahu'alam.
     
    Penulis: Yulian Purnama
     
    Salam,
     
    Arief Prihantoro
     
    -----Original Message-----
    From: lestarioctavia@gmail.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Fri, 29 Jul 2011 07:11:58
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Tentang minta maaf menjelang bulan puasa
     
    Dear mas albert,
     
    Setahu saya, CMIIW, ada saat2 yg sangat direkomendasikan utk meminta maaf..salah satunya ketika jelang bulan puasa spt ini (ada hadist yg meriwayatkan hal ini).
    Krn bulan Ramadhan bulan baik, spt mulai dr titik nol, tmsk meng-nol-kan dosa dan khilaf
     
    Semoga berkenan ya
     
     
    Regards
    Lestari
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: Albert Pratama <albert.pratama@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Fri, 29 Jul 2011 12:58:24
    To: alumniugm<alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] Tentang minta maaf menjelang bulan puasa
     
    Maaf, saya tergelitik untuk bertanya. Tidak ada maksud untuk
    menyinggung. Sekedar usaha untuk memuaskan rasa ingin tahu saya saja,
    agar saya dapat menempatkan diri dengan pas.
     
    Mengapa menjelang bulan puasa orang2 saling meminta maaf dan saling
    memaafkan? Adakah makna khusus di baliknya?
    Bagaimana sebaiknya saya bersikap terhadap permintaan2 maaf yang
    mengalir di jalur umum, seperti milis ini? Jika saya tidak menanggapi,
    salah2 bisa dikira sombong. Tapi jika menanggapi, kuatir nanti ada
    yang salah kira juga, wong jelas2 saya berkeyakinan berbeda.
     
    Terimakasih sebelumnya bagi yang berkenan menjelaskan.
     
    Regards,
    Albert
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    lestarioctavia@gmail.com Jul 30 02:51AM ^
     
    Mas arief, sy jg pernah mendpt postingan tsb.
    Sbg aktivis dakwah "kacangan", saya berlapang dada menerimanya...no hurt feeling :-)))
     
    Regards
    Lestari
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: ariefprihantoro@kagamavirtual.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Fri, 29 Jul 2011 15:18:38
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Tentang minta maaf menjelang bulan puasa
     
    ****** Setahu saya, CMIIW, ada saat2 yg sangat direkomendasikan utk meminta maaf..salah satunya ketika jelang bulan puasa spt ini "(ada hadist yg meriwayatkan hal ini)". Krn bulan Ramadhan bulan baik, spt mulai dr titik nol, tmsk meng-nol-kan dosa dan khilaf.
    Semoga berkenan ya.
    Regards
    Lestari
    ********************************
    "(ada hadist yg meriwayatkan hal ini) ??????"
     
    FYI.
     
    Kali ini akan kita bahas mengenai sebuah tradisi yang banyak dilestarikan oleh masyarakat, terutama di kalangan aktifis da'wah yang beramal tanpa didasari ilmu, tradisi tersebut adalah tradisi bermaaf-maafan sebelum Ramadhan. Ya, saya katakan demikian karena tradisi ini pun pertama kali saya kenal dari para aktifis da'wah kampus dahulu, dan ketika itu saya amati banyak masyarakat awam malah tidak tahu tradisi ini. Dengan kata lain, bisa jadi tradisi ini disebarluaskan oleh mereka para aktifis da'wah yang kurang mengilmu apa yang mereka da'wahkan bukan disebarluaskan oleh masyarakat awam. Dan perlu diketahui, bahwa tradisi ini tidak pernah diajarkan oleh Islam.
     
    Mereka yang melestarikan tradisi ini beralasan dengan hadits yang terjemahannya sebagai berikut:
     
    Ketika Rasullullah sedang berkhutbah pada Shalat Jum'at (dalam bulan Sya'ban), beliau mengatakan Amin sampai tiga kali, dan para sahabat begitu mendengar Rasullullah mengatakan Amin, terkejut dan spontan mereka ikut mengatakan Amin. Tapi para sahabat bingung, kenapa Rasullullah berkata Amin sampai tiga kali. Ketika selesai shalat Jum'at, para sahabat bertanya kepada Rasullullah, kemudian beliau menjelaskan: "ketika aku sedang berkhutbah, datanglah Malaikat Jibril dan berbisik, hai Rasullullah Amin-kan do'a ku ini," jawab Rasullullah.
     
    Do'a Malaikat Jibril itu adalah:
    "Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut:
     
    1) Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada);
    2) Tidak bermaafan terlebih dahulu antara suami istri;
    3) Tidak bermaafan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya.
     
    Namun anehnya, hampir semua orang yang menuliskan hadits ini tidak ada yang menyebutkan periwayat hadits. Setelah dicari, hadits ini pun tidak ada di kitab-kitab hadits. Setelah berusaha mencari-cari lagi, saya menemukan ada orang yang menuliskan hadits ini kemudian menyebutkan bahwa hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah (3/192) dan Ahmad (2/246, 254). Ternyata pada kitab Shahih Ibnu Khuzaimah (3/192) juga pada kitab Musnad Imam Ahmad (2/246, 254) ditemukan hadits berikut:
     
    عن أبي هريرة  أن رسول الله صلى الله عليه و سلم رقي المنبر فقال : آمين آمين آمين فقيل له : يارسول الله ما كنت تصنع هذا ؟ ! فقال : قال لي جبريل : أرغم الله أنف عبد أو بعد دخل رمضان فلم يغفر له فقلت : آمين ثم قال : رغم أنف عبد أو بعد أدرك و الديه أو أحدهما لم يدخله الجنة فقلت : آمين ثم قال : رغم أنف عبد أو بعد ذكرت عنده فلم يصل عليك فقلت : آمين  قال الأعظمي : إسناده جيد
     
    "Dari Abu Hurairah: Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam naik mimbar lalu bersabda: 'Amin, Amin, Amin'. Para sahabat bertanya : "Kenapa engkau berkata demikian, wahai Rasulullah?" Kemudian beliau bersabda, "Baru saja Jibril berkata kepadaku: 'Allah melaknat seorang hamba yang melewati Ramadhan tanpa mendapatkan ampunan', maka kukatakan, 'Amin', kemudian Jibril berkata lagi, 'Allah melaknat seorang hamba yang mengetahui kedua orang tuanya masih hidup, namun tidak membuatnya masuk Jannah (karena tidak berbakti kepada mereka berdua)', maka aku berkata: 'Amin'. Kemudian Jibril berkata lagi. 'Allah melaknat seorang hambar yang tidak bershalawat ketika disebut namamu', maka kukatakan, 'Amin"." Al A'zhami berkata: "Sanad hadits ini jayyid".
     
    Hadits ini dishahihkan oleh Al Mundziri di At Targhib Wat Tarhib (2/114, 406, 407, 3/295), juga oleh Adz Dzahabi dalam Al Madzhab (4/1682), dihasankan oleh Al Haitsami dalam Majma' Az Zawaid (8/142), juga oleh Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Al Qaulul Badi' (212), juga oleh Al Albani di Shahih At Targhib (1679).
     
    Dari sini jelaslah bahwa kedua hadits tersebut di atas adalah dua hadits yang berbeda. Entah siapa orang iseng yang membuat hadits pertama. Atau mungkin bisa jadi pembuat hadits tersebut mendengar hadits kedua, lalu menyebarkannya kepada orang banyak dengan ingatannya yang rusak, sehingga berubahlah makna hadits. Atau bisa jadi juga, pembuat hadits ini berinovasi membuat tradisi bermaaf-maafan sebelum Ramadhan, lalu sengaja menyelewengkan hadits kedua ini untuk mengesahkan tradisi tersebut. Yang jelas, hadits yang tidak ada asal-usulnya, kita pun tidak tahu siapa yang mengatakan hal itu, sebenarnya itu bukan hadits dan tidak perlu kita hiraukan, apalagi diamalkan.
     
