Total Tayangan

myspace hit counter

[kagama] Intisari untuk alumniUGM@googlegroups.com - 25 Pesan pada 11 Topik

Senin, Juli 25, 2011

Grup: http://groups.google.com/group/alumniUGM/topics

    handa Situmorang <situmoranghanda@gmail.com> Jul 25 11:39AM +0700 ^
     
    sayangnya ERP keluaran indonesia belum ada ya :(.
     
    2011/7/23 <tbuanawati@gmail.com>
     

     

    Sulastama Raharja <rsulastama@gmail.com> Jul 25 10:57AM +0700 ^
     
    Selamat Ulang Tahun Mas Valdi
    wish you all the best ....
     
    (segera meminang pramugari garuda :),
    jangan takut posting karena asli gratis)
     
    --
    tomo TGL' 93
    ~ KagamaVirtual is here, there, everywhere, anywhere ... For everyone" :) ..
    http://kagamavirtual.com/ ~

     

    Irvan Kristanto <irvankristanto@gmail.com> Jul 25 11:02AM +0700 ^
     
    lagi ah.,.. Happy B'day Dab Valdi... tadi udah post di FB je...
    oooh... masih jomblo juga yaaa... harus discreening sama Mbak Andi Rahmah
    juga tuh, he he....
     
    irvan
     
    2011/7/25 Sulastama Raharja <rsulastama@gmail.com>
     

     

    aroem.naroeni@kagamavirtual.com Jul 25 04:05AM ^
     
    Happy birthday mas Valdi.. Semoga pernikahannya sukses !!
    Selamat latihan berdiri dan tersenyum :D
    Kita menunggu undangan kopdar makan duren :)
     
    Salam
    Aroem
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: Irvan Kristanto <irvankristanto@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Mon, 25 Jul 2011 11:02:08
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] [birthday]: Selamat Ulang Tahun Mas Valdi
     
    lagi ah.,.. Happy B'day Dab Valdi... tadi udah post di FB je...
    oooh... masih jomblo juga yaaa... harus discreening sama Mbak Andi Rahmah
    juga tuh, he he....
     
    irvan
     
    2011/7/25 Sulastama Raharja <rsulastama@gmail.com>
     
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    umi gita <umigita@gmail.com> Jul 25 11:14AM +0700 ^
     
    yak ampuuuunnnn mas valdi ulang tahun ya...jahatnya aku belum
    ngucapin....Happy B-day ya mas....semoga sukses membawa BRI semakin berjaya,
    sukses juga untuk pernikahannya...calon istrinya pramugari Garuda? wah
    sinergi BUMN yang bagus...jadi besok kalo naik Garuda tinggal gesek ATM atau
    BRI Prioritas di Bandara hehehe...
     
    Salam,
    Umi Gita
     
    2011/7/25 Sulastama Raharja <rsulastama@gmail.com>
     

     

    vriovia@kagamavirtual.com Jul 25 04:15AM ^
     
    Terima kasih mas komo. Amin
    Semoga sukses juga buat mas komo.
     
    Dudu pramugari mas, itu buat den baagus yassir sing sering terbang. Aku dengan pns aja mas.
     
    Siap pak presiden.
    valdi riovia
    BRI Pandeglang/FKT 96
     
    -----Original Message-----
    From: Sulastama Raharja <rsulastama@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Mon, 25 Jul 2011 10:57:34
    To: alumniUGM<alumniUGM@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] [birthday]: Selamat Ulang Tahun Mas Valdi
     
    Selamat Ulang Tahun Mas Valdi
    wish you all the best ....
     
    (segera meminang pramugari garuda :),
    jangan takut posting karena asli gratis)
     
    --
    tomo TGL' 93
    ~ KagamaVirtual is here, there, everywhere, anywhere ... For everyone" :) ..
    http://kagamavirtual.com/ ~
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    vriovia@kagamavirtual.com Jul 25 04:16AM ^
     
    Bentaar lagi mas irvaan double nya. Terima kaasih ya. Sukses juga buat mas irvaan
    valdi riovia
    BRI Pandeglang/FKT 96
     
    -----Original Message-----
    From: Irvan Kristanto <irvankristanto@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Mon, 25 Jul 2011 11:02:08
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] [birthday]: Selamat Ulang Tahun Mas Valdi
     
    lagi ah.,.. Happy B'day Dab Valdi... tadi udah post di FB je...
    oooh... masih jomblo juga yaaa... harus discreening sama Mbak Andi Rahmah
    juga tuh, he he....
     
    irvan
     
    2011/7/25 Sulastama Raharja <rsulastama@gmail.com>
     
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    vriovia@kagamavirtual.com Jul 25 04:17AM ^
     
    Terima kasih mbak aroem dan mb umie.
    Makan duren. Tunggu d pandeglang.
    Kalo calon, saya pns mbak umie.yg pramugari buat den mas yaassir aj
    valdi riovia
    BRI Pandeglang/FKT 96

     

    Irvan Kristanto <irvankristanto@gmail.com> Jul 25 11:20AM +0700 ^
     
    UmiGita kan PNS?... oh bukan pegawai BUMN.. tapi gak apa2 kan? he he...
    ada kopdar makan duren apa belah duren ya?
    Keponakan Atut atau WH, boleh dijadikan prospek Dab...
     
    irvan
     
    2011/7/25 <vriovia@kagamavirtual.com>
     

     

    umi gita <umigita@gmail.com> Jul 25 11:22AM +0700 ^
     
    yeeee...jelas bukan saya dunkkkk...
    mas irvan, saya PNS tapi di Kementerian BUMN hehehe...
     
    Salam,
    Umi Gita
     
    2011/7/25 Irvan Kristanto <irvankristanto@gmail.com>
     

     

    vriovia@kagamavirtual.com Jul 25 04:30AM ^
     
    Iya mas, semua bisa d prospek sambil *abok duren.
    valdi riovia
    BRI Pandeglang/FKT 96
     
    -----Original Message-----
    From: umi gita <umigita@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Mon, 25 Jul 2011 11:22:14
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] [birthday]: Selamat Ulang Tahun Mas Valdi
     
    yeeee...jelas bukan saya dunkkkk...
    mas irvan, saya PNS tapi di Kementerian BUMN hehehe...
     
    Salam,
    Umi Gita
     
    2011/7/25 Irvan Kristanto <irvankristanto@gmail.com>
     
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    Albert Pratama <albert.pratama@gmail.com> Jul 25 11:34AM +0700 ^
     
    Met ultah Mas Valdi.
    Saya cuma mau melengkapi doa rekan2 yang lain dengan satu harapan ini:
    Semoga nggak ada lagi yang keliru memanggil Mbak :)
     
    Regards,
    Albert

     

    vriovia@kagamavirtual.com Jul 25 04:37AM ^
     
    Terima kasih mas albert. Semoga doa nya dikabulkaan segera.
     
     
    valdi riovia
    BRI Pandeglang/FKT 96
     
    -----Original Message-----
    From: Albert Pratama <albert.pratama@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Mon, 25 Jul 2011 11:34:35
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] [birthday]: Selamat Ulang Tahun Mas Valdi
     
    Met ultah Mas Valdi.
    Saya cuma mau melengkapi doa rekan2 yang lain dengan satu harapan ini:
    Semoga nggak ada lagi yang keliru memanggil Mbak :)
     
    Regards,
    Albert
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    Sulastama Raharja <rsulastama@gmail.com> Jul 25 11:24AM +0700 ^
     
    Peringatan bagi Pemimpin
    **
    *Anies Baswedan*
     
    Makin hari kegalauan itu tumbuh makin pesat, tetapi berhentilah mengatakan
    bangsa ini bobrok. Hentikan tudingan bahwa bangsa ini tenggelam. Tidak!
    Bangsa ini sedang bangkit dan akan makin tinggi berdirinya.
     
