Total Tayangan

myspace hit counter

[kagama] Intisari untuk alumniUGM@googlegroups.com - 25 Pesan pada 9 Topik

Jumat, Juli 15, 2011

Grup: http://groups.google.com/group/alumniUGM/topics

    rsulastama@gmail.com Jul 15 09:07AM ^
     
    Soal Riedl, PSSI Harusnya Punya Etika
    Rossi Finza Noor : Sepakbola
    detikcom - Jakarta, Pemecatan Alfred Riedl dari posisinya sebagai pelatih timnas Indonesia mengundang kritikan. Pengamat sepakbola Budiarto Shambazy mengatakan, PSSI harusnya punya etika dan berpikir dulu sebelum memecatnya.
     
    "Muncul kesan (Wim) Rijsbergen ini orang rezim baru, sementara Riedl orang rezim lama," ujar Budiarto kepada detikSport, Jumat (15/7/2011), menggarisbawahi "perang" antara rezim milik Nurdin Halid/Nirwan Bakrie dengan Arifin Panigoro, sebagai orang yang ada di belakang kubu Jenggala.
     
    Riedl disebut Ketua Umum PSSI yang baru Djohar Arifin Husin hanya punya kontrak pribadi dengan Nirwan, bukan dengan PSSI. Namun, jika demikian alasannya, Budiarto mengatakan bahwa kontrak pria asal Austria itu seharusnya bisa diperbarui oleh pengurus PSSI yang baru.
     
    "Lupakan kontrak yang lama. Bisa dibuat kontrak yang baru," sergah Budiarto.
     
    "Beradab sedikitlah. Beretika. Ketua PSSI yang sekarang sudah mengambil keputusan tanpa mempelajari hal dengan seksama," lanjutnya lagi.
     
    Budiarto kemudian juga menyebutkan bahwa kalaupun harus mengontrak Rijsbergen, bukan Riedl juga layak dipecat. Dengan kapasitasnya, Budiarto menyebut bahwa Riedl masih layak mendapatkan posisi.
     
    "Riedl ini orang yang disegani di Asia Tenggara. Dia bisa diberikan peranan. Kita perlu kok orang seperti Riedl," tukas Budiarto.
     
     
    http://m.detik.com/read/2011/07/15/134404/1681983/76/soal-riedl-pssi-harusnya-punya-etika
    Powered by salakpondohmania®

     

    vriovia@kagamavirtual.com Jul 15 09:14AM ^
     
    Tapi kalo d liat kebelakang, komentar2 riedl ttg lpi dan pemain2 lpi kayanya jadi faktor tambahan.
    Kalo ini pembersihan rezim, ya biarkan terjadi. Karena setiap rezim yg ada pasti akan mengorbankan rezim lama.
    valdi riovia
    BRI Pandeglang/FKT 96

     

    maimunaster@gmail.com Jul 15 09:17AM ^
     
    Soal Riedl dipecat memang sangat mengejutkan saya juga kaget cos ga dikasih tau sebelumnya, tp ini bisa dipahami. Pengurus PSSI bergerak sangat cepat sblm terlambat mengingat pertandingan penting yg hrs segera dihadapi akhir bulan ini. Bila pelatih masih menjadi bagian dari pengurus lama atao orangnya mereka maka ada kemungkinan pelatih akan memasang strategi biar timnas kalah telak dan pengurus PSSI yg baru jadi bulan2an masyarakat. Tapi alasan sebenarnya pemecatan ini tentunya ada pada sang ketua baru. Moga aja PSSI jadi lbh baik
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: rsulastama@gmail.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Fri, 15 Jul 2011 09:07:28
    To: alumniUGM<alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] (Sepakbola): Riedl dipecat dengan tanpa etika?
     
     
    Soal Riedl, PSSI Harusnya Punya Etika
    Rossi Finza Noor : Sepakbola
    detikcom - Jakarta, Pemecatan Alfred Riedl dari posisinya sebagai pelatih timnas Indonesia mengundang kritikan. Pengamat sepakbola Budiarto Shambazy mengatakan, PSSI harusnya punya etika dan berpikir dulu sebelum memecatnya.
     
    "Muncul kesan (Wim) Rijsbergen ini orang rezim baru, sementara Riedl orang rezim lama," ujar Budiarto kepada detikSport, Jumat (15/7/2011), menggarisbawahi "perang" antara rezim milik Nurdin Halid/Nirwan Bakrie dengan Arifin Panigoro, sebagai orang yang ada di belakang kubu Jenggala.
     
    Riedl disebut Ketua Umum PSSI yang baru Djohar Arifin Husin hanya punya kontrak pribadi dengan Nirwan, bukan dengan PSSI. Namun, jika demikian alasannya, Budiarto mengatakan bahwa kontrak pria asal Austria itu seharusnya bisa diperbarui oleh pengurus PSSI yang baru.
     