    Meminta maaf itu disyariatkan dalam Islam. Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda,
     
    من كانت له مظلمة لأخيه من عرضه أو شيء فليتحلله منه اليوم قبل أن لا يكون دينار ولا درهم إن كان له عمل صالح أخذ منه بقدر مظلمته وإن لم تكن له حسنات أخذ من سيئات صاحبه فحمل عليه
     
    "Orang yang pernah menzhalimi saudaranya dalam hal apapun, maka hari ini ia wajib meminta perbuatannya tersebut dihalalkan oleh saudaranya, sebelum datang hari dimana tidak ada ada dinar dan dirham. Karena jika orang tersebut memiliki amal shalih, amalnya tersebut akan dikurangi untuk melunasi kezhalimannya. Namun jika ia tidak memiliki amal shalih, maka ditambahkan kepadanya dosa-dosa dari orang yang ia zhalimi" (HR. Bukhari no.2449)
     
    Dari hadits ini jelas bahwa Islam mengajarkan untuk meminta maaf, jika berbuat kesalahan kepada orang lain. Adapun meminta maaf tanpa sebab dan dilakukan kepada semua orang yang ditemui, tidak pernah diajarkan oleh Islam. Jika ada yang berkata: "Manusia khan tempat salah dan dosa, mungkin saja kita berbuat salah kepada semua orang tanpa disadari". Yang dikatakan itu memang benar, namun apakah serta merta kita meminta maaf kepada semua orang yang kita temui? Mengapa Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam dan para sahabat tidak pernah berbuat demikian? Padahal mereka orang-orang yang paling khawatir akan dosa. Selain itu, kesalahan yang tidak sengaja atau tidak disadari tidak dihitung sebagai dosa di sisi Allah Ta'ala. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam,
     
    إن الله تجاوز لي عن أمتي الخطأ والنسيان وما استكرهوا عليه
     
    "Sesungguhnya Allah telah memaafkan ummatku yang berbuat salah karena tidak sengaja, atau karena lupa, atau karena dipaksa" (HR Ibnu Majah, 1675, Al Baihaqi, 7/356, Ibnu Hazm dalam Al Muhalla, 4/4, di shahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah)
     
    Sehingga, perbuatan meminta maaf kepada semua orang tanpa sebab bisa terjerumus pada ghuluw (berlebihan) dalam beragama.
     
    Dan kata اليوم (hari ini) menunjukkan bahwa meminta maaf itu dapat dilakukan kapan saja dan yang paling baik adalah meminta maaf dengan segera, karena kita tidak tahu kapan ajal menjemput. Sehingga mengkhususkan suatu waktu untuk meminta maaf dan dikerjakan secara rutin setiap tahun tidak dibenarkan dalam Islam dan bukan ajaran Islam.
     
    Namun bagi seseorang yang memang memiliki kesalahan kepada saudaranya dan belum menemukan momen yang tepat untuk meminta maaf, dan menganggap momen datangnya Ramadhan adalah momen yang tepat, tidak ada larangan memanfaatkan momen ini untuk meminta maaf kepada orang yang pernah dizhaliminya tersebut. Asalkan tidak dijadikan kebiasaan sehingga menjadi ritual rutin yang dilakukan setiap tahun.
     
    Wallahu'alam.
     
    Penulis: Yulian Purnama
     
    Salam,
     
    Arief Prihantoro
     
    -----Original Message-----
    From: lestarioctavia@gmail.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Fri, 29 Jul 2011 07:11:58
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Tentang minta maaf menjelang bulan puasa
     
    Dear mas albert,
     
    Setahu saya, CMIIW, ada saat2 yg sangat direkomendasikan utk meminta maaf..salah satunya ketika jelang bulan puasa spt ini (ada hadist yg meriwayatkan hal ini).
    Krn bulan Ramadhan bulan baik, spt mulai dr titik nol, tmsk meng-nol-kan dosa dan khilaf
     
    Semoga berkenan ya
     
     
    Regards
    Lestari
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: Albert Pratama <albert.pratama@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Fri, 29 Jul 2011 12:58:24
    To: alumniugm<alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] Tentang minta maaf menjelang bulan puasa
     
    Maaf, saya tergelitik untuk bertanya. Tidak ada maksud untuk
    menyinggung. Sekedar usaha untuk memuaskan rasa ingin tahu saya saja,
    agar saya dapat menempatkan diri dengan pas.
     
    Mengapa menjelang bulan puasa orang2 saling meminta maaf dan saling
    memaafkan? Adakah makna khusus di baliknya?
    Bagaimana sebaiknya saya bersikap terhadap permintaan2 maaf yang
    mengalir di jalur umum, seperti milis ini? Jika saya tidak menanggapi,
    salah2 bisa dikira sombong. Tapi jika menanggapi, kuatir nanti ada
    yang salah kira juga, wong jelas2 saya berkeyakinan berbeda.
     
    Terimakasih sebelumnya bagi yang berkenan menjelaskan.
     
    Regards,
    Albert
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    cahyaningsih wibawanti <cahyaningsihwibawanti@gmail.com> Jul 30 10:15AM +0700 ^
     
    "......ampunilah kami seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah
    kepada kami....."
     

     

    ariefprihantoro@kagamavirtual.com Jul 30 03:31AM ^
     
    Sebetulnya yg dipermasalahkan disini bukannya boleh bermaaf2an atau tidak, namun adanya kalimat "(ada hadist yg meriwayatkan hal ini)" sementara hadistnya dhaif. Jadi hanya ingin meluruskan. Dikawatirkan jika tidak diingatkan justru akan menyesatkan bagi yg tidak tahu bahwa hadistnya adalah dhaif.
     
    Bagi yg ingin bermaaf2an ya monggo, masak bermaaf2an mau dilarang. :-))
     
     
    Salam,
     
    Arief Prihantoro
     
    -----Original Message-----
    From: lestarioctavia@gmail.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sat, 30 Jul 2011 02:51:58
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Tentang minta maaf menjelang bulan puasa
     
    Mas arief, sy jg pernah mendpt postingan tsb.
    Sbg aktivis dakwah "kacangan", saya berlapang dada menerimanya...no hurt feeling :-)))
     
    Regards
    Lestari
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: ariefprihantoro@kagamavirtual.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Fri, 29 Jul 2011 15:18:38
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Tentang minta maaf menjelang bulan puasa
     
    ****** Setahu saya, CMIIW, ada saat2 yg sangat direkomendasikan utk meminta maaf..salah satunya ketika jelang bulan puasa spt ini "(ada hadist yg meriwayatkan hal ini)". Krn bulan Ramadhan bulan baik, spt mulai dr titik nol, tmsk meng-nol-kan dosa dan khilaf.
    Semoga berkenan ya.
    Regards
    Lestari
    ********************************
    "(ada hadist yg meriwayatkan hal ini) ??????"
     
    FYI.
     
    Kali ini akan kita bahas mengenai sebuah tradisi yang banyak dilestarikan oleh masyarakat, terutama di kalangan aktifis da'wah yang beramal tanpa didasari ilmu, tradisi tersebut adalah tradisi bermaaf-maafan sebelum Ramadhan. Ya, saya katakan demikian karena tradisi ini pun pertama kali saya kenal dari para aktifis da'wah kampus dahulu, dan ketika itu saya amati banyak masyarakat awam malah tidak tahu tradisi ini. Dengan kata lain, bisa jadi tradisi ini disebarluaskan oleh mereka para aktifis da'wah yang kurang mengilmu apa yang mereka da'wahkan bukan disebarluaskan oleh masyarakat awam. Dan perlu diketahui, bahwa tradisi ini tidak pernah diajarkan oleh Islam.
     
    Mereka yang melestarikan tradisi ini beralasan dengan hadits yang terjemahannya sebagai berikut:
     
    Ketika Rasullullah sedang berkhutbah pada Shalat Jum'at (dalam bulan Sya'ban), beliau mengatakan Amin sampai tiga kali, dan para sahabat begitu mendengar Rasullullah mengatakan Amin, terkejut dan spontan mereka ikut mengatakan Amin. Tapi para sahabat bingung, kenapa Rasullullah berkata Amin sampai tiga kali. Ketika selesai shalat Jum'at, para sahabat bertanya kepada Rasullullah, kemudian beliau menjelaskan: "ketika aku sedang berkhutbah, datanglah Malaikat Jibril dan berbisik, hai Rasullullah Amin-kan do'a ku ini," jawab Rasullullah.
     
    Do'a Malaikat Jibril itu adalah:
    "Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut:
     
    1) Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada);
    2) Tidak bermaafan terlebih dahulu antara suami istri;
    3) Tidak bermaafan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya.
     
