Total Tayangan

myspace hit counter

[kagama] Intisari untuk alumniUGM@googlegroups.com - 25 Pesan pada 4 Topik

Minggu, Juli 31, 2011

Grup: http://groups.google.com/group/alumniUGM/topics

    aroem.naroeni@kagamavirtual.com Jul 31 11:18AM ^
     
    Thanks infonya,
    Semoga di online mudah dimengerti.
     
    Salam
    Aroem
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: "Deny P. Sambodo" <denypurwo@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 06:50:49
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
    Mbak aroem,
     
    Beli produk reksadana saham, mbak. Reksadana cocok buat kita2 yg tdk mau terlalu pusing dengan proses perdagangan saham lewat bursa.
    produk2nya panin sekurities cukup bagus kinerjanya. Kalo mau beli online bisa juga beli di danareksa online.
     
    Salam,
     
    Deny
     
    Nb.
     
    Komo, dirimu main saham ya?
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: aroem.naroeni@kagamavirtual.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 05:15:33
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
    Waaa.. Mas Komo, kalau kita tidak terlalu cerdas untuk memahaminya apa diserahkan manager investasi aja apa ?
    Banyak yg nawarin.. Katanya klo mereka mau melakukan sesuatu membeli/menjual minta ijin ke kita ?
     
    Salam
    Aroem
     
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: Sulastama Raharja <rsulastama@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 11:46:20
    To: alumniUGM<alumniUGM@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
    Kapan Membeli Saham?
     
    *Elvyn G Masassya*
     
    Menjual saham juga bisa dilakukan untuk mencegah kerugian yang lebih dalam
    karena harga saham tidak kunjung naik, berada di bawah harga beli, atau
    malah terus merosot. Nah, dalam situasi seperti itu, investor mesti
    mengambil keputusan apakah saham yang telah dimiliki sebaiknya dijual atau
    dipegang terus.
     
    Kita akan membahas kapan waktu yang tepat untuk membeli saham. Membeli saham
    di sini bukan semata-mata terhadap saham yang belum dimiliki, tetapi juga
    bisa dengan maksud untuk menambah jumlah saham yang telah dimiliki.
     
    Jika Anda sudah memiliki saham A, dan harganya ternyata naik terus, Anda
    bisa saja bukan menjual saham yang telah Anda miliki, tetapi malah menambah
    jumlah saham tersebut. Jadi, pada gilirannya nanti, ketika harga sudah tidak
    meningkat dan Anda bermaksud menjualnya, nilai penjualan saham Anda akan
    lebih besar. Itu disebut dengan istilah averaging up.
     
    Demikian juga jika saat ini Anda memegang saham yang harga di pasarnya jauh
    di bawah harga beli. Jika Anda yakin saham tersebut akan meningkat, saat ini
    Anda mesti membeli lagi saham yang sama dalam jumlah cukup besar sehingga
    rata-rata harga beli saham tersebut akan lebih rendah. Ini akan memudahkan
    Anda untuk melepasnya karena tidak perlu menunggu kenaikan harga yang
    tinggi. Sebab, harga beli rata-rata Anda sudah lebih rendah ketimbang
    pertama kali Anda beli. Ini diistilahkan dengan averaging down.
     
    Kapan waktu yang pas untuk membeli saham-saham tersebut? Secara konseptual,
    pembelian saham dilakukan ketika harga saham masih murah dan dijual ketika
    harganya meningkat. Ini basic sekali. Disebut juga dengan istilah buy low,
    sell high.
     
    Kapan sebuah saham dianggap murah?
     
    Banyak cara untuk mengetahuinya, misalnya dengan melihat berapa price to
    book value (PBV) atau price earning ratio (PER) dari sebuah saham. Jika PBV
    dan PER-nya relatif rendah dibandingkan dengan perusahaan sejenis, saham
    tersebut dianggap murah. Namun, apakah lantas bisa langsung dibeli? Bisa
    jadi setelah Anda beli, harganya tetap segitu-gitu saja. Kenapa? Karena
    kinerja perusahaannya memang jelek dan tetap jelek. Jadi, mana mungkin harga
    sahamnya akan meningkat?
     
    Selain itu, ada juga konsep yang disebut dengan buy high, sell higher.
    Artinya, Anda membeli saham yang harganya sudah tinggi, baik dilihat dari
    PBV maupun PER-nya. Namun, bisa saja tetap mengalami peningkatan, baik
    karena kinerja perusahaan yang terus meningkat maupun karena investor lain
    juga berminat untuk mengoleksi saham tersebut.
     
    *Menghindari kerugian*
     
    Masalahnya, berapa jauh satu saham bisa terus "terbang tinggi"? Katakanlah
    saham A, harganya Rp 1.000, lalu meningkat menjadi Rp 1.100. Lalu, Anda beli
    pada harga Rp 1.100 dengan harapan akan naik lagi menjadi Rp 1.200. Apakah
    memang seperti itu? Bisa terjadi, bisa juga malah sebaliknya. Setelah
    mencapai harga Rp 1.100, Anda membeli dari investor lain yang menjual, dan
    pada gilirannya, harga saham akan kembali ke Rp 1.000. Maka, yang Anda
    peroleh adalah potensi kerugian. Bagaimana cara menghindari semua itu?
     
    Pertama, siapkan sekeranjang saham pilihan yang secara fundamental bagus.
    Ini biasanya disebut saham blue chip atau saham yang masuk dalam kategori LQ
    45. Anda mesti melakukan diversifikasi sektor dari saham yang ada di
    keranjang tersebut. Untuk memilih calon-calon saham yang hendak dibeli, Anda
    bisa menggunakan hasil analisis berbagai perusahaan sekuritas. Selain itu,
    saham-saham rekomendasi juga banyak tertera di surat kabar dan internet.
     
    Kedua, memilih dari isi keranjang, saham yang siap untuk dibeli. Saham-saham
    yang sudah masuk dalam keranjang tentu harus Anda analisis dari beberapa
    hal, misalnya berapa volume transaksinya secara harian dalam beberapa pekan
    atau bulan terakhir. Percuma harga saham itu murah kalau volume transaksinya
    rendah. Sebab, ketika Anda beli, akan sulit untuk menjualnya kembali. Untuk
    melihat volume transaksi tersebut, bandingkan saja nilai jual-belinya dengan
    saham-saham lain yang ada dalam keranjang pilihan saham Anda.
     
    Intinya, pertimbangkan hanya saham yang volume transaksinya besar. Jadi,
    kalau di keranjang tersebut ada 10 saham, setelah diseleksi aspek volume
    transaksinya, mungkin hanya tersisa lima saham yang layak beli. Sebagai
    investor ritel, memang sebaiknya jangan mengelola terlalu banyak saham. Lima
    saham sudah cukup asalkan kemudian secara rutin Anda mempelajari dan
    mengenali saham-saham tersebut secara lebih dalam.
     
    Ketiga, kapan mulai membeli saham-saham tersebut? Secara umum saham-saham
    yang memiliki fundamen bagus dan volume transaksi besar bisa dibeli ketika
    harga sahamnya mengalami koreksi. Akan tetapi, koreksi tersebut lebih
    disebabkan oleh faktor sentimen pasar, bukan karena fundamen yang anjlok.
    Apalagi kalau tujuan Anda membeli saham dimaksud adalah untuk jangka cukup
    panjang, apakah itu dipegang dalam kurun waktu enam bulan, setahun, dan
    seterusnya. Jadi, bukan untuk perdagangan harian. Makna koreksi di sini
    lebih karena sentimen terhadap keseluruhan pasar memang sedang negatif, yang
    dicerminkan oleh penurunan indeks harga saham gabungan. Dengan kata lain,
    yang mengalami penurunan harga bukan cuma saham yang Anda bidik, tetapi juga
    saham-saham lain.
    Keberhasilan membeli saham juga dipengaruhi oleh faktor lain, seperti
    informasi dan timing. Di pasar modal, biasanya awal semester adalah saat
    yang ramai untuk transaksi. Kenapa? Karena emiten-emiten baru melaporkan
    kinerja semester pertama. Jika kinerjanya bagus, sahamnya pasti akan diburu
    investor. Jika Anda mengetahui informasi semacam itu, tentu Anda bisa turut
    serta mengoleksi saham-saham dengan kinerja bagus.
     
    http://cetak.kompas.com/read/2011/07/31/03053136/kapan.membeli.saham--
    tomo TGL' 93
    ~ KagamaVirtual is here, there, everywhere, anywhere ... For everyone" :) ..
    http://kagamavirtual.com/ ~
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    "Deny P. Sambodo" <denypurwo@gmail.com> Jul 31 11:45AM ^
     
    Mbak aroem,
     
    Kalo kita beli reksadana, keputusan jual ato beli ya terserah kita. Tinggal di liat NAB (nilai aktiva Bersih)-nya naik ato turun ketika mau jual. Kalau lgi turun ya jgn di jual, rugi kitanya.
     
    Ohya, coba cek disitusnya danareksa online di www.danareksaonline.com siapa tau bisa jadi bahan pertimbangan awal.
    Meskipun kalo saya di tanya, saya lebih suka beli emas batangan dan/atau untuk "hedging" aset2 kita. Apalagi liat situasi ekonomi US yg lgi tdk menentu kayak skrg.
     
    Salam,
    Deny P. Sambodo
     
     
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: aroem.naroeni@kagamavirtual.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 05:15:33
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
    Waaa.. Mas Komo, kalau kita tidak terlalu cerdas untuk memahaminya apa diserahkan manager investasi aja apa ?
    Banyak yg nawarin.. Katanya klo mereka mau melakukan sesuatu membeli/menjual minta ijin ke kita ?
     
    Salam
    Aroem
     
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: Sulastama Raharja <rsulastama@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 11:46:20
    To: alumniUGM<alumniUGM@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
    Kapan Membeli Saham?
     
    *Elvyn G Masassya*
     
    Menjual saham juga bisa dilakukan untuk mencegah kerugian yang lebih dalam
    karena harga saham tidak kunjung naik, berada di bawah harga beli, atau
    malah terus merosot. Nah, dalam situasi seperti itu, investor mesti
    mengambil keputusan apakah saham yang telah dimiliki sebaiknya dijual atau
    dipegang terus.
     
    Kita akan membahas kapan waktu yang tepat untuk membeli saham. Membeli saham
    di sini bukan semata-mata terhadap saham yang belum dimiliki, tetapi juga
    bisa dengan maksud untuk menambah jumlah saham yang telah dimiliki.
     
    Jika Anda sudah memiliki saham A, dan harganya ternyata naik terus, Anda
    bisa saja bukan menjual saham yang telah Anda miliki, tetapi malah menambah
    jumlah saham tersebut. Jadi, pada gilirannya nanti, ketika harga sudah tidak
    meningkat dan Anda bermaksud menjualnya, nilai penjualan saham Anda akan
    lebih besar. Itu disebut dengan istilah averaging up.
     
    Demikian juga jika saat ini Anda memegang saham yang harga di pasarnya jauh
    di bawah harga beli. Jika Anda yakin saham tersebut akan meningkat, saat ini
    Anda mesti membeli lagi saham yang sama dalam jumlah cukup besar sehingga
    rata-rata harga beli saham tersebut akan lebih rendah. Ini akan memudahkan
    Anda untuk melepasnya karena tidak perlu menunggu kenaikan harga yang
    tinggi. Sebab, harga beli rata-rata Anda sudah lebih rendah ketimbang
    pertama kali Anda beli. Ini diistilahkan dengan averaging down.
     
    Kapan waktu yang pas untuk membeli saham-saham tersebut? Secara konseptual,
    pembelian saham dilakukan ketika harga saham masih murah dan dijual ketika
    harganya meningkat. Ini basic sekali. Disebut juga dengan istilah buy low,
    sell high.
     
    Kapan sebuah saham dianggap murah?
     
    Banyak cara untuk mengetahuinya, misalnya dengan melihat berapa price to
    book value (PBV) atau price earning ratio (PER) dari sebuah saham. Jika PBV
    dan PER-nya relatif rendah dibandingkan dengan perusahaan sejenis, saham
    tersebut dianggap murah. Namun, apakah lantas bisa langsung dibeli? Bisa
    jadi setelah Anda beli, harganya tetap segitu-gitu saja. Kenapa? Karena
    kinerja perusahaannya memang jelek dan tetap jelek. Jadi, mana mungkin harga
    sahamnya akan meningkat?
     
    Selain itu, ada juga konsep yang disebut dengan buy high, sell higher.
    Artinya, Anda membeli saham yang harganya sudah tinggi, baik dilihat dari
    PBV maupun PER-nya. Namun, bisa saja tetap mengalami peningkatan, baik
    karena kinerja perusahaan yang terus meningkat maupun karena investor lain
    juga berminat untuk mengoleksi saham tersebut.
     
    *Menghindari kerugian*
     
    Masalahnya, berapa jauh satu saham bisa terus "terbang tinggi"? Katakanlah
    saham A, harganya Rp 1.000, lalu meningkat menjadi Rp 1.100. Lalu, Anda beli
    pada harga Rp 1.100 dengan harapan akan naik lagi menjadi Rp 1.200. Apakah
    memang seperti itu? Bisa terjadi, bisa juga malah sebaliknya. Setelah
    mencapai harga Rp 1.100, Anda membeli dari investor lain yang menjual, dan
    pada gilirannya, harga saham akan kembali ke Rp 1.000. Maka, yang Anda
    peroleh adalah potensi kerugian. Bagaimana cara menghindari semua itu?
     
    Pertama, siapkan sekeranjang saham pilihan yang secara fundamental bagus.
    Ini biasanya disebut saham blue chip atau saham yang masuk dalam kategori LQ
    45. Anda mesti melakukan diversifikasi sektor dari saham yang ada di
    keranjang tersebut. Untuk memilih calon-calon saham yang hendak dibeli, Anda
    bisa menggunakan hasil analisis berbagai perusahaan sekuritas. Selain itu,
    saham-saham rekomendasi juga banyak tertera di surat kabar dan internet.
     
    Kedua, memilih dari isi keranjang, saham yang siap untuk dibeli. Saham-saham
    yang sudah masuk dalam keranjang tentu harus Anda analisis dari beberapa
    hal, misalnya berapa volume transaksinya secara harian dalam beberapa pekan
    atau bulan terakhir. Percuma harga saham itu murah kalau volume transaksinya
    rendah. Sebab, ketika Anda beli, akan sulit untuk menjualnya kembali. Untuk
    melihat volume transaksi tersebut, bandingkan saja nilai jual-belinya dengan
    saham-saham lain yang ada dalam keranjang pilihan saham Anda.
     
    Intinya, pertimbangkan hanya saham yang volume transaksinya besar. Jadi,
    kalau di keranjang tersebut ada 10 saham, setelah diseleksi aspek volume
    transaksinya, mungkin hanya tersisa lima saham yang layak beli. Sebagai
    investor ritel, memang sebaiknya jangan mengelola terlalu banyak saham. Lima
    saham sudah cukup asalkan kemudian secara rutin Anda mempelajari dan
    mengenali saham-saham tersebut secara lebih dalam.
     
    Ketiga, kapan mulai membeli saham-saham tersebut? Secara umum saham-saham
    yang memiliki fundamen bagus dan volume transaksi besar bisa dibeli ketika
    harga sahamnya mengalami koreksi. Akan tetapi, koreksi tersebut lebih
    disebabkan oleh faktor sentimen pasar, bukan karena fundamen yang anjlok.
    Apalagi kalau tujuan Anda membeli saham dimaksud adalah untuk jangka cukup
    panjang, apakah itu dipegang dalam kurun waktu enam bulan, setahun, dan
    seterusnya. Jadi, bukan untuk perdagangan harian. Makna koreksi di sini
    lebih karena sentimen terhadap keseluruhan pasar memang sedang negatif, yang
    dicerminkan oleh penurunan indeks harga saham gabungan. Dengan kata lain,
    yang mengalami penurunan harga bukan cuma saham yang Anda bidik, tetapi juga
    saham-saham lain.
    Keberhasilan membeli saham juga dipengaruhi oleh faktor lain, seperti
    informasi dan timing. Di pasar modal, biasanya awal semester adalah saat
    yang ramai untuk transaksi. Kenapa? Karena emiten-emiten baru melaporkan
    kinerja semester pertama. Jika kinerjanya bagus, sahamnya pasti akan diburu
    investor. Jika Anda mengetahui informasi semacam itu, tentu Anda bisa turut
    serta mengoleksi saham-saham dengan kinerja bagus.
     
    http://cetak.kompas.com/read/2011/07/31/03053136/kapan.membeli.saham--
    tomo TGL' 93
    ~ KagamaVirtual is here, there, everywhere, anywhere ... For everyone" :) ..
    http://kagamavirtual.com/ ~
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    aroem.naroeni@kagamavirtual.com Jul 31 11:49AM ^
     
    Lha klo emas batangan, saya takut mas, dimana bisa beli emas batangan yg terpercaya, apa kita percaya hanya pada sertifikatnya,
    Trus nyimpennya ?
     
    Salam
    Aroem
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: "Deny P. Sambodo" <denypurwo@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 11:45:32
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
    Mbak aroem,
     
    Kalo kita beli reksadana, keputusan jual ato beli ya terserah kita. Tinggal di liat NAB (nilai aktiva Bersih)-nya naik ato turun ketika mau jual. Kalau lgi turun ya jgn di jual, rugi kitanya.
     
    Ohya, coba cek disitusnya danareksa online di www.danareksaonline.com siapa tau bisa jadi bahan pertimbangan awal.
    Meskipun kalo saya di tanya, saya lebih suka beli emas batangan dan/atau untuk "hedging" aset2 kita. Apalagi liat situasi ekonomi US yg lgi tdk menentu kayak skrg.
     