    "Lupakan kontrak yang lama. Bisa dibuat kontrak yang baru," sergah Budiarto.
     
    "Beradab sedikitlah. Beretika. Ketua PSSI yang sekarang sudah mengambil keputusan tanpa mempelajari hal dengan seksama," lanjutnya lagi.
     
    Budiarto kemudian juga menyebutkan bahwa kalaupun harus mengontrak Rijsbergen, bukan Riedl juga layak dipecat. Dengan kapasitasnya, Budiarto menyebut bahwa Riedl masih layak mendapatkan posisi.
     
    "Riedl ini orang yang disegani di Asia Tenggara. Dia bisa diberikan peranan. Kita perlu kok orang seperti Riedl," tukas Budiarto.
     
     
    http://m.detik.com/read/2011/07/15/134404/1681983/76/soal-riedl-pssi-harusnya-punya-etika
    Powered by salakpondohmania®
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    Bayu Buana Natanagara <bayu.natanagara@gmail.com> Jul 15 09:46AM +0800 ^
     
    oo jadi Newton pake facebook to ya :p
     
    Salam,
    BAYU BUANA NATANAGARA
    Cementing Field Engineer
    Schlumberger Well Services
    Jl. Mulawarman KM. 20,
    Kelurahan Manggar, Balikpapan 76117,
    Kalimantan Timur - Indonesia
     Office: +62 542 771770 ext. 137
     Mobile: +62 81271512050
     Fax: +62 542 772080
     
     
     

     

    Zulfadli <zulfadli.sy@gmail.com> Jul 15 02:47PM +0700 ^
     
    Nice info Mas Yoko.
    Wah menarik sekali ini tulisan ini.
     
    Kalo saya sih senangnya *yang sedang-sedang saja (*pake nada lagu dangdut*)*,
     
    Hehehe, becanda Mas...
     
    Sip, ditunggu lagi postingan menginspirasi lainnya Mas.
     
    Saya tak nambahi komentar dikit ya.
     
    Menurut saya,
     
    Para pemimpin yang sukses adalah mereka yang mampu berpikir besar, untuk
    orang-orang yang juga berpikir besar, sedang maupun kecil. Berpikir besar
    untuk mereka yang berpikir kecil adalah dengan bahasa popularitas, berpikir
    besar untuk mereka yang berpikir sedang adalah dengan bahasa kinerja,
    berpikir besar untuk mereka yang juga berpikir besar adalah dengan bahasa
    analisa / pemahaman.
     
    Sekarang mari lihat bagaimana di negara kita, terus lihat juga pada diri
    kita sendiri.
    Saya berharap hasilnya tidak sama, hehehe...
     
    Salam,
    Zulfadli
     
    2011/7/14 set yoko <yokondo79@yahoo.com>
     

     

    umi gita <umigita@gmail.com> Jul 15 03:11PM +0700 ^
     
    wuideeeehhh....banyak tuh temen saya dan saya sendiri tentunya yang masuk ke
    dalam kriteria pikiran besar...
    soalnya bertanya "Mengapa aku begini????"
     
    hehehehe... becanda ya mas :p (hanya saja pertanyaan 'mengapa' itu tidak
    membutuhkan jawaban)
     
    Salam,
    Umi Gita
     
    2011/7/14 set yoko <yokondo79@yahoo.com>
     

     

    Ir R J Taruno Poedjohardjo <tarunopeha@yahoo.com> Jul 15 01:51AM -0700 ^
     
    kalau tidak punya pikiran ?
    jualan koran dll,gak dibaca langsung dikilo .he he he .tph
     
     
     
     
    ________________________________
    From: umi gita <umigita@gmail.com>
    To: alumniugm@googlegroups.com
    Sent: Fri, July 15, 2011 4:11:24 PM
    Subject: Re: [kagama] APA YANG ANDA PIKIRKAN?
     
    wuideeeehhh....banyak tuh temen saya dan saya sendiri tentunya yang masuk ke
    dalam kriteria pikiran besar...
    soalnya bertanya "Mengapa aku begini????"
     
    hehehehe... becanda ya mas :p (hanya saja pertanyaan 'mengapa' itu tidak
    membutuhkan jawaban)
     
    Salam,
    Umi Gita
     
     
    2011/7/14 set yoko <yokondo79@yahoo.com>
     
    Setiap kali membuka akun Facebook maka dinding facebook ini selalu bertanya?
    "Apa yang sedang Anda pikirkan?" Pertanyaan ini merupakan perbaikan dari
    pertanyaan sebelumnya pada saat Saya mulai bergabung (27-01-2009) dimana saat
    itu yang ditanyakan adalah, "Apa yang sedang Anda lakukan?"
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5,
    Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    "ImtiyaZ" <iim_ok@yahoo.com> Jul 15 06:40AM ^
     
    Dari hasil search di internet, saya mendapatkan informasi berikut ini:.......(Dst....)
     