    Namun anehnya, hampir semua orang yang menuliskan hadits ini tidak ada yang menyebutkan periwayat hadits. Setelah dicari, hadits ini pun tidak ada di kitab-kitab hadits. Setelah berusaha mencari-cari lagi, saya menemukan ada orang yang menuliskan hadits ini kemudian menyebutkan bahwa hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah (3/192) dan Ahmad (2/246, 254). Ternyata pada kitab Shahih Ibnu Khuzaimah (3/192) juga pada kitab Musnad Imam Ahmad (2/246, 254) ditemukan hadits berikut:
     
    عن أبي هريرة  أن رسول الله صلى الله عليه و سلم رقي المنبر فقال : آمين آمين آمين فقيل له : يارسول الله ما كنت تصنع هذا ؟ ! فقال : قال لي جبريل : أرغم الله أنف عبد أو بعد دخل رمضان فلم يغفر له فقلت : آمين ثم قال : رغم أنف عبد أو بعد أدرك و الديه أو أحدهما لم يدخله الجنة فقلت : آمين ثم قال : رغم أنف عبد أو بعد ذكرت عنده فلم يصل عليك فقلت : آمين  قال الأعظمي : إسناده جيد
     
    "Dari Abu Hurairah: Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam naik mimbar lalu bersabda: 'Amin, Amin, Amin'. Para sahabat bertanya : "Kenapa engkau berkata demikian, wahai Rasulullah?" Kemudian beliau bersabda, "Baru saja Jibril berkata kepadaku: 'Allah melaknat seorang hamba yang melewati Ramadhan tanpa mendapatkan ampunan', maka kukatakan, 'Amin', kemudian Jibril berkata lagi, 'Allah melaknat seorang hamba yang mengetahui kedua orang tuanya masih hidup, namun tidak membuatnya masuk Jannah (karena tidak berbakti kepada mereka berdua)', maka aku berkata: 'Amin'. Kemudian Jibril berkata lagi. 'Allah melaknat seorang hambar yang tidak bershalawat ketika disebut namamu', maka kukatakan, 'Amin"." Al A'zhami berkata: "Sanad hadits ini jayyid".
     
    Hadits ini dishahihkan oleh Al Mundziri di At Targhib Wat Tarhib (2/114, 406, 407, 3/295), juga oleh Adz Dzahabi dalam Al Madzhab (4/1682), dihasankan oleh Al Haitsami dalam Majma' Az Zawaid (8/142), juga oleh Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Al Qaulul Badi' (212), juga oleh Al Albani di Shahih At Targhib (1679).
     
    Dari sini jelaslah bahwa kedua hadits tersebut di atas adalah dua hadits yang berbeda. Entah siapa orang iseng yang membuat hadits pertama. Atau mungkin bisa jadi pembuat hadits tersebut mendengar hadits kedua, lalu menyebarkannya kepada orang banyak dengan ingatannya yang rusak, sehingga berubahlah makna hadits. Atau bisa jadi juga, pembuat hadits ini berinovasi membuat tradisi bermaaf-maafan sebelum Ramadhan, lalu sengaja menyelewengkan hadits kedua ini untuk mengesahkan tradisi tersebut. Yang jelas, hadits yang tidak ada asal-usulnya, kita pun tidak tahu siapa yang mengatakan hal itu, sebenarnya itu bukan hadits dan tidak perlu kita hiraukan, apalagi diamalkan.
     
    Meminta maaf itu disyariatkan dalam Islam. Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda,
     
    من كانت له مظلمة لأخيه من عرضه أو شيء فليتحلله منه اليوم قبل أن لا يكون دينار ولا درهم إن كان له عمل صالح أخذ منه بقدر مظلمته وإن لم تكن له حسنات أخذ من سيئات صاحبه فحمل عليه
     
    "Orang yang pernah menzhalimi saudaranya dalam hal apapun, maka hari ini ia wajib meminta perbuatannya tersebut dihalalkan oleh saudaranya, sebelum datang hari dimana tidak ada ada dinar dan dirham. Karena jika orang tersebut memiliki amal shalih, amalnya tersebut akan dikurangi untuk melunasi kezhalimannya. Namun jika ia tidak memiliki amal shalih, maka ditambahkan kepadanya dosa-dosa dari orang yang ia zhalimi" (HR. Bukhari no.2449)
     
    Dari hadits ini jelas bahwa Islam mengajarkan untuk meminta maaf, jika berbuat kesalahan kepada orang lain. Adapun meminta maaf tanpa sebab dan dilakukan kepada semua orang yang ditemui, tidak pernah diajarkan oleh Islam. Jika ada yang berkata: "Manusia khan tempat salah dan dosa, mungkin saja kita berbuat salah kepada semua orang tanpa disadari". Yang dikatakan itu memang benar, namun apakah serta merta kita meminta maaf kepada semua orang yang kita temui? Mengapa Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam dan para sahabat tidak pernah berbuat demikian? Padahal mereka orang-orang yang paling khawatir akan dosa. Selain itu, kesalahan yang tidak sengaja atau tidak disadari tidak dihitung sebagai dosa di sisi Allah Ta'ala. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam,
     
    إن الله تجاوز لي عن أمتي الخطأ والنسيان وما استكرهوا عليه
     
    "Sesungguhnya Allah telah memaafkan ummatku yang berbuat salah karena tidak sengaja, atau karena lupa, atau karena dipaksa" (HR Ibnu Majah, 1675, Al Baihaqi, 7/356, Ibnu Hazm dalam Al Muhalla, 4/4, di shahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah)
     
    Sehingga, perbuatan meminta maaf kepada semua orang tanpa sebab bisa terjerumus pada ghuluw (berlebihan) dalam beragama.
     
    Dan kata اليوم (hari ini) menunjukkan bahwa meminta maaf itu dapat dilakukan kapan saja dan yang paling baik adalah meminta maaf dengan segera, karena kita tidak tahu kapan ajal menjemput. Sehingga mengkhususkan suatu waktu untuk meminta maaf dan dikerjakan secara rutin setiap tahun tidak dibenarkan dalam Islam dan bukan ajaran Islam.
     
    Namun bagi seseorang yang memang memiliki kesalahan kepada saudaranya dan belum menemukan momen yang tepat untuk meminta maaf, dan menganggap momen datangnya Ramadhan adalah momen yang tepat, tidak ada larangan memanfaatkan momen ini untuk meminta maaf kepada orang yang pernah dizhaliminya tersebut. Asalkan tidak dijadikan kebiasaan sehingga menjadi ritual rutin yang dilakukan setiap tahun.
     
    Wallahu'alam.
     
    Penulis: Yulian Purnama
     
    Salam,
     
    Arief Prihantoro
     
    -----Original Message-----
    From: lestarioctavia@gmail.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Fri, 29 Jul 2011 07:11:58
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Tentang minta maaf menjelang bulan puasa
     
    Dear mas albert,
     
    Setahu saya, CMIIW, ada saat2 yg sangat direkomendasikan utk meminta maaf..salah satunya ketika jelang bulan puasa spt ini (ada hadist yg meriwayatkan hal ini).
    Krn bulan Ramadhan bulan baik, spt mulai dr titik nol, tmsk meng-nol-kan dosa dan khilaf
     
    Semoga berkenan ya
     
     
    Regards
    Lestari
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: Albert Pratama <albert.pratama@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Fri, 29 Jul 2011 12:58:24
    To: alumniugm<alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] Tentang minta maaf menjelang bulan puasa
     
    Maaf, saya tergelitik untuk bertanya. Tidak ada maksud untuk
    menyinggung. Sekedar usaha untuk memuaskan rasa ingin tahu saya saja,
    agar saya dapat menempatkan diri dengan pas.
     
    Mengapa menjelang bulan puasa orang2 saling meminta maaf dan saling
    memaafkan? Adakah makna khusus di baliknya?
    Bagaimana sebaiknya saya bersikap terhadap permintaan2 maaf yang
    mengalir di jalur umum, seperti milis ini? Jika saya tidak menanggapi,
    salah2 bisa dikira sombong. Tapi jika menanggapi, kuatir nanti ada
    yang salah kira juga, wong jelas2 saya berkeyakinan berbeda.
     