    Salam,
    Deny P. Sambodo
     
     
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: aroem.naroeni@kagamavirtual.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 05:15:33
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
    Waaa.. Mas Komo, kalau kita tidak terlalu cerdas untuk memahaminya apa diserahkan manager investasi aja apa ?
    Banyak yg nawarin.. Katanya klo mereka mau melakukan sesuatu membeli/menjual minta ijin ke kita ?
     
    Salam
    Aroem
     
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: Sulastama Raharja <rsulastama@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 11:46:20
    To: alumniUGM<alumniUGM@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
    Kapan Membeli Saham?
     
    *Elvyn G Masassya*
     
    Menjual saham juga bisa dilakukan untuk mencegah kerugian yang lebih dalam
    karena harga saham tidak kunjung naik, berada di bawah harga beli, atau
    malah terus merosot. Nah, dalam situasi seperti itu, investor mesti
    mengambil keputusan apakah saham yang telah dimiliki sebaiknya dijual atau
    dipegang terus.
     
    Kita akan membahas kapan waktu yang tepat untuk membeli saham. Membeli saham
    di sini bukan semata-mata terhadap saham yang belum dimiliki, tetapi juga
    bisa dengan maksud untuk menambah jumlah saham yang telah dimiliki.
     
    Jika Anda sudah memiliki saham A, dan harganya ternyata naik terus, Anda
    bisa saja bukan menjual saham yang telah Anda miliki, tetapi malah menambah
    jumlah saham tersebut. Jadi, pada gilirannya nanti, ketika harga sudah tidak
    meningkat dan Anda bermaksud menjualnya, nilai penjualan saham Anda akan
    lebih besar. Itu disebut dengan istilah averaging up.
     
    Demikian juga jika saat ini Anda memegang saham yang harga di pasarnya jauh
    di bawah harga beli. Jika Anda yakin saham tersebut akan meningkat, saat ini
    Anda mesti membeli lagi saham yang sama dalam jumlah cukup besar sehingga
    rata-rata harga beli saham tersebut akan lebih rendah. Ini akan memudahkan
    Anda untuk melepasnya karena tidak perlu menunggu kenaikan harga yang
    tinggi. Sebab, harga beli rata-rata Anda sudah lebih rendah ketimbang
    pertama kali Anda beli. Ini diistilahkan dengan averaging down.
     
    Kapan waktu yang pas untuk membeli saham-saham tersebut? Secara konseptual,
    pembelian saham dilakukan ketika harga saham masih murah dan dijual ketika
    harganya meningkat. Ini basic sekali. Disebut juga dengan istilah buy low,
    sell high.
     
    Kapan sebuah saham dianggap murah?
     
    Banyak cara untuk mengetahuinya, misalnya dengan melihat berapa price to
    book value (PBV) atau price earning ratio (PER) dari sebuah saham. Jika PBV
    dan PER-nya relatif rendah dibandingkan dengan perusahaan sejenis, saham
    tersebut dianggap murah. Namun, apakah lantas bisa langsung dibeli? Bisa
    jadi setelah Anda beli, harganya tetap segitu-gitu saja. Kenapa? Karena
    kinerja perusahaannya memang jelek dan tetap jelek. Jadi, mana mungkin harga
    sahamnya akan meningkat?
     
    Selain itu, ada juga konsep yang disebut dengan buy high, sell higher.
    Artinya, Anda membeli saham yang harganya sudah tinggi, baik dilihat dari
    PBV maupun PER-nya. Namun, bisa saja tetap mengalami peningkatan, baik
    karena kinerja perusahaan yang terus meningkat maupun karena investor lain
    juga berminat untuk mengoleksi saham tersebut.
     
    *Menghindari kerugian*
     
    Masalahnya, berapa jauh satu saham bisa terus "terbang tinggi"? Katakanlah
    saham A, harganya Rp 1.000, lalu meningkat menjadi Rp 1.100. Lalu, Anda beli
    pada harga Rp 1.100 dengan harapan akan naik lagi menjadi Rp 1.200. Apakah
    memang seperti itu? Bisa terjadi, bisa juga malah sebaliknya. Setelah
    mencapai harga Rp 1.100, Anda membeli dari investor lain yang menjual, dan
    pada gilirannya, harga saham akan kembali ke Rp 1.000. Maka, yang Anda
    peroleh adalah potensi kerugian. Bagaimana cara menghindari semua itu?
     
    Pertama, siapkan sekeranjang saham pilihan yang secara fundamental bagus.
    Ini biasanya disebut saham blue chip atau saham yang masuk dalam kategori LQ
    45. Anda mesti melakukan diversifikasi sektor dari saham yang ada di
    keranjang tersebut. Untuk memilih calon-calon saham yang hendak dibeli, Anda
    bisa menggunakan hasil analisis berbagai perusahaan sekuritas. Selain itu,
    saham-saham rekomendasi juga banyak tertera di surat kabar dan internet.
     
    Kedua, memilih dari isi keranjang, saham yang siap untuk dibeli. Saham-saham
    yang sudah masuk dalam keranjang tentu harus Anda analisis dari beberapa
    hal, misalnya berapa volume transaksinya secara harian dalam beberapa pekan
    atau bulan terakhir. Percuma harga saham itu murah kalau volume transaksinya
    rendah. Sebab, ketika Anda beli, akan sulit untuk menjualnya kembali. Untuk
    melihat volume transaksi tersebut, bandingkan saja nilai jual-belinya dengan
    saham-saham lain yang ada dalam keranjang pilihan saham Anda.
     
    Intinya, pertimbangkan hanya saham yang volume transaksinya besar. Jadi,
    kalau di keranjang tersebut ada 10 saham, setelah diseleksi aspek volume
    transaksinya, mungkin hanya tersisa lima saham yang layak beli. Sebagai
    investor ritel, memang sebaiknya jangan mengelola terlalu banyak saham. Lima
    saham sudah cukup asalkan kemudian secara rutin Anda mempelajari dan
    mengenali saham-saham tersebut secara lebih dalam.
     
    Ketiga, kapan mulai membeli saham-saham tersebut? Secara umum saham-saham
    yang memiliki fundamen bagus dan volume transaksi besar bisa dibeli ketika
    harga sahamnya mengalami koreksi. Akan tetapi, koreksi tersebut lebih
    disebabkan oleh faktor sentimen pasar, bukan karena fundamen yang anjlok.
    Apalagi kalau tujuan Anda membeli saham dimaksud adalah untuk jangka cukup
    panjang, apakah itu dipegang dalam kurun waktu enam bulan, setahun, dan
    seterusnya. Jadi, bukan untuk perdagangan harian. Makna koreksi di sini
    lebih karena sentimen terhadap keseluruhan pasar memang sedang negatif, yang
    dicerminkan oleh penurunan indeks harga saham gabungan. Dengan kata lain,
    yang mengalami penurunan harga bukan cuma saham yang Anda bidik, tetapi juga
    saham-saham lain.
    Keberhasilan membeli saham juga dipengaruhi oleh faktor lain, seperti
    informasi dan timing. Di pasar modal, biasanya awal semester adalah saat
    yang ramai untuk transaksi. Kenapa? Karena emiten-emiten baru melaporkan
    kinerja semester pertama. Jika kinerjanya bagus, sahamnya pasti akan diburu
    investor. Jika Anda mengetahui informasi semacam itu, tentu Anda bisa turut
    serta mengoleksi saham-saham dengan kinerja bagus.
     
    http://cetak.kompas.com/read/2011/07/31/03053136/kapan.membeli.saham--
    tomo TGL' 93
    ~ KagamaVirtual is here, there, everywhere, anywhere ... For everyone" :) ..
    http://kagamavirtual.com/ ~
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    eko.blangkon.kusdiyanto@gmail.com Jul 31 11:51AM ^
     
    Tuku emas sing isih urip ae ojo sing wis dadi batang qiqiqiqiqiqi
    Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
     
    -----Original Message-----
    From: aroem.naroeni@kagamavirtual.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 11:49:38
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
     
    Lha klo emas batangan, saya takut mas, dimana bisa beli emas batangan yg terpercaya, apa kita percaya hanya pada sertifikatnya,
    Trus nyimpennya ?
     
    Salam
    Aroem
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: "Deny P. Sambodo" <denypurwo@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 11:45:32
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
    Mbak aroem,
     
    Kalo kita beli reksadana, keputusan jual ato beli ya terserah kita. Tinggal di liat NAB (nilai aktiva Bersih)-nya naik ato turun ketika mau jual. Kalau lgi turun ya jgn di jual, rugi kitanya.
     
    Ohya, coba cek disitusnya danareksa online di www.danareksaonline.com siapa tau bisa jadi bahan pertimbangan awal.
    Meskipun kalo saya di tanya, saya lebih suka beli emas batangan dan/atau untuk "hedging" aset2 kita. Apalagi liat situasi ekonomi US yg lgi tdk menentu kayak skrg.
     
    Salam,
    Deny P. Sambodo
     
     
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: aroem.naroeni@kagamavirtual.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 05:15:33
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
    Waaa.. Mas Komo, kalau kita tidak terlalu cerdas untuk memahaminya apa diserahkan manager investasi aja apa ?
    Banyak yg nawarin.. Katanya klo mereka mau melakukan sesuatu membeli/menjual minta ijin ke kita ?
     
    Salam
    Aroem
     
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: Sulastama Raharja <rsulastama@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 11:46:20
    To: alumniUGM<alumniUGM@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
    Kapan Membeli Saham?
     
    *Elvyn G Masassya*
     
    Menjual saham juga bisa dilakukan untuk mencegah kerugian yang lebih dalam
    karena harga saham tidak kunjung naik, berada di bawah harga beli, atau
    malah terus merosot. Nah, dalam situasi seperti itu, investor mesti
    mengambil keputusan apakah saham yang telah dimiliki sebaiknya dijual atau
    dipegang terus.
     
    Kita akan membahas kapan waktu yang tepat untuk membeli saham. Membeli saham
    di sini bukan semata-mata terhadap saham yang belum dimiliki, tetapi juga
    bisa dengan maksud untuk menambah jumlah saham yang telah dimiliki.
     
    Jika Anda sudah memiliki saham A, dan harganya ternyata naik terus, Anda
    bisa saja bukan menjual saham yang telah Anda miliki, tetapi malah menambah
    jumlah saham tersebut. Jadi, pada gilirannya nanti, ketika harga sudah tidak
    meningkat dan Anda bermaksud menjualnya, nilai penjualan saham Anda akan
    lebih besar. Itu disebut dengan istilah averaging up.
     
    Demikian juga jika saat ini Anda memegang saham yang harga di pasarnya jauh
    di bawah harga beli. Jika Anda yakin saham tersebut akan meningkat, saat ini
    Anda mesti membeli lagi saham yang sama dalam jumlah cukup besar sehingga
    rata-rata harga beli saham tersebut akan lebih rendah. Ini akan memudahkan
    Anda untuk melepasnya karena tidak perlu menunggu kenaikan harga yang
    tinggi. Sebab, harga beli rata-rata Anda sudah lebih rendah ketimbang
    pertama kali Anda beli. Ini diistilahkan dengan averaging down.
     
    Kapan waktu yang pas untuk membeli saham-saham tersebut? Secara konseptual,
    pembelian saham dilakukan ketika harga saham masih murah dan dijual ketika
    harganya meningkat. Ini basic sekali. Disebut juga dengan istilah buy low,
    sell high.
     
    Kapan sebuah saham dianggap murah?
     
    Banyak cara untuk mengetahuinya, misalnya dengan melihat berapa price to
    book value (PBV) atau price earning ratio (PER) dari sebuah saham. Jika PBV
    dan PER-nya relatif rendah dibandingkan dengan perusahaan sejenis, saham
    tersebut dianggap murah. Namun, apakah lantas bisa langsung dibeli? Bisa
    jadi setelah Anda beli, harganya tetap segitu-gitu saja. Kenapa? Karena
    kinerja perusahaannya memang jelek dan tetap jelek. Jadi, mana mungkin harga
    sahamnya akan meningkat?
     
    Selain itu, ada juga konsep yang disebut dengan buy high, sell higher.
    Artinya, Anda membeli saham yang harganya sudah tinggi, baik dilihat dari
    PBV maupun PER-nya. Namun, bisa saja tetap mengalami peningkatan, baik
    karena kinerja perusahaan yang terus meningkat maupun karena investor lain
    juga berminat untuk mengoleksi saham tersebut.
     
    *Menghindari kerugian*
     
    Masalahnya, berapa jauh satu saham bisa terus "terbang tinggi"? Katakanlah
    saham A, harganya Rp 1.000, lalu meningkat menjadi Rp 1.100. Lalu, Anda beli
    pada harga Rp 1.100 dengan harapan akan naik lagi menjadi Rp 1.200. Apakah
    memang seperti itu? Bisa terjadi, bisa juga malah sebaliknya. Setelah
    mencapai harga Rp 1.100, Anda membeli dari investor lain yang menjual, dan
    pada gilirannya, harga saham akan kembali ke Rp 1.000. Maka, yang Anda
    peroleh adalah potensi kerugian. Bagaimana cara menghindari semua itu?
     
    Pertama, siapkan sekeranjang saham pilihan yang secara fundamental bagus.
    Ini biasanya disebut saham blue chip atau saham yang masuk dalam kategori LQ
    45. Anda mesti melakukan diversifikasi sektor dari saham yang ada di
    keranjang tersebut. Untuk memilih calon-calon saham yang hendak dibeli, Anda
    bisa menggunakan hasil analisis berbagai perusahaan sekuritas. Selain itu,
    saham-saham rekomendasi juga banyak tertera di surat kabar dan internet.
     
    Kedua, memilih dari isi keranjang, saham yang siap untuk dibeli. Saham-saham
    yang sudah masuk dalam keranjang tentu harus Anda analisis dari beberapa
    hal, misalnya berapa volume transaksinya secara harian dalam beberapa pekan
    atau bulan terakhir. Percuma harga saham itu murah kalau volume transaksinya
    rendah. Sebab, ketika Anda beli, akan sulit untuk menjualnya kembali. Untuk
    melihat volume transaksi tersebut, bandingkan saja nilai jual-belinya dengan
    saham-saham lain yang ada dalam keranjang pilihan saham Anda.
     
    Intinya, pertimbangkan hanya saham yang volume transaksinya besar. Jadi,
    kalau di keranjang tersebut ada 10 saham, setelah diseleksi aspek volume
    transaksinya, mungkin hanya tersisa lima saham yang layak beli. Sebagai
    investor ritel, memang sebaiknya jangan mengelola terlalu banyak saham. Lima
    saham sudah cukup asalkan kemudian secara rutin Anda mempelajari dan
    mengenali saham-saham tersebut secara lebih dalam.
     
    Ketiga, kapan mulai membeli saham-saham tersebut? Secara umum saham-saham
    yang memiliki fundamen bagus dan volume transaksi besar bisa dibeli ketika
    harga sahamnya mengalami koreksi. Akan tetapi, koreksi tersebut lebih
    disebabkan oleh faktor sentimen pasar, bukan karena fundamen yang anjlok.
    Apalagi kalau tujuan Anda membeli saham dimaksud adalah untuk jangka cukup
    panjang, apakah itu dipegang dalam kurun waktu enam bulan, setahun, dan
    seterusnya. Jadi, bukan untuk perdagangan harian. Makna koreksi di sini
    lebih karena sentimen terhadap keseluruhan pasar memang sedang negatif, yang
    dicerminkan oleh penurunan indeks harga saham gabungan. Dengan kata lain,
    yang mengalami penurunan harga bukan cuma saham yang Anda bidik, tetapi juga
    saham-saham lain.
    Keberhasilan membeli saham juga dipengaruhi oleh faktor lain, seperti
    informasi dan timing. Di pasar modal, biasanya awal semester adalah saat
    yang ramai untuk transaksi. Kenapa? Karena emiten-emiten baru melaporkan
    kinerja semester pertama. Jika kinerjanya bagus, sahamnya pasti akan diburu
    investor. Jika Anda mengetahui informasi semacam itu, tentu Anda bisa turut
    serta mengoleksi saham-saham dengan kinerja bagus.
     
    http://cetak.kompas.com/read/2011/07/31/03053136/kapan.membeli.saham--
    tomo TGL' 93
    ~ KagamaVirtual is here, there, everywhere, anywhere ... For everyone" :) ..
    http://kagamavirtual.com/ ~
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    andirahmah91@yahoo.com Jul 31 12:51PM ^
     
    Beli emas batangan bersertifikat setahu saya di Antam Mbak Aroem. Nyimpennya di deposit box di bank
     
     
    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
     
    -----Original Message-----
    From: aroem.naroeni@kagamavirtual.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 11:49:38
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
     
    Lha klo emas batangan, saya takut mas, dimana bisa beli emas batangan yg terpercaya, apa kita percaya hanya pada sertifikatnya,
    Trus nyimpennya ?
     
    Salam
    Aroem
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: "Deny P. Sambodo" <denypurwo@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 11:45:32
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
    Mbak aroem,
     
    Kalo kita beli reksadana, keputusan jual ato beli ya terserah kita. Tinggal di liat NAB (nilai aktiva Bersih)-nya naik ato turun ketika mau jual. Kalau lgi turun ya jgn di jual, rugi kitanya.
     
    Ohya, coba cek disitusnya danareksa online di www.danareksaonline.com siapa tau bisa jadi bahan pertimbangan awal.
    Meskipun kalo saya di tanya, saya lebih suka beli emas batangan dan/atau untuk "hedging" aset2 kita. Apalagi liat situasi ekonomi US yg lgi tdk menentu kayak skrg.
     
    Salam,
    Deny P. Sambodo
     
     
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: aroem.naroeni@kagamavirtual.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 05:15:33
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
    Waaa.. Mas Komo, kalau kita tidak terlalu cerdas untuk memahaminya apa diserahkan manager investasi aja apa ?
    Banyak yg nawarin.. Katanya klo mereka mau melakukan sesuatu membeli/menjual minta ijin ke kita ?
     