    Albert
    ++++
    heheee...yg saya mksd sebenarnya susu fortifikasi (yg sdh diperkaya dgn zat gizi)..
    Susu (murni) memang kalau bergabung dgn zat besi akan terbentuk aglomerasi protein dan menghambat penyerapan zat besi..sedangkan susu yg telah diperkaya zat besi (oleh bbrp produsen minuman susu) biasanya telah menggunakan sumber zat besi (jenisnya macam-macam) yg tdk menyebabkan terbentuknya aglomerasi tsb. Sehingga zat besi ini dpt di cerna oleh tubuh...
     
    imtiyaz (iim atau tiyaz aja)
    TPHP 02

     

    Albert Pratama <albert.pratama@gmail.com> Jul 15 01:48PM +0700 ^
     
    Bisa disebutkan contoh produknya?
    Susu fortifikasi semacam ini disarankan untuk dikonsumsi anak usia berapa?
    Berapa banyak konsumsi per hari yang dianjurkan?
     
    Regards,
    Albert
     
    2011/7/15 ImtiyaZ <iim_ok@yahoo.com>
     

     

    "ImtiyaZ" <iim_ok@yahoo.com> Jul 15 07:08AM ^
     
    Bisa disebutkan contoh produknya?Susu fortifikasi semacam ini disarankan untuk dikonsumsi anak usia berapa? Berapa banyak konsumsi per hari yang dianjurkan?
    Albert
    ++++
    Bisa di cek ke market saja mas albert biasanya ada tulisan 'tinggi akan.....' Atau 'kaya akan...' Berhubung company tempat saya bekerja mengembangkan yg 'tinggi akan kolin dan kalsium' hahaha.....(Tapi saya gak fokus di pengembangan susu mas,saya pengembangan produk lain)...
    Dulu susu yg di kembangin pernah launch dgn fortifikasi zat besi,tapi.....ternyata taste yg dihasilkan tdk bisa diterima oleh market dan gagal (pada ambang tertentu menimbulkan off note)
    Masalah batasan konsumsi (setahu saya) belum ada peraturannya....CMIIW..

    imtiyaz (iim atau tiyaz aja)
    TPHP 02

     

    "ImtiyaZ" <iim_ok@yahoo.com> Jul 15 07:18AM ^
     
    jadi kalo susu yang ada di desa desa itu...kan banyak tuh...apa itu gak layak konsumsi? maksudnya gak harus masuk pabrik dulu gitu..
    Umi gita
    ++++
    Iya aq tau project kerupuk susu, kebetulan temenku ikut bantuin,meski gak berhubungan langsung..tp mnrt info tmnku,itu susu memang tdk layak produksi tp bukan berarti tidak layak konsumsi.....hehehe.....
    imtiyaz (iim atau tiyaz aja)
    TPHP 02

     

    Albert Pratama <albert.pratama@gmail.com> Jul 15 02:29PM +0700 ^
     
    2011/7/15 ImtiyaZ <iim_ok@yahoo.com>
     
    > Masalah batasan konsumsi (setahu saya) belum ada peraturannya....CMIIW..
     
    Terlepas dari soal aturan, biasanya dari sisi medis/biologis kan ada
    batasan normal asupan per harinya, yang tergantung dari kandungan gizi
    susu tersebut.
     
    Regards,
    Albert

     

    "ImtiyaZ" <iim_ok@yahoo.com> Jul 15 07:30AM ^
     
    Sumber: http://altmedicine.about.com/od/drcathywongsanswers/f/teairon.htm"Black tea, green tea, and oolong tea naturally contain compounds called tannins. Tannins give tea their color and characteristic astringent taste.Tannins can also inhibit the absorption of iron, however, especially iron from plant source
    ++++
    Teh memang salah satu produk yg sedang saya pelajari (tapi aspek proses dan stabilitynya...) Kalau hal lainnya pak bambang (ikut milis ini jg) mgkn lebih pengalaman...hehehehe
     
    imtiyaz (iim atau tiyaz aja)
    TPHP 02

     

    arum.kusumaningtyas@gmail.com Jul 15 07:33AM ^
     
    Hehehe...sy rasa kalo itu per case. Adik sy dua2nya tinggi. Yg cewek: 168 cm dan yg cowok: 185 cm....sedangkan sy: 160 cm aja tak sampai :) sedangkan produk susu yg kita minum masa kanak-kanak sama. Pengaruh apa ya kalo gitu? :)
     
    Salam
     
    Arum
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: ismamenpora@yahoo.co.id
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Fri, 15 Jul 2011 05:31:45
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Anak Indonesia Cenderung Pendek
     