    Terimakasih sebelumnya bagi yang berkenan menjelaskan.
     
    Regards,
    Albert
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    andirahmah91@yahoo.com Jul 30 04:45AM ^
     
    Saya maafkan Mas Arief, terutama kalau skenario penjahat trafficking ke Timteng nya di remove dari grup FB :-)
     
    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

     

    set yoko <yokondo79@yahoo.com> Jul 30 10:42AM +0800 ^
     
    oleh Dr. Billy Graham.
     
    Suatu hari, seorang anak kecil sedang bermain-main dengan sebuah vas bunga yang sangat mahal. Ia memasukkan tanggannya ke dalam vas bunga dan ..ops.. tidak dapat menariknya keluar kembali. Ia mulai menangis dan menarik perhatian ayahnya. Sang ayah mencoba membantu sekuat tenaga menarik tangan anaknya dari vas bunga, namun gagal. Setelah beberapa kali mencoba dan gagal, akhirnya mereka berpikir untuk memecahkan saja vas bunga mahal itu. Tapi tiba-tiba, sang ayah mendapat ide, "Nah begini saja anakku, kita coba sekali lagi. Lepaskan genggaman tanganmu yang ada di dalam vas itu. Luruskan telapak tanganmu seperti ini, " kata sang ayah sambil menunjukkan telapak tangannya. "Lalu ..hopla..tariklah keluar."
     
    Mendengar itu si anak malah merengek yang membuat sang ayah keheranan. Katanya, "Nggak bisa yah! Aku nggak bisa melepaskan genggamanku karena nanti uang receh yang aku pegang ini bisa terlepas lagi."
     
    Pojok Renungan:
    Senyum dong! Bukankah banyak dari kita yang bertingkah seperti anak kecil tadi. Begitu sibuk menggenggam sesuatu yang tak begitu berharga namun rela mengorbankan kebebasan kita. Saya harap, anda segera melepaskan hal-hal sepele dari hati anda. Lepaskan. Biarkan mereka pergi.

     

    aroem.naroeni@kagamavirtual.com Jul 30 03:15AM ^
     
    Betul mas... Melepaskan .. adalah proses yang dapat menyembuhkan...dan membebaskan .... Jadi lepaskanlah :))
     
    Salam
    Aroem
     
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: set yoko <yokondo79@yahoo.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sat, 30 Jul 2011 10:42:14
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] Lepaskan ... !
     
    oleh Dr. Billy Graham.
     
    Suatu hari, seorang anak kecil sedang bermain-main dengan sebuah vas bunga yang sangat mahal. Ia memasukkan tanggannya ke dalam vas bunga dan ..ops.. tidak dapat menariknya keluar kembali. Ia mulai menangis dan menarik perhatian ayahnya. Sang ayah mencoba membantu sekuat tenaga menarik tangan anaknya dari vas bunga, namun gagal. Setelah beberapa kali mencoba dan gagal, akhirnya mereka berpikir untuk memecahkan saja vas bunga mahal itu. Tapi tiba-tiba, sang ayah mendapat ide, "Nah begini saja anakku, kita coba sekali lagi. Lepaskan genggaman tanganmu yang ada di dalam vas itu. Luruskan telapak tanganmu seperti ini, " kata sang ayah sambil menunjukkan telapak tangannya. "Lalu ..hopla..tariklah keluar."
     
    Mendengar itu si anak malah merengek yang membuat sang ayah keheranan. Katanya, "Nggak bisa yah! Aku nggak bisa melepaskan genggamanku karena nanti uang receh yang aku pegang ini bisa terlepas lagi."
     
    Pojok Renungan:
    Senyum dong! Bukankah banyak dari kita yang bertingkah seperti anak kecil tadi. Begitu sibuk menggenggam sesuatu yang tak begitu berharga namun rela mengorbankan kebebasan kita. Saya harap, anda segera melepaskan hal-hal sepele dari hati anda. Lepaskan. Biarkan mereka pergi.
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    Hari Purwanto <haripur.ir@gmail.com> Jul 30 07:48AM +0430 ^
     
    Saya ingat versi cerita ini di buku bacaan kelas 3 (kalau nggak salah)
    Sekolah Rakyat dulu (sekarang SD). tentang anak nakal yang ingin mencuri
    kembang gula di stoples.
     
    2011/7/30 set yoko <yokondo79@yahoo.com>
     
     
    --
    Hari Purwanto

     

    Sudarsono Martoyo <sudarsono.martoyo@yahoo.co.id> Jul 29 04:11PM -0700 ^
     
    Barangkali berguna.
     
    ----Email Diteruskan----
    Dari: sudarsono.martoyo@yahoo.co.id
    Kepada: icsf_group@yahoogroups.com, elhedon@googlegroups.com, ASIRPA@yahoogroups.com, KNU-AS-Kanada@yahoogroups.com
    Email Keluar: Sab, 30 Jul 2011 03:59 WIB
    Judul: [ASIRPA] Fwd: [ipbstaf] Beasiswa PhD dan master di Curtin Univ.:dana sudah tersedia
     
    Mungkin ada yang berminat. Silahkan menghubingi alamat dibawah.
     
    salam,'
    dinan
    ---------- Pesan terusan ----------
    Dari: Epi Taufik <etaufik@yahoo.com>
    Tanggal: 29 Juli 2011 08:23
    Subjek: [ipbstaf] Beasiswa PhD dan master di Curtin Univ.:dana sudah
    tersedia
    Ke: "ipbstaf@yahoogroups.com" <ipbstaf@yahoogroups.com>
     
     
    **
     
     
    ----- Pesan yang Diteruskan -----
    *Dari:* Agus Setyo Muntohar <muntohar@yahoo.com>
    *Kepada:* Fosil MMIT <fosil-mmit@yahoogroups.com>
    *Dikirim:* Jumat, 29 Juli 2011 19:11
    *Judul:* [FORMMIT] Required PhD Research Assisstanship
     
    Ibu/bapak Yth.
     
    Ditentang kesibukan menyambut ramadhan, saya mengucapkan selamat menunaikan
    ibadah puasa ramadhan semoga apa yanq telah disiapkan dapat terlaksana dan
    mecapai kekhusyukan dalam beribadah.
     
    Mohon bantuan menginformasikan.
     
    Alhamdulillah, saya mendapatkan dana penelitian dari Curtin untuk 3 tahun
    senilai Rp.1,26 milyar. Dalam dana itu bisa untuk 2 orang PhD dan 2-3 orang
    Master.
    Mohon bantuannya, Jika ada Ibu/Bapak atau rekan yang tertarik mohon dapat
    menghubungi saya. Mahasiswa tersebut akan dibimbing langsung oleh saya.
    Kalau tidak ada mahasiswa yang daftar, maka dana tersebut tidak bisa
    dipakai.
     
    Bidang penelitian adalah: ground improvement on peat/organic soil using
    nano-materials, dan development of testing method for tensile strength of
    stabilized soils.
     
     
    *Agus Setyo Muntohar*
    Ph.D (NTUST), M.Eng.Sc <http://m.eng.sc/>. (UM), S.T. (UGM)
    Geotechnical Engineering and Applied Geology
    Senior Lecturer
    Department of Applied Geology |School of Engineering and Science
    Curtin University of Technology
     
    Email | agus.muntohar@curtin.edu.au <muntohar@yahoo.com>
    Blog | http://muntohar.wordpress.com
    Web | http://www.curtin.edu.au <http://muntohar.wordpress.com/>
     
    Curtin University is a trademark of Curtin University of Technology.
    CRICOS Provider Code 00301J (WA), 02637B (NSW)
     
    ------------------------------
    *From:* "egum@mma.ipb.ac.id" <egum@mma.ipb.ac.id>
    *To:* ipbstaf@yahoogroups.com
    *Sent:* Friday, July 29, 2011 6:37 PM
    *Subject:* Re: [ipbstaf] Magsaysay Award 2011 untuk Tri Mumpuni
     
    Terima kasih informasinya pak Rizal. Selamat kepada mbak Puni atas
    penghargaan yang sangat membanggakan tersebut. Sebagai orang Subang, tempat
    proyek micro hydro nya mbak Puni, saya juga ikut mengucapkan terima kasih
    karena masyarakat Subang telah dimotivasi utk memajukan inovasi
    masyarakatnya (grassroots innovation). Wass Egum Said
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: "Rizal Damanik" <damanik31@gmail.com>
    Sender: ipbstaf@yahoogroups.com
    Date: Thu, 28 Jul 2011 13:36:33
    To: <ipbstaf@yahoogroups.com>
    Reply-To: ipbstaf@yahoogroups.com
    Subject: [ipbstaf] Magsaysay Award 2011 untuk Tri Mumpuni
     
     
    Dear IPB Staf,
     
    Tadi pagi saya dapat kabar bahwa rekan kita Tri Mumpuni telah berhasil
    mendapat Magsaysay Award 2011 atas prestasi dan karya baktinya membantu
    masyarakat kurang mampu mendapatkan listrik melalui teknik micro-hydro nya.
    Saya juga sudah berbicara dg Puni ttg penerimaan award ini.
     