    Lihatlah rakyat di sana-sini, bangun sebelum pagi, penuhi pasar rakyat,
    padati jalan dan kelas, menyongsong kehidupan. Dengan sinar lampu apa adanya
    mereka coba sinari masa depan sebisanya. Petani, guru, nelayan, pedagang,
    atau tentara di tepian republik jalani hidup berat penuh tanggung jawab. Di
    tengah kepulan polusi pekat, rakyat kota menyelempit mencari masa depan.
    Mereka rebut peluang, jalani segala kesulitan tanpa pidato keprihatinan.
    Rakyat yang tegar dan tangguh. Denyut geraknya membanggakan.
     
    Kegalauan republik ini bukan bersumber pada rakyat, melainkan pada pengurus
    negara yang seakan berjalan tanpa target. Deretan agenda penting dan urgen
    jadi wacana, tetapi tidak kunjung jadi realitas.
     
    Pengurus republik sukses membangun kekesalan kolektif dan menanam bibit
    pesimisme. Pimpinan kini menuai kekecewaan. Harapan, kepercayaan,
    pengertian, toleransi, kesabaran, dan permakluman rakyat kepada pemimpin
    dikuras terus. Apakah dikira stok permakluman itu tanpa batas?
     
    Dengan hormat saya sampaikan: stok itu ada batasnya dan sudah menipis. Semua
    ingin lihat hasil. Tak mau lagi dengar keluh kesah, tak hendak dengar kata
    prihatin keluar dari pemimpin. Republik ini perlu pemimpin yang hadir untuk
    menggelorakan percaya diri, bukan menularkan keprihatinan. Pemimpin tak
    boleh kirim ratapan, pemimpin harus kirim harapan.
     
    *Sebatas pidato dan wacana*
     
    Hari ini Indonesia memasuki era demokrasi etape ketiga. Kepresidenan periode
    kedua. Tidak pernah ada dalam sejarah republik ini seorang anak bangsa
    dipilih jadi pemimpin dengan suara sebanyak saat Presiden Yudhoyono di tahun
    2009. Semua persyaratan untuk melakukan dan menuntaskan langkah-langkah
    besar ada di sana. Tapi mana langkah besar itu: infrastruktur ekonomi?
    Kepastian hukum? Integritas di sekolah? Tegas kepada pengemplang pajak?
    Pemangkasan benalu APBN? Konsistensi kebijakan? Reformasi birokrasi? Jaminan
    kebinekaan bangsa? Perlindungan warga bangsa?
     
    Harapan yang tinggi untuk membereskan agenda penting baru sebatas pidato dan
    wacana. Republik perlu realitas. Pemerintah memang punya capaian, tetapi
    jika ada keberanian untuk menggelontorkan terobosan-terobosan besar di
    sektor penting, maka capaian itu akan melonjak. Kekecewaan tumbuh bukan
    semata karena pemerintah tak membawa hasil, melainkan karena terlalu banyak
    peluang terobosan dan perubahan yang disia-siakan. Sebutlah soal energi atau
    infrastruktur sistem logistik (jalan, pelabuhan, bandara, dan lain-lain),
    terobosan di sini bisa membuat ekonomi melejit. Atau terobosan besar dalam
    penegakan hukum. Perusak kebinekaan didiamkan, pengemplang pajak tak
    dijerat. Hukum tegak kokoh tanpa kompromi bagi rakyat kecil, tapi hukum loyo
    lunglai di depan rakyat besar.
     
    Ini semua dampak absennya keberanian menerobos. Semua serba alakadarnya.
    Amunisi politik yang dahsyat itu tak digunakan. Republik ini butuh pemimpin
    yang mau turun ke lapangan, pemimpin kerja dan bukan pemimpin upacara.
    Rakyat tidak perlu pengumuman hasil rapat, tapi ingin lihat implementasinya.
     
     
    Lihat sejarah kita, gamblang sekali. Republik ini didirikan oleh orang-orang
    yang berintegritas. Integritas itu membuat mereka jadi pemberani dan tak
    gentar hadapi apa pun. Bukan pencitraan, tapi integritas dan keseharian yang
    apa adanya membuat mereka memesona. Mereka jadi cerita teladan di seantero
    negeri.
     
    Kini republik membutuhkan pemimpin yang berani tegakkan integritas, berani
    perangi "jual-beli" kebijakan dan jabatan, pemimpin yang mau bertindak tegas
    melihat APBN untuk rakyat "dijarah" oleh mereka yang punya akses. Ya,
    pemimpin yang bernyali menebas penyeleweng tanpa pandang posisi atau partai,
    dan bukan pemimpin yang serba mendiamkan seakan tidak pernah terjadi
    apa-apa.
     
    Republik ini perlu pemimpin yang mendorong yang macet, membongkar yang
    buntu, dan memangkas berbenalu. Pemimpin yang tanggap memutuskan, cepat
    bertindak, dan tidak toleran pada keterlambatan. Pemimpin yang siap untuk
    "lecet-lecet" melawan status quo yang merugikan rakyat, berani bertarung
    untuk melunasi tiap janjinya. Republik ini perlu pemimpin yang memesona
    bukan saja saat dilihat dari jauh, tetapi pemimpin yang justru lebih
    memesona dari dekat dan saat kerja bersama.
     
    Bukan pemimpin yang selalu enggan memutuskan dan suka melimpahkan kesalahan.
    Bukan pemimpin yang diam saat rakyat didera, lembek saat republik dihardik
    negara tetangga, tapi lantang dan keras justru saat diri pribadi atau
    keluarganya tersentuh. Pemimpin yang tak gentar dikatakan mengintervensi
    karena mengintervensi adalah bagian dari tugas pemimpin dan pembiaran tidak
    boleh masuk dalam daftar tugas seorang pemimpin.
     
    Jika Presiden Yudhoyono tidak segera mengubah cara menjalankan pemerintahan,
    maka saya harus mengingatkan bahwa bangsa Indonesia bisa memasuki
    persimpangan jalan yang berbahaya.
     
    Jalan pertama adalah meneruskan kepemimpinan sampai di 2014 agar proses
    demokrasi berjalan normal tapi rakyat mencicipi hasil yang alakadarnya,
    deretan peluang kemajuan hilang tanpa bekas. Keterlambatan dan pembiaran
    jadi ciri beberapa tahun ke depan. Bahkan lunglainya penegakan hukum adalah
    resep mujarab menuju negara kacau.
     