    Mosok sih mas? ponakan sy bru msuk 1 SMA tinggi udh 175 cm n satu lgi kls 1 SMP tinggi 165 cm...:)).
    salam
    isma
    Sent from my BlackBerry®
    powered by Sinyal Kuat INDOSAT
     
    -----Original Message-----
    From: ronald.manik@kagamavirtual.net
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Fri, 15 Jul 2011 05:25:20
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Anak Indonesia Cenderung Pendek
     
    Saya kadang cukup terpana ketika melihat gerombolan anak SMU sedang pulang sekolah atau bergerombol.
    Kok anak2 sekarang kecil2 sekali ya... Sepertinya zaman saya sma dulu tidak sekecil anak2 skrg. Apa mungkin kualitas gizi anak skrg makin memburuk?
     
    Penyebab utamanya menurut saya adalah gizi ya tidak begitu baik, gizi yg baik utk pertumbuhan tdk hny diperoleh dari susu, tp jg dari makanan (daging, ikan).
     
    Lebih dari itu, faktor genetik mgkn jg mempengaruhi pertumbuhan dan tinggi badan org indonesia.
     
    Ronald
    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
     
    -----Original Message-----
    From: Muhammad Ery Wijaya <erywijaya@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Fri, 15 Jul 2011 10:14:30
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] Anak Indonesia Cenderung Pendek
     
    Hemm kecenderungannya bener juga seh, sepengamatan saya ketika melihat
    postur diri dan juga temen2 orang Indonesia kalau dibanding dengan misal
    orang Thailand atau Jepang, kita cenderung lebih pendek
     
    +++++++++++++++++++++++++
     
    *Kompas - *Indonesia termasuk dalam lima negara yang memiliki jumlah anak
    pendek terbanyak di dunia. Negara lain yang memiliki banyak anak pendek
    adalah China, India, Pakistan, dan Banglades.
     
    Hal itu dikemukakan Soekirman, Guru Besar Gizi Masyarakat Institut Pertanian
    Bogor, di sela-sela acara Kongres Nutrisi Asia XI yang didukung oleh Danone,
    Kamis (14/7) di Singapura.
     
    "Sebanyak 38,6 persen dari total anak balita di Indonesia memiliki tinggi
    badan tidak sesuai umur," kata Soekirman yang juga Ketua Yayasan Kegizian
    untuk Pengembangan Fortifikasi Pangan Indonesia (KFI). Artinya, sekitar
    empat dari 10 anak mengalami kekerdilan akibat kekurangan gizi, terutama zat
    besi.
     
    Kekurangan gizi berdampak dalam kecerdasan anak. Kurangnya kecerdasan
    membuat anak tidak mampu meraih pendidikan tinggi sehingga produktivitas
    tidak maksimal. Penelitian tentang dampak kekerdilan, kecerdasan, dan
    produktivitas telah dilakukan di negara-negara Amerika Latin.
     
    Untuk mengatasi persoalan kekurangan gizi itu, Indonesia melakukan program
    fortifikasi (penambahan) zat besi dan asam folat pada tepung terigu.
    Indonesia melalui KFI juga tengah mengkaji fortifikasi zat besi dan asam
    folat pada beras murah.
     
    *Kegemukan*
     
    Selain harus berjuang keras mengatasi masalah kurang gizi, Indonesia dan
    negara berkembang lainnya di Asia kini menghadapi tantangan baru, yaitu
    kecenderungan obesitas (kegemukan) pada masyarakat miskin.
     
    Dalam Kongres Nutrisi Asia terungkap bahwa ada gejala peningkatan angka
    kegemukan pada masyarakat miskin di negara- negara berkembang. Menurut Berry
    Popkin, guru besar gizi dari Universitas North Carolina Amerika Serikat,
    saat ini di negara- negara berkembang, terutama di China, Brasil, India,
    juga Indonesia, terjadi transisi dari kurus ke kegemukan dan munculnya
    penyakit degeneratif.
     
    Ia memprediksi pada negara yang rata-rata penduduknya berpenghasilan 2.500
    dollar AS per tahun per orang terjadi kegemukan akibat perubahan pola
    konsumsi dan gaya hidup. Mereka yang mengalami kegemukan lebih banyak
    masyarakat miskin.
     
    "Karena ingin bergaya hidup modern, mereka mulai mengonsumsi minuman atau
    makanan enak yang manis dan berlemak," kata Soekirman. Perubahan pola
    konsumsi terjadi karena teknologi pangan kini bisa memproduksi makanan enak
    dan murah. Gencarnya iklan produk makanan dan minuman di televisi ikut
    mendorong perubahan pola konsumsi masyarakat miskin.
     
    Pada kelompok masyarakat berpenghasilan lebih tinggi, jumlah kegemukan lebih
    sedikit karena kesadaran akan kesehatan semakin meningkat.
     