    Salam
    Aroem
     
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: Sulastama Raharja <rsulastama@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 11:46:20
    To: alumniUGM<alumniUGM@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
    Kapan Membeli Saham?
     
    *Elvyn G Masassya*
     
    Menjual saham juga bisa dilakukan untuk mencegah kerugian yang lebih dalam
    karena harga saham tidak kunjung naik, berada di bawah harga beli, atau
    malah terus merosot. Nah, dalam situasi seperti itu, investor mesti
    mengambil keputusan apakah saham yang telah dimiliki sebaiknya dijual atau
    dipegang terus.
     
    Kita akan membahas kapan waktu yang tepat untuk membeli saham. Membeli saham
    di sini bukan semata-mata terhadap saham yang belum dimiliki, tetapi juga
    bisa dengan maksud untuk menambah jumlah saham yang telah dimiliki.
     
    Jika Anda sudah memiliki saham A, dan harganya ternyata naik terus, Anda
    bisa saja bukan menjual saham yang telah Anda miliki, tetapi malah menambah
    jumlah saham tersebut. Jadi, pada gilirannya nanti, ketika harga sudah tidak
    meningkat dan Anda bermaksud menjualnya, nilai penjualan saham Anda akan
    lebih besar. Itu disebut dengan istilah averaging up.
     
    Demikian juga jika saat ini Anda memegang saham yang harga di pasarnya jauh
    di bawah harga beli. Jika Anda yakin saham tersebut akan meningkat, saat ini
    Anda mesti membeli lagi saham yang sama dalam jumlah cukup besar sehingga
    rata-rata harga beli saham tersebut akan lebih rendah. Ini akan memudahkan
    Anda untuk melepasnya karena tidak perlu menunggu kenaikan harga yang
    tinggi. Sebab, harga beli rata-rata Anda sudah lebih rendah ketimbang
    pertama kali Anda beli. Ini diistilahkan dengan averaging down.
     
    Kapan waktu yang pas untuk membeli saham-saham tersebut? Secara konseptual,
    pembelian saham dilakukan ketika harga saham masih murah dan dijual ketika
    harganya meningkat. Ini basic sekali. Disebut juga dengan istilah buy low,
    sell high.
     
    Kapan sebuah saham dianggap murah?
     
    Banyak cara untuk mengetahuinya, misalnya dengan melihat berapa price to
    book value (PBV) atau price earning ratio (PER) dari sebuah saham. Jika PBV
    dan PER-nya relatif rendah dibandingkan dengan perusahaan sejenis, saham
    tersebut dianggap murah. Namun, apakah lantas bisa langsung dibeli? Bisa
    jadi setelah Anda beli, harganya tetap segitu-gitu saja. Kenapa? Karena
    kinerja perusahaannya memang jelek dan tetap jelek. Jadi, mana mungkin harga
    sahamnya akan meningkat?
     
    Selain itu, ada juga konsep yang disebut dengan buy high, sell higher.
    Artinya, Anda membeli saham yang harganya sudah tinggi, baik dilihat dari
    PBV maupun PER-nya. Namun, bisa saja tetap mengalami peningkatan, baik
    karena kinerja perusahaan yang terus meningkat maupun karena investor lain
    juga berminat untuk mengoleksi saham tersebut.
     
    *Menghindari kerugian*
     
    Masalahnya, berapa jauh satu saham bisa terus "terbang tinggi"? Katakanlah
    saham A, harganya Rp 1.000, lalu meningkat menjadi Rp 1.100. Lalu, Anda beli
    pada harga Rp 1.100 dengan harapan akan naik lagi menjadi Rp 1.200. Apakah
    memang seperti itu? Bisa terjadi, bisa juga malah sebaliknya. Setelah
    mencapai harga Rp 1.100, Anda membeli dari investor lain yang menjual, dan
    pada gilirannya, harga saham akan kembali ke Rp 1.000. Maka, yang Anda
    peroleh adalah potensi kerugian. Bagaimana cara menghindari semua itu?
     
    Pertama, siapkan sekeranjang saham pilihan yang secara fundamental bagus.
    Ini biasanya disebut saham blue chip atau saham yang masuk dalam kategori LQ
    45. Anda mesti melakukan diversifikasi sektor dari saham yang ada di
    keranjang tersebut. Untuk memilih calon-calon saham yang hendak dibeli, Anda
    bisa menggunakan hasil analisis berbagai perusahaan sekuritas. Selain itu,
    saham-saham rekomendasi juga banyak tertera di surat kabar dan internet.
     
    Kedua, memilih dari isi keranjang, saham yang siap untuk dibeli. Saham-saham
    yang sudah masuk dalam keranjang tentu harus Anda analisis dari beberapa
    hal, misalnya berapa volume transaksinya secara harian dalam beberapa pekan
    atau bulan terakhir. Percuma harga saham itu murah kalau volume transaksinya
    rendah. Sebab, ketika Anda beli, akan sulit untuk menjualnya kembali. Untuk
    melihat volume transaksi tersebut, bandingkan saja nilai jual-belinya dengan
    saham-saham lain yang ada dalam keranjang pilihan saham Anda.
     
    Intinya, pertimbangkan hanya saham yang volume transaksinya besar. Jadi,
    kalau di keranjang tersebut ada 10 saham, setelah diseleksi aspek volume
    transaksinya, mungkin hanya tersisa lima saham yang layak beli. Sebagai
    investor ritel, memang sebaiknya jangan mengelola terlalu banyak saham. Lima
    saham sudah cukup asalkan kemudian secara rutin Anda mempelajari dan
    mengenali saham-saham tersebut secara lebih dalam.
     
    Ketiga, kapan mulai membeli saham-saham tersebut? Secara umum saham-saham
    yang memiliki fundamen bagus dan volume transaksi besar bisa dibeli ketika
    harga sahamnya mengalami koreksi. Akan tetapi, koreksi tersebut lebih
    disebabkan oleh faktor sentimen pasar, bukan karena fundamen yang anjlok.
    Apalagi kalau tujuan Anda membeli saham dimaksud adalah untuk jangka cukup
    panjang, apakah itu dipegang dalam kurun waktu enam bulan, setahun, dan
    seterusnya. Jadi, bukan untuk perdagangan harian. Makna koreksi di sini
    lebih karena sentimen terhadap keseluruhan pasar memang sedang negatif, yang
    dicerminkan oleh penurunan indeks harga saham gabungan. Dengan kata lain,
    yang mengalami penurunan harga bukan cuma saham yang Anda bidik, tetapi juga
    saham-saham lain.
    Keberhasilan membeli saham juga dipengaruhi oleh faktor lain, seperti
    informasi dan timing. Di pasar modal, biasanya awal semester adalah saat
    yang ramai untuk transaksi. Kenapa? Karena emiten-emiten baru melaporkan
    kinerja semester pertama. Jika kinerjanya bagus, sahamnya pasti akan diburu
    investor. Jika Anda mengetahui informasi semacam itu, tentu Anda bisa turut
    serta mengoleksi saham-saham dengan kinerja bagus.
     
    http://cetak.kompas.com/read/2011/07/31/03053136/kapan.membeli.saham--
    tomo TGL' 93
    ~ KagamaVirtual is here, there, everywhere, anywhere ... For everyone" :) ..
    http://kagamavirtual.com/ ~
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    "darmaji-gojis" <sudarmaji@kagamavirtual.net> Jul 31 11:53AM ^
     
    Lha klo emas batangan, saya takut mas, dimana bisa beli emas batangan yg terpercaya, apa kita percaya hanya pada sertifikatnya,Trus nyimpennya ?
    SalamAroem
     
    -------------------
    Setahu saya beli emas batangan yg terpercaya ya di antam (aneka tambang)
     
     
    darmaji
    --------------------------------
    Sent from GojisBerry
    0815.958.7574

     

    mila@kagamavirtual.net Jul 31 11:54AM ^
     
    Mas deny kalau emas batangan ada potongan gak kalau mau jual lagi....????
    Sent from my BlackBerry®
    powered by Sinyal Kuat INDOSAT
     
    -----Original Message-----
    From: eko.blangkon.kusdiyanto@gmail.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 11:51:36
    To: Kagama<alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
    Tuku emas sing isih urip ae ojo sing wis dadi batang qiqiqiqiqiqi
    Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
     
    -----Original Message-----
    From: aroem.naroeni@kagamavirtual.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 11:49:38
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
     
    Lha klo emas batangan, saya takut mas, dimana bisa beli emas batangan yg terpercaya, apa kita percaya hanya pada sertifikatnya,
    Trus nyimpennya ?
     
    Salam
    Aroem
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: "Deny P. Sambodo" <denypurwo@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 11:45:32
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
    Mbak aroem,
     
    Kalo kita beli reksadana, keputusan jual ato beli ya terserah kita. Tinggal di liat NAB (nilai aktiva Bersih)-nya naik ato turun ketika mau jual. Kalau lgi turun ya jgn di jual, rugi kitanya.
     
    Ohya, coba cek disitusnya danareksa online di www.danareksaonline.com siapa tau bisa jadi bahan pertimbangan awal.
    Meskipun kalo saya di tanya, saya lebih suka beli emas batangan dan/atau untuk "hedging" aset2 kita. Apalagi liat situasi ekonomi US yg lgi tdk menentu kayak skrg.
     
    Salam,
    Deny P. Sambodo
     
     
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: aroem.naroeni@kagamavirtual.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 05:15:33
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
    Waaa.. Mas Komo, kalau kita tidak terlalu cerdas untuk memahaminya apa diserahkan manager investasi aja apa ?
    Banyak yg nawarin.. Katanya klo mereka mau melakukan sesuatu membeli/menjual minta ijin ke kita ?
     
    Salam
    Aroem
     
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: Sulastama Raharja <rsulastama@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 11:46:20
    To: alumniUGM<alumniUGM@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
    Kapan Membeli Saham?
     
    *Elvyn G Masassya*
     
    Menjual saham juga bisa dilakukan untuk mencegah kerugian yang lebih dalam
    karena harga saham tidak kunjung naik, berada di bawah harga beli, atau
    malah terus merosot. Nah, dalam situasi seperti itu, investor mesti
    mengambil keputusan apakah saham yang telah dimiliki sebaiknya dijual atau
    dipegang terus.
     
    Kita akan membahas kapan waktu yang tepat untuk membeli saham. Membeli saham
    di sini bukan semata-mata terhadap saham yang belum dimiliki, tetapi juga
    bisa dengan maksud untuk menambah jumlah saham yang telah dimiliki.
     
    Jika Anda sudah memiliki saham A, dan harganya ternyata naik terus, Anda
    bisa saja bukan menjual saham yang telah Anda miliki, tetapi malah menambah
    jumlah saham tersebut. Jadi, pada gilirannya nanti, ketika harga sudah tidak
    meningkat dan Anda bermaksud menjualnya, nilai penjualan saham Anda akan
    lebih besar. Itu disebut dengan istilah averaging up.
     
    Demikian juga jika saat ini Anda memegang saham yang harga di pasarnya jauh
    di bawah harga beli. Jika Anda yakin saham tersebut akan meningkat, saat ini
    Anda mesti membeli lagi saham yang sama dalam jumlah cukup besar sehingga
    rata-rata harga beli saham tersebut akan lebih rendah. Ini akan memudahkan
    Anda untuk melepasnya karena tidak perlu menunggu kenaikan harga yang
    tinggi. Sebab, harga beli rata-rata Anda sudah lebih rendah ketimbang
    pertama kali Anda beli. Ini diistilahkan dengan averaging down.
     
    Kapan waktu yang pas untuk membeli saham-saham tersebut? Secara konseptual,
    pembelian saham dilakukan ketika harga saham masih murah dan dijual ketika
    harganya meningkat. Ini basic sekali. Disebut juga dengan istilah buy low,
    sell high.
     
    Kapan sebuah saham dianggap murah?
     
    Banyak cara untuk mengetahuinya, misalnya dengan melihat berapa price to
    book value (PBV) atau price earning ratio (PER) dari sebuah saham. Jika PBV
    dan PER-nya relatif rendah dibandingkan dengan perusahaan sejenis, saham
    tersebut dianggap murah. Namun, apakah lantas bisa langsung dibeli? Bisa
    jadi setelah Anda beli, harganya tetap segitu-gitu saja. Kenapa? Karena
    kinerja perusahaannya memang jelek dan tetap jelek. Jadi, mana mungkin harga
    sahamnya akan meningkat?
     
    Selain itu, ada juga konsep yang disebut dengan buy high, sell higher.
    Artinya, Anda membeli saham yang harganya sudah tinggi, baik dilihat dari
    PBV maupun PER-nya. Namun, bisa saja tetap mengalami peningkatan, baik
    karena kinerja perusahaan yang terus meningkat maupun karena investor lain
    juga berminat untuk mengoleksi saham tersebut.
     
    *Menghindari kerugian*
     
    Masalahnya, berapa jauh satu saham bisa terus "terbang tinggi"? Katakanlah
    saham A, harganya Rp 1.000, lalu meningkat menjadi Rp 1.100. Lalu, Anda beli
    pada harga Rp 1.100 dengan harapan akan naik lagi menjadi Rp 1.200. Apakah
    memang seperti itu? Bisa terjadi, bisa juga malah sebaliknya. Setelah
    mencapai harga Rp 1.100, Anda membeli dari investor lain yang menjual, dan
    pada gilirannya, harga saham akan kembali ke Rp 1.000. Maka, yang Anda
    peroleh adalah potensi kerugian. Bagaimana cara menghindari semua itu?
     
    Pertama, siapkan sekeranjang saham pilihan yang secara fundamental bagus.
    Ini biasanya disebut saham blue chip atau saham yang masuk dalam kategori LQ
    45. Anda mesti melakukan diversifikasi sektor dari saham yang ada di
    keranjang tersebut. Untuk memilih calon-calon saham yang hendak dibeli, Anda
    bisa menggunakan hasil analisis berbagai perusahaan sekuritas. Selain itu,
    saham-saham rekomendasi juga banyak tertera di surat kabar dan internet.
     
    Kedua, memilih dari isi keranjang, saham yang siap untuk dibeli. Saham-saham
    yang sudah masuk dalam keranjang tentu harus Anda analisis dari beberapa
    hal, misalnya berapa volume transaksinya secara harian dalam beberapa pekan
    atau bulan terakhir. Percuma harga saham itu murah kalau volume transaksinya
    rendah. Sebab, ketika Anda beli, akan sulit untuk menjualnya kembali. Untuk
    melihat volume transaksi tersebut, bandingkan saja nilai jual-belinya dengan
    saham-saham lain yang ada dalam keranjang pilihan saham Anda.
     
    Intinya, pertimbangkan hanya saham yang volume transaksinya besar. Jadi,
    kalau di keranjang tersebut ada 10 saham, setelah diseleksi aspek volume
    transaksinya, mungkin hanya tersisa lima saham yang layak beli. Sebagai
    investor ritel, memang sebaiknya jangan mengelola terlalu banyak saham. Lima
    saham sudah cukup asalkan kemudian secara rutin Anda mempelajari dan
    mengenali saham-saham tersebut secara lebih dalam.
     
    Ketiga, kapan mulai membeli saham-saham tersebut? Secara umum saham-saham
    yang memiliki fundamen bagus dan volume transaksi besar bisa dibeli ketika
    harga sahamnya mengalami koreksi. Akan tetapi, koreksi tersebut lebih
    disebabkan oleh faktor sentimen pasar, bukan karena fundamen yang anjlok.
    Apalagi kalau tujuan Anda membeli saham dimaksud adalah untuk jangka cukup
    panjang, apakah itu dipegang dalam kurun waktu enam bulan, setahun, dan
    seterusnya. Jadi, bukan untuk perdagangan harian. Makna koreksi di sini
    lebih karena sentimen terhadap keseluruhan pasar memang sedang negatif, yang
    dicerminkan oleh penurunan indeks harga saham gabungan. Dengan kata lain,
    yang mengalami penurunan harga bukan cuma saham yang Anda bidik, tetapi juga
    saham-saham lain.
    Keberhasilan membeli saham juga dipengaruhi oleh faktor lain, seperti
    informasi dan timing. Di pasar modal, biasanya awal semester adalah saat
    yang ramai untuk transaksi. Kenapa? Karena emiten-emiten baru melaporkan
    kinerja semester pertama. Jika kinerjanya bagus, sahamnya pasti akan diburu
    investor. Jika Anda mengetahui informasi semacam itu, tentu Anda bisa turut
    serta mengoleksi saham-saham dengan kinerja bagus.
     
    http://cetak.kompas.com/read/2011/07/31/03053136/kapan.membeli.saham--
    tomo TGL' 93
    ~ KagamaVirtual is here, there, everywhere, anywhere ... For everyone" :) ..
    http://kagamavirtual.com/ ~
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    umigita@gmail.com Jul 31 12:08PM ^
     
    Juga bisa di pegadaian.
     
    Salam,
    Umi gita
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: "darmaji-gojis" <sudarmaji@kagamavirtual.net>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 11:53:15
    To: alumniUGM@googlegroups.com<alumniUGM@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
    Lha klo emas batangan, saya takut mas, dimana bisa beli emas batangan yg terpercaya, apa kita percaya hanya pada sertifikatnya,Trus nyimpennya ?
    SalamAroem
     
    -------------------
    Setahu saya beli emas batangan yg terpercaya ya di antam (aneka tambang)
     
     
    darmaji
    --------------------------------
    Sent from GojisBerry
    0815.958.7574
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    "Deny P. Sambodo" <denypurwo@gmail.com> Jul 31 11:59AM ^
     
    Mbak aroem, entar saya email japri wae ya
     
    Deny
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: aroem.naroeni@kagamavirtual.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 11:49:38
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
     
    Lha klo emas batangan, saya takut mas, dimana bisa beli emas batangan yg terpercaya, apa kita percaya hanya pada sertifikatnya,
    Trus nyimpennya ?
     
