Langsung aja, saat ini sedang mengalami kebingungan dalam mengembangkan sebuah model perpetaan yang berbasis FUZZY-AHP-MCE process.
Untuk kasus MCE, beberapa paper mengacu pada Eastman (2006) yang menyatakan bahwa MCE lebih baik memakai Fuzzy format byte number 0-255.
Sedangkan beberapa buku, paper, serta teori murni menunjukkan penggunaan Fuzzy dengan bilangan real 0.0-1.0.
Tentunya seperti diketahui bersama, penggunaan bilangan real 0.0-1.0 sudah sangat populer dan dipakai pada studi-studi terdahulu terkait atau tidak berkaitan dengan GIS.
Mungkin para suhu disini ada yang mendalami hal ini, mohon pencerahannya. Atau mungkin memiliki literatur mana yang lebih baik digunakan untuk MCE (selain paper2 yang mengacu ke Eastman (2006)), terlebih lagi saya membutuhkan paper yang menunjukkan secara langsung komparasi antara penggunaan keduanya.
Trims para suhu,
Regards,
Nursakti Adhi Pratomoatmojo
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "Komunitas GIS" dari Grup Google.
Untuk mengeposkan pesan ke grup ini, kirim email ke komunitas-gis@googlegroups.com.
Untuk berhenti berlangganan dari grup ini, kirim email ke komunitas-gis+unsubscribe@googlegroups.com.
Untuk opsi selengkapnya, kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/komunitas-gis?hl=id.