    Jalan kedua mulai menyeruak. Jalan berbahaya tapi suara ini mulai berkembang
    sebagai respons atas kelambatan dan pembiaran sistemik ini: berhenti di
    tengah jalan dan berikan kepada orang lain untuk memimpin. Suara macam ini
    bisa merusak pranata siklus demokrasi yang dibangun dengan sangat susah
    payah. Suara ini tumbuh karena keyakinan bahwa lewat jalan terjal ini bisa
    terjadi pembongkaran atas pembiaran dan kelambanan; agar rakyat tak
    dirugikan terus-menerus.
     
    *Tak optimal*
     
    Semua tahu sistem presidensial menjamin presiden bisa bekerja sebagai
    eksekutor pemerintahan dan melindunginya agar tak dapat diberhentikan oleh
    alasan politis. Hari ini yang dihadapi Indonesia situasi sebaliknya. Periode
    dijamin aman oleh konstitusi, tetapi presiden tak optimal jalankan
    otoritasnya. Keterlambatan berjejer dan pembiaran berderet. Periode fixed
    lima tahun itu bukan mengamankan agar kerja cepat, kini malah jadi
    penyandera bangsa dari gerak kemajuan cepat.
     
    Memang presiden bukan dewa atau superman. Tidak pantas semua masalah
    ditumpahkan ke pundak pemimpin. Akan tetapi, presiden bisa menentukan
    suasana republik. Pemimpin adalah dirigen yang menghadirkan energi, nuansa,
    dan aurora di republik ini. Pemimpin bisa fokus menguraikan masalah
    strategis dan urgen bagi percepatan pelunasan janji-janjinya.
     
    Presiden Yudhoyono harus sadar bahwa caranya menjalankan pemerintahan itu
    memiliki efek tular. Kelugasan, ketegasan, keberanian, kecepatan,
    keterbukaan, kewajaran, kemauan buat terobosan, dan perlindungan kepada anak
    buah bahkan kesederhanaan protokoler itu semua menular. Tapi kebimbangan,
    kehati-hatian berlebih, kelambatan, ketertutupan, formalitas kaku, pembiaran
    masalah, orientasi kepada citra dan ketaatan buta pada prosedur itu juga
    menular. Menular jauh lebih cepat dan sangat sistemik.
     
    Rakyat republik ini sudah kerja keras. Lihat di segala penjuru Indonesia.
    Mulai dari kampung kumuh-sumuk tak jauh dari istana, di puncak-puncak
    pegunungan dingin, di tepian pantai sebentangan khatulistiwa: rakyat
    republik ini serba kerja keras. Mereka mau maju, mereka mau hadirkan
    kehidupan yang lebih baik bagi anak cucunya. Dan, yang pasti mereka tak
    biasa tanya siapa yang jadi pemimpin. Buat rakyat banyak tak terlalu penting
    "siapa"-nya, yang penting lunasi semua janjinya.
     
    Ini adalah sebuah peringatan apa adanya, semata-mata agar Indonesia tidak
    menemui persimpangan jalan itu. Ingat, rakyat negeri ini sudah bekerja keras
    dan "berlari" cepat. Pengurus negara harus memilih mengimbangi kecepatan
    rakyat atau ditinggalkan rakyat.
     
    Anies Baswedan* Rektor Universitas Paramadina*
    http://nasional.kompas.com/read/2011/07/25/03064679/peringatan-bagi-pemimpin
     
    --
    tomo TGL' 93
    ~ KagamaVirtual is here, there, everywhere, anywhere ... For everyone" :) ..
    http://kagamavirtual.com/ ~

     

    "Yunus Tohir" <yunstroom@gmail.com> Jul 25 04:33AM ^
     
    Mantap!
     
    Peringatan ini harusnya bisa dibuat oleh banyak pihak!
     
    Saat ini krisis di Indonesia tercinta ini ya masalah kepemimpinan..itulah kenapa saya masih punya pertanyaan yang belum juga saya temukan jawabannya..
     
    "Siapakah yang pantas memimpin bangsa ini setelah era yudoyono?"
     
     
    Regards
    Yunus Tohir
    (YunTo)
    Sent from HP titipan
     
    -----Original Message-----
    From: Sulastama Raharja <rsulastama@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Mon, 25 Jul 2011 11:24:30
    To: alumniUGM<alumniUGM@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Cc: Anies Baswedan<baswedan@gmail.com>
    Subject: [kagama] [Anies Baswedan]: Peringatan bagi Pemimpin
     
    Peringatan bagi Pemimpin
    **
    *Anies Baswedan*
     
    Makin hari kegalauan itu tumbuh makin pesat, tetapi berhentilah mengatakan
    bangsa ini bobrok. Hentikan tudingan bahwa bangsa ini tenggelam. Tidak!
    Bangsa ini sedang bangkit dan akan makin tinggi berdirinya.
     
    Lihatlah rakyat di sana-sini, bangun sebelum pagi, penuhi pasar rakyat,
    padati jalan dan kelas, menyongsong kehidupan. Dengan sinar lampu apa adanya
    mereka coba sinari masa depan sebisanya. Petani, guru, nelayan, pedagang,
    atau tentara di tepian republik jalani hidup berat penuh tanggung jawab. Di
    tengah kepulan polusi pekat, rakyat kota menyelempit mencari masa depan.
    Mereka rebut peluang, jalani segala kesulitan tanpa pidato keprihatinan.
    Rakyat yang tegar dan tangguh. Denyut geraknya membanggakan.
     
    Kegalauan republik ini bukan bersumber pada rakyat, melainkan pada pengurus
    negara yang seakan berjalan tanpa target. Deretan agenda penting dan urgen
    jadi wacana, tetapi tidak kunjung jadi realitas.
     
    Pengurus republik sukses membangun kekesalan kolektif dan menanam bibit
    pesimisme. Pimpinan kini menuai kekecewaan. Harapan, kepercayaan,
    pengertian, toleransi, kesabaran, dan permakluman rakyat kepada pemimpin
    dikuras terus. Apakah dikira stok permakluman itu tanpa batas?
     
    Dengan hormat saya sampaikan: stok itu ada batasnya dan sudah menipis. Semua
    ingin lihat hasil. Tak mau lagi dengar keluh kesah, tak hendak dengar kata
    prihatin keluar dari pemimpin. Republik ini perlu pemimpin yang hadir untuk
    menggelorakan percaya diri, bukan menularkan keprihatinan. Pemimpin tak
    boleh kirim ratapan, pemimpin harus kirim harapan.
     
    *Sebatas pidato dan wacana*
     
    Hari ini Indonesia memasuki era demokrasi etape ketiga. Kepresidenan periode
    kedua. Tidak pernah ada dalam sejarah republik ini seorang anak bangsa
    dipilih jadi pemimpin dengan suara sebanyak saat Presiden Yudhoyono di tahun
    2009. Semua persyaratan untuk melakukan dan menuntaskan langkah-langkah
    besar ada di sana. Tapi mana langkah besar itu: infrastruktur ekonomi?
    Kepastian hukum? Integritas di sekolah? Tegas kepada pengemplang pajak?
    Pemangkasan benalu APBN? Konsistensi kebijakan? Reformasi birokrasi? Jaminan
    kebinekaan bangsa? Perlindungan warga bangsa?
     