    Salam
    Aroem
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: "Deny P. Sambodo" <denypurwo@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 11:45:32
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
    Mbak aroem,
     
    Kalo kita beli reksadana, keputusan jual ato beli ya terserah kita. Tinggal di liat NAB (nilai aktiva Bersih)-nya naik ato turun ketika mau jual. Kalau lgi turun ya jgn di jual, rugi kitanya.
     
    Ohya, coba cek disitusnya danareksa online di www.danareksaonline.com siapa tau bisa jadi bahan pertimbangan awal.
    Meskipun kalo saya di tanya, saya lebih suka beli emas batangan dan/atau untuk "hedging" aset2 kita. Apalagi liat situasi ekonomi US yg lgi tdk menentu kayak skrg.
     
    Salam,
    Deny P. Sambodo
     
     
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: aroem.naroeni@kagamavirtual.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 05:15:33
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
    Waaa.. Mas Komo, kalau kita tidak terlalu cerdas untuk memahaminya apa diserahkan manager investasi aja apa ?
    Banyak yg nawarin.. Katanya klo mereka mau melakukan sesuatu membeli/menjual minta ijin ke kita ?
     
    Salam
    Aroem
     
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: Sulastama Raharja <rsulastama@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 11:46:20
    To: alumniUGM<alumniUGM@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
    Kapan Membeli Saham?
     
    *Elvyn G Masassya*
     
    Menjual saham juga bisa dilakukan untuk mencegah kerugian yang lebih dalam
    karena harga saham tidak kunjung naik, berada di bawah harga beli, atau
    malah terus merosot. Nah, dalam situasi seperti itu, investor mesti
    mengambil keputusan apakah saham yang telah dimiliki sebaiknya dijual atau
    dipegang terus.
     
    Kita akan membahas kapan waktu yang tepat untuk membeli saham. Membeli saham
    di sini bukan semata-mata terhadap saham yang belum dimiliki, tetapi juga
    bisa dengan maksud untuk menambah jumlah saham yang telah dimiliki.
     
    Jika Anda sudah memiliki saham A, dan harganya ternyata naik terus, Anda
    bisa saja bukan menjual saham yang telah Anda miliki, tetapi malah menambah
    jumlah saham tersebut. Jadi, pada gilirannya nanti, ketika harga sudah tidak
    meningkat dan Anda bermaksud menjualnya, nilai penjualan saham Anda akan
    lebih besar. Itu disebut dengan istilah averaging up.
     
    Demikian juga jika saat ini Anda memegang saham yang harga di pasarnya jauh
    di bawah harga beli. Jika Anda yakin saham tersebut akan meningkat, saat ini
    Anda mesti membeli lagi saham yang sama dalam jumlah cukup besar sehingga
    rata-rata harga beli saham tersebut akan lebih rendah. Ini akan memudahkan
    Anda untuk melepasnya karena tidak perlu menunggu kenaikan harga yang
    tinggi. Sebab, harga beli rata-rata Anda sudah lebih rendah ketimbang
    pertama kali Anda beli. Ini diistilahkan dengan averaging down.
     
    Kapan waktu yang pas untuk membeli saham-saham tersebut? Secara konseptual,
    pembelian saham dilakukan ketika harga saham masih murah dan dijual ketika
    harganya meningkat. Ini basic sekali. Disebut juga dengan istilah buy low,
    sell high.
     
    Kapan sebuah saham dianggap murah?
     
    Banyak cara untuk mengetahuinya, misalnya dengan melihat berapa price to
    book value (PBV) atau price earning ratio (PER) dari sebuah saham. Jika PBV
    dan PER-nya relatif rendah dibandingkan dengan perusahaan sejenis, saham
    tersebut dianggap murah. Namun, apakah lantas bisa langsung dibeli? Bisa
    jadi setelah Anda beli, harganya tetap segitu-gitu saja. Kenapa? Karena
    kinerja perusahaannya memang jelek dan tetap jelek. Jadi, mana mungkin harga
    sahamnya akan meningkat?
     
    Selain itu, ada juga konsep yang disebut dengan buy high, sell higher.
    Artinya, Anda membeli saham yang harganya sudah tinggi, baik dilihat dari
    PBV maupun PER-nya. Namun, bisa saja tetap mengalami peningkatan, baik
    karena kinerja perusahaan yang terus meningkat maupun karena investor lain
    juga berminat untuk mengoleksi saham tersebut.
     
    *Menghindari kerugian*
     
    Masalahnya, berapa jauh satu saham bisa terus "terbang tinggi"? Katakanlah
    saham A, harganya Rp 1.000, lalu meningkat menjadi Rp 1.100. Lalu, Anda beli
    pada harga Rp 1.100 dengan harapan akan naik lagi menjadi Rp 1.200. Apakah
    memang seperti itu? Bisa terjadi, bisa juga malah sebaliknya. Setelah
    mencapai harga Rp 1.100, Anda membeli dari investor lain yang menjual, dan
    pada gilirannya, harga saham akan kembali ke Rp 1.000. Maka, yang Anda
    peroleh adalah potensi kerugian. Bagaimana cara menghindari semua itu?
     
    Pertama, siapkan sekeranjang saham pilihan yang secara fundamental bagus.
    Ini biasanya disebut saham blue chip atau saham yang masuk dalam kategori LQ
    45. Anda mesti melakukan diversifikasi sektor dari saham yang ada di
    keranjang tersebut. Untuk memilih calon-calon saham yang hendak dibeli, Anda
    bisa menggunakan hasil analisis berbagai perusahaan sekuritas. Selain itu,
    saham-saham rekomendasi juga banyak tertera di surat kabar dan internet.
     
    Kedua, memilih dari isi keranjang, saham yang siap untuk dibeli. Saham-saham
    yang sudah masuk dalam keranjang tentu harus Anda analisis dari beberapa
    hal, misalnya berapa volume transaksinya secara harian dalam beberapa pekan
    atau bulan terakhir. Percuma harga saham itu murah kalau volume transaksinya
    rendah. Sebab, ketika Anda beli, akan sulit untuk menjualnya kembali. Untuk
    melihat volume transaksi tersebut, bandingkan saja nilai jual-belinya dengan
    saham-saham lain yang ada dalam keranjang pilihan saham Anda.
     
    Intinya, pertimbangkan hanya saham yang volume transaksinya besar. Jadi,
    kalau di keranjang tersebut ada 10 saham, setelah diseleksi aspek volume
    transaksinya, mungkin hanya tersisa lima saham yang layak beli. Sebagai
    investor ritel, memang sebaiknya jangan mengelola terlalu banyak saham. Lima
    saham sudah cukup asalkan kemudian secara rutin Anda mempelajari dan
    mengenali saham-saham tersebut secara lebih dalam.
     
    Ketiga, kapan mulai membeli saham-saham tersebut? Secara umum saham-saham
    yang memiliki fundamen bagus dan volume transaksi besar bisa dibeli ketika
    harga sahamnya mengalami koreksi. Akan tetapi, koreksi tersebut lebih
    disebabkan oleh faktor sentimen pasar, bukan karena fundamen yang anjlok.
    Apalagi kalau tujuan Anda membeli saham dimaksud adalah untuk jangka cukup
    panjang, apakah itu dipegang dalam kurun waktu enam bulan, setahun, dan
    seterusnya. Jadi, bukan untuk perdagangan harian. Makna koreksi di sini
    lebih karena sentimen terhadap keseluruhan pasar memang sedang negatif, yang
    dicerminkan oleh penurunan indeks harga saham gabungan. Dengan kata lain,
    yang mengalami penurunan harga bukan cuma saham yang Anda bidik, tetapi juga
    saham-saham lain.
    Keberhasilan membeli saham juga dipengaruhi oleh faktor lain, seperti
    informasi dan timing. Di pasar modal, biasanya awal semester adalah saat
    yang ramai untuk transaksi. Kenapa? Karena emiten-emiten baru melaporkan
    kinerja semester pertama. Jika kinerjanya bagus, sahamnya pasti akan diburu
    investor. Jika Anda mengetahui informasi semacam itu, tentu Anda bisa turut
    serta mengoleksi saham-saham dengan kinerja bagus.
     
    http://cetak.kompas.com/read/2011/07/31/03053136/kapan.membeli.saham--
    tomo TGL' 93
    ~ KagamaVirtual is here, there, everywhere, anywhere ... For everyone" :) ..
    http://kagamavirtual.com/ ~
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    ysanst@kagamavirtual.com Jul 31 11:56AM ^
     
    Setahu saya beli emas batangan yg terpercaya ya di antam (aneka tambang)
     
    darmaji
    ----------------------
    Kalau beli emas tidak asli, di ANTEMI ae Mbak Aroem,:p
     
    Yassir
    Iwak-02
    Powered by Telkomsel BlackBerry®

     

    "Deny P. Sambodo" <denypurwo@gmail.com> Jul 31 12:03PM ^
     
    mbak aroem posisi di kota mana? Kalo di yogya, saya biasa di toko emas gadjah sakti. cara beli agar tau kualitasnya, lewat skema beli-gadainya bank syariah. Kualitasnya dijamin bagus.
     
    Salam,
    Deny
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: aroem.naroeni@kagamavirtual.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 11:49:38
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
     
    Lha klo emas batangan, saya takut mas, dimana bisa beli emas batangan yg terpercaya, apa kita percaya hanya pada sertifikatnya,
    Trus nyimpennya ?
     
    Salam
    Aroem
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: "Deny P. Sambodo" <denypurwo@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 11:45:32
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
    Mbak aroem,
     
    Kalo kita beli reksadana, keputusan jual ato beli ya terserah kita. Tinggal di liat NAB (nilai aktiva Bersih)-nya naik ato turun ketika mau jual. Kalau lgi turun ya jgn di jual, rugi kitanya.
     
    Ohya, coba cek disitusnya danareksa online di www.danareksaonline.com siapa tau bisa jadi bahan pertimbangan awal.
    Meskipun kalo saya di tanya, saya lebih suka beli emas batangan dan/atau untuk "hedging" aset2 kita. Apalagi liat situasi ekonomi US yg lgi tdk menentu kayak skrg.
     
    Salam,
    Deny P. Sambodo
     
     
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: aroem.naroeni@kagamavirtual.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 05:15:33
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
    Waaa.. Mas Komo, kalau kita tidak terlalu cerdas untuk memahaminya apa diserahkan manager investasi aja apa ?
    Banyak yg nawarin.. Katanya klo mereka mau melakukan sesuatu membeli/menjual minta ijin ke kita ?
     
    Salam
    Aroem
     
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: Sulastama Raharja <rsulastama@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 11:46:20
    To: alumniUGM<alumniUGM@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
    Kapan Membeli Saham?
     
    *Elvyn G Masassya*
     
    Menjual saham juga bisa dilakukan untuk mencegah kerugian yang lebih dalam
    karena harga saham tidak kunjung naik, berada di bawah harga beli, atau
    malah terus merosot. Nah, dalam situasi seperti itu, investor mesti
    mengambil keputusan apakah saham yang telah dimiliki sebaiknya dijual atau
    dipegang terus.
     
    Kita akan membahas kapan waktu yang tepat untuk membeli saham. Membeli saham
    di sini bukan semata-mata terhadap saham yang belum dimiliki, tetapi juga
    bisa dengan maksud untuk menambah jumlah saham yang telah dimiliki.
     
    Jika Anda sudah memiliki saham A, dan harganya ternyata naik terus, Anda
    bisa saja bukan menjual saham yang telah Anda miliki, tetapi malah menambah
    jumlah saham tersebut. Jadi, pada gilirannya nanti, ketika harga sudah tidak
    meningkat dan Anda bermaksud menjualnya, nilai penjualan saham Anda akan
    lebih besar. Itu disebut dengan istilah averaging up.
     
    Demikian juga jika saat ini Anda memegang saham yang harga di pasarnya jauh
    di bawah harga beli. Jika Anda yakin saham tersebut akan meningkat, saat ini
    Anda mesti membeli lagi saham yang sama dalam jumlah cukup besar sehingga
    rata-rata harga beli saham tersebut akan lebih rendah. Ini akan memudahkan
    Anda untuk melepasnya karena tidak perlu menunggu kenaikan harga yang
    tinggi. Sebab, harga beli rata-rata Anda sudah lebih rendah ketimbang
    pertama kali Anda beli. Ini diistilahkan dengan averaging down.
     
    Kapan waktu yang pas untuk membeli saham-saham tersebut? Secara konseptual,
    pembelian saham dilakukan ketika harga saham masih murah dan dijual ketika
    harganya meningkat. Ini basic sekali. Disebut juga dengan istilah buy low,
    sell high.
     
    Kapan sebuah saham dianggap murah?
     
    Banyak cara untuk mengetahuinya, misalnya dengan melihat berapa price to
    book value (PBV) atau price earning ratio (PER) dari sebuah saham. Jika PBV
    dan PER-nya relatif rendah dibandingkan dengan perusahaan sejenis, saham
    tersebut dianggap murah. Namun, apakah lantas bisa langsung dibeli? Bisa
    jadi setelah Anda beli, harganya tetap segitu-gitu saja. Kenapa? Karena
    kinerja perusahaannya memang jelek dan tetap jelek. Jadi, mana mungkin harga
    sahamnya akan meningkat?
     
    Selain itu, ada juga konsep yang disebut dengan buy high, sell higher.
    Artinya, Anda membeli saham yang harganya sudah tinggi, baik dilihat dari
    PBV maupun PER-nya. Namun, bisa saja tetap mengalami peningkatan, baik
    karena kinerja perusahaan yang terus meningkat maupun karena investor lain
    juga berminat untuk mengoleksi saham tersebut.
     
    *Menghindari kerugian*
     
    Masalahnya, berapa jauh satu saham bisa terus "terbang tinggi"? Katakanlah
    saham A, harganya Rp 1.000, lalu meningkat menjadi Rp 1.100. Lalu, Anda beli
    pada harga Rp 1.100 dengan harapan akan naik lagi menjadi Rp 1.200. Apakah
    memang seperti itu? Bisa terjadi, bisa juga malah sebaliknya. Setelah
    mencapai harga Rp 1.100, Anda membeli dari investor lain yang menjual, dan
    pada gilirannya, harga saham akan kembali ke Rp 1.000. Maka, yang Anda
    peroleh adalah potensi kerugian. Bagaimana cara menghindari semua itu?
     
    Pertama, siapkan sekeranjang saham pilihan yang secara fundamental bagus.
    Ini biasanya disebut saham blue chip atau saham yang masuk dalam kategori LQ
    45. Anda mesti melakukan diversifikasi sektor dari saham yang ada di
    keranjang tersebut. Untuk memilih calon-calon saham yang hendak dibeli, Anda
    bisa menggunakan hasil analisis berbagai perusahaan sekuritas. Selain itu,
    saham-saham rekomendasi juga banyak tertera di surat kabar dan internet.
     
    Kedua, memilih dari isi keranjang, saham yang siap untuk dibeli. Saham-saham
    yang sudah masuk dalam keranjang tentu harus Anda analisis dari beberapa
    hal, misalnya berapa volume transaksinya secara harian dalam beberapa pekan
    atau bulan terakhir. Percuma harga saham itu murah kalau volume transaksinya
    rendah. Sebab, ketika Anda beli, akan sulit untuk menjualnya kembali. Untuk
    melihat volume transaksi tersebut, bandingkan saja nilai jual-belinya dengan
    saham-saham lain yang ada dalam keranjang pilihan saham Anda.
     
    Intinya, pertimbangkan hanya saham yang volume transaksinya besar. Jadi,
    kalau di keranjang tersebut ada 10 saham, setelah diseleksi aspek volume
    transaksinya, mungkin hanya tersisa lima saham yang layak beli. Sebagai
    investor ritel, memang sebaiknya jangan mengelola terlalu banyak saham. Lima
    saham sudah cukup asalkan kemudian secara rutin Anda mempelajari dan
    mengenali saham-saham tersebut secara lebih dalam.
     
    Ketiga, kapan mulai membeli saham-saham tersebut? Secara umum saham-saham
    yang memiliki fundamen bagus dan volume transaksi besar bisa dibeli ketika
    harga sahamnya mengalami koreksi. Akan tetapi, koreksi tersebut lebih
    disebabkan oleh faktor sentimen pasar, bukan karena fundamen yang anjlok.
    Apalagi kalau tujuan Anda membeli saham dimaksud adalah untuk jangka cukup
    panjang, apakah itu dipegang dalam kurun waktu enam bulan, setahun, dan
    seterusnya. Jadi, bukan untuk perdagangan harian. Makna koreksi di sini
    lebih karena sentimen terhadap keseluruhan pasar memang sedang negatif, yang
    dicerminkan oleh penurunan indeks harga saham gabungan. Dengan kata lain,
    yang mengalami penurunan harga bukan cuma saham yang Anda bidik, tetapi juga
    saham-saham lain.
    Keberhasilan membeli saham juga dipengaruhi oleh faktor lain, seperti
    informasi dan timing. Di pasar modal, biasanya awal semester adalah saat
    yang ramai untuk transaksi. Kenapa? Karena emiten-emiten baru melaporkan
    kinerja semester pertama. Jika kinerjanya bagus, sahamnya pasti akan diburu
    investor. Jika Anda mengetahui informasi semacam itu, tentu Anda bisa turut
    serta mengoleksi saham-saham dengan kinerja bagus.
     
    http://cetak.kompas.com/read/2011/07/31/03053136/kapan.membeli.saham--
    tomo TGL' 93
    ~ KagamaVirtual is here, there, everywhere, anywhere ... For everyone" :) ..
    http://kagamavirtual.com/ ~
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    "darmaji-gojis" <sudarmaji@kagamavirtual.net> Jul 31 11:59AM ^
     
    Kalau beli emas tidak asli, di ANTEMI ae Mbak Aroem,:p
     
    Yassir
    Iwak-02
     
    ______________
     
    Klo beli eMAS yassir dijamin dan bisa dipercaya mbak aroem
    Wkwkwkwkwk
     
    darmaji
    --------------------------------
    Sent from GojisBerry
    0815.958.7574

     

    "Deny P. Sambodo" <denypurwo@gmail.com> Jul 31 12:06PM ^
     
    Mbak mila,
     
    Entar saya japri wae ya. Penjelasanya.
     