    Prema Ramachandran dari Yayasan Nutrisi India mengatakan, data survei
    nutrisi di India menunjukkan, lima tahun terakhir mulai terjadi penurunan
    angka kekurangan gizi di India. Sebaliknya, dalam dua tahun terakhir terjadi
    kenaikan angka kegemukan di kalangan masyarakat miskin.
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    "Ebes Defry" <yusdanial@gmail.com> Jul 15 07:41AM ^
     
    Kalau didalam rumah mungkin asupan yang diterima sama. Tapi jajanan di luar rumah kan bisa beda... Hahahaha
     
     
    http://yusdanial.blogspot.com
     
    -----Original Message-----
    From: arum.kusumaningtyas@gmail.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Fri, 15 Jul 2011 07:33:35
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Anak Indonesia Cenderung Pendek
     
    Hehehe...sy rasa kalo itu per case. Adik sy dua2nya tinggi. Yg cewek: 168 cm dan yg cowok: 185 cm....sedangkan sy: 160 cm aja tak sampai :) sedangkan produk susu yg kita minum masa kanak-kanak sama. Pengaruh apa ya kalo gitu? :)
     
    Salam
     
    Arum
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: ismamenpora@yahoo.co.id
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Fri, 15 Jul 2011 05:31:45
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Anak Indonesia Cenderung Pendek
     
    Mosok sih mas? ponakan sy bru msuk 1 SMA tinggi udh 175 cm n satu lgi kls 1 SMP tinggi 165 cm...:)).
    salam
    isma
    Sent from my BlackBerry®
    powered by Sinyal Kuat INDOSAT
     
    -----Original Message-----
    From: ronald.manik@kagamavirtual.net
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Fri, 15 Jul 2011 05:25:20
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Anak Indonesia Cenderung Pendek
     
    Saya kadang cukup terpana ketika melihat gerombolan anak SMU sedang pulang sekolah atau bergerombol.
    Kok anak2 sekarang kecil2 sekali ya... Sepertinya zaman saya sma dulu tidak sekecil anak2 skrg. Apa mungkin kualitas gizi anak skrg makin memburuk?
     
    Penyebab utamanya menurut saya adalah gizi ya tidak begitu baik, gizi yg baik utk pertumbuhan tdk hny diperoleh dari susu, tp jg dari makanan (daging, ikan).
     
    Lebih dari itu, faktor genetik mgkn jg mempengaruhi pertumbuhan dan tinggi badan org indonesia.
     
    Ronald
    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
     
    -----Original Message-----
    From: Muhammad Ery Wijaya <erywijaya@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Fri, 15 Jul 2011 10:14:30
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] Anak Indonesia Cenderung Pendek
     
    Hemm kecenderungannya bener juga seh, sepengamatan saya ketika melihat
    postur diri dan juga temen2 orang Indonesia kalau dibanding dengan misal
    orang Thailand atau Jepang, kita cenderung lebih pendek
     
    +++++++++++++++++++++++++
     
    *Kompas - *Indonesia termasuk dalam lima negara yang memiliki jumlah anak
    pendek terbanyak di dunia. Negara lain yang memiliki banyak anak pendek
    adalah China, India, Pakistan, dan Banglades.
     
    Hal itu dikemukakan Soekirman, Guru Besar Gizi Masyarakat Institut Pertanian
    Bogor, di sela-sela acara Kongres Nutrisi Asia XI yang didukung oleh Danone,
    Kamis (14/7) di Singapura.
     
    "Sebanyak 38,6 persen dari total anak balita di Indonesia memiliki tinggi
    badan tidak sesuai umur," kata Soekirman yang juga Ketua Yayasan Kegizian
    untuk Pengembangan Fortifikasi Pangan Indonesia (KFI). Artinya, sekitar
    empat dari 10 anak mengalami kekerdilan akibat kekurangan gizi, terutama zat
    besi.
     
    Kekurangan gizi berdampak dalam kecerdasan anak. Kurangnya kecerdasan
    membuat anak tidak mampu meraih pendidikan tinggi sehingga produktivitas
    tidak maksimal. Penelitian tentang dampak kekerdilan, kecerdasan, dan
    produktivitas telah dilakukan di negara-negara Amerika Latin.
     
    Untuk mengatasi persoalan kekurangan gizi itu, Indonesia melakukan program
    fortifikasi (penambahan) zat besi dan asam folat pada tepung terigu.
    Indonesia melalui KFI juga tengah mengkaji fortifikasi zat besi dan asam
    folat pada beras murah.
     
    *Kegemukan*
     
    Selain harus berjuang keras mengatasi masalah kurang gizi, Indonesia dan
    negara berkembang lainnya di Asia kini menghadapi tantangan baru, yaitu
    kecenderungan obesitas (kegemukan) pada masyarakat miskin.
     