    Harapan yang tinggi untuk membereskan agenda penting baru sebatas pidato dan
    wacana. Republik perlu realitas. Pemerintah memang punya capaian, tetapi
    jika ada keberanian untuk menggelontorkan terobosan-terobosan besar di
    sektor penting, maka capaian itu akan melonjak. Kekecewaan tumbuh bukan
    semata karena pemerintah tak membawa hasil, melainkan karena terlalu banyak
    peluang terobosan dan perubahan yang disia-siakan. Sebutlah soal energi atau
    infrastruktur sistem logistik (jalan, pelabuhan, bandara, dan lain-lain),
    terobosan di sini bisa membuat ekonomi melejit. Atau terobosan besar dalam
    penegakan hukum. Perusak kebinekaan didiamkan, pengemplang pajak tak
    dijerat. Hukum tegak kokoh tanpa kompromi bagi rakyat kecil, tapi hukum loyo
    lunglai di depan rakyat besar.
     
    Ini semua dampak absennya keberanian menerobos. Semua serba alakadarnya.
    Amunisi politik yang dahsyat itu tak digunakan. Republik ini butuh pemimpin
    yang mau turun ke lapangan, pemimpin kerja dan bukan pemimpin upacara.
    Rakyat tidak perlu pengumuman hasil rapat, tapi ingin lihat implementasinya.
     
     
    Lihat sejarah kita, gamblang sekali. Republik ini didirikan oleh orang-orang
    yang berintegritas. Integritas itu membuat mereka jadi pemberani dan tak
    gentar hadapi apa pun. Bukan pencitraan, tapi integritas dan keseharian yang
    apa adanya membuat mereka memesona. Mereka jadi cerita teladan di seantero
    negeri.
     
    Kini republik membutuhkan pemimpin yang berani tegakkan integritas, berani
    perangi "jual-beli" kebijakan dan jabatan, pemimpin yang mau bertindak tegas
    melihat APBN untuk rakyat "dijarah" oleh mereka yang punya akses. Ya,
    pemimpin yang bernyali menebas penyeleweng tanpa pandang posisi atau partai,
    dan bukan pemimpin yang serba mendiamkan seakan tidak pernah terjadi
    apa-apa.
     
    Republik ini perlu pemimpin yang mendorong yang macet, membongkar yang
    buntu, dan memangkas berbenalu. Pemimpin yang tanggap memutuskan, cepat
    bertindak, dan tidak toleran pada keterlambatan. Pemimpin yang siap untuk
    "lecet-lecet" melawan status quo yang merugikan rakyat, berani bertarung
    untuk melunasi tiap janjinya. Republik ini perlu pemimpin yang memesona
    bukan saja saat dilihat dari jauh, tetapi pemimpin yang justru lebih
    memesona dari dekat dan saat kerja bersama.
     
    Bukan pemimpin yang selalu enggan memutuskan dan suka melimpahkan kesalahan.
    Bukan pemimpin yang diam saat rakyat didera, lembek saat republik dihardik
    negara tetangga, tapi lantang dan keras justru saat diri pribadi atau
    keluarganya tersentuh. Pemimpin yang tak gentar dikatakan mengintervensi
    karena mengintervensi adalah bagian dari tugas pemimpin dan pembiaran tidak
    boleh masuk dalam daftar tugas seorang pemimpin.
     
    Jika Presiden Yudhoyono tidak segera mengubah cara menjalankan pemerintahan,
    maka saya harus mengingatkan bahwa bangsa Indonesia bisa memasuki
    persimpangan jalan yang berbahaya.
     
    Jalan pertama adalah meneruskan kepemimpinan sampai di 2014 agar proses
    demokrasi berjalan normal tapi rakyat mencicipi hasil yang alakadarnya,
    deretan peluang kemajuan hilang tanpa bekas. Keterlambatan dan pembiaran
    jadi ciri beberapa tahun ke depan. Bahkan lunglainya penegakan hukum adalah
    resep mujarab menuju negara kacau.
     
    Jalan kedua mulai menyeruak. Jalan berbahaya tapi suara ini mulai berkembang
    sebagai respons atas kelambatan dan pembiaran sistemik ini: berhenti di
    tengah jalan dan berikan kepada orang lain untuk memimpin. Suara macam ini
    bisa merusak pranata siklus demokrasi yang dibangun dengan sangat susah
    payah. Suara ini tumbuh karena keyakinan bahwa lewat jalan terjal ini bisa
    terjadi pembongkaran atas pembiaran dan kelambanan; agar rakyat tak
    dirugikan terus-menerus.
     
    *Tak optimal*
     
    Semua tahu sistem presidensial menjamin presiden bisa bekerja sebagai
    eksekutor pemerintahan dan melindunginya agar tak dapat diberhentikan oleh
    alasan politis. Hari ini yang dihadapi Indonesia situasi sebaliknya. Periode
    dijamin aman oleh konstitusi, tetapi presiden tak optimal jalankan
    otoritasnya. Keterlambatan berjejer dan pembiaran berderet. Periode fixed
    lima tahun itu bukan mengamankan agar kerja cepat, kini malah jadi
    penyandera bangsa dari gerak kemajuan cepat.
     
    Memang presiden bukan dewa atau superman. Tidak pantas semua masalah
    ditumpahkan ke pundak pemimpin. Akan tetapi, presiden bisa menentukan
    suasana republik. Pemimpin adalah dirigen yang menghadirkan energi, nuansa,
    dan aurora di republik ini. Pemimpin bisa fokus menguraikan masalah
    strategis dan urgen bagi percepatan pelunasan janji-janjinya.
     
    Presiden Yudhoyono harus sadar bahwa caranya menjalankan pemerintahan itu
    memiliki efek tular. Kelugasan, ketegasan, keberanian, kecepatan,
    keterbukaan, kewajaran, kemauan buat terobosan, dan perlindungan kepada anak
    buah bahkan kesederhanaan protokoler itu semua menular. Tapi kebimbangan,
    kehati-hatian berlebih, kelambatan, ketertutupan, formalitas kaku, pembiaran
    masalah, orientasi kepada citra dan ketaatan buta pada prosedur itu juga
    menular. Menular jauh lebih cepat dan sangat sistemik.
     
    Rakyat republik ini sudah kerja keras. Lihat di segala penjuru Indonesia.
    Mulai dari kampung kumuh-sumuk tak jauh dari istana, di puncak-puncak
    pegunungan dingin, di tepian pantai sebentangan khatulistiwa: rakyat
    republik ini serba kerja keras. Mereka mau maju, mereka mau hadirkan
    kehidupan yang lebih baik bagi anak cucunya. Dan, yang pasti mereka tak
    biasa tanya siapa yang jadi pemimpin. Buat rakyat banyak tak terlalu penting
    "siapa"-nya, yang penting lunasi semua janjinya.
     