    Deny P. Sambodo
    Gold based Financial Planner (GFP) Cand.
     
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: mila@kagamavirtual.net
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 11:54:35
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
    Mas deny kalau emas batangan ada potongan gak kalau mau jual lagi....????
    Sent from my BlackBerry®
    powered by Sinyal Kuat INDOSAT
     
    -----Original Message-----
    From: eko.blangkon.kusdiyanto@gmail.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 11:51:36
    To: Kagama<alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
    Tuku emas sing isih urip ae ojo sing wis dadi batang qiqiqiqiqiqi
    Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
     
    -----Original Message-----
    From: aroem.naroeni@kagamavirtual.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 11:49:38
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
     
    Lha klo emas batangan, saya takut mas, dimana bisa beli emas batangan yg terpercaya, apa kita percaya hanya pada sertifikatnya,
    Trus nyimpennya ?
     
    Salam
    Aroem
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: "Deny P. Sambodo" <denypurwo@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 11:45:32
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
    Mbak aroem,
     
    Kalo kita beli reksadana, keputusan jual ato beli ya terserah kita. Tinggal di liat NAB (nilai aktiva Bersih)-nya naik ato turun ketika mau jual. Kalau lgi turun ya jgn di jual, rugi kitanya.
     
    Ohya, coba cek disitusnya danareksa online di www.danareksaonline.com siapa tau bisa jadi bahan pertimbangan awal.
    Meskipun kalo saya di tanya, saya lebih suka beli emas batangan dan/atau untuk "hedging" aset2 kita. Apalagi liat situasi ekonomi US yg lgi tdk menentu kayak skrg.
     
    Salam,
    Deny P. Sambodo
     
     
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: aroem.naroeni@kagamavirtual.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 05:15:33
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
    Waaa.. Mas Komo, kalau kita tidak terlalu cerdas untuk memahaminya apa diserahkan manager investasi aja apa ?
    Banyak yg nawarin.. Katanya klo mereka mau melakukan sesuatu membeli/menjual minta ijin ke kita ?
     
    Salam
    Aroem
     
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: Sulastama Raharja <rsulastama@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 11:46:20
    To: alumniUGM<alumniUGM@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
    Kapan Membeli Saham?
     
    *Elvyn G Masassya*
     
    Menjual saham juga bisa dilakukan untuk mencegah kerugian yang lebih dalam
    karena harga saham tidak kunjung naik, berada di bawah harga beli, atau
    malah terus merosot. Nah, dalam situasi seperti itu, investor mesti
    mengambil keputusan apakah saham yang telah dimiliki sebaiknya dijual atau
    dipegang terus.
     
    Kita akan membahas kapan waktu yang tepat untuk membeli saham. Membeli saham
    di sini bukan semata-mata terhadap saham yang belum dimiliki, tetapi juga
    bisa dengan maksud untuk menambah jumlah saham yang telah dimiliki.
     
    Jika Anda sudah memiliki saham A, dan harganya ternyata naik terus, Anda
    bisa saja bukan menjual saham yang telah Anda miliki, tetapi malah menambah
    jumlah saham tersebut. Jadi, pada gilirannya nanti, ketika harga sudah tidak
    meningkat dan Anda bermaksud menjualnya, nilai penjualan saham Anda akan
    lebih besar. Itu disebut dengan istilah averaging up.
     
    Demikian juga jika saat ini Anda memegang saham yang harga di pasarnya jauh
    di bawah harga beli. Jika Anda yakin saham tersebut akan meningkat, saat ini
    Anda mesti membeli lagi saham yang sama dalam jumlah cukup besar sehingga
    rata-rata harga beli saham tersebut akan lebih rendah. Ini akan memudahkan
    Anda untuk melepasnya karena tidak perlu menunggu kenaikan harga yang
    tinggi. Sebab, harga beli rata-rata Anda sudah lebih rendah ketimbang
    pertama kali Anda beli. Ini diistilahkan dengan averaging down.
     
    Kapan waktu yang pas untuk membeli saham-saham tersebut? Secara konseptual,
    pembelian saham dilakukan ketika harga saham masih murah dan dijual ketika
    harganya meningkat. Ini basic sekali. Disebut juga dengan istilah buy low,
    sell high.
     
    Kapan sebuah saham dianggap murah?
     
    Banyak cara untuk mengetahuinya, misalnya dengan melihat berapa price to
    book value (PBV) atau price earning ratio (PER) dari sebuah saham. Jika PBV
    dan PER-nya relatif rendah dibandingkan dengan perusahaan sejenis, saham
    tersebut dianggap murah. Namun, apakah lantas bisa langsung dibeli? Bisa
    jadi setelah Anda beli, harganya tetap segitu-gitu saja. Kenapa? Karena
    kinerja perusahaannya memang jelek dan tetap jelek. Jadi, mana mungkin harga
    sahamnya akan meningkat?
     
    Selain itu, ada juga konsep yang disebut dengan buy high, sell higher.
    Artinya, Anda membeli saham yang harganya sudah tinggi, baik dilihat dari
    PBV maupun PER-nya. Namun, bisa saja tetap mengalami peningkatan, baik
    karena kinerja perusahaan yang terus meningkat maupun karena investor lain
    juga berminat untuk mengoleksi saham tersebut.
     
    *Menghindari kerugian*
     
    Masalahnya, berapa jauh satu saham bisa terus "terbang tinggi"? Katakanlah
    saham A, harganya Rp 1.000, lalu meningkat menjadi Rp 1.100. Lalu, Anda beli
    pada harga Rp 1.100 dengan harapan akan naik lagi menjadi Rp 1.200. Apakah
    memang seperti itu? Bisa terjadi, bisa juga malah sebaliknya. Setelah
    mencapai harga Rp 1.100, Anda membeli dari investor lain yang menjual, dan
    pada gilirannya, harga saham akan kembali ke Rp 1.000. Maka, yang Anda
    peroleh adalah potensi kerugian. Bagaimana cara menghindari semua itu?
     
    Pertama, siapkan sekeranjang saham pilihan yang secara fundamental bagus.
    Ini biasanya disebut saham blue chip atau saham yang masuk dalam kategori LQ
    45. Anda mesti melakukan diversifikasi sektor dari saham yang ada di
    keranjang tersebut. Untuk memilih calon-calon saham yang hendak dibeli, Anda
    bisa menggunakan hasil analisis berbagai perusahaan sekuritas. Selain itu,
    saham-saham rekomendasi juga banyak tertera di surat kabar dan internet.
     
    Kedua, memilih dari isi keranjang, saham yang siap untuk dibeli. Saham-saham
    yang sudah masuk dalam keranjang tentu harus Anda analisis dari beberapa
    hal, misalnya berapa volume transaksinya secara harian dalam beberapa pekan
    atau bulan terakhir. Percuma harga saham itu murah kalau volume transaksinya
    rendah. Sebab, ketika Anda beli, akan sulit untuk menjualnya kembali. Untuk
    melihat volume transaksi tersebut, bandingkan saja nilai jual-belinya dengan
    saham-saham lain yang ada dalam keranjang pilihan saham Anda.
     
    Intinya, pertimbangkan hanya saham yang volume transaksinya besar. Jadi,
    kalau di keranjang tersebut ada 10 saham, setelah diseleksi aspek volume
    transaksinya, mungkin hanya tersisa lima saham yang layak beli. Sebagai
    investor ritel, memang sebaiknya jangan mengelola terlalu banyak saham. Lima
    saham sudah cukup asalkan kemudian secara rutin Anda mempelajari dan
    mengenali saham-saham tersebut secara lebih dalam.
     
    Ketiga, kapan mulai membeli saham-saham tersebut? Secara umum saham-saham
    yang memiliki fundamen bagus dan volume transaksi besar bisa dibeli ketika
    harga sahamnya mengalami koreksi. Akan tetapi, koreksi tersebut lebih
    disebabkan oleh faktor sentimen pasar, bukan karena fundamen yang anjlok.
    Apalagi kalau tujuan Anda membeli saham dimaksud adalah untuk jangka cukup
    panjang, apakah itu dipegang dalam kurun waktu enam bulan, setahun, dan
    seterusnya. Jadi, bukan untuk perdagangan harian. Makna koreksi di sini
    lebih karena sentimen terhadap keseluruhan pasar memang sedang negatif, yang
    dicerminkan oleh penurunan indeks harga saham gabungan. Dengan kata lain,
    yang mengalami penurunan harga bukan cuma saham yang Anda bidik, tetapi juga
    saham-saham lain.
    Keberhasilan membeli saham juga dipengaruhi oleh faktor lain, seperti
    informasi dan timing. Di pasar modal, biasanya awal semester adalah saat
    yang ramai untuk transaksi. Kenapa? Karena emiten-emiten baru melaporkan
    kinerja semester pertama. Jika kinerjanya bagus, sahamnya pasti akan diburu
    investor. Jika Anda mengetahui informasi semacam itu, tentu Anda bisa turut
    serta mengoleksi saham-saham dengan kinerja bagus.
     
    http://cetak.kompas.com/read/2011/07/31/03053136/kapan.membeli.saham--
    tomo TGL' 93
    ~ KagamaVirtual is here, there, everywhere, anywhere ... For everyone" :) ..
    http://kagamavirtual.com/ ~
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    mila@kagamavirtual.net Jul 31 12:25PM ^
     
    Makasih mas deny...kebetulan saya tertarik belajar inves emas..ditunggu sharing ilmunya...
    Sent from my BlackBerry®
    powered by Sinyal Kuat INDOSAT
     
    -----Original Message-----
    From: "Deny P. Sambodo" <denypurwo@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 12:06:46
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
    Mbak mila,
     
    Entar saya japri wae ya. Penjelasanya.
     
    Deny P. Sambodo
    Gold based Financial Planner (GFP) Cand.
     
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: mila@kagamavirtual.net
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 11:54:35
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
    Mas deny kalau emas batangan ada potongan gak kalau mau jual lagi....????
    Sent from my BlackBerry®
    powered by Sinyal Kuat INDOSAT
     
    -----Original Message-----
    From: eko.blangkon.kusdiyanto@gmail.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 11:51:36
    To: Kagama<alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
    Tuku emas sing isih urip ae ojo sing wis dadi batang qiqiqiqiqiqi
    Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
     
    -----Original Message-----
    From: aroem.naroeni@kagamavirtual.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 11:49:38
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
     
    Lha klo emas batangan, saya takut mas, dimana bisa beli emas batangan yg terpercaya, apa kita percaya hanya pada sertifikatnya,
    Trus nyimpennya ?
     
    Salam
    Aroem
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: "Deny P. Sambodo" <denypurwo@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 11:45:32
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
    Mbak aroem,
     
    Kalo kita beli reksadana, keputusan jual ato beli ya terserah kita. Tinggal di liat NAB (nilai aktiva Bersih)-nya naik ato turun ketika mau jual. Kalau lgi turun ya jgn di jual, rugi kitanya.
     
    Ohya, coba cek disitusnya danareksa online di www.danareksaonline.com siapa tau bisa jadi bahan pertimbangan awal.
    Meskipun kalo saya di tanya, saya lebih suka beli emas batangan dan/atau untuk "hedging" aset2 kita. Apalagi liat situasi ekonomi US yg lgi tdk menentu kayak skrg.
     
    Salam,
    Deny P. Sambodo
     
     
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: aroem.naroeni@kagamavirtual.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 05:15:33
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
    Waaa.. Mas Komo, kalau kita tidak terlalu cerdas untuk memahaminya apa diserahkan manager investasi aja apa ?
    Banyak yg nawarin.. Katanya klo mereka mau melakukan sesuatu membeli/menjual minta ijin ke kita ?
     
    Salam
    Aroem
     
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: Sulastama Raharja <rsulastama@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 11:46:20
    To: alumniUGM<alumniUGM@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
    Kapan Membeli Saham?
     
    *Elvyn G Masassya*
     
    Menjual saham juga bisa dilakukan untuk mencegah kerugian yang lebih dalam
    karena harga saham tidak kunjung naik, berada di bawah harga beli, atau
    malah terus merosot. Nah, dalam situasi seperti itu, investor mesti
    mengambil keputusan apakah saham yang telah dimiliki sebaiknya dijual atau
    dipegang terus.
     
    Kita akan membahas kapan waktu yang tepat untuk membeli saham. Membeli saham
    di sini bukan semata-mata terhadap saham yang belum dimiliki, tetapi juga
    bisa dengan maksud untuk menambah jumlah saham yang telah dimiliki.
     
    Jika Anda sudah memiliki saham A, dan harganya ternyata naik terus, Anda
    bisa saja bukan menjual saham yang telah Anda miliki, tetapi malah menambah
    jumlah saham tersebut. Jadi, pada gilirannya nanti, ketika harga sudah tidak
    meningkat dan Anda bermaksud menjualnya, nilai penjualan saham Anda akan
    lebih besar. Itu disebut dengan istilah averaging up.
     
    Demikian juga jika saat ini Anda memegang saham yang harga di pasarnya jauh
    di bawah harga beli. Jika Anda yakin saham tersebut akan meningkat, saat ini
    Anda mesti membeli lagi saham yang sama dalam jumlah cukup besar sehingga
    rata-rata harga beli saham tersebut akan lebih rendah. Ini akan memudahkan
    Anda untuk melepasnya karena tidak perlu menunggu kenaikan harga yang
    tinggi. Sebab, harga beli rata-rata Anda sudah lebih rendah ketimbang
    pertama kali Anda beli. Ini diistilahkan dengan averaging down.
     
    Kapan waktu yang pas untuk membeli saham-saham tersebut? Secara konseptual,
    pembelian saham dilakukan ketika harga saham masih murah dan dijual ketika
    harganya meningkat. Ini basic sekali. Disebut juga dengan istilah buy low,
    sell high.
     
    Kapan sebuah saham dianggap murah?
     
    Banyak cara untuk mengetahuinya, misalnya dengan melihat berapa price to
    book value (PBV) atau price earning ratio (PER) dari sebuah saham. Jika PBV
    dan PER-nya relatif rendah dibandingkan dengan perusahaan sejenis, saham
    tersebut dianggap murah. Namun, apakah lantas bisa langsung dibeli? Bisa
    jadi setelah Anda beli, harganya tetap segitu-gitu saja. Kenapa? Karena
    kinerja perusahaannya memang jelek dan tetap jelek. Jadi, mana mungkin harga
    sahamnya akan meningkat?
     
    Selain itu, ada juga konsep yang disebut dengan buy high, sell higher.
    Artinya, Anda membeli saham yang harganya sudah tinggi, baik dilihat dari
    PBV maupun PER-nya. Namun, bisa saja tetap mengalami peningkatan, baik
    karena kinerja perusahaan yang terus meningkat maupun karena investor lain
    juga berminat untuk mengoleksi saham tersebut.
     
    *Menghindari kerugian*
     
    Masalahnya, berapa jauh satu saham bisa terus "terbang tinggi"? Katakanlah
    saham A, harganya Rp 1.000, lalu meningkat menjadi Rp 1.100. Lalu, Anda beli
    pada harga Rp 1.100 dengan harapan akan naik lagi menjadi Rp 1.200. Apakah
    memang seperti itu? Bisa terjadi, bisa juga malah sebaliknya. Setelah
    mencapai harga Rp 1.100, Anda membeli dari investor lain yang menjual, dan
    pada gilirannya, harga saham akan kembali ke Rp 1.000. Maka, yang Anda
    peroleh adalah potensi kerugian. Bagaimana cara menghindari semua itu?
     
    Pertama, siapkan sekeranjang saham pilihan yang secara fundamental bagus.
    Ini biasanya disebut saham blue chip atau saham yang masuk dalam kategori LQ
    45. Anda mesti melakukan diversifikasi sektor dari saham yang ada di
    keranjang tersebut. Untuk memilih calon-calon saham yang hendak dibeli, Anda
    bisa menggunakan hasil analisis berbagai perusahaan sekuritas. Selain itu,
    saham-saham rekomendasi juga banyak tertera di surat kabar dan internet.
     
    Kedua, memilih dari isi keranjang, saham yang siap untuk dibeli. Saham-saham
    yang sudah masuk dalam keranjang tentu harus Anda analisis dari beberapa
    hal, misalnya berapa volume transaksinya secara harian dalam beberapa pekan
    atau bulan terakhir. Percuma harga saham itu murah kalau volume transaksinya
    rendah. Sebab, ketika Anda beli, akan sulit untuk menjualnya kembali. Untuk
    melihat volume transaksi tersebut, bandingkan saja nilai jual-belinya dengan
    saham-saham lain yang ada dalam keranjang pilihan saham Anda.
     
    Intinya, pertimbangkan hanya saham yang volume transaksinya besar. Jadi,
    kalau di keranjang tersebut ada 10 saham, setelah diseleksi aspek volume
    transaksinya, mungkin hanya tersisa lima saham yang layak beli. Sebagai
    investor ritel, memang sebaiknya jangan mengelola terlalu banyak saham. Lima
    saham sudah cukup asalkan kemudian secara rutin Anda mempelajari dan
    mengenali saham-saham tersebut secara lebih dalam.
     