    Dalam Kongres Nutrisi Asia terungkap bahwa ada gejala peningkatan angka
    kegemukan pada masyarakat miskin di negara- negara berkembang. Menurut Berry
    Popkin, guru besar gizi dari Universitas North Carolina Amerika Serikat,
    saat ini di negara- negara berkembang, terutama di China, Brasil, India,
    juga Indonesia, terjadi transisi dari kurus ke kegemukan dan munculnya
    penyakit degeneratif.
     
    Ia memprediksi pada negara yang rata-rata penduduknya berpenghasilan 2.500
    dollar AS per tahun per orang terjadi kegemukan akibat perubahan pola
    konsumsi dan gaya hidup. Mereka yang mengalami kegemukan lebih banyak
    masyarakat miskin.
     
    "Karena ingin bergaya hidup modern, mereka mulai mengonsumsi minuman atau
    makanan enak yang manis dan berlemak," kata Soekirman. Perubahan pola
    konsumsi terjadi karena teknologi pangan kini bisa memproduksi makanan enak
    dan murah. Gencarnya iklan produk makanan dan minuman di televisi ikut
    mendorong perubahan pola konsumsi masyarakat miskin.
     
    Pada kelompok masyarakat berpenghasilan lebih tinggi, jumlah kegemukan lebih
    sedikit karena kesadaran akan kesehatan semakin meningkat.
     
    Prema Ramachandran dari Yayasan Nutrisi India mengatakan, data survei
    nutrisi di India menunjukkan, lima tahun terakhir mulai terjadi penurunan
    angka kekurangan gizi di India. Sebaliknya, dalam dua tahun terakhir terjadi
    kenaikan angka kegemukan di kalangan masyarakat miskin.
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    Zulfadli <zulfadli.sy@gmail.com> Jul 15 03:05PM +0700 ^
     
    Oh ini yang diangkat anak dan balita ya? Kalo balita kayaknya cocok. Tapi
    kalo remaja, wah para pelajar smu itu ada yang udah lebih tinggi dari
    bapaknya lho. Saya amati remaja sekarang tinggi-tinggi badannya, gak tau
    karena pengaruh apa.
     
    Apakah kekurangan gizi di masa kecil menyebabkan si anak jadi banyak makan
    sampe akhirnya tumbuh tinggi dengan cepat? Nah, ini yang menarik diteliti.
     
    Tapi kalo kegemukan, menurut saya cocok. Mungkin di masa mendatang remaja
    Indonesia itu posturnya gemuk, tinggi dan lucu-lucu, hehehehe....
     
    Salam,
    Zulfadli
     
    2011/7/15 Muhammad Ery Wijaya <erywijaya@gmail.com>
     

     

    Ir R J Taruno Poedjohardjo <tarunopeha@yahoo.com> Jul 15 01:43AM -0700 ^
     
    menurut artikel yg pernah ada
    1. walaupun ortunya pendek ada yg anaknya tinggi karena ruas tulang belakangnya
    merupakan jumlah ruas tlang belakang ortu dibagi faktor tertentu
    2. sebaliknya ortu tinggi tapi anaknya pendek karena ruas tulang merupakan
    pengurangan ruas tulan belakang ortu dikali faktor tertentu
    semoga ada yg nambahi dan memberikan penjelasan yg lebih ilmiah. thanx .tph
     
     
     
     
    ________________________________
    From: "arum.kusumaningtyas@gmail.com" <arum.kusumaningtyas@gmail.com>
    To: alumniugm@googlegroups.com
    Sent: Fri, July 15, 2011 3:33:35 PM
    Subject: Re: [kagama] Anak Indonesia Cenderung Pendek
     
    Hehehe...sy rasa kalo itu per case. Adik sy dua2nya tinggi. Yg cewek: 168 cm dan
    yg cowok: 185 cm....sedangkan sy: 160 cm aja tak sampai :) sedangkan produk susu
    yg kita minum masa kanak-kanak sama. Pengaruh apa ya kalo gitu? :)
     
    Salam
     
    Arum
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
    ________________________________
     
    From: ismamenpora@yahoo.co.id
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Fri, 15 Jul 2011 05:31:45 +0000
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    ReplyTo: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Anak Indonesia Cenderung Pendek
    Mosok sih mas? ponakan sy bru msuk 1 SMA tinggi udh 175 cm n satu lgi kls 1 SMP
    tinggi 165 cm...:)).
     
    salam
    isma
    Sent from my BlackBerry®
    powered by Sinyal Kuat INDOSAT
    ________________________________
     
    From: ronald.manik@kagamavirtual.net
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Fri, 15 Jul 2011 05:25:20 +0000
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    ReplyTo: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Anak Indonesia Cenderung Pendek
     
    Saya kadang cukup terpana ketika melihat gerombolan anak SMU sedang pulang
    sekolah atau bergerombol.
    Kok anak2 sekarang kecil2 sekali ya... Sepertinya zaman saya sma dulu tidak
    sekecil anak2 skrg. Apa mungkin kualitas gizi anak skrg makin memburuk?
     