    Ini adalah sebuah peringatan apa adanya, semata-mata agar Indonesia tidak
    menemui persimpangan jalan itu. Ingat, rakyat negeri ini sudah bekerja keras
    dan "berlari" cepat. Pengurus negara harus memilih mengimbangi kecepatan
    rakyat atau ditinggalkan rakyat.
     
    Anies Baswedan* Rektor Universitas Paramadina*
    http://nasional.kompas.com/read/2011/07/25/03064679/peringatan-bagi-pemimpin
     
    --
    tomo TGL' 93
    ~ KagamaVirtual is here, there, everywhere, anywhere ... For everyone" :) ..
    http://kagamavirtual.com/ ~
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    Sulastama Raharja <rsulastama@gmail.com> Jul 25 11:14AM +0700 ^
     
    Wow! 32 Pria di Rajasthan Melahirkan Bayi
     
    *AN Uyung Pramudiarja* - detikHealth
     
    <http://www.detikhealth.com/read/2011/07/25/090759/1688414/763/wow-32-pria-di-rajasthan-melahirkan-bayi?l991101755#detikshare>
     
     
    [image: img]
    *Foto: Thinkstock*
    *Kotda, Rajasthan,* Sepanjang sejarah, desas-desus ada seorang pria yang
    melahirkan bayi tidak pernah bisa dikonfirmasi kebenarannya. Namun kali ini
    tidak hanya satu, sebuah wilayah di Rajasthan melaporkan adanya 32 orang
    pria yang bisa melahirkan bayi.
     
    Laporan yang dibuat oleh sebuah klinik bersalin, *Gogunda Community Health
    Centre* di kota Kotda ini kontan mengejutkan pemerintah pusat Rajasthan.
    Selain tidak percaya ada pria bisa melahirkan bayi, pemerintah setempat juga
    menyangsikan angka kelahiran yang dinilai terlalu tinggi.
     
    Belakangan setelah diselidiki, ke-32 pria yang dilaporkan telah melahirkan
    bayi di klinik tersebut hanyalah data fiktif untuk menggelembungkan angka
    kelahiran bayi. Tentu saja dengan harapan pemerintah pusat akan memberikan
    bantuan persalinan yang lebih banyak.
     
    Diduga, skandal ini terungkap akibat keteledoran seorang asisten bidan dalam
    memasukkan nama-nama pasien yang melahirkan. Entah karena terburu-buru atau
    memang tidak punya ide lain, 32 nama pria dimasukkan juga dalam daftar
    laporan ibu melahirkan.
     
    Lebih memalukan lagi, bukan hanya nama-nama pria yang masuk dalam daftar.
    Asisten bidan tersebut juga memasukkan lansia berusia 60 tahun yang
    seharusnya sudah memasuki masa menopause, namun dilaporkan masih melahirkan
    2 kali dalam kurun waktu setahun.
     
    Beberapa data juga ditulis ulang hingga beberapa kali, misalnya seorang
    wanita muda bernama Sita yang dilaporkan melahirkan sebanyak 24 kali dalam
    setahun. Bahkan sang asisten bidan yang diduga kuat memalsukan data itu juga
    memasukkan namanya sendiri sebanyak 11 kali melahirkan.
     
    Diduga kuat, motif penggelembungan data adalah untuk mendapatkan bantuan
    yang lebih besar dari pemerintah pusat Rajasthan. Dikutip dari *Timesofindia
    *, Senin (25/7/2011), untuk menekan angka kematian ibu, pemerintah setampat
    memberikan bantuan sebesar Rs 1.700 (sekitar Rp 328 ribu) untuk setiap ibu
    melahirkan dan tunjangan Rs 200 (sekitar Rp 38 ribu) untuk setiap bidan yang
    menolongnya.
     
    Secara anatomi, seorang pria tidak mungkin melahirkan karena struktur alat
    reproduksinya berbeda dengan wanita. Meskipun demikian, kabar adanya pria
    yang melahirkan seorang bayi sudah beberapa kali mencuat dan akhirnya
    menguap begitu saja karena tidak pernah bisa dikonfirmasi kebenarannya.
     
    Salah satu pria yang benar-benar melahirkan seorang anak adalah Thomas
    Beatie yang dijuluki *The Pregnant Man* alias pria yang hamil. Sebenarnya
    Beatie adalah seorang perempuan yang dirombak total menjadi laki-laki lewat
    operasi *sexual reassignment*, namun sistem reproduksinya tetap
    dipertahankan hingga akhirnya bisa hamil pada tahun 2007.
     
    Untuk diketahui, Beatie merupakan hasil modifikasi seorang seniman
    kontroversial Marc Quinn. Dikutip dari *The Guardian*, seniman asal Inggris
    ini terkenal hobi melakukan modifikasi ekstrem pada tubuh manusia.
     
     
    (*up/ir*)
     
    http://www.detikhealth.com/read/2011/07/25/090759/1688414/763/wow-32-pria-di-rajasthan-melahirkan-bayi?l991101755
    --
    tomo TGL' 93
    ~ KagamaVirtual is here, there, everywhere, anywhere ... For everyone" :) ..
    http://kagamavirtual.com/ ~

     

    Akhmad Khusyairi <a.khusyairi@kagamavirtual.org> Jul 25 11:18AM +0700 ^
     
    Akal bulus koruptor....ternyata ga di Indonesia aja...:D
     
    2011/7/25 Sulastama Raharja <rsulastama@gmail.com>
     
     
    --
    Regards,
     
    Akhmad Khusyairi
    www.akhmadkhusyairi.wordpress.com

     

    Irvan Kristanto <irvankristanto@gmail.com> Jul 25 11:00AM +0700 ^
     
    Good game tadi malam.. membuat tidak ngantuk walaupun gak tidur, karena
    dilanjutin dengan nonton MotoGP.... melihat stoner melibas Lorenzo...
    seru...
    Gol ketiga, keren sekali.. Forlan memang menjadi 'jiwa' uruguay.... dan
    menjadi generasi ketiga setelah kakek dan ayahnya yang pernah meraih copa
    america...
     
    irvan
     
    2011/7/25 <rsulastama@gmail.com>
     

     

    Irvan Kristanto <irvankristanto@gmail.com> Jul 25 09:49AM +0700 ^
     
    Kembali ke Index Topik
    Pilihan<http://lipsus.kompas.com/topikpilihanlist/1248/Duh.Nazaruddin>
    Gara-gara Nazar, Harga BBM Batal Naik?
    Hasanuddin Aco | Erlangga Djumena | Minggu, 24 Juli 2011 | 09:27 WIB
     
    *JAKARTA, KOMPAS.com -* Pemerintah tampaknya tidak tertarik dengan usulan
    IMF (Dana Moneter Internasional) dan HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda
    Indonesia) agar menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis
    premium dan solar tahun ini.
     
    Demikian dikemukakan Pengamat Ekonomi, Ryan Kiryanto, Sabtu (23/7/2011).
    "Saya punya keyakinan Pemerintah tidak akan naikkan harga BBM," kata Ryan.
     