    Ketiga, kapan mulai membeli saham-saham tersebut? Secara umum saham-saham
    yang memiliki fundamen bagus dan volume transaksi besar bisa dibeli ketika
    harga sahamnya mengalami koreksi. Akan tetapi, koreksi tersebut lebih
    disebabkan oleh faktor sentimen pasar, bukan karena fundamen yang anjlok.
    Apalagi kalau tujuan Anda membeli saham dimaksud adalah untuk jangka cukup
    panjang, apakah itu dipegang dalam kurun waktu enam bulan, setahun, dan
    seterusnya. Jadi, bukan untuk perdagangan harian. Makna koreksi di sini
    lebih karena sentimen terhadap keseluruhan pasar memang sedang negatif, yang
    dicerminkan oleh penurunan indeks harga saham gabungan. Dengan kata lain,
    yang mengalami penurunan harga bukan cuma saham yang Anda bidik, tetapi juga
    saham-saham lain.
    Keberhasilan membeli saham juga dipengaruhi oleh faktor lain, seperti
    informasi dan timing. Di pasar modal, biasanya awal semester adalah saat
    yang ramai untuk transaksi. Kenapa? Karena emiten-emiten baru melaporkan
    kinerja semester pertama. Jika kinerjanya bagus, sahamnya pasti akan diburu
    investor. Jika Anda mengetahui informasi semacam itu, tentu Anda bisa turut
    serta mengoleksi saham-saham dengan kinerja bagus.
     
    http://cetak.kompas.com/read/2011/07/31/03053136/kapan.membeli.saham--
    tomo TGL' 93
    ~ KagamaVirtual is here, there, everywhere, anywhere ... For everyone" :) ..
    http://kagamavirtual.com/ ~
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    lestarioctavia@gmail.com Jul 31 12:23PM ^
     
    Share info ya
    Saya pernah cicil di pegadaian
    Pernah jg beli di BSM
    Sekarang sy sdg ikut menabung di goldgram
    Buat yg pengen cari tau, monggo google aja
    Insyaa allah tokonya reliable, sy udh pernah cetak
    Harga sedikit dibawah antam, barang ada sertifikat antam
    Bisa selisih Rp 2000/g
    Membership program ini 500 ribu, 300 ribu utk SDB (safe deposit box) dan 200 ribu sebagai down payment kl kt melakukan pembelian
    Harga emas dikirim via sms, dan situs lauch sktr 11 siang, senin-jumat
     
    Semoga bermanfaat
     
     
    Regards
    Lestari
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: "Deny P. Sambodo" <denypurwo@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 12:06:46
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
    Mbak mila,
     
    Entar saya japri wae ya. Penjelasanya.
     
    Deny P. Sambodo
    Gold based Financial Planner (GFP) Cand.
     
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: mila@kagamavirtual.net
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 11:54:35
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
    Mas deny kalau emas batangan ada potongan gak kalau mau jual lagi....????
    Sent from my BlackBerry®
    powered by Sinyal Kuat INDOSAT
     
    -----Original Message-----
    From: eko.blangkon.kusdiyanto@gmail.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 11:51:36
    To: Kagama<alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
    Tuku emas sing isih urip ae ojo sing wis dadi batang qiqiqiqiqiqi
    Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
     
    -----Original Message-----
    From: aroem.naroeni@kagamavirtual.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 11:49:38
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
     
    Lha klo emas batangan, saya takut mas, dimana bisa beli emas batangan yg terpercaya, apa kita percaya hanya pada sertifikatnya,
    Trus nyimpennya ?
     
    Salam
    Aroem
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: "Deny P. Sambodo" <denypurwo@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 11:45:32
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
    Mbak aroem,
     
    Kalo kita beli reksadana, keputusan jual ato beli ya terserah kita. Tinggal di liat NAB (nilai aktiva Bersih)-nya naik ato turun ketika mau jual. Kalau lgi turun ya jgn di jual, rugi kitanya.
     
    Ohya, coba cek disitusnya danareksa online di www.danareksaonline.com siapa tau bisa jadi bahan pertimbangan awal.
    Meskipun kalo saya di tanya, saya lebih suka beli emas batangan dan/atau untuk "hedging" aset2 kita. Apalagi liat situasi ekonomi US yg lgi tdk menentu kayak skrg.
     
    Salam,
    Deny P. Sambodo
     
     
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: aroem.naroeni@kagamavirtual.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 05:15:33
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
    Waaa.. Mas Komo, kalau kita tidak terlalu cerdas untuk memahaminya apa diserahkan manager investasi aja apa ?
    Banyak yg nawarin.. Katanya klo mereka mau melakukan sesuatu membeli/menjual minta ijin ke kita ?
     
    Salam
    Aroem
     
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: Sulastama Raharja <rsulastama@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 11:46:20
    To: alumniUGM<alumniUGM@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
    Kapan Membeli Saham?
     
    *Elvyn G Masassya*
     
    Menjual saham juga bisa dilakukan untuk mencegah kerugian yang lebih dalam
    karena harga saham tidak kunjung naik, berada di bawah harga beli, atau
    malah terus merosot. Nah, dalam situasi seperti itu, investor mesti
    mengambil keputusan apakah saham yang telah dimiliki sebaiknya dijual atau
    dipegang terus.
     
    Kita akan membahas kapan waktu yang tepat untuk membeli saham. Membeli saham
    di sini bukan semata-mata terhadap saham yang belum dimiliki, tetapi juga
    bisa dengan maksud untuk menambah jumlah saham yang telah dimiliki.
     
    Jika Anda sudah memiliki saham A, dan harganya ternyata naik terus, Anda
    bisa saja bukan menjual saham yang telah Anda miliki, tetapi malah menambah
    jumlah saham tersebut. Jadi, pada gilirannya nanti, ketika harga sudah tidak
    meningkat dan Anda bermaksud menjualnya, nilai penjualan saham Anda akan
    lebih besar. Itu disebut dengan istilah averaging up.
     
    Demikian juga jika saat ini Anda memegang saham yang harga di pasarnya jauh
    di bawah harga beli. Jika Anda yakin saham tersebut akan meningkat, saat ini
    Anda mesti membeli lagi saham yang sama dalam jumlah cukup besar sehingga
    rata-rata harga beli saham tersebut akan lebih rendah. Ini akan memudahkan
    Anda untuk melepasnya karena tidak perlu menunggu kenaikan harga yang
    tinggi. Sebab, harga beli rata-rata Anda sudah lebih rendah ketimbang
    pertama kali Anda beli. Ini diistilahkan dengan averaging down.
     
    Kapan waktu yang pas untuk membeli saham-saham tersebut? Secara konseptual,
    pembelian saham dilakukan ketika harga saham masih murah dan dijual ketika
    harganya meningkat. Ini basic sekali. Disebut juga dengan istilah buy low,
    sell high.
     
    Kapan sebuah saham dianggap murah?
     
    Banyak cara untuk mengetahuinya, misalnya dengan melihat berapa price to
    book value (PBV) atau price earning ratio (PER) dari sebuah saham. Jika PBV
    dan PER-nya relatif rendah dibandingkan dengan perusahaan sejenis, saham
    tersebut dianggap murah. Namun, apakah lantas bisa langsung dibeli? Bisa
    jadi setelah Anda beli, harganya tetap segitu-gitu saja. Kenapa? Karena
    kinerja perusahaannya memang jelek dan tetap jelek. Jadi, mana mungkin harga
    sahamnya akan meningkat?
     
    Selain itu, ada juga konsep yang disebut dengan buy high, sell higher.
    Artinya, Anda membeli saham yang harganya sudah tinggi, baik dilihat dari
    PBV maupun PER-nya. Namun, bisa saja tetap mengalami peningkatan, baik
    karena kinerja perusahaan yang terus meningkat maupun karena investor lain
    juga berminat untuk mengoleksi saham tersebut.
     
    *Menghindari kerugian*
     
    Masalahnya, berapa jauh satu saham bisa terus "terbang tinggi"? Katakanlah
    saham A, harganya Rp 1.000, lalu meningkat menjadi Rp 1.100. Lalu, Anda beli
    pada harga Rp 1.100 dengan harapan akan naik lagi menjadi Rp 1.200. Apakah
    memang seperti itu? Bisa terjadi, bisa juga malah sebaliknya. Setelah
    mencapai harga Rp 1.100, Anda membeli dari investor lain yang menjual, dan
    pada gilirannya, harga saham akan kembali ke Rp 1.000. Maka, yang Anda
    peroleh adalah potensi kerugian. Bagaimana cara menghindari semua itu?
     
    Pertama, siapkan sekeranjang saham pilihan yang secara fundamental bagus.
    Ini biasanya disebut saham blue chip atau saham yang masuk dalam kategori LQ
    45. Anda mesti melakukan diversifikasi sektor dari saham yang ada di
    keranjang tersebut. Untuk memilih calon-calon saham yang hendak dibeli, Anda
    bisa menggunakan hasil analisis berbagai perusahaan sekuritas. Selain itu,
    saham-saham rekomendasi juga banyak tertera di surat kabar dan internet.
     
    Kedua, memilih dari isi keranjang, saham yang siap untuk dibeli. Saham-saham
    yang sudah masuk dalam keranjang tentu harus Anda analisis dari beberapa
    hal, misalnya berapa volume transaksinya secara harian dalam beberapa pekan
    atau bulan terakhir. Percuma harga saham itu murah kalau volume transaksinya
    rendah. Sebab, ketika Anda beli, akan sulit untuk menjualnya kembali. Untuk
    melihat volume transaksi tersebut, bandingkan saja nilai jual-belinya dengan
    saham-saham lain yang ada dalam keranjang pilihan saham Anda.
     
    Intinya, pertimbangkan hanya saham yang volume transaksinya besar. Jadi,
    kalau di keranjang tersebut ada 10 saham, setelah diseleksi aspek volume
    transaksinya, mungkin hanya tersisa lima saham yang layak beli. Sebagai
    investor ritel, memang sebaiknya jangan mengelola terlalu banyak saham. Lima
    saham sudah cukup asalkan kemudian secara rutin Anda mempelajari dan
    mengenali saham-saham tersebut secara lebih dalam.
     
    Ketiga, kapan mulai membeli saham-saham tersebut? Secara umum saham-saham
    yang memiliki fundamen bagus dan volume transaksi besar bisa dibeli ketika
    harga sahamnya mengalami koreksi. Akan tetapi, koreksi tersebut lebih
    disebabkan oleh faktor sentimen pasar, bukan karena fundamen yang anjlok.
    Apalagi kalau tujuan Anda membeli saham dimaksud adalah untuk jangka cukup
    panjang, apakah itu dipegang dalam kurun waktu enam bulan, setahun, dan
    seterusnya. Jadi, bukan untuk perdagangan harian. Makna koreksi di sini
    lebih karena sentimen terhadap keseluruhan pasar memang sedang negatif, yang
    dicerminkan oleh penurunan indeks harga saham gabungan. Dengan kata lain,
    yang mengalami penurunan harga bukan cuma saham yang Anda bidik, tetapi juga
    saham-saham lain.
    Keberhasilan membeli saham juga dipengaruhi oleh faktor lain, seperti
    informasi dan timing. Di pasar modal, biasanya awal semester adalah saat
    yang ramai untuk transaksi. Kenapa? Karena emiten-emiten baru melaporkan
    kinerja semester pertama. Jika kinerjanya bagus, sahamnya pasti akan diburu
    investor. Jika Anda mengetahui informasi semacam itu, tentu Anda bisa turut
    serta mengoleksi saham-saham dengan kinerja bagus.
     
    http://cetak.kompas.com/read/2011/07/31/03053136/kapan.membeli.saham--
    tomo TGL' 93
    ~ KagamaVirtual is here, there, everywhere, anywhere ... For everyone" :) ..
    http://kagamavirtual.com/ ~
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    Sopril Amir <sopril@gmail.com> Jul 31 07:28PM +0700 ^
     
    Kok dijapri tho den bagus?
    Mbok dibagi wae nang kene.
    Aku yo pengen ngerti je.
     
     
    2011/7/31 Deny P. Sambodo <denypurwo@gmail.com>
     
     
    --
    Sopril Amir

     

    aroem.naroeni@kagamavirtual.com Jul 31 12:31PM ^
     
    Saya di Jakarta mas Deny,
    Terima kasih infonya semuanya,
    Ditunggu lagi info2nya
     
    Salam
    Aroem
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: "Deny P. Sambodo" <denypurwo@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 12:03:21
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
    mbak aroem posisi di kota mana? Kalo di yogya, saya biasa di toko emas gadjah sakti. cara beli agar tau kualitasnya, lewat skema beli-gadainya bank syariah. Kualitasnya dijamin bagus.
     
    Salam,
    Deny
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: aroem.naroeni@kagamavirtual.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 11:49:38
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
     
    Lha klo emas batangan, saya takut mas, dimana bisa beli emas batangan yg terpercaya, apa kita percaya hanya pada sertifikatnya,
    Trus nyimpennya ?
     
    Salam
    Aroem
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: "Deny P. Sambodo" <denypurwo@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 11:45:32
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
    Mbak aroem,
     
    Kalo kita beli reksadana, keputusan jual ato beli ya terserah kita. Tinggal di liat NAB (nilai aktiva Bersih)-nya naik ato turun ketika mau jual. Kalau lgi turun ya jgn di jual, rugi kitanya.
     
    Ohya, coba cek disitusnya danareksa online di www.danareksaonline.com siapa tau bisa jadi bahan pertimbangan awal.
    Meskipun kalo saya di tanya, saya lebih suka beli emas batangan dan/atau untuk "hedging" aset2 kita. Apalagi liat situasi ekonomi US yg lgi tdk menentu kayak skrg.
     
    Salam,
    Deny P. Sambodo
     
     
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: aroem.naroeni@kagamavirtual.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 05:15:33
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
    Waaa.. Mas Komo, kalau kita tidak terlalu cerdas untuk memahaminya apa diserahkan manager investasi aja apa ?
    Banyak yg nawarin.. Katanya klo mereka mau melakukan sesuatu membeli/menjual minta ijin ke kita ?
     
    Salam
    Aroem
     
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: Sulastama Raharja <rsulastama@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 11:46:20
    To: alumniUGM<alumniUGM@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
    Kapan Membeli Saham?
     
    *Elvyn G Masassya*
     
    Menjual saham juga bisa dilakukan untuk mencegah kerugian yang lebih dalam
    karena harga saham tidak kunjung naik, berada di bawah harga beli, atau
    malah terus merosot. Nah, dalam situasi seperti itu, investor mesti
    mengambil keputusan apakah saham yang telah dimiliki sebaiknya dijual atau
    dipegang terus.
     
    Kita akan membahas kapan waktu yang tepat untuk membeli saham. Membeli saham
    di sini bukan semata-mata terhadap saham yang belum dimiliki, tetapi juga
    bisa dengan maksud untuk menambah jumlah saham yang telah dimiliki.
     
    Jika Anda sudah memiliki saham A, dan harganya ternyata naik terus, Anda
    bisa saja bukan menjual saham yang telah Anda miliki, tetapi malah menambah
    jumlah saham tersebut. Jadi, pada gilirannya nanti, ketika harga sudah tidak
    meningkat dan Anda bermaksud menjualnya, nilai penjualan saham Anda akan
    lebih besar. Itu disebut dengan istilah averaging up.
     
    Demikian juga jika saat ini Anda memegang saham yang harga di pasarnya jauh
    di bawah harga beli. Jika Anda yakin saham tersebut akan meningkat, saat ini
    Anda mesti membeli lagi saham yang sama dalam jumlah cukup besar sehingga
    rata-rata harga beli saham tersebut akan lebih rendah. Ini akan memudahkan
    Anda untuk melepasnya karena tidak perlu menunggu kenaikan harga yang
    tinggi. Sebab, harga beli rata-rata Anda sudah lebih rendah ketimbang
    pertama kali Anda beli. Ini diistilahkan dengan averaging down.
     
    Kapan waktu yang pas untuk membeli saham-saham tersebut? Secara konseptual,
    pembelian saham dilakukan ketika harga saham masih murah dan dijual ketika
    harganya meningkat. Ini basic sekali. Disebut juga dengan istilah buy low,
    sell high.
     
    Kapan sebuah saham dianggap murah?
     
    Banyak cara untuk mengetahuinya, misalnya dengan melihat berapa price to
    book value (PBV) atau price earning ratio (PER) dari sebuah saham. Jika PBV
    dan PER-nya relatif rendah dibandingkan dengan perusahaan sejenis, saham
    tersebut dianggap murah. Namun, apakah lantas bisa langsung dibeli? Bisa
    jadi setelah Anda beli, harganya tetap segitu-gitu saja. Kenapa? Karena
    kinerja perusahaannya memang jelek dan tetap jelek. Jadi, mana mungkin harga
    sahamnya akan meningkat?
     
    Selain itu, ada juga konsep yang disebut dengan buy high, sell higher.
    Artinya, Anda membeli saham yang harganya sudah tinggi, baik dilihat dari
    PBV maupun PER-nya. Namun, bisa saja tetap mengalami peningkatan, baik
    karena kinerja perusahaan yang terus meningkat maupun karena investor lain
    juga berminat untuk mengoleksi saham tersebut.
     
    *Menghindari kerugian*
     
    Masalahnya, berapa jauh satu saham bisa terus "terbang tinggi"? Katakanlah
    saham A, harganya Rp 1.000, lalu meningkat menjadi Rp 1.100. Lalu, Anda beli
    pada harga Rp 1.100 dengan harapan akan naik lagi menjadi Rp 1.200. Apakah
    memang seperti itu? Bisa terjadi, bisa juga malah sebaliknya. Setelah
    mencapai harga Rp 1.100, Anda membeli dari investor lain yang menjual, dan
    pada gilirannya, harga saham akan kembali ke Rp 1.000. Maka, yang Anda
    peroleh adalah potensi kerugian. Bagaimana cara menghindari semua itu?
     
    Pertama, siapkan sekeranjang saham pilihan yang secara fundamental bagus.
    Ini biasanya disebut saham blue chip atau saham yang masuk dalam kategori LQ
    45. Anda mesti melakukan diversifikasi sektor dari saham yang ada di
    keranjang tersebut. Untuk memilih calon-calon saham yang hendak dibeli, Anda
    bisa menggunakan hasil analisis berbagai perusahaan sekuritas. Selain itu,
    saham-saham rekomendasi juga banyak tertera di surat kabar dan internet.
     