    Penyebab utamanya menurut saya adalah gizi ya tidak begitu baik, gizi yg baik
    utk pertumbuhan tdk hny diperoleh dari susu, tp jg dari makanan (daging, ikan).
     
    Lebih dari itu, faktor genetik mgkn jg mempengaruhi pertumbuhan dan tinggi badan
    org indonesia.
     
    Ronald
    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
    ________________________________
     
    From: Muhammad Ery Wijaya <erywijaya@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Fri, 15 Jul 2011 10:14:30 +0900
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    ReplyTo: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] Anak Indonesia Cenderung Pendek
    Hemm kecenderungannya bener juga seh, sepengamatan saya ketika melihat postur
    diri dan juga temen2 orang Indonesia kalau dibanding dengan misal orang Thailand
    atau Jepang, kita cenderung lebih pendek
     
    +++++++++++++++++++++++++
     
    Kompas - Indonesia termasuk dalam lima negara yang memiliki jumlah anak pendek
    terbanyak di dunia. Negara lain yang memiliki banyak anak pendek adalah China,
    India, Pakistan, dan Banglades.
    Hal itu dikemukakan Soekirman, Guru Besar Gizi Masyarakat Institut Pertanian
    Bogor, di sela-sela acara Kongres Nutrisi Asia XI yang didukung oleh Danone,
    Kamis (14/7) di Singapura.
    "Sebanyak 38,6 persen dari total anak balita di Indonesia memiliki tinggi badan
    tidak sesuai umur," kata Soekirman yang juga Ketua Yayasan Kegizian untuk
    Pengembangan Fortifikasi Pangan Indonesia (KFI). Artinya, sekitar empat dari 10
    anak mengalami kekerdilan akibat kekurangan gizi, terutama zat besi.
    Kekurangan gizi berdampak dalam kecerdasan anak. Kurangnya kecerdasan membuat
    anak tidak mampu meraih pendidikan tinggi sehingga produktivitas tidak
    maksimal. Penelitian tentang dampak kekerdilan, kecerdasan, dan produktivitas
    telah dilakukan di negara-negara Amerika Latin.
    Untuk mengatasi persoalan kekurangan gizi itu, Indonesia melakukan program
    fortifikasi (penambahan) zat besi dan asam folat pada tepung terigu. Indonesia
    melalui KFI juga tengah mengkaji fortifikasi zat besi dan asam folat pada beras
    murah.
    Kegemukan
    Selain harus berjuang keras mengatasi masalah kurang gizi, Indonesia dan negara
    berkembang lainnya di Asia kini menghadapi tantangan baru, yaitu kecenderungan
    obesitas (kegemukan) pada masyarakat miskin.
    Dalam Kongres Nutrisi Asia terungkap bahwa ada gejala peningkatan angka
    kegemukan pada masyarakat miskin di negara- negara berkembang. Menurut Berry
    Popkin, guru besar gizi dari Universitas North Carolina Amerika Serikat, saat
    ini di negara- negara berkembang, terutama di China, Brasil, India, juga
    Indonesia, terjadi transisi dari kurus ke kegemukan dan munculnya penyakit
    degeneratif.
    Ia memprediksi pada negara yang rata-rata penduduknya berpenghasilan 2.500
    dollar AS per tahun per orang terjadi kegemukan akibat perubahan pola konsumsi
    dan gaya hidup. Mereka yang mengalami kegemukan lebih banyak masyarakat miskin.
    "Karena ingin bergaya hidup modern, mereka mulai mengonsumsi minuman atau
    makanan enak yang manis dan berlemak," kata Soekirman. Perubahan pola konsumsi
    terjadi karena teknologi pangan kini bisa memproduksi makanan enak dan murah.
    Gencarnya iklan produk makanan dan minuman di televisi ikut mendorong perubahan
    pola konsumsi masyarakat miskin.
    Pada kelompok masyarakat berpenghasilan lebih tinggi, jumlah kegemukan lebih
    sedikit karena kesadaran akan kesehatan semakin meningkat.
    Prema Ramachandran dari Yayasan Nutrisi India mengatakan, data survei nutrisi
    di India menunjukkan, lima tahun terakhir mulai terjadi penurunan angka
    kekurangan gizi di India. Sebaliknya, dalam dua tahun terakhir terjadi kenaikan
    angka kegemukan di kalangan masyarakat miskin.
     