    Kita patut bersyukur dan bangga atas prestasi yang telah diraih oleh alumni
    IPB Angkatan 20 ini.
     
    Semoga semangat dan prestasi Puni ini menginspirasi dan memotivasi kita
    semua untuk terus berkarya dan berprestasi.
     
    Detail informasi bisa dibaca pada link di bawah ini.
     
    Salam prestasi,
     
    Rizal Damanik
     
    http://www.thejakartaglobe.com/home/indonesian-woman-wins-asias-nobel-prize-for-helping-poor/455741
    <http://www.thejakartaglobe.com/home/indonesian-woman-wins-asias-nobel-prize-for-helping-poor/455741%0A>
     
     
    Sent from my Torbangun Berry®
     
    ------------------------------------
     
    Telah tersedia IPBNewsTicker, berita teks berjalan di layar komputer Anda.
    Download program di http://www.ipb.ac.id/mobile/IPBNewsTicker.exe
    Untuk registrasi, kirim SMS ke 9333, isi pesan: IPBNT <spasi> No.Registrasi
    ----------------------------------------------------------------------------
    Pesan dikirim ke: ipbstaf@eGroups.com
    Untuk bergabung, kirim pesan ke: ipbstaf-subscribe@eGroups.com
    Untuk undur diri, kirim pesan ke: ipbstaf-unsubscribe@eGroups.com
    Kritik dan pesan khusus untuk moderator: ipbstaf-owner@egroups.comYahoo!
    Groups Links
     
     
     
     
     
    ------------------------------------
     
    Telah tersedia IPBNewsTicker, berita teks berjalan di layar komputer Anda.
    Download program di http://www.ipb.ac.id/mobile/IPBNewsTicker.exe
    Untuk registrasi, kirim SMS ke 9333, isi pesan: IPBNT <spasi> No.Registrasi
    ----------------------------------------------------------------------------
    Pesan dikirim ke: ipbstaf@eGroups.com
    Untuk bergabung, kirim pesan ke: ipbstaf-subscribe@eGroups.com
    Untuk undur diri, kirim pesan ke: ipbstaf-unsubscribe@eGroups.com
    Kritik dan pesan khusus untuk moderator: ipbstaf-owner@egroups.comYahoo!
    Groups Links
     
     
     
     
     

     
     
     
    --
    PhD Student
    Geography (Environmental Science and Policy)
    Michigan State University
    Department of Geography
    Michigan - USA
     
    weblog: http://perdinan.staff.ipb.ac.id/

     