    Kedua, memilih dari isi keranjang, saham yang siap untuk dibeli. Saham-saham
    yang sudah masuk dalam keranjang tentu harus Anda analisis dari beberapa
    hal, misalnya berapa volume transaksinya secara harian dalam beberapa pekan
    atau bulan terakhir. Percuma harga saham itu murah kalau volume transaksinya
    rendah. Sebab, ketika Anda beli, akan sulit untuk menjualnya kembali. Untuk
    melihat volume transaksi tersebut, bandingkan saja nilai jual-belinya dengan
    saham-saham lain yang ada dalam keranjang pilihan saham Anda.
     
    Intinya, pertimbangkan hanya saham yang volume transaksinya besar. Jadi,
    kalau di keranjang tersebut ada 10 saham, setelah diseleksi aspek volume
    transaksinya, mungkin hanya tersisa lima saham yang layak beli. Sebagai
    investor ritel, memang sebaiknya jangan mengelola terlalu banyak saham. Lima
    saham sudah cukup asalkan kemudian secara rutin Anda mempelajari dan
    mengenali saham-saham tersebut secara lebih dalam.
     
    Ketiga, kapan mulai membeli saham-saham tersebut? Secara umum saham-saham
    yang memiliki fundamen bagus dan volume transaksi besar bisa dibeli ketika
    harga sahamnya mengalami koreksi. Akan tetapi, koreksi tersebut lebih
    disebabkan oleh faktor sentimen pasar, bukan karena fundamen yang anjlok.
    Apalagi kalau tujuan Anda membeli saham dimaksud adalah untuk jangka cukup
    panjang, apakah itu dipegang dalam kurun waktu enam bulan, setahun, dan
    seterusnya. Jadi, bukan untuk perdagangan harian. Makna koreksi di sini
    lebih karena sentimen terhadap keseluruhan pasar memang sedang negatif, yang
    dicerminkan oleh penurunan indeks harga saham gabungan. Dengan kata lain,
    yang mengalami penurunan harga bukan cuma saham yang Anda bidik, tetapi juga
    saham-saham lain.
    Keberhasilan membeli saham juga dipengaruhi oleh faktor lain, seperti
    informasi dan timing. Di pasar modal, biasanya awal semester adalah saat
    yang ramai untuk transaksi. Kenapa? Karena emiten-emiten baru melaporkan
    kinerja semester pertama. Jika kinerjanya bagus, sahamnya pasti akan diburu
    investor. Jika Anda mengetahui informasi semacam itu, tentu Anda bisa turut
    serta mengoleksi saham-saham dengan kinerja bagus.
     
    http://cetak.kompas.com/read/2011/07/31/03053136/kapan.membeli.saham--
    tomo TGL' 93
    ~ KagamaVirtual is here, there, everywhere, anywhere ... For everyone" :) ..
    http://kagamavirtual.com/ ~
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    "Deny P. Sambodo" <denypurwo@gmail.com> Jul 31 12:38PM ^
     
    Bos Sopril,
     
    Siap, entar di share disini. Tulisan panjangnya di laptop. Ini saya magriban di masjid ulee lhuee. Bentar lgi mau menuju masjid raya untuk mengawali sholat tarawih.
     
    Salam,
    Deny P. Sambodo
    Gold based Financial Planner (GFP) Cand.
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: Sopril Amir <sopril@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 19:28:38
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
    Kok dijapri tho den bagus?
    Mbok dibagi wae nang kene.
    Aku yo pengen ngerti je.
     
     
    2011/7/31 Deny P. Sambodo <denypurwo@gmail.com>
     
     
    --
    Sopril Amir
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    Sopril Amir <sopril@gmail.com> Jul 31 07:39PM +0700 ^
     
    Den,
    aku cemburu berat ngerti awakmu arep tarawih nang Masjid Baiturrahman.
    Itu tempat di mana kita bisa memilih tarawih 11 dan 23 rakaat tanpa
    ribut-ribut. Pengalaman yang terus berkesan di hatiku.
     
    2011/7/31 Deny P. Sambodo <denypurwo@gmail.com>
     
     
    > Deny P. Sambodo
    > Gold based Financial Planner (GFP) Cand.
     
    > --
    Sopril Amir

     

    "Deny P. Sambodo" <denypurwo@gmail.com> Jul 31 12:49PM ^
     
    Mbak lestari,
    Rencana selasa saya mau ke cikini, mau ikut program-nya toko emas ibukota (goldgram). Merealisasikan program yg tertunda2.
    Kalau mau beli dengan skema beli-gadai, saran saya jgn di BSM. Karena biaya gadainya mahal. Paling murah di bank jabar-banten syariah, BNI syariah juga murah untuk 100 gram ke atas, BRIs nomor berikutnya.
    Kalau di yogya, saya beli-gadai dengan BPD DIY syariah (murah dan pelayanannya enak).
     
    Ada jenis investasi berjamin emas batangan. Konsepnya mirip deposito berjamin emas. Program ini dilakukan oleh GTI (sebuah perusahaan/toko emas) dan mulai 1 agustus kerja sama dengan BSM (tahap awal dgn BSM tanjung duren). Kalau ada yg tertarik investasi GTI yg bekerja sama dgn BSM, nanti saya kasih skema-nya.
     
    Skema yg lain adalah beli dinar. Cerita panjangnya setelah sholat tarawih ya.
     
     
    Smoga bermanfaat.
     
    Deny P. Sambodo
    Gold based Financial Planner (GFP) Cand.
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: lestarioctavia@gmail.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 12:23:19
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
    Share info ya
    Saya pernah cicil di pegadaian
    Pernah jg beli di BSM
    Sekarang sy sdg ikut menabung di goldgram
    Buat yg pengen cari tau, monggo google aja
    Insyaa allah tokonya reliable, sy udh pernah cetak
    Harga sedikit dibawah antam, barang ada sertifikat antam
    Bisa selisih Rp 2000/g
    Membership program ini 500 ribu, 300 ribu utk SDB (safe deposit box) dan 200 ribu sebagai down payment kl kt melakukan pembelian
    Harga emas dikirim via sms, dan situs lauch sktr 11 siang, senin-jumat
     
    Semoga bermanfaat
     
     
    Regards
    Lestari
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: "Deny P. Sambodo" <denypurwo@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 12:06:46
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
    Mbak mila,
     
    Entar saya japri wae ya. Penjelasanya.
     
    Deny P. Sambodo
    Gold based Financial Planner (GFP) Cand.
     
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: mila@kagamavirtual.net
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 11:54:35
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
    Mas deny kalau emas batangan ada potongan gak kalau mau jual lagi....????
    Sent from my BlackBerry®
    powered by Sinyal Kuat INDOSAT
     
    -----Original Message-----
    From: eko.blangkon.kusdiyanto@gmail.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 11:51:36
    To: Kagama<alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
    Tuku emas sing isih urip ae ojo sing wis dadi batang qiqiqiqiqiqi
    Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
     
    -----Original Message-----
    From: aroem.naroeni@kagamavirtual.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 11:49:38
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
     
    Lha klo emas batangan, saya takut mas, dimana bisa beli emas batangan yg terpercaya, apa kita percaya hanya pada sertifikatnya,
    Trus nyimpennya ?
     
    Salam
    Aroem
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: "Deny P. Sambodo" <denypurwo@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 11:45:32
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
    Mbak aroem,
     
    Kalo kita beli reksadana, keputusan jual ato beli ya terserah kita. Tinggal di liat NAB (nilai aktiva Bersih)-nya naik ato turun ketika mau jual. Kalau lgi turun ya jgn di jual, rugi kitanya.
     
    Ohya, coba cek disitusnya danareksa online di www.danareksaonline.com siapa tau bisa jadi bahan pertimbangan awal.
    Meskipun kalo saya di tanya, saya lebih suka beli emas batangan dan/atau untuk "hedging" aset2 kita. Apalagi liat situasi ekonomi US yg lgi tdk menentu kayak skrg.
     
    Salam,
    Deny P. Sambodo
     
     
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: aroem.naroeni@kagamavirtual.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 05:15:33
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
    Waaa.. Mas Komo, kalau kita tidak terlalu cerdas untuk memahaminya apa diserahkan manager investasi aja apa ?
    Banyak yg nawarin.. Katanya klo mereka mau melakukan sesuatu membeli/menjual minta ijin ke kita ?
     
    Salam
    Aroem
     
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: Sulastama Raharja <rsulastama@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 11:46:20
    To: alumniUGM<alumniUGM@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
    Kapan Membeli Saham?
     
    *Elvyn G Masassya*
     
    Menjual saham juga bisa dilakukan untuk mencegah kerugian yang lebih dalam
    karena harga saham tidak kunjung naik, berada di bawah harga beli, atau
    malah terus merosot. Nah, dalam situasi seperti itu, investor mesti
    mengambil keputusan apakah saham yang telah dimiliki sebaiknya dijual atau
    dipegang terus.
     
    Kita akan membahas kapan waktu yang tepat untuk membeli saham. Membeli saham
    di sini bukan semata-mata terhadap saham yang belum dimiliki, tetapi juga
    bisa dengan maksud untuk menambah jumlah saham yang telah dimiliki.
     
    Jika Anda sudah memiliki saham A, dan harganya ternyata naik terus, Anda
    bisa saja bukan menjual saham yang telah Anda miliki, tetapi malah menambah
    jumlah saham tersebut. Jadi, pada gilirannya nanti, ketika harga sudah tidak
    meningkat dan Anda bermaksud menjualnya, nilai penjualan saham Anda akan
    lebih besar. Itu disebut dengan istilah averaging up.
     
    Demikian juga jika saat ini Anda memegang saham yang harga di pasarnya jauh
    di bawah harga beli. Jika Anda yakin saham tersebut akan meningkat, saat ini
    Anda mesti membeli lagi saham yang sama dalam jumlah cukup besar sehingga
    rata-rata harga beli saham tersebut akan lebih rendah. Ini akan memudahkan
    Anda untuk melepasnya karena tidak perlu menunggu kenaikan harga yang
    tinggi. Sebab, harga beli rata-rata Anda sudah lebih rendah ketimbang
    pertama kali Anda beli. Ini diistilahkan dengan averaging down.
     
    Kapan waktu yang pas untuk membeli saham-saham tersebut? Secara konseptual,
    pembelian saham dilakukan ketika harga saham masih murah dan dijual ketika
    harganya meningkat. Ini basic sekali. Disebut juga dengan istilah buy low,
    sell high.
     
    Kapan sebuah saham dianggap murah?
     
    Banyak cara untuk mengetahuinya, misalnya dengan melihat berapa price to
    book value (PBV) atau price earning ratio (PER) dari sebuah saham. Jika PBV
    dan PER-nya relatif rendah dibandingkan dengan perusahaan sejenis, saham
    tersebut dianggap murah. Namun, apakah lantas bisa langsung dibeli? Bisa
    jadi setelah Anda beli, harganya tetap segitu-gitu saja. Kenapa? Karena
    kinerja perusahaannya memang jelek dan tetap jelek. Jadi, mana mungkin harga
    sahamnya akan meningkat?
     
    Selain itu, ada juga konsep yang disebut dengan buy high, sell higher.
    Artinya, Anda membeli saham yang harganya sudah tinggi, baik dilihat dari
    PBV maupun PER-nya. Namun, bisa saja tetap mengalami peningkatan, baik
    karena kinerja perusahaan yang terus meningkat maupun karena investor lain
    juga berminat untuk mengoleksi saham tersebut.
     
    *Menghindari kerugian*
     
    Masalahnya, berapa jauh satu saham bisa terus "terbang tinggi"? Katakanlah
    saham A, harganya Rp 1.000, lalu meningkat menjadi Rp 1.100. Lalu, Anda beli
    pada harga Rp 1.100 dengan harapan akan naik lagi menjadi Rp 1.200. Apakah
    memang seperti itu? Bisa terjadi, bisa juga malah sebaliknya. Setelah
    mencapai harga Rp 1.100, Anda membeli dari investor lain yang menjual, dan
    pada gilirannya, harga saham akan kembali ke Rp 1.000. Maka, yang Anda
    peroleh adalah potensi kerugian. Bagaimana cara menghindari semua itu?
     
    Pertama, siapkan sekeranjang saham pilihan yang secara fundamental bagus.
    Ini biasanya disebut saham blue chip atau saham yang masuk dalam kategori LQ
    45. Anda mesti melakukan diversifikasi sektor dari saham yang ada di
    keranjang tersebut. Untuk memilih calon-calon saham yang hendak dibeli, Anda
    bisa menggunakan hasil analisis berbagai perusahaan sekuritas. Selain itu,
    saham-saham rekomendasi juga banyak tertera di surat kabar dan internet.
     
    Kedua, memilih dari isi keranjang, saham yang siap untuk dibeli. Saham-saham
    yang sudah masuk dalam keranjang tentu harus Anda analisis dari beberapa
    hal, misalnya berapa volume transaksinya secara harian dalam beberapa pekan
    atau bulan terakhir. Percuma harga saham itu murah kalau volume transaksinya
    rendah. Sebab, ketika Anda beli, akan sulit untuk menjualnya kembali. Untuk
    melihat volume transaksi tersebut, bandingkan saja nilai jual-belinya dengan
    saham-saham lain yang ada dalam keranjang pilihan saham Anda.
     
    Intinya, pertimbangkan hanya saham yang volume transaksinya besar. Jadi,
    kalau di keranjang tersebut ada 10 saham, setelah diseleksi aspek volume
    transaksinya, mungkin hanya tersisa lima saham yang layak beli. Sebagai
    investor ritel, memang sebaiknya jangan mengelola terlalu banyak saham. Lima
    saham sudah cukup asalkan kemudian secara rutin Anda mempelajari dan
    mengenali saham-saham tersebut secara lebih dalam.
     
    Ketiga, kapan mulai membeli saham-saham tersebut? Secara umum saham-saham
    yang memiliki fundamen bagus dan volume transaksi besar bisa dibeli ketika
    harga sahamnya mengalami koreksi. Akan tetapi, koreksi tersebut lebih
    disebabkan oleh faktor sentimen pasar, bukan karena fundamen yang anjlok.
    Apalagi kalau tujuan Anda membeli saham dimaksud adalah untuk jangka cukup
    panjang, apakah itu dipegang dalam kurun waktu enam bulan, setahun, dan
    seterusnya. Jadi, bukan untuk perdagangan harian. Makna koreksi di sini
    lebih karena sentimen terhadap keseluruhan pasar memang sedang negatif, yang
    dicerminkan oleh penurunan indeks harga saham gabungan. Dengan kata lain,
    yang mengalami penurunan harga bukan cuma saham yang Anda bidik, tetapi juga
    saham-saham lain.
    Keberhasilan membeli saham juga dipengaruhi oleh faktor lain, seperti
    informasi dan timing. Di pasar modal, biasanya awal semester adalah saat
    yang ramai untuk transaksi. Kenapa? Karena emiten-emiten baru melaporkan
    kinerja semester pertama. Jika kinerjanya bagus, sahamnya pasti akan diburu
    investor. Jika Anda mengetahui informasi semacam itu, tentu Anda bisa turut
    serta mengoleksi saham-saham dengan kinerja bagus.
     
    http://cetak.kompas.com/read/2011/07/31/03053136/kapan.membeli.saham--
    tomo TGL' 93
    ~ KagamaVirtual is here, there, everywhere, anywhere ... For everyone" :) ..
    http://kagamavirtual.com/ ~
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    lestarioctavia@gmail.com Jul 31 12:45PM ^
     
    Ya, mas deny, tenang aja..sy blm pernah nyicil di BSM kok
    Wkt itu kebetulan BSM mau beli emas di cikini, sy ditelp, mau titip apa ngga..
    Mumpung ada yg beli ya nitip sisan, jd ngga nyicil.
    Ya, silakan ke cikini, nama toko emasnya : ibukota
    Dtg jam 11 an aja, mas deny..soale yg pny toko dtg jam segitu
    Jd kl blm jam 11 bakalan bengong
     
    Dinar sy jg tertarik, tp suami sy kurang tertarik krn emasnya 22 karat saja
     
    Oke deh,ditunggu lanjutan ceritanya
     
    Regards
    Lestari
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: "Deny P. Sambodo" <denypurwo@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 12:49:05
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
    Mbak lestari,
    Rencana selasa saya mau ke cikini, mau ikut program-nya toko emas ibukota (goldgram). Merealisasikan program yg tertunda2.
    Kalau mau beli dengan skema beli-gadai, saran saya jgn di BSM. Karena biaya gadainya mahal. Paling murah di bank jabar-banten syariah, BNI syariah juga murah untuk 100 gram ke atas, BRIs nomor berikutnya.
    Kalau di yogya, saya beli-gadai dengan BPD DIY syariah (murah dan pelayanannya enak).
     
    Ada jenis investasi berjamin emas batangan. Konsepnya mirip deposito berjamin emas. Program ini dilakukan oleh GTI (sebuah perusahaan/toko emas) dan mulai 1 agustus kerja sama dengan BSM (tahap awal dgn BSM tanjung duren). Kalau ada yg tertarik investasi GTI yg bekerja sama dgn BSM, nanti saya kasih skema-nya.
     
    Skema yg lain adalah beli dinar. Cerita panjangnya setelah sholat tarawih ya.
     
     
    Smoga bermanfaat.
     
    Deny P. Sambodo
    Gold based Financial Planner (GFP) Cand.
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: lestarioctavia@gmail.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 12:23:19
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
    Share info ya
    Saya pernah cicil di pegadaian
    Pernah jg beli di BSM
    Sekarang sy sdg ikut menabung di goldgram
    Buat yg pengen cari tau, monggo google aja
    Insyaa allah tokonya reliable, sy udh pernah cetak
    Harga sedikit dibawah antam, barang ada sertifikat antam
    Bisa selisih Rp 2000/g
    Membership program ini 500 ribu, 300 ribu utk SDB (safe deposit box) dan 200 ribu sebagai down payment kl kt melakukan pembelian
    Harga emas dikirim via sms, dan situs lauch sktr 11 siang, senin-jumat
     
    Semoga bermanfaat
     
     
    Regards
    Lestari
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: "Deny P. Sambodo" <denypurwo@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 12:06:46
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
    Mbak mila,
     
    Entar saya japri wae ya. Penjelasanya.
     