    Menurut Ryan, ada sejumlah pertimbangan pemerintah tidak menaikkan harga BBM
    bersubsidi. Di antaranya partai politik penguasa di pemerintahan yakni
    Partai Demokrat saat ini tengah dalam sorotan publik atas dugaan kasus
    Mantan Bendahara M Nazaruddin. "Risiko politiknya tambah besar kalau
    menaikkan harga BBM," kata dia.
     
    Dijelaskan pemerintahan yang berbasis Partai Demokrat saat ini tengah berada
    dalam tekanan politik dengan ramainya pergunjingan soal Nazaruddin. Di
    tengah sorotan publik itu karena Nazaruddin itu, Pemerintah yang dimotori
    Partai Demokrat tidak mau menambah risiko dengan menaikkan harga BBM. "Yah
    mungkin, gara-gara tekanan politik yang berisiko karena Nazaruddin," canda
    Ryan.
     
    Selain itu, Ryan juga mengatakan jika harga BBM naik maka yang paling kena
    dampaknya adalah masyarakat miskin pengguna BBM bersubsidi. "Terutama para
    nelayan," ujarnya
     
    Jika harga BBM naik, menurut Ryan juga akan berpengaruh pada kenaikkan
    tingkat inflasi. "Kalau harga BBM dan tarif listrik tidak naik maka tingkat
    inflasi bisa 5 persen tahun ini," ujar dia.
     
    Dikatakan sinyal pemerintah tidak menaikkan harga BBM juga bisa dilihat dari
    upaya pemerintah menaikkan budget subsidi dalam APBN sebesar Rp 150 triliun
    khusus untuk subsidi listrik dan BBM. "Tentu ini menambah defisit APBN,"
    kata Ryan.
     
    Namun demikian, Ryan menegaskan pemerintah tidak akan tinggal diam dan akan
    mengambil kebijakan menambal defisit 2,1 persen itu (Rp 500 triliun).
    "Kebijakannya, kemungkinan pemerintah akan berlakukan *tax *atau pajak untuk
    UKM. Besarannya 2,5-5 persen," ujar Ryan.
     
    Dia menegaskan jika kebijakan ini akan mendapatkan resistensi dari pelaku
    UKM (Usaha Kecil Menengah). "Dengan pendapatan UKM yang kecil tapi dikenakan
    pajak maka konsekuensinya pelaku UKM akan menaikkan harga produk. Ini akan
    membuat tingkat inflasi tambah tidak akan terkendali," ujarnya.

     

    Nurcahya Priyonugroho <anung.pnugroho@gmail.com> Jul 25 11:00AM +0700 ^
     
    > Gara-gara Nazar, Harga BBM Batal Naik?
    > Hasanuddin Aco | Erlangga Djumena | Minggu, 24 Juli 2011 | 09:27 WIB
     
    > Menurut Ryan, ada sejumlah pertimbangan pemerintah tidak menaikkan harga BBM bersubsidi. Di antaranya partai politik penguasa di pemerintahan yakni Partai Demokrat saat ini tengah dalam sorotan publik atas dugaan kasus Mantan Bendahara M Nazaruddin. "Risiko politiknya tambah besar kalau menaikkan harga BBM," kata dia.
     
     
    *** Padahal, gara-gara cuma mikir citra, negara ini kayaknya jadi
    salah jalur... tidak pernah faktor eksternal sedemikian bagus seperti
    sekarang, kesempatan yang sakjane bisa kita manfaatkan dengan baik.
    Cuma ya yang dipikirin citra, akhirnya pengen yang populis... kalau
    beresiko terus milih enggak ngapa-ngapain. Cuma berdoa dan berharap
    saja. Semua diserahkan ke Tuhan. Dan, kalaupun policy yang populis itu
    membebani APBN, toh tinggal ngeluarin Surat Utang lagi, yang mbayar
    rejim mendatang, kok.
     
    -Anung-

     

    Nasution Zamal <muhzamal@yahoo.co.id> Jul 25 09:11AM +0800 ^
     
    Dear rekan,
    Dibutuhkan supplier utk bahan2 aktif farmasi, seperti: Fish Oil 30% Eur.Ph.., Garlic Powder, Ginseng Concentrate 20%, etc.    
    ekspor ke Mesir.
    Rekan yg tertarik, mohon japri.
    Trims,
    Zamal

     

    Hari Purwanto <haripur.ir@gmail.com> Jul 25 06:05AM +0430 ^
     
    Gi 'bersih2' inbox account saya yang lain, nemu postingan dari Putu
    Putrayasa berikut. Siapa tahu ada yang belum pernah baca, saya copas:
     
     
    Semangat Pagi Sobatt,
    selamat memulai Hari Baru ya...
     
    Sebuah sepeda tdk akan mampu mengangkut brg sebanyak 5 Ton sekaligus. Anda
    Perlu Truk utk Tujuan itu.
     
    Begitu juga hidup kita, jika cita-cita sebanyak 5 ton, jgn sampai Desain
    Hidup kita seperti sepeda yg hanya angkut 100kg. Sudahkah anda secara
    sengaja "Mendesain Hidup" yg mampu mengangkut cita-cita atau keluar dari
    masalah anda?
     
    Mungkin anda perlu ide-ide segar, utk "Mendesain Ulang Hidup Anda"
     
    Selamat Mendesain Ulang, Semoga Sukses, bahagia dan berkelimpahan menyertai
    anda.
     
    Salam Prestasi
    Putu Putrayasa
    Penulis Buku "Desain Ulang Hidup Anda"
     
     
    --
    Hari Purwanto

     

    Sulastama Raharja <rsulastama@gmail.com> Jul 25 07:26AM +0700 ^
     
    Menyulap Bukit Menjadi Kolam Ikan
    KOMPAS/SYAHNAN RANGKUTI
     
    Kegiatan bongkar muat di dermaga Waduk Kotopanjang beberapa waktu lalu. Ikan
    mas produksi waduk itu sudah masuk ke sebagian besar pasar di Sumatera,
    seperti Jambi, Padang, Medan, dan Palembang.
     
    *Syahnan Rangkuti*
     
    Sore itu hujan turun di tepian Waduk Kotopanjang, Kecamatan XXIII
    Kotokampar, Kabupaten Kampar, Riau. Namun, aktivitas bongkar muat hasil
    panen ikan mas dan nila dari waduk itu tidak terhenti. Puluhan truk dan
    mobil bak terbuka harus antre untuk dapat memuat ikan di ujung jalan, yang
    berfungsi sebagai dermaga.
     
    Kegiatan bongkar muat ikan di sini berlangsung 24 jam," ujar Azwir (50),
    koordinator keramba milik Ali Andre, pemilik keramba terbesar di Waduk
    Kotopanjang, sore itu.
     
    Setidaknya 40 ton ikan mas dan nila keluar dari waduk itu setiap hari.
    Ikan-ikan hidup diangkat dari keramba, disortir, ditimbang, dimasukkan ke
    dalam kantong plastik, diisi oksigen, dan diangkut ke atas truk. Selanjutnya
    ikan dibawa ke berbagai kota tujuan di Sumatera.
     