    "ImtiyaZ" <iim_ok@yahoo.com> Jul 29 03:46PM ^
     
    Selamat Berpuasa, Mohon Maaf Lahir & Bathin ^_^
     
    Tetap Sehat dan Berenergi di Bulan Puasa
    by Arief T Nur Gomo on Jul 27, 2011 •
    Dalam beberapa hari lagi bagi yang beragama Islam akan memasuki bulan Ramadhan yang mubarok. Berpuasa adalah salah satu kewajiban di bulan ini. Puasa atau shaum (dalam bahasa Arab) artinya menahan diri dari makan dan minum serta segala perbuatan yang bisa membatalkan puasa mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari, untuk meningkatkan ketakwaan seorang muslim. Pada artikel ini saya tidak akan membahas puasa dari segi agama, akan tetapi saya akan mencoba berbagi ilmu tentang bagaimana puasa bisa dijalankan dengan baik tanpa harus kekurangan nutrisi dan tetap berenergi. Sebenarnya cara-cara menjalankan puasa yang baik sudah dijelaskan dalam agama dan ternyata jika diikuti dengan benar dapat memberikan kesehatan bagi tubuh dan puasa dapat dijalankan dengan baik.Fisiologi PuasaBagi kebanyakan orang, pertanyaan yang sering muncul tentang berpuasa adalah apakah berpuasa baik atau buruk bagi kesehatan? Berikut gambaran singkat apa yang terjadi dalam tubuh selama berpuasa.Perubahan yang terjadi dalam tubuh selama berpuasa tergantung dari lamanya waktu berpuasa. Secara teknis, tubuh memasuki keadaan berpuasa selama 8 jam atau lebih setelah makanan terakhir dikonsumsi dan ketika pencernaan selesai menyerap zat-zat gizi dari makanan. Dalam kondisi tidak berpuasa, glukosa yang disimpan di hati dan otot digunakan sebagai sumber utama energi tubuh. Pada saat berpuasa, glukosa inilah yang digunakan pertama kali untuk menyediakan energi. Setelah glukosa habis, lemak akan digunakan sebagai sumber energi. Sejumlah glukosa dalam jumlah yang kecil masih diproduksi melalui mekanisme lain di hati. Glukosa yang diproduksi ini akan digunakan untuk proses-proses lain dalam tubuh.Hanya puasa dalam jangka waktu yang lama selama beberapa hari atau minggu yang membuat tubuh terpaksa menggunakan protein sebagai sumber energi. Inilah yang sering dikenal dengan sebutan kelaparan (starvation) dan jelas kondisi ini tidak sehat. Protein akan dilepaskan dari otot sehingga orang-orang yang kelaparan akan tampak kurus dan menjadi sangat lemah.Puasa selama bulan Ramadhan dilakukan hanya dari terbit fajar sampai terbenam matahari, sehingga ada kesempatan buat tubuh untuk diberi asupan energi dan zat gizi lain setelah berbuka puasa sampai mulai berpuasa lagi. Jika konsumsi makanan pada saat ini dilakukan dengan cara yang tepat, maka hal ini akan memberikan keuntungan berupa pengalihan yang perlahan dari penggunaan glukosa ke lemak sebagai sumber energi, dan juga mencegah kerusakan otot. Penggunaan lemak untuk energi membantu menurunkan berat badan, mempertahankan massa otot, dan dalam jangka panjang akan mengurangi kadar kolesterol darah. Sebagai tambahan, penurunan berat badan akan membantu dalam kontrol terhadap diabetes dan mengurangi tekanan darah. Proses detoksifikasi juga terjadi pada saat berpuasa, karena zat racun yang tersimpan lemak akan larut dan dikeluarkan dari tubuh. Setelah beberapa hari berpuasa, beberapa hormon tertentu (endorfin) mengalami peningkatan dalam darah, sehingga kita menjadi lebih awas dan secara umum kondisi mental menjadi lebih baik/meningkat.Makanan dan minuman yang seimbang yang masuk dalam tubuh selama bulan puasa sangatlah penting. Untuk mencegah pemecahan otot, makanan yang dikonsumsi selama bulan puasa harus mengandung energi yang cukup dari karbohidrat dan lemak. Oleh karena itu, diet yang seimbang diperlukan dan kebutuhan zat-zat gizi (karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral) dan air harus tercukupi.Makanan dan Pola Makan Selama Bulan PuasaPuasa di bulan Ramadhan dapat meningkatkan kesehatan seseorang jika mengikuti pola makan yang benar. Pola makan dan makanan yang sembarangan dan tidak dikontrol dapat mengganggu selama puasa. Faktor penentu yang utama sebenarnya bukan dari puasa itu sendiri, akan tetapi makanan yang dikonsumsi pada saat waktu tidak berpuasa (setelah magrib sampai sebelum subuh). Untuk mendapatkan manfaat berpuasa, kita harus bijaksana memilih jenis makanan yang dikonsumsi. Makan berlebihan pada saat berbuka puasa tidak hanya membahayakan tubuh akan tetapi juga mengganggu kesehatan spiritual. Pada bulan puasa otomatis jumlah makanan yang masuk akan lebih sedikit dibandingkan dengan kondisi tidak berpuasa, sehingga diperlukan makanan dengan kandungan gizi berimbang dan cukup. Usahakan memilih makanan sehat yang tidak jauh berbeda dengan yang sering dikonsumsi pada bukan bulan puasa. Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi selama bulan puasa. Kombinasikan makanan yang dikonsumsi dari berbagai sumber makanan yang menyehatkan dan halal.• Awali Dengan Sahur yang TepatKarbohidrat kompleks yang terdapat pada makanan akan membantu pelepasan energi secara perlahan selama waktu berpuasa. Karbohidrat kompleks terdapat pada misalnya beras merah, beras coklat, oatmeal, gandum utuh, barley, kacang-kacangan, umbi-umbian, buahan, dan sayuran. Makanan yang berkarbohidrat kompleks kaya akan kandungan serat pangan. Konsumsilah makanan yang mengandung karbohidrat kompleks pada saat sahur. Jangan lupa untuk mencukupi juga sumber protein, lemak, vitamin, mineral serta air. Jangan pernah melewatkan sahur. Lakukan sahur menjelang imsak sesuai anjuran agama, hal ini bertujuan agar makanan menjadi lebih lama dalam pencernaan kita dan kita tidak merasa lapar yang berlebihan, serta tubuh tetap berenergi pada saat berpuasa. Hindari minum kopi, teh ataupun minuman yang bersifat diuretik pada saat sahur. Kopi dan minuman sejenis akan membuat orang sering buang air kecil. Salah seorang pakar gizi, Ir Marzuki Iskandar, STP, MTP masih memperbolehkan konsumsi teh asal jumlahnya sedikit. Susu rendah lemak dapat menjadi salah satu pilihan menu sehat saat sahur.Sesuatu yang kurang tepat yang sering dilakukan oleh orang yang sedang berpuasa yaitu melakukan sahur pada waktu yang terlalu awal, kemudian tidur lagi. Hal ini menyebabkan terjadinya penimbunan lemak karena kelebihan energi dan tidak ada aktifitas fisik yang cukup untuk memanfaatkan energi yang berasal dari makanan. Selain itu, orang yang sahur pada waktu yang terlalu awal, akan cepat merasa lapar, dan menjadi tidak berenergi serta cepat mengantuk pada siang hari.• Berbuka Puasa Dengan yang ManisPada saat berbuka puasa dianjurkan untuk mengkonsumsi yang manis-manis. Manis disini identik dengan gula atau karbohidrat sederhana. Tujuannya untuk segera mengembalikan kadar gula darah sehingga menjadi normal kembali. Itulah sebabnya mengapa kita dianjurkan untuk segera berbuka puasa jika sudah saatnya berbuka. Contoh makanan dan minuman yang mengandung karbohidrat sederhana yaitu kurma, buah-buahan segar dan jus, sirup, susu, teh manis, setup buah, kolak, dan kue-kue. Tapi ingat juga untuk tidak mengkonsumsinya secara berlebihan. Konsumsilah makanan berbuka secukupnya, misalnya 1 cup kolak atau beberapa butir kurma atau 1 cup teh manis hangat dan snack sehat. Tujuannya untuk mempersiapkan saluran pencernaan agar siap menghadapi makanan dalam jumlah besar. Hindari makan besar pada saat berbuka puasa, karena akan mengganggu pencernaan, lambung menjadi shock. Hindari mengkonsumsi kue-kue yang diproses dengan cara digoreng atau yang diproses dengan campuran lemak yang berlebihan. Makanan yang digoreng mengandung lemak yang berlebihan sehingga dalam lambung akan dicerna lebih lama dan mengganggu pada saat makan malam. Hindari juga minuman bersoda, minuman dingin atau yang dicampur es pada saat berbuka karena menurut Prof. Dr. Made Astawan, Ahli Teknologi Pangan dan Gizi IPB, es dapat menahan rasa lapar sehingga hidangan lain yang lebih bergizi tidak dapat disantap. Akibatnya, hal itu akan mengurangi asupan zat gizi yang sangat diperlukan tubuh untuk memulihkan stamina. Demikian juga minuman bersoda akan memberikan rasa kenyang, disamping pH atau keasamannya tergolong rendah sehingga dapat mengganggu pencernaan (lambung). Minum minuman bersoda yang berlebihan dapat membawa masalah terhadap kesehatan seperti kerusakan gigi, kehilangan massa tulang, diabetes, dan melemahkan otot.• Makan Malam yang Bergizi, Seimbang dan Cukup.Setelah berbuka puasa, kemudian lakukan sholat magrib. Setelah itu baru makan besar/makan malam. Besar disini tidak berarti anda harus makan sebanyak-banyaknya. Lakukan makan malam seperti biasa dalam jumlah yang cukup dan dengan pilihan menu-menu yang menyehatkan. Cukupi kebutuhan nutrisi dari makanan-makanan sumber karbohidrat (mis. beras merah, beras coklat, gandum, oat, ubi-ubian, jagung), sumber protein (mis. daging rendah lemak, ayam, ikan, telur, kacang-kacangan, susu), sumber lemak (mis. ikan, minyak zaitun, kacang-kacangan), sumber vitamin dan mineral (mis. buah-buahan, sayur-sayuran). Hindari makanan yang digoreng atau yang diproses dengan menggunakan lemak yang berlebihan. Menurut dr. Fiastuti Witjaksono, M.S. SpGK, pada prinsipnya, puasa hanya menggeser waktu makan saja, jadi tidak ada yang berubah, yang penting adalah seimbang. Hindari juga makanan-makanan yang terlalu pedas atau yang mengandung bumbu yang merangsang karena dapat mengganggu pencernaan.Makan malam yang bergizi, seimbang dan cukup, akan membantu pada saat beribadah sholat tarawih sehingga tidak menjadi lemas dan tetap berenergi, selain itu perut tidak kekenyangan. Setelah sholat tarawih dapat dilanjutkan dengan makan kecil atau snack. Ingat untuk selalu memilih makanan kecil yang sehat, misalnya buah-buahan, roti gandum, kolak ubi, oatmeal cookies.• Jangan Lupakan Minum Air yang CukupSalah satu hal yang perlu diingat juga yaitu air. Tubuh manusia terdiri dari 65% air sehingga asupan air pada waktu tidak berpuasa mutlak diperlukan dalam jumlah yang cukup. Air tidak hanya dari air putih saja, tetapi sudah termasuk air yang terkandung dalam susu, teh, kolak, sup, atau makanan lain yang berkuah. Jadi cukupkanlah asupan air tubuh anda agar siap menjalani puasa keesokan harinya.• SuplemenUntuk suplementasi selama bulan puasa, dapat dilakukan sesuai dengan anjuran dokter khususnya orang yang mengidap penyakit tertentu. Selain itu suplemen dapat juga dikonsumsi jika dirasa tidak cukup terpenuhi dari asupan makanan. Kondisi kerja yang padat dan kondisi lingkungan yang dapat menurunkan ketahanan tubuh selama berpuasa dapat diatasi dengan konsumsi suplemen. Multivitamin yang antara lain mengandung vitamin (A, B, C, E, dan D), serta mineral seperti kalsium, magnesium, besi, iodium, dan lain-lain dapat menyuplai kebutuhan tubuh dan meningkatkan ketahanan tubuh. Contoh suplemen lain yaitu whey protein. Whey protein dapat dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan protein tubuh dan menjaga massa otot. Whey protein dapat diminum setelah kita berolahraga di malam hari. Olahraga di Bulan PuasaMenjalankan puasa bukan berarti berhenti berolahraga. Aktifitas fisik tetap dibutuhkan untuk menjaga metabolisme tubuh dan tubuh menjadi tidak mudah capek. Yang perlu diperhatikan yaitu pengaturan waktu olahraganya dan jenis olahraganya. Menurut Prof. Dr. Made Astawan, alternatif waktu terbaik untuk olahraga bukan menjelang waktu berbuka, karena kondisi gula darah sudah mendekati ambang di bawah 60 mg/dl. Saat yang paling tepat dan lebih rasional untuk berolahraga adalah usai sholat tarawih. Ada pendapat lain yang mengemukakan bahwa olahraga kecil dapat dilakukan sebelum berbuka puasa. Jika hal ini ingin dilakukan, pilihlah olahraga yang tidak membutuhkan energi berlebih, seperti jalan kaki. Sholat tarawih selain sebagai sarana ibadah juga secara tidak langsung adalah olahraga, karena pada saat sholat tarawih terjadi pembakaran kalori.Untuk penggemar olahraga fitnes dapat mengikuti panduan yang dapat dibaca di http://duniafitnes.com/training-program/fitnes-dan-puasa/fitness-dan-puasa.html. Karena olahraga fitnes menggunakan cukup banyak energi sehingga dianjurkan dilakukan pada malam hari setelah berbuka puasa (dapat dilakukan setelah sholat tarawih sehingga tidak mengganggu waktu beribadah). Latihannya pun dilakukan lebih sedikit dibanding pada bulan-bulan tidak berpuasa yaitu sebanyak 3 kali seminggu.Puasa Itu MenyehatkanSebagai penutup di tulisan saya ini, saya ingin ingatkan sekali lagi tentang pentingnya pengaturan makanan dan pola makan selama bulan puasa ini. Dengan makanan dan pola makan yang sehat dapat memenuhi kebutuhan nutrisi pada saat menjalankan ibadah puasa. Hal ini juga akan menjadikan tubuh kita tetap berenergi dan sehat selama menjalankan berpuasa. Menurut Prof. Dr. Made Astawan, untuk memudahkan panduan kalori dalam penyusunan pola makan, dapat mengikuti pembagian porsi energi seperti ini, yaitu 10-15% saat berbuka, 30-35% saat makan malam, 10-15% setelah selesai sholat tarawih, dan 30-35% saat sahur. Jika tubuh kita sehat selama berpuasa, otomatis ibadah-ibadah yang lain pun dapat kita laksanakan dengan baik.Marhaban ya Ramadhan. Mohon maaf lahir dan batin. Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan. Semoga amal dan ibadah kita di bulan puasa diterima Allah SWT.
    imtiyaz (iim atau tiyaz aja)
    TPHP 02