    Deny P. Sambodo
    Gold based Financial Planner (GFP) Cand.
     
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: mila@kagamavirtual.net
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 11:54:35
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
    Mas deny kalau emas batangan ada potongan gak kalau mau jual lagi....????
    Sent from my BlackBerry®
    powered by Sinyal Kuat INDOSAT
     
    -----Original Message-----
    From: eko.blangkon.kusdiyanto@gmail.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 11:51:36
    To: Kagama<alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
    Tuku emas sing isih urip ae ojo sing wis dadi batang qiqiqiqiqiqi
    Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
     
    -----Original Message-----
    From: aroem.naroeni@kagamavirtual.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 11:49:38
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
     
    Lha klo emas batangan, saya takut mas, dimana bisa beli emas batangan yg terpercaya, apa kita percaya hanya pada sertifikatnya,
    Trus nyimpennya ?
     
    Salam
    Aroem
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: "Deny P. Sambodo" <denypurwo@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 11:45:32
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
    Mbak aroem,
     
    Kalo kita beli reksadana, keputusan jual ato beli ya terserah kita. Tinggal di liat NAB (nilai aktiva Bersih)-nya naik ato turun ketika mau jual. Kalau lgi turun ya jgn di jual, rugi kitanya.
     
    Ohya, coba cek disitusnya danareksa online di www.danareksaonline.com siapa tau bisa jadi bahan pertimbangan awal.
    Meskipun kalo saya di tanya, saya lebih suka beli emas batangan dan/atau untuk "hedging" aset2 kita. Apalagi liat situasi ekonomi US yg lgi tdk menentu kayak skrg.
     
    Salam,
    Deny P. Sambodo
     
     
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: aroem.naroeni@kagamavirtual.com
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 05:15:33
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
    Waaa.. Mas Komo, kalau kita tidak terlalu cerdas untuk memahaminya apa diserahkan manager investasi aja apa ?
    Banyak yg nawarin.. Katanya klo mereka mau melakukan sesuatu membeli/menjual minta ijin ke kita ?
     
    Salam
    Aroem
     
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: Sulastama Raharja <rsulastama@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 11:46:20
    To: alumniUGM<alumniUGM@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] Kapan Membeli Saham?
     
    Kapan Membeli Saham?
     
    *Elvyn G Masassya*
     
    Menjual saham juga bisa dilakukan untuk mencegah kerugian yang lebih dalam
    karena harga saham tidak kunjung naik, berada di bawah harga beli, atau
    malah terus merosot. Nah, dalam situasi seperti itu, investor mesti
    mengambil keputusan apakah saham yang telah dimiliki sebaiknya dijual atau
    dipegang terus.
     
    Kita akan membahas kapan waktu yang tepat untuk membeli saham. Membeli saham
    di sini bukan semata-mata terhadap saham yang belum dimiliki, tetapi juga
    bisa dengan maksud untuk menambah jumlah saham yang telah dimiliki.
     
    Jika Anda sudah memiliki saham A, dan harganya ternyata naik terus, Anda
    bisa saja bukan menjual saham yang telah Anda miliki, tetapi malah menambah
    jumlah saham tersebut. Jadi, pada gilirannya nanti, ketika harga sudah tidak
    meningkat dan Anda bermaksud menjualnya, nilai penjualan saham Anda akan
    lebih besar. Itu disebut dengan istilah averaging up.
     
    Demikian juga jika saat ini Anda memegang saham yang harga di pasarnya jauh
    di bawah harga beli. Jika Anda yakin saham tersebut akan meningkat, saat ini
    Anda mesti membeli lagi saham yang sama dalam jumlah cukup besar sehingga
    rata-rata harga beli saham tersebut akan lebih rendah. Ini akan memudahkan
    Anda untuk melepasnya karena tidak perlu menunggu kenaikan harga yang
    tinggi. Sebab, harga beli rata-rata Anda sudah lebih rendah ketimbang
    pertama kali Anda beli. Ini diistilahkan dengan averaging down.
     
    Kapan waktu yang pas untuk membeli saham-saham tersebut? Secara konseptual,
    pembelian saham dilakukan ketika harga saham masih murah dan dijual ketika
    harganya meningkat. Ini basic sekali. Disebut juga dengan istilah buy low,
    sell high.
     
    Kapan sebuah saham dianggap murah?
     
    Banyak cara untuk mengetahuinya, misalnya dengan melihat berapa price to
    book value (PBV) atau price earning ratio (PER) dari sebuah saham. Jika PBV
    dan PER-nya relatif rendah dibandingkan dengan perusahaan sejenis, saham
    tersebut dianggap murah. Namun, apakah lantas bisa langsung dibeli? Bisa
    jadi setelah Anda beli, harganya tetap segitu-gitu saja. Kenapa? Karena
    kinerja perusahaannya memang jelek dan tetap jelek. Jadi, mana mungkin harga
    sahamnya akan meningkat?
     
    Selain itu, ada juga konsep yang disebut dengan buy high, sell higher.
    Artinya, Anda membeli saham yang harganya sudah tinggi, baik dilihat dari
    PBV maupun PER-nya. Namun, bisa saja tetap mengalami peningkatan, baik
    karena kinerja perusahaan yang terus meningkat maupun karena investor lain
    juga berminat untuk mengoleksi saham tersebut.
     
    *Menghindari kerugian*
     
    Masalahnya, berapa jauh satu saham bisa terus "terbang tinggi"? Katakanlah
    saham A, harganya Rp 1.000, lalu meningkat menjadi Rp 1.100. Lalu, Anda beli
    pada harga Rp 1.100 dengan harapan akan naik lagi menjadi Rp 1.200. Apakah
    memang seperti itu? Bisa terjadi, bisa juga malah sebaliknya. Setelah
    mencapai harga Rp 1.100, Anda membeli dari investor lain yang menjual, dan
    pada gilirannya, harga saham akan kembali ke Rp 1.000. Maka, yang Anda
    peroleh adalah potensi kerugian. Bagaimana cara menghindari semua itu?
     
    Pertama, siapkan sekeranjang saham pilihan yang secara fundamental bagus.
    Ini biasanya disebut saham blue chip atau saham yang masuk dalam kategori LQ
    45. Anda mesti melakukan diversifikasi sektor dari saham yang ada di
    keranjang tersebut. Untuk memilih calon-calon saham yang hendak dibeli, Anda
    bisa menggunakan hasil analisis berbagai perusahaan sekuritas. Selain itu,
    saham-saham rekomendasi juga banyak tertera di surat kabar dan internet.
     
    Kedua, memilih dari isi keranjang, saham yang siap untuk dibeli. Saham-saham
    yang sudah masuk dalam keranjang tentu harus Anda analisis dari beberapa
    hal, misalnya berapa volume transaksinya secara harian dalam beberapa pekan
    atau bulan terakhir. Percuma harga saham itu murah kalau volume transaksinya
    rendah. Sebab, ketika Anda beli, akan sulit untuk menjualnya kembali. Untuk
    melihat volume transaksi tersebut, bandingkan saja nilai jual-belinya dengan
    saham-saham lain yang ada dalam keranjang pilihan saham Anda.
     
    Intinya, pertimbangkan hanya saham yang volume transaksinya besar. Jadi,
    kalau di keranjang tersebut ada 10 saham, setelah diseleksi aspek volume
    transaksinya, mungkin hanya tersisa lima saham yang layak beli. Sebagai
    investor ritel, memang sebaiknya jangan mengelola terlalu banyak saham. Lima
    saham sudah cukup asalkan kemudian secara rutin Anda mempelajari dan
    mengenali saham-saham tersebut secara lebih dalam.
     
    Ketiga, kapan mulai membeli saham-saham tersebut? Secara umum saham-saham
    yang memiliki fundamen bagus dan volume transaksi besar bisa dibeli ketika
    harga sahamnya mengalami koreksi. Akan tetapi, koreksi tersebut lebih
    disebabkan oleh faktor sentimen pasar, bukan karena fundamen yang anjlok.
    Apalagi kalau tujuan Anda membeli saham dimaksud adalah untuk jangka cukup
    panjang, apakah itu dipegang dalam kurun waktu enam bulan, setahun, dan
    seterusnya. Jadi, bukan untuk perdagangan harian. Makna koreksi di sini
    lebih karena sentimen terhadap keseluruhan pasar memang sedang negatif, yang
    dicerminkan oleh penurunan indeks harga saham gabungan. Dengan kata lain,
    yang mengalami penurunan harga bukan cuma saham yang Anda bidik, tetapi juga
    saham-saham lain.
    Keberhasilan membeli saham juga dipengaruhi oleh faktor lain, seperti
    informasi dan timing. Di pasar modal, biasanya awal semester adalah saat
    yang ramai untuk transaksi. Kenapa? Karena emiten-emiten baru melaporkan
    kinerja semester pertama. Jika kinerjanya bagus, sahamnya pasti akan diburu
    investor. Jika Anda mengetahui informasi semacam itu, tentu Anda bisa turut
    serta mengoleksi saham-saham dengan kinerja bagus.
     
    http://cetak.kompas.com/read/2011/07/31/03053136/kapan.membeli.saham--
    tomo TGL' 93
    ~ KagamaVirtual is here, there, everywhere, anywhere ... For everyone" :) ..
    http://kagamavirtual.com/ ~
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    Rovicky Dwi Putrohari <rovicky@gmail.com> Jul 31 07:49PM +0700 ^
     
    Habibie: Ilmuwan Nggak Usah Pulang Dulu ke Indonesia
    Minggu, 31 Juli 2011 11:08 WIB
     
    REPUBLIKA.CO.ID,AACHEN - B.J. Habibie memaklumi adanya orang pintar
    Indonesia yang memilih tidak pulang ke tanah airnya. Meski memilih tinggal
    di luar negeri, Habibie yakin orang-orang itu tetap cinta Indonesia.
     
    "Dari zaman saya di Eropa, isunya sama: *brain drain*. Tapi, kita realistis
    saja. Bagaimana orang pintar mau pulang ke Indonesia kalau tidak ada
    lapangan pekerjaan di sana," kata Habibie saat memberikan kuliah umum di
    kota Aachen, Jerman, Sabtu (30/7).
     
    Ia berbicara banyak soal IPTEK, ekonomi, *brain drain*, dan kenangan masa
    mudanya di kota teknik Jerman, Aachen. Antusiasme masyarakat (intelektual)
    Indonesia memang terlihat di acara ini. Sekitar 470 mahasiswa di daratan
    Eropa menyempatkan diri datang ke Aachen.
     
    Habibie sendiri terlihat segar, antusias dan seperti biasa penuh senyum. Ia
    memulai dua sesi kuliah umum dengan menceritakan pengalamannya berkuliah di
    Aachen pada tahun 1950-an. Ketika panitia mengisyaratkan bahwa waktu yang
    diberikan terbatas, kakek yang pandai melucu ini berseloroh,"Kekurangan saya
    memang itu: tidak bisa berhenti kalau sudah ngomong."
     
    *Brain Drain
    *Pada sesi tanya-jawab, seorang mahasiswi sempat mempertanyakan bagaimana
    mungkin kualitas sumber daya manusia Indonesia bisa ditingkatkan jika
    sekolah pun belum terjamin untuk semua anak Indonesia. Habibie menanggapi
    dengan ringan.
     
    "Indonesia kan punya banyak sekali sumber daya alam. Harusnya SDA itu yang
    dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kemajuan otak manusianya,'' katanya. "Ya,
    jangan pesimis, *dong*. Nggak maju-maju kita kalau pesimis terus. Saya yakin
    Indonesia bisa. Soal kemampuan *sih, nggak *usah dipertanyakan lagi."
     
    Masalah *brain drain* pun Habibie tak cemas. "Bohong itu kalau bilang, orang
    Indonesia yang di luar negeri *are lost people* yang nggak punya
    nasionalisme."
     
    Menurutnya, pilihan yang realisitis untuk (sementara) bertahan di luar
    negeri. Apalagi untuk para ilmuwan, kondisi dalam negeri tidak mendukung
    mereka melakukan riset atau mengembangkan keahlian.
     
    "Tapi saya yakin, jika ada kesempatan, tak ada orang Indonesia yang tidak
    ingin berbakti pada tanah air," katanya. "*Nggak* masalah kalau sekarang
    mereka ingin 'mencari bekal' dulu di luar negeri."
     
    --
    *"Everybody is safety leader, You can stop any unsafe operation !"*

     

    "SisCahya Bhuwana" <siscahya@kagamavirtual.com> Jul 31 11:48AM ^
     
    إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ

     
    Saya beserta keluarga turut berduka atas wafatnya belio .Teman Kita Anang Fuady - TS 98, ba'da sholat maghrib kemarin sore.......
     
    Semoga arwah belio ditempatkan disisiNya, dan semua amal ibadahnya diterima اَللّهُ ..
    Bagi keluarga yang ditinggalkannya semoga diberi kesabaran dan keiklasan, karena semua yang berjiwa pasti akan kembali kepadaNya.
     
    Sis & kel
     
    Siswanto
    Power Generation Services
    Specialist Engineer
     
    Blog: www.sispowergeneration.blogspot.com
    Mobile: +62 81311422270
    +62 81398199500
    PIN : 22773192
    Emails: sis_cahya@yahoo.com
    siscahyabhuwana@gmail.com
     
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: "Iwan Hermawan" <denbaguse.iwan@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 03:13:08
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] Berita Lelayu dr TS 98
     
    Innalillahi wa inna illaihi rojiun.Telah berpulang ke rahmatullah teman kita Anang Fuady - TS 98, ba'da sholat maghrib kemarin sore.Mohon doanya smoga diampuni segala kesalahan dan diterima segala amalnya di sisi Allah SWT,semoga keluarga yg ditinggalkan,diberi ketabahan,kekuatan,kesabaran, dan kemudahan untuk meneruskan hidup,melanjutkan cita2nya,amin ya rabbal 'alamin.
    Iwan Hermawan, TS98
    Hutama Karya - Divisi Jalan & Jembatan
    +6281931231230
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

    "Deny P. Sambodo" <denypurwo@gmail.com> Jul 31 11:58AM ^
     
    Kami sekeluarga ikut berbelasungkawa atas meninggalnya rekan kita, Anang Fuady. Smoga arwah beliau mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Keluarga yg di tinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan. Amin.
     
    Salam,
     
    Deny P. Sambodo
     
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: "SisCahya Bhuwana" <siscahya@kagamavirtual.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 11:48:54
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Berita Lelayu dr TS 98
     
     
     
     
    إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ

     
    Saya beserta keluarga turut berduka atas wafatnya belio .Teman Kita Anang Fuady - TS 98, ba'da sholat maghrib kemarin sore.......
     
    Semoga arwah belio ditempatkan disisiNya, dan semua amal ibadahnya diterima اَللّهُ ..
    Bagi keluarga yang ditinggalkannya semoga diberi kesabaran dan keiklasan, karena semua yang berjiwa pasti akan kembali kepadaNya.
     
    Sis & kel
     
    Siswanto
    Power Generation Services
    Specialist Engineer
     
    Blog: www.sispowergeneration.blogspot.com
    Mobile: +62 81311422270
    +62 81398199500
    PIN : 22773192
    Emails: sis_cahya@yahoo.com
    siscahyabhuwana@gmail.com
     
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: "Iwan Hermawan" <denbaguse.iwan@gmail.com>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 03:13:08
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: [kagama] Berita Lelayu dr TS 98
     
    Innalillahi wa inna illaihi rojiun.Telah berpulang ke rahmatullah teman kita Anang Fuady - TS 98, ba'da sholat maghrib kemarin sore.Mohon doanya smoga diampuni segala kesalahan dan diterima segala amalnya di sisi Allah SWT,semoga keluarga yg ditinggalkan,diberi ketabahan,kekuatan,kesabaran, dan kemudahan untuk meneruskan hidup,melanjutkan cita2nya,amin ya rabbal 'alamin.
    Iwan Hermawan, TS98
    Hutama Karya - Divisi Jalan & Jembatan
    +6281931231230
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

 Topik: Limbah
    "SisCahya Bhuwana" <siscahya@kagamavirtual.com> Jul 31 11:44AM ^
     
    آمِّيْن آمِّيْنَ آمِّيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن
     
    تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّ وَ مِنْكُمْ صِيَمَنَا وَ صِيَمَكُمْ كُلُّ عَامٍ وَ أَنْتُمْ بِخَيْرٍ

    Sis & Kel
     
    Siswanto
    Power Generation Services
    Specialist Engineer
     
    Blog: www.sispowergeneration.blogspot.com
    Mobile: +62 81311422270
    +62 81398199500
    PIN : 22773192
    Emails: sis_cahya@yahoo.com
    siscahyabhuwana@gmail.com
     
     
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
     
    -----Original Message-----
    From: Akhmad Khusyairi <a.khusyairi@kagamavirtual.org>
    Sender: alumniugm@googlegroups.com
    Date: Sun, 31 Jul 2011 16:17:39
    To: <alumniugm@googlegroups.com>
    Reply-To: alumniugm@googlegroups.com
    Subject: Re: [kagama] Limbah
     
    Rekan Alumni UGM ysh;
    Akhmad Khusyairi dan keluarga juga menghaturkan beribu maaf dan semoga
    kita semua dapat menunaikan ibadah dengan penuh keimanan dan ketaqwaan
    kepada Allah SWT.
     
    --
    Regards,
     
    Akhmad Khusyairi
    www.akhmadkhusyairi.wordpress.com
     
    --
    +++
    Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
    Transfer ke:
    1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
    2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
    +++

     

--
+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX
+++
Loading...