    Ikan keramba Waduk Kotopanjang sudah ada sejak satu dekade lalu, namun
    produksinya belum berkembang karena kalah bersaing dengan ikan sejenis asal
    Danau Maninjau, Sumatera Barat. Semenjak Danau Maninjau mengalami musibah
    berulang, keracunan akibat akumulasi sisa pakan (terakhir Desember 2010),
    Kotopanjang langsung mendominasi.
     
    Pedagang kini berpaling ke Kotopanjang. Beberapa pemilik keramba Maninjau
    memindahkan usahanya ke Kampar. "Disini ada arus besar di bawah, sehingga
    sisa-sisa makanan ikan tidak tertimbun," kata Azwir.
     
    Tidak jauh dari waduk, berjalan menyusuri bukit, masih di kecamatan sama,
    sekitar 10 kilometer, di Desa Kotomasjid, puluhan truk dan kendaraan bak
    terbuka juga hilir mudik. Bedanya, ikan yang keluar jenis patin.
     
    Desa Kotomasjid adalah produsen patin terbesar di Kampar, sekaligus di Riau.
    Sekitar 20 ton ikan berkumis itu keluar dari sana setiap hari. Tidak ada
    yang menyangka, Kotomasjid yang berbukit-bukit mampu menyulap diri menjadi
    produsen ikan patin. Padahal, di sana nyaris tidak ada air mengalir.
     
    Hampir setiap penduduk memiliki kolam di halaman rumah atau di areal kebun
    karet yang di ubah menjadi kolam. Apabila dahulu sumber kehidupan berasal
    dari karet, sekarang hasil kolam lebih menjanjikan.
     
    Dari mana sumber air kolam warga? Seluruhnya berasal dari air tanah yang
    diangkat dengan mesin pompa selama 24 jam sehari. Kalau tidak menyaksikan
    sendiri, rasanya tidak percaya ada sebuah desa berbukit mampu menjadi daerah
    produsen ikan. Ternyata, tanah Kotomasjid memiliki kemampuan menyimpan air
    sangat baik. Dinding kolam laksana tembok beton yang mampu menjaga resapan,
    bahkan pada musim kering sekalipun.
     
    "Keinginan besar masyarakat mengubah hidup, mengalahkan keterbatasan sumber
    daya alam di sini," kata Suhaimi (43), pelopor pengembangan patin wilayah
    itu.
     
    Usman Amin, Sekretaris Dinas Perikanan Kampar, dan Agus Riyanto, Kepala
    Bagian Perencanaan Dinas Perikanan Kampar, mengungkapkan, produksi ikan
    Kampar mencapai 100-120 ton per hari. Sebagian besar jenis ikan mas, disusul
    patin, dan ikan lainnya. Sedikitnya 12.000 keluarga menggantungkan hidup
    dari budidaya ikan.
     
    Secara sederhana, perputaran uang ikan di Kampar dapat dihitung. Apabila
    diasumsikan harga ikan mas dan patin Rp 16.000 per kilogram dan produksi 100
    ton, setiap hari ada pemasukan Rp 1.600.000.000 atau Rp 48.000.000.000 atau
    Rp 4,8 miliar per bulan.
     
    Dampak perputaran uang itu membawa kesejahteraan di Kampar, terutama di
    Kotomasjid. Bangunan rumah warga tidak lagi tampak seperti lokasi
    transmigrasi. Dahulu dinding rumah hanya kayu, sekarang dinding permanen
    dengan berbagai bentuk dan ukuran. Desa Kotomasjid merupakan lokasi eks
    transmigrasi Blok A yang dibangun tahun 1989. Sebagian besar penduduknya
    warga relokasi dari Desa Pulau Gadang Lama yang ditenggelamkan untuk
    pembuatan pembangkit listrik Waduk Kotopanjang.
     
    *Membawa kemakmuran*
     
    Kemakmuran Desa Kotomasjid kini sudah menular ke seantero Kecamatan XIII
    Kotokampar. Dampak keberhasilan memelihara patin menyebabkan kenaikan harga
    tanah luar biasa. Pada tahun 2007, harga kebun masih dapat ditebus Rp 3
    juta, kini sudah di atas Rp 100 juta per hektar.
     
    Adalah Suhaimi, mantan peneliti honorer Balai Pengembangan Teknologi
    Perikanan Riau, bersama dua rekannya yang mengembangkan ikan patin di
    Kotomasjid (Baca: Suhaimi, Patin, Bukan Nostalgia di Tanah Leluhur, Kompas,
    Jumat, 15/7). Peran Suhaimi membuat petani patin Kotomasjid mandiri dan
    lepas dari ketergantungan. Warga memiliki 30 industri pakan rumahan sehingga
    tidak bergantung pada pabrik. Pakan buatan warga sangat murah, Rp 3.000 per
    kilogram, sementara pakan pabrik mencapai 7.800 per kg. Mereka juga surplus
    memproduksi benih, sehingga dapat disebar ke berbagai daerah di Sumatera.
     
    Dengan kemandirian itu, petani patin lebih sukses mengelola kolamnya, jauh
    lebih baik dari petani keramba Waduk Kotopanjang yang masih mengandalkan
    pelet pabrikan. Keuntungan petani patin lebih besar dibandingkan petani
    keramba.
     
    Suhaimi yang punya tujuh hektar kolam, pembibitan, dan pabrik pakan skala
    kecil, kini memiliki omzet lebih dari Rp 500 juta per bulan. Masih ada lagi
    lima pemain besar di desa itu yang omzetnya di atas Rp 100 juta dan ratusan
    petani lain beromzet puluhan juta per bulan.
     
    Tugas Dinas Perikanan Kampar, menjadi lebih gampang. Roda ekonomi sudah
    berjalan. Dinas Perikanan Kampar bahkan berani menjawab tantangan Menteri
    Perikanan dan Kelautan Fadel Muhammad untuk meningkatkan produksi sampai 800
    ton per hari pada tahun 2014.
     
    "Kami menerima tantangan itu, namun syaratnya pemerintah pusat mampu menekan
    harga pakan agar sama seperti di Malaysia, sekitar Rp 4.500 per kilogram dan
    menciptakan kepastian pasar. Sekarang ini produksi ikan keramba kami baru
    berkisar 15 persen dan kolam patin baru 30 persen dari potensi," kata Usman.
     