     

    Yulianto Eko Rakhmat <eko.rakhmat@gmail.com> Jul 29 10:19PM +0700 ^
     
    mumet bacanya mbak.....
     
    2011/7/29 ImtiyaZ <iim_ok@yahoo.com>
     

     

    andirahmah91@yahoo.com Jul 29 04:19PM ^
     
    Kalau saya makan semangkuk oatmeal campur buah2an dan telur :-) saat sahur. .
     
     
    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
     
    -----Original Message-----
    From: Yulianto Eko Rakhmat <eko.rakhmat@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Fri, 29 Jul 2011 22:19:38
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Tetap sehat dan berenergi di bulan puasa..
     
    mumet bacanya mbak.....
     
    2011/7/29 ImtiyaZ <iim_ok@yahoo.com>
     
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    febrian <febriansasi@gmail.com> Jul 29 10:19PM +0700 ^
     
    Kalo saran saya, ganti android aja. Sudah 2011 nih.
    > Sorry2, kebetulan BB saya problem di track pad, jadi belum selesai baru
    mau pindah menu sudah lari duluan. Mungkin ada saran, soalnya saya bawa ke
    dokter BB katanya kalau msh garansi, hrs dibawa ke jakarta(saya di semarang
    dan butuh waktu satu bulan lebih) kalau diserviskan di luar tempat garansi
    resmi, garansi akan hilang. Mungkin ada saran? Tq
    > Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    > Subject: Re: [kagama] Tanya: bb ga ada suara nya :(
     
    > Aku punya pengalaman, BB aku dimandiin Khaled pake sabun di bawah kran air
    yg dibuka dalam keadaan menyala.
     
    > Alhasil, setelah beberapa lama bersabar dgn berbagai masalah.. BB itu gak
    bisa dinyalakan. Mati total.
     
    > Pas BB yg baru mesti dirawat inap, iseng aku bawa juga ke langganan tukang
    service BB aku. Eh..sehat dan dapat digunakan seperti BB baru. Ditinggalin 3
    hari sih.
     
    > Salam,
     
    > Andi Rahmah
    > Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
    Teruuusss...!
    > Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    > Transfer ke:
    > 1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP
    Otista
    > 2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL ,
    108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    > Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    > Transfer ke:
    > 1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP
    Otista
    > 2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL ,
    108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX

     

    Tubagus Hadi <tubagus86@yahoo.com> Jul 29 03:06AM -0700 ^
     
    bisa jadi bank tersebut menemukan data dengan nama yang sama,kalo saya di muamalat biasanya melakukan BI checking dengan memasukkan beberapa paramater seperti NPWP,KTP dan nama dan akan muncul beberapa nama yang sama tinggal disesuaikan dengan data nasabah.sekadar info muamalat juga ada KPR syariah.terima kasih
     
     
    ________________________________
    From: "syafriadi, hepi" <gemilanghs@gmail.com>
    To: alumniugm@googlegroups.com
    Sent: Thursday, July 28, 2011 6:03 PM
    Subject: Re: [kagama] cek BI bermasalah, aduh gimana ya?
     
    Nambahin, joint income atau tdk, tetap dilakukan bi ceking thd pasangan resmi yg tercatat di KK/akte nikah. Bedanya cuma di dokumen finansial saja.
     
    Salam,
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: set yoko <yokondo79@yahoo.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Thu, 28 Jul 2011 17:17:10
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] cek BI bermasalah, aduh gimana ya?
     
    istri saya lagi mau ambil kpr, pengajuannya tidak join income dengan saya.saat cek BI hasilnya bermasalah pada data saya. ada pinjaman di BPR sinta daya dengan status kredit macet atas nama saya SETYOKO dng data tempat dan tanggal lahir srta alamat tinggal di jogja (bukan alamat ktp sama) padahal saya ga pernah saya berurusan dengan lembaga keuangan selama kuliah/tinggal di jogja. padahal saya juga sdh tinggal di jakarta 6 tahun dan ktp sudah saya pindah 4 tahun yang lalu ke tangerang. ada yang bisa bantu informasi kenapa bisa terjadi demikian dan gimna solusinya? terimakasih. setyoko
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    Tubagus Hadi <tubagus86@yahoo.com> Jul 29 03:13AM -0700 ^
     
    tambahan lagi,bisa di konfirmasi  ke Bank yang bersangkutan
     
     
    ________________________________
    From: Tubagus Hadi <tubagus86@yahoo.com>
    To: alumniugm@googlegroups.com
    Sent: Friday, July 29, 2011 5:06 PM
    Subject: Re: [kagama] cek BI bermasalah, aduh gimana ya?
     
     
    bisa jadi bank tersebut menemukan data dengan nama yang sama,kalo saya di muamalat biasanya melakukan BI checking dengan memasukkan beberapa paramater seperti NPWP,KTP dan nama dan akan muncul beberapa nama yang sama tinggal disesuaikan dengan data nasabah.sekadar info muamalat juga ada KPR syariah.terima kasih
     
     
    ________________________________
    From: "syafriadi, hepi" <gemilanghs@gmail.com>
    To: alumniugm@googlegroups.com
    Sent: Thursday, July 28, 2011 6:03 PM
    Subject: Re: [kagama] cek BI bermasalah, aduh gimana ya?
     
    Nambahin, joint income atau tdk, tetap
    dilakukan bi ceking thd pasangan resmi yg tercatat di KK/akte nikah. Bedanya cuma di dokumen finansial saja.
     