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5,
    Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5,
    Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5,
    Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5,
    Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    hendarto adi <hendartoadi2@yahoo.com> Jul 14 11:52PM -0700 ^
     
    .....kimura takuya itu nama samaranku            (ngibullagi)
     
     
    ________________________________
    From: "andirahmah91@yahoo.com" <andirahmah91@yahoo.com>
    To: alumniugm@googlegroups.com
    Sent: Friday, July 15, 2011 10:02 AM
    Subject: Re: [kagama] Happy Ulang Tahun, Mbak Arum
     
     
     
    Hehehehe...ngibul banget... :)
     
    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
    ________________________________
     
    From: umi gita <umigita@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Fri, 15 Jul 2011 13:04:10 +0700
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    ReplyTo: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Happy Ulang Tahun, Mbak Arum
    waahhh itu mantan saya mbak...wkwkwkwkwkwkwk :p
     
    salam,
    Umi Gita
     
     
    2011/7/15 <andirahmah91@yahoo.com>
     

    >>1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    >>2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    >>+++
     
    --
    >1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    >2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    >+++
     
    --
    >1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    >2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    >+++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    banungizi@yahoo.com Jul 15 07:38AM ^
     
    Rayburn
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: arum.kusumaningtyas@gmail.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Thu, 14 Jul 2011 02:05:20
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Happy Ulang Tahun, Mbak Arum
     
    Waaahhh...makasih mba Andi. Met Ultah juga untuk mba Andi yah :) Viva Cancerians ;)
     
    Arum
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: andirahmah91@yahoo.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Thu, 14 Jul 2011 02:30:37
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Happy Ulang Tahun, Mbak Arum
     
    Hehehe...tanggal 12 Mas Irvan.
    Nanti kita bikin klub Cancerian :)
     
     
    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
     
    -----Original Message-----
    From: Irvan Kristanto <irvankristanto@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Thu, 14 Jul 2011 08:26:16
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Happy Ulang Tahun, Mbak Arum
     
    Mbak Rahmah berulang tahun juga hari ini?.. HBD juga yaaa.. all the best...
    banyak juga cancerian di sini...
     
    irvan
     
    2011/7/14 <andirahmah91@yahoo.com>
     
    > 2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL ,
    > 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    > +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    ysanst@kagamavirtual.com Jul 15 05:08AM ^
     
    Kaos kuning d indonesia simbol status quo d malaysia simbol perlawanan.
     
    Jadi ini versi mana mas YassiR?
    valdi riovia
    ----------------------
    Itu lho Mas,Mas Mbah Tph lg di KL,jd versinya malaysia.
     
    Yassir
    Iwak-02
    Powered by Telkomsel BlackBerry®

     

    vriovia@kagamavirtual.com Jul 15 05:23AM ^
     
    O gitu, wis aku titip kaos kuning e anwar ibrahim ato anak nya nurul izzah
    valdi riovia
    BRI Pandeglang/FKT 96
     
    -----Original Message-----
    From: ysanst@kagamavirtual.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Fri, 15 Jul 2011 05:08:54
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Kopdar Juli 2011, Angkringan IV Kagama Riau
     
    Kaos kuning d indonesia simbol status quo d malaysia simbol perlawanan.
     
    Jadi ini versi mana mas YassiR?
    valdi riovia
    ----------------------
    Itu lho Mas,Mas Mbah Tph lg di KL,jd versinya malaysia.
     
    Yassir
    Iwak-02
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

 Topik: sebuah kaos
    Albert Pratama <albert.pratama@gmail.com> Jul 15 12:15PM +0700 ^
     
    Ditunggu ceritanya Tri.
    SOL
     
    Regards,
    Albert
     
    2011/7/15 tri harso sulistiyo <thsulistiyo@gmail.com>
     

     

 Topik: Mohon info
    Nengah Budi <nengahbudi@kagamavirtual.net> Jul 15 11:36AM +0700 ^
     
    Boleh juga di infokan ke saya pak, bu, mas, mba dan adik adik sekalian
    soalnya per agustus saya pindah kerja ke jogjakarta
     
    kembali ke jogja ku
     
    thx
     
    Budi

     

    Aminulloh Anwar <aminulloh.anwar@gmail.com> Jul 15 09:55AM +0700 ^
     
    [image: Sleeping-with-Google-Plus.jpg]
    --
    Regards,
    Aminulloh

     

    rsulastama@gmail.com Jul 15 01:06AM ^
     
    Semalam, setalah melalui perjalanan panjang dari Rante Pao ke Sengkang, kami singgah di perajin tenun sutra Sengkang. Sengkang memang terkenal dengan industri tenun berbaham sutra.
     
    Rombongan kami belanja untuk oleh-oleh keluarga. Saya juga ikutan belanja. Di attachment file, yang paling kiri 150 ribu per meter, sedangkan yang tengah 90 ribu permeter. Yang paling kanan merupakan sarung Bugis, lumayan mahal :D.
     
    Adakah tenun khas di daerah Anda?
    Powered by salakpondohmania®

     

--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
Loading...