    Gubernur Riau Rusli Zainal, pada acara Hari Ikan Berkumis, 6 Juli lalu di
    Pekanbaru, di hadapan Fadel Muhammad, mengatakan, produksi patin Riau pada
    2009 mencapai 132.000 ton. Pada 2015, target produksi sebesar 1,8 juta ton.
    Sebanyak 60 persen produksi dibebankan pada Kampar. Kalau hal itu
    benar-benar mampu diwujudkan, tidak heran apabila Kampar nantinya akan
    menjadi pusat budidaya ikan di Sumatera.
     
    http://cetak.kompas.com/read/2011/07/25/03391622/.menyulap.bukit.menjadi.kolam.ikan
    --
    tomo TGL' 93
    ~ KagamaVirtual is here, there, everywhere, anywhere ... For everyone" :) ..
    http://kagamavirtual.com/ ~

     

    Sulastama Raharja <rsulastama@gmail.com> Jul 25 07:23AM +0700 ^
     
    Oleh-oleh Kehidupan dari "Ngonthel" Pati-Depok
    KOMPAS/AGNES RITA SULISTYAWATY
     
    Muhammad Zalaluddin Sofan Fitri
     
    Awalnya, perjalanan Pati-Depok dengan sepeda onthel dilakukan Muhammad
    Zalaluddin Sofan Fitri (19) untuk menggenapi nazar yang sudah terucap.
    Namun, di jalan, pria asal Blora ini justru menemukan pengalaman kemanusiaan
    saat bersentuhan dengan banyak orang, terutama rakyat jelata.
     
    Nazar untuk bersepeda dari Pati ke Universitas Indonesia (UI) digenapi Zalal
    setelah dia diterima sebagai mahasiswa Universitas Indonesia Jurusan Sejarah
    Angkatan 2011. Dari SMA Negeri 1 Pati, Zalal mulai mengarahkan sepedanya ke
    Ibu Kota hari Selasa (19/7).
     
    Bersama sepeda onthel warna hijau tua yang dimilikinya sejak SMA kelas 1,
    Zalal membawa semua pakaian dan kebutuhan untuk pendaftaran kuliah. Sebuah
    tas ransel besar disandangnya. Di sadel belakang, sebuah kotak bagasi
    dipasang untuk menaruh ban serep, makanan ringan, air minum, dan tisu. Di
    bawah kotak itu tertempel sebuah kertas bertuliskan "Nadzar Diterima di UI".
     
    Sehelai bendera Merah Putih yang terikat di sebilah rotan dipasang di bagian
    belakang sepeda. Sementara sebuah pompa ban diikatkan di badan sepeda. Satu
    lampu tambahan terpasang di depan lampu sepeda nya.
     
    Hari Minggu kemarin sekitar pukul 09.00, Zalal tiba di asrama mahasiswa UI.
    Hari Minggu pagi, sekitar 10 mahasiswa asal Pati serta simpatisan ikut
    nggowes bareng Zalal dari Taman Mini Indonesia Indah (TMII) hingga ke UI.
    Setibanya di kantin asrama mahasiswa, tidak ada penyambutan yang istimewa.
    Beberapa sesama mahasiswa asal Pati menemaninya duduk sambil menyeruput es
    teh. Genap sudah perjalanan sejauh sekitar 500 kilometer itu.
     
    *Berteman anggota satpam*
     
    Sabtu malam, Zalal mengakhiri perjalanan di SPBBG Kampung Rambutan. Di SPBBG
    itu, dia menumpang tidur. "Saya bicara baik-baik dengan satpam. Barangkali
    karena sama-sama orang kecil, saya diperbolehkan tidur di situ," ucap Zalal.
     
    Kepada anggota satpam di SPBBG itu, Zalal memberikan seplastik dodol yang
    didapatnya dari perjalanan. Anggota satpam itu gembira. Zalal tidak hanya
    diperbolehkan bermalam di situ, tetapi juga dihadiahi sekantong biskuit.
     
    Bermalam di SPBU, warnet, atau di warung biasa dilakukan Zalal selama
    perjalanannya. Uang saku dari orangtua Rp 300.000 membuat Zalal tidak bisa
    menyewa kamar losmen. Dia mengandalkan kemampuannya bersahabat dengan siapa
    pun sehingga dia bisa diterima beristirahat di suatu tempat.
     
    Tidak jarang orang menaruh kasihan kepadanya. "Saya bertemu seorang preman
    di Pamanukan. Dia bilang, untung saya berpenampilan seperti ini dan membawa
    sepeda. Jadi, saya tidak dirampok. Malah, dia membayari makan saya setelah
    saya beri makanan untuk anaknya," tutur Zalal, yang sehari-hari selalu
    mengenakan kaus, celana jins, dan sandal itu.
     
    Makanan yang diberikan kepada Zalal juga kerap tidak habis dimakannya.
    Remaja berperawakan kurus ini memilih untuk memberikan makanan yang
    diterimanya kepada orang lain yang dijumpainya di perjalanan, seperti tukang
    asongan.
     
    Di tanjakan Alas Roban, dia bertemu bapak penjual sapu lidi. Usia bapak itu
    sekitar 75 tahun. Dia masih setia mendorong gerobak menyusuri tanjakan itu.
    Ada sekitar 60 sapu yang dibawa bapak itu saban hari. Satu sapu harganya
    hanya Rp 3.000.
     
    "Artinya, hanya Rp 180.000 yang dikantongi bapak itu bila semua sapu
    terjual. Belum lagi kalau ada yang menawar," ucap Zalal yang merasa kecil
    saat bercakap-cakap dengan bapak itu.
     
    Zalal membeli tiga sapu dari bapak tua itu. Sapu itu dibawanya hingga
    melewati sebuah warung. Di warung itu, sapu diberikan kepada pemilik warung.
    Sebagai gantinya, Jalal diberi sebutir kelapa muda.
     
    Hal seperti ini yang barangkali tidak didapatkan bila kita menyusuri jalur
    Pati-Depok dengan kendaraan bermotor yang cenderung berjalan kencang.
     
    Perjalanan Zalal memang tidak selesai setelah tiba di kampus UI. Justru
    perjalanannya masih terus berlanjut. Dia menyimpan beragam keresahan juga
    bersamaan dengan status sebagai mahasiswa yang kini disandangnya. "Mahasiswa
    tentu perlu mengabdikan hidup untuk masyarakat. Ini yang jadi tantangan
    untuk saya," tutur Zalal.(agnes Rita Sulistyawaty)
    http://cetak.kompas.com/read/2011/07/25/03434920/oleh-oleh.kehidupan.dari.ngonthel.pati-depok
    .
     
    --
    tomo TGL' 93
    ~ KagamaVirtual is here, there, everywhere, anywhere ... For everyone" :) ..
    http://kagamavirtual.com/ ~

     

    Ir R J Taruno Poedjohardjo <tarunopeha@yahoo.com> Jul 24 06:03AM -0700 ^
     
    jangan pernah ....... diculek
    he he he .tph
     
     
     
    ________________________________
    From: Zulfadli <zulfadli.sy@gmail.com>
    To: alumniugm@googlegroups.com
    Sent: Sun, July 24, 2011 5:00:16 PM
    Subject: Re: [kagama] Minta info Lasik
     
    Wah sip, thank you Mbak Andi.
     
    Salam,
    Zulfadli
     
     
    2011/7/24 <andirahmah91@yahoo.com>
     

     
    >Salam,
     
    >Andi Rahmah
     
    >Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
    Teruuusss...!
    ________________________________
     
    >>>mata silindris dari kelas 5 SD sampai kelas 2 SMA.
     
    >>>Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
    >>Teruuusss...!
    ________________________________
     
    >2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5,
    >Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    >+++
     
    --
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5,
    Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
Loading...