    Salam,
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: set yoko <yokondo79@yahoo.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Thu, 28 Jul 2011 17:17:10
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] cek BI bermasalah, aduh gimana ya?
     
    istri saya lagi mau ambil kpr, pengajuannya tidak join income dengan saya.saat cek BI hasilnya bermasalah pada data saya. ada pinjaman di BPR sinta daya
    dengan status kredit macet atas nama saya SETYOKO dng data tempat dan tanggal lahir srta alamat tinggal di jogja (bukan alamat ktp sama) padahal saya ga pernah saya berurusan dengan lembaga keuangan selama kuliah/tinggal di jogja. padahal saya juga sdh tinggal di jakarta 6 tahun dan ktp sudah saya pindah 4 tahun yang lalu ke tangerang. ada yang bisa bantu informasi kenapa bisa terjadi demikian dan gimna solusinya? terimakasih. setyoko
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri,
    SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
     
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    lestarioctavia@gmail.com Jul 29 05:35AM ^
     
    Dibahas lg niiih.
    Alhamdulilah, sy sdh mengkhitan putri saya..stlh melalui diskusi fiqh dgn ulama yg faham masalah ini.
    Insyaa Allah sy meyakini khitan sunnah utk anak putri.
    Sebetulnya, pelarangan khitan justru kontraproduktif.
    Mempersulit seseorang mendapatkan akses kesehatan terkait dgn keyakinan seseorang, mnrt sy, tidak adil.
    Khitan putri saya dilakukan di rmh oleh bidan dgn menggunakan peralatan medis steril krn klinik menolak melakukan khitan :-((.
    Saya mendampingi ketika khitan berlangsung, menggunakan jarum steril dan insyaa allah memenuhi azas medis dan agama yg sy yakini
     
     
    Semoga bermanfaat
     
    Regards
    Lestari
     
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: Muhammad Ery Wijaya <erywijaya@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Fri, 29 Jul 2011 13:53:05
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] Larangan Khitan Perempuan
     
    Menyambung diskusi yg dulu.....memang debatable hehe
     
    Salam,
     
    Ery
     
    Larangan Khitan Perempuan
    http://health.kompas.com/read/2011/07/29/02515846/Larangan.Khitan.Perempuan
     
    *KOMPAS.com —* Tahun 2007, Kementerian Kesehatan mengeluarkan larangan
    medikalisasi sunat (khitan) perempuan oleh petugas kesehatan. Pelarangan itu
    bukan hanya selaras dengan ajaran Islam, tetapi juga kaidah kesehatan
    modern.
     
    Konferensi Internasional Kependudukan dan Pembangunan Organisasi Kesehatan
    Dunia di Kairo, Mesir, 1994, melarang khitan bagi perempuan. Alasannya,
    khitan merusak dan membahayakan organ reproduksi perempuan.
     
    Pelarangan itu mendapat respons keras dari Majelis Ulama Indonesia melalui
    Keputusan Fatwa Nomor 9A Tahun 2008. Menurut MUI, khitan bagi perempuan
    adalah makrumah (memuliakan) dan pelarangan khitan bagi perempuan dianggap
    bertentangan dengan syiar Islam.
     
    Kemkes merespons fatwa MUI itu dan mengeluarkan Peraturan Menkes Nomor 1636
    Tahun 2010 yang menyetujui dan mendorong pelaksanaan khitan perempuan.
    Permenkes ini bahkan merinci tahap demi tahap yang harus dilakukan agar
    praktik sunat bagi perempuan dilakukan dalam rangka perlindungan perempuan;
    dilakukan sesuai dengan ketentuan agama, standar pelayanan, serta standar
    profesi untuk menjamin keamanan dan keselamatan perempuan yang disunat.
     
    Secara historis, praktik khitan bagi perempuan telah ada sebelum agama Islam
    lahir. Khitan perempuan menjadi tradisi di banyak masyarakat. Berdasarkan
    riset Population Council, di Indonesia, khitan perempuan dilakukan di
    berbagai daerah, seperti Banten, Gorontalo, Makassar, Padang Sidimpuan,
    Madura, Padang, Padang Pariaman, Serang, Kutai Kartanegara, Sumenep, Bone,
    Gorontalo, dan Bandung. Alat untuk menyunat adalah pisau (55 persen),
    gunting (24 persen), sembilu (bambu) atau silet (5 persen), jarum (1
    persen), serta sisanya sekitar 15 persen pinset, kuku atau jari penyunat,
    koin, dan kunyit. Caranya adalah dengan pemotongan klitoris, yaitu insisi
    (22 persen) dan eksisi (72 persen) menggunakan gunting, serta mengerik dan
    menggores klitoris (6 persen) menggunakan bambu atau silet.
     
    Praktik khitan bagi perempuan menimbulkan banyak korban, umumnya karena
    pendarahan. Penulis Mesir Nawal el Sadawi banyak menulis tentang kematian
    gadis dan anak perempuan akibat praktik ini. Penelitian International
    Planned Parenthood Federation tahun 2001 menyebutkan, dampak khitan sangat
    beragam, seperti depresi, nyeri saat berhubungan seksual, mengurangi
    kenikmatan seksual, infeksi saluran kemih, radang panggul kronik,
    frigiditas, pendarahan, dan kematian.
     
    *Hak sama*
     
    Ayat yang senantiasa dijadikan rujukan hukum atas sunat bagi laki-laki dan
    perempuan adalah QS An-Nahl:123, yang artinya "Kemudian Kami wahyukan
    kepadamu agar mengikuti millah Nabi Ibrahim." Menurut KH Husein Muhammad
    dari Pondok Pesantren Darut Tauhid, Cirebon, tidak ada pakar tafsir yang
    mengaitkan ayat tersebut dengan kewajiban khitan bagi perempuan. Sebaliknya,
    ayat tersebut tengah membicarakan hal-hal pokok dalam doktrin agama, seperti
    tentang keyakinan tauhid dan cara manasik haji Nabi Ibrahim. Para pakar
    tafsir klasik sekalipun, seperti Al-Qurthubi, menjelaskan, ayat tersebut
    berkenaan dengan perintah kepada Nabi Muhammad untuk ikut manasik haji Nabi
    Ibrahim.
     
    Al-Thabari mengatakan, ayat itu intinya memerintahkan Nabi Muhammad
    membebaskan diri dari penyembahan terhadap berhala dan kepasrahan kepada
    Tuhan. Fakhr al-Din al-Razi mengemukakan, maksud ayat itu adalah Tuhan
    memerintahkan Nabi Muhammad mengikuti metode Nabi Ibrahim dalam menyampaikan
    dakwah tentang kemahaesaan Tuhan (tauhid), yakni dengan cara halus, lembut,
    memudahkan, dan argumen rasional, sebagaimana ditunjukkan Al Quran dalam
    ayat-ayat lain.
     
    Menurut Yusuf al-Qardhawi, perujukan ayat di atas sebagai dasar perlunya
    khitan bagi perempuan adalah alasan mengada-ada (takalluf) dan memaksakan.
    Ayat tersebut bicara lebih luas dan mendasar daripada sekadar khitan. Lebih
    lanjut, Qardhawi juga berargumen, apabila khitan menyakitkan secara fisik
    dan psikologis, membuat perempuan terhalang memperoleh hak fitrahnya,
    tindakan itu haram.
     
    Pertanyaan kemudian, mengapa khitan bagi perempuan sering kali dipaksakan
    masyarakat? Michel Foucault menyebut, tubuh perempuan adalah obyek kuasa
    masyarakat patriaki. Melalui tubuh perempuanlah budaya patriarki bermain
    untuk mengontrol dan menguasai orang lain atas tubuhnya.
     
    Seksualitas perempuan dikekang dengan khitan ketika organ terpenting dalam
    relasi seksual dihilangkan.
     
    Kesempatan harus diberikan kepada perempuan untuk mengartikulasikan
    seksualitasnya, sama seperti kesempatan yang diberikan kepada laki-laki
    karena perempuan dan laki-laki diciptakan dari substansi (nafs) yang sama
    (QS An-Nisa:1). Bahkan, relasi setara telah disebutkan dalam QS
    Al-Baqarah:187, yakni istri adalah pakaian bagi suami dan demikian
    sebaliknya.
     
    Karena itu, sejak 1959, Mesir melarang khitan bagi perempuan. Adalah mufti
    Mesir, Syeikh Ali Gom'ah, yang mencetuskan fatwa haram khitan bagi
    perempuan. Mufti besar Al-Azhar, Muhammad Sayyed Thanthowi, juga mendukung
    fatwa tersebut.
     
    Yulianti Muthmainnah *Peserta Program Pengaderan Ulama Perempuan Rahima dan
    Peneliti Komnas Perempuan*
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
